
Chapter 283 Teror Manusia Rubah.
Disaat keempat jenderal kerajaan arcadia mendekat, Bu Wanmei selalu menjauhi mereka dengan membantai banyak pasukan arcadia.
"Sialan, berhenti kamu..." bentak jendral kedua kepada Bu Wanmei yang selalu menghindari mereka dengan membunuh lebih banyak prajurit.
"Hahaha... Siapa juga yang mau berhenti, tolol..." Bu Wanmei tertawa diperintah berhenti membantai prajurit arcadia.
Sedangkan Lu Xinxin dan Lu Xianglun membunuh para prajurit yang sudah kocar-kacir secara tersembunyi, gerakan mereka sangat halus dan tanpa terdeteksi lawan.
"Shotgun naga hitam..." Bu Wanmei merubah tombak naga hitam menjadi senjata tembak jarak dekat, dengan daya kerusakan yang mengerikan.
Bang... Bang... Bang...
"Aaaahh...." teriakan demi teriakan saat senjata api jenis shotgun meledakan tubuh para prajurit.
Keempat jendral itu tercengang melihat tombak menjadi senjata yang aneh tapi ampuh, daya tembaknya mampu memercikkan banyak proyektil peluru, hingga mengenai banyak prajurit.
"Cepat bunuh dia... Sebelum banyak membunuh prajurit kita... Semua prajurit serang dia dan jangan panik." perintah jendral keempat kepada semua pasukan.
Booom.... Boom... Boom...
Semua prajurit segera melepaskan banyak serangan kepada Bu Wanmei, tetapi tubuh Bu Wanmei berkedip-kedip dan selalu menghilang.
"Lu Xinxin, Lu Xianglun segera kalian mundur dan berkumpul dengan ayah kalian, aku akan susul kalian segera." perintah Bu Wanmei kepada kedua isterinya yang bersembunyi dan membunuh prajurit saat ada kesempatan.
"Suami, kamu harus hati-hati, dan cepat susul kami."
"Hati-hati, suami, kita menunggu disana..."
Lu Xinxin dan Lu Xianglun segera menjawab perintah suaminya. Mereka berdua tahu, akan menjadi beban suaminya jika terus-menerus selalu mengikuti Bu Wanmei disaat melawan pasukan kerajaan arcadia.
Segera mereka berdua buru-buru mundur dan meninggalkan suaminya sendiri melawan musuhnya.
"Hahaha... Coba ini...." Bu Wanmei tertawa lepas dan mengacungkan senjatanya kepada jendral.
Bang... Bang...
Sambil menembak, Bu Wanmei sedikit demi sedikit mulai menjauhi mereka dan sebelum menghilang...
Booommm
"Aaaaahhh...."
Serangan kuat mengarah kepada keempat jendral itu. Jendral pertama terkena pukulan tangan kiri yang penuh energi Qi, berteriak kesakitan, separoh tubuhnya hancur dari dada hingga kebawah, seketika jenderal pertama meregang nyawa.
"Haaaa... Bajingannnn..." ketiga jendral berteriak marah, melihat rekannya mati didepan mata.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Tap tap
Tiga orang tiba-tiba muncul disebelah mayat jendral pertama, orang itu adalah komandan Yao, Qin Bo dan jendral utama, mereka bertiga datang karena melihat manusia rubah membunuh jendral pertama.
"Sial, sial... Kejar dia sekalian bunuh siapapun yang menghalangi rencana kita..." perintah komandan Yao kepada jendralnya dan seluruh pasukan arcadia.
"Aku yang akan membunuh dia secara pribadi... Raja Iblis, pimpinan pasukanmu untuk membuka jalan." Jendral utama juga ikut marah dan memerintahkan Raja Iblis untuk maju kedepan.
Sebenarnya Raja Iblis sedari tadi sudah datang, dia tidak berniat membantu menyerang Bu Wanmei dan hanya diam saja. Dengan berat hati dan menahan amarahnya, Raja Iblis hanya mengangguk kepalanya dan berjalan memimpin seluruh orang. Di depan Raja Iblis adalah raksasa Iblis.
"Benua Permata Hitam benar-benar dilindungi energi yang aneh, kekuatan setingkat Half Alfa tidak mampu mengusir badai salju yang tidak pernah berhenti... Benar-benar aneh..." komandan Yao berkata dengan serius, dia kali ini juga ikut bersama pasukan Arcadia, di sisinya adalah utusan dari nine heaven palace.
