Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 120 Makam Surgawi Jun.


__ADS_3

Chapter 120 Makam keluarga dan Membangun tempat kelahiran.


Didunia jiwa kini memiliki energi yang sangat menakjubkan, energi yang lebih tinggi tingkatannya yaitu energi purba.


Energi ini sudah bisa dibilang telah menghilang di alam semesta ini.


Di alam semesta ini hanya ada energi Qi, energi Qi dewa, energi Qi Semesta. Energi kuno dan purba sudah tidak ditemukan dialam semesta ini jutaan tahun yang lalu apalagi sekarang.


Awalnya semua orang kebingungan dengan terjadinya perubahan dunia jiwa ini. Namun, disaat mereka semua mengalami peningkatan Kultivasinya membuat semua menjadi gembira.


Anak-anak juga tidak ketinggalan mereka satu persatu mengalami peningkatan yang sangat drastis, mereka yang tadinya sedang bermain dengan gembira, kini duduk bersila dan menyerap energi Qi purba yang sangat menyegarkan tubuh mereka.


"Luar biasa, mereka semua meningkatkan dengan cepat!"


"Benar, Tuan. Biasanya anak-anak hanya sibuk bermain-main saja sesaat yang lalu. Tuan, lihat biji-bijian itu tumbuh dengan cepat..."


Mei Yin si burung angsa kagum dengan perubahan besar-besaran disini jiwa milik tuannya.


"Hehehe... Kenapa kamu tidak memakan biji-bijian itu?"


"Aku sudah kenyang, Tuan. Lagian aku juga sudah banyak menyimpan buah, biji, tanaman roh dan juga... Hehehe"


"Apa...?"


Wuuuuussshh


"Aku mencintai Tuan"


Mei Yin langsung terbang saat ditanya tuannya, dari kejauhan baru dia menjawabnya, terlihat Mei Yin sangat malu mengungkapkan isi hatinya.


"Ckckck... Binatang saja bisa begitu impulsif... Apa yang akan terjadi dengan mereka nanti?"


Excel mendecakkan lidahnya saat Mei Yin bertingkah aneh, dia kuatir saat dia berada didunia luar akan membuat kehebohan.


Lalu Excel berjalan mendekati Putri-putrinya yang sedang berkultivasi dekat dengan taman bermain, kemudian Excel duduk di samping Putri tertuanya tanpa dirasakan oleh Jun Mei saat ayahnya duduk disampingnya.


Excel tersenyum melihat wajah-wajah putrinya yang tersenyum bahagia saat berkultivasi, mereka benar-benar menikmati sensasi energi baru yang mereka serap didalam dantiannya.


"Pemimpin"


Raja Hu Bai yang merasakan kehadiran Excel segera menemuinya bersama raja Gaibian, mereka berdua segera menyapa pemimpinnya yang lama berkultivasi.


"Paman, bagaimana kabar kalian?"


Jun Mei dan Putri-putrinya seketika membuka mata saat mendengarkan suara ayahnya, seketika mereka langsung menyerbu ayahnya dan menindih tubuhnya.


"Ayah, aku merindukanmu"


"Yayah, lama sekali sih"


Bruuukkk


"Ayah"


"Hahaha... Putri-putriku aku juga merindukan kalian semua"


Excel sangat bahagia merasakan pelukan dari semua Putri-putrinya dan tertawa keras hingga membangunkan semua orang yang sedang berkultivasi.


"Suami kita sudah datang"


Wuuuuussshh


"Itu suara suami kita"


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Semua wanita sangat gembira mendengar suara tawa suaminya yang telah lama pergi dalam budidaya tertutup sekian lama, mereka semua sangat merindukannya, dan dengan segera mereka menemui suaminya di taman bermain yang ternyata sudah banyak orang berkumpul disekitar suaminya.


"Suami"


"Suamiku"


"Hahaha... Isteriku semua, apa kalian merindukanku?"


Tap tap tap


Disaat mereka mendarat mendadak berhenti dan menatap suaminya dengan wajah terkejut dan diam tanpa menjawab apa yang dikatakannya.


Lalu Excel melihat wajah semua orang termasuk Putri-putri yang menatapnya dengan tatapan aneh, karena merasakan ada perubahan Excel mengambil cermin, dan melihat wajahnya kini semakin susah untuk diungkapkan lagi.


"Ya, Dewa...!!"


Rambut sepanjang 2 meter, wajahnya putih seputih kulit bayi, saat Excel merabah terasa lembut dan halus, matanya semakin cerah dengan bola mata menjadi pelangi dan terlihat 3 titik berwarna hitam dan kuning, bibirnya berwarna merah muda seperti memakai perona bibir.


