
Chapter 287 Menggurui Keempat wanitanya.
Excel membalikan badannya dan menatap keempat wanitanya yang bersembunyi dibalik punggungnya.
Keempat wanita itu menatap wajah tampan Excel dan tidak berkedip.
"Hei....!" seru Excel dengan mencolek hidung mereka yang masih shock setelah melihat Naga Api yang nyata.
"K-kamu siapa...! Siapa kamu yang sebenarnya?" tanya Ratu Siluman Musang kepada Excel.
Excel tersenyum dan menjawab pertanyaan Cang Juan, "Apa kamu tahu tentang Benua Biru, Benua Peri, Alam Keabadian, Seven heaven palace atau Benua Lubang Hitam?" Excel balik bertanya kepada Cang Juan dan ketiga wanitanya, mereka hanya geleng-geleng kepala karena tidak pernah keluar dari Benua Permata Hitam.
"Kalau begitu, percuma jika aku katakan siapa sebenarnya diriku. Suatu saat nanti kalian akan mengetahuinya. Ayo, kita lanjutkan perjalanan kita." kata Excel kepada mereka, dan mengajak wanitanya sambil kembali melompati setiap bebatuan yang mengapung diatas awan.
"Hah... Kita benar-benar katak dalam sumur." desah Cang Lien saat dirinya merasa sangat rendah akan pengalaman, dia tidak menyangkah sosok pria tampan ini dari suatu tempat yang tidak bisa mereka jangkau.
"Aku pikir benua ini satu-satunya. Seandainya dulu Dewi Cahaya tidak meninggalkan benua ini miliaran tahun, mungkin benua ini masih memiliki banyak ras dan matahari sebagai tata suryanya, dan kita pasti mengenali banyak benua lainnya." ucap Cang Juan dengan mengikuti Excel yang melompati bebatuan besar dengan santai.
"Kita harus mengenali suami kita lebih banyak..." Lu Xianglun berbicara dengan mengelengkan kepalanya, dia hanya bersama Excel tidak lebih dari 5 hari.
"Hehehe, aku suka pria yang penuh misteri, saat bersamanya pasti akan menyenangkan dan penuh petualangan." hanya Lu Xinxin yang semakin bangga memiliki suami seperti Excel, ciri-ciri pria seperti ini adalah yang dia mimpikan.
Excel berhenti di pintu goa dan disusul keempat wanitanya, "ini adalah goa milik Dewi Cahaya saat berkultivasi secara tertutup. Kita akan tinggal disini selama 3 hari ini..." kata Excel kepada mereka, lalu dia berjalan masuk kedalam goa dan diikuti wanitanya.
Keempat wanita Excel melihat sekelilingnya dan terkejut melihat dinding goa, dinding goa ternyata adalah Batu Semesta yang sangat langka.
"Ya Dewa... Inikan Batu Semesta, banyak sekali...!" Lu Xianglun berseru takjub saat mengambil Batu Semesta didinding dengan mudah.
"Luar biasa, ini nilainya pasti miliaran Batu Semesta..." Cang Juan juga ikut mengambil salah satu Batu Semesta seukuran kepalan tangannya.
"Hahaha... Kita pasti kaya dengan harta melimpah seperti ini. Suami, aku semakin mencintaimu." kata Lu Xinxin dengan memeluk erat lengan kiri Excel.
"Hah... Kalian ini, Batu Semesta ini aku memiliki banyak, dan apa yang kalian lihat hanya 10 persennya saja." ucap Excel dengan geleng-geleng kepala melihat mereka begitu menghargai Batu Semesta seperti harta berharga saja.
"Suami, mungkin bagimu ini biasa, tetapi bagi penghuni Benua ini, ini sangat berharga sebagai bukti kekayaan yang meningkatkan status sosial dan ekonomi. Seperti yang kamu ketahui saat di tempat lelang, begitu besar nilainya sebagai mata uang, tidak semua orang bisa memilikinya, loh...!" balas Lu Xinxin yang cemberut dan ketiga wanitanya hanya bisa geleng-geleng kepalanya, saat Excel seperti tidak menghargai Batu Semesta yang sangat berharga.
Setelah berjalan selama waktu 4 dupa atau setara 2 jam, akhirnya mereka sampai pada ujung goa. Lagi-lagi keempat wanita itu dibuat takjub dan kagum saat melihat pemandangan diluar goa, mereka melihat kebun tanaman obat dan tanaman roh yang sangat langkah, dan banyak pepohonan berbuah yang terlihat sudah matang, banyak buah-buahan yang berserakan diatas tanah.
