Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 58 Kekuatan Armada


__ADS_3

Chapter 58 Kekuatan Armada kapal tempur.


Suara tawa dua orang teman bertemu, saling menyapa dan saling merangkul, didalam tenda berbicara dan saling prihatin dengan kondisi salah satu teman.


Namun....


Booommm


Booommm


Dua aura kekuatan meledak dan gelombang aura saling membentur, dua kekuatan tingkat Holy Monarch menghancurkan tenda mereka berdua.


Terlihat dua orang saling berhadapan, dua teman yang tertawa dan merangkul saat bertemu, kini menjadi saling memamerkan kekuatan mereka berdua.


Booommm


Booommm


Booommm


Disusul gelombang demi gelombang saling beradu, saling menabrak dinding aura kekuatan dua pasukan dua pendukung dua Kekaisaran, hanya menunggu kata 'serang' maka terjadi pertempuran besar.


Suasana benar-benar tegang dan mencekam, aura kematian membuat awan hitam berkumpul memenuhi area zona bebas, cuaca menjadi dingin yang meresap setiap kulit tubuh.


"Ckckck...kisah persahabatan yang begitu mengharukan. Sayang sekali, sayang sekali, daun berguguran dari dahan pohon lalu terjatuh di tanah... Sayang sekali, sayang sekali aku tidak tahu kelanjutannya...!" Suara merdu terdengar dari langit menenangkan hati yang luka, sebuah sajak terucap menceritakan persahabatan menjadi permusuhan, karena kebodohan menjadikan banyak nyawa terbuang.


Ya, siapa lagi suara merdu itu jika buka Excel pria tertampan se-semesta, seorang pria cabul yang sopan terhadap wanita, selalu mengejutkan saat dia muncul tanpa di undang dan pulang tanpa diantar.


(Mc : Thor, kamu minta pemukulan)


(Author : maaf, keyboard saya error)


"Aku Qiaofeng pemimpin kapal tempur, aku tidak suka teman berkelahi, jika kalian tidak berhenti, aku akan ledakan Krisan-mu" suara gadis kecil mengema diudara, dengan dua tangan memegang pinggangnya menatap tajam semua orang dibawahnya.


Mendengar seorang pria berbicara dan seorang gadis menyusul berbicara setelahnya, membuat semua orang mengedutkan sudut dibibirnya.


"Bocah tua nakal, apa kamu yang mengajarkan muridku berbicara kotor...hah" teriak Excel yang marah pada Kakek Xuan, setahunya dia tidak pernah berkata 'krisan' pada muridnya dan semua wanitanya selalu berkata sopan, dan sejak kapan Qiaofeng mengetahui kata kotor itu...? kecuali sejak Qiaofeng dan Kakek Xuan bermain diruang simulator.


Semua orang yang berada dikapal BESD1 terlihat dimatanya mengeluarkan air mata yang akan tumpah, karena menahan tawa dengan perkataan Excel dan Qiaofeng.


"Bocah nakal, siapa juga yang mengajarinya, aku tidak pernah berkata begitu" elak Kakek Xuan yang tidak mau mengakui kesalahannya, memang saat di ruang simulator Kakek Xuan dikalahkan Qiaofeng dengan telak.


"Hoh...siapa lagi jika bukan kamu bocah tua nakal, sejak dia bergaul denganmu muridku jadi berkata kotor...hah" teriak Excel yang tidak percaya dengan ucapan Kakek Xuan.


"Bocah nakal, aku memang baru bergaul dengan muridmu tapi aku tidak mengajarkan kata kotor, kamu memfitnah ku... Kamu meminta pukulan...haah?" teriak Kakek Xuan yang tidak terima dituduh berbalik membentak Excel, Qiaofeng yang mendengar Kakek Xuan yang ingin memukul orang yang dia cintai akhirnya membuka mulutnya.


"Paman, Kakek benar..."


"Dengar, dengarkan muridmu, aku tidak pernah mengajarkannya...ha-ha-ha bocah kamu benar-benar minta dipukul...hoh" Kakek Xuan menjadi merasa dia benar saat Qiaofeng membelanya.


"Tapi, saat diruang simulator Kakek selalu kabur dan aku kejar, saat aku kejar dan menembak dari belakangnya, Kakek selalu bilang jangan ledakan Krisanku, jangan ledakan Krisanku berkali-kali" lanjut Qiaofeng yang melanjutkan ceritanya yang saat lalu disela Kakek Xuan, dengan wajah polosnya dan imutnya.


"Ha-ha-ha, dengar tidak bocah tua nakal, muridku telah kamu nodai pikirannya dan kini kamu juga telah menodai telingaku...? " Excel yang tertawa dengan jijik kepada Kakek Xuan yang sudah berbohong padanya.


