
Chapter 249 Raja Kelelawar Darah.
Setelah pasukan serigala merah membagi menjadi 2 bagian, muncul dari tengah gerombolan serigala merah, yang tidak lain adalah binatang buas badak api yang ukurannya lebih besar dan juga memiliki tubuh yang sangat kuat seperti dilindungi besi.
Suara gemuruh langkah kaki binatang buas badak api mengetarkan tanah, target utamanya menghancurkan barisan pasukan darat yang berada didepan dinding pertahanan, fire rhino beast gerakannya memang lambat tetapi memiliki kulit tubuh yang tebal dan kuat.
"Xiu... Xiu..."
Sekali lagi ribuan anak panah dilepaskan dan menghujani binatang buas badak api, "Clang... Claaanng" tubuh badak api benar-benar seperti besi setiap anak panah tidak mampu menembus tubuhnya, segera pasukan surgawi bersiap-siap menahan serudukan badak api yang memiliki 1 tanduk, tombak menancap ditanah dan kaki kiri memasang kuda-kuda pertahanan, kedua tangan memegang tombak dengan erat.
Binatang buas badak api masuk dalam peringkat 4 atau kekuatannya berada pada tingkat jendral dewa, fisiknya pada tingkat emas tahap awal.
Badak api semakin dekat dengan pasukan darat yang telah siap menahan seruduk para badak api, "Bang... Bang" akhirnya benturan terjadi, badak api menerjang barisan pasukan bertombak, "aaaahh..." pasukan itu terpental disaat menahan seruduk badak api, teriakan mengema didepan gerbang pertama.
"Serang."
Han Geng segera memerintahkan lapisan kedua untuk menyerang dan menghunuskan pedangnya, Wang Lang tersenyum dan segera memerintahkan anak buahnya untuk menghancurkan pasukan surgawi tingkat pertama.
"Bunuh semuanya."
Aoouuuu
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Serigala merah segera melesat dengan kecepatan tinggi setelah menerima perintah rajanya, Yong Kai tidak tinggal diam segera dia memerintahkan semua bawahannya untuk ikut menyerang juga.
Walau serigala merah lemah pada fisiknya, mereka memiliki kelebihan kekuatan dan kecepatan, kekuatan mereka pada peringkat 5 atau setara kaisar dewa, sedangkan Wang Lang pada tingkat half void atau dewa absolute level 96.
"Hancurkan musuh."
Booomm
Booomm
Ledakan energi Qi saling berbenturan dengan serigala merah yang mengeluarkan bola api dari mulutnya, pertarungan benar-benar sengit, badak sebagai tameng dan serigala merah sebagai pembunuh merupakan kerjasama yang sangat baik.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Boom... Boom... Boom
Pasukan malaikat hitam dan putih dari tingkat kedua segera berdatangan dan menyerang dari udara, mereka segera bergerak karena sudah mendapatkan perintah dari Sun Hongli.
Yu Guan, Sun Hongli dan Zhuting masih mengawasi pertempuran itu, mereka sebenarnya ingin segera ikut bertarung karena ingin menguji kekuatan Sang Void yang mereka belum gunakan sama sekali, tangan mereka sudah gatal dan terlihat wajah ketiga orang itu berseri-seri karena akan mendapatkan kesempatan.
"Pasukan surgawi tingkat tiga, hancurkan para badak api." perintah Sun Hongli kepada pasukan surgawi tingkat ketiga dan mereka langsung bergerak di pimpin oleh komandan 2 bersaudara, yaitu Ceng Gui dan Ceng Deng.
Booom... Booom...
"Yuan Yao, perintahkan komandan Lam dan komandan Ten menjadi 2 kelompok dan serang dari sisi kanan dan kiri dan kamu hadapi raja serigala merah. Untuk Zhang Liao, kamu hadapi Raja badak api dengan bawa pasukan tingkat 5 dan 6 untuk membersihkan area tengah." perintah Yu Guan kepada komandan tingkat 7.
Yu Guan juga tidak ingin kehilangan pasukan surgawi karena itu dia segera memerintahkan seluruh komandannya untuk menghancurkan musuh-musuhnya.
"Siap pemimpin."
Pertempuran didepan gerbang pertama sangat sengit, Yong Kai juga turun tangan melawan banyaknya serigala merah yang memiliki kecepatan tinggi.
