
Chapter 35 *Kedatangan Kekaisaran Ling dan Li "
"Apa yang terjadi kapten" tanya Kaisar Ling pada kapten kapal angkasanya.
"Maaf, Yang Mulia. Ada ledakan didepan kita yang berjarak 500 meter disebelah kanan kita"
Seketika Kaisar Ling dan Kaisar Li menuju kedepan kapal diikuti semua keluarganya, terlihat didepan sebelah kanan rombongan kapal mereka asap putih mengepul seluas 100 meter.
"Lihat apa itu, terlihat lebih besar dari kapal kita" kata Putri Li Jia Li dengan jari lentiknya menujuk kearah kapal angkasa itu.
"Lihat itu seorang pria dengan banyak wanita di samping dan belakangnya" kata putra mahkota Ling Qiauhui yang merasa jika dia kalah telak terhadap pria didepannya.
"Wajahnya sangat familiar " gumam Kakek Ling Xuan yang melihat dari jarak 500 meter dari kapal angkasa mereka
Terlihat kapal angkasa berwarna emas melayang diudara dengan seorang pria dibarisan terdepannya, disebelah kiri dan kanannya terlihat delapan wanita, dan dibelakangnya juga ada banyak wanita, semua seumuran dengan pria yang berada didepannya. Iya, dialah Excel .
Sesaat yang lalu ketika Excel naik kapal angkasanya bersama semua orang dengan tujuan menyambut rombongan Kekaisaran, Excel merasakan getaran didunia jiwanya.
Swooosshh
"Suami, dimana kamu" teriak Zhou Mei yang sudah datang didunia jiwa Excel, bersama dengan pasukan barunya.
"Aku diluar, sayang. Kamu masuk saja di lubang dimensi yang akan aku buat"
Excel yang mengetahui jika Zhou Mei, Ji Yan dan pasukan wanitanya telah tiba, saat itu juga Excel membuat gerbang dimensinya.
Wuuuuussshh
Angin berhembus kencang diatas kapal, seketika terlihat sebuah lubang berwarna putih transparan, dari lubang itu keluar dua wanita dan wanita lain dibelakangnya mengikuti.
"Suami, aku merindukanmu !!" teriak Zhou Mei yang melihat Excel yang tersenyum setelah keluar dari lubang dimensi, dengan menerjang kearah Excel dan disusul Ji Yan yang ikut menerjang.
"Oohh tidakkk"
Bruuukkk
"Aaah.... pusakaku!"
Dua lemak menumpuk di dada bidang seorang pria, terlihat seorang pria yang meringis kegirangan saat tertindih dua wanitanya, karena terlalu bahagianya terlihat mata pria itu berkaca-kaca.
"Ha-ha-ha"
Semua orang di kapal tertawa gembira yang melihat Excel yang begitu bahagia melihat kedua isterinya yang baru datang, membuat suasana yang begitu haru.
"Bagaimana kabar kalian ? dan, apa ini teman-teman yang kamu ajak bergabung dengan kita ?" tanya Excel dengan lembut dan senyum khasnya pada Zhou Mei dan Ji Yan, semua wanita yang baru hadir terlihat tidak percaya jika pria didepan mereka melebihi apa yang dibayangkan mereka.
Wajah Excel terlihat berbeda saat dilihat dari batu giok perekam, nyatanya lebih tampan diluar nalar, seketika semua wanita baru mengeluarkan darah dihidungnya.
"kabar kami baik suami. Benar, mereka yang akan bergabung dengan kita." jawab Ji Yan pada Excel.
"Baik sekali, apa kalian sudah jelaskan bahwa aku memiliki 4 segel keluarga?" tanya Excel pada Zhou Mei dan Ji Yan.
"Kalau itu belum, sayang. Kamu bisa jelas sendiri"
"Nanti aku jelaskan, sekarang kita akan menyambut Kaisar Li dan Kaisar Ling
"Haah, apa mereka akan berperang dengan kekaisaran Zhou dan Wei?" Zhou Mei terkejut dengan berita dari Excel.
"Tidak, kakak. Ayah kesini untuk berkerja sama dengan suami kita" balas Ling Xuan pada Zhou Mei, mendengar suara Ling Xuan seketika Zhou Mei melihat Ling Xuan dan semua orang yang hadir, sedikit mengernyit dahinya yang tidak mengerti apa yang terjadi pada suaminya saat dia tidak berada disisinya.