Pertempuran yang akan pecah dari dua kekuatan dari Kekaisaran Zhou dan Kekaisaran Wei, berganti menjadi pertempuran antara Excel dan Kakek Xuan.


Semua orang yang awalnya saling berhadapan dan siap berperang, menjadi terhenti dan langsung mengalihkan pandangannya menuju sosok pria yang berbicara disaat mereka akan bertarung.


Kemudian pandangan mereka beralih menatap gadis kecil cantik yang menyusul berbicara setelah pria itu, dan seterusnya pandangan mereka bolak-balik antara Excel, Qiaofeng dan Kakek Xuan.


Semua orang yang dibawah Excel masih tidak menyadari jika Excel saat ini berada dikapal angkasa yang super besar saat bertengkar dengan bocah tua nakal.


"Mu-musuh, dia mu-suh!" nada suara ketakutan terdengar saat seorang tetua yang masih trauma berbicara dan menujuk pria itu, dia masih selalu mengingat wajah Excel dengan jelas.


"Itu kapal Monster, sial kapal apaan itu"


"Ya ampun, ini lebih besar ratusan kali dari kapal kita"


"Sangat mengerikan besarnya...!"


"Cepat siapkan pasukan"


Suara ketakutan dan kekaguman terdengar seketika saat melihat kapal perang super besar milik Excel, dengan panik mereka sempat mundur kebelakang.


"Awas dia musuh, cepat arahkan meriam kapal pada kapal dia!" teriakan seorang jenderal yang telah tersadar dari pertekaran Excel dan Kakek Xuan, dengan memberikan perintah pada armadanya.


Dengan segera suara decitan meriam bergerak terdengar berdecit, saat menerima perintah dari seorang jendral yang menunjukan tombaknya pada Excel.


Ribuan kapal perang angkasa mulai bergerak menyesuaikan posisinya yang siap menembak menggempur kapal raksasa itu.


"Bocah, akhirnya kau keluar juga dari cangkangmu...ha-ha-ha. Inilah akhir dari kematianmu dan kembalikan semua Putriku yang kamu culik" teriakan bahagia saat melihat Excel yang keluar dari area deteksi meriam kota Phoniex, terlihat dari cara mata berbinar-binar yang menunjukkan keserakahan saat melihat kapal tempur yang sangat besar milik Excel, walau dia berkata agar mengembalikan putri kesayangannya.


Kaisar Zhou memiliki banyak Putri dari Permaisuri, selir dan pelayan, dari semua Putrinya yang dia miliki, hanya empat putri yang paling disayangi, Zhou Mei 20 tahun, Zhou Shun 25 tahun, Zhou Xiu 22 tahun dan Zhou Shilin 30 tahun, dan mereka semua kini sudah menerima segel keluarga besar milik Excel sebagai isterinya.


"Ha-ha-ha, apa aku tidak salah dengar? Semua Putrimu dan pelayanmu sudah menjadi isteriku, karena mereka sangat kecewa ketika hanya dijadikan alat tukar dengan Jendralmu, ha-ha-ha" balas Excel dengan ketawa dan menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Kaisar Zhou.

__ADS_1


Faktanya jika semua Putrinya dan pelayan dia jadikan pertukaran dalam negosiasi untuk membebaskan para Jendralnya dan pasukannya yang masih bisa diselamatkan.


"Ha-ha-ha, tidak mungkin semua Putriku dan pelayan mau menjadi isterimu, mereka dalam kendaliku...ha-ha-ha" dengan ketawa gembira Kaisar tidak percaya jika semua Putri dan pelayannya sudah menjadi isteri bocah licik didepannya.


"Mudah melepaskan kendalimu. Isteriku tunjukan diri kalian!" dengan lambaian tangannya muncul ratusan wanita yang sangat cantik setelah penghalang Formasi dihilangkan Excel.


Semua wanita begitu mengoda birahi semua pria yang melihatnya, dua mata memandang tanpa berkedip, semua pria dari Kekaisaran Zhou dan Kekaisaran Wei menjadi serigala yang kelaparan saat melihat begitu banyak wanita cantik.


"Bagaimana bisa mereka menjadi cantik dan tubuhnya berisi?" Kaisar Zhou yang tidak percaya dengan matanya sendiri, ketika dijadikan alat negosiasi semua wanita tidak secantik sekarang, bahkan Putrinya semua seakan-akan bertransformasi menjadi Dewi fantasinya.


