Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 300 Tiba Di Alam Keabadian.


__ADS_3

Chapter 300 Tiba di Alam Keabadian.


Benua Permata Hitam telah kembali mendapatkan cahaya matahari, keindahan saat ini bisa dinikmati dengan mata telanjang, burung-burung berkicau riang dan beterbangan dengan gembira.


Excel tersenyum melihat penghuni benua ini yang kebingungan, dan sengaja tidak berbicara kepada mereka.


Lalu suara Dewi Cahaya bergema di seluruh penjuru Benua Permata Hitam.


"Nikmati semua yang kalian miliki saat ini, tanpa ada rasa iri, kesombongan dan keserakahan. Mulai detik ini, aku tidak akan ikut campur lagi di benua ini. Maju atau mundurnya perkembangan benua ini, itu tergantung cara kalian menanganinya."


Suara Ratu Alam Semesta Aurora menghilang dan tidak lagi bersuara.


"Terima kasih, Dewi Cahaya."


Sekali lagi penghuni asli Benua Permata Hitam mengucapkan terima kasih dengan bersujud di tanah. Excel hanya tersenyum tanpa ikut berbicara.


Lalu Excel memberikan sebuah peta kepada Lu Xinxin, di peta itu tempat dimana banyak batu semesta dan berbagai tanaman obat dan tanaman roh, termasuk pohon buah yang bermanfaat.


"Berikan kepada ayahmu, katakan itu hadiah dari Dewi Cahaya, dia adalah Ratu Alam Semesta Aurora. Harta ini untuk perkembangan Benua Permata Hitam." kata Excel dengan lembut kepada Lu Xinxin.


Peta itu adalah peta Gunung Maha Dewi, ternyata Gunung Maha Dewi menyimpan banyak hal yang sangat berharga bagi benua ini. Keempat wanita itu melihat peta yang dipegang Lu Xinxin. Mereka terkejut melihatnya, karena tidak pernah mereka bayangkan jika Gunung Maha Dewi menyimpan hal yang berharga.


"Cang Juan, Cang Lien, Lu Xinxin dan Lu Xianglun, aku akan beri kalian waktu 2 hari untuk menyelesaikan permasalahan di benua ini. Jika kalian selesai, temui aku di air terjun Dewi Cahaya," ujar Excel kepada keempat wanitanya dan secara berlahan tubuhnya menghilang bersama Thunderbird.


"Suami tunggu aku, jangan tinggalkan aku lagi," kata Lu Xinxin dengan segera sebelum Excel menghilang.


"Aku juga akan segera menemui mu, Excel." Cang Juan juga tidak ingin kehilangan Excel lagi, dia dan Cang Lien sudah sepakat untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Excel.


"Iya, aku akan menunggu kalian!" jawab Excel setelah itu dia menghilang.


Keempat wanita itu buru-buru menyelesaikan semua hal dan berniat berpamitan kepada keluarga mereka.


Di luar angkasa terlihat seseorang pria tua melesat bergulung-gulung dengan kecepatan tinggi.


"Aahhh! Bajingann ... Lihat saja, aku akan panggil bala bantuan?!"


Qin Sha berteriak kesakitan, saat dirinya terkena serangan tunggal dari Yuke. Tubuhnya terpental hingga sejauh ratusan juta kilo, yang tidak dia sadari, Qin Sha sudah dekat dengan Alam keabadian.


Demikian juga dengan Sun Yao yang pingsan di luar angkasa, dan dekat dengan Qin Sha yang masih


belum menyadari keberadaan Sun Yao.


"Uhuk... Uhuk..." Qin Sha terbatuk-batuk dan mengeluarkan dahak bercampur darah. Qin Sha terkejut saat melihat darah yang sudah menghitam.


"Sialan, kekuatannya setara dengan para pimpinan Nine Heaven Palace." batin Qin Sha yang merasa nyeri di punggungnya.


Setelah menyetabilkan tubuhnya, Qin Bo memeriksa sekelilingnya, dan melihat sosok Sun Yao yang masih pingsan dengan tubuh melayang di kehampaan luar angkasa.


"Sun Yao..." panggil Qin Sha dengan mendekati Sun Yao.


Kemudian Qin Sha memeriksa kondisi Sun Yao, dan kaget saat melihat kondisi tubuhnya yang terluka parah. "Beruntung dia masih hidup. Hanya satu pukulan membuatnya luka parah!" gumam Qin Sha dengan memasukan pil penyembuh kedalam mulut Sun Yao.


Kemudian, Qin Sha memeriksa lagi sekelilingnya, dia memicingkan matanya kearah barat. Qin Sha tersenyum saat mengetahui apa yang dilihatnya.


