Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 82 Serangan Binatang Laut


__ADS_3

Chapter 82 Serangan Binatang laut dalam


Sekarang kota Phoniex penuh dengan penduduk dan ditambah dengan wisatawan atau tamu yang ingin membeli segala kebutuhannya, selain bersenang-senang, Berkultivasi dan berbisnis mereka juga ingin melihat sosok pemimpin muda kota Phoniex yang menjadi idola dimana-mana.


"Tuan muda, jenis ikan apa yang Tuan muda tebar di sungai kota Phoniex?" tanya Kakek Jiang yang tidak tahu nama jenis ikan yang dagingnya enak dan gurih.


"Hehehe, itu jenis ikan yang aku khususkan untuk bisa dikonsumsi, ada ikan salmon yang bentuknya panjang kepala sedikit meruncing dan ini buku pengetahuan tentang jenis ikan yang aku tabur disungai dan Paman bisa pelajari" kata Excel yang terkekeh karena lupa tidak memberikan informasi kepada penduduk kota.


Ikan yang Excel pelihara memiliki perkembangan reproduksi yang sangat cepat dan memiliki protein tinggi, segala jenis ikan merupakan komoditas tinggi sewaktu masih hidup dibumi, dibuku yang diberikan kepada Paman Jiang memberikan semua pengetahuan tata cara pembibitan dan kebiasaan ikan dan termasuk nama-namanya.


"Kenapa kamu baru memberitahukan pada Kakek, suamiku tersayang" kata Ai Hua kepada suaminya.


"Hehehe, aku lupa istriku. Nanti aku masakan ikan lezat saat kita menyelesaikan pembangunan Formasi ini" kata Excel kepada Ai Hua dengan berjalan dan mengawasi semua orang yang sedang bekerja.


Booommm


"Ckckck, sepertinya dengan kehadiran banyak orang di jalan penghubung membuat binatang air banyak yang menuju kesini. Ai Hua, segera waspada dan kabari saudari-saudarimu" kata Excel yang mendengar ledakan saat kapal perang pasukan naga menembak binatang air yang ingin memangsa pekerja.


"Baik suami" dengan segera Ai Hua mengeluarkan kapal perang tingkat surga dan langsung naik dan menghubungi semua pasukan.


"Serangan binatang air akan tiba, persiapkan senjata kalian" suara merdu saat Ai Hua memberikan peringatan pada semua orang.


Teng teng teng


Alarm lonceng kota segera berbunyi menandakan serangan musuh, dengan sigap semua prajurit, kultivator dan pasukan mengeluarkan senjata terbaik mereka dan bersiap melawan.


"Ini adalah sumberdaya buat kalian dan jangan diledakkan tubuh binatang air" kata Excel yang membuat semua bertambah semangat dan gembira.


Ngiingg


Byuuurr


"Pasukan Phoniex dan pasukan naga cukup lumpuhkan mereka, Kakek Jiang segera persiapkan para nelayan untuk memuat binatang yang mati atau lumpuh" perintah Excel bergema diseluruh kota, bahkan para tamu dan wisatawan ikut dalam kegembiraan ini.


Bagi mereka dengan kehadiran pemimpin kota mereka tidak takut akan terluka atau mati, bagi mereka ini merupakan hiburan yang menghasilkan uang berlimpah.


"Awas mereka mulai terlihat"


Byuuuurrr


"Hahaha, ayo saatnya kita panen"


"Ibu ayo kita ikut menangkap ikan" suara anak kecil yang tidak terlihat takut melihat begitu banyak binatang air yang besarnya melebihi binatang darat.


Excel hanya mengeleng-gelengkan kepala melihat antusias mereka melihat bahaya didepan mata mereka, hal seperti ini yang diharapkannya, tidak takut saat melawan bahaya, tidak mundur meski lawan kuat.


Booommm


Ledakan pertama saat ikan yang mirip ikan paus melompat dan ingin memangsa ribuan orang yang sedang berada dijalan penghubung yang menghempaskan ikan itu hingga terpental, dan melihat adanya kesempatan nelayan handal mengunakan kapal tongkang segera menghampirinya dan ternyata Kakek Jiang dan Paman Xue Cing yang memimpin kapal tongkang itu.


"Hahaha, panen pertama kita" Kakek Jiang dengan semua semangat menancapkan tombak pemburu ikan yang sudah ada tersedia dikapal tongkang.


"Hahaha, ayo mana lagi" Paman Xue Cing terlihat senang mendapatkan buruan pertama.