"Bocah itu memiliki banyak wanita yang membuatku bergairah... Hahaha. Bocah serahkan wanitamu dan hartamu itu. Maka aku akan mengampunimu... Ha-ha-ha" ucapan Kaisar Wei terdengar sangat ingin memeluk semua keindahan didepan matanya, dan juga harta yang dimiliki Excel tidak luput dari sifat serakahnya.


Leluhurnya memang kaya dan mampu membuat bermacam-macam artefak terbaik, tapi jarang kaisar Wei diberikan secara cuma-cuma tanpa ada imbalan.


Dulu sewaktu nama leluhurnya terkenal dan diberi julukan the gamer masih sering memberikan artefak, tapi Artefak yang diberikan hanya sekali pakai.


Tapi sudah sejak lama leluhurnya menjadi pelit tanpa sebab, bahkan jika itu dengan imbalan seorang gadis yang membuat birahi naik tetap juga tidak pernah memberikan artefaknya.


"Ha-ha-ha, bajingan tua itu Putri dan pelayan adalah milik ku tapi kamu juga melirik harta bocah licik itu juga, apa kamu tidak terlalu serakah... Hah" kata Kaisar Zhou yang muak dengan sifat serakah kaisar Wei dan berteriak bentaknya.


"Ha-ha-ha, aku bebas memiliki siapapun, dengan kekuatan ku mampu menaklukkannya...ha-ha-ha" balas Kaisar Wei yang memamerkan apa yang dia miliki.


Kini kedua Kaisar kembali bertengkar merebutkan wanita dan harta yang belum mereka dapatkan, Excel yang melihat itu menjadi marah dan menjadi jijik.


"Jika bukan karena permintaan isteri ku, aku akan memusnakan Kekaisaran kalian dengan mudah. Dengan hitungan sampai sepuluh masih berada di zona bebas aku akan meledakan kalian semua"


"Satu"


Suara kemarahan terdengar dari mulut Excel saat kedua Kaisar beradu mulut merebutkan miliknya, tanpa memberikan mereka waktu berpikir Excel sudah mulai hitungan angka pertama.


"Bajingan, kamu mengadu kekuatan dengan ku...ha-ha-ha. Baik akan aku layani" bentak Kaisar Wei saat Excel ingin memusnakan Kekaisaran-nya, dengan percaya diri menerima tantangan.


"Dua"


"Ha-ha-ha, ingin memusnakan ku...ha-ha-ha. Dalam mimpimu, pasukan siapkan serangan dengan kekuatan penuh" segera kedua Kaisar menaiki kapal perang utama mereka dan disusul semua penduduk dan pasukan mereka.


"Idiot"


"Mencari mati"


"Sudah diberi hati masih saja meminta jantung" komentar Kaisar Ling dan Kaisar Li beserta keluarganya yang berada didalam kapal BESD1 ditempat ruang kendali, dari awal mereka selalu melihat apa yang terjadi didepan layar kaca.


Mereka sengaja diminta Excel untuk tidak menunjukkan diri saat Excel, Qiaofeng, Kakek Xuan dan semua wanita ingin mengusir pasukan Kekaisaran Zhou dan Kekaisaran Wei.


"Tiga"


"Bidik kapal musuh" perintah terdengar lagi, saat ini suara dari Kaisar Wei


"Empat"


Hitungan angka empat telah Excel ucapakan, tanpa takut atau gemetaran, bahkan Qiaofeng, Kakek Xuan dan semua wanita tidak ada sedikit pun terlihat wajah ketakutan.


"Segera kalian duduk pada posisi masing-masing diruang kendali utama" perintah Excel pada semua orang.


"Siap komandan"


"Ha-ha-ha, akhirnya aku bisa meledakan kapal lagi" suara tawa Qiaofeng yang kegirangan saat akan beraksi lagi dan berlari menyusul semua bibinya yang sudah terlebih dahulu memasuki ruang utama kendali kapal perang.


Excel yang masih dipinggir dek kapal hanya bisa mengedutkan sudut bibirnya saat mendengar tawa bahagia muridnya, tak terkecuali keluarga Kekaisaran Ling dan Li juga ikut ketawa dengan tingkah energik Qiaofeng.


"Bocah ini, aku harus lebih ketat lagi, aku kuatir yang diledakkan itu pusakaku" gumam Excel yang merasa harus mendiskusikan muridnya lebih ketat lagi.


"Serang"


"Serang"


Booommm


Booommm


Booommm


Baaaanngg


Baaaanngg


Baaaanngg


Ledakan demi ledakan menghantam badan kapal tempur BESD1, setelah perintah kaisar Zhou dan kaisar Wei terdengar di telinga kapten kapal tempur mereka.


Asap mengepul menutupi Excel dan kapal tempurnya ketika meriam kapal musuh menembak dengan kekuatan penuh yang mereka miliki.


