Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 256 Benih Api Ashura.


__ADS_3

Chapter 256 Benih Api Asyura.


Raja Asyura melihat hasil ujian kedua putrinya yang sangat memuaskan diusianya 1.300 tahun menjadi bangga, kedua putrinya adalah jenius berbakat dari ras Asyura, di usianya sekarang kekuatannya sudah berada pada tingkat Dewa Absolute atau Half Void level 50.


Selain memiliki kekuatan yang mengerikan bagi Ras Asyura, kedua putrinya juga mengikuti jejaknya sebagai ahli Alchemist tingkat tahap awal.


"Baiklah, jika kalian ingin segera tahu." kata Excel yang didesak terus oleh kedua putri raja Asyura, Excel berdiri dari tempat duduknya, tetapi sebelum Excel melangkah, dia sudah terlambat karena sudah ada banyak pria muda yang mengantri, jumlahnya sekitar 15 orang.


"Hahmm..." Excel mendesah dan kembali duduk, setelah Excel duduk kelima belas pria muda itu menyeringai sinis.


"Huff, sengaja." dengus Jasmine saat tahu saingannya buru-buru mengantri di kolam ujian.


"Bekicot gendut, cepat sana masuk kolam, sebelum matang jangan keluar." Lavender kesal melihat bekicot tiba-tiba ikut mengantri, mendengar ejekan musuh bebuyutan-nya, buru-buru bekicot... Eh, maksudnya si Pang De, dia menoleh melihat Lavender dengan menyeringai.


"Eh, Kerang... kamu masih hidup"


"Sebelum bekicot matang tentu aku akan hidup." balas Lavender dengan nada ketus kepada Pang De.


"Pand De, segera masuk." perintah ketua penanggung jawab kolam ujian.


"Kerang, lihat diri tampan ini" kata Pang De sebelum memasuki kolam ujian, dia ingin Lavender melihat bakatnya.


"Huff... Semoga saja matang." dengus Lavender yang kesal dibilang kerang, sedari tadi Excel berpura-pura mengucek matanya menahan tawa, jika tidak ada para pemimpin dia akan tertawa terbahak-bahak, Excel masih menjaga kehormatan istana surgawi.


Bagi ras Asyura, sudah menjadi hal biasa melihat persaingan generasi muda yang saling mengejek, karena itu mereka tidak tertawa.


Bhuuuzzzhh


~ Garis darah Ras Asyura tingkat menengah, 13 persen.


~ Atribut tanah 57 persen.


~ Atribut angin 1 persen.


~ Fisik baja tingkat awal 30 persen.


~ Kekuatan jiwa 18 persen.


"Hahaha... Lihat aku juga meningkat setengah persen." Pang De tertawa bangga melihat hasil ujiannya, semua orang ingin ketawa melihat Pang De yang bangga walau telah meningkat setengah persen dari ujian sebelumnya.


"Huff... 10 tahun hanya segitu saja." dengus Jasmine yang jijik melihat gendut yang berbangga diri, demikian juga dengan Lavender yang hanya mendengus tanpa membalas perkataan Pang De.


"Pria cantik, jika kamu tidak bisa mengungguli aku, jangan harap menikahi Putri raja." kata Tianba yang masih memendam kebencian terhadap orang luar seperti Excel. Excel yang menutup mata karena menahan tawa langsung membuka matanya.


Booommm


"Terlambat...!" kata Raja Asyura yang ingin menyelamatkan Tianba, dia terlambat menghentikan provokasi Tianba terhadap guru agung.


"Aaaahh..."


Semua wanita yang hadir berteriak histeris melihat tubuh Tianba tiba-tiba meledak setelah memprovokasi Guru Agung, termasuk Jasmine dan Lavender yang terkejut.


"Astaga..."


"Ya Dewa...."


Semua orang langsung berseru kaget melihat tubuh Tianba meledakan, ketakutan dan rasa ngeri saat melihat Guru Agung yang membunuh hanya dengan membuka mata saja.


"Bajingan... Kamu membunuh anak-ku"


Boom....


Ayah Tianba langsung marah dengan mengeluarkan basis kultivasinya pada tingkat Sang Void level 5, dia tidak menyangka hanya diprovokasi seperti itu anaknya harus dibunuh.


Kepala Excel sedikit bergeser yang akan melihat orang yang memanggilnya bajingan, buru-buru Jasmine dan Lavender menutup mata Guru Agung dan memohon kepadanya...


"Tolong, jangan lihat,"


"Pemimpin Suku tanah Asyura, hentikan! Perbuatan-mu bisa memusnahkan Ras Asyura." Raja Asyura segera mengingatkan pemimpin Suku Tanah Asyura.