"Awas ada ribuan ikan terbang" peringatan seseorang yang melihat ikan melompat dari air dan melayang sebentar dan masuk kedalam air dari arahnya ikan terbang itu mengarah kejalan penghubung.


Baaanngg


Craazzhh


"Aku dapat satu...hahaha"


Jleeeeb


"Panahku juga dapat"


Jleeebb


Jleeebb


"Mereka begitu senangnya" kata Excel yang melayang dilangit dan mengawasi keadaan semua orang dan juga ikut berjaga, dan didampingi Shu Peijing dan Yang Ruolan dua Ratu yang kecantikannya bisa membuat Kekaisaran tunduk.


"Itu karena kamu, suami" Yang Ruolan menjawab Excel dengan bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar suaminya.


"Ini juga yang kamu harapkan, suami" Shu Peijing juga ikut berkomentar.


"Pasukan lihat, aku akan meledakan ikan-ikan imut ini" teriakan gadis kecil yang ingin memamerkan kekuatan kapal perangnya kepada anak buahnya.


Booommm


"Anakku jangan kamu ledakan ikan itu" orang tua Qiaofeng yang ikut dalam proses pembuatan Formasi protes saat anaknya meledakan ikan terbang.


Booommm


"Hahahaha, ibu lihat anakmu hebat, kan" balas Qiaofeng yang bangga bisa menunjukan kemampuannya kepada orang tuanya.


"Huuufff, anak nakal, awas aku jewer kamu nanti"


"Hahaha, mana bisa ibu jewer aku disaat aku bisa terbang" balas Qiaofeng yang dengan bangga membusungkan dadanya dan tidak takut ancaman ibunya, kedua orang tuanya hanya bisa cemberut melihat putrinya mampu melindungi diri sendiri dan sudah melampaui mereka saat usia 8 tahun.


"Hahaha, muridku sungguh hebat" kata Excel yang juga ketawa melihat muridnya mengejek orang tuanya.


Buuukkk


"Aduuuh, apa coba salahku" ucap Excel yang merasakan pukulan di pinggangnya yang ternyata kepalan tangan kecil Shu Peijing yang memukulnya.


"Huuff, ini masih murid bagaimana jika nanti anakku kamu ajarkan melawan ibunya?"


Buuukkk


"Aduuuh, apalagi coba!!" sekali lagi pinggangnya terpukul dan kali ini Yang Ruolan juga protes pada Excel.


Baanngg


Baanngg


Byuuurr


"Cepat ambil keburu tenggelam"


Serangan binatang buas penghuni lautan yang terkenal dengan nama lautan dalam terus berdatangan, serangan dari kiri dan kanan jalan penghubung tidak ada henti-hentinya.


Penduduk kota terus gembira setiap kali kapal perang menjatuhkan mereka dengan mudah tanpa meledakan badan binatang laut kecuali Qiaofeng yang tidak peduli jika binatang itu bisa menghasilkan sumberdaya bagi penduduk.


Baaanngg


Baaanngg


Ikan terbang terus menerjang mangsanya tanpa rasa takut tapi tiap prajurit dan penduduk dengan mudah membelah tubuh ikan terbang yang memiliki taring seperti ikan piranha dengan ukuran sebesar anjing normal.


"Hahaha, ini namanya panen besar"

__ADS_1


"Kita akan makan puas dan juga bisa kita jual"


"Ayah cepat ambil aku baru dapat dua" seorang anak kecil mengendong dua ekor ikan terbang


Zeplaaazz


Byuuuurrr


Byuuurr


Ikan terbang memiliki jumlah terbanyak di lautan dalam mampu berkembang biak dengan cepat, memiliki inti binatang yang mampu membantu setiap kultivator naik level Kultivasi dan dagingnya terkenal empuk dan gurih, karena itu penduduk kota dengan senang mengumpulkan ikan terbang tanpa takut tidak memperoleh bagian.


Craazzhh


Byuuurr


Nguuukkk


Suara resonansi ikan besar sangat terdengar jelas seperti memanggil kawanan-nya, gelombang air besar membasahi tubuh tiap orang, gulungan ombak semakin besar ketika binatang laut berdatangan.


"Hati-hati gelombangnya"


Excel yang mendengar teriakan orang membalikan badan dan melihat gelombang besar setinggi gedung 10 tingkat bergulung-gulung dengan kecepatan tinggi, dengan mengibaskan tangan kanannya Excel dengan mudah menghentikan gelombang tsunami yang dibuat gerombolan binatang laut.


