Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 204 Kekuatan Sang Void.


__ADS_3

Chapter 204 Pertempuran 2 kekuatan sang void, Qinglin yang mempesona.


Di atas kapal angkasa yang mampu memuat 100 ribu orang sedang melayang dengan kokoh walau aura kekuatan dari sosok itu terfokus untuk menghancurkan kapal angkasa itu, hanya ada sedikit hembusan angin ringan saat aura kekuatan Sang Void level 2 menabrak kapal angkasa.


"Sialan, kuat betul kapal angkasa itu..." gumam sosok itu yang terkejut melihat daya tahan kapal angkasa saat menerima tekanan aura kekuatannya.


"Tidak perlu terkejut, itu hal biasa. Aku tahu kamu tidak ingin keluar dari persembunyian kamu karena..." kata Excel yang membuat sosok itu semakin kaget, bagaimana mungkin jarak yang begitu jauh bisa didengar oleh pria muda yang dikelilingi wanita bisa mendengarkan gumaman-nya, bahkan tahu alasan dia belum keluar dari sarangnya.


"Apa dia tahu implikasi dari perkataanku?" batin sosok itu yang berbicara pada dirinya sendiri.


"Yang bodoh sekarang siapa coba, kamu sendiri yang berkata membutuhkan tumbal untuk membuka gerbang, sekarang kamu bertanya bagaimana aku mengetahui tujuan kamu...hahaha." Excel menjawab perkataan dari sosok itu yang berbicara didalam hati dengan dirinya sendiri, Excel ketawa melihat kekonyolan sosok yang sudah dia ketahui.


Sekali lagi sosok itu tercengang dan tidak bisa berkata-kata lagi, bahkan pikirannya juga bisa dibaca, apalagi yang harus dikatakan...!!


Booommm


Sosok itu akhirnya keluar setelah meledakan tanah yang tertutupi magma yang berada di atasnya, sosok itu menggunakan jubah hitam dengan menutup wajahnya, sebuah pedang besar berada dipunggungnya yang hampir sama dengan tinggi badannya setinggi 150 cm.


"Puh...hahaha"


Excel ketawa melihat sosok itu, pria itu ternyata sudah tua dan pendek, Excel sudah tidak mampu menahan tawa lagi, isteri-isterinya hanya tersenyum melihat sosok itu bulat seperti bola, walaupun wajahnya dan tubuhnya tertutupi jubah masih saja memperlihatkan bentuk badannya yang bulat.


"Hahaha, Kakek tubuhmu bulat seperti telur penyu..." Jun Yu tidak bisa menahan mulutnya yang cerewet saat mengetahui sosok yang selalu misterius dengan tawanya selama ini.


"Penyu, telur penyu... Nenekmu penyu, kakekmu penyu semua keluargamu penyu...hah" bentak sosok bulat itu membalas perkataan Jun Yu, dia sangat terhina diejek oleh gadis cilik, seumuran hidupnya dia selalu dihormati bahkan tidak ada yang berani menatap wajahnya, tetapi saat pertama kali dia terbangun dari tidurnya dia sudah menerima ejekan dari bocah cilik.


"Whahaha"


Putri-putri Excel sudah tidak mampu lagi menahan tawanya, apalagi saat pria tua bulat itu marah dengan perutnya yang memantul-mantul seperti bola.


Pria tua tubuh bulat itu tertidur lama karena telah secara paksa melintasi dimensi yang begitu jauh, sehingga saat tiba dialam semesta aurora dia harus menyembuhkan jiwanya yang sempat terkoyak karena tekanan kecepatan dan juga memotong jarak lintas antar semesta. Dia ditugaskan membuka gerbang dimensi dengan cara melahap energi kematian dari setiap kehidupan didalam portal dimensi ini yang telah diatur oleh pemimpinnya.


"Pang Tong Tong, sekarang apa sudah cukup menerima tumbal untuk membuka gerbang dimensi antar alam semesta?" tanya Excel kepada sosok itu.


