Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 79 Musnahnya Sekte Racun Hitam


__ADS_3

Chapter 79 Memusnahkan Sekte Racun Hitam.


Setelah lama berpikiran kedua orang yang berada didalam ruang rahasia masih menemui jalan buntu, karena selama ini mereka hanya mengunakan binatang sebagai uji cobanya dan selalu sukses


"Hahaha, kenapa tidak kita tidak menggandakan dia dengan inti binatang itu" Patriack tertawa gembira setelah mendapatkan ide yang ingin membuat tiruan Excel seperti leluhur Wei lakukan saat menciptakan binatang monster melalui bantuan inti binatang.


"Hahaha, Patriack kamu memang cerdas, itu lebih mudah...hahaha" ketua kedua juga ikut ketawa gembira setelah menemukan solusinya.


"Cepat ambil inti binatang milik kita yang diberikan oleh Kakek leluhur Wei dan juga panggil ketua yang lainnya termasuk anak dan isteri Kaisar Zhou" perintah Patriack yang ingin segera membuat tiruan Excel dan juga memanggil ketua yang lain agar mereka bisa membantunya.


"Baik, Patriack"


Dari awal Excel sengaja diam seperti boneka yang sudah dikendalikan oleh mereka, sejujurnya Excel melakukan itu untuk mengetahui rencana mereka semua dan siapa saja yang terlibat didalamnya.


"Patriack"


"Hahaha, kalian sudah datang semua, apa kalian sudah diberitahu ketua kedua?" tanya Patriack kepada mereka semua yang sudah hadir.


"Sudah Patriack"


"Baiklah kalau begitu, mana inti binatang itu ketua?"


Bruuk


Terlihat sebuah kotak besi berukuran besar, kotak itu biasanya digunakan sebagai tempat koin emas dengan ukiran panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 60 cm.


Clik


Kemudian Patriack membuka gembok dengan kunci, saat dibuka didepan Excel terlihat seperti inti binatang yang sama dengan Qin Yang.


"Sayang, itu inti kehidupan dari kakakku...hahaha. Sayangku cepat ambil ternyata kakakku masih hidup" Qin Yang yang tiba-tiba bereaksi saat melihat inti kehidupan milik kakaknya.


"Tunggu sebentar, kita lihat dulu apa yang ingin dilakukan mereka selanjutnya" kata Excel yang berbicara dengan telepatinya menjawab Qin Yang yang gembira.


"Untung saja inti kehidupannya sama denganku" kata Qin Yang yang merasa lega dengan sisa usia dari kakaknya.


Wuuuuussshh


"Kalian bajingan mau apa, aku tidak akan mau menuruti keinginan busuk kalian" kata inti kehidupan saat keluar dari kotak dan melayang-layang.


"Hahaha, bodoh, aku sudah menerima artefak dari Dewa Absolute yang bisa mengendalikanmu" jawab Patriack pada inti kehidupan didepannya.


"Lebih baik aku mati daripada kalian memanfaatkan aku untuk niat buruk kalian"


Nguuuunngg


Sebelum inti kehidupan ingin meledakan diri, dengan segera Patriack mengeluarkan pagoda berlantai 5 berwarna putih.


Swooosshh


"Aaaaah"


Teriakan terdengar saat inti kehidupan kakak Qin Yang tersedot kedalam pagoda milik Patriack Sekte, sehingga inti kehidupan tidak mampu meledakan dirinya.


"Hahaha, lihat aku bisa mengendalikanmu selama didalam, karena itu turuti semua kemauan-ku dan aku jamin kamu akan tetap hidup, jika tidak kamu akan selamanya tersiksa" Patriack Sekte yang mengacam inti kehidupan yang berada didalam pagoda penyiksaan mirip milik Excel.


"Tidak akan aku menuruti kemauan kalian"


"Hahaha, baiklah jika kamu menginginkan rasa sakit" setelah membalas perkataan inti kehidupan Patriack mengalir Qi-nya kedalam pagoda dan membuat kakak Qin Yang berteriak kesakitan.


"Aaaaahhh cepat bunuh aku..."