__ADS_1


"Tapi dia membunuh anak-ku satu-satunya, dia harus mati..."


Excel mengangkat setengah lengan tangan kanannya dan menunjuk jari telunjuk keatas, tiba-tiba ujung jarinya mengeluarkan api kecil yang sangat panas.


Setelah api yang muncul di ujung hari Guru Agung, perubahan cuaca panas di wilayah Ras Asyura segera dirasakan, seketika semua orang ketakutan dan buru-buru berlarian dari tempat ujian.


"Sayang, tolong hentikan!" Jasmine dan Lavender sekali lagi memohon agar Excel menahan amarahnya, bahkan saat memohon, Jasmine dan Lavender tidak melepaskan tangannya yang menutupi mata Guru Agung.


"Hmmm... " Excel menghela nafas dan menarik lagi apinya, segera api itu menghilang dari ujung jarinya.


Jasmine dan Lavender tetap tidak melepaskan tangannya yang menutupi mata Guru Agung, kuatir tatapannya membunuh Ras Asyura lagi.


"Untung saja!"


"Benar-benar mengerikan...!"


Tubuh semua orang gemetaran saat merasakan kemarahan Guru Agung, apalagi api kecil diujung jarinya membuat perubahan cuaca menjadi sangat panas.


Semua orang kembali lega setelah Jasmine dan Lavender meredam kemarahan Guru Agung. Pakaian semua orang sudah basah kuyup oleh keringat dan wajah masih mengeluarkan keringat, Jasmine dan Lavender yang paling dekat sudah menjadi basah kuyup seperti habis berendam di air.


"Seekor semut yang tersudut mampu membunuh seekor gajah." Excel berkata dengan singkat kepada semua orang, makna dibalik perkataannya bisa dipahami.


"Maafkan saya Guru Agung. Saya akan disiplinkan semua rakyat ku." segera Raja Asyura berdiri dan membungkuk meminta maaf, semua pemimpin dari Ras Asyura dan juga pihak dari Istana Surgawi sudah gemetaran.


Ayah Tianba yang masih terdiam menjadi pulih setelah Rajanya meminta maaf, dia langsung terduduk lemas dengan tubuh gemetaran saat dirinya hampir membuat bencana bagi Ras Asyura.


Raja Asyura melihat ayah Tianba dan menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu dia duduk kembali dengan tubuh penuh keringat dingin membasahi pakaiannya.


"Sekarang, kalian bisa lepaskan tanganmu!" pinta Excel kepada Jasmine dan Lavender, mereka berdua saling berpandangan dan berlahan melepaskan tangannya dari mata Guru Agung.


Setelah melepaskan tangannya, Jasmine dan Lavender kembali duduk dan merasa lega setelah melihat orang dicintainya begitu mengerikan saat marah.


Excel melihat kearah dimana tubuh Tianba meledakan dan menjadi banyak potongan tubuh yang berserakan, darah Tianba membasahi tanah dan bau amis bisa tercium.


Kemudian Excel mengangkat setengah lengannya dan membuka telapak tangan, segera sinar keluar dari telapak tangannya dan melesat dimana potongan-potongan kecil tubuh Tianba berserakan di tanah.


Secara mengejutkan potongan-potongan kecil itu menyatu dan darah yang terciprat kemana-mana saling terhubung, perbuatan Guru Agung lagi-lagi mengejutkan semua orang yang melihat.


Bruuukkk


Tubuh Tianba yang sudah menjadi hidup lagi langsung ambruk di tanah, karena tubuhnya yang dihidupkan kembali masih terasa lemas, semua orang tercengang dan membuka mulutnya, mereka masih tidak percaya orang mati dengan tubuh hancur berkeping-keping masih bisa dihidupkan kembali, tetapi kenyataan didepan mata tidak bisa di pungkiri.


Raja Asyura, ketiga Leluhur Suci dan kedua murid Excel juga tercengang melihat Guru Agung melakukan keajaiban didepan mata semua orang.


Wuuuuussshh


"Anak-ku...."


Ayah Tianba langsung melesat dan memeluk anaknya yang telah dihidupkan lagi, dia menangis tersedu-sedu dan bahagia tidak sampai kehilangan putra satu-satunya yang dia miliki.


Tianba masih kebingungan apa yang telah terjadi, dia terlihat linglung saat dipeluk ayahnya, lalu Tianba melihat sekelilingnya dan akhirnya kedua matanya melihat sosok pria paling tampan duduk bersama dua wanita cantik, sontak tubuh Tianba gemetaran dan langsung pingsan.