Blaaaarrrr


Byuuuurrr


Byuuuurrr


Byuuuurrr


Segera Xue Cing dan Kakek Jiang mengerakan kapalnya memburu ikan seukuran ikan paus yang mengambang akibat gelombang energi yang Excel keluarkan.


"Hahaha, ayo semua cepat kita ambil"


"Ini panen raya, Nak"


Jalan penghubung yang terkenal ganas kini menjadi tempat yang ramai, tiap penduduk dan wisatawan tidak tinggal diam, didalam kota terlihat sepi hanya penjaga gerbang dan dinding kota yang masih aktif bertugas menjaga kota.


"Tidak rugi sama sekali aku berpiknik dikota Phoniex"


"Iya, aku juga sudah merekamnya"


"Ayo kita juga ikutan mendapat bagian perburuan ini"


Byuuurr


Byuuurr


Baaanngg


Baaanngg


"Suami apa bayangan besar itu" Shu Peijing melihat bayangan besar didalam laut karena penasaran bertanya pada suaminya.


"Iya aku juga melihatnya, seperti memiliki banyak tangan" Yang Ruolan juga melihatnya bayangan besar itu.


"Hehehe, itu hanya binatang kecil jangan takut" kata Excel yang terkekeh saat mengetahui jenis binatang apa yang memiliki bayangan besar, dengan meluncur kedalam laut tanpa bisa diikuti kecepatannya dengan mata biasa.


Byuuuurrr


Booommm


Booommm


Booommm


"Ledakan dari dalam laut, binatang apa lagi sekarang"


"Aku hanya lihat pemimpin kota masuk kedalam laut"


"Apaa, apa benar pemimpin kota masuk?"


"Lihat bayangan raksasa itu didalam?"


Ledakan besar dan terus menerus ketika Excel memasuki lautan dan bertarung dengan gurita raksasa yang ukurannya hampir separoh ukuran kota Phoniex.


Booommm


Splaazz


Booommm


Tiap tentakel memburu Excel dan ingin menyedotnya, racun hitam keluar dari lubang tentakelnya, sayang sekali Excel menjadi lawannya hingga Racunnya tidak berguna.


"Ayo, cumi-cumi apa hanya segini saja" suara Excel yang kegirangan dengan mainan barunya, gurita yang merasa direndahkan tidak terima dibilang cumi-cumi.


"Bocah mati kamu" balas gurita yang sudah sangat marah karena selain hinaan musuhnya selalu memotong tiap tangannya.


"Hahaha, kamu bisa bicara? sayang sekali kamu akan menjadi makan lezat cumi-cumi krispi...hahaha" kata Excel yang sudah terlihat lapar saat membayangkan makanan lezat.


Booommm


Splaazz


Booommm


"Bajingan mati kamu, aku bukan cumi-cumi"


Booommm


Splaazz


Zlaaapp


Booommm


"Akkhhhh"


"Apa sih yang dilawan suami kita" tanya Shu Peijing yang tidak bisa melihat didasar laut saat Excel bertarung.


"Aku tidak tahu, tapi kalau mendengar pembicaraan mereka seperti lawan suami kita hanya cumi-cumi kecil" jawab Yang Ruolan yang juga melihat terus didalam laut yang kini telah berubah menjadi pusara besar karena pertarungan mereka berdua.


Zlaaapp


Booommm


Splaaaazzz


Baaanngg

__ADS_1


"Hahaha, cumi-cumi cantik terimalah pengorbananmu"


Booommm


Akkhhhh


Byuuuuuurrrr


"Ya Dewaaaa"


"Itu gurita raksasa"


"Haaa, itu dia itu gurita yang mangsa kakakku"


"Itu penguasa lautan dalam"


"Hahaha...pemimpin kota memang hebat"


Teriakan terakhir gurita raksasa adalah akhir dari hidupnya saat Excel menghancurkan jantungnya dengan tinju andalannya, setelah gurita itu mati Excel mengangkatnya dari dasar laut, terlihat badan gurita yang memiliki banyak tentakel hingga menutupi Excel yang berada dibawahnya.


Setelah gelombang besar dan muncul gurita yang diangkat Excel, terlihat pakaiannya bagian atas sudah robek dan terlihat dada bidang dan perut sixpack hingga banyak wanita mulai berfantasi dan pria iri dengan body Excel yang indah.


"Suami, awas banyak mata melihatmu" teriakan Shu Peijing yang cemburu tubuh suaminya jadi tontonan banyak orang, buru-buru menutupi dengan pakaiannya.


"Aduh, suami kamu terlalu ceroboh. Lihat tubuhmu jadi tontonan" segera semua isterinya menutupi tubuh suaminya dari pandangan semua orang, sudah tidak peduli dengan gurita raksasa yang diangkat keatas dengan kedua tangan.