"Benar, aku sendiri juga heran...! Biasanya kekuatan Sang Void saja mampu menghilangkan apapun dengan mudah, seperti badai salju ini misalnya, tetapi itu tidak bisa, bahkan kekuatan ku pada tingkat True Alfa saja tidak bisa melakukan apa yang biasanya bisa aku lakukan khususnya dibenua ini..." Qin Bo juga ikut berbicara sambil berjalan melewati salju yang tebal.
"Huff, serangga..."
Booomm
Jenderal utama melihat pergerakan Musang salju dan langsung memukul dengan kepalan tangannya, pukulan energi Qi meledakan tempat dimana musang salju bersembunyi.
"Sun Yao, kenapa kamu tidak menyimpan pasukanmu didunia jiwa saja, bukankah lebih praktis dan cepat kita sampai pada tujuan..." tanya Qin Bo kepada Sun Yao.
Setingkat Sang Void, bisa dengan mudah membuat dunia jiwa walau hanya tingkat rendah, dunia jiwa juga merupakan salah satu kartu penyelamat disaat genting, asal lawannya tidak memiliki kekuatan 1 tingkat lebih tinggi.
Sun Yao merenungkan saran dari utusan nine heaven palace, sebenarnya dia tidak ingin menyimpan pasukannya kedalam dunia jiwa, kuatir jika ada penghianatan.
"Hahmm..." Sun Yao menghela nafas dan menjawab ucapan Qin Bo... "Baiklah, ini juga lebih mempercepat gerakan kita...! Semuanya berhenti..." perintah komandan Yao kepada seluruh pasukannya, dia membalikkan badan dan melihat semua prajurit yang terlihat waspada terhadap Bu Wanmei.
"Tidak ada apa-apa. Apa kalian akan selalu setia kepadaku? Dan tidak pernah akan menghianatiku?" tanya komandan Yao kepada semua pasukannya dengan nada serius dan berwibawa. Segera semua pasukannya berlutut dengan kaki kanan menyentuh salju, dan tangan kiri menyentuh dada.
__ADS_1
"Kami bersumpah dengan iblis hati, berjanji selalu setia, tidak berkhianat, mematuhi semua perintah komandan Yao dan mempertaruhkan nyawa demi kepentingan bersama." serentak semua pasukan bersumpah. Suaranya begitu mengema dan nyaring di kaki pegunungan maha dewi.
"Bagus, bagus..." komandan Yao sangat senang dan membuat gerakan dengan kedua tangannya, lalu didepannya muncul gerbang gelap yang sangat besar.
"Kalian masuk kedalam dunia jiwaku, agar perjalanan kita lebih cepat, kalian akan keluar setelah kita sampai diperbatasan wilayah musuh." setelah komandan Yao berbicara, satu persatu semua pasukan memasuki gerbang gelap itu.
Aksi ini dilihat oleh Bu Wanmei di kejauhan, Bu Wanmei hanya tersenyum.
Raja Iblis juga melihat apa yang dilakukan komandan Yao, "Hebat, dunia jiwa tingkat menengah yang mampu menampung miliaran jiwa." batin raja iblis yang iri dengan kehebatan komandan Yao.
"Ayo, kita lanjutkan perjalanan ini." ajak komandan Yao kepada semua orang yang tidak masuk kedalam dunia jiwanya. Yang tidak masuk hanya setingkat Half Void keatas.
120 orang dari kerajaan Arcadia yang menuju wilayah ras demi human. Raja Iblis Merah beserta pasukannya tidak kesulitan dengan medan pegunungan Maha Dewi, mereka bergerak cukup cepat. Siluman musang salju tidak berani mendekati kelompok mereka, karena aura kekuatan mereka sengaja dilepaskan. Disaat mereka berada diwilayah tengah pegunungan Maha Dewi, lagi-lagi Bu Wanmei membuat kekacauan.
Bang... Bang...
"Aaaaahhh...."
Senjata shotgun ditembak kan, seketika teriakan terdengar, pasukan iblis langsung kocar-kacir menerima serangan dari Bu Wanmei.
"Sialan..." Jendral keempat berteriak marah, pasalnya dia sangat dekat dengan pasukan iblis.
Booommm...
Jenderal keempat segera melepaskan pukulan energi Qi di titik dimana Bu Wanmei melepaskan tembakan.
"Hati-hati dan tetap waspada, Manusia Rubah ini sangat licik" teriak Jendral utama menenangkan pasukan sekutunya agar tidak panik.
"Sialan, kemana dia...!" semua orang mencari keberadaan Bu Wanmei yang menghilang bersama badai salju, apalagi Benua Permata Hitam tidak memiliki penerangan dari matahari, sehingga membuat pandangan mereka terbatas.