"Serang"


Booommm

__ADS_1


Booommm


Booommm


Teriakan kaisar Zhou terdengar sekali lagi yang memberikan perintah kepada kapal tempurnya untuk menembak lagi, karena merasa belum puas dengan serangan pertamanya.


Asap mengepul sekali lagi dan semakin tebal menutupi kapal tempur BESD1, Excel yang berada di dalam asap yang tebal melambaikan tangannya kemudian asap menghilang dalam sekejap.


"Ti-tidak mungkin, bagaimana mungkin tidak terluka sama sekali dengan serangan penuh kita?" Kaisar Zhou sangat terkejut setelah melihat Excel masih berdiri dengan menyeringai.


"Artefak yang kuat sekali, aku harus memilikinya...ha-ha-ha" Kaisar Wei tertawa sangat keras setelah melihat artefak jenis kapal tempur itu tidak rusak dan tergores pun tidak ada di badan kapal, keserakahan sudah sangat jelas diwajahnya.


"Ha-ha-ha, menantuku sangat luar biasa memiliki harta ini" tiba-tiba Kaisar Li tertawa sangat bahagia yang memiliki menantu dengan banyak harta di tangannya.


"Aku juga tidak menyangkah bisa menahan kekuatan penuh mereka" Kaisar Ling juga berkomentar dan kagum dengan daya tahan kapal BESD1 ini.


"Awalnya aku juga sangat takut saat mereka melancarkan serangan kapal tempur mereka...!"


"Ha-ha-ha, hanya sedikit getaran saja yang kita rasakan" semua orang yang berada didalam saling berkomentar setelah kapal mereka dihantam serangan meriam kapal musuh.


Tapi, saat mereka yang sedang berkomentar, dan mendengar suara angka yang masih mereka ingat saat kejadian mengenaskan di Sekte Bukit Tulang.


"Delapan"


"Pasukan wanitaku, aktifkan proyektor pelindung BESD1" perintah Excel kepada pasukan di ruang kendali kapalnya setelah menghitung angka delapan.


"Siap, komandan"


Klik


Nguuuunngg


Tidak terima dengan hasil serangannya gagal, Kaisar Wei dan Kaisar Zhou memberikan perintah lagi kepada pasukan kapal tempur dan para pendukungnya.


"Semuanya berikan kekuatan penuh kalian untuk menghancurkan bocah sialan itu, jangan berhenti sebelum aku perintahkan" teriak kemarahan saat Kaisar Zhou memberikan perintah, dia tidak percaya jika Excel tidak bisa terluka, apalagi sekarang terlihat lapisan pelindung kapal diaktifkan.


"Baik, Yang Mulia"


"Serang dengan meriam dan gunakan juga energi Qi kalian" perintah menteri pertahanan setelah Kaisar Zhou memberikan perintahnya.


Booommm


Baaaanngg


Booommm


Booommm


Baaaanngg


"Pasukanku, ikuti pesanku. Segera luncurkan senjata rahasia kita, dan jangan beri waktu dia bernafas." perintah kaisar Wei setelah pasukan dan pendukung Kaisar Zhou melancarkan serangan skala besar secara bersamaan.


"Siap, Yang Mulia"


Kaisar Wei yang tidak percaya dengan daya tahan yang dimiliki kapal tempur musuhnya, dengan mengeluarkan senjata rahasia yang dibuat ahli smelting, kaisar Wei memberikan perintah untuk menggunakannya senjata barunya.


"Serang"


Booommm


Booommm


Booommm


Baaaanngg


Baaaanngg


Serangan senjata baru milik Kaisar Wei melesat dan menghantam Excel dan kapal BESD1 milik musuhnya, rentetan meriam tiada henti-hentinya meletus dari moncong meriam kapal tempur Kekaisaran.


Booommm


Booommm


Baaaanngg


"Jangan berhenti, terus gunakan skill kalian yang terbaik" teriakan para jendral yang memimpin serangan di tiap kapal tempur mereka.


Booommm


Baaanngg


Booommm


Senjata baru yang dimiliki Kaisar Wei tampak terlihat sama dengan senjata meriam yang digunakan di tembok kota Phoniex, dengan menggunakan batu roh sebagai bahan amunisi meriamnya, yang sama hanya amunisi batu rohnya.

__ADS_1


Untuk bahan material pembuatan meriamnya jelas sangat berbeda, milik Excel mengunakan bahan batu meteorit yang dicampur dengan serangkaian material batu mistik dan batu kuno, ditambah lagi dengan formasi pengguat meriam yang mampu menambah daya serangannya.


__ADS_2