
Chapter 296 Mangsa menjadi Pemburu.
Kemudian, 14 wanita itu terbang dengan sangat cepat dengan melewati zona aman yang belum dijelajahi para penjajah, mereka menuju Lembah Suci.
Bu Wanmei menatap kepergian mereka hingga mereka tidak terlihat lagi, Thunder Bird hanya melihat wajah Bu Wanmei, dia merasakan aura yang familiar dari Bu Wanmei.
"Kenapa aku merasakan perasaan yang pernah aku rasakan pada Rubah jelek ini !" batin Thunder Bird yang berusaha mengingat masa lalunya.
"Apa...! Kagum dengan wajah tampan ku !" tanya Bu Wanmei dengan memiringkan kepalanya kekanan untuk melihat Thunder Bird yang sedari tadi memperhatikan dirinya.
"Huff... Jangan kepedean, aku hanya merasa kamu menyembunyikan sesuatu dari mereka dan diriku." jawab Thunder Bird, dia mendengus dan memalingkan wajahnya sambil berbicara.
"Hahaha, apa yang aku sembunyikan ! Bilang saja jika kamu menyukai diriku yang tampan ini..." Bu Wanmei tertawa sambil berbicara, dia terbang menuju lokasi dimana dia akan menghadang para penjajah.
"Aduh... Tiba-tiba perutku mual-mual, apa ini gara-gara kamu terlalu narsis, ya..."
"Hahaha... Itu karena kamu terlalu rakus saat makan ikan tadi, mungkin piringnya kamu telan juga..."
"Enak saja, tidak mungkin kecantikan melakukan sesuatu yang memalukan..."
"Cantik-cantik tapi burung... Hahaha."
Disaat kedua mahkluk purba itu saling mengejek dan membanggakan dirinya, Alex yang diperintahkan Qin Bo untuk menangkap dua putri Raja Demi Human dan dua Ras Siluman Musang, melihat Bu Wanmei yang sedang terbang dengan sangat cepat.
"Itu dia...! Ayo kita sergap." Alex segera mengejar Bu Wanmei bersama 5 anak buahnya.
"Eh... Kita di ikuti penjajah itu." Thunder Bird segera mendeteksi aura jahat dari Alex dan kelima anak buahnya.
"Hehehe, saatnya bermain-main."
Wuuuuussshh
Bu Wanmei terkekeh, karena dia sengaja memancing bawahan Qin Bo saat akan menuju lokasi Dewi Cahaya, Bu Wanmei segera turun dan menghilang dari pandangan keenam orang itu saat tubuhnya tertutupi pepohonan yang lebat.
"Sial, sepertinya dia mengetahui keberadaan kita, tingkatkan kecepatan." Alex mengumpat kesal jika niat menyergap dari belakang sudah diketahui oleh Bu Wanmei.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
"Hahaha, aku paling senang jika bermain kejar-kejaran." Thunder Bird kegirangan saat tahu jika Rubah jelek menjadi buruan para penjajah, sambil berbicara dia tetapi bertengger Bu Wanmei.
"Shotgun Naga Hitam..." panggil Bu Wanmei kepada senjata andalannya dan sebuah senjata muncul di tangannya.
"Wow... Senjata yang aneh ! Senjata apa itu ?" tanya Thunder Bird yang kagum dengan senjata yang dimiliki Bu Wanmei.
"Hehehe, lihat saja. Ayo, kita sembunyi dan jangan bersuara, oke" Bu Wanmei terkekeh dengan membanggakan senjatanya, dan meminta Thunder Bird untuk tidak bersuara.
"Oke...!" jawabnya dengan singkat dan menjulurkan lidahnya dan menyeringai.
Segera Bu Wanmei berhenti, dan menyelinap dibalik pepohonan untuk bersembunyi. Tidak berselang lama, Alex dan kelima bawahan tiba, dan berhenti tepat berada diposisi Bu Wanmei terakhir berhenti dan menghilang.
"Kemana setan kecil itu...! Kalian cari jejaknya." Alex segera mencari keberadaan Bu Wanmei dan memerintahkan anak buahnya mencari jejaknya.
"Dia tidak disini, dia lari kearah timur..." tiba-tiba Thunder Bird bersuara dan memberikan petunjuk kepada Alex.
