
Chapter 219 Peti pendeteksi.
Penduduk benua biru yang menjadi penonton menjadi geram melihat tindakan dari istana surgawi yang merubah aturan yang sudah dibuat secara benar dan adil.
Yu Guan tidak menyangkah melihat ekspresi dari penduduk benua biru yang menjadi benci ketika aturan telah dirubah dengan sistem challenge, dia semakin curiga dengan sikap dari leluhur suci yang tampak aneh, tetapi dia hanya bisa menahan dirinya karena tidak bisa berbuat apa-apa.
Kemudian Yuke memberikan kertas informasi kepada Ceng Fu untuk diberikan kepada ayah Xiao Jiao yang sedang mengatur ulang batu prestasi yang dulunya menggunakan aturan lama.
Waktu 1 dupa akhirnya selesai, Xiao Yan sebagai pemandu acara kembali muncul tiba-tiba di platfrom tengah, kemunculannya membuat penonton bersorak-sorai yang sudah tidak sabar menunggu pertandingan dimulai.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu karena adanya perubahan aturan di turnament kali ini.
Aku langsung saja mengumumkan larangan dalam pertandingan, seperti biasa dilarang membunuh, dilarang menggunakan segala racun pasif maupun aktif, jika lawan sudah menyerah atau keluar dari arena dilarang melukai, dilarang saling melecehkan,
aturan kali ini tidak membatasi usia, hanya yang bisa bertanding dibawah kekuatan Sang Void.
Jika salah satu aturan dilanggar maka peserta akan dikualifikasi secara tidak hormat dan segala prestasi akan dihapus.
Sistem pertandingan kali ini sangat sederhana, yaitu sistem challenge, siapa saja peserta yang berdiri terakhir ditengah arena adalah pemenangnya. Kali ini seluruh peserta berjumlah 500 orang dan nama-nama peserta telah terdaftar didalam batu prasasti yang akan selalu mencatat prestasi setiap peserta yang mampu mengalahkan lawannya....!" jelas Xiao Yan kepada semua peserta dan juga kepada semua penonton, semua penonton menjadi ramai dan bersorak-sorai karena turnament kali ini akan semakin mendebarkan.
"Turnament persahabatan antara istana surgawi dan benua biru, secara resmi di buka..." kata terakhir dari Xiao Yan atau Patriack Sekte Xiao membuat penonton bersorak-sorai.
Kali ini Xiao Yan sebagai pemandu acara tidak menyebutkan hadiahnya karena permintaan dari kedua belah pihak, hanya keluarga Excel yang tahu dan juga para pemimpin istana surgawi, tujuannya agar tidak membuat kekacauan semua orang yang berada benua biru jika tahu pertaruhan harga diri dan nasib benua biru yang menjadi rebutan.
"Xiu... Xiu..."
Blaaaarrrr
Blaaaarrrr
Kembang api segera meluncur keatas dan meledak dengan berbagai macam warna dan suara, setelah acara turnament dibuka, situasi menjadi ramai kegembiraan diseluruh wilayah benua biru, setiap orang yang tidak bisa memasuki colloseum hanya bisa melihat ditempat-tempat yang telah tersedia batu prasasti.
Setelah acara kembang api selesai, disusul penampilan penari wanita yang menampilkan tarian yang diiringi suara musik meriah dan tarian naga seperti tarian barongsai.
Dhong
Chaasss
"Eh... Ide siapa ini ?" kata Excel yang menjadi teringat ketika dia masih hidup dibumi, penampilan yang mirip barongsai membuat Excel tersenyum dan bernostalgia kembali dimasa lalunya.
"Hehehe... Siapa lagi jika bukan isterimu, Yuke." kata Yuna yang terkekeh melihat ekspresi suaminya yang terkejut sebentar, Yuke hanya diam dan tersenyum melihat suaminya puas dengan acara pembukaan turnament beladiri kali ini yang belum pernah terjadi.
"Hahaha... Bagus, bagus. Kenapa tidak sekalian mengundang DJ dosa itu..." kata Excel dengan ketawa karena menikmati tarian barongsai di tengah arena.
"Dj Soda, suami, bukan dosa... Hahaha."
Serempak Yuna dan Yuke meralat kesalahan suaminya dan tertawa bersama, sebenarnya Excel merupakan fans tersembunyi dari Dj soda.
