
Chapter 41 *Pengakuan Li Xia*
Terlihat puluhan armada kapal angkasa melayang diudara dengan penampilan yang agung dengan warna hitam pekat dan tiap lambung kapal angkasa terlihat ukiran seekor naga Hitam yang legendaris.
"Masih jauhkan kita dari zona bebas, Jendral?" tanya Kaisar Zhou pada jendralnya, Kaisar bertanya dengan menutup mata menikmati pijatan para pelayannya.
"20.000 kilometer dari titik kita berada, Yang Mulia. Atau sekitar setengah hari lagi"
"Percepat kapal angkasanya jendral, aku kemarin menerima berita jika putra ku mengalami kekalahan tanpa melawan balik" perintahnya yang ada sedikit kemarahan di nada suaranya.
"Baik, Yang Mulia" dengan segera jendral tersebut menuju pusat kendali kapal angkasa.
"Dimana Kaisar Wei ini, kenapa tidak ada kabarnya?" gumam Kaisar Zhou yang ingin bertambah marah karena kaisar Wei tidak membalas jawaban dari batu giok komunikasi.
"Saudara Zheng, apa kamu mengetahui keberadaan sekarang Kaisar Wei ?"
"Maaf, Yang Mulia. Menurut mata-mata kita Kaisar Wei berjarak satu hari dari kita" jawab menteri pertahanan Zhou Zheng saat ditanya Kaisar Zhou.
"Apa Kaisar Ling dan Li sudah berada di zona bebas, saudara Zheng"
"Sudah, Yang Mulia. Saat pangeran menyerang kota Phoniex terlihat Kaisar Ling dan Li berada disisi bocah itu"
"Haaa, mereka sengaja memprovokasi kita, baiklah akan aku musnahkan mereka hingga ke akar-akarnya."
Kota Phoniex terlihat semakin indah dalam beberapa hari ini, energi Spiritual juga semakin melimpah, tiap pengunjung semakin betah berada di kota Phoniex.
Excel berada di ruang pertemuan di kapal angkasanya, tiap kursi terisi penuh dengan kehadiran keluarga besar Kaisar Ling dan Kaisar Li dan dari Paviliun Bunga Mentari.
"Ayah Xue, aku akan menambah berberapa harta untuk dijual atau dilelang. Dan untuk lelang aku ingin hanya berada di kota Phoniex, itung-itung sebagai promosi agar kota Phoniex semakin dikenal" pinta Excel pada ayah Xue Rong dan Xue Long.
"Tidak masalah, Nak. Tapi investasi harta yang kemarin masih banyak, apa perlu menambah lagi?" balas ayah Xue pada Excel.
"Tidak apa-apa, aku memiliki harta hasil perang kemarin dan hasil dari Sekte Bukit Tulang. Dan semuanya bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan penduduk kota Phoniex dan juga militer"
"Haah, baiklah kalau begitu aku akan menerimanya" balas ayah Xue yang mendesah karena Excel terlalu royal dengan hartanya demi semua orang kota Phoniex.
"Kaisar Ling dan Kaisar Li, Paman Xue Tong akan memberikan token identitas kota Phoniex, saya harap bisa bermanfaat bagi Sekte dan akademi di Kekaisaran kalian. Dan tolong kalian atur juga untuk tenaga kerja untuk kota Phoniex"
"Serahkan pada kami, nak. Dan kamu juga jangan terlalu banyak berpikir" balas Kaisar Li pada Excel
"Dan juga kamu fokus pada isteri-isterimu agar aku cepat dapat cucu...hahaha" balas Kaisar Ling yang tampak ingin segera menimang cucu, terlihat dari wajahnya sangat bahagia.
"Baiklah ayah, aku akan berkerja keras...hahaha" dengan gembira Excel menerima saran kedua ayahnya, dan sengaja ketawa karena ingin mengoda Kakek Xuan.
"Bocah jangan sekali-kali mengoda cucuku Ling Xuan, godalah yang lain" balas Kakek Xuan yang tahu jika Excel mencoba memprovokasinya.
"Siapa juga yang mengoda, aku hanya menciumnya saja dan selebihnya rahasia" kata Excel dengan wajah polos dengan senyum kecil.
"Apa....!! bocah k-kamu sudah terlalu berlebihan" jawab Kakek Xuan yang sudah putus asa menghalangi Excel dengan cucunya.
"Kakek Xuan segera gunakan Pil itu dan cepat naik tingkat, agar kamu bisa mengendong anakku"
"Hahaha, baiklah kalau begitu akan segera berkultivasi, awas jika kamu tidak menepati janji, dan itu harga pengganti cucuku yang telah kau curi" dengan bahagia Kakek Xuan langsung berlari menuju menara Kultivasi.