"Bocah tengik, namaku Pang Tong, tidak perlu menambah Tong lagi.... Eh... Itu. Maksudku kamu tidak perlu menambah lagi Ton...."


"Whahaha"


Kemarahan pria tua itu makin membuat anak-anak Excel dan isterinya ketawa terbahak-bahak, apalagi pria tua itu tidak sadar telah membuka tudung kepalanya yang botak tanpa sehelai rambut. Pria itu ingin mengklarifikasi kesalahan nama yang Excel sebutkan, bukannya malah benar, dia terlihat tampak bodoh saat berkata.


Kedua lubang hidungnya dan telinga sudah mengeluarkan asap saat menahan malu dan amarah, wajahnya memerah, nafasnya sudah terengah-engah.


"Kakek Pang Tong Tong yang cantik, yang bulat dan botak, apa kamu sedang sakit?" tanya Excel kepada pria tua itu, Excel sengaja mengodanya, sudah lama Excel tidak mengoda seorang pria, dia hanya mengoda Kakek Xuan yang kini sibuk membantu mengatur benua biru.


"Sudah terserah apa kata kamu, bocak tengik, biarpun begitu aku akan membunuh kalian untuk membuka gerbang dimensi." jawab Pang Tong yang tidak ingin terpancing emosinya yang akan membuatnya tampak bodoh.


"Yakin kamu bisa membunuh kita semua...?" tanya Excel sambil tersenyum.


"Hahaha, dialam semesta ini aku paling terkuat bahkan pencipta alam semesta ini bukan tandinganku...hahaha." jawab pria itu dengan ketawa bangga dan yakin dia mampu membunuh semua orang


"Suami, biar aku yang melawannya." kata Qinglin yang ingin menguji batas kemampuannya setelah mengalami terobosan secara instan, dia perlu membiasakan fisik barunya dan melatih kekuatan tempurnya yang berbeda jauh dari tingkat dewa absolute dan Sang Void.


"Hati-hati. Kamu sudah melatih alam bawah sadar sebelumnya, setelah naik tingkat kamu hanya perlu memahami prakteknya saja, ini tidak jauh berbeda dengan belajar telekenesis atau pikiran. Kamu juga harus belajar memahami aturan setiap elemen dialam semesta ini." kata Excel yang memahami niat Qinglin yang ingin memahami tingkat kekuatan Sang Void.


Potensi alam bawah sadar sangat besar, luasnya tidak bisa diukur, kekuatannya tanpa batas, segala pengetahuan ada didalamnya, tingkat kecerdasan sangat luar biasa, karena itu Excel selalu melatih keluarganya agar bisa mengolah alam bawah sadarnya, apalagi disaat fase naik tingkat Half Alfa memerlukan pemahaman resonansi alam semesta yang begitu rumit.


Ditingkat sang void, seseorang kultivator perlu menghubungkan tubuhnya dengan alam semesta, ditingkat fana hingga tingkat mahadewa seorang kultivator baru belajar cara memahami hubungan dirinya dengan alam sekitar.


Di tingkat sang void, kultivator mampu membuat alam semesta, tetapi harus memahami aturannya terlebih dahulu sebelum dia menciptakan alam semestanya sendiri.


Seperti seorang kultivator yang mampu menciptakan benua atau pesawat didalam dantiannya yang bisa memberikan kekuatan tambahan bagi penciptanya saat di berada pada tingkat dewa sejati.


Sayang sekali, pengetahuan ini sudah lama tidak diketahui semua orang, bahkan istana surgawi hanya tahu informasi saja tanpa tahu bagaimana cara mengolahnya.


Anggap saja seseorang mampu membeli rumah tapi tidak tahu harus diisi dengan kebutuhan apa saja yang bermanfaat bagi si pemilik rumah. Lebih sederhananya kita bisa makan tetapi kita tidak tahu cara memasak apa yang kita makan.


Karena itu banyak kultivator yang selalu mengalami kemacetan dalam Kultivasi-nya disaat berada ditingkat dewa, juga banyak yang lambat dalam meningkatkan kekuatannya, semua ini berawal dari ketidaktahuan mereka.


