
Chapter 78 Sekte Racun Hitam
Pagi datang dengan begitu cepat tanpa bisa menundanya, hari yang lain dengan cerita yang baru, ketujuh orang yang semalam berpesta kini berada didunia jiwa dan berkultivasi ganda selama 12 hari tanpa henti.
Wuuuuussshh
Terlihat tujuh orang berjalan menuju arah akademi dan keenam wanita terlihat saat bahagia bisa bersama pria itu, dengan wajah berseri-seri mereka mengobrol tanpa henti hingga mereka sudah berada di depan pintu akademi.
Mengetahui jika yang datang adalah pemimpin kota Phoniex dan keenam murid akademi seribu bunga, suasana menjadi ramai dengan hadirnya orang yang sudah dinanti-nanti.
"Selamat datang, pemimpin muda"
Semua Murid akademi seribu bunga menyapa Excel saat berjalan masuk menuju aula pertemuan akademi, semua murid seketika menghentikan aktivitas mereka semua saat suara gaduh dan sorak-sorai dari murid akademi seribu bunga menganggu kegiatan mereka.
Akademi seribu bunga sebuah akademi yang diperuntuhkan khusus wanita dan baru kali ini seorang pria bisa berjalan santai dengan diikuti penggemarnya, umumnya tiap tamu yang datang di akademi hanya bisa datang didepan pintu masuk akademi seribu bunga.
"Suami" dua suara wanita terdengar saat Excel melihat mereka dengan senyuman khasnya, dua wanita tidak lain adalah Bai Chu dan Xiao Mei Xing.
"Halo, bagaimana kabar kalian" tanya Excel kepada mereka berdua.
"Ayo kita masuk dulu ke aula, kami sudah mencarimu seharian. Kamu kemana saja?" tanya Xiao Mei Xing yang ingin tahu apa saja yang dilakukan Excel kemarin sambil berjalan menuju aula pertemuan.
"Aku sedang bersantai dihutan dan memanggang daging karena aku lapar, moodku sudah hilang saat di rumah makan itu, lalu aku bertemu dengan keenam muridmu Hualing, Lanfen dan yang lainnya."
"Huuff, apa yang sudah kamu lakukan dengan mereka berenam?" tanya Bai Chu yang tahu sifat suaminya saat keluar pasti membawa isteri baru.
"Tidak ada, hanya mengobrol santai saja dan makan bersama" jawab Excel tanpa dosa dengan wajah polos.
Buuk
"Aduuh"
"Makan bersama selama berhari-hari, kamu yang makan mereka, kan?" tanya Xiao Mei Xing setelah memukul pinggang suaminya
"Ngobrol santai di ranjang?" tanya Bai Chu dengan cara menyelidiki suaminya.
"Hehehe, semua sungguh tidak terduga alam telah menyediakan dan aku hanya mensyukurinya saja" jawab Excel yang terkekeh seolah-olah lupa akan keganasan Xiao Mei Xing.
"Selamat datang pemimpin muda" sapa seorang wanita berusia 40 tahun ketua akademi yang menggantikan tugas sementara dari Pemimpin yang masih terbaring lemah.
"Terima kasih" jawab Excel dengan nada ramah, saat ini Excel dan yang lainnya sudah duduk di kursi yang telah disediakan.
"Sejujurnya saya datang kesini sesuai janji saya kepada Kaisar Ling untuk menyembuhkan pemimpin kalian, Xiao Mei Xing berikan pil ini kepada pemimpinmu yang sakit" Excel melihat suasana canggung diaula, karena itu dia membuka omongan terlebih dahulu kepada semua orang dan memberikan pil yang sudah dia teteskan darahnya, darah Excel mampu menetralkan segala macam racun berbahaya berbagai jenis.
"Baik suami aku akan segera memberikannya" dengan segera Xiao Mei Xing berjalan menuju kamar pribadi pemimpin akademi dan di ikuti ketua-ketua pengajar dan banyak murid yang ikut melihatnya.
"Suami, apa misi itu masih berlaku?" tanya Bai Chu yang masih duduk disebelah Excel yang tidak ikut melihat pemimpin akademi.
"Masih berlaku, mana pernah aku membatalkan misi yang sudah aku ucapkan?" jawab Excel yang dengan nada sedikit jengkel mengingat bangsawan yang selalu bertindak dengan semena-mena.
"Haaheem, sejak kejadian kemarin banyak bangsawan yang mulai ketakutan bahkan berita tentang misi pemusnahan bangsawan penindas hampir diketahui seluruh benua Venus.
