
Chapter 201 Serangan balik dari pasukan Iblis (1), Aksi Mei Yin si angsa mitologi.
Pasukan wanita dan anak-anak berkumpul digerbang benteng kedua pertahanan lapis 7, sengaja anak-anaknya datang untuk menambah pengalaman tempur dari ibu-ibunya dan pasukan wanita pilihan yang sudah siap berperang melawan musuh.
Jumlah pasukan wanita yang berkumpul 650 ribu prajurit pilihan, pasukan naga juga hadir dengan dipimpin oleh jendral Ceng Fu, Hu Bai, Gaibian, mereka juga membawa banyak pasukan naga yang berjumlah 1 juta pasukan pria pilihan.
Pasukan naga hanya akan menjaga gerbang pertama dan kedua karena kekuatannya masih dibawah tingkat kaisar dewa, kini benteng pertahanan ras iblis hanya tersisa gerbang ketiga, keempat, dan kelima.
Setelah beristirahat selama 1 hari penuh, Mei Yin segera berdiri di pintu gerbang belakang, kedua matanya melihat kearah benteng ketiga yang berjarak 2 kilometer.
"Adik Mei Yin, menurut data terbaru dari kapal BESD1 benteng ketiga memilik jumlah pasukan sekitar 11 juta pasukan, apa kamu yakin kamu akan menyerang dulu ?" tanya Qin Yang kepada Mei Yin si burung angsa.
"Hmm, aku yakin, kita sudah sering berlatih untuk momentum seperti ini, kalian cukup mengawasi para pasukan wanita agar tidak terbunuh.... Eh... Itu...!!" kata Mei Yin yang penuh percaya diri, tetapi dia terkejut saat melihat pasukan iblis sudah bergerak terlebih dahulu.
"Sejak kapan jumlah pasukan iblis menjadi banyak ?" Qin Yang terkejut dengan perubahan situasi saat ini.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Tap tap tap
"Wow, ini akan seru ibu...hahaha"
"Ayo kita bersiap..."
Segera isteri-isteri Excel dan putri-putrinya berdatangan dan berdiri diatas dinding pertahanan benteng kedua, saat mereka merasakan aura niat membunuh dari pasukan iblis, mereka bersemangat untuk berperang lagi.
"Seluruh pasukan segera mempersiapkan diri. Pasukan naga pasang meriam diatas dinding pertahanan dengan jarak satu sama lain 5 meter, pasukan wanita segera persiapkan panah kalian." perintah Zhou Mei yang mengambil ahli sebagai komandan pasukan wanita dan pasukan naga.
Segera pasukan naga yang dipimpin oleh Ceng Fu mengatur meriam yang dia bawa di cincin dimensi, dengan arahan Ceng Fu yang sudah berpengalaman mengatur semua meriam sesuai instruksi dari komandannya.
Ceng Fu, Hu Bai dan Gaibian sudah sangat bersemangat dengan cepat mereka bertiga memasang meriam dinding pertahanan dan sudah menepati pada posisi masing-masing.
Dinding benteng yang berbentuk persegi segera dipenuhi pasukan naga yang berdiri diatasnya, mereka sudah bersiap-siap melepaskan tembakan meriam.
Pasukan wanita yang berada ditengah benteng juga sudah bersiap melepaskan anak panahnya, mereka tinggal menunggu perintah dari komandannya.
"Anak-anak ku, segera naik kekapal perang kalian bersama ibu kalian." perintah Zhou Mei kepada Putri-putrinya dan juga saudari-saudarinya.
"Hahaha, oke, ibu."
Segera isteri-isteri Excel mengeluarkan kapal angkasa yang telah ditingkatkan menjadi artefak tingkat dewa, artefak tingkat dewa mampu memblokir serangan musuh tingkat dewa absolute level 10, Zhou Mei selalu memperhitungkan segala sesuatu dengan terperinci.
"Pasukan udara, tunggu aba-aba dariku dan jangan langsung menyerang." perintah Zhou Mei sekali lagi terdengar jelas.
"Baik"
Suara derap langkah kaki pasukan iblis yang bergerak mengepung benteng kedua dari lapis pertahanan ketujuh, pasukan iblis membagi menjadi 20 baris yang memanjang dan melingkari benteng kedua, kali ini pasukan iblis lebih mengesankan dengan perlengkapan perang dengan baju besi, selain itu mereka juga menggunakan katalput penghancur, jumlah pelontar sekitar 30 unit dengan mengelilingi benteng kedua.
"Pasukan meriam, target pertama kalian hancurkan pelontar dan tunggu perintah dariku."
