Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 52 Bandit


__ADS_3

Chapter 52 *Bandit Pedang darah*


Wuuuuussshh


"Aaaah, dimana ini" teriak Ai Hua yang terkejut sudah berpindah tempat dan dia lupa masih dipeluk oleh Excel.


"Kita sudah dibenua Selatan, masa kamu lupa dimana ini?" jawab Excel yang melihat kebingungan Ai Hua.


"T-tuan muda maafkan saya" balas Ai Hua yang malu saat Excel masih memeluk pinggangnya, dia juga senang bisa dekat dengan Excel.


"Tidak perlu minta maaf, ke arah mana desamu?" tanya Excel sekali lagi karena Ai Hua salah tingkah dan bingung dan Excel pun memahaminya, siapa saja juga akan bingung yang tiba-tiba perpindahan tempat, apalagi Ai Hua masih dipeluk pria tampan idola banyak orang.


"Ke arah timur, Tuan muda. Dari sini hanya 3 kilometer lagi" sebagai pelayan yang sudah terlatih Ai Hua dengan cepat beradaptasi.


"Oke, kita jalan saja sambil menikmati pandangan ini" jawab Excel yang sudah melepaskan tangannya dari pinggang Ai Hua, ada keengganan di wajah Ai Hua saat tangan Excel lepas dari pinggangnya.


Kemudian mereka berjalan dengan santai, hutan yang dilewati tidak terlalu lebat masih ada jalan setapak yang sering dilewati manusia biasa.


Bisa dilihat jika wilayah benua Venus sangat luas, banyak desa-desa yang kurang diperhatikan karena jarak ke kota sangat jauh. Sudah menjadi hal biasa jika banyak bandit yang merajalela di wilayah terpinggir yang susah di jangkau prajurit kota.


"Ai Hua, apa banyak bandit disekitar sini" tanya Excel yang ingin memecahkan keheningan saat berjalan berdua, sebenarnya Excel bisa dengan mudah menemukan markas bandit.


"Banyak Tuan muda, hampir tiap Minggu mereka datang ke desa meminta jatah"


"Lalu bagaimana caramu bisa sampai di kota Phoniex"


"Dulu saat kamar dagang datang ke desa untuk membeli tanaman obat, dan saya diajak untuk bekerja di Paviliun Bunga Mentari di pusat"


"Pantas saja kamu bisa aman dari bandit."


"Sepertinya ada bandit didesa Jiang" saat berbicara Excel menyebarkan kesadarannya dan melihat gerombolan bandit sedang membentak seorang Kakek tua.


"Mana jatah kami, cepat berikan" bentak seorang bandit yang meminta upeti pada Kakek tua yang sudah terbaring ditanah, salah satu kaki bandit menginjak punggung Kakek tua itu.


"T-tuan kami dalam berberapa hari ini tidak berhasil menangkap ikan"


"Banyak alasan, jika tidak kamu beri akan ku bu...."


Baaammnn


Bruuukkk


"Aaaah"


"Siapa yang akan kamu bunuh"


"Hai...! siapa kamu ? jangan ikut campur" teriak teman bandit itu yang sudah pingsan, saat Excel memukul perut bandit yang menginjak Kakek tua itu.


"Kenapa jika aku ikut campur"


"Kamu pasti belum tahu siapa kami, kami dari pedang darah penguasa wilayah ini, jika kamu tidak ingin mati segera pergi" jawab si bandit yang sebenarnya takut saat Excel tiba-tiba memukul temannya tanpa dia tahu, padahal dia berada di samping temannya, karena itu dia mengenalkan kelompoknya agar Excel takut padanya.


"Aku tidak peduli siapa kamu, justru yang mati adalah kamu..."


Swiiingg


Swiiingg


Swiiingg


Bluukk


Bluukk


Bluukk


Tanpa banyak bicara lagi Excel langsung memenggal kepala semua bandit yang berada didesa Jiang, ada 20 bandit saat ini dan sudah terpenggal semua tanpa mereka tahu siapa pelakunya.


Huueek


Hueeeek


Penduduk desa yang melihat banyak yang sudah muntah-muntah tidak kuat saat kepala bandit berjatuhan dan darah muncrat dari badan bandit.