"Bajingan ini...! Kekuatan setingkat Dewa Absolute segera melindungi pasukan, Jendral kalian berada dibelakang dan di depan." komandan Yao sangat geram dan memberikan perintah.
Kembali mereka berjalan, setelah tidak menemukan jejak Bu Wanmei.
Bang... Bang...
"Aaaaahhh...."
Sekali lagi Bu Wanmei menyerang secara diam-diam dan mengenai sasaran secara acak, teriakan kembali terdengar. Beberapa kekuatan Half Void tewas setelah terkena senjatanya Bu Wanmei.
"Kejar dia, cepat kejar dia..." perintah komandan Yao yang sudah sangat marah, dia langsung mengejar dan disusul oleh para Jendralnya, Raja Iblis juga ikut mengejar karena prajuritnya juga menjadi sasaran.
"Hehehe... Menarik" utusan nine heaven palace terkekeh melihat kepanikan dan kemarahan mereka terhadap Bu Wanmei.
Bang... Bang
"Aaakk..."
"Bangsatttt..." Qin Bo berteriak mengumpat saat dirinya juga diserang secara diam-diam oleh Bu Wanmei, disebelahnya pasukan iblis juga berteriak kesakitan setelah terkena tembakan.
"Jangan lari kamu..." Qin Bo menjadi marah dan mengejar kearah dimana tembakan itu berasal.
"Hahaha...."
Suara ketawa mengema manakala semua kekuatan saling menyebar dan memburu Bu Wanmei.
Bang... Bang...
"Aakkkhh..."
Sekali lagi suara tembakan shotgun meletus dan mengenai beberapa kekuatan Half Void dari pihak kerajaan Arcadia, teriakan terus-menerus terdengar, saat tembakan shotgun meletus.
Bang... Bang...
Bu Wanmei memanfaatkan keuntungan alam Benua Permata Hitam yang gelap dan badai salju di pegunungan Maha Dewi, dia selalu menargetkan musuh terlemah dengan tujuan mengurangi jumlah pasukan musuh.
Sengaja Bu Wanmei memisahkan para pemimpin musuh agar lebih mudah membunuh mereka.
"Sialan, pengecut jangan bersembunyi, hadapi kami sebagai seorang pria sejati...!!" teriakan marah terdengar dikejauhan dan buru-buru kembali dimana mereka meninggalkan pasukannya.
"Ya dewa, benar-benar Manusia Rubah terkutuk... Benua terkutuk... Alam terkutuk..." umpat komandan Yao saat melihat banyak bawahannya yang memiliki kekuatan setingkat Half Void telah mati saat dia kembali, dia sangat marah telah terkecoh oleh Manusia Rubah.
Bang... Bang...
Dikejauhan suara tembakan shotgun terdengar lagi, Sun Yao ingin kesana tapi kuatir jika dirinya tertipu lagi, lalu dia melihat disekitarnya, berniat mencari utusan dari nine heaven palace.
Kemudian, Sun Yao menyeringai, "Mati kamu Manusia Rubah, ditangan Qin Bo yang memiliki kekuatan True Alfa, kamu tidak akan bisa hidup..." gumam Sun Yao yang senang utusan nine heaven palace ikut bertindak...
"Bang... Bang... Hahaha..."
"Mati, kamu bajingan..."
__ADS_1
Booommm
Booommm
Gunung Maha Dewi tergoncang hebat saat kemarahan Qin Bo terhadap Bu Wanmei yang terus-menerus menyerang dia, dua kali ledakan hebat dimana Qin Bo menyerang Bu Wanmei sekuat tenaga.
"Aaakkk... Kamu mati, mati rubah sialan..."
Booommm
Booommm
Kembali Qin Bo berbicara dengan amarah dan meledakan hutan disekitarnya, banyak orang yang penasaran apa yang sedang terjadi.
Sayang sekali, badai salju dan tanpa ada cahaya, tidak ada yang bisa melihat proses dimana Qin Bo menghancurkan musuh yang telah membuat teror di pegunungan Maha Dewi.
"Apa setan kecil itu sudah mati...!" kata Yong Sheng yang penasaran dengan kondisi Bu Wanmei saat dihajar Qin Bo.
Semua orang menatap kearah sumber dimana Qin Bo menyerang Bu Wanmei, suasana menjadi hening, hanya ada suara badai angin yang disertai salju yang super dingin.
"Ayah, apakah suami ku baik-baik saja?" Lu Xinxin merasa kuatir saat mendengarkan suara ledakan hebat di gunung Maha Dewi.
Lu Xinxin dan Lu Xianglun sudah berkumpul dengan keluarganya, mereka berdua baru saja datang dan menceritakan aksi heroik Bu Wanmei yang membantai banyak musuhnya.