Termasuk Ji Yan yang juga mulai kebingungan apa yang sudah terjadi dengan suaminya, memang mereka berdua mendengar desas-desus jika Excel telah merubah desa menjadi kota, namun itu masih saja membuatnya banyak pikiran dan pertanyaan, sebelum Ji Yan dan Zhou Mei bertanya...
"Aku tahu apa yang menjadi pertanyaanmu, nanti aku akan ceritakan pada kalian, apa yang sudah terjadi selama kurang dari seminggu ini, atau kamu bisa bertanya pada Hu Ru Ming" kata Excel pada Zhou Mei, Ji Yan dan wanita yang baru hadir.
Excel melihat rombangan Kekaisaran yang sudah berada didepannya, dengan hentakan kaki Excel melayang menuju kekapal angkasa mereka.
Setelah tiba di anjungan kapal, Excel segera turun berlahan dengan anggun, tiap gerakannya memancarkan pesona kewibawaan seorang penguasa alam.
Tap
Ujung kaki menyentuh ubin kapal, aroma wangi bunga memasuki lubang hidung mereka semua, mereka yang hadir merasakan tenang dan nyaman, tidak terkecuali dua Ratu dari kekaisaran Li dan Ling yang juga terpesona, apalagi Putri-putri Kekaisaran termasuk 10 kecantikan benua Venus Xiao Mei Xing dan Bai Chu.
"Selamat datang dikota Phoniex, Yang Mulia Ling dan Ratu Ling dan sekeluarga."
"Selamat datang Yang Mulia Li dan Ratu Li dan sekeluarga"
__ADS_1
"Dan juga, selamat datang para ketua Sekte, akademi dan guru senior maupun junior"
"Maafkan ketidak-hormatan saya menyambut kalian semua"
Dengan hanya menangkupkan kedua tangan, Excel menyapa semua orang yang hadir, tidak ada status paling baik atau paling terhormat bagi excel.
"Ha-ha-ha, Nak jangan terlalu sopan, kamu belum meminta ijin dan menerima ujian dariku" ucap Kakek Xuan yang tertawa girang melihat musuh beratnya, seketika bibir Excel berkedut mendengar Kakek tua didepannya.
Excel kebingungan dengan bocah tua nakal didepannya ini, ada apa dengan meminta 'ijin' dan 'ujian' memangnya Excel lagi antri memasuki rumah janda kembang, apa!!.
Melihat listrik mulai mengalir, Kaisar Ling maju untuk menengahi mereka berdua, Kaisar Ling merasa akan terjadi persaingan sengit antara Kakek Tuan vs bocah nakal.
"Kakek....." Ling Xuan yang tiba-tiba datang langsung memeluk kakeknya, dan di belakangnya ada Li Que yang juga menyusul Excel menyambut orang tuanya.
"Ha-ha-ha, cucuku kamu bertambah cantik saja" Kakek Xuan sangat bahagia dipeluk cucu tercintanya.
"Ayah" Li Que juga memeluk ayahanda-nya dan juga Ibunda-nya.
"Putriku, terlihat diwajahmu, kamu sangat bahagia...!" tanya Kaisar Li pada Putri yang wajahnya kini lebih ceria dan lebih terlihat dewasa.
"Maaf, Yang Mulia. Mari kita menuju ke kota Phoniex, tidak sewajarnya saya menyambut kalian disini." kata Excel pada Kaisar Ling dan Kaisar Li, tanpa perduli dengan bocah tua nakal dan betina buas itu.
"Baik, Nak. Dan kamu jangan terlalu sopan dengan mertuamu, panggil aku ayah mertua." balas Kaisar Li yang sudah suka dengan sikap Excel dan dianggukan Ratu dan yang lainnya.
"Ayo, aku juga penasaran dengan kotamu, dan juga panggil aku ayah mertua" pinta Kaisar Ling yang tidak mau kalah dengan Kaisar Li, kaisar Ling sudah terlihat cocok dengan menantunya yang tegas, berwibawa, menghargai orang tua, berwawasan tinggi.
Armada Kekaisaran dan pasukan Excel kembali ke kota Phoniex, dipintu masuk gerbang sudah Excel persiapkan tempat pendaratan dari batu, semalam Excel menggunakan salah satu skill 7 Element evolusi.
Dengan menggabungkan dua jenis Element, elemen tanah dan api berevolusi menjadi logam, Excel menciptakan lapangan logam secara khusus untuk armada kapal angkasa, dengan luas 5000 meter kali 5000 meter.
Setelah mereka tiba, semua orang dan rombongan turun dari kapal angkasa, mereka yang melihat tembok merasa kagum akan ke-kokokannya, tembok yang setinggi 100 meter.