Lalu Excel berdiri di depan tribun keluarga Kekaisaran dan melemparkan koin emas disaat penampilan barongsai, jumlah koin emas sangat banyak hingga hampir seperti hujan, aksi Excel menjadi semakin meriah dan para penari dan pemain barongsai semakin bersemangat.
Triiing
"Ayah, kenapa membuang koin emas dengan ceroboh ?" kata Jun Yu yang tidak tahu maksud ayahnya.
"Hehehe... Ini sudah tradisi, emas melambangkan kemakmuran dan naga melambangkan usia panjang umur." jawab Excel kepada Jun Yu, suaranya bisa didengar semua orang yang memang disengaja oleh Excel.
__ADS_1
"Horee..."
"Panjang umur Kekaisaran Agung."
Semua penduduk segera mengucapkan doa untuk penguasa alam dan bersuka cita saat Excel menyebarkan koin emas yang sangat banyak.
Suara koin emas berjatuhan sangat jelas terdengar, bahkan koin emas yang dilemparkan diseluruh colloseum, para penonton saling berebut koin emas, tetapi tidak ada yang berani mengambil koin emas yang dilempar ditengah arena.
Ketiga leluhur suci terlihat sangat tidak menyukai kemewahan yang ditampilkan di acara ini, apalagi penduduk benua biru selalu mengelu-elukan Kekaisaran Agung, tetapi berbeda dengan bawahannya yang sangat menyukai acara pembukaan turnament ini.
Yu Guan, Ahui Nan, Lu Lingqi, Yong Kai beserta yang lainnya menjadi kagum dan selalu bertepuk tangan melihat atraksi dari para penari dan para barongsai.
Dhang
Dhang
Kdungplak...
"Wow, Reok Ponorogo juga ada... Hahaha" lagi-lagi Excel ketawa melihat aktraksi baru yang juga dia kenali, kembali Excel melemparkan emas dan buah-buahan langka.
"Ayah. Kali ini apa lagi ?" tanya Jun Yu yang memang cerewet sejak kecil dan selalu bertanya jika dia tidak tahu.
"Hehehe... Emas kali ini melambangkan kekuatan dan buah melambangkan kesejahteraan rakyatnya." kata Excel yang sekali lagi suaranya mengema diseluruh wilayah Peri.
"Hiii... Apa dia tidak mati memakan pecahan piring dan batu giok." putri-putri Excel merasa ngeri melihat para pemain aktraksi yang memakan piring dengan menggunakan tiruan kuda.
"Hahaha... Itu namanya kuda lumping. Itu juga memiliki arti, sifat kuda berlari lurus kedepan yang artinya selalu fokus pada tujuannya. Penunggang itu memakan beling itu juga memiliki arti, artinya setiap orang harus menerima apapun hasil jerih payahnya tanpa harus iri, dengki kepada teman maupun orang lain, setiap kehidupan memiliki waktunya untuk menerima hasil yang melimpah."
"Ayah, kenapa orang yang menaiki kepala Reok Ponorogo itu dan menyambuk kuda itu ?"
"Hahaha... Itu juga memiliki makna, seorang pemimpin harus memotivasi terus setiap rakyat, naik diatas macan yang artinya adalah seorang pemimpin tidak boleh melupakan bawahan jika dia sudah berdiri dipuncak, tanpa bawahannya seorang pemimpin tidak mungkin bisa naik tanpa berpijak dibahu orang lain." jelas Excel dengan membelai rambut Jun Yu dan Jun Liqin, semua orang selain menikmati pertunjukan itu juga mendengarkan penjelasan penguasa alam, semua orang memang tidak mengerti jika setiap penampilan penari dan aktrasi memilik arti yang baik.
"Hahaha... Itu pertanyaan mudah, semua orang pasti sudah tahu. Jika memiliki seorang pemimpin yang tiran dan lupa akan kulit kacangnya, sudah dipastikan akan adanya pemberontakan, Penghianatan, kebencian dan rasa tidak hormat, apalagi seorang pemimpin yang suka menipu bawahannya dia hanya akan mempersingkat usianya." jawab Excel dengan ketawa dan perkataan-nya ternyata menyinggung ketiga leluhur suci, tetapi leluhur suci masih menahannya agar tujuannya tidak hancur disini.
Acara terus berlanjut selama 2 jam lebih, setelah acara pembukaan selesai karena segera dibersihkan oleh para penari barongsai dan para pemain Reok, mereka dengan gembira mengambil koin emas dan buah-buahan langka. Setelah selesai para penari dan pemain aktraksi membungkuk depan penguasa alam dan keluarga dan dilanjutkan kepada semua penonton, itu bentuk rasa terima kasih mereka telah diberikan pekerjaan yang akan digunakan disetiap acara dimasa depan, penampilan mereka mulai saat ini akan menjadi tradisi dibenua biru.
