
Chapter 121 Pulau Dewa Perang.
Dalam 2 hari ini tempat dimana lahirnya Dewa Perang kini telah berubah total, sebuah Formasi array raksasa melindungi pulau itu yang terlihat berwarna biru transparan dan itu adalah Formasi pembantaian.
Didalam pulau itu terpasang 3 Formasi, Formasi pengumpulan energi Qi Semesta, Formasi pendeteksi masalah, dan formasi pendeteksi musuh seperti Formasi dikota Phoniex benua venus.
"Hahaha... Akhirnya tempat kelahiranku menjadi sebuah kerajaan kecil. Yuke, berikan aku semua informasi terbaru dari benua Dewa"
[Baik, Tuan. Mengumpulkan informasi benua Dewa, proses dimulai...1%...2%...]
Excel merasa senang melihat hasil kerja kerasnya telah merubah tempat kelahirannya, lalu langkah selanjutnya dia harus mengetahui semua informasi dari benua Dewa.
"Kapten, kalian bisa kembali, aku sudah selesai."
Excel menggunakan telepatinya untuk memanggil kapten kapal perang BESD1, setelah menunggu beberapa saat kapal BESD1 akhirnya datang dan masih melayang diatas kerajaan, karena mereka tidak bisa masuk.
Wuuuuussshh
"Komandan"
"Suami, kenapa kita tidak bisa memasuki pulau lagi?"
Tanya Ling Xuan yang kebingungan kapal BESD1 tidak bisa mendarat di pulau tempat kelahiran suaminya saat Excel tiba-tiba muncul dan duduk di kursi komando.
"Hehehe... Karena kepulauan itu aku pasang Formasi array pembantaian, jadi aku perlu merubah proyektor pelindung kapal BESD1 terlebih dahulu agar bisa sinkronisasi terlebih dahulu."
Klik
Terlihat layar berhologram didepan Excel duduk setelah Excel menekan tombol di sandaran tangan kanannya, lalu Excel mengotak-atik layar itu dengan sentuhan jarinya.
Nguuuunngg
Suara dengungan terdengar semua orang dan kapal BESD1 bergerak sendiri memasuki pulau itu, dan secara berlahan mendarat ditempat yang telah disediakan oleh Excel.
Dhuuuuum
Bhuuuzzzhh
Suara dentuman kapal telah mendarat dengan mulus dan disaat kapal BESD1 mendarat hembusan angin menerbangkan debu disekitarnya.
"Ayo kita keluar"
"Hore, ayo cepat keluar"
Ceeezzz
Dhum
Sebuah pintu bertangga keluar dari ruang keluar kapal BESD1, lalu Jun Mei buru-buru keluar dan melihat sekelilingnya yang sudah berubah total, dari hutan lebat menjadi sebuah kerajaan besar yang megah, apalagi ada 1 unit kapal angkasa besar yang telah terparkir didepan kapal BESD1.
"Wow"
"Suami, lagi-lagi kamu membuat keajaiban dalam 2 hari ini"
Tap tap tap
"Wah, tanahnya jadi keras, ayah"
Jun Mei menghentakan kakinya pada jalan yang sudah menjadi keras dan itu adalah batu roh yang digunakan sebagai jalannya seperti di Kekaisaran-nya.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Putri-putri Excel segera terbang dan melayang diudara dan melihat seluruh tempat pulau itu, tidak hanya anak-anak yang berkeliaran dikota besar itu tapi semua orang juga ikut karena penasaran.
"Hahaha... Yayah, sangat hebat"
Wuuuuussshh
"Pemimpin, aku tidak menyangkah dalam 2 hari ini anda sudah merubah semuanya, saat isteri-isterimu bercerita aku masih meragukannya...hahaha"
"Hehehe, ini hal yang biasa"
"Lihat, jalan ini terbuat dari batu roh. Ayo kita berkeliling juga"
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Hu Bai dan Gaibian segera terbang dan berkeliling setelah memuji hasil kerja keras pemimpinnya, Excel hanya tersenyum melihat semua orang, dan dia mengeluarkan kursi malas dan duduk dibawah pohon besar yang rindang, dia mengeluarkan camilan dan minuman ringan sambil menunggu semua orang kembali setelah puas berkeliling.
"Suami"
Zhou Mei yang datang setelah berkeliling dan langsung ikut duduk di kursi malas yang bisa ditempati 3 orang, dan langsung minum minuman yang telah ada dimeja sebelah kursi malas.