"Haiyaa, sungguh merepotkan berurusan dengan Kakek Xuan" desah Excel yang terasa harus segera memberikan cicit pada Kakek Xuan.
"Hahaha, Nak. Jangan lupa aku juga ingin seorang cucu" pinta Kaisar Li yang juga ingin cucu dari Excel.
"Baiklah kalian segera berkultivasi di menara, dan aku juga akan membuatkan gerbang teleportasi untuk penghubung Kekaisaran dengan kota Phoniex" pinta Excel kepada mereka semua. Sejujurnya Excel juga sangat lelah menghadapi mereka semua satu persatu, karena mereka semua ingin perhatian dari Excel sehingga Excel tidak bisa melakukan sesuatu yang lain.
"Kalian juga jangan kuatir dengan Kekaisaran Zhou dan Wei aku yang akan membereskan mereka semua, dan setelah kalian berkultivasi aku akan beri kalian semua teknik creation tingkat Semesta" ucap Excel yang memberikan semangat kepada mereka semua.
__ADS_1
"Nak, apa itu teknik creation, setahuku tidak pernah ada teknik itu dibenua venus, bahkan di buku sejarah kuno juga tidak pernah menyebutkan teknik itu" tanya Ratu Li yang penasaran dengan teknik creation yang akan diberikan pada mereka.
"Teknik creation tingkat Semesta memang sudah dihapus oleh surga. Teknik creation atau teknik penciptaan adalah sebuah teknik yang mampu menciptakan banyak sekali skill"
"Dengan teknik creation, kalian bisa menggabungkan teknik lama dengan teknik baru dan mampu membuat skill lama menjadi lebih kuat, dengan kata lain teknik kalian akan ditingkatkan hingga tingkat tertinggi tapi itu juga tergantung dari pemahaman kalian masing-masing."
"Dari sini apakah kalian bisa mengerti?"
"Hahaha, aku mengerti menantu"
"Kami juga mengerti Tuan muda" jawab dekan Sun yang sangat senang dengan pemberian Excel.
"Tapi aku tidak melihat pemimpin dari seribu bunga, dan hanya ada Xiao Mei Xing dan Bai Chu?" tanya Excel
"Pemimpin seribu bunga terluka karena racun yang diberikan pangeran Zhou pada waktu kompetisi 5 tahun yang lalu" jawab dekan Sun yang terlihat sedih dengan keadaan pemimpin dari seribu bunga dan semua orang juga terlihat marah dengan dengan pangeran Zhou Zhong.
"Kenapa sampai bisa diracuni?"
"Karena pangeran Zhou Zhong tertarik pada pemimpin seribu bunga dan ingin menguasai akademinya, namun keinginannya ditolak, hingga saat kompetisi yang diadakan di Kekaisaran Zhou, pangeran memberikan racun pada minumannya" jawab dekan Sun yang sedikit marah dengan tindakan pengecut dari pangeran Zhou Zhong.
"Aku bisa menyembuhkannya, segera bawa dia kesini jika bisa, jika tidak bisa aku akan kesana, tapi mungkin akan lama aku berkunjung di akademi seribu bunga" kata Excel yang membuat semua orang merasa lega.
"Nak, apa benar kamu bisa menyembuhkan racun itu, racun itu sangat ganas, semakin kita menyembuhkan semakin kuat racun itu bereaksi" tanya Kaisar Ling pada Excel, Kaisar Ling sendiri juga sudah berusaha membantu mencarikan tabib dan bahkan mencarikan penawarnya selama lima tahun ini, tapi hasilnya selalu gagal dan bahkan racun itu semakin menyiksa pemimpin seribu bunga
"Mudah, semua jenis racun bisa aku sembuhkan, kalian jangan kuatir, segera hubungi dia jika dia bisa kesini" balas Excel yang menyakinkan mereka semua. Darah di tubuh Excel merupakan penawar segala racun di semesta dan segala racun tidak akan mempan pada tubuh Excel, karena Excel memiliki tubuh Dewa kegelapan yang kebal terhadap semua racun.
"Atau hubungi dia setelah aku membuat gerbang teleportasi"
"Baiklah kalian segera berkultivasi"
"Baik Tuan muda"
Semua orang segera pergi menuju menara Kultivasi, Ratu Li dan Ling pergi di menara Kultivasi milik akademi Phoniex khusus wanita dan yang lainnya menuju ke menara khusus pria.