Kembali Xiao Yan muncul ditengah arena dengan wajah tersenyum, dia juga menikmati acara yang telah dirancang Ratu Yuke hingga memuaskan semua yang hadir disini.
"Kita semua pasti menikmati acara tadi. Kali ini acara utama yang sudah kita nantikan, siapkan taruhan kalian..."
Sekali lagi tepuk tangan terus-menerus bergemuruh, siulan dan sorak-sorai penonton semakin membuat turnament beladiri menjadi meriah.
"Silakan peserta pertama menuju arena utama..." perintah Xiao Yan kepada peserta pertama yang akan bertarung, segera salah satu peserta dari pihak istana surgawi terbang menuju di arena utama, dia sudah tidak perlu diperintahkan untuk maju oleh pemimpinnya, karena sejak awal sudah diatur sebelum mereka tiba dibenua biru.
"Salam" peserta pertama menangkupkan kedua tangannya kepada Xiao Yan.
"Peserta ini dari istana surgawi tingkat pertama, dia salah satu jenius dengan usia 800 tahun sudah berada ditingkat Dewa kuno tahap puncak, prestasi tidak perlu diragukan diusianya saat ini." Xiao Yan memperkenalkan peserta pertama kepada semua penonton, yang anehnya ekspresi wajah penonton hanya biasa-biasa saja, padahal peserta tersebut sudah membanggakan dirinya dengan wajah angkuhnya.
Tap
"Kakek"
Seketika suara siulan bergemuruh ketika Jun Poppy yang tiba-tiba muncul di arena, kecantikannya membuat semua pria terpesona bahkan peserta pertama dari istana surgawi sampai mengeluarkan darah dari hidung, peserta itu tidak menyangkah jika lawannya sangat cantik jika dilihat dari dekat.
"Peserta dari benua biru bernama Jun Poppy, usianya baru 100 tahun dengan kekuatan saat ini tidak diketahui..." Xiao Yan tersenyum melihat cucunya ini, dia langsung memperkenalkan Jun Poppy yang tiba-tiba muncul dengan memberikan salam kepadanya, Xiao Yan tidak menyebutkan basis kultivasi dari Jun Poppy karena dia sendiri tidak tahu.
__ADS_1
Para pemimpin istana surgawi mengerutkan keningnya dan karena berusaha melihat kekuatan Jun Poppy dan memeriksa ulang usianya, mereka hanya mengeleng-gelengkan kepalanya karena masih tidak mengetahui kekuatan musuh juniornya, mereka juga bingung saat melihat usia tulang dari Jun Poppy baru 17 tahun tetapi pemandu acara mengatakan usianya 100 tahun.
"Saudara, apa benar informasi yang kamu katakan ?" tanya Yu Guan yang tiba-tiba kepada Xiao Yan, suaranya menghentikan sorak-sorai pujian untuk Jun Poppy, seketika colloseum menjadi hening karena ingin tahu informasi juga.
"Hmm... Pemimpin Guan, memang jika dilihat dari tulangnya dia baru berusia 17 tahun, tetapi usianya benar-benar 100 tahun, untuk kekuatannya saya juga tidak tahu." Xiao Yan mendesah dan menjawab Yu Guan dengan jujur, tetapi itu semakin membuat pihak istana surgawi semakin ragu, mereka kuatir pihak benua biru melakukan tindakan kecurangan karena mereka tidak mampu melihat kekuatan dari musuhnya, biarpun begitu mereka juga senang karena mereka bisa memperkirakan kekuatan lawan juniornya dari usianya.
"Aku akan pinjamkan alat pendeteksi basis kultivasi dan pendeteksi usia..." kata Yu Guan dengan mengeluarkan sebuah peti yang panjangnya 2 meter setengah dan lebar 120 cm.
"Hmmm... Ini andalan mereka... !" gumam Excel saat melihat peti berwarna keperakan yang terbuat dari logam besi dan perak.
"Suami, peti apa itu ?"
"Disaat orang memasuki peti itu maka kekuatannya secara tiba-tiba menurun, anggap saja seperti menyegel basis kultivasi untuk sementara waktu. Benar-benar licik." jawab Excel kepada isterinya, selain Yuna dan Yuke mereka semua tidak ada yang tahu kegunaan dari benda yang mirip dengan peti itu.