Buru-buru keempat wanita itu menyembur keluar dan berlarian kesana kemari seperti anak kecil, lalu mengambil buah dan memakannya tanpa kuatir dengan efeknya, Excel tidak menghentikan mereka hanya tersenyum saja, dia berjalan menuju semua rumah yang sudah ada, rumahnya cukup besar dan di depannya terdapat kolam ikan, dengan aliran air yang mengalir.
"Hahaha, ini manis sekali..." Lu Xinxin ketawa bahagia saat memakan buah yang memanjang berwarna merah pudar.
"Suami, ini buah apa? Apa apa sayuran, rasanya sangat manis dan banyak airnya, aku merasa ini juga sangat bergizi?" tanya Lu Xinxin yang penasaran dengan apa yang dia makan, karena dia memang tidak pernah melihatnya.
"Hahaha, jelas kamu menyukainya, itu adalah wortel yang disukai kelinci." Excel ketawa melihat pipi Lu Xinxin yang penuh dengan sayuran wortel saat dia berbicara.
"Ini juga manis tapi sedikit pahit, saat dimakan aku merasakan vitalitas jantungku penuh energi. Sayang, ini buah apa...?" kali ini yang bertanya adalah Cang Juan Si Ratu Siluman Musang, dia melihat buah seukuran ibu jari yang berwarna merah.
__ADS_1
"Itu buah kopi Robusta, jelas manis sedikit pahit, jika kita olah, biji kopi Robusta juga sangat nikmat jika disajikan sebagai minuman panas disaat cuaca dingin." jawab Excel kepada Cang Juan sambil duduk di kursi bambu.
"Oh, baru kali ini aku tahu ada buah yang nikmat seperti ini. Nanti aku diajarin ya cara membuat itu kopi...!" pinta Cang Juan dengan mengedipkan matanya kepada Excel, dia berusaha menjadi sosok yang manja dan juga genit.
"Hahaha, kamu... Iya, nanti aku ajarkan cara membuatnya..." Excel ketawa melihat Cang Juan yang berusaha menarik simpati dirinya, caranya benar-benar kaku dan terlihat dipaksakan.
Kemudian Excel duduk dengan melipat kedua kaki, lalu memejamkan mata dengan kedua tangan saling tumpang tindih didepan perut sedikit dibawah pusar, kedua ibu jarinya saling menyatu.
"Ratuku...!" sapa Excel saat dirinya berada didunia jiwa dan sudah berada disamping isterinya, Yuna.
"Suami..." segera Yuna memeluk Excel dengan erat dan bahagia.
"Apa semua sudah siap?" tanya Excel dengan memeluk erat tubuh Yuna.
"Sudah, tinggal mereka menyerang habis-habisan Ras Demi Human dan Ras Siluman, saat itu tiba kita akan muncul." jawab Yuna dengan menyandarkan kepalanya didada bidang Excel.
"Semoga saja hukuman mereka tanpa matahari segera berakhir..." kata Excel dengan membelai rambutnya yang harum dan lembut.
"Semoga saja mereka menyadari kesalahan mereka telah memusnahkan banyak Ras di Benua Permata Hitam pada waktu itu. Jika bukan karena keluhan Naga Hitam terhadap perbuatan ketiga Ras itu, aku tidak mungkin menghilangkan matahari dari Benua ini."
"Black Turtle, ya... Dia adalah sahabat Si Naga Hitam. Hah... Kejadian itu, saat aku masih menjadi Dewa Binatang, itu juga kelalaian diriku yang tidak menghentikan bocah nakal itu yang suka berkelana tanpa memperhatikan resikonya." ucap Excel yang masih mengingat masa dahulu, dia mendesah karena dia juga ikut bersalah tidak memberi peringatan.
Naga Hitam yang dimaksud adalah Guru Dewa Perang Chu Bao dan Kura-Kura Hitam adalah sahabat gurunya yang mati di Benua Permata Hitam ini.
"Mungkin ini sudah siklus Alam Semesta, dimana ada saatnya naik dan turun, kali ini dengan hadirnya kamu lagi, Alam jagat raya ini bisa stabil lagi.
Pilihanku tidak salah dengan membangkitkan jiwamu yang tertidur lama, tetapi aku juga merasa gelisah dengan sosok misterius yang menyatu denganmu itu, aku tidak tahu siapa dia...!" Yuna berkata jujur kepada Excel, dia juga berharap suaminya mampu mengemban misi yang sangat penting, tetapi Yuna juga kuatir dengan sosok misterius yang berada di tubuh Excel.
"Jangan kuatirkan dia. Dia adalah Aku dan Aku adalah Dia, itu juga adalah jiwaku yang terdahulu, suatu saat nanti, kamu juga akan mengetahui semua cerita hidupku. Aku memang adalah bagian dari dirimu. Tetapi, karena keberuntungan, aku juga bisa menetap ditubuh ini untuk menjadi semakin kuat, itu juga berkat kamu. Jiwa terakhir yang berada di bumi pada waktu itu, adalah masa ujian terakhir yang kamu anggap masih belum sempurna.