"T-t-tuan, bahaya. Cepat pergi dari sini, mereka akan datang membalas dendam, cepat Tuan pergi dari sini" ucapan kepala desa yang ketakutan saat Excel telah membunuh semua bandit di desanya, dia tahu jika bandit akan membalas dendam pada pria muda yang membantu dia.


"Kakek jangan kuatir, aku tidak takut pada mereka" jawaban Excel yang santai tanpa ada rasa takut sama sekali.


"Iya, kepala desa. Justru Tuan muda akan membantu kita" kata Ai Hua yang menenangkan kepala desa Jiang, Kakek tua itu tidak sadar jika Ai Hua ada disebelah dia.


"H-hua'er, kenapa kamu ada disini dan siapa anak muda ini" tanya kepala desa pada Ai Hua.


"Kepala desa, Tuan muda Excel adalah penguasa zona bebas, dan saya kesini untuk membawa penduduk desa Jiang dan menetap di kota milik tuan muda Excel." jawaban Ai Hua yang mengejutkan kepala desa Jiang, karena selama ini desa Jiang sudah lama tidak ada yang berkunjung atau memperhatikannya, Hanya dari kamar dagang yang sering datang untuk membeli tanaman obat dan sumberdaya sungai.


(Jiang-sungai)(Chang-bebas)


"Ai Hua, kamu atur semua penduduk dan persiapan mereka yang mau ikut denganku jika ada yang mau. Aku akan musnahkan semua bandit yang berada disini" kata Excel pada Ai Hua, Excel sudah tidak sabar ingin berolahraga, tubuhnya sudah kaku semua dan ingin digerakan.


"Baik, Tuan Muda. Serahkan pada saya"


Cup


wuuuuussshh


Ai Hua langsung membeku ditempat saat Excel tiba-tiba mencium pipinya, seumuran hidupnya dia tidak pernah disentuh pria manapun.


Penampilan Ai Hua sebenarnya menarik mata pria, dengan usia 24 tahun dan tinggi 170 cm, rambut hitam sebahu, kulit putih yang halus, bola mata coklat, tubuh langsing mengoda, ukuran C-cup, walau tidak dibilang berbakat dengan tingkat Transformasi Qi tahap 5 tapi cukup bagus dari desa kecil seperti desa Jiang.


wuuuuussshh


Excel kini sudah berada diatas markas bandit pedang darah, Excel melihat para bandit yang baru tiba dengan membawa banyak gerobak, ada berberapa gerobak terisi banyak anak-anak, pria muda dan wanita muda.


"Mereka pasti akan dijual sebagai budak. Haaheem...apakah aku mampu menyelamatkan mereka yang tertindas diseluruh alam semesta ini, dan kenapa Yuna hanya diam saja." batin Excel melihat ketidakadilan didunia ini, dia ingin menyelamatkan semua mahluk hidup yang tertindas.


[Tuan Felix, ini adalah siklus kehidupan, ekosistem alami. Jika Tuan ingin menyelamatkan alam semesta ini, Yuke akan selalu membantu Tuan]


"Kamu benar, Yuke. Terima kasih kamu selalu menemani ku...ha-ha-ha" jawab Excel setelah mendengar Yuke mengingatnya dan Excel juga kembali bersemangat.


Apa yang dikatakan Yuke itu benar, siklus alam akan selalu berputar, tanpa adanya ekosistem alami maka akan ada kesenjangan yang tidak stabil, siklus ini dikenal dengan rantai makanan.


"Yuke apakah ada kapal transportasi yang menampung banyak orang selain miliki ku yang sekarang?" tanya Excel pada Yuke, Excel ingin membeli lagi kapal yang lebih besar yang mampu menampung banyak orang.

__ADS_1


[Ada, Tuan Felix.]


"Jelaskan Yuke, saat aku melihat menu shop begitu banyak membuat ku pusing" Excel sudah melihat di menu shop, banyak pilihan yang membuatnya bingung harus pilih yang mana.


[Ding! Kapal angkasa penghancur galaksi.


Spesifikasi:


-Panjang 70.000 meter


-Lebar 35.000 meter


-Tinggi 17.500 meter


-Kapasitas 2.5 juta orang.


-Dilengkapi dengan senjata otomatis penghancur kapal.


-Mampu menahan serangan tingkat MahaDewa.


-Harga 150e17


-Lihat diskripsi.