Aoouuu
Wang Lang tiba-tiba melolong keras dan mengema disaat malam telah tiba, mendengarkan suara rajanya yang memberikan perintah segera pasukan serigala merah mengetarkan tubuhnya dan merubah wujud seperti rajanya yang setengah manusia dengan kepala serigala.
__ADS_1
Aoouuuu
Lolongan serigala merah sangat mengerikan dan membuat bulu kuduk merinding, taringnya semakin panjang dan sangat tajam apalagi disaat ini hari sudah malam, bulan dimalam hari menambah kekuatan serigala merah.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Booom... Booom
Akhirnya komandan tingkat 7 tiba dengan membawa banyak pasukan surgawi, mereka langsung menyerang dan membantai banyak badak api sebagai target pertamanya.
Tidak berselang lama di kejauhan tepatnya dihutan belantara bagian luar muncul banyak kelelawar pemangsa darah yang mencapai jutaan ekor, ukurannya sebesar manusia dengan bentang sayap mencapai 2 meter.
Telinga runcing dengan warna gelap berbintik kuning, mata merah dan hidung berlubang besar yang mirip tabung, kelelawar pemangsa darah memberikan penampilan wajah yang aneh dengan mulutnya yang dipenuhi duri dan ujung-ujung yang tajam dan bulu-bulunya juga tajam dan tebal, dia adalah Xie Bianfu atau Wang Xie Bianfu.
Pasukannya berukuran sedikit lebih kecil tetapi wujudnya tidak seperti rajanya yang memiliki tubuh manusia dengan dipenuhi bulu, pasukannya tetap seperti kelelawar pada umumnya hanya saja ukurannya lebih besar dari kelelawar biasa.
"Hahaha.... Apa aku terlambat datang..."
Suara keras dan mengema hingga leluhur suci yang telah menyelesaikan terobosan membuka matanya karena kekuatan suara itu setara sang void level 5, ketiga leluhur suci langsung berdiri dan melihat kearah gerbang pertama yang penuh dengan pertempuran.
"Aneh, kenapa mereka bisa datang kesini padahal kita tidak pernah bentrok dengan mereka...!" kata Yang Wei saat mengetahui suara siapa yang mengema itu.
"Siapa yang memprovokasi mereka hingga ikut menyerang istana surgawi?"
"Lebih baik kita berkumpul dengan Yu Guan dan mencari penjelasan...!"
Bhuuuzzzhh
Ketiga leluhur suci menghilang dari tempat tinggal mereka dan muncul disebelah Yu Guan.
"Leluhur"
"Untung saja guru agung telah mengetahui kedatangan musuh ini, jika terlambat kita akan kebobolan gerbang pertama." kata Yang Wei yang bersyukur jika guru agung memberikan perintah untuk menghadapi para musuh lama istana surgawi.
"Wilayah zona dalam berdatangan merupakan kejadian yang langka, untung saja kita baru saja menerobos... Hahaha."
Ketiga leluhur suci dan ketiga murid Excel saling berbicara dan tetap mengawasi dari pulau melayang yang merupakan pusat pemantauan alam semesta aurora.
"Raja kelelawar kamu terlambat, sudah banyak anak-anak ku yang tumbang" kata Raja serigala yang sedang bertarung dengan Yuan Yao dan Zhang Liao juga bertarung dengan raja badak api.
"Hanya semut kalian sampai kuwalahan... Hahaha." ejek raja kelelawar kepada raja serigala merah, tetapi raja serigala merah tidak menjawab ejekan dia.
Raja kelelawar tidak segera menyerang, dia melihat situasinya dan matanya tertuju pada pulau melayang yang merupakan pusat istana surgawi.
Mata raja kelelawar bertatap muka dengan keenam orang yang sedang mengawasinya, tubuh Xie Bianfu bergetar saat merasakan kekuatan keenam orang itu, dia menjadi menelan salivanya karena merasakan darahnya mendidih haus akan kekuatan, tetapi dia juga agak takut melihat ketiga murid Excel yang lebih misterius kekuatannya.