"Pulau ini akan aku beri nama Pulau Dewa Perang, dan ini adalah kerajaan kecil kita"
"Hehehe, suami kamu kalau memberikan nama cukup keren."
"Oh iya... Disisi utara itu tempat perekonomian dan disisi barat tempat tinggal semua orang, khusus pasukan Phoniex dan Putri-putri kita tinggal dimansion berlantai 10, Mansion itu bisa menampung 250 ribu orang,...."
Excel menjelaskan dan memberitahukan semua bangunan yang telah dia bangun kepada Zhou Mei dan istrinya hanya mencatat apapun yang perlu disaat suaminya berbicara.
"Atur pusat perekonomian agar dikelola oleh keluarga ras kita, dan sebagai pemimpinnya atur saja sesuai bidang kalian"
"Baik, suami. Akan aku atur bersama tim kita"
"Bagus, isteriku yang cantik dan cerdas... Cup"
"Hehehe... Apa masih kurang?"
"Hahaha, sayang kamu kan tahu jika aku tidak ada kata puas disaat melakukan hubungan intim"
"Huuff, kamu memang cabul"
Zhou Mei cemberut saat suaminya tidak pernah terpuaskan saat berhubungan intim, padahal isterinya yang banyak sudah berusaha untuk bisa melayaninya dengan sekuat tenaga, sayang sekali tidak ada satupun isterinya yang sanggup melawan suaminya saat diranjang.
Lalu Excel beranjak dari kursi malasnya dan berjalan dua meter, dengan mengangkat kaki kanannya dan menghentakan dijalan berlapis batu roh.
Tap
__ADS_1
Dhuuuuum
Byuuuurrr
Tiba-tiba pulau Dewa Perang bergetar dan bergerak naik keatas secara berlahan, semua orang kaget saat pulaunya bergetar dan bergerak naik keatas.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Suara air bergelombang dan bergulung-gulung saat pulau itu terangkat kelangit, dan semua orang segera terbang melihat fenomena ini dan terkejut saat melihat pulau ini terangkat dan melayang.
"Ayah, pulaunya melayang"
"Hahaha, bagaimana, apa kamu suka dengan tempat kita sekarang?"
"Hahaha, ayah aku sangat suka"
Putri-putrinya segera memberitahukan jika pulau yang terbang dan kagum akan kehebatan ayahnya, pulau itu melayang diketinggian 2000 meter dari permukaan laut.
"Suami, kenapa kamu tidak membuat Kekaisaran kita bisa melayang juga?"
"Bagaimana caranya pulau ini bisa terbang?"
Semua orang sudah berkumpul saat pulau itu melayang diudara dan tidak terlihat akan jatuh, dan ingin bertanya karena penasaran.
"Pulau ini aku namakan Zhanshen Dao, mulai sekarang akan menjadi tempat kita selama dibenua Dewa."
(Zhanshen \= Dewa Perang, Dao \= pulau)
"Yayah, namanya sangat keren, aku suka aku suka"
"Hehehe, pulau Dewa Perang sangat mendominasi, pemimpin"
"Suami, kamu hebat"
"Pastilah ayahku hebat dan super tampan juga"
Jun Ming, Putri dari Hu Ru Ming juga bangga mengetahui kehebatan ayahnya, apalagi dia sangat menyayangi ayahnya yang sangat tampan ini.
"Hehehe... Pulau ini bisa melayang karena ada energi Qi Semesta yang sebagai energinya, karena itu aku memasang Formasi agar pulau ini bisa melayang.
Selama ada energi Qi Semesta maka pulau ini akan melayang terus dan juga aku memasang Formasi tingkat Mahadewa agar tidak bisa dihancurkan oleh Dewa Absolute."
Semua orang terkejut dengan kemampuan Excel, apalagi mereka yang baru bergabung saat dibenua peri.
"Baiklah kalian atur pulau Dewa perang ini"
"Baik, suami"
[Ding! Informasi benua Dewa telah terkumpul. Mentransfer kepada Host]
Disaat semua orang meninggalkan Excel, sistemnya telah selesai mengumpulkan semua informasi benua dewa, dan Excel segera menerima semua informasi tentang benua ini.
"Hmm... Menarik. Ada 5 sistem yang berperan dalam mengendalikan tiap wilayah."
Dibenua Dewa tingkat terkuat didalam Kultivasinya pada tingkat Raja Dewa Dunia tahap 8 dan rata-rata jenius mudanya pada tingkat Prajurit Dewa kuning tahap 5.