Apa kamu masih ingat saat kamu pingsan setelah melepaskan sebagian jiwa dan kehidupanmu demi menciptakan aku?" Excel berbicara perihal sosok yang menyatu dengan dirinya, dan bertanya kejadian Yuna yang pingsan karena kehabisan energi.
"Syukurlah jika itu adalah kamu sendiri. Waktu itu setelah aku kehabisan energi dan pingsan, aku merasa ada seorang wanita paruh baya yang berbicara, sayang sekali suaranya tidak begitu jelas..." jawab Yuna dengan jujur dan sampai detik ini dia tidak tahu siapa wanita yang hadir didalam mimpinya saat pingsan.
"Hehehe, kamu...itu ibuku. Dia mendatangimu karena menitipkan jiwa putra tunggalnya didalam tubuh ini." Excel terkekeh melihat Yuna yang masih kebingungan dan mencubit telinganya, Yuna tersipu malu dengan memeluk lebih erat tubuh Excel.
"Apa...! I-itu ibu mertuaku...! Suami, betapa aku benar-benar tidak menghormati ibu, jika aku..." Yuna shock saat suaminya memberitahukan siapa wanita itu kepada dirinya.
Tiba-tiba Excel mencium bibir Yuna sebelum dia menyelesaikan perkataannya, ciuman tiba-tiba itu disambut dengan ciuman mesra dari Yuna, dengan melingkarkan kedua tangannya dileher Excel.
Kedua pasangan itu saling bercumbu didalam kamar pribadi Yuna, suara ******* dan erangan mewarnai gairah mereka berdua. Mereka berkultivasi ganda selama 10 jam tanpa henti, saat perut Yuna sudah penuh dengan air surganya, Excel menghentikan aktivitasnya membuahi rahim Yuna.
"Aku harap kamu siap menemui kedua orang tuaku, walau..." Excel berhenti bicara disaat Yuna telah tertidur lelap karena kelelahan, Excel buru-buru menyegel goa siluman isterinya, agar air surganya tidak keluar dengan percuma.
"Sayang, kamu adalah pilihan kedua orang tuaku, dan hanya kamu satu-satunya wanita yang paling aku cintai...!" bisik Excel ditelinga Yuna, dan Yuna membuka sedikit matanya dengan tersenyum bahagia.
"Aku juga mencintaimu suami...!" balas Yuna kepada Excel dan kembali tertidur karena benar-benar lelah melayani suaminya yang tidak pernah puas.
__ADS_1
Excel lalu memakai pakaiannya, dan akan kembali ketempat goa Dewi Cahaya, "Semoga kamu kuat dengan ujian yang akan datang dari kedua orang tuaku..." batin Excel dengan melihat wajah cantik Ratunya dan segera kembali karena keempat wanita yang sedang menikmati buah telah puas.
"Suami... Ya, dia sedang berkultivasi..." panggil Lu Xinxin kepada Excel, dan mengurungkan niatnya saat Excel terlihat sedang berkultivasi.
"Baru kali ini aku melihat manusia bisa menyerap energi Qi Semesta dengan gila-gilaan..." kata Cang Lien dari belakang Lu Xinxin sambil mendekatinya.
Keempat wanita itu terkejut melihat tubuh Excel diselimuti energi Qi Semesta, energi itu memasuki pori-pori kulit seperti air terjun saja, dan itu membuat keempat wanita cantik terpesona dan kagum.
"Memang layak menjadi suamiku...!" kata Lu Xianglun yang makin sayang kepada suaminya yang super jenius dan penuh teka teki.
"Apa kalian sudah selesai?" tanya Excel dengan membuka matanya.
Buru-buru Lu Xinxin yang selalu manja dan energik menghampiri Excel dan memeluknya, walau wajahnya masih belepotan dengan sisa makanan buah dan sayur yang menempel.
"Aku belum selesai, tapi perutku sudah terlalu kenyang, apa boleh aku menyimpannya?" tanya Lu Xinxin dengan manja dan mengusap-usap wajahnya di lengan Excel.
"Cincin kalian tidak bisa menyimpan semua tanaman dan buah-buahan segar... Ini untuk kalian, agar bisa menumbuhkan tanaman dan pohon didalam cincin dimensi tingkat mitos." kata Excel dengan merentangkan tangan kirinya yang ada 4 cincin dimensi berwarna keemasan.