"Hahaha, tidak akan aku membunuhmu.."


Zlaaapp


Braaaakk


Aaaahh


"Lalu siapa yang akan kamu siksa"


"Si-sialan, kamu..."


"Hehehe, dari awal aku tidak terpengaruh racun mayatmu idiot, dan hari ini adalah hari terakhir kalian menghirup udara" kata Excel yang tiba-tiba merebut pagoda yang dipegang Patriack Sekte Racun Hitam dan memukulnya hingga menabrak mejanya.


"Cepat bunuh dia" Patriack yang marah karena telah tertipu selama ini dan merasa dibodohi.


Zlaaapp


Booommm


Swooosshh


Baammm


Excel langsung menghilang dan disaat muncul langsung meninju kepala ketua kedua hingga meledak, lalu dengan gerakan cepat membunuh mereka yang berada didalam ruang rahasia.


"Ibu ayo cepat kita pergi dari sini" kata Zhou Zhong kepada ibunya Dong Mei yang ingin melarikan diri saat mereka sedang bertarung.


"Ayo kita juga pergi" kata Zhou Weng yang ingin melarikan diri bersama ibunya juga.


Ceklik


"Kalian semua tidak ada yang akan lolos" kata Excel yang sudah mengurung mereka semua dengan formasi yang dia buat dengan jentikan jarinya.


Zlaaapp


Booommm


Zlaaapp


Baammm


"Kamu akan dibalas oleh pemimpin pusat jika kamu membunuh kami semua" ancam Patriack yang hanya bisa melihat Excel membunuh mereka satu persatu karena disaat dia akan menyerang Excel selalu menghilang dan muncul lagi dengan memukul anggotanya hingga meledak.


"Bodoh, sebelum mereka kesini aku sudah akan membasmi mereka juga"


Zlaaapp


Buuukkk


Aaaahh


Zlaaapp


Buuukkk


Aaaahh


Tiba-tiba Excel muncul didepan Zhou Zhong dan langsung memukul perut hingga menabrak dinding hingga membuatnya pingsan, dan menghilang lagi dan langsung menghantam punggung Zhou Weng dari belakang.

__ADS_1


"Anakku. Tolong ampuni kami Tuan muda"


"Weng'er, Pemimpin muda, tolong jangan bunuh kami"


Kedua ibu mereka langsung meminta ampun pada Excel ketika Excel sudah membuat anaknya pingsan hanya dengan sekali pukul.


Swooosshh


Bruuukkk


Aaaahh


Braak


"Kamu tidak layak dengan mudah aku bunuh dan aku akan menyerap jiwamu" kata Excel setelah memukul Patriack hingga menabrak dinding disaat terbaring Excel meraih lehernya dengan cengkraman tangannya.


"Dewa kegelapan aktif, penyerapan jiwa" kata Excel dengan membatin dan seketika Patriack Sekte Racun Hitam kesakitan saat jiwanya terkoyak dan saat Excel menyerapnya.


"Aaaahh...he-henti-kan"


"Tidak akan"


Aaaaaaaaahh


"Tol-tolong amp-uni ak..."


Bruuukkk


"Ooh jadi kalian ingin menguasai atas perintah mereka" kata Excel yang tahu rencana mereka setelah menyerap jiwa Patriack hingga tewas dan dibuang Excel layaknya sampah, kedua wanita yang tidak lain adalah Permaisuri Kaisar Zhou yang hanya bisa melihat ketakutan sambil memeluk anaknya.


"Untuk kalian berempat kalian akan menemani Kaisar Zhou" kata Excel dan langsung mengeluarkan pagoda hitam miliknya.


Wooossshh


"Ingat akan perbuatan kalian semasa kalian berjaya diatas penderita banyak orang"


"Ampun aku Tuan Muda, aku hanya menuruti perintah kaisar Zhou saja"


"Dan aku juga hanya bisa pasrah saat keluargaku jadi jaminan, pemimpin muda" jawab kedua wanita yang sudah gemetaran karena ketakutan saat Excel mengeluarkan pagoda hitam miliknya dan terlihat dua orang yang sangat mengenaskan, terlihat tangan dan kaki sudah terpotong tapi mereka masih hidup seperti mayat.