"Hehehe... Maaf mengejutkan kalian"


Excel yang akhirnya menyadari perubahannya segera meminta maaf, sejujurnya dia sendiri tidak menyangkah jika dirinya kini semakin rupawan.


"Hallo, Putriku...cup"


Excel kembali berbicara dan mencubit Jun Mei dan juga mencium pipi putrinya yang masih diam membeku.


"Ayah, kenapa kamu bertambah tampan"


"Yayah, kenapa kulit ayah seperti milikku bahkan lebih halus dan putih"


"Suami, kamu..."

__ADS_1


Wuuuuussshh


"Oh tidak"


Perasaan Dejavu tiba-tiba muncul lagi, padahal sudah sekian lama tidak dia alami lagi.


Bruuukkk


Bruuukkk


"Aakkhhh... Tongkat nagaku"


Coba bayangkan 50 ribu wanita menerjang seperti binatang buas yang kelaparan saat melihat mangsa yang menjadi idaman para betina.


"Hahaha"


Bukannya malah membantu, semua keluarganya ketawa melihat Excel yang diterjang semua istrinya, bukan pelukan lembut yang diterimanya tapi pelukan brutal tanpa ampun saat tongkat naganya terkena lutut berkali-kali.


Setelah semuanya kembali tenang Excel akhirnya bisa bernafas lega, dimana kini dia basah kuyup karena air liur binatang buas betina yang menciumnya dengan brutal.


"Lihat saja hukuman 30 kali lipat tidak bisa ditawar lagi, jika lari aku akan tambah 10 lagi"


Excel tidak terima jika tongkatnya menjadi samsak lutut semua isterinya, istri-istrinya hanya tersenyum bahagia kali ini dan tidak merasa takut lagi.


"Yayah, mana hadiahku?"


"Aahh, iya... Ayah mana hadiahnya?"


Akhirnya ayahnya ditagih karena sudah berjanji kepada semua Putri-putrinya.


"Suami, saudari-saudari kita kasihan belum melahirkan selama kamu berkultivasi"


"Suami, rambutmu semakin panjang"


Excel menjadi pusing saat semua orang bertanya dan putrinya menagih janji.


"Yuke, belikan Smartphone untuk mereka semua"


[Baik, Tuan. Ding!. Membeli smartphone yang telah dimodifikasi sesuai dengan dunia kultivator. Pembelian sukses. Daya smartphone hanya dengan menggunakan batu roh. Selesai]


"Hehehe... Ini hadiahnya."


Lalu Excel membagikan semua smartphone itu kepada Putri-putrinya, istri-istrinya dan semua orang, tapi saat menerima hadiah itu mereka kebingungan dan hanya membolak-baliknya.


"Hehehe... Aku tahu kalian kebingungan. Ini namanya smartphone yang bisa merekam gambar dan juga bisa saling mengirim gambar wajah kalian, begini caranya....!!"


Kemudian Excel memberikan penjelasan dan juga mencontohkan cara menggunakan gadget itu, saat mengetahui kegunaannya mereka semua kegirangan dan saling merekam dan berfoto, lalu mereka mengedit foto dan gambar itu melalui aplikasi yang sudah tersedia.


"Ayah, lihat wajahku di gadget ini"


"Suami, ayo berfoto denganku"


Akhirnya Excel sekali lagi kerepotan dengan permintaan mereka yang memintanya bergaya yang aneh-aneh dan juga berganti untuk mengabadikan setiap moment yang menurut mereka itu baru.


Semua orang kini sibuk dengan hadiah yang menurut mereka aneh dan unik, seperti batu giok perekam tapi kegunaan lebih banyak dan praktis.


"Suami, aku merindukanmu"


Suara lembut dan manja saat berbicara dengan suaminya, wanita itu adalah ibu dari Zhou Mei, Ling Mei.


"Aku juga sayang... Cup"


Excel mencium Ling Mei dibibir saat mereka berdua dikamar milik Ling Mei dan berkultivasi ganda, Ling Mei mampu bertahan dari hukuman 30 kali lipat hingga dia tidak bisa lagi bergerak.


"Oohh, keluar lagi..."


"Hehehe... Masih lemah..."


Dalam 2 bulan ini Excel berada didunia jiwanya untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang suami dan juga seorang ayah, hampir 8 tahun dia berkultivasi tertutup sehingga harus menebusnya.


Wuuuuussshh


"Suamiku, apa ini bukit yang menjadi tempat makam keluargamu?"


"Iya..."


Ling Xuan bertanya saat semua orang sudah berada ditanah kelahiran suaminya dan juga tempat dimana Excel mengguburkan ayah, ibu dan kedua adik perempuannya.