"Siap komandan"
"Menurut perkiraanku pasukan iblis berjumlah 20 juta, untung saja mereka tidak memiliki armada udara." kata Xiao Mei Xing kepada Zhou Mei.
"Semoga saja, tetapi menurutku para raja iblis sengaja menyembunyikan armada kapal perang mereka." kata Shu Peijing yang sedang menganalisa kekuatan lawan yang masih memiliki kartu tersembunyi.
Pasukan iblis yang bergerak sudah mencapai jarak tembak dari meriam sekitar 300 meter dari barisan pertama pasukan iblis, Zhou Mei menunggu barisan kedua pasukan iblis yang sedang membawa pelontar untuk melepaskan tembakan meriam.
"Meriam bersiap..." kata Zhou Mei membuat jantung pasukan naga sudah berpacu dengan semangat tinggi.
"Satu..."
"Dua..."
Semua orang menghitung langkah pasukan iblis yang semakin dekat dengan benteng, tanah tandus dan berdebu berterbangan disaat pasukan iblis berjalan dengan momentum yang mengesankan dan juga penuh niat membunuh, tiba-tiba pasukan iblis berhenti...
__ADS_1
"Kalian sudah banyak membunuh pasukanku, kali ini kalian akan merasakan jika ras iblis bukan kesemek yang mudah ditindas..." kata seorang raja iblis yang berada paling belakang dan duduk ditandu kepemimpinan.
"Menyerah dengan patuh atau kalian akan kami bunuh tanpa tubuh untuk dimakamkan." sekali lagi raja iblis berbicara lagi, dia juga melihat jika musuhnya telah bersiap berperang habis-habisan, raja iblis juga melihat banyak kapal angkasa yang melayang diatas benteng kedua yang jumlah 140 unit, didalam kapal ada banyak wanita yang membawa senjata panah yang berdiri didek kapal.
"Kalian hanya berjumlah 1 juta lebih, apa mampu melawan kami 20 juta pasukan, aku berikan kalian kesempatan lagi, menyerah dengan patuh, aku berjanji akan memberlakukan kalian dengan baik." sekali lagi raja iblis berbicara kepada musuhnya yang banyak dihuni wanita cantik.
"Apa perlu didalam peperangan penuh omong kosong belaka, apalagi janjimu hanya bualan saja, mana ada iblis itu lemah lembut, ingat kalian hanya bahan pelatihan kami...." kata Zhou Mei dengan aura kesombongan seorang pemimpin dimedan perang, raja iblis makin marah setelah dihina oleh wanita, tetapi sebelum raja iblis membalas perkataan Zhou Mei...
"Tembak"
Bang
Bang
Bang
Setelah Zhou Mei memerintahkan pasukan meriam melepaskan tembakan, "Boomm... Booommm..." segera suara ledakan mengema dan menghancurkan pelontar seperti meremas kerupuk, dalam sekejap 30 unit pelontar digaris kedua hancur berkeping-keping.
Raja iblis sedikit terkejut dengan mengeryitkan kedua alisnya melihat pelontarnya dihancur oleh meriam musuhnya, muncul keserakahan didalam hatinya yang ingin memiliki meriam itu.
"Hehehe... Lumayan" raja iblis tertawa mengejek musuhnya yang sudah menghancurkan barisan kedua yang membawa pelontar.
"Tembak musuh barisan pertama" perintah Zhou Mei tanpa membalas ejekan dari raja iblis.
Bang
Bang
Bang
"Lindungi kalian dengan perisai energi" perintah raja iblis kepada seluruh pasukannya, segera pasukan iblis melapisi dirinya dengan energi Qi iblis yang berwarna merah gelap sebelum energi senjata meriam mengenai tubuh mereka.
Booommm
Booommm
"Baris ketiga dan keempat, serang" tanpa menunggu pasukan barisan pertama yang tersisa untuk bangkit, raja iblis segera memerintahkan pasukannya untuk menyerbu benteng musuhnya.
Pasukan iblis langsung bergerak dengan berlari kencang menuju benteng kedua, "meriam, tembak" perintah Zhou Mei kepada pasukannya dan sekali lagi meriam menembak pasukan iblis yang berjarak 300 meter dari benteng.
Booommm
Booommm
Pasukan iblis segera ditembak dengan suara ledakan bom mengenai tubuh mereka atau meleset mengenai tanah, walaupun sebagian melesat tetap saja daya kekuatan meriam yang dihasilkan masih melukai banyak pasukan iblis.