"Hahaha! Dewa keberuntungan masih di pihakku!" Qin Sha tertawa melihat Alam Keabadian dekat dengannya.


Lalu dia mengeluarkan kapal angkasa, dengan mengangkat Sun Yao dia masuk kedalam angkasa. Setelah meletakkan Sun Yao di dalam kamar kapal angkasa, Qin Sha menuju tempat kendali kapal angkasanya.


"Paling lama 2 hari aku akan tiba... Uhuk... Uhuk...!" sebelum selesai berbicara, dia terbatuk lagi, "sepertinya lukaku cukup dalam...!" setelah mengeluarkan Qin Bo, Alex, Leon dan beberapa murid, Qin Sha berbicara kepada mereka.


"Aku akan beristirahat dulu selama 2 hari ini. Jika kalian sampai di perbatasan atmosfir Alam Keabadian, jangan terburu masuk, selidiki keadaan disana. Qin Bo, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan." kata Qin Sha kepada keponakannya.


"Baik, Paman Sun."

__ADS_1


Segera Qin Sha kembali memasuki dunia jiwa milik keponakannya. Qin Bo mendesah panjang, melihat pamannya yang telah terluka parah, walau sengaja disembunyikan darinya.


"Aku akan mencoba menghubungi Yang Wei..." gumam Qin Bo dengan mengeluarkan alat komunikasi dan dia mengalirkan energi Qi nya


"Yang Wei, aku Qin Bo dari Nine Heaven Palace. Bagaimana kondisi sekarang?" tanya Qin Bo kepada Yang Wei melalui alat komunikasinya, dia sedikit gelisah karena Yang Wei tidak segera membalasnya.


"Apa energi yang aneh di alam semesta ini mempengaruhi setiap alat komunikasi?" gumam Qin Bo yang merasa jika alat komunikasinya terhalang energi pelindung Alam Semesta Aurora.


"Sudahlah, jika tiba disana aku akan mengetahuinya." Qin Bo membuang kegelisahannya dengan jari telunjuk mengetuk sandaran tangan di kursi komando.


"Ketua, siapa gerangan wanita-wanita itu? Kekuatan mereka sangat mengerikan. Aku tidak pernah membayangkan di alam semesta ini tersembunyi banyak kekuatan?" tanya Alex yang masih ketakutan saat memikirkan pada wanita itu.


"Mereka semua masih sangat muda, perkiraan aku, usia mereka tidak lebih dari 200 tahun. Seandainya...," Leon ikut berbicara dan terlihat menyukai salah satu wanita, dia berhenti berbicara karena membayangkan sosok wanita yang telah membuatnya jatuh cinta.


"Mereka semua sangat cantik!" Ma Cho juga ikut membicarakan para wanita itu, dia juga membayangkan salah satu wanita cantik itu berada disisinya


"Jangan pernah berharap menggapai langit...!" tegur Qin Bo yang tahu pikiran murid-murid Nine Heaven Palace. Lanjutnya berujar, "Kekuatan mereka melebihi imajinasi kalian, lebih baik kalian memikirkan bagaimana kita bisa menyelesaikan misi kita di alam ini...," Qin Bo berhenti berbicara sejenak, dan kembali berbicara.


"Aku merasa Dewi Cahaya adalah pemilik Alam Semesta Aurora. Sial, seandainya dulu aku menyelidiki lebih jeli alam ini, tidak mungkin aku mengalami hal memalukan!" Qin Bo menyalahkan dirinya karena tidak menyelidiki kekuatan pemilik Alam Semesta Aurora.


"Jumlah mereka jutaan. Aku melihat dari semua wanita itu, yang terlemah pada tingkat Half Alfa level 50, dan wanita yang memukul Sun Yao, memiliki kekuatan True Alfa level 40. Benar-benar mengerikan!" Ma Cho terlihat ketakutan saat mengingat kejadian di Benua Permata Hitam. Walaupun dia takut, Ma Cho masih menginginkan wanita yang memukul Sun Yao, yaitu Jun Liqin.


"Ketua, apa yang harus kita lakukan saat kita tiba di Alam Keabadian nanti? Aku kuatir kita akan mengalami hal yang sama saat berada di benua terkutuk itu?" tanya Alex yang tidak memikirkan wanita seperti rekan-rekannya, dia lebih mementingkan menyelesaikan misi utama mereka.


"Jika wanita-wanita itu tidak ikut campur, kita akan mudah menyelesaikan misi kita. Masalahnya, kita sedang di awasi oleh pemilik alam semesta ini, jadi kita tidak bisa bertindak sembarangan.


