Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 45 Bertemu Yuna Lagi


__ADS_3

Chapter 45 *Bertemu Yuna lagi*


"Dimana ini" saat Excel membuka mata dia hanya melihat hamparan putih yang bercahaya.


"Yuke dimana ini" tanya Excel pada Yuke, tapi tidak ada jawaban dari Yuke, karena penasaran Excel bertanya lagi.


"Yuke dimana ini, apa kamu bisa mendengar suaraku" sekali lagi Excel bertanya pada Yuke tapi tetap saja tidak ada balasan apapun dari Yuke.


Karena tidak ada jawaban dari Yuke, Excel bangun dan duduk, setelah menenangkan hati dan pikirannya, Excel berusaha mengingat apa yang terjadi sebelum dia berada diruang hamparan berwarna putih yang tidak berujung.


"Aahh, aku ingat, tadi aku pingsan setelah selesai membuat gerbang teleportasi, tapi terasa aneh padahal aku masih memiliki sepuluh persen energi, bagaimana mungkin aku bisa pingsan?" gumam Excel yang setelah mengingat apa yang sudah dialami.


"Hahaha, ini seperti awal aku mati, saat aku mati dibumi dan terdampar ditempat ini lagi...hahaha" tawa Excel yang mengingat dia pernah disini saat dia dulu terdampar.


"Apa ini memang takdirku, takdir yang tidak tahu siapa yang membuatnya...? Haaah... Sudahlah!!" gumam Excel yang kecewa pada dirinya yang merasa selalu dibodohi takdir.


"Apa aku salah terlalu baik pada mahkluk hidup...? Apa aku harus kejam pada semua mahkluk hidup agar aku bisa lepas takdir buruk ku...?"


"Apakah semua yang terjadi ini hanya mimpi?"


"Aahh sudahlah, lebih baik aku beristirahat disini, aku juga terlalu lelah menjalani kehidupan yang tidak jelas ini!!!"


Setelah selesai berbicara sendiri dan tidak tahu jawabannya Excel kembali terbaring dengan telentang, yang Excel tidak sadari ternyata ada sosok yang selalu memperhatikannya dihamparan cahaya itu.


Entah sudah berapa lama Excel tertidur, tertidur yang pulas seperti bayi, hamparan cahaya itu terasa lebih lembut daripada tempat tidur yang dia biasa tempati.


"Sampai berapa lama lagi kamu tertidur, sayang cepat bangun" kata suara yang tiba-tiba terdengar dihamparan cahaya itu.


"Masih ngantuk, tunggu sebentar lagi" jawaban Excel yang tanpa dia sadari saat membalas suara itu.


Suara itupun hanya tersenyum melihat tingkah bayi jumbo didepannya, dan mencoba menggodanya karena melihatnya sungguh menyenangkan jika digoda.


"Apa kamu tidak ingin bersenang-senang dengan isterimu, hati-hati jika isterimu dipelukkan pria lain?" suara itu kembali terdengar ditelinga Excel dengan lebih jelas.


"Aku sudah terbiasa dikhianati wanita, jangan mengodaku dengan pembicaraan omong kosong, itu tidak berguna" jawab alam bawah sadar Excel yang secara otomatis merespon pertanyaan suara abadi itu.


"Waoow kamu sungguh luar biasa, apa kamu tidak takut jika hasil kerja kerasmu hilang dan menjadi rebutan banyak orang?" tanya suara itu lagi yang penasaran dengan cara kerja alam bawah sadar Excel.


"Sudah aku katakan jangan mengodaku, itu hanya bagian tujuh emosi mahkluk yang lemah, itu tidak akan menggoyahkan-ku. Apa kamu tahu, jika alam bawah sadarku lebih luas dari alam Semesta yang kamu ciptakan?"


Suara itu kaget dengan jawaban dari alam bawah sadar Excel yang bisa menjawab pertanyaannya seketika, bahkan alam Semesta yang dia ciptakan bisa dia ketahui


Dan juga tujuh sifat negatif dan tujuh sifat positif atau yang dikenal dengan sebutan 7 emosi, jika itu di alam bumi mereka akan mengenalnya dengan 7 hari penciptaan.


"Bagaimana kamu mengetahui jika alam semesta yang aku ciptakan lebih kecil dari alam bawah sadarmu?