"Sialan, burung Pipit ini... Ini bukan petak umpet, tahu..." umpat Bu Wanmei yang marah saat Thunder Bird bersuara.
"Itu dia... Serang..."
Boom... Boom
"Ini gara-gara kamu Pipit jelek..." Bu Wanmei segera menghindar serangan mereka, dan berlari menjauhi Alex dan bawahannya.
"Maaf, Rubah jelek, aku kasihan melihat mereka yang mencarimu..." jawab Thunder Bird yang merasa dirinya tidak bersalah dan terlihat wajah yang polos.
"Kasihan, kasihan nenekmu...! Ini namanya strategi dalam pembunuhan secara sembunyi-sembunyi, tahu..." Bu Wanmei sangat kesal dan tidak puas dengan perkataan Thunder Bird.
"Ya, ya. Nanti aku akan diam saja dan tidak bersuara..." jawab Thunder Bird dengan menundukan kepalanya.
"Huff, kali ini jangan bersuara." pinta Bu Wanmei yang kembali bersembunyi.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
"Sialan, cepat sekali dia menghilang...!" umpat Alex yang marah saat dirinya tidak lagi menemukan keberadaan Bu Wanmei.
"Tentu, hebatkan Rubah jelek ini...!"
"Kampret...." umpat Bu Wanmei kepada Thunder Bird yang kembali berbicara dengan bangga dan tetap bertengger pada bahu Bu Wanmei.
"Itu dia..."
Boom.... Boom
Segera Alex menyerang Bu Wanmei dengan pukulan jarak jauhnya, dan Bu Wanmei buru-buru berlari lagi dengan sangat cepat.
"Cepat kejar dan jangan kehilangan dia lagi..."
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
"Pipit jelek, lagi-lagi kamu tidak bisa diam, lihat kita jadi ketahuan..." Bu Wanmei menjadi marah sambil melompati batang pepohonan.
"Salahkan saja temannya dia yang tidak menjawabnya saat ditanya, aku kan jadi kasihan dia yang dicuekin...!" Thunder Bird lagi-lagi tidak mau disalahkan dan membela dirinya.
"Bukannya mereka tidak menjawab, tapi mereka sedang mencariku, Pipit jelek...!" Bu Wanmei semakin kesal dengan jawaban yang tidak masuk diakal dari Thunder Bird.
Boom...
"Awas kali ini bersuara, akan aku sumpal mulutmu dengan batu..." kata Bu Wanmei dengan mengancam Thunder Bird, dia menghilang lagi saat Alex melempar bola energi kearahnya.
"Iya, ya. Kali ini mulutku aku kunci." jawab Thunder Bird dengan menundukkan kepalanya.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
__ADS_1
"Kalian menyebar, tapi jangan terlalu berjauhan..." perintah Alex kepada anak buahnya, segera kelima orang itu menyebar dan mencari Bu Wanmei yang menghilang lagi. Setelah mencari disekelilingnya dan tidak menemukan jejak Bu Wanmei, tiba-tiba...
"Tut... Tuutt... Preeet..."
"Oh tidak..." ucap Bu Wanmei yang mendengar suara itu tepat ditelinganya.
"Ma-maaf, pantatku kelepasan..." Thunder Bird sangat malu saat dirinya kentut secara tiba-tiba disaat tegang.
Boom.... Boom...
Wuuuuussshh
"Pipitttt... Sialan kamu, kenapa juga kamu pakai acara kentut segala, hah... Sangat memalukan wajah tertampan dialam semesta terkena ampas kentutmu..." sekali lagi Bu Wanmei berlari dan menghindari serangan keenam orang itu, sambil berlari dia memarahi Thunder Bird yang kentut tepat ditelinganya.
"Maaf, jika aku tegang selalu seperti itu. Rubah jelek, aku sudah meminta maaf, jika kamu marah, marahin saja pantatku...!" jawab Thunder Bird dengan nada rendah dan terlihat dia merasa bersalah.
"Pantatmu itu memang perlu di ajarin sopan santun, dan lagi, hanya orang bodoh yang memarahi pantat..." Bu Wanmei makin kesal dan jengkel.