"Pemimpin Suku Tanah Asyura, bawa putramu untuk beristirahat, jiwanya masih tergoncang hebat." perintah Raja Asyura kepada ayah Tianba.


"Guru Agung, terima kasih masih memberi kesempatan untuk anak-ku yang tidak bisa menempatkan sikapnya dengan baik. Sekali lagi, terima kasih." kata ayah Tianba dengan membungkuk kepada Excel dan menggendong anaknya yang masih pingsan.


"Ini adalah pelajaran, di manapun kita berada harus saling menghormati satu sama lainnya. Di dalam kehidupan ini tidak ada yang namanya rendah maupun tinggi, semuanya adalah setara." kata Guru Agung setelah ayah Tianba pergi membawa anaknya pulang.


"Kami akan mengingatnya, Guru Agung." kata Raja Asyura saat Excel memberikan sedikit pelajaran terhadap Ras Asyura yang terkenal sombong dan selalu berbangga diri sebagai Ras istimewa, perkataan Raja Asyura juga diikuti rakyat Ras Asyura yang masih berada di tempat kolam ujian garis darah.


Pang De yang berada dekat dengan Tianba masih shock melihat kejadian yang baru saja terjadi, dia tidak percaya teman yang mati bisa hidup lagi.


Pang De mengingat saat dia menghina Guru Agung sewaktu pertama kali melihat wajah pria cantik yang lemah dan tampak tidak berguna.


Jasmine dan Lavender terus-menerus menatap wajah Guru Agung tanpa berkedip maupun mengeluarkan suara, hanya ingin melihat dengan mata dipenuhi pemujaan.


"Hei..." Excel mencubit hidup kedua putri Raja Asyura dengan memanggil mereka agar sadar lagi, segera kedua gadis itu tersenyum dan menundukkan kepalanya.


"Biarkan aku menguji dulu!" kata Excel yang ingin mencairkan suasana yang masih mencekam di tempat kolam ujian.

__ADS_1


Excel berdiri dan berjalan menuju kolam ujian, disaat Excel yang akan melewati Pang De Excel berhenti, sontak jantung semua orang berhenti saat Excel dekat dengan bekicot gendut itu.


"Kamu lucu!" kembali Excel berjalan menuju kolam ujian setelah berkata pada Pang De, Excel hanya tersenyum dan melihat ke kolam ujian.


Pang De yang diajak bicara oleh monster abadi hanya bisa menelan salivanya dengan tubuh gemetaran tidak karuan, "Bruuk..." Pang De langsung terduduk di tanah dengan keringat dingin membasahi tubuhnya.


"Hahmm...." semua orang bernafas lega, setelah lagi-lagi dibuat ketakutan akan tindakan dari Guru Agung, demikian juga dengan Jasmine dan Lavender yang akan melompat menghentikan orang yang mereka cintai membunuh orang lagi.


"Mengerikan..."


Jasmine dan Lavender saling bertukar pandangan dan menggeleng-gelengkan kepalanya, mereka sudah dibuat jantungan setiap kali oleh orang yang mereka cintai saat bergerak.


Kembali semua orang melihat Excel yang sudah dekat dibibir kolam ujian, semua orang telah pulih dari rasa ketakutan dan rasa jantungan yang tiada henti.


Excel berhenti saat dibibir kolam, dia membuka bajunya dan hanya menyisakan celana panjang, terlihat dada bidang yang berotot, di punggungnya terlihat tato Yin dan Yang, tato itu hampir memenuhi punggung Guru Agung, di dada kiri tato bergambar Naga Azure, dada kanan tato White Tiger, lengan kanan tato Suzaku dan lengan kiri terlihat tato Basalt.


"Wow..."


Sontak Jasmine dan Lavender berseru kagum melihat begitu kekarnya tubuh Guru Agung, selain itu tatonya menambah pesona ketampanan-nya, walaupun rambutnya yang panjang menutupi tato Yin dan Yang di punggungnya masih saja bisa dilihat. Otot-ototnya membuat kaum wanita ingin menyentuhnya, perutnya yang sixpack benar-benar membuatnya semakin sempurna.


Mata para gadis maupun yang telah memiliki pasangan tidak berkedip sama sekali saat melihat wajah super tampan dan tubuh atletisnya. Para pria muda dan orang tua menatap dengan iri dan cemburu saat melihat tubuh berotot.


"Hei... Hei... Matamu dijaga!"


"Isteriku, apa belum puas melihat tubuh suamimu sendiri... Hah"


"Cih... Perut buncit saja dibanggakan!"


Segera semua celotehan para suami dan isteri terdengar tempat ujian, Raja Asyura memijat pelipisnya dan menahan cemburu, sebab isterinya juga menatap tubuh calon menantunya tanpa berkedip.