"Lalu kenapa kamu biarkan kedua anakmu selalu semena-mena?" tanya Excel kepada mereka, sejujurnya Excel sudah melihat pikiran dan jiwa kedua wanita ini, dan memang benar mereka melakukannya karena terpaksa dan ingin melindungi diri dan keluarga mereka.


"Itu juga karena Kaisar Zhou dan kami berdua juga tidak bisa berbuat apa-apa"


"Aku akan mengampuni kalian dan aku akan serahkan kalian pada leluhur Zhou"


"Terima kasih sudah berbelas kasih, Tuan Muda"


Swooosshh


Plaaak


Plaaak


Seketika Excel membuat mereka berdua pingsan dan meletakkannya didalam pagoda penyiksaan miliknya, lalu Excel keluar dari ruang rahasia setelah melihat sekelilingnya tanpa menemukan apapun.


Wuuuuussshh


Booommm


Booommm


Aaaahh


Booommm


Swiiingg


Bluukk


Bluukk


"Cepat kalian lari" teriakan seorang ketua yang memerintahkan muridnya untuk kabur, sayang sekali Excel tidak akan membiarkan satupun dari Sekte Racun Hitam melarikan diri.


"Domain barrier"


Nguuuunngg


Berdengung


Domain barrier selalu digunakan saat Excel bertempur melawan musuh agar mereka tidak bisa melarikan diri, seketika semua murid ketakutan saat ada dinding transparan menghalangi mereka semua untuk kabur.


"Pedang bayangan"


Swiiingg


Bluukk


Bluukk


Swiiingg


Bluukk


Bluukk


Excel menggunakan skillnya pedang bayangan sekali lagi, tiap langkahnya kepala manusia berjatuhan ibarat daun yang terlepas dari ranting pohon.


"Ampun tuan..."


Swiiingg


Bluukk


Bluukk


"Tidak ada ampun bagi kalian yang beraninya melawan yang lemah" kata Excel yang langsung memenggal orang yang meminta ampun, Excel tidak akan membunuh orang dengan sembarangan apalagi dengan kemampuan yang bisa membaca pikiran mereka.


Sudah 3 jam Excel membantai banyak orang tanpa ada yang tersisa, hanya menyisakan anak-anak dan wanita yang masih bisa diselamatkan.


Kemudian Excel membakar semua mayat yang bergelimpangan di sepanjang jalan, bahkan darah mereka juga dibersihkan dengan Element air.


"Kalian jangan takut, aku akan menghapus semua ingatan kalian hingga kalian tidak akan pernah mengingatkan kejadian ini" kata Excel yang kepada mereka semua, Excel sengaja tidak membantai anak-anak dan wanita karena mereka masih bisa dididik dengan benar.


"Erase mind formasion"


Wuuushhh


Sebuah formasi keluar saat Excel mengucapkan jenis formasi dengan mengangkat kedua tangan kedepan mereka, sebuah lingkaran cahaya berwarna biru langsung menyelimuti mereka semua.


Setelah selesai Excel membuat semua anak-anak dan wanita pingsan, dan membawa mereka semua kedalam dunia jiwanya.

__ADS_1


Kemudian Excel mencari semua harta yang bisa dimanfaatkan dimasa depan dan juga mencari gerbang teleportasi yang bisa mengirim orang dari benua Peri.


"Akhirnya ketemu juga...hehehe. Untung saja mereka tidak bisa memperbaikinya." Excel bergumam saat menemukan gerbang teleportasi yang dibicarakan Patriack.


"Lebih baik gerbang teleportasi tetap rusak, dan aku akan buat Formasi pendeteksi, Formasi ilusi dan Formasi pelindung agar tidak ada yang bisa masuk maupun keluar." gumam Excel yang memiliki rencana untuk melawan mereka yang datang dari alam puncak Excel menggunakan Formasi tingkat Dewa puncak agar keamanannya lebih terjamin.


Setelah selesai Excel melihat sekelilingnya dengan mata bintangnya tanpa ada yang terlewatkan, merasa semua sudah beres Excel kembali kekapal BESD1.