Tanpa sadar Shu Peijing memakaikan pakaiannya pada Excel, Excel hanya tersenyum bahagia melihat semua istrinya melindunginya.


"Bisakah kalian minggir sebentar, aku sedang mengangkat gurita raksasa, loh" kata Excel yang membuat semua wanitanya memberikan jalan dan melihat betapa besar gurita yang dibawa suaminya tanpa memperhatikan pakaian yang sudah dipakai suaminya.


Dhuuuuum


Dengan melemparkan gurita besar dipinggir pantai suara dentuman benda besar menghantam tanah, seketika semua orang mengalihkan padangannya kepada pemimpin kota.


"Whahahaha"


"Hahahaha"


"Whahaha"


Semua orang seketika tertawa terbahak-bahak melihat pakaian wanita yang dikenakan Excel yang terlihat sangat cantik sekali, hingga semua wanita dan semua orang dibawah terpingkal-pingkal melihat pemimpin mereka.


"Oppss, whahaha. Paman kamu sangat cantik" Qiaofeng sudah tidak tahan menahan ketawa saat melihat pamannya yang terlihat konyol. Memang Excel lupa tidak memakai jubah MahaDewa-nya karena terlalu malas melepaskan pakaian dan memakainya lagi saat Berkultivasi ganda dengan semua istrinya hingga dia hanya memakai pakaian biasa.


"Kenapa kalian ketawa? Memangnya apa yang lucu?" tanya Excel yang kebingungan melihat mereka semua yang menertawakan dia.


"Suami, ma-maaf aku salah memakaikan pakaiannya" kata Shu Peijing yang ingin ketawa tapi dia tahan karena dia suaminya menjadi bahan tertawaan semua orang.


"Shu Peijiiiinng, aku akan menghukum-mu 10 kali lipat" teriakan Excel karena malu yang melihat pakaian wanita sudah dia kenakan.


"Am-ampun suami aku terlalu panik" teriakan Shu Peijing yang kabur menuju kapal BESD1 dan Excel pun mengejarnya layaknya pasangan yang sedang kejar-kejaran.


"Whahaha"


"Hahaha"


Sejak pertarungan Excel dengan gurita raksasa mengakhiri serangan binatang laut yang ganas dan semua orang mendapatkan panen yang melimpah, semua orang kembali melanjutkan pekerjaannya memasang batu Formasi sesuai arahan dari Xue Tong.


Setiap pasukan selalu berkeliling menjaga pekerja dari serangan binatang laut yang masih ada walau tidak se-extream saat serangan yang lalu, hanya ada dua atau tiga serangan dari binatang laut, hingga pekerjaan selesai didepan jalan benua tengah pada sore harinya, mereka kemudian memotong gurita yang sudah pemimpin kota lemparkan di pinggir pantai benua tengah, dan rencana untuk pesta nanti malam saat pemimpin-nya mengaktifkan formasinya.


Excel sudah menangkap pelaku yang pemakaikan pakaian wanita padanya hingga sesuai perkataannya menghukum 10 kali lebih banyak didalam kamar pribadinya di kapal BESD1.


"Aaaah, am-ampun suami" kata Shu Peijing yang sudah dihajar tongkat naga suaminya tanpa henti selama 3 jam ini, saat pingsan Excel selalu memulihkan kondisinya dan menghukumnya lagi hingga pingsan lagi.


"Hahaha, ini baru 9 kali tinggal 1 kali lagi...hahaha"


"oohh, a-aku ke-keluar lagiiii" walaupun sesi hukuman Shu Peijing terlihat sangat bahagia mendapatkan jadwal extra plus plus dari suaminya walaupun dia meminta ampun terus menerus.


"Hahaha, baiklah terima ledakan air Surgawi... Aaaaaaaaahh" teriakan puas Excel mengakhiri sesi hukuman untuk pelaku ini yang tidak lain Ratu dari Kekaisaran Zhou.


"Haahaa, akhirnya selesai juga" kata Shu Peijing dengan nafas terengah-engah walaupun sudah kelelahan dan akan pingsan dia terlihat sangat bahagia.


Melihat Shu Peijing akan pingsan Excel segera memulihkan kondisi mentalnya agar bisa kembali dalam kondisi tubuh yang fit.


"Terima kasih" kata Shu Peijing dengan senyum menggodanya saat tubuhnya telah segar kembali.


"Hehehe, masih ingin tambahan hukumannya?" tanya Excel dengan terkekeh melihat mata Shu Peijing yang berkedip-kedip.