"Mengerti suami." jawab Qinglin yang berjalan mendekat suaminya dan mencium pipi kiri belahan jiwanya.


Lalu Qinglin keluar dari atas kapal angkasa dan melayang diudara dengan lembut dan santai, tubuhnya benar-benar sangat ringan, bahkan udara yang dia injak sepertinya selalu menopang berat tubuh.


Pang Tong merasakan tekanan disaat Qinglin melayang menuju kearahnya, tiba-tiba dia terkejut karena ada wanita yang kekuatannya setingkat dirinya, apalagi wanita yang mendekatinya jauh lebih muda darinya.


Lalu mata Pang Tong memeriksa semua orang yang berada diatas kapal angkasa, sekali lagi dia tercengang setelah melihat basis kultivasi setiap anak-anak dan bayi yang berada di kapal angkasa.

__ADS_1


"Keluarga monster, apa tingkat Sang Void itu seperti kacang di pasar di alam semesta ini!!" batin Pang Tong yang mulai ketakutan, biarpun begitu dia menguatkan hatinya karena dia memiliki lebih banyak pengalaman dari mereka semua, apalagi setelah mendengarkan obrolan mereka.


Qinglin berhenti diudara saat jarak mereka terpaut 500 meter dari Pang Tong, "Senior, mohon petunjuk" kata Qinglin dengan suara yang lembut nan indah, Pang Tong yang mendengar suara Qinglin sempat bergejolak birahinya, dengan segera dia menenangkan pikiran dan hatinya agar tidak terpengaruh wanita didepannya.


"Kenapa kamu yang maju demi pria jelek itu, sayang sekali jika tubuhmu tergores... Hahaha"


"Kamu tidak layak." balas Qinglin yang seketika menghentikan tawa Pang Tong, dia semakin terhina.


"Baiklah jika itu maumu, kamu akan menjadi tumbal..." setelah berbicara Pang Tong mengepalkan kedua tangannya, energi alam segera mengumpul dan menyelimuti kedua lengannya. Qinglin memperhatikan semuanya dan mulai mengikuti cara Pang Tong.


Zlaaapp


Zlaaapp


Bang


Kedua orang itu langsung menghilang dan sudah bertukar pukulan, setiap pukulan selalu mengeluarkan riak-riak energi dan kilatan petir, gerakan mereka hanya mampu dilihat setingkat Sang Void keatas, kecepatan mereka berdua benar-benar luar biasa cepatnya.


Bang


Booommm


Ledakan disaat benturan kepalan tangan dan kaki menghancurkan area disekitarnya, portal dimensi selalu bergetar terus menerus disaat kedua orang itu saling menyerang, jika Excel tidak melindungi portal dimensi dengan formasi sudah dipastikan akan hancur.


"Bang..." Qinglin terlihat ditekan terus oleh Pang Tong, dia selalu mundur disaat bertukar pukulan maupun tendangan, walaupun Qinglin kekuatannya 1 level lebih tinggi dari Pang Tong dia selalu sedikit dirugikan.


"Ayah..."


Anak-anak Excel mulai kuatir dengan ibunya yang kuwalahan melawan Pang Tong, mereka segera memanggil ayahnya agar membantu ibunya.


"Hehehe, jangan kuatir. Ibumu hanya sedikit menyesuaikan kekuatan besar ditubuhnya..."


Bang... Booommm


Apa yang dikatakan Excel memang benar, setelah bertukar pukulan beberapa puluh kali, Qinglin mulai memahami kekuatan yang dia miliki, terlihat Pang Tong sedikit demi sedikit mulai ditekan oleh Qinglin.


Zlaaapp


Bang


Kecepatan Qinglin juga semakin cepat, gerakan sudah tidak kaku lagi, setiap gerakannya kini seperti sedang menari diudara, putri-putri Excel sedikit lega, walaupun mereka tidak bisa melihat mereka berdua, mereka masih bisa melihat warna aura yang berbeda dan berkedip-kedip dilangit.