Wuuuuussshh


"Kalian lebih baik disini dulu, biar isteriku yang mengantarkan kalian menemui leluhur Zhou" kata Excel kepada keempat orang yang masih pingsan dan meletakkannya didalam penjara kapal perang BESD1, kemudian Excel pergi kedunia jiwanya untuk melepaskan inti kehidupan


"Kamu jangan takut, aku tidak akan menyakitimu, karena adikmu juga adalah kekasihku" kata Excel saat melepaskan inti kehidupan yang terkurung didalam pagoda milik Patriack Sekte Racun Hitam.


"Si-siapa kamu? Dan bagaimana kamu tahu tentang adikku?" kata inti kehidupan yang kaget saat Excel melepaskannya.


"Adikmu berada dunia Roh-ku saat ini. Qin Yang keluarlah" jawab Excel kepada kakak Qin Yang dan meminta keluar menemui kakaknya.


"Kakak"


"Adik"


Mereka berdua saling menempel karena bentuk mereka berdua sama seperti bola, Excel yang melihat sebenarnya ingin ketawa tapi ditahannya agar tidak merusak momen bahagia mereka berdua.


"Kakak bagimana kamu bisa ditangkap mereka, padahal aku sudah berpikir semua keluargaku dibunuh Dewa sialan itu" tanya Qin Yang pada kakaknya yang ingin tahu situasi sebenarnya.


"Lebih baik kalian berbicara didunia roh saja, karena aku masih akan melakukan sesuatu dan juga aku tidak ingin orang lain mengetahui keberadaan kalian" kata Excel yang menghentikan pembicaraan kedua bola bersaudara ini.


"Adik siapa dia? Dan kenapa kamu bisa memilihnya?" tanya kakak Qin Yang yang terkejut jika adiknya menjadikan pria ini sebagai pasangannya.


"Dia adalah Pasanganku, karena aku menyerah secara mutlak saat mengetahui pikirannya..." jawab Qin Yang pada kakaknya dan menceritakan dari awal hingga bertemu Excel, Excel hanya geleng-geleng kepala saja melihat wanita yang sudah mulai ngobrol tanpa henti.


"Jadi begitu ceritanya, baiklah aku akan ikuti adikku, tapi bukan berarti aku menyerahkan diri pada pria sepertimu" kata kakak Qin Yang yang dengan ketus berbicara dengan Excel, Excel hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak peduli dan mengulurkan tangannya kedepan.


Seketika kedua bola bersaudara itu langsung memasuki kejantung Excel dan menetap didunia rohnya, dan mereka berdua mulai ngobrol tanpa henti seperti kereta lepas kendali.


"Huuufff, wanita selalu saja seperti itu" gumam Excel saat berjalan menuju Mansion didunia jiwa dan seperti biasa dia memeriksa isterinya yaitu Poppy.


"Semoga mimpi indah, sayang. Cup" setelah mencium Poppy Excel mencari keberadaan panther hitam dan anak buah yang sengaja Excel lepas didunia jiwanya.


"Panther hitam apa kamu betah disini" tanya Excel kepada bawahannya si panther hitam dengan komunikasi telepati.


"Hahaha...Tuan muda, aku dan yang lainnya sangat senang berada disini kekuatan kami bisa berkembang dengan cepat dan juga segala makanan disini juga tersedia" jawab panther hitam yang sangat bahagia bisa berada didunia jiwa milik tuannya.


"Bagus, teruslah Berkultivasi agar kalian bisa membantuku melawan semua musuhku dan jelajahi seluruh dunia jiwaku, nanti jika isteriku ada kalian bisa memberikan tanaman roh yang kalian temukan"


"Hahaha, baik Tuan muda, kami dengan senang hati berkultivasi dan juga kami akan kumpulkan semua tanaman roh."


"Baiklah kalian lanjutkan aktivitasnya"


"Baik, Tuan muda"


"Paman" suara anak kecil yang Excel ambil dari Sekte Racun Hitam.


"Hai, bagaimana tidur kalian?" tanya Excel kepada gadis kecil berusia 6 tahun.