Excel mendongak keatas tempat dimana bukit sebagai tempat peristirahatan terakhir keluarganya, dan terlihat matanya akan mengeluarkan air mata.


Lalu Excel berjalan berlahan menaiki bukti itu dan diikuti semua orang yang sudah keluar dari dunia jiwa, mereka juga merasakan kesedihan Excel tanpa berani menghiburnya.


"Ayah, kenapa ayah menjadi sedih... Hikss"


Jun Mei menjadi menangis merasakan segel keluarganya bergetar saat ayahnya bersedih dan mengengam tangannya.


"Yayah, jangan menangis lagi... Oke. Hikks"


Putri terkecilnya juga ikut menangis walau dia berusaha menenangkan hati ayahnya, Excel tanpa menjawab saat ditanya Putri-putrinya dan tetap terus berjalan menuju makam keluarganya.


Setelah sampai dipuncak bukit, semua orang hanya melihat sebuah gundukan ditengah puncak bukit itu dan dikelilingi pepohonan yang rindang.


Sudah berjuta-juta tahun Excel tidak mengunjungi tempat bermain dia bersama-sama kedua adiknya dan juga sebagai tempat peristirahatan bagi mereka.


"Ayah, ibu dan adik-adikku... Maafkan aku yang sudah lama tidak mengunjungi kalian.


Aku membawa istri, Putri dan juga keluarga besar kita"


Kata Excel saat dia berjongkok dan memeluk tanah gundukan itu, dan semua orang memberikan penghormatan bagi kedua orang tua dan adik-adik suaminya, ayah dan pemimpinnya yang dikuburkan dalam 1 liang.

__ADS_1


"Ayah mertua, kami datang mengunjungi kalian"


"Ibu dan adik, kami istri dan ayah dari Putramu..."


"Kami keluarga besar dari Putramu memberikan penghormatan yang paling dalam"


Semua orang dewasa dan termasuk anak-anak itu berjongkok dan menundukkan kepala yang memberikan penghormatan mereka pada keluarga pertama dari Excel.


Setelah menenangkan diri dan hatinya, Excel berdiri dan menaburkan bunga dan juga diikuti semua orang.


"Ini akan menjadi bukit pemakaman keluarga besar kita, mulai hari ini dan selamanya"


Kata Excel kepada semua orang dan mereka hanya menggangukan kepala tanda setuju, memang bukit ini sangat cocok sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi mereka yang sudah meninggal.


Kemudian Excel membangun bukit itu menjadi tempat pemakaman, dan diseluruh bukit dikelilingi tembok tinggi dan kuat, lalu dia memasang Formasi pelindung dan juga Formasi pembantaian agar lebih aman, dan juga Excel membuat sebuah pintu untuk menuju makam keluarga besar dengan lorong Formasi yang hanya bisa dibuka dengan menggunakan token khusus.


"Dengan ini aku namakan makam ini dengan makan Surgawi Jun"


Setelah Excel memberikan nama makam keluarganya dia memasang papan nama yang terbuat dari artefak tingkat dewa, artefak itu dikhususkan untuk mendeteksi orang yang berniat ingin merusak makam dan akan dilumpuhkan saat akan melewat pintu menuju makam.


"Ayo kita kedesa tempat dimana aku dilahirkan, bekas desa itu akan menjadi wilayah kita saat dibenua Dewa."


Kata Excel kepada semua orang, mereka yang tadinya masih berkabung kini telah kembali bersemangat lagi, karena ini adalah babak awal mereka menguasai benua Dewa dan membuat sejarah baru.


Kemudian semua orang mengikuti Excel yang berjalan didepan.


Grooorrrr


"Sekarang sudah sangat berubah, semakin banyak pepohonan dan binatang buas berkeliaran...! Pasukan Naga segera kalian usir semua binatang dari wilayah kita."


Disaat Excel mendengarkan binatang buas yang mengaum kencang di kejauhan, segera Excel memberikan perintahnya kepada pasukan Naga yang dipimpin oleh Hu Bai dan Gaibian yang kini bukan menjadi raja lagi.


"Baik, pemimpin"


"Ayah, aku juga ingin meledakan binatang buas itu"


"Aku juga, Yayah"


"Hehehe... Oke, kalian bersama dengan ibu kalian."


"Horee... Ibu ayo"


Jun Mei dan putri terkecil, Jun Yu segera mengeluarkan kapal perangnya dari cincin penyimpanan milik mereka berdua, dan akhirnya semua orang yang tidak ingin diam saja segera mengeluarkan kapal perangnya masing-masing.


Ratusan ribu kapal perang segera melayang dilangit dan memburu binatang buas yang banyak berkeliaran diwilayah desanya dulu yang telah dihancurkan oleh pasukan Qilin dari keluarga Chu dan Patriacknya.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Booommm


Booommm


"Sudah tidak ada lagi yang tersisa, semuanya telah dimakan oleh waktu, untung saja masih ada tugu ini..."