"Iya, ini akan membantu kita belajar memahami tingkat kekosongan."


Isteri-isteri Excel saling berkomentar bisa menyaksikan tingkah kekuatan Sang Void, bahkan para dewa absolute yang berada diluar portal dimensi tidak ketinggalan melihat pertarungan dua orang itu.


Aura Qinglin yang berwarna merah semakin terang dan aura Pang Tong semakin redum, kedua orang itu telah bertukar pukulan ratusan kali.


Bang


Bang


Zlaaapp


Pang Tong langsung mundur dan menjaga jarak dengan musuhnya, dia terlihat mulai terengah-engah, sedangkan Qinglin masih baik-baik saja, jika Qinglin tidak dilindungi perlengkapan perang sudah dipastikan pakaian dia akan compang-camping.


"Sialan... Apa aku hanya bahan latihan dirimu..." kata Pang Tong disaat dia sudah menjaga jarak dengan Qinglin, dia kesal ternyata dia hanya sebagai alat uji coba bagi musuhnya.


"Ayo kita serius, dan terima kasih sudah memberikan arahan dalam memahami kekuatan kekosongan... Hehehe" jawab Qinglin dengan tersenyum dan tertawa kecil.


"Swooosshh"


Pang Tong mengambil senjatanya yang berada dipunggungnya, senjata pedang besar dan tebal dengan panjang 150 cm, warnanya hitam legam, setiap seratnya berwarna merah, ganggangnya dibaluti kulit binatang.


Semua orang yang melihat pedang itu tidak mengetahui tingkat apa pedang itu, Excel tahu mereka kebingungan tentang jenis pedang itu.


"Kalian lihat dimenu artefak di sistem. Setiap mereka yang naik kealam kekosongan mampu menciptakan apapun, tetapi itu juga ada kelasnya masing-masing sesuai level mereka." kata Excel kepada semua isterinya dan anak-anaknya, segera mereka memeriksa menu di sistemnya, kecuali Yuna dan Yuke yang sudah banyak mengetahui apa yang ada didalam sistem.


"Istriku Qinglin, kamu beli senjata yang cocok untuk dirimu di menu sistem, point tukar sudah aku buka segelnya." kata Excel dengan transmisi suara yang hanya bisa didengar isteri-isterinya dan semua anaknya.


"Terima kasih, suami."


Kemudian Qinglin membuka menu shop artefak dan memilih sepasang sarung tangan, sepatu, dan armor perang, semua senjatanya kelas Void level 99.


Qinglin langsung memakainya, dalam sekejap tubuhnya selimuti cahaya terang dan kemudian menghilang lagi dengan cepat, kini seluruh tubuh Qinglin telah memakai perlengkapan perang yang baru.

__ADS_1


Perlengkapan perang itu berwarna merah sesuai warnanya kesukaan Qinglin...


"Booommm"


Kekuatan Qinglin langsung meningkat dan tubuhnya benar-benar semakin ringan setelah menyatu dengan perlengkapan perang pilihannya, Qinglin merenggangkan seluruh tubuhnya yang indah, bahkan Excel sangat menikmati keindahan tubuh seksi dan wajah cantiknya.


"Aku akan hukum dia 100 kali...hehehe" batin Excel dengan saat melihat tubuh isterinya, sayang sekali wajah cabulnya tidak Excel jaga yang akhirnya dilihat isteri dan anaknya.


"Cabul..."


"Ayah mesum"


Excel hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal dengan tersenyum malu.


"Kakek, Pang Tong Tong, ayo mulai..."


Qinglin langsung menantang Pang Tong dan kedua tangannya sudah dia gerakan dengan merentangkan jari-jarinya, Pang Tong terhina dengan memanggil namanya secara sembarangan.


"Hahaha... Wanita penggoda, lihat bagaimana aku melucuti pakaianmu" Pang Tong hanya menggertak Qinglin karena dia tahu telah kalah dalam segala hal, apalagi dengan perlengkapan perang yang dimiliki musuhnya dia jelas kalah, tetapi Pang Tong masih percaya diri dengan banyaknya pengalaman yang telah di dapatkan.