"Ini cincin dimensi tingkat mitos... Hore... Aku punya cincin dimensi tingkat mitos...!" Lu Xinxin kegirangan dan mengambil 1 cincin dan segera memakainya dijari manis tangan kanan, dia menari-nari seperti anak kecil, saat melihat tingkah Lu Xinxin, Excel menjadi teringat akan masa kecil putri-putrinya dulu yang sangat lucu dan mengemaskan.
"Kalian juga ambil..." kata Excel yang melihat mereka juga ingin memiliki cincin yang hanya ada di dalam sejarah, buru-buru Lu Xianglun, Cang Juan dan Cang Lien mengambil cincin ditelapak tangan Excel, dan memakainya dijari manis.
"Terima kasih.... Cup!"
Cup... Cup
Ketiga wanita itu mengucapkan terima kasih dengan mencium bibir Excel secara bergantian, Ratu Siluman Musang dan Cang Lien sudah tidak malu lagi.
Mereka bertiga menahan rasa gembira dan memperhatikan cincin dimensi yang kini telah menjadi miliknya.
"Didalam ada beberapa teknik yang cocok untuk kalian dan juga senjata serta perlengkapan perang dan beberapa sumber daya yang lainnya..." kata Excel kepada keempat wanita itu, dengan memangku Lu Xinxin yang mengotak-atik cincinnya.
Segera keempat wanita itu menandai cincin dimensi dengan energi spiritual dan memeriksa isi didalamnya, mereka berempat langsung tercengang dengan wajah terbelalak tak percaya setelah melihat isinya.
"Meskipun basis kultivasi kalian tinggi, tetapi kekuatan tempur kalian sangat lemah. Dengan melawan musuh ditingkat yang sama, kalian akan kalah dengan mudah karena dasar teknik kalian sangat rendah, dan fondasi kultivasi kalian juga tidak stabil. Sebagian meridan kalian juga masih terkunci yang menghalangi potensi kalian, menyerap energi Qi apapun juga sangat lambat...!" Excel akhirnya membuat evaluasi kemampuan keempat wanita itu.
"Jika kalian melawan penjajah, sama saja mengantarkan nyawa. Dalam 3 hari ini aku akan melatih kalian secara maksimal sampai kalian mampu melawan orang yang selalu disisi komandan Yao." lanjut Excel berbicara kepada mereka.
"Hahaha... Memang kekuatan tempur kita rendah dan itu aku akui, karena teknik di Benua Permata Hitam hanya setingkat surga. Tetapi, kamu mengajari aku dengan kekuatan kamu saat ini... Kamu terlalu membual...." Cang Juan tertawa dan berbicara kepada Excel, dia juga sedikit meremehkan ucapan Excel yang ingin melatih dirinya dan Cang Lien, jika yang dilatih adalah kedua putri Raja Demi Human, dia masih memakluminya, tetapi dirinya yang setingkat sang void level 5 dan Cang Lien level 4, bagimana bisa dirinya direndahkan oleh Excel.
"Hmmm..." Excel tersenyum dengan geleng-geleng kepala saat dirinya lagi-lagi diremehkan orang yang sudah di anggap bagian dari keluarganya.
"Aku ingin tahu, seberapa mampu kamu menahan pukulan orang yang berada 2 tingkat di atas kekuatan sang void?" tanya Excel kepada Cang Juan dan Cang Lien yang masih menganggap dirinya tinggi.
Sontak kedua wanita Ras Siluman tercengang dan baru sekarang menyadari jika musuhnya super kuat dan mengerikan, mereka berdua kembali ingat setelah Excel bertanya, mereka berdua menjadi malu dengan menundukkan kepalanya.
"Inilah akibat kalian terlalu terhanyut dalam kesenangan, hingga melupakan kenyataan didepan mata kamu, sifat sombong dan tinggi hati yang membutakan kalian dan penghuni Benua ini, hati yang gelap tanpa cahaya adalah jurang tanpa akhir.
__ADS_1
Seharusnya kalian semua bertanya-tanya, kenapa Benua ini tanpa ada matahari setelah kepergian Dewi Cahaya? Itu karena sifat kalian yang terlalu memanjakan 7 emosi negatif." Excel langsung menegur keempat wanitanya dan menceramahi mereka seperti seorang ayah kepada anaknya.
"Jika kalian mampu menahan 1 jariku, aku akan memberikan apapun yang kalian inginkan bahkan jika itu nyawaku...! Jangan sekali-kali melihat orang dari sampulnya, karena kalian tidak mengetahui dibalik sampul itu, beruntung kalian menemui sampul yang baik, jika kalian menemui sampul yang buruk tanpa menyelidiki terlebih dahulu, sudah dipastikan kalian akan kecewa..." Excel terus-menerus menceramahi mereka tanpa henti, sedangkan Lu Xinxin memejamkan mata dan menempelkan telinga kanannya didada bidang Excel.