Excel bergumam saat melihat desanya dulu sudah menjadi hutan dan hanya menyisakan tugu sebagai penanda perbatasan wilayah timur.


Benua Dewa seperti namanya, banyak Dewa yang disegani karena prestasinya dan juga kekuatannya, tidak jarang Dewa Absolute dari alam puncak mengunjungi benua Dewa untuk mengawasi atau mengunjungi kerabatnya.


Benua Dewa jika dilihat dari atas keseluruhan pemetaannya sangat unik, dimana wilayah tengah sebagai wilayah terluas bukan sebagai titik pusatnya, melainkan wilayah timur yang memiliki wilayah terkecil sebesar benua Peri.


Tetapi wilayah timur bersebelahan dengan wilayah surga kematian yang ukurannya sebesar benua venus yang dibagi menjadi 5 wilayah.


Wilayah timur terdapat banyak sekali kepulauannya, sayang sekali karena terlalu luasnya wilayah sehingga banyak yang belum dipetakan.


Pulau yang menjadi tempat kelahirannya dulu cukup luas dan cocok digunakan sebagai kerajaan kecil dibenua Dewa, karena itu ayah Chu Bao atau Chu Jun melarikan diri dikepulauan tanpa nama dan hanya ditempati beberapa ratus orang, tapi semuanya tewas hanya meninggalkan tugu sebagai penandanya.


Setelah semua binatang melarikan diri dan sebagainya mati di ledakan oleh Qiaofeng dan Putri-putrinya, Excel melayang dan melihat keseluruhan wilayah pulau itu untuk menentukan titik pusatnya.


"Kalian gunakan kapal perang BESD1 untuk pemetaan benua Dewa dan juga sebagai tempat tinggal selama aku mendirikan pangkalan militer dan juga yang lainnya"


"Baik komandan"


"Ayah, bolehkah aku berkeliling menggunakan kapal perang BESD1?"


"Hehehe... Tentu boleh sayang, gunakan mode Siluman agar tidak dilihat para dewa, oke"


"Horee... Ibu ayo kita berkeliling"


Segera Excel mengeluarkan kapal BESD1 yang disimpan didalam dunia jiwanya dan semua orang memasukinya, jadwal personil kali ini dipimpin Ling Xuan sebagai kaptennya.


Wuuuuussshh


Setelah kapal BESD1 menghilang dan mulai berkeliling untuk pemetaan, segera Excel membangun basis militer didepan makam keluarga besarnya.


Bukit makam itu berada dipinggir pantai jadi Excel lebih mudah membangun kerajaan kecilnya sebagai titik awal, didepan bukit makam Jun sebagai tempat parkir kapal BESD1.


Didepan tempat parkir kapal BESD1 dibuat pangkalan kapal perang pasukannya yang ukurannya hampir separoh pulau, pangkalan militernya menghadap Selatan agar mudah mengawasi Kekaisaran Zhoungbu dan Kekaisaran Dongbu karena wilayahnya yang paling dekat.


Dibagian Utara dari titik pusat kapal BESD1, Excel membangun pusat perekonomian yang rencananya di kelola oleh keluarganya, dan bagian barat sebagai tempat tinggal keluarganya.


Dibagian Utara Excel membangun banyak gedung berlantai 10, gedung Alchemist, gedung smelting, gedung Formasi array, lahan untuk memelihara binatang buas yang dilengkapi dengan gedung berlantai 5.


Excel juga membangun penginapan berlantai 12, tempat makan berlantai 10, lahan pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan, taman hiburan dan masih banyak toko berlantai 5 yang dibangun.


Dibagian barat Excel membangun Mansion berlantai 10 dan gedungnya memanjang yang berbentuk bulan sabit yang menghadap pusatnya, Mansion itu dikhususkan untuk isteri dan anak-anaknya.


Lalu dibelakang Mansion itu dibangun gedung berlantai 10 yang akan ditempati pasukan naga dan juga kelima ras yang ikut dengannya, yaitu Ras Macan Putih, Ras Rubah, Ras Phoniex, Ras Elf dan Ras Naga.

__ADS_1


Excel juga membangun tembok pelindung kerajaannya setinggi 200 meter dan dilengkapi meriam yang lebih kuat dari kota Phoniex dan juga menara pengawas ditiap sudut kerajaannya.


Excel juga membangun 2 akademi, satu untuk akademi pasukan naga dan yang satunya untuk pasukan Phoniex, tidak lupa Excel juga mendirikan menara Kultivasi dan juga menara jiwa.


__ADS_2