"Panah, lepaskan"
"Xiu... Xiu..." anak panah energi Qi segera melesat dengan cepat dan menghujani pasukan iblis yang lolos dari ledakan meriam, "Bang... Bang..." ledakan sekali terdengar dimana anak panah meledak tubuh pasukan iblis.
Senjata panah tingkat dewa mampu dengan mudah meledakan tubuh musuh, walau basis kultivasi pengguna masih terbilang rendah, Excel telah memodifikasi senjata untuk isteri, anak-anaknya dan termasuk pasukannya, asal energi Qi pengguna tidak kehabisan.
"Pasukan udara, serang semua iblis yang mendekati benteng" perintah Zhou Mei kepada pasukan udara, segera pasukan udara dengan menggunakan kapal angkasa mulai bergerak mengelilingi benteng, disaat pasukan iblis berjarak kurang dari 50 meter, 140 unit kapal angkasa langsung menembakkan meriam dan pasukan wanita yang berada dikapal juga menembakkan anak panahnya dengan energi Qi.
"Booomm..." ledakan terus-menerus terdengar disaat semua senjata pasukan wanita dilepaskan, pasukan naga dan kapal angkasa tanpa henti menembak, semua wajah tampak serius bahkan anak-anak juga menjadi tegang dan penuh kewaspadaan.
Wajah raja iblis semakin muram melihat banyak pasukannya yang mati sebelum mendekati benteng kedua, dia tidak menyangkah unggul dalam jumlah masih saja kalah, tidak ingin memberikan waktu istirahat pada musuhnya...
"Baris kelima, enam dan tujuh serang..." perintah raja iblis dengan nada marah dan penuh niat membunuh, segera 3 juta prajurit iblis berlari dan membantu rekan-rekannya yang masih bertahan.
Suara langkah berlari membuat tanah bergetar dan debu-debu beterbangan, pasukan iblis berjumlah 3 juta seperti badai yang mengamuk saat berlari.
"Qin Yang, serang musuh disisi barat benteng, Qin Zhu disisi timur, Bi Liqin sisi selatan. Masing-masing kalian bawah 250 ribu pasukan." Zhou Mei mengatur pasukan dan memberikan perintah, segara mereka semua bergerak sesuai instruksi komandannya.
"Qiaofeng, Mei Yin dan 250 ribu ikuti aku, sisanya bagi menjadi 4 penjuru dan dukung semua pasukan yang bertarung."
"Baik"
__ADS_1
Semua pasukan wanita dan pasukan naga bergabung melawan pasukan iblis, Qin Yang, Qin Zhu dan Bi Liqin yang kekuatannya pada tingkat Sang mahadewa tidak takut sama sekali terhadap musuhnya, dengan penuh semangat mereka segera menunggu pasukan iblis mendekat, dan dibelakangnya berdiri 250 ribu pasukan
Pasukan meriam dan pasukan udara masih terus menembak musuhnya tanpa henti, "Boomm" biarpun menghabiskan banyak batu roh sebagai sumber kekuatan meriam pasukan naga tidak kuatir akan kekurangan batu roh.
Pasukan udara dimana anak-anak berada juga terus menerus menggunakan mode multi target untuk membantai pasukan iblis dengan meriam medium kapal perangnya.
"Booommm"
"Bersiap, gunakan seluruh kekuatan terbaik kalian, jangan kuatir terluka atau mati, karena suami kita selalu menjaga kita..." kata Zhou Mei memberikan semangat saat melihat pasukan iblis semakin mendekati mereka.
Mei Yin segera mengeluarkan bulu putih yang bentuknya seperti daun, ukurannya bisa menutupi tubuh atasnya, dengan tangan kiri dibelakang panggung dan tangan kanan yang memegang bulu dengan menutupi sebagian wajahnya.
"10 ribu bulu surgawi meledakan langit." gumam Mei Yin dengan melambai-lambaikan bulunya seperti kipas, segera 10 ribu bulu muncul dari atas dan terjatuh menghujani pasukan iblis.
"Booomm... Booomm..." bulu-bulu itu segera meledak saat menyentuh targetnya, rentetan ledakan membuat pasukan iblis sedikit melambat, walaupun rekannya mati di depannya tidak menghentikan mereka untuk berlari menuju musuh.
"Formasi battle will, naga melingkar..." perintah Zhou Mei kepada seluruh pasukan saat pasukan iblis berjarak 30 meter, segera pasukannya membentuk formasi melingkar dan di tengah-tengahnya hanya ada Qiaofeng, Mei Yin dan Zhou Mei.
"Badai angin tornado..."