Namun, disaat bercerita semua orang mendengarkan teriakan yang sangat keras dan disusul dengan ledakan hebat, seketika semua orang yang tadinya sedang mendengarkan cerita kedua putri raja, memalingkan wajahnya kearah pegunungan Maha Dewi.
"Ayah, ayo kita bantu Bu Wanmei...!" kali ini Lu Xianglun juga memohon kepada ayahnya untuk menolong suaminya.
"Tunggu dulu, kita tidak bisa sembarangan menghadapi kekuatan yang sangat hebat. Apa kalian tidak melihat dan merasakan kekuatan itu tadi? Perkiraanku kekuatan itu melebihi kekuatan Sang Void, entah tingkat apa diatasnya..." jawab raja demi human kepada kedua putrinya, sebelum kedua putrinya merengek lagi...
Booommm
Booommm
"Hahaha.... Mati kamu.... Hahaha"
Suara ledakan yang sangat hebat terdengar lagi dan disusul ketawa bahagia di pegunungan Maha Dewi area tengah, ledakan hebat seperti bom atom, terlihat api membumbung tinggi.
"Awas... Buat perisai diri..." teriakan Ratu Siluman Musang saat melihat gelombang kejut setelah ledakan menuju ke arah mereka dengan sangat cepat.
Wuuuuussshh
Bang... Bang.... Bang...
"Aaaaaah...."
"Aaakk... Sakit..."
"Uhuk... Uhuk..."
Sebagian orang yang terlambat membuat perisai pelindung dari energi Qi, terkena hempasan gelombang kejut kekuatan hebat itu, ada yang berteriak kesakitan, ada yang terbatuk-batuk darah.
"Mengerikan..."
"Kekuatan yang sangat besar... Tingkat apa ini..."
"Uhuk... Uhuk..."
Semua orang merasakan teror dari kekuatan yang dikeluarkan oleh Qin Bo, masih banyak kekuatan dibawa dewa prajurit muntah darah, dan sebagian selamat dari gelombang kejut itu.
Ditempat komandan Yao juga merasakan dampak kekuatan Qin Bo, bahkan banyak pasukan iblis yang sudah meregang nyawa akibat gelombang kejut itu.
Komandan Yao dan beberapa pemimpin masih beruntung karena dengan cepat membuat perisai diri, area mereka sangat dekat dari pusat ledakan hebat itu. Sebab itu, banyak prajurit raja iblis yang mati, akibat dampak benturan kekuatan Qin Bo dan Bu Wanmei.
"Sial kita hari ini gara-gara setan kecil itu..." kata Raja Iblis yang menahan kebencian terhadap Bu Wanmei, karena dia prajuritnya banyak yang mati sia-sia.
"Apa ini kekuatan tingkat True Alfa...! Benar-benar mengerikan..." komandan Yao juga mengagumi kekuatan Qin Bo dari nine heaven palace.
"Hahaha, mati dia..." Qin Bo tiba-tiba muncul didepan semua orang, dia tertawa puas telah membunuh Manusia Rubah itu, semua orang tercengang melihat seluruh tubuh Qin Bo sudah berantakan, pakaiannya compang-camping, wajahnya sedikit berlumuran darah, rambutnya acak-acakan.
"Apa ketua Qin sudah berhasil membunuh setan kecil itu?" tanya komandan Yao dengan segera, dia tidak perduli dengan kondisi yang dialami Qin Bo yang berantakan.
"Benar, pasti dia sudah mati menjadi abu, tidak mungkin dia bisa menghindari kekuatan penuh ku... Hahaha" jawab Qin Bo yang penuh kemenangan, dia tertawa terbahak-bahak, merasakan kelegaan.
"Bagus, bagus... Hahaha. Ketua, kamu sangat hebat..." komandan Yao memuji Qin Bo dan ikut tertawa gembira.
"Hore..."
"Ketua, kamu sangat hebat..."
Semua orang bersorak gembira dan memuji kehebatan utusan nine heaven palace. Qin Bo yang dipuji menjadi bangga dan merasa berbangga diri.
__ADS_1
"Setan cilik itu tidak akan menteror kita lagi selama perjalanan ini, dia memang licik, tetapi dihadapan kekuatan yang kuat, kelicikan itu tidak berarti apa-apa... Hahaha" Qin Bo semakin gembira dan berbicara kepada mereka semua.
"Hahaha... Baiklah. Kita lanjutkan lagi, nanti kita akan tangkap banyak wanita cantik untuk ketua Qin... Hahaha." kata komandan Yao sambil melambaikan tangannya mengajak semua orang melakukan perjalanan ini.