"Bagaimana mungkin ketiga bajingan itu setingkat Sang Void level 6, apa informasi mata-mata itu berbohong...!" gumam raja kelelawar darah saat memeriksa kekuatan ketiga leluhur suci, biarpun dia terkejut, dia juga merasa senang jika bisa mengalahkan ketiga leluhur suci, dengan menghisap darahnya maka raja kelelawar akan cepat naik level.
"Serahkan pedang semesta yang kalian ambil dari Meng Ho dan juga cincin dimensi tingkat dewa, jika tidak aku akan membinasakan seluruh orang dari istana surgawi." kata Raja kelelawar yang akhirnya mengungkapkan tujuan serangan bersama ini.
"Hah... Jadi itu alasannya mereka menyerang istana surgawi." Yu Guan mendesah saat tahu tujuan mereka yang sebenarnya.
"Bukan hanya itu, perkiraanku mereka ingin menghisap darah pada kultivator agar bisa cepat meningkatkan kekuatan raja kelelawar, sengaja raja kelelawar menggerakkan ras serigala merah dan badak api sebagai umpan meriam, setelah banyak korban raja kelelawar beserta pasukannya mengambil keuntungan." analisa Lu Bai lebih tepat dan jeli dan disetujui oleh kelima orang yang berada disisinya.
"Ayo kita kesana sebelum niat raja kelelawar tercapai."
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Keenam orang itu langsung melesat menuju gerbang pertama setelah Yang Wei berbicara, tekanan kekuatan dari ketiga leluhur suci segera dirasakan ketiga musuhnya dan mulai bergerak mundur diperbatasan hutan belantara zona luar.
__ADS_1
"Horeeee..."
Pasukan surgawi bersorak-sorai saat ketiga leluhur suci tiba didepan gerbang pertama pertahanan istana surgawi, raja badak dan Raja serigala merah sudah berdiri dibelakang raja kelelawar.
Ketiga murid Excel berdiri dibelakang leluhur suci dan menunggu perintah dari leluhurnya untuk membantai musuh-musuhnya, leluhur suci masih belum menyadari kekuatan ketiga murid Excel karena armor mereka yang menyembunyikan basis kultivasi-nya.
"Apa kalian berniat berperang dengan istana surgawi? Jika kami mau sudah sejak dulu kami kuasai hutan belantara, tetapi niat untuk belum kami lakukan karena kami masih berbelas kasihan kepada kehidupan hutan belantara." kata Yang Wei yang seperti biasa memiliki sifat kejam dan tegas, nada ucapannya terdengar masih ada sifat sombong yang masih bisa dirasakan.
"Hahaha.... Kamu pikir kita tidak tahu kebusukan kalian bertiga selama ini... Hahaha.... Aku heran berapa banyak nyawa yang kalian korbankan sehingga kekuatan kalian bertiga meningkat pesat dalam waktu 5 bulan ini?"
"Mahkluk rendahan jaga ucapanmu..."
"Kamu telah memfitnah leluhur suci..."
Segera para komandan istana surgawi marah dengan tuduhan dari raja kelelawar, karena berkat guru agung mereka semua merasakan manfaatnya dan tidak seperti yang dikatakan oleh raja kelelawar.
Ketiga leluhur suci hanya menghela nafas karena mereka dulu memang telah melakukan perbuatan yang tidak bermoral demi keuntungan pribadi, seperti menyerap kristal energi dari para kultivator dan juga membunuh banyak kehidupan demi kekuatan dan umur panjang, mereka sebenarnya tidak menyalahkan raja kelelawar yang telah kehilangan banyak anak buahnya.
Walaupun merasakan hasil perbuatannya yang kini mereka terima, ketiga leluhur suci masih menyimpan rahasia itu demi nama baik istana surgawi dan tidak ingin menghancurkan semangat para anggota istana surgawi.
"Hahaha.... Terserah kalian tidak mau percaya, bagi kami istana surgawi adalah momok yang lebih mengerikan. Tetapi kalian bertiga hebat mampu menerobos dari level 1 hingga level 6.... Ckckck kehidupan mana lagi yang telah kalian musnahkan...!!"
"Bajingan, hentikan fitnahan-mu itu... Ini semua berkat guru agung..."
"Iya. Ini berkat guru agung..."