"Iya-iya, kamu bisa ajarin sopan santun sama pantatku, dan sekali lagi aku minta maaf, oke..." Thunder Bird sudah berusaha meredam amarah Bu Wanmei dengan meminta maaf lagi, Bu Wanmei mengedutkan sudut bibirnya saat dia diminta untuk mengajari pantat Thunder Bird.
"Apa kamu waras... Hah. Sudah-sudah, kali ini aku maafkan, awas jika lagi-lagi mulut atas dan bawahmu bersuara lagi." Bu Wanmei hampir saja naik pitam dan dengan cepat dirinya menahan amarahnya kepada Thunder Bird.
Boom... Boom...
"Sialan, lolos lagi. Setan kecil ini kenapa bisa begitu cepat larinya...!" Alex sangat kesal dan marah karena Bu Wanmei lagi-lagi gagal dia serang.
Sekali lagi Bu Wanmei bersembunyi di pepohonan dengan menahan nafasnya, demikian juga dengan Thunder Bird yang diam dan menahan nafasnya.
"Cari dengan teliti, dia pasti bersembunyi di pepohonan !" perintah Alex kepada bawahannya.
"Rubah jelek jangan bersuara...!" bisik Thunder Bird ditelinga Bu Wanmei.
"Hmm..." Bu Wanmei hanya mengangguk kan kepalanya dan sudah mengerti.
"Ingat, tahan nafas dan jangan bergerak" bisik Thunder Bird sekali lagi.
"Hmm..." sekali lagi Bu Wanmei menggangukan kepalanya dan sedikit berdehem.
"Mereka sangat dekat, jangan bergerak dan tahan nafas !" lagi-lagi Thunder Bird mengingatkan Bu Wanmei agar diam.
"Apa-apaan sih kamu, aku sudah tahu tidak perlu diingatkan, Pipit jelek..." Bu Wanmei akhirnya tidak bisa menahan dirinya lagi saat Thunder Bird selalu mengingatkan dirinya.
"Loh, kok marah, aku kan hanya mengingatkan saja....!" Thunder Bird juga ikut marah karena niat baiknya tidak dihargai.
"Tidak perlu diingatkan, aku sudah tahu, jika kamu terus-menerus berbisik mereka juga akan tahu, Pipit jelek..."
Boom... Boom
"Aduh, aduh... Pantat ku... Kamprettt... Ini gara-gara kamu...."
Akhirnya lagi-lagi mereka berdua ketahui, dan segera menyerang Bu Wanmei dari segala arah. Bu Wanmei juga kembali berlari dengan sangat cepat, menghindar kekiri dan kekanan.
"Hahaha... Cepat lari. Awas kirimu..." Thunder Bird sangat gembira disaat Bu Wanmei dikejar dan diserang dengan bola energi Qi musuhnya, sedangkan Bu Wanmei disibukkan dengan melompat kekiri dan kekanan untuk menghindari serangan.
Bang... Bang...
Boom... Boom...
"Lihat, aku jadi gagal membunuh mereka satu persatu..." Bu Wanmei masih menyalahkan Thunder Bird yang selalu mengacaukan rencananya.
"Hahaha, awas serangan dari samping, tetap fokus dan jangan mengomel saja." Thunder Bird tertawa karena ini seperti bermain kejar-kejaran, dan selalu memberitahukan kepada Bu Wanmei setiap serangan lawan.
Boom... Boom...
"Setan kecil ini susah sekali ditangkap..." gerutu Alex yang merasa Bu Wanmei seperti angin saat diserang.
Alex dan kelima bawahannya terus mengejar Bu Wanmei dan selalu menjaga jarak sambil melemparkan bola energi Qi dari samping dan belakang.
"Boss, itu burung yang sangat langka...!" sambil terus mengejar, salah satu bawahan Alex memberitahukan kepadanya perihal burung yang bertengger dibahu Bu Wanmei.
"Burung...! Burung apa itu? Itu terlihat seperti burung kenari hitam saja." tanya Alex yang memang tidak mengenali burung yang bertengger dibahu Bu Wanmei.