Seketika semua keluarga Excel semakin marah dengan kelicikan dari istana surgawi, untung saja tribun keluarga Kekaisaran Agung di lindungi formasi jika tidak aura kekuatan keluarga besar Excel akan membuat semua orang sesak nafas bahkan mungkin akan membunuh banyak orang yang memiliki kekuatan rendah atau yang tidak berkultivas.
"Benar-benar jahat dan licik"
"Huuf, aku ingin sekali menghancurkan mereka"
"Suami, kita hancurkan saja mereka sekarang."
"Hehehe... Jangan kuatir. Aku sudah mengantisipasi ini sejak awal, Yuke sudah memodifikasi perlengkapan perang kita, kan? Salah satu fungsinya adalah mampu memblokir energi negatif dari artefak apapun seperti halnya peti itu." jawab Excel yang akhirnya menenangkan semua isteri, putrinya dan keluarga besarnya.
"Terima kasih, pemimpin Guan, saya akan gunakan ini untuk semua peserta." jawab Xiao Yan saat peti itu melayang yang dikontrol energi Qi dari Yu Guan dan tiba didepan Xiao Yan, lalu Xiao Yan meletakkan peti itu dengan posisi berdiri ditempat arena lain, sebenarnya benua biru juga memiliki alat seperti milik Yu Guan tetapi Xiao Yan sengaja tidak mengeluarkan-nya.
"Junior, Jun Poppy segera lakukan pemeriksaan dengan memasuki peti ini." perintah Xiao Yan setelah dia memeriksa jika tidak ada hal yang merugikan pihak benua biru.
"Baik, kakek"
Leluhur suci menyeringai saat artefak peti yang mereka temukan di kekosongan akhirnya bisa digunakan demi keuntungan mereka saat ini.
Jun Poppy segera menuju ke peti itu, saat didepan peti pintunya terbuka sendiri Jun Poppy merasa kuatir, "Jangan kuatir, sayang. Peti itu tidak berbahaya." tiba-tiba suara familiar dari Yuke memasuki telinga Jun Poppy, dengan tersenyum Jun Poppy masuk kedalam peti yang berdiri itu dengan membalikan tubuhnya.
"Braak..." Peti pendeteksi itu menutup sendiri setelah Jun Poppy sudah berada di dalamnya.
Bhuuuzzzhh
~Jun Poppy, 17 tahun. Dewa matahari level 10.
Seketika tulisan muncul di depan belakang dan samping kanan kiri dinding peti yang terbuat dari logam itu, setelah informasi dari peserta turnamen muncul keributan segera terdengar diseluruh colloseum, semua orang hampir tidak mempercayai informasi yang dibuat oleh peti pendeteksi itu.
"Mustahil..."
"Alat itu pasti rusak..."
"Astaga... Apa ini nyata ?"
Seluruh anggota istana surgawi langsung berdiri dari tempat duduknya saat mengetahui informasi dari Jun Poppy, bahkan ketiga leluhur suci yang tadinya tersenyum jahat juga kaget melihat informasi dari peti itu, untung saja peti itu mampu menyegel kekuatan orang yang memasuki peti pendeteksi itu, jika tidak mereka akan dipermalukan dengan kerugian yang sangat besar.
"Hah... Super jenius lainnya" desah Yu Guan setelah duduk kembali dari keterkejutannya, dia sudah lemas dengan menyadarkan kepalanya di kursinya.
Patriack Xiao juga terkejut dengan informasi dari cucunya ini, dia tidak menyangkah jika cucunya ini sungguh luar biasa, segera dia memulihkan kondisinya saat pintu peti terbuka lagi.
"Hahaha... Hebat cucuku." puji Xiao Yan yang senang dengan cucunya ini, sedangkan untuk peserta yang akan dilawan Jun Poppy sudah ketakutan melihat kecantikan yang kekuatannya sangat mengerikan.
__ADS_1
Suasana menjadi gemuruh sorak-sorai dan siulan para pria dan penonton yang melihat pujaannya adalah seorang super jenius yang sangat cantik.
(Author : maaf, saya sengaja tidak menyebutkan nama-nama para peserta dari pihak istana surgawi, karena terlalu membuat saya kebingungan dengan banyaknya nama, jadi saya hanya akan menyebutkan peserta dari tingkat struktur istana surgawi saja.)