Setelah raja kelelawar mengucapkan perkataannya, banyak pasukan surgawi memaki-maki raja kelelawar dan mengatakan semua itu berkat guru agung yang membantu banyak orang untuk menerobos ke level berikutnya, dan bukan karena membunuh banyak kehidupan seperti yang dituduhkan raja kelelawar kepada leluhur suci.
Raja kelelawar masih tidak percaya dengan ucapan komandan istana surgawi maupun para pasukan, dia hanya menjilati bibirnya karena sudah haus darah akibat banyaknya binatang buas yang mati dan juga beberapa pasukan surgawi yang tubuhnya mengucurkan darah.
"Hahaha... Boneka mana lagi yang dijadikan topeng orang tua ini..."
"Sudah, cukup raja kelelawar... Fitnah dan hinaanmu sudah berlebihan. Semuanya mundur."
Yang Wei benar-benar marah kepada raja kelelawar yang terus menerus memfitnah mereka bertiga dan memerintahkan pasukan surgawi mundur dan berlindung di dalam gerbang pertahanan tingkat pertama, segera semua pasukan surgawi mundur dan diikuti ketiga murid Excel.
Kini hanya ketiga leluhur suci yang berhadapan dengan seorang raja kelelawar, anehnya raja kelelawar tidak mundur walaupun kekuatannya masih dibawah ketiga Leluhur suci.
"Apa kalian main keroyokan...! 1 lawan 3... Hahaha. Benar-benar banci..." sekali lagi raja kelelawar menghina leluhur suci.
"Hahaha... Tidak perlu kami bertiga melawanmu, cukup aku saja." Yuan Shao langsung maju dan membelakangi kedua saudara seperjuangan.
"Bagus, bagus. Tetapi sebelum kita bertempur, siapa diantara kalian yang membawa pedang semesta beserta cincin dimensi milik Meng Ho?" raja kelelawar ketawa dan bertanya tujuan dia menyerang istana surgawi.
"Hehehe... Kamu tidak layak menghadapi guru agung yang membawa kedua barang yang kamu tanyakan itu." balas Yuan Shao yang tahu siapa yang membawa kedua barang itu, Yuan Shao terkekeh jika raja kelelawar melawan guru agung sudah pasti mati mengenaskan, raja kelelawar mengerutkan keningnya dan penasaran dengan nama guru agung.
"Siapa dia? Apa boneka lain yang kalian gunakan sebagai tameng perbuatan busuk kalian?" sekali lagi raja kelelawar menghina ketiga leluhur suci.
"Raja, ini orang yang mereka panggil sebagai guru agung..." tiba-tiba muncul seorang pria paruh baya dari belakang raja kelelawar dan memberi batu giok perekam kepada rajanya, ketiga leluhur suci dan ketiga murid Excel juga terkejut dengan sosok pria yang selalu menutup wajahnya ternyata dewa surya, tidak hanya dewa surya yang memakai penutup kepala ada 3 orang lagi yang selalu tampil tersembunyi dibelakang raja kelelawar.
"Jadi kalian berempat yang menjadi mata-mata selama ini...! Aku tidak mengira sifat penghianatan dirimu masih saja kamu bawa hanya untuk keuntungan pribadi. Sangat disayangkan kamu melewati sesuatu yang bermanfaat besar." kata Lu Bai yang gagal menilai orang yang telah dia bawa dari alam puncak.
Dewa Surya tetap diam dan tidak perduli dengan ucapan Lu Bai, dia kembali berlindung dibelakang raja kelelawar dan bersembunyi di bayang-bayangnya.
"Dewa Surya...." gumam Excel yang tahu dengan sosok pria itu disaat dia tiduran, dengan pelayan yang masih setia melayani dia dengan memijat tubuhnya.
"Aku akan menuju medan perang..." kata Excel kepada pelayannya dan menghilang dari hadapan Qiancheng dan temannya yang sesama pelayan.
Bhuuuzzzhh
"Sialan itu raja kelelawar, menganggu guru agung kita saja." Qiancheng mengumpat kesal jika pelayanan mereka kepada guru agung selalu diganggu oleh pihak luar.
"Huff... Aku juga kesal kepada mahkluk menjijikan itu..." pelayan pribadi kedua yang bernama Bella juga ikut kesal. Bella adalah putri kerajaan dari benua lain yang berhasil istana surgawi rekrut dan masih belum memasuki akademi istana surgawi.
__ADS_1