"Air samudera melahap bumi"
"Kepakan sayap menutupi langit"
Ketiga wanita itu segera mengeluarkan teknik terbaik mereka, badai angin tornado milik Zhou Mei melindungi pasukan, air samudera melahap bumi milik Qiaofeng dengan senjata tombak trisula menciptakan gelombang setinggi 15 meter, dan kepakan sayap menutupi langit milik Mei Yin menciptakan seekor angsa raksasa yang sayap-sayapnya menutupi langit.
"Attack..." suara ketiga wanita itu serempak terdengar dan teknik mereka segera bergerak kedepan saat pasukan iblis hanya berjarak 10 meter.
Ombak samudera setinggi 15 meter bergerak terlebih dahulu dan disusul badai angin tornado memberikan daya dorong, kedua gabungan teknik Qiaofeng dan Zhou Mei semakin mengerikan dengan kecepatannya dan kekuatan ombak samudra seperti banteng yang menyeruduk musuhnya.
Kekuatan semakin mengerikan manakala dari atas burung angsa raksasa mengeluarkan banyak bulu-bulu berjatuhan yang berubah menjadi pisau tajam yang jumlahnya mampu menutupi langit.
Booommm
Booommm
Booommm
Segera pasukan iblis satu persatu mati dengan tubuh terpotong-potong, bahkan ada yang menjadi daging cincang, udara menjadi tercemar dengan aroma darah, tanah menjadi merah yang dibanjiri darah, potongan tubuh yang berceceran seperti pasir dipinggir pantai.
Jika ada penonton yang dekat dari medan perang sudah dipastikan akan muntah-muntah dan mungkin akan pingsan. Para penonton yang melihat dari layar batu prasasti tidak bisa berkata-kata melihat ganasnya pasukan wanita dan anak-anak yang didukung pasukan naga yang juga tanpa ampun membantai pasukan iblis.
Dewa absolute yang berada di benteng utama penjaga portal dimensi juga membisu tanpa bisa berkata-kata lagi, mereka hanya menelan salivanya karena merasa ngeri melihat darah dan potongan tubuh seperti pasir yang berceceran ditanah.
Burung angsa raksasa masih terus-menerus mengepakkan sayapnya yang selalu mengeluarkan bulu-bulunya dan berubah menjadi pisau tajam yang menerjang pasukan iblis.
Di sisi barat, timur dan selatan juga melawan musuh dengan teknik terbaik mereka, apalagi dengan kekuatan tingkat Sang mahadewa mudah mengalahkan pasukan iblis.
Di sisi utara yang dipimpin oleh Zhou Mei terus-menerus menyerang iblis, dengan formasi battle will naga melingkar membuat pasukan iblis tidak mampu memberikan serangan balik.
"Aahh... Sial, sial, benar-benar sialan betul semua wanita itu. Baris kedelapan sampai baris 12 maju dan bunuh mereka tanpa ampun." dengan marah raja iblis segera mengirimkan 5 juta pasukannya lagi, dia sangat kesal dan mengumpati semua wanita yang menjadi musuhnya.
5 juta pasukan segera bergerak dengan amarah dan kebencian terhadap semua wanita itu, niat membunuh mereka akan mampu membuat orang susah bernafas.
"Pasukan udara gunakan senjata utama, kerahkan hingga kekuatan maksimal, bagi kalian menjadi 4 bagian dan serang musuh yang datang dari 4 penjuru.,"
Perintah Zhou Mei kepada pasukan udara, segera kapten kapal mengeluarkan 100 batu mistik dan meletakkan pada tempatnya, kini mereka tidak perlu menggunakan energi Qi terlalu banyak, segera kapal angkasa bersinar dan mengeluarkan senjata utamanya dari lambung kapal, terlihat di lambung kapal muncul meriam tingkat atas yang berjumlah 10, didepan kapal juga keluar 4 meriam, dan dibelakang juga 4 meriam.
Pasukan wanita yang berdiri didek, sebagian memasuki kapal dan akan mengendalikan senjata meriam tingkat atas, hal seperti ini sudah mereka latih saat berada diruang simulator.
Mei Yin segera terbang dan menaiki burung angsa raksasa, dengan mengendalikan burung angsa itu, Mei Yin memerintahkan untuk terus melepaskan serangan.
"Booommm"
Pasukan iblis yang baru saja bergerak sudah menerima serangan dari Mei Yin, tanpa ampun bulu-bulu yang berubah menjadi pisau itu meledak tubuh iblis.
"Huuf, melelahkan..." segera Mei Yin mengkonsumsi 2 pil pemulih energi, stamina Mei Yin benar-benar terkuras habis saat menggunakan tekniknya.
__ADS_1