"Hahaha, boss ini...! Itu Thunder Bird, salah satu binatang mitologi, binatang itu sama seperti Rubah ekor sembilan yang juga sudah punah." bawahan Alex ketawa melihat wawasan pemimpinnya kurang dan menjawab perkataan Alex.
"Apa...! Thunder Bird...!" merasa tidak yakin, Si Alex memicingkan matanya agar lebih jelas melihat Thunder Bird.
"Iya, boss. Thunder Bird memiliki kemampuan sebagai mata-mata sejati, dia juga memiliki kemampuan dalam kecepatan seperti kilat petir dan juga mampu menyerang musuh dengan petir." kata bawahan Alex menjelaskan kepada pemimpinnya.
Bang... Bang...
"Aaaakkhh..."
Bruuukkk
Bu Wanmei menembak bawahan Si Alex setelah dia berbicara, bawahannya berteriak kesakitan saat dadanya terkena serangan, seketika anak buah Si Alex meregang nyawa di tempat.
"Bajingannnn... Aku pasti membunuhmu." Si Alex berteriak marah saat melihat anak buahnya mati disampingnya.
"Horee... Kena kamu" Thunder Bird kegirangan saat Bu Wanmei berhasil membunuh salah satu musuhnya, seolah-olah dia yang telah melakukannya.
Zlaaapp
"Sialan... Dia menghilang...!" umpat Si Alex mengetahui Bu Wanmei menghilang dari jarak pandangnya.
"Hati-hati, dia pasti sembunyi lagi disekitar kita !" Si Alex memperingatkan anak buahnya agar waspada dan mencari keberadaan Bu Wanmei.
Swosh... Swosh...
Tap... Tap
Kelima orang itu berhenti disekitar Bu Wanmei yang menghilang, dan memeriksa sekelilingnya dengan hati-hati, detak jantung melambat, nafas tertahan disaat Si Alex dan keempat anak buahnya mencari Bu Wanmei.
Crasakkk...
"Disana..."
Boom... Boom...
Mendengarkan suara ranting yang terinjak, segera Alex dan bawahannya menyerang ke arah sumber suara itu, ledakan serangan energi kembali terdengar dan suara pepohonan tumbang setelahnya.
__ADS_1
"Sialan, ternyata hanya rusa...!" umpat Si Alex saat melihat rusa yang sudah mati disaat kelima orang menyerangnya dengan brutal.
Bang... Bang...
"Aakkkhh... Brukkk."
Sekali lagi salah satu anak buah Si Alex terkena tembakan senjata shotgun, dan seketika mati setelah tertembak.
"Aahh... Sialan kamu setan kecil..."
Booommm
Si Alex berteriak marah dan mengungkapkan basis kultivasinya.
"Hahaha, berani memburu ku, berarti harus siap menelan kesakitan... Hahaha"
Bu Wanmei tertawa dan berbicara kepada Alex yang marah, setelah tertawa, Bu Wanmei menghilang lagi diantara gelapnya hutan diantara bayang-bayang pepohonan.
Kini bawahan Si Alex tinggal 3 orang dan berlari mengikuti pemimpinnya yang mengejar Bu Wanmei, padahal anak buah Si Alex memiliki kekuatan Half Void level 50 hingga level 80.
"Sial, kemana dia !" umpat Si Alex yang sedang mencari Bu Wanmei diantara lebatnya hutan, dia melihat cahaya yang keluar dari banyaknya binatang kecil.
"Hati-hati dan jangan lengah, gunakan indera kalian !" Alex memberi peringatan kepada ketiga anak buahnya.
"Baik, boss."
Swoshhh....
"Awas..." Si Alex kaget saat serangan bola api dari samping melesat ke arahnya dengan sangat cepat.
Booommm
"Aaaaahhh..."
Si Alex bisa menghindari serangan menyelinap, tetapi berbeda dengan anak buahnya yang berada disamping, yang tidak sempat menghindarinya.
"Aaahh.... Bajingannnn... Keluar kamu..." Alex sekali lagi marah saat melihat anak buahnya mati meregang nyawa.
Dor...
Bang... Bruuukkk
Suara tembakan terdengar dan meledakan kepala anak buah Si Alex.
"Sialan....!"
Boom... Boom..
Si Alex menyerang kearah sumber asal tembakan dengan kekuatan penuh, dia sangat marah lagi-lagi melihat anak buahnya mati didepan matanya.