Setelah Excel melepaskan pakaian yang atas dan menyimpannya, dia memasuki kolam ujian tanpa tubuhnya dilindungi energi Qi, sekali lagi tindakan Excel membuat semua orang menahan nafas.


Jasmine dan Lavender hampir saja melompat dari tempat duduknya karena kuatir tubuh orang yang dicintai menjadi abu, tetapi kenyataannya Excel baik-baik saja.


Excel menikmati sensasi panas magma seperti sedang berendam air belerang yang hangat, bahkan Excel membasuh wajahnya dengan cairan magma, semua mata melotot dan mulut menganga.


Kemudian Excel menutup mata dan menghanyutkan seluruh tubuhnya kedalam kolam. Di tempat ujian tidak ada suara sama sekali dan hanya diam membeku melihat tindakan Guru Agung.


"Hmm... Lumayan bisa sedikit meningkatkan Api Kuno-ku! Ternyata kolam ini terhubung dengan kolam Api Asyura!" kata dalam hati Excel saat merasakan panas magma ini. Kemudian Excel membuka semua pori-pori kulitnya dan menyerap Api Asyura kedalam tubuh.


Di luar kolam sekali lagi terkejut melihat magma berlahan-lahan menjadi pusaran air magma, dari pelan menjadi semakin cepat pusaran magma saat bergerak berputar-putar, Excel menyerap cairan magma dengan rakus seperti orang yang tidak pernah makan bertahun-tahun.


Cairan magma itu masuk melalui lubang pori-pori tubuh Excel. Kolam Api Asyura yang berada di bukti sebelahnya seketika bergejolak, Api Asyura yang berada di kolam meresap kebawah dan bergerak mengalir menuju kearah Excel berada.


"Gila...."


"Monster abadi...."


Semua orang seketika saling berucap ngeri dan mereka seakan-akan melihat monster abadi yang mengamuk, Raja Asyura hanya bisa menelan salivanya melihat calon menantunya yang selalu membuatnya terkejut dan terkejut lagi.


Di dalam kolam terlihat sinar-sinar kecil seukuran ujung jari kelingking, jumlahnya mencapai ratusan ribu. Guru Agung yang berada didalam kolam tiba-tiba melayang diudara, ratusan ribu sinar itu juga mengikuti pergerakan pusaran magma.


"Benih Api Asyura!"


Sontak semua orang yang tahu ratusan ribu sinar berseru, mereka tidak menyangka benih Api Asyura bermunculan dan mengelilingi Guru Agung.


Dalam catatan sejarah peradaban Ras Asyura, benih Api Asyura adalah anak dari Ratu Api Asyura, benih Api Asyura terlahir dari air mata Ratu Api Asyura yang menangis sedih setelah kehilangan Kaisar Api Asyura.


Kisah ini terjadi miliaran tahun yang lalu, dimana saat itu masih pada jaman peradaban kuno. Pada jaman itu Kaisar Api Asyura dan Ratunya sangat disegani di alam semesta.


Dengan kemunculan Kaisar Api Asyura dan Ratu Asyura, banyak kekuatan besar menjadi gelisah dan kuatir, karena itu semua kekuatan yang ketakutan bersatu melawan Kaisar Api Asyura.


Setelah kekalahan Kaisar Api Asyura, Ratu Api Asyura yang diselamatkan oleh suaminya menjadi marah dan menangis. Tangisan Ratu api Asyura menggema di seluruh alam semesta hingga menciptakan kolam Api Asyura, tiap tetesan air matanya menjadi bukti kelahiran benih Api Asyura.


Tangisan itu berlangsung hingga ratusan tahun, pada akhirnya Ratu Api Asyura mengikuti jejak suaminya yang mati dalam kesedihan di dalam kolam.


Kini kolam itu disebut kolam Api Asyura oleh keturunannya dan merupakan bagian sejarah yang sangat dijaga ketat dan dirawat hingga saat ini.


(Revisi √)

__ADS_1


(Author : kisah Kaisar Api Asyura, mungkin akan saya buat novel karena Dewa Binatang dan Kaisar Api Asyura saling berkaitan.


Jika para pembaca menghendaki saya terus berkarya dalam 'kisah Dewa Binatang' dan 'Kisah Kaisar Api Asyura', mohon dukungannya terus agar saya bisa berkarya dengan cerita yang lebih baik dan menarik bagi para sobat pembaca. Oh iya, ada lagi, saya juga mungkin akan buat novel 'Raja Naga 12 element'. Terima kasih untuk kalian yang masih membaca karya saya sebagai penulis receh. Salam, semoga kita semua sukses.)


__ADS_2