"Eeh kenapa bibi Xia tidak kembali beraktivitas?" tanya Excel yang melihat isteri Paman Xue Tong masih berada diruang pertemuan di kapal angkasanya.
"A-anu guru aku ingin berbicara secara pribadi dengan guru" jawab bibi Xia yang terlihat gugup menjawab pertanyaan Excel.
"Baiklah berbicaralah, kamu duduk disebelah ku" dengan wajah merah dan malu bibi Xia berjalan dan duduk disebelah Excel, saat duduk disebelah Excel merasakan aroma wangi yang menggugah birahi kewanitaannya.
"Kenapa masih diam, bicaralah dan jika aku bisa bantu aku akan Kabulkan" kata Excel dengan senyum khasnya yang mampu membuat wanita ingin memeluknya.
"Tuan, a-aku sebenarnya bukan isteri Xue Tong" ucap Li Xia yang mengejutkan Excel, sebenarnya Excel bisa saja mengetahui isi pikiran orang dan jiwanya, namun Excel tidak suka terlalu mengurusi masalah pribadi tiap orang.
"Haaa, lalu kenapa kalian saling mengakui jika kalian suami isteri saat berkenalan di Paviliun Bunga Mentari?" tanya Excel pada Li Xia
"Itu karena aku dikutuk oleh seorang Kakek tua bertongkat sewaktu Tuan belum membantai di desa Chang" jawab Li Xia yang membuat Excel mengernyitkan dahinya, Excel berusaha mengingat semua kejadian saat tiba di desa Chang sebelum berubah menjadi kota Phoniex.
"Lalu apa alasannya dia mengutukmu, bibi Xia"
"Karena Kakek tua bertongkat itu menginginkan harta pusaka dari keluarga Xue dan harta pusaka keluarga Li, Tuan?"
"Lalu kutukan apa itu hingga bibi mau mengakui sebagai pasangan?"
"Katanya kutukan itu kutukan pernikahan, jika salah satu yang terkena kutukan itu tidak mau mengakui maka akan membuat sakit hati, itu seperti segel yang Tuan berikan.
Pada awalnya aku dan Xue Tong tidak percaya, tapi saat kutukan itu terpasang di dada kami sebelah kanan terasa sangat menyakitkan, dan disaat kami menyangkal jika kami bukan suami isteri maka kutukan itu akan bereaksi, Tuan"
Dengan penjelasan dari Li Xia akhirnya Excel mengerti, yang tidak dimengerti excel kenapa kekek tua itu harus memberikan kutukan hanya demi harta pusaka yang bagi Excel tidak bermanfaat.
"Baiklah aku mengerti secara garis bawahnya, lalu apa keinginanmu bibi?"
__ADS_1
"A-aku ingin Tuan hilangkan kutukan itu, ap-apa Tuan bisa?" pinta Li Xia yang sedikit malu juga sedikit berharap jika Excel bisa menghilangkan kutukan itu.
"Ha-ha-ha, bibi, bibi. Jika aku tidak bisa jangan kamu panggil aku guru, tapi masalahnya aku harus menyentuh dada kanan bibi, apa bibi mau?" jawab Excel yang buat Li Xia juga sedikit menahan malu dan sejujurnya Li Xia juga menyukainya.
"Ba-baiklah, Tuan aku bersedia. Seju-sejujurnya ak..." tiba-tiba Excel mencium bibir Li Xia yang membuatnya berhenti bicara, saat bibir Excel menyapu bibirnya, Li Xia juga menyambutnya dengan birahi yang sudah dia tahan sedari tadi.
Haah hahaaah
Dengan nafas Li Xia tersengal-sengal Excel menyudahi ciuman yang semakin panas dan tidak terkendali, untung saja Excel mampu menahan diri, jika tidak mungkin diruang pertemuan akan menjadi ajang gulat profesional.
"Ayo bibi ikut aku, aku akan menghilang kutukan itu, tapi apa paman Xue Tong sudah tahu?" tanya Excel pada Li Xia yang masih terbayang ciuman itu, bahkan jus cinta sudah membasahi di celah kedua kakinya.
"Su-sudah Tuan. Dan sekarang mungkin sedang menunggu hasil pembicaraan kita" jawab Li Xia yang masih malu dan rona di wajah yang sangat merah.
"Baiklah, kamu ikuti aku"
Dengan berjalan menuju kamar pribadi Excel dan diikuti Li Xia dibelakangnya, Li Xia sudah tidak bisa bertingkah normal lagi, detak jantung juga tidak mampu dia kontrol lagi, saat berjalan terdengar suara jantungnya yang selalu berpacu.