"Jika kamu punya kemampuan..."


Zlaaapp


"Bang..." Qinglin langsung menghilang dan muncul didepan Pang Tong dan ingin memukul kepalanya, untung saja Pang Tong segera memblokir dengan pedangnya sebagai tameng.


"Sialan, cepat sekali..." batin Pang Tong dengan mundur beberapa lusin langkah.


Kecepatan Qinglin 2 kali lebih cepat dari sebelumnya, Pang Tong sudah mengantisipasi hal seperti ini, tetap saja dia masih terkejut dengan kecepatan Qinglin, Qinglin hanya tersenyum saja saat tangannya masih mengepal setelah pukulan mampu ditahan musuhnya.


"Huuff, lihat jurus dari sekteku... Surga memadamkan amarah..." kata Pang Tong yang ingin menunjukkan teknik dari Sektenya, dia mengayunkan pedangnya ke kanan dan kekiri, setiap ayunan mengeluarkan bilah sinar berbentuk setengah lingkaran yang mengarah menuju Qinglin dengan cepat.


Zlaaapp


Booommm


Qinglin menghilang saat energi sinar bilah pedang itu sedikit dekat dengannya, setelah menghilang bilah sinar itu langsung meledak walau tidak mengenai tubuh Qinglin.


Tubuh Qinglin berkedip-kedip menghilang dan muncul lagi saat serangan Pang Tong mencapainya, "Boomm" ledakan terus mengema tanpa henti karena Pang Tong terus menerus mengayunkan pedangnya.


"Pukulan penghancur surga..."


Suara Qinglin teredam dengan meninju udara, kepalan itu penuh dengan energi, disaat melesat kearah Pang Tong energi pukulan membentuk naga api, sekali lagi Qinglin menghilang, muncul lagi dengan meninju udara dan energi kepalan itu melesat menuju Pang Tong.


Booommm


Booommm


Pukulan berenergi yang membentuk naga saling bertabrakan dengan energi bilah pedang milik Pang Tong, Ledakan itu sangat memekikkan telinga.


Qinglin semakin dekat dan dekat dengan Pang Tong, walau Pang Tong selalu mundur dan tanpa henti mengayunkan pedangnya.


Zlaaapp


Qinglin tiba-tiba menghilang lagi, kali ini tidak muncul lagi, Pang Tong langsung menghentikan serangannya dan mencari keberadaan musuhnya..."Kemana dia" batin Pang Tong mencari musuhnya.


Suara gemuruh angin menderu-deru dari langit, terlihat tubuh Qinglin berputar-putar seperti baling-baling, putaran itu menciptakan angin tornado yang bercampur api. Tubuh Qinglin menukik kebawah menuju Pang Tong, energi berbentuk spiral yang bergerak berputar-putar dengan cepat...


Wuuuuussshh


Tiba-tiba Qinglin yang menukik kembali naik keatas dan meninggalkan tornado yang masih menuju Pang Tong dengan cepat, "Sialan..." umpat Pang Tong yang merasa ngeri melihat serangan ganas dari musuhnya menuju dirinya.


"Surga melindungi langit..."


Pang Tong langsung mengeluarkan teknik perlindungan dirinya dan berusaha menahan serangan dahsyat musuhnya, Qinglin yang langsung meninju udara lagi dengan cepat dan berkali-kali sebelum tornado angin dan api mengenai Pang Tong.


Booommm


Booommm


Booommm


Rentetan ledakan demi ledakan seperti bom nuklir didalam portal dimensi, serangan Qinglin kali ini benar-benar ganas dan mengerikan.


Wuuuuussshh

__ADS_1


Booommm


Dari langit Pang Tong terjatuh, seperti batu yang meluncur kebawah, disaat tubuhnya mengenai tanah suara ledakan terdengar lagi, tanah itu membentuk kawah yang lebar dan tubuh Pang Tong berada ditengah-tengah kawah itu.


__ADS_2