Merasa yang mereka menjadi sasaran misi pemusnahan segera mereka menemui Kaisar Ling dan meminta maaf, tapi Kaisar Ling tidak bisa memutuskannya, Kaisar Li juga sudah datang di istana sekarang dan membahas langkah apa supaya kamu tidak memusnahkan mereka." kata Bai Chu setelah mendesah, dia bercerita banyak tentang kekacauan yang dibuat suaminya.
"Tawaran apa yang bisa membuatku membatalkan misi yang sudah aku ucapkan?" tanya Excel pada Bai Chu.
"Justru itu yang membuat mereka bingung, suami."
"Didunia kultivator tidak pernah memandang orang yang lemah apalagi terhadap mereka yang tidak Berkultivasi, seandainya aku berada disalah satu mereka yang lemah, apa aku akan diperlakukan dengan adil, tentu tidak.
Sudah banyak contoh yang kita lihat, jika aku sudah naik ke alam yang lebih tinggi apa mereka tidak akan macam-macam lagi?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu, suami" jawab Bai Chu yang juga tidak bisa menjawab.
"Mereka akan berulah lagi jika aku tidak memberikan mereka teguran yang keras. Aku tidak bisa membatalkan misi tapi aku hanya bisa menundanya saja." kata Excel yang sedikit membuat Bai Chu lega.
"Berapa lama kamu akan menundanya?" tanya Bai Chu yang ingin tahu apa rencana suaminya.
"Setelah aku membangun Kekaisaran Agung" jawab Excel dengan santai seperti terlihat misi akan tertunda lama.
"Hehehe, syukurlah ada kesempatan bagi mereka memperbaiki dirinya. Suami, banyak orang yang ingin bertemu denganmu..."
"Aku mau menemui mereka asal mereka melepaskan semua atribut kebesarannya, aku hanya mau menemui orang biasa, apa kamu mengerti, isteriku?"
"Aku paham, suami" jawab Bai Chu yang senang bisa berduaan dengan Excel apalagi dengan memanggilnya dengan kasih sayang.
"Hahaha, suami pil yang kamu berikan sungguh ajaib, pemimpin sudah cukup baikan sekarang" Xiao Mei Xing berlari dengan gembira dan menghentikan obrolan Excel dan Bai Chu.
"Baguslah kalau begitu, aku bisa segera melanjutkan kunjunganku ke benua Selatan dan menemui Kaisar Li" kata Excel yang tidak terkejut saat mendengar berita dari isterinya Xiao Mei Xing.
"Apa kamu tidak ingin menemui guruku?" tanya Xiao Mei Xing yang tidak ingin suaminya terburu-buru pergi.
"Apa yang terjadi jika dia menemuiku?" tanya Excel kepada Xiao Mei Xing dan dengan segera Excel memakai topengnya.
"Huuff, sok kepedean" jawab Xiao Mei Xing yang melihat Excel memakai topengnya.
"Oh, oke." kembali Excel melepaskan topengnya dan menyimpannya kembali.
"Mereka bisa menemuiku, aku mau menuju kekapal BESD1" kata Excel tanpa mereka menunggu menjawab dan...
__ADS_1
Wuuuuussshh
"Ada apa dengan suami kita?" tanya Xiao Mei Xing kepada Bai Chu.
"Aku tidak tahu, dia seperti berubah setelah berada dirumah makan bunga, mungkin suami kita masih marah" jawab Bai Chu yang merasakan perubahan sikap suaminya.
"Haah, ini gara-gara para bangsawan sombong itu, dan sepertinya dia mulai menjauhi kita!" kata Xiao Mei Xing yang merasa jika Excel telah bosan dengannya.
"Tidak, dia tidak menjauhi kita, aku merasa dia ingin sendirian saja."
"Semoga saja ini tidak berlarut terlalu lama"
Wuuuuussshh
"Veno, lacak keberadaan Sekte Racun hitam dan tunjukkan aktifitas mereka" tanya Excel saat sudah berada dikapal BESD1.
{Baik komandan. Dimohon menunggu}
Kemudian Excel menunggu dengan duduk di kursi komando dan ngobrol dengan Qin Yang, diruang kendali Excel hanya seorang diri karena semua orang sedang berlibur di Kekaisaran Ling dan esok baru kembali.
{Komandan, lokasi Sekte Racun hitam ditemukan, mereka bermarkas di bawah tanah, lokasi awal sudah ditinggalkan}
"Baik"
Menerima hasil laporan Veno Excel mengaktifkan mata bintangnya dan melihat semua kegiatan yang mereka lakukan diruang bawah tanah.
"Patriack, apa kita tidak memanggil bala bantuan?"
"Sudah, aku sudah memanggil bantuan kepusat kita di alam puncak" Patriack menjawab Ketua pertama.
"Kapan mereka tiba Patriack? Kita tidak ingin gagal dalam rencana kita menguasai benua ini"
"Diperkirakan paling cepat 1 bulan, jika ada masalah di lorong mungkin 2 bulan mereka baru datang" jawab Patriack dan lanjut bertanya pada ketua pertama.
"Lalu apa kalian sudah memperbaiki lorong yang rusak? Jika tidak bisa diperbaiki mereka tidak akan bisa datang!"
"Haaheem, Kita kekurangan tenaga ahli Formasi Patriack dan aku juga sudah mencari orang yang bisa memperbaiki lorong itu" jawab ketua pertama dengan mendesah, lorong itu disebut juga gerbang teleportasi yang pernah buat dikota Phoniex.
"Kalau tidak bisa diperbaiki Pusat telah memerintahkan kita untuk melepaskan racun mayat, dan target pertama kita adalah pemimpin Yang karena kekuatannya yang paling lemah dan bocah itu juga telah pergi menuju benua Utara" Patriack racun hitam sudah menerima perintah dari pusat untuk melepaskan racun mayat dibenua Venus.
"Sialan, bocah itu dia sudah membocorkan rahasia kita" ketua pertama memaki Excel yang membuat mereka bersembunyi di markas bawah tanah karena telah membocorkan salah satu kartu As mereka.
"Itu karena kebodohan leluhur Wei yang terlalu berambisi dan percaya diri, seandainya dia mendengarkan saranku situasi tidak akan seperti ini"
"Patriack, apa rencanamu agar bocah bajingan itu bisa kita kendalikan?"
"Kita harus menangkap orang yang dia sayangi terlebih dahulu dan kita kendalikan dengan racun mayat. Baiklah, segera kamu racuni wilayah benua timur dan..."
Buuukkk
Baammm
Aaaahh
Zlaaapp
Buuukkk
Baammm
Aaaahh
"Dan apa? Jawab pertanyaanku?"
"Bajingan, ternyata itu kamu, cepat ketua panggil semua orang" perintah Patriack yang sesaat lalu dipukul Excel secara tiba-tiba tanpa mereka bisa bereaksi.
"Sialan, kamu akan mati disini" bentak ketua pertama yang sudah bangun saat tadi dihantam perutnya oleh Excel.
Zlaaapp
Booommm
Aaaahh
"Sialan, kamu telah membunuh ketua-ku" bentak Patriack yang melihat ketuanya mati dibunuh Excel dengan pukulan didada hingga dadanya hancur dan berlubang.
Kemudian Patriack mengeluarkan botol giok dari sakunya dan melemparkannya kepada Excel, Excel yang tahu malahan tidak segera menghindari dan hanya diam saja, seakan-akan bingung apa yang dilakukan Patriack Sekte Racun hitam.
Buuushh
Pyaaaarr
Botol itu langsung pecah saat mengenai tubuh Excel dan bubuk hitam segera menyelimutinya, dan anehnya lagi Excel tidak segera menghindari bubuk itu.
"Hahaha, bocah rasakan itu...hahaha" Patriack Sekte Racun hitam tertawa terbahak-bahak saat Excel terkena racun mayat yang dia ciptakan, melihat Excel hanya diam dan pandangan kosong membuat Patriack semakin kegirangan.
"Akhirnya aku bisa mengendalikanmu, kamu bajingan kemari" perintah Patriack yang merasa bocah didepannya sudah bisa dikendalikan dan segera ingin mencobanya, Excel yang dipanggil pun maju seperti orang yang tidak mempunyai kesadaran.
"Hahaha, aku berhasil...hahaha aku bisa menguasai benua ini" Patriack terus tertawa bahagia melihat hasil jerih payahnya membuahkan hasil.
__ADS_1
"Melompat"
Tap
"Mundur" perintah Patriack yang masih belum puas dengan percobaannya, mendengar perintahnya Excel menuruti dengan pandangan kosong seperti boneka.
"Hahaha, sekarang maju lagi, idiot" segera Excel pun maju sesuai perintah Patriack Sekte Racun hitam.
Tap
Tap
Tap
Tap
"Sekarang ikuti suaraku. Aku pintar dan kamu bodoh" Patriack ingin mencoba menguji Excel dengan kata-kata.
"Aku pintar dan kamu bodoh" jawab Excel dengan nada kaku layaknya sebuah robot.
"Hahaha, bagus, bagus. Ikuti aku lagi. Berikan hartamu kepadaku!"
"Berikan hartamu padaku"
"Lakukan perintahku" sekali lagi Patriack menguji dengan kata-kata.
"Lakukan perintahku"
"Hahaha, ini baru luar biasa, sekali lagi ikuti perintahku. Pukul aku dan hantam aku!"
"Pukul aku dan hantam aku" Excel mengikuti perkataan Patriack dengan nada kaku.
"Hahaha, sekali lagi, ikuti perintahku dan ikuti seperti layaknya orang yang normal. Hantam aku dan pukul aku" perintah Patriack yang seperti bocah yang baru memiliki mainan baru, dia juga tidak ingin mainan barunya kaku seperti boneka.
Wuuuuussshh
Buuukkk
Booommm
Aaaahh
Buuukkk
Booommm
Aaaahh
"Bajingan, kenapa kamu memukuli aku benaran, seharusnya kamu Hany...hahaha. Bodohnya aku padahal aku yang memberinya perintah" kata Patriack yang awalnya marah dan menyadari jika dia salah dalam memberi perintah, dan Excel pun diam setelah memukuli Patriack seperti boneka yang tidak mengerti apa-apa.
"Oke, cukup. Tapi ada yang kurang jika dia seperti ini pasti orang akan curiga" Patriack Sekte bergumam pada diri sendiri dan berpikiran keras agar Excel seperti orang yang normal.
"Aku akan mengujinya dengan orang lain"
"Ketua kedua segera datang ke ruang rahasiaku" Patriack Sekte menggunakan komunikasi melalui telepati dan memanggil ketua kedua untuk menguji Excel.
"Baik, Patriack" ketua kedua yang mendengar suara dari pemimpinnya segera merespon.
Tok tok tok
"Masuk"
"Ada apa Patriack memanggil...haah ketua pertama"
"Sudah jangan hiraukan, tenangkan dirimu dulu" kata Patriack yang tahu jika ketua kedua pasti akan kaget melihat mayat ketua pertama yang tergeletak didepan pintu.
"Patriack, siapa yang membunuh ketua pertama?" tanya ketua kedua dengan nada marah.
"Dia dibunuh bocah yang mengaku sebagai pemimpin zona bebas, dan sekarang dia sudah menjadi bonekaku...hahaha." jawab Patriack dengan menujuk Excel yang berdiri tanpa bergerak. Ketua kedua melihat Excel yang berdiri membelakanginya dengan mengerutkan keningnya dan masih belum mengerti.
Kemudian dia melangkah dan mendekati Excel disaat matanya melihat baru dia percaya jika orang didepannya adalah pemimpin kota Phoniex yang menjadi musuh besar Sekte Racun hitam.
"Hahaha, akhirnya kita bisa menguasainya" ketua kedua yang sudah memastikan jika orang ini adalah musuhnya menjadi tertawa.
"Sudah, hentikan tawamu. Aku memanggilmu untuk menguji boneka ini" kata Patriack yang menghentikan ketawanya.
"Hehehe, maaf Patriack aku hanya terlalu bahagia. Lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Aku ingin menyempurnakan boneka ini agar terlihat seperti orang yang normal, apa kamu ada ide? Dia sudah bisa aku kendalikan tapi tiap gerakannya seperti boneka dan akan mudah diketahui orang." kata Patriack yang ingin mencari pendapat dari ketua kedua
"Bukannya saat dulu kita menguji racun mayat terlihat nyata obyeknya, Patriack" tanya ketua kedua yang merasa aneh dengan perkataan Patriacknya.
"Haaheem, kamu ini. Dulu binatang yang kita buat sebagai bahan percobaannya tapi sekarang pada manusia pasti bedalah dengan instingnya" jawab Patriack dengan mendesah dia merasa ketua kedua ini terlalu tidak bisa diandalkan.
"Plaak...Hehehe aku lupa, Patriack. Sebentar aku akan berpikir dulu." jawab ketua kedua dengan menepuk jidatnya yang mengakui kebodohannya, lalu dia berpikir dengan berjalan mondar-mandir didepan Excel.
"Dulu leluhur Wei mengunakan darahnya dan digabung dengan darah binatang lalu diberi racun mayat...sehingga binatang itu mematuhinya dan terlihat tampak nyata... Tapi..." ketua kedua bergumam sendiri menganalisa proses uji coba leluhur Wei waktu itu dengan berkerjasama dengan Sekte Racun hitam. Patriack yang melihat ketua kedua yang tampak serius berpikir juga ikut menganalisis uji coba pada waktu itu.
"Apa perlu inti binatang, Patriack" tanya ketua kedua.
__ADS_1
"Bodoh, itu jika kita menciptakan mahkluk yang baru dari awal, sekarang didepan kita adalah manusia yang memiliki kesadarannya, sekarang kesadarannya sudah tertidur dan dia hanya bisa mematuhi kita karena efek halusinasi dari racun pasif yang aku ciptakan." jawab Patriack yang sedikit jengkel melihat ketua kedua yang tidak bisa memberikan jawaban atau pemikiran yang lebih rasional.
"Hehehe, maaf Patriack. Coba aku pikirkan lagi"