Setelah mereka berdua memasuki kamar, Excel lalu menuju sofa yang empuk dan besar, cukup untuk tidur empat orang dan cukup buat duduk delapan orang.
"Bibi segera kemari dan duduk disebelah ku" mendengar pinta Excel segera Li Xia menutup pintu dan berjalan menuju sofa dan duduk disebelah Excel.
Usia Li Xia saat ini 35 tahun, dengan rambut sebahu yang digerai bebas dengan warna hitam, mata berwarna hitam, tinggi 170 cm, bibir sedikit tebal menambah kecantikannya. Usia Paman Xue Tong terpaut jauh, saat ini Xue Tong berusia 257 tahun dan sudah memiliki putra dan putri dan memiliki dua isteri.
Setelah Li Xia duduk disebelah Excel yang terlihat kaku dan bingung, Excel berinisiatif memegang bahunya, kemudian Excel memutar bahu Li Xia kesebelah kanan agar bisa berhadapan muka dengan Excel.
"Jika kamu menghadap kedepan bagaimana aku bisa menghilangkan kutukan itu" kata Excel pada Li Xia saat bahunya dipegang dan diputar hingga saling bertatap muka.
"A-aku bi-bingung Tuan"
"Hahaha tidak apa, baiklah aku segera mulai, kamu lepaskan baju atas atau aku yang melepaskannya?" tanya Excel yang membuat semakin cepat jantung Li Xia berdetak.
"Tu-tuan saja" jawab Li Xia yang tidak tahu harus berbuat apa atau berkata apa.
Dengan lembut Excel membuka baju bagian atas, saat terbuka terlihat kulit putih sehalus sutera, dengan dua buah melon yang berukuran d-cup.
Saat tersentuh kulitnya, tubuh Li Xia bergetar tidak karuan, Excel yang tahu langsung saja mencium bibirnya lagi agar tidak terlalu gugup dan membuatnya nyaman.
Merasakan bibir lembut Excel yang menyapu bibirnya, Li Xia menyambutnya dengan senang hati walau ciuman itu masih terasa kaku.
Tanpa Li Xia sadari tangannya sudah melingkari dileher Excel, yang disambut Excel dengan merabah dada kanannya, dengan mengalirkan Qi-nya didada Li Xia secara lembut dan memasuki meridiannya, merasakan adanya penolakan pada kutukan itu, Excel menambah aliran Qi-nya untuk menghapus kutukan itu, seketika kutukan itu terkikis sedikit demi sedikit dan akhirnya terhapus di meridiannya.
Li Xia yang masih mencium Excel dengan birahi yang sudah memuncak, tidak menyadari jika Excel sudah menghapus kutukan itu, Excel yang juga mengerti tanpa menolak semakin panas dengan kenikmatan surga.
Mereka berdua mulai membuka pakaian masing-masing tanpa melepaskan ciuman itu, tangan Excel mulai turun kebawah perut Li Xia, membelai goa siluman yang tidak berumput, goa siluman sudah basah akibat rangsangan yang tidak bisa Li Xia bendung.
Erangan terdengar dikamar Excel saat kedua insan berpadu kasih tak terkendali, tanpa Li Xia tolak tingkat naga sakti Excel telah menggesek goa siluman berairnya.
Sedikit demi sedikit naga itu mulai masuk sampai akhirnya menemui penjaga goa siluman.
Excel menatap Li Xia dengan kasih sayang, Li Xia yang tahu maksud Excel hanya mengangguk kepala tanda setuju untuk Excel menghancurkan penjaga itu.
"Aaah"
Teriakan lembut Li Xia terdengar saat penjaga itu berhasil dihancurkan, setelah sukses naga sakti itu melaju secara perlahan hingga mencapai rumah pembibitan yang selalu dicari semua pria dan ditunggu semua wanita.
Pengisian air surga berlanjut hingga dua jam sampai akhirnya Li Xia menyerah jika sudah tidak sanggup lagi melawan naga sakti yang excel miliki, naga sakti sebesar lengan pria dewasa tidak mampu Li Xia hadapi terus menerus.
"Terima kasih sayang" ucap Excel yang melihat Li Xia yang telah kelelahan, jus cinta dan air surga bercampur didalam goa dan merembes keluar karena tidak mampu menampung luapan air itu.
"Aku juga terima kasih sayang, aku sekarang adalah isterimu" jawab Li Xia yang sangat bahagia, jika malam pertamanya membuat dia sangat puas yang tidak pernah dia bayangkan atau pikirkan.
__ADS_1