Pembelian sukses. Tersimpan di inventory. Ding selesai]


Setelah mendengar penjelasan dan membaca diskripsi kapal barunya, seketika Excel diam mematung, tidak pernah dia berfantasi memiliki harta seperti ini.


Kapal angkasa penghancur galaksi sesuai namanya sangat mengerikan, melihat senjatanya yang ribuan meriam, pusat komando yang tinggi menjulang keatas dan bebas melihat kedepan, tombol pengontrol dengan layar berhologram, dan deknya mampu menampung 10 kapal berukuran 500 meter.


Didalamnya berbagai fasilitas, pertambangan batu mistik, ruang produksi pangan, pusat pelatihan, ruang pertemuan, ruang penampungan 1000 kapal.


"Yuke kapal ini sungguh luar biasa, walau harga triliunan aku tidak tahu harus berkata apa...whahahaha. Untung saja point tukar ku tidak terbatas...whahaha" memang benar jika kapal angkasa milik Excel sekarang sungguh di luar nalar manusia normal, jika didunia atas bisa menjadi rebutan antar Dewa bahkan antar Semesta, dengan harga yang diluar nalar sudah pantas dan layak untuk dibeli.


"Heiii siapa kamu, turun dan minta ampun" terdengar suara teriakan marah dari bawah saat Excel tertawa bahagia, Excel lupa karena terlalu senangnya saat dia berada di sarang bandit.


Mendengar ada yang menghentikan kegembiraannya, kembali Excel fokus untuk memusnakan bandit pedang merah yang berada dibawahnya.


Swiiingg


Swiiingg


Swiiingg


Bluukk


Bluukk


Tanpa menjawab bandit yang berteriak untuk meminta Excel turun, dalam sekejap Excel memenggal semua bandit yang berada tempat dibawah kakinya, banyak kepala menggelinding seperti bola.


Semua budak ketakutan setengah mati dan takut mengeluarkan suara, bahkan ada yang sudah pingsan seperti anak-anak dan wanita, para budak semua takut jika mereka juga akan dibunuh Excel.


"Jangan takut, aku akan membebaskan kalian dari bandit yang menjijikkan ini" kata Excel pada mereka semua yang melihat dia seperti malaikat pencabut nyawa. Dengan segera Excel membersihkan area dimana bandit mati dan membakar semua mayat bandit.


Semua bandit yang berada diluar goa tidak ada yang hidup, pemimpin bandit yang berada dibawah goa merasa heran, kenapa suara bising dan teriakan bawahan tadi terdengar kini menghilang.


"Cepat cari tahu ada apa diluar" perintah pimpinan bandit pada bawahannya.


Namun, lagi-lagi tidak ada suara atau teriakan dari orangnya yang dia perintah untuk memeriksa kondisi luar goa.


Karena penasaran pemimpin bandit menyuruh orangnya lagi untuk melihat apa yang sudah terjadi diluar goa.


"Kalian berlima cari tahu apa yang terjadi diluar dan segera laporkan"


"Oke, boss" sekali lagi bawahannya lima orang berlari menuju pintu masuk goa. Setelah menunggu lama dan tidak ada suara pertarungan atau teriakan, segera pemimpin bandit mengajak semua pasukannya keluar dari dalam goa.


"100 orang, semuanya ikuti aku. Sialan, siapa juga yang cari mati di markas ku" setelah meraka berkumpul dan pergi menyusul rekannya yang tidak melapor apa yang terjadi diluar goa.


Saat mereka tiba di luar goa, suasana hening dan bau darah terasa di hidung mereka, dan yang anehnya lagi tidak ada mayat atau darah ditanah.


Pemimpin bandit dan pasukannya melihat disekelilingnya, dan mereka hanya melihat seorang pria muda berbaju hitam dengan rambut panjang sepinggang, kulit putih dan tampan diluar nalar dengan senyum ramah tanpa dosa.


"Heiiii, siapa kamu dan dimana anak buahku?" tanya pemimpin dengan membentak pria itu yang tampak polos dan sepertinya tidak pernah membunuh orang, bahkan terlihat lemah tanpa Kultivasi.


"A-ampuun pak, aku tadi tersesat di hutan dan tiba-tiba aku sudah ada disini" jawab pria itu yang tadinya masih tersenyum kini menjadi takut karena dibentak.