Wuuuuussshh
Pulau Dewa Perang masih belum ada yang mengetahuinya, karena letak wilayahnya terpencil dekat dengan pulau Padang gurun tempat kompetisi pertempuran antar pasukan Kekaisaran.
Karena itu Excel membuat pulau itu melayang dan agar mudah dikenali banyak orang saat melintasi wilayah timur dari Kekaisaran Dongbu.
Sudah 2 hari ini semua orang sibuk mengatur perencana untuk kedepannya dan membagi tugas, pasukan naga bertugas sebagai penjaga kepulauan ini dan berpatroli disekitarnya.
Dan pasukan Phoniex memantau pergerakan benua Dewa dan juga mengatur setiap gedung yang menjadi basis pusat profesi yang sumberdaya sudah disiapkan oleh Excel.
"Isteriku, aku akan pergi untuk melihat situasi diluar"
Kata Excel kepada Zhou Mei saat mereka berdua selesai berkultivasi ganda.
"Baik, suami. Ini peta hasil dari kami menyelesaikan pemetaan benua Dewa"
Zhou Mei memberikan peta kepada Excel, terlihat Zhou Mei yang kelelahan saat melayani suaminya, Excel telah selesai membersihkan diri dan memakai jubah MahaDewa yang bisa berubah sesuai keinginannya dan juga lebih praktis saat digunakan.
"Rencana awal kamu mau kemana, suami?"
Kata Zhou Mei yang ingin tahu tujuan suaminya, dan Excel lalu melihat petanya.
"Aku akan kekota terbesar milik Sekte Xiao wilayah Kekaisaran Dongbu"
"Kamu hati-hati, suami. Jangan lupa pakai topengmu, agar tidak membuat kekacauan dimana-mana"
"Baik... Cup"
Wuuuuussshh
Excel menghilang setelah mengecup kening Zhou Mei, dia diperingatkan agar memakai topengnya jika tidak akan membuat semua wanita dibenua Dewa akan mati-matian mengejarnya.
"Hei, lihat diatas itu?"
"Ya dewa, ada pulau yang melayang"
"Perasaan 2 minggu yang lalu saat aku melintas wilayah ini tidak ada pulau yang melayang!!"
"Iya, aku juga tahu. Apa ada artefak langka yang muncul?"
"Bisa jadi, ayo kesana...!"
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Dua orang terkejut saat terbang menuju arah wilayah Kekaisaran Zhoungbu, karena penasaran mereka terbang lebih tinggi dan menuju pulau yang melayang itu.
"Astaga, ada banyak gedung-gedung tinggi, lihat itu sebuah Mansion dan banyak wanita cantik seperti Peri"
"Hahaha... Ayo kita masuk dan kita bawa wanita-wanita itu"
"Tunggu dulu biar aku rekam dulu dengan batu giok perekam sebagai bukti untuk yang lain"
__ADS_1
"Kamu benar sobat, kita bisa kaya jika menguasai pulau itu...hahaha"
Kedua orang itu sangat bahagia saat mengetahui jika ada pulau yang dihuni gedung-gedung tinggi dan banyak wanita cantik, sayang sekali mereka berdua tidak melihat penjaga kota yang sedang mengawasi mereka berdua, karena mereka telah dibutakan keserakahan.
"Jika kalian ingin hidup segera pergi dari pulau Dewa Perang"
Suara salah satu penjaga dinding pelindung memeringatkan kedua orang itu, disaat sedang asik merekam dan melihat keindahan yang sedang bersantai mereka terkejut mendengar suara peringatan, apalagi penjaga itu menyebutkan pulau Dewa Perang.
"Hahaha... Dewa perang sudah mati, dan aku akan menguasai pulau ini"
"Cepat panggil pemimpinmu?"
Kedua orang itu terlihat tidak takut dengan penjaga itu dan malah ingin menguasai pulau yang berada didepan mereka.
Wuuuuussshh
"Paman, tidak perlu ayahku mengurus kalian, cepat pergi dari pulauku, atau..."
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Setelah Jun Mei datang karena mendengar keributan, segera dia mengancam kedua orang yang berusia sekitar 34 tahun, apalagi ingin memanggil ayahnya, karena teriakan Jun Mei segera Putri-putri Excel yang berjumlah 140 berdatangan dengan terbang dan langsung berdiri atas tembok pelindung pulau.
Mereka berdua terkejut saat melihat gadis kecil yang berusia hampir 4 tahun bisa terbang apalagi berjumlah 140 anak, yang membawa senjata panahnya.