"Selamat datang dikota Phoniex" kata Excel pada mereka semua dengan senyum khasnya.
"Nak, Apa ini Formasi pelindung kota" sambil melihat kanan kiri Kakek Xuan sedikit mengagumi tampilan luar kota Phoniex.
"Benar, ini Formasi pelindung, Kek" jawab Excel santai
Excel mengeluarkan token identitas dan seperti biasa meletakkannya diantara dua pintu gerbang kota, Excel yang diikuti samping kanan kiri oleh kedua mertuanya merasa canggung.
Gerbang terbuka secara perlahan, mulai terlihat sedikit demi sedikit didalam kota Phoniex, setelah terbuka Excel melangkahkan kakinya dan diikuti semua orang dibelakangnya.
"Selamat datang, Yang Mulia" serentak semua penduduk kota Phoniex menyambut kedatangan mereka semua, semua orang terlihat sangat antusias menyambut mereka, anak-anak bertepuk tangan bersorak-sorai.
"Horeee, pahlawan muda datang, Kaisar datang" suara anak kecil selalu terdengar disepanjang jalan. Tiap jalan dikota ini telah Excel ubah menjadi logam hitam, dulu disini hanya tanah liat dan sedikit batu kerikil.
"Energi disini luar biasa tebal sekali, apa disini juga dipasang Formasi pengumpul energi Qi, Que'er" tanya Kaisar Li yang kagum dengan kota Phoniex.
"Benar, ayah. Hampir bisa dikatakan Qi disini 3 kali tebal di Kekaisaran Li, jika kita masuk dimenara Kultivasi lantai 1 ketebalannya mencapai 5 kali, dan menara Kultivasi ada 9 lantai, loh" jawab Li Que pada ayahnya.
"Kalau di rumah penduduk ketebalan 4 kali, sama dengan gedung yang lainnya." lanjut Ling Xuan menjelaskan
"Dilantai 9 menara Kultivasi ketebalan 13 kali dari lantai 1, dari lantai 1 menuju ke lantai 2 gravitasinya dua kali lipat, semakin tinggi kita naik semakin besar tekanannya." jelas Excel pada mereka semua saat berada di depan menara Kultivasi akademi khusus wanita.
"Tujuanku membangun menara Kultivasi agar semua orang cepat meningkatkan kekuatannya hingga tingkat Half God" semua orang terkejut dengan penjelasan Excel.
Tingkat Half God adalah impian yang tidak mungkin mereka capai selama ini, karena benua Venus miskin akan energi Qi dan sumberdaya yang juga semakin sulit.
Itu juga kenapa tingkat tertinggi hanya bisa di capai pada tingkat Immortal, itupun dengan usia sudah tua baru bisa terwujud
Deg deg deg
"Jangan kaget, itu hanya tujuan awalku, aku ingin benua ini juga memiliki Qi Dewa, bahkan jika bisa energi Semesta yang hanya dimiliki oleh alam puncak"
Bruuukkk
Bruuukkk
"E-eeeh, kenapa kalian !!, apa sudah lelah baru berjalan sebentar...ckckck lemah sekali" decak Excel yang melihat orang-orang tua ini sudah terduduk dilantai jalan.
"Prajurit ambilkan kursi buat orang-orang tua ini" dengan wajah polos pinta Excel pada prajuritnya
"Lemah-lemah kepalamu botak. Mana bisa ada Qi Dewa disini, bocah" umpat Kakek Xuan pada Excel, Kakek Xuan kesal dengan pengetahuan dan kecerdasannya
"Ckckck, katak dalam ember...jika kamu tahu benua tengah ada Qi Dewa mungkin kamu akan setuju dengan ucapanku" dengan menggelengkan kepala excel kecewa mengetahui pengetahuan mereka sangat rendah.
__ADS_1
"Apa, apa katamu tadi...katak-katak, kamulah katak itu...! jelas-jelas kamu yang membual" bantah Kakek Xuan yang merasa direndahkan.
"Iisshh bocah tua nakal ini mana ngerti, Sudahlah, coba Kakek naik ke lantai 9 jika mampu...jika sampai disana aku beri hadiah"
"Siapa bocah tua nakal, kamu yang bocah'
"Kakek lah yang bocah tua nakal, coba naik kalau berani"
"Siapa juga yang takut, ayo naik bocah nakal"
"Iya, sana buruan naik bocah tua nakal"
"Siapa takut, ayo naik" sambil mengulung lengan bajunya Kakek Xuan tidak terima dengan tantangan Excel.