"Ti-tidak tidak suami, ingat kamu masih ada pekerjaan" bujuk Shu Peijing agar Excel tidak menghukumnya lagi karena godaan dia.


"Hahaha, ayo segera kita mandi dan kembali menemui mereka, saat ini mereka sudah selesai dan menungguku untuk mengaktifkan formasinya." kata Excel dengan mengendong Shu Peijing menuju kamar mandi.


Malam hari baru saja tiba saat siang hari mengakhiri pekerjaannya, semua pria mengumpulkan Batang kayu untuk dijadikan api unggun, setiap wanita mengolah gurita yang akan dijadikan menu utama pesta awal pembangunan Kekaisaran Agung.


Excel berjalan dengan Shu Peijing, terlihat Shu Peijing hanya menunduk kepalanya karena malu, malu akan kecerobohan-nya Excel yang melihat hanya tersenyum saja walau dia juga malu, tapi bukan namanya Excel yang bermuka tembok jika malu dilihat orang.


"Pemimpin" komandan Ceng Fu yang selalu sigap saat pemimpin-nya datang, sudah dari tadi dia menunggu Excel didepan jalan penghubung menuju kota Phoniex.


"Ceng Fu" sapa Excel sebagai balasannya.


"Suami, hukuman apa yang membuat kakak Shu Peijing terlihat berseri-seri" kata Xue Long pada suaminya yang melihat Shu Peijing yang masih menunduk seperti gadis remaja yang baru jatuh cinta.


"Hahaha, aku baru saja menyelesaikan 10 kali hukuman" jawab Excel dengan ketawa karena dia puas bisa menghukum Shu Peijing dengan keras dan tanpa ampun, Xue Long yang ingin tahu resepnya segera menarik tangan Shu Peijing dan membawanya untuk diinterogasi, Shu Peijing tanpa menolak saat ditarik dan berkumpul dengan pasukan Phoniex dan semua bertanya-tanya apa yang membuatnya mampu bertahan hingga 10 kali hukuman dari suaminya.


"Menantuku, kamu terlalu kejam pada istri-istrimu...hahaha" ayah Xue yang juga datang menghampiri Excel bersama-sama anggotanya. Seharian bekerja juga mendapat untung melimpah tidak membuat mereka terlihat lelah bahkan masing menanti apa yang akan dilakukan pemimpin kota Phoniex.


"Hahaha, biarkan saja ayah, itu memang layak untuk semua istriku yang tidak mematuhiku apalagi memper-malukan-ku...hahaha" kata Excel yang dengan bangga bisa menaklukkan semua wanitanya.


"Ckckck, guru kamu terlalu sadis pada Ratu Kekaisaran...hahaha" Paman Ling Ba juga ikutan berkomentar saat melihat Shu Peijing menjadi seperti gadis cilik yang baru merasakan yang namanya jatuh cinta


"Hahaha, biar dia kapok." jawab Excel yang senang bisa menundukkan Ratu Kekaisaran yang menjadi lugu saat ini.


"Baiklah aku akan mengaktifkan jalur penghubung ini" dengan membalikan badan kearah kota Phoniex, Excel mengangkat kedua tangannya dan membuat garis dari atas kebawah, lalu saat garis yang dibuat dengan energi Qi Semesta, terlihat garis itu mulai berkedip-kedip terang hingga semua orang langsung mengalihkan padangannya pada pemimpin kota.


"Lihat pahlawan muda akan memulainya"


"Ayo, ayo kita lihat"


"Cepat, cepat rekam jangan sampai terlewatkan."


"Paman, jangan keburu dulu, aku ingin melihat dengan pasukanku" Qiaofeng berteriak karena tidak ingin ketinggalan momen yang membuatnya bangga.


"Ayo kesana suami kita mau buat kejutan lagi"


Malam hari yang gelap hanya diterangi api unggun dan batu pencahayaan yang bisa membuat mata bisa dengan jelas melihat sesuatu pada malam yang gelap.


"Dengan ini aku namakan jalan penghubung antara kota Phoniex dan Kekaisaran Yang Agung, dengan nama 'jalan Surgawi' " setelah Excel meresmikan pembukaan jalan penghubung dengan nama baru Jalan Surgawi.


Tap tap tap


Bhuuuzzzhh

__ADS_1


Bhuuuzzzhh


Dengan hentakan kaki sebanyak tiga kali, terlihat cahaya berkedip-kedip yang semakin terang, saat cahaya dibatu formasi yang sudah ditanam dibawah tanah mulai aktif.


__ADS_2