"Ha-ha-ha... Nak, kamu ikuti aku saja, aku yakin kamu akan menghasilkan uang yang banyak, dan kamu akan kaya raya." ucapan pemimpin bandit yang menawarkan kekayaan pada pria itu, sejujurnya pemimpin bandit ingin menjual Excel dipelelangan, jika dilelang dia akan mendapatkan untung yang besar, apalagi dengan wajah tampan diluar nalar pasti akan banyak wanita kaya yang kesepian membelinya.


"Tidak pak, aku takut kamu akan mendapat masalah" jawab pria itu yang takut jika pemimpin itu mendapatkan masalah jika membawa dia.


"Ha-ha-ha, masalah? Aku bos di wilayah ini siapa yang berani dengan ku. Jangan kuatir anak muda aku akan melindungmu dan aku akan beri kamu uang yang banyak...ha-ha-ha" pemimpin yang dengan bangga dan menepuk-nepuk dadanya seakan-akan dia tidak takut pada siapapun dan bahkan menawari pria muda itu dengan uang.


"Apa kamu yakin, pak?"


"Ha-ha-ha, aku sangat yakin, siapa yang tidak tahu dengan pedang darah."


"Baiklah pak jika kamu memaksanya" jawab pria itu yang kini dengan senyuman indah


"Ha-ha-ha, bagus, bagus Anak muda kamu sangat cerdas" jawab pemimpin itu yang sangat senang akhirnya bisa membujuk pria bodoh didepannya.


Namun...


Swiiingg


Swiiingg


Bluukk


Bluukk


Booommm


Blaaaarrrr


Aaaahh


Aaaaahhh


Booommm


Hanya dengan mengangkat tangan kedepan dan merentangkan jari-jarinya, dalam sekejap sinar putih keluar dari kelima jari pria itu dan meledakkan mereka semua kecuali pemimpin bandit itu dan hanya beberapa bandit yang tersisa dari 100 bandit.

__ADS_1


"Sial, sial, bajingan beraninya kamu membunuh anak buahku, cepat panggil semua orang dan bala bantuan" teriakan kemarahan pemimpin bandit yang melihat anak buahnya mati dengan muda, dan memberi perintah untuk memanggil bala bantuan.


Priiiiiittttt


Priiiiiittttt


Dalam sekejap mereka semua berdatangan setelah mendengar Pluit marabahaya yang meminta bantuan mereka, tanpa banyak pertanyaan semua bantuan sudah mengepung pria itu.


"Ha-ha-ha, lihat dengan kedua matamu, kamu pikir aku takut dengan bocah nakal yang tidak tahu diuntung. Dengan ribuan pasukanku kamu dengan mudah menjadi daging cincang... Ha-ha-ha" dengan bangga pemimpin bandit memamerkan kekuatannya dan sekaligus penguasa wilayah ini.


"Dan aku juga tidak perduli dengan semua anak buahmu atau apalah namanya. Hari ini tidak akan ada lagi yang namanya pedang darah." kata pria itu yang acuh-tak-acuh dan terlihat diwajahnya telah berubah menjadi malaikat maut.


Ya, siapa lagi pria itu jika bukan Excel si maniak ****, eeh maksud saya maniak pertempuran, dengan senyum khasnya pembawa bencana pada wanita, sayangnya lawannya tidak ada yang maniak belanja.


"Bangsat ini, semuanya hancurkan dia dan jangan beri dia nafas untuk bergerak" perintah pemimpin bandit yang mendengar Excel yang berani meremehkannya dan ingin memusnakan pedang darah miliknya.


"Baik, bos..ha-ha-ha"


"Serbuuuu..."


Booommm


Blaaaarrrr


Traangg


Booommm


"Aaaaahhh..."


Claaanng


Traangg


Booommm


Jleeebb


Aaaahh


Dengan segera ledakan terdengar di markas bandit pedang darah, ledakan demi ledakan terdengar hingga radius satu kilometer, tiap tangkisan pedang selalu disusul ledakan.


Booommm


Traang


Claaanng


Blaaaarrrr


Excel yang dengan lincah bergerak ke kanan dan kekiri menghindar serangan musuh, tangan kanan memegang pedang dan tangan kiri meledakan tubuh musuh.