"Astaga, mereka monster"
"Iya, lihat Kultivasinya.... Cepat rekam"
Segera salah satu pria itu merekam dengan tujuan untuk menyebarkan berita ini, jika mereka bisa menjual giok perekam kepada sebuah sekte atau akademi mereka akan mendapatkan untung yang besar
Putri-putri Excel semuanya memang memiliki kekuatan prajurit dewa semenjak mereka didunia jiwa, apalagi energi primordial membuat mereka dengan cepat naik tingkat tanpa susah payah, dan juga garis keturunannya sangat murni, yaitu High Human.
Jun Mei yang paling tinggi tingkatannya, dia berada pada tingkat ungu tahap 5 dan Jun Yu adik terkecilnya pada tahap Dewa sejati. Untuk adiknya yang lain pada tingkat antara Dewa putih dan kuning, adik angkatnya yang bernama Lang Fen pada tingkat paling rendah tingkat Tyrant itupun sudah dibantu dengan Pill dan juga ayahnya Excel, karena pengaruh garis keturunan Lang Fen tidak bisa mengikuti kecepatan kultivasi dari kakaknya.
Biarpun begitu Lang Fen yang masih berusia 8 tahun sudah dianggap jenius dibenua Dewa, Excel selalu memberlakukan keluarganya dengan adil dan tanpa pilih kasih.
Jika ada keluarganya yang memiliki kekuatan rendah, Excel akan selalu memberikan waktunya untuk membantu mereka segera naik tingkat, apalagi didunia jiwanya yang memiliki energi primordial tidak perlu menerima kesengsaraan Surgawi, hanya ditingkat MahaDewa mereka akan mengalami Kesengsaraan Surgawi.
"Hei, Paman jelek pergi dari sini"
"Hahaha, gadis kecil kamu jangan galak dengan orang yang lebih tua"
Jun Mei sebagai pemimpin adik-adiknya tidak terima dibilang galak dan segera mengarahkan panahnya kepada orang itu dan sudah membidiknya.
"Bersiap"
Dengan perintah Jun Mei segera adik-adiknya yang sudah sering dilatih ibu-ibunya langsung mempersiapkan panah mereka dan juga membidik kedua orang itu.
"Hahaha... Gadis kamu tidak bisa melukai kami dengan panah kecilmu itu!!"
"Hahaha... Apa orang tua kalian tidak bisa mengajarkan sopan santun"
Lagi-lagi kedua orang itu meremehkan 140 anak-anak yang menggunakan panahnya, apalagi setelah menghina ayahnya yang paling dicintainya.
"Panah" suara Jun Mei mengema saat memberikan perintah untuk melepaskan anak panah.
Siuuuu
Siuuuu
Siuuuu
Booommm
Booommm
Booommm
Byuuuurrr
Byuuuurrr
140 anak panah melesat dan meledakan kedua orang itu, walau mereka berdua menggunakan perisai dari energi Qi mereka masih saja terkena anak panah itu hingga terjatuh di laut.
"Kena, Horee... Kakak kita sukses"
"Kena kamu"
"Rasakan itu"
"Kakak, mereka masih hidup!!"
Gadis-gadis kecil itu kegirangan saat berhasil meledakan mereka hingga terjatuh, tapi kedua pria itu masih hidup dan berusaha kabur.
"Panah lagi"
"Hentikan Putriku"
Suara wanita yang datang dari belakang dan menghentikan Putri-putrinya agar tidak membunuh mereka berdua.
"Kenapa ibu? Mereka telah menghina ayahku"
"Ini yang diinginkan ayahmu, agar mereka menyebarkan tentang pulau kita, Putriku"
"Oh, agar mereka berdatangan dan kita akan meledakan mereka... Hahaha."
"Ayah memang pintar"
Ji Yan berbicara dan menjelaskan kepada Putri-putrinya, tetapi Putri-putrinya menyalahkan arti dari tujuan ayah mereka.
Para kapten yang dulunya adalah Jendral hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat putri-putri dari pemimpinnya begitu ganas dan mengerikan.
"Iya, kamu bisa menghajar mereka yang berniat buruk pada tempat tinggal kita, tetapi jika mereka ingin melakukan bisnis kita biarkan saja, oke"
"Baik ibu"
"Ayahmu ingin pulau Dewa Perang dikenal banyak orang, karena itu kita sebagai tuan rumah harus bersikap baik"
Itulah tujuan Excel, karena itu Excel pergi kekota terbesar di wilayah timur milik keluarga Xiao dan awal dia mengenal diri dan juga untuk mempromosikan pulau Dewa Perang.
__ADS_1