Kita selidiki dulu Alam Keabadian. Lalu aku akan menemui ketiga Leluhur Suci!" jawab Qin Bo kepada Alex dan rekan-rekannya.


Kali ini Qin Bo akan bertindak lebih berhati-hati dalam menjalankan misinya.


Kemudian, suasana didalam ruang kendali kapal angkasa menjadi hening, banyak pikiran berputar-putar di kepala mereka.


"Hanya ada satu jalan...!" tiba-tiba Qin Bo bersuara, setelah suasana sejenak hening.


"Ketua, apa itu?" Alex bertanya dengan penuh harapan.


Sebab itu, pimpinan membekali aku dengan altar portal dimensi lagi, untuk kita membukanya di Alam Keabadian setelah kita tiba!" jawab Qin Bo kepada Alex.


"Hahaha! Pimpinan kita memang hebat, selalu memikirkan semuanya secara teliti!" Alex tertawa gembira.


"Sebenarnya aku ingin membuka altar portal dimensi di benua terkutuk itu. Namun, niat itu aku urungkan karena keadaan benua itu tidak menguntungkan kita...! Ma Cho, apa kamu sudah mengumpulkan darah mereka yang terbunuh?" setelah berbicara, Qin Bo bertanya pada Ma Cho.


"Ketua, semua sudah aku ekstrak sesuai instruksi anda....!" jawab Ma Cho dengan mengeluarkan sebuah Cawan berwarna keperakan, lalu dia menyerahkan kepada Qin Bo.


"Bagus, bagus. Dengan darah ini, kita akan bisa membuka Altar portal dimensi. Kalian semua jangan kuatir, bantuan kita akan segera tiba setelah kita aktifkan altar itu ... Hahaha!" Qin Bo sangat gembira, rencananya tidak diketahui oleh Bu Wanmei dan pemilik alam semesta ini.


"Hahaha! Ketua Qin memang dapat diandalkan."


Semua orang tertawa gembira dan memuji Qin Bo yang selalu memikirkan rencana secara matang.


"Jangan terlalu gembira dulu. Leon, cari tempat yang tidak berpenghuni di Alam Keabadian, setelah kita berada diperbatasan atmosfer Alam Keabadian." Qin Bo menghentikan kegembiraan bawahannya dan memerintahkan Leon mencari lokasi terpencil.


"Baik, Ketua."


Dengan segera Leon mengendalikan kapalnya dengan kecepatan tinggi, kapal angkasa milik Qin Sha melaju sangat cepat, hingga hanya terlihat sinar yang memanjang jika dilihat dari kejauhan.


Di dalam goa milik Dewi Cahaya, Excel, Thunderbird dan 13 wanita sedang duduk bersama. Salah satu dari wanita itu terlihat baru bergabung dan matanya selalu memandang Excel tanpa berkedip.


"Apa kalian sudah siap mengikuti aku berpetualang menjelajahi alam jagat raya ini?" tanya Excel kepada mereka semua.


"Iya, aku akan selalu mengikuti mu mulai detik ini suami. Aku juga sudah berpamitan kepada ayah, ibu dan semua keluarga ku!" jawab Lu Xianglun dengan memeluk erat lengan kanan Excel.


"Aku juga sudah memutuskan untuk menjadi bagian dalam keluargamu, Excel. Aku juga sudah menyerahkan kepemimpinan Ras Siluman kepada pengganti yang sudah aku siapkan sejak lama, hanya Cang Lien dan 10 pengawal yang mengikuti aku." Cang Juan juga telah menyelesaikan masalah di keluarga Ras Siluman

__ADS_1


"Dia adalah putri Raja Iblis Merah. Namanya Moon Qiang, dia adalah salah satu keturunan dengan garis darah campuran Ras Iblis Merah dengan Ras Iblis Putih!" Lu Xinxin memperkenalkan putri Iblis Merah kepada Excel.


Moon Qiang salah satu wanita yang pernah diculik oleh Manusia berjubah hitam pada waktu itu, dan muncul di Lembah Suci setelah diselamatkan oleh Bu Wanmei.


"Salam, A-aku Moon Qiang!" Moon Qiang menjadi salah tingkah setelah diperkenalkan oleh Lu Xinxin, kepalanya menjadi menunduk setelah sedari tadi menatap wajah tampan Excel.


"Salam juga, namaku Excel yang sebenarnya, Bu Wanmei hanya nama lain aku. Apa kamu juga ingin mengikuti ku?" tanya Excel kepada Moon Qiang setelah memperkenalkan balik namanya.