"Rubah jelek, hebat sekali senjatamu bisa berubah-ubah !" Thunder Bird merasa kagum dengan senjata Bu Wanmei yang kini berubah menjadi senjata api laras panjang dan memiliki teropong.
"Tentu, ini namanya senjata sniper, mampu menembak dengan jarak jauh dengan kecepatan super sonic, aku bisa merubahnya hanya dengan pikiran." jawab Bu Wanmei dengan bangga memamerkan senjata Naga Hitam.
Tombak Naga Hitam adalah perpaduan senjata tongkat yang pernah dimiliki leluhur Wei, dengan menggabungkan kedua senjata itu, kemampuan tombak Naga Hitam menjadi semakin sangat hebat dan memiliki daya penghancuran yang luar biasa ngeri.
Bu Wanmei kembali berpindah tempat disaat Si Alex menyerangnya.
Wuuuuussshh
"Sialan, dia menghilang lagi..." Alex menjadi frustasi karena tidak mampu membunuh Bu Wanmei.
"Boss... Lebih baik kita kembali ke tujuan awal saja, Manusia Rubah ini sangat licik, kita tidak bisa menangkapnya dengan medan seperti ini." kata anak buah Si Alex yang ketakutan dan meminta Alex untuk kembali menjalankan tugas awalnya.
"Tidak, aku sudah kehilangan 4 orang, jika aku tidak menangkapnya hidup atau mati, apa yang harus aku pertanggung jawabankan kepada Ketua Qin nanti saat kembali !" Si Alex menolak saran anak buahnya.
"T-tapi boss..."
Dor....
Bang... Brukkkk
Swoshhhh... Booommm
"Aaaakkhh.... Bajingannnn, mati kamu..." Si Alex berteriak lagi saat melihat anak buah terakhirnya mati sebelum menyelesaikan ucapannya.
Si Alex menyerang ke arah sumber tembakan dengan kekuatan penuhnya, hutan dimana tempat mereka berada menjadi hancur dan berantakan, api menjadi berkobar dan membakar apapun disekitarnya.
Booommm
Booommm
Alex terus-menerus menghancurkan apapun dengan kepalan tangannya, dia berharap bisa meledakan tubuh Manusia Rubah dengan menyerang secara acak.
Sedangkan Bu Wanmei telah menjauhi jangkauan serangan Si Alex dan kembali mencari tempat yang mampu menyembunyikan dirinya.
Kemudian, Bu Wanmei membidik lagi, dan kali ini sasarannya adalah Si Alex. Tempat dimana Alex berdiri di antara kobaran api, api tersebut membantu pengelihatan Si Alex dan terus mencari keberadaan Bu Wanmei.
"Jika aku tidak mampu membunuhmu, namaku bukan Alex si jenius murid nine heaven palace lagi !" Si Alex meraung penuh amarah saat dirinya menyatakan tekad untuk membunuh Bu Wanmei.
Hutan mereka berada menjadi terbakar hebat dan asap hitam dan putih membumbung tinggi, sedangkan Si Alex terus mencari Bu Wanmei, dan disaat telah melewati kobaran api...
Doorrr ...
"Bang.... Aaaahh"
Suara tembakan terdengar lagi dan kali ini Si Alex terkena tembakan Bu Wanmei tepat pada tulang rusuk sebelah kiri dan hampir mengenai organ vitalnya.
Alex sangat kesakitan dengan memegang lukanya, dia buru-buru kabur dan melarikan diri saat dia terluka parah.
Doorrr...
"Bang... Aaaahh..."
Sekali lagi Bu Wanmei menembak Si Alex, dan kali ini punggungnya yang terkena, Si Alex langsung berguling-guling ditanah.
"Aaaakkhh... Manusia Rubah terkutuk..." Si Alex berteriak kesakitan disaat punggungnya terkena serangan, dia kembali berdiri dan kabur dengan kecepatan tinggi dengan tubuh berlumuran darah.
"Hahaha... Rubah jelek, kamu sangat hebat..." Thunder Bird sangat kegirangan saat melihat satu persatu musuh mati dan menyisakan Alex yang kabur.
__ADS_1