"Paman aku lapar"


"Aku juga lapar"


"Tuan muda, berapa lama aku tertidur?"


Seketika semua pertanyaan muncul satu persatu yang membuat Excel kebingungan harus mana dulu yang dijawab, karena Excel menghapus ingatan mereka tentang Sekte Racun hitam, dan hanya memberi ingatan baru kepada mereka yang selalu bersama dengan Excel sejak kecil.


"Lebih baik kalian makan dulu, oke" Excel berkata kepada mereka semua dan mengeluarkan banyak makan siap saji yang Excel beli dari sistemnya.


"Kakak, enak juga makanan ini, kapan kamu pandai memasak?"


"Paman, aku minta lagi


"Kak, aku nambah"


"Susahnya jika tidak ada semua isteriku" gumam Excel yang didengar salah satu wanita yang paling dewasa dengan usia 23 tahun.


"Kenapa kamu mencari isterimu? Kan ada aku" jawab wanita itu dengan cemberut yang merasa diabaikan oleh Excel.


"Hehehe, bukan itu maksudku, baiklah kamu urus adik-adikmu semua sudah aku sediakan disini, dan aku akan melanjutkan urusanku didunia luar.


"Huuff, sudah sana pergi, ini urusan mudah bagi kami" jawab wanita itu yang merasa hafal dengan sikap Excel, Excel hanya tersenyum kecut saat diusir dari dunia jiwanya.


"Jangan sadis, tidak akan ada yang mau dengan kamu jika kamu terlalu kejam dengan pria...hahaha" Excel dengan sengaja mengejek wanita itu, sejujurnya dia lupa tidak memberikan mereka nama.


"Kamu minta pemukulan...hah"


"Hahaha, siapa juga yang tidak takut dengan sifat kamu...hahaha. Kabuuur"


Wuuuuussshh


"Exceeeelllll"


"Hahaha, Paman ketakutan sama kakak"


Excel telah kembali di ruang kendali kapal BESD1-nya dan melihat ingin melihat situasinya, tapi saat tiba di ruang kendali Excel melihat Xiao Mei Xing, Bai Chu dan banyak orang didalam ruang pertemuan.


"Suami, darimana kamu? Aku dan yang lainnya sudah menunggu lama" tanya Xiao Mei Xing kepada Excel.


"Hehehe, aku baru saja memusnahkan Sekte Racun Hitam, dan dipenjara kapal ada anak dan isteri Kaisar Zhou"


"Iya aku tahu, saudari Zhou Mei dan yang lainnya sedang berada disana"


"Baguslah, dan tolong beri tahu mereka untuk menyerah mereka berempat kepada leluhur Zhou" sejujurnya saja Excel sedang kurang mood berbicara kepada semua isterinya sejak tindakan kurang tegas mereka yang dilecehkan saat di rumah makan bunga.


Wuuuuussshh


"Suami"


"Hiikss, kenapa dengan suami kita" kata Xiao Mei Xing yang menangis saat Excel tiba-tiba menghilang lagi, Bai Chu yang juga berada disisinya segera memeluknya.


"Tenang kak, suami kita masih ingin sendiri" kata Bai Chu yang menghiburnya.


"Saudari, dimana suami kita? Tadi aku merasakan auranya disini" tanya Zhou Mei kepada mereka berdua.


"Hiikss, dia pergi lagi" kata Xiao Mei Xing yang masih menangis.


"Haaheem, ini salahku" desah Zhou Mei yang merasa bersalah karena dia diam saja saat dihina dan malahan masih membela mereka.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Bai Chu yang ingin menyelesaikan masalah ini


"Aku tidak tahu, lebih baik kita bicarakan dengan semua saudari kita untuk mencari solusi" kata Zhou Mei yang terlihat frustasi karena kesalahannya.


"Iya, mungkin diantara kita bisa berbicara dengan suami kita"

__ADS_1


"Oke, aku akan kumpulkan mereka semua dengan segera yang masih berada diluar" kata Zhao Mei yang kemudian menghubungi mereka melalui batu giok komunikasi.


__ADS_2