"Ha-ha-ha, ayo serang aku...ha-ha-ha" teriakan semangat mengema di markas bandit saat Excel membantai mereka untuk meregangkan otot-ototnya.


Booomm


Sliinng


Bluukk


Booomm


"Pria tampan itu sangat kuat" ucapan salah satu wanita yang kini berada diatas kapal angkasa milik Excel, kapal angkasa itu melayang dilangit, karena itu wanita itu aman dengan semua orang yang Excel selamatkan dan bisa melihat aksi excel yang berada dibawah.


"Paman yang kuat, aku ingin seperti Paman" kata anak kecil yang tadi pingsan saat Excel memenggal kepala bandit.


"Aku senang jika menjadi budaknya"


"Aku juga dengan senang hati melayaninya'


Booommm


Baaammnn


Baannngg


Selama satu jam Excel membantai mereka hingga tidak ada yang hidup lagi, hanya menyisakan pemimpin bandit yang gemetaran saat melihat malaikat pencabut nyawa beraksi.


"Ha-ha-ha, sungguh mengasikan berolahraga, sekarang giliranmu, pak." ucapan Excel yang membuat pemimpin bandit semakin ketakutan, dia sudah mengompol terlihat jelas di celananya yang basah.


"Am-ampun senior ampuni aku" jawab pemimpin itu yang sudah sujud ditanah meminta ampun, dia benar-benar takut dan tidak pernah melihat pembantaian sepihak yang dilakukan Excel.


Dalam merampok dan menjarah mereka biasanya hanya membunuh tidak lebih dari lima ratusan orang, sedangkan Excel membunuh anggota pedang darah yang mencapai lima ribu orang.


"Katamu, aku akan kamu ajak dan memberikan banyak uang dan kekayaan, kenapa kamu malah minta ampun, pak. Apa kurang aku melayanimu dengan menghilangkan pesaingku" jawab Excel dengan wajah polos dan cemberut, seakan-akan dia teraniaya


"Kapan kamu melayani ku, bukannya kamu malah membunuh anak buahku semua, jangan bilang kamu melayaniku, justru kamu menghancurkan hatiku yang susah payah aku bangun pedang darah... Aaaahh sudahlah..." batin pemimpin yang mendengar Excel berbicara dengan bibir berkedut-kedut walau masih bersujud.


"Ampun senior, biarkan aku pergi aku tidak mau mati, aku masih memiliki lima anak yang masih kecil, senior" jawab pemimpin yang berbohong jika dia memiliki anak, agar Excel kasihan padanya.


"Aahh, baiklah. Kamu bisa pergi. Aku tidak tega membunuh, apalagi membunuh lebah betina" balas Excel dengan wajah polos tanpa dosa sejak dalam kandungan.


"Terima kasih senior terima kasih atas kebaikan hati, Senior" ucapan pemimpin bandit yang merasa bahagia saat dia membentur dahinya ditanah dengan sujud, akhirnya dia berhasil membodohi pria didepannya ini.


"Cepat kamu pergi, sebelum aku kehilangan kepolosanku" perintah Excel pada pemimpin bandit untuk segera pergi, takut jika dia kehilangan keperjakaannya.


"Ba-baik, senior" dengan dia selesai berucap, buru-buru dia akan berlari dengan kekuatan penuh. Tapi....


"Serahkan dulu semua hartamu, sebagai kompensasi telah menodai mataku?" ucapan Excel yang seketika membuat pemimpin bandit itu membeku kaku tidak bergerak, seolah-olah telah tertimbun gunung yang botak.


"Wahahaha"


Semua orang yang berada di kapal angkasa menjadi ketawa terbahak-bahak, mendengar obrolan dermawannya dan bandit itu.


"Whahaha... Suami kamu keterlaluan"


"Paman, kapan mata Paman ternoda" jawab Qiaofeng yang mulai dari awal melihat aksi Excel dengan semangat ingin ikut bertarung.


"Ha-ha-ha... Aduuuh...! suamiku kamu bisa saja buat kami ketawa..."


Semua wanita Excel tak terkecuali tertawa hingga membuat perut mereka kesakitan menahan tawa, bahkan Qiaofeng yang tidak tahu apa-apa arti perkataan Excel juga ikut ketawa.

__ADS_1


__ADS_2