Semua orang hanya ketawa melihat kelakuan Kakek dan cucu saling berdebat, mau gimana lagi mereka berdua bertemu lawan yang cocok.
"Ayo buruan naik, apa tunggu nenek bertelur... Haaah bocah tua nakal"
"Siapa yang bertelur bocah...Pamanmu lah yang bertelur"
"Jelas nenek lah yang bertelur, Kakek tua buruan naik sana, jika tidak permennya aku makan" setelah membuka bungkus permen Lollipopnya Excel mengulumnya.
Sluurp
"Mau, sana naik, buruan kakek"
"Eeeh jangan kamu makan bocah itu taruhan" teriak Kakek Xuan yang melihat excel memakan taruhannya.
"Ayo, aku yang naik dulu, apa aku yang duluan naik" tanya Excel pada Kakek xuan
"Oke aku dulu"
Kemudian Kakek Xuan melangkah menuju menara 9 lantai, disaat dilantai 1 Kakek Xuan merasa aneh dipikirannya.
"Haah, susah sekali, apa tidak ada pengasuh disini...ayo kita lanjutkan lagi berkeliling" ajak Excel setelah membodohi Kakek Xuan
Semua orang hanya bisa ketawa melihat mereka berdua seperti tikus dan kucing, yang selalu berebut makanan, padahal baru bertemu.
"Kita memiliki 2 akademi, didepan kita khusus wanita dan diseberang hutan sana khusus akademi pria, dikota Phoniex usia 4 tahun diwajibkan masuk akademi"
Sambil berkeliling kota Phoniex Excel selalu menjelaskan pada semua orang, Kaisar Ling dan Li, keluarganya dan 2 akademi Kekaisaran, tetua Sekte, dan dari Paviliun Bunga Mentari pusat hanya bisa bengong dengan menggelengkan kepala, mereka semua sudah tidak tahan dengan kemewahan kota Phoniex.
"Jujur saja aku kekurangan tenaga kerja pengajar dan prajurit, jika 2 Kekaisaran Ling dan Li mau bekerja sama denganku maka aku akan dengan senang hati menerimanya"
"Exceeeelllll bocaaah"
"ckckck...orang tua ini, padahal permennya tidak aku makan, kenapa dia marah-marah gak jelas"
"Ini adalah taman hiburan bagi semua orang. ayo kita masuk" ajak Excel yang ingin menunjukan kemewahan yang kota Phoniex miliki.
mereka semua termasuk penduduk juga ikut masuk, anak-anak terlihat sangat antusias melihat begitu banyak permainan, ada bom bom car, rollercoaster, rumah hantu dan masih banyak lagi yang dibenua ini tidak ada.
"Ini rumah hantu, apa kalian berani masuk?" tantang Excel pada keluarga Kekaisaran dengan tersenyum misterius yang membuat orang merinding.
"Ayo siapa takut, mana ada hantu...ha-ha-ha" jawab Kakek Xuan yang tidak percaya adanya hantu.
Setelah Kakek Xuan dan Ling Qiauhui masuk, tidak sampai lima menit sudah berteriak ketakutan, sengaja Excel membuat semua jenis hantu berhologram dan suasana menyeramkan.
"Taman hiburan ini hanya menggunakan kartu identitas penduduk atau kartu identitas tamu sebagai alat pembayaran disetiap permainan, sehingga mudah dijangkau semua orang" jelas Excel pada semua orang.
"Bocaaah, hantu apa ini? bagaimana caranya keluar dari sini? " suara Kakek Xuan mengema didalam rumah hantu.
Sengaja Excel membuka taman hiburan saat ini, dimana Kekaisaran Ling dan Li datang.
"Kereta apa itu terlihat lebih pendek...?
"Ular apa itu terlihat naik turun dengan kecepatan tinggi...? "
"Ayah ayo masuk..."
Suara semangat anak-anak terdengar di taman hiburan, tertawa dan berebut naik wahana permainan yang aneh tapi menarik, keluarga Kekaisaran pun tidak tinggal diam, mereka telah melupakan status sebagai seorang Kaisar.
"Kamu merubah semua orang...? lihat ayahku telah berubah, tidak biasanya seperti anak kecil" kata Ling Xuan pada Excel.
"Semua orang butuh merileksasikan pikiran dari tekanan tanggung jawab dan pekerjaan!" jawab Excel dengan santai
__ADS_1
"Lihat ayah ku juga...ha-ha-ha" kata Li Que yang melihat ayahnya tidak mau di kawal pengawalnya karena ingin naik permainan.