"I-iya. Ini keinginan ayah dan keluarga besar kita, mereka ingin aku melayani Bu Wanmei sebaik mungkin!" jawab Moon Qiang dengan kepala tetap menunduk.


"Hahaha! Aku tidak mungkin menjadi kamu sebagai pelayan ku. Aku akan menjadikan kamu bagian keluarga besarku." Excel ketawa melihat wajah Moon Qiang memerah.


Awalnya jantung Moon Qiang sempat berhenti saat Excel menolaknya untuk dia menjadi pelayan, tetapi seketika lega ketika Excel menyambutnya dalam keluarga besarnya.


"T-terima kasih, Tuan Muda!" jawab Moon Qiang yang menahan kegembiraannya.


Thunderbird yang merasa tidak dipedulikan oleh Excel, seketika mematuk pipi Excel, "Aduh! Apa dada rata, kenapa kamu mematuk ku...?" protes Excel dengan memiringkan kepalanya ke kanan dan melihat Thunder Bird yang bertengger dan kedua mata mengintimidasinya.


"Kenapa kamu tidak mengakui jika kamu adalah Excel Shimo Si Dewa Binatang sejak awal?" tanya Thunderbird yang masih marah setelah dirinya dipermainkan oleh Bu Wanmei.


"Hah! Baiklah aku akan katakan yang sebenarnya...," desah Excel setelah melihat tatapan mata Thunderbird dan semua wanitanya yang ingin penjelasan.


"Sebenarnya aku adalah Kaisar Agung Benua Biru, aku juga Guru Agung di Alam Keabadian. Tujuanku kesini atas perintah Ratu Alam Semesta Aurora, yang kalian kenal dengan nama Dewi Cahaya. Aku juga adalah manusia berjubah hitam..."


Excel berbicara panjang lebar kepada mereka, siapa orang yang memakai jubah hitam itu, yang telah menculik Manusia Rubah saat di pelelangan.


Excel juga berbicara tujuannya dia berada di Benua Permata Hitam, semua wanita mendengar dan terlihat mulai marah sampai wajah mereka memerah.


Excel yang melihat kemarahan para wanitanya menjadi terdiam dan menelan salivanya, sedikit demi sedikit Excel mulai berdiri, terlihat dia akan kabur.


"Hm! Mau kemana? Kita belum menyelesaikan akun kita...!!" kata Lu Xinxin kepada Excel dengan memegang erat lengan kirinya, sedangkan Thunder Bird terus-menerus mematuk pipi Excel.


"A-aku ingin..."


"Minta pemukulan... Hah!" Cang Juan memotong jawaban Excel dengan mata penuh amarah.


"Hah... Mengerikan..." gumam Excel saat tulang punggungnya terasa ngilu.


"Bukkk... Aduh.... ๐Ÿ˜ฟ๐Ÿ˜ฟ๐Ÿ‘Š๐Ÿ‘Š"


Kembali ke kapal angkasa milik Qin Sha.


Mereka dengan cepat sampai diperbatasan atmosfer Alam Keabadian dalam waktu 2 hari. Leon mencari lokasi terpencil dan tidak berpenghuni.


"Ketua, aku telah menemukan lokasi yang aman untuk mengaktifkan altar portal dimensi!" lapor Leon kepada Qin Bo yang berada di kamar pribadinya.


Pintu kamar berderit dan Qin Bo keluar dari kamarnya.


"Ayo, kita selidiki dulu Alam Keabadian!" ajak Qin Bo sambil berjalan menuju ruang kendali kapal angkasa.


Setelah memeriksa dengan teliti bersama bawahannya, Qin Sha keluar dari dunia jiwa milik keponakannya.


"Untung Alam Keabadian tidak seperti benua terkutuk itu. Tetapi mata Dewa kita masih terhalang energi aneh ini," ucap Qin Sha yang dengan cepat memindai Alam Keabadian.


"Benar. Kita bisa bebas melakukan apapun seperti biasanya, tanpa kuatir dengan energi Qi iblis. Tidak masalah pandang kita terbatas dan juga dengan kesadaran kita dengan energi aneh ini," Qin Bo juga ikut berkomentar setelah tidak lagi merasakan energi Qi iblis.


"Leon, arahkan kapal kita menuju lokasi yang kamu temukan itu!" perintah Qin Sha.


"Segera, Pemimpin."


Wuuuuussshh


Dengan cepat kapal angkasa turun menuju Alam Keabadian.

__ADS_1


Kapal angkasa yang dikendalikan oleh Leon menuju ke suatu tempat terpencil yang tidak berpenghuni.


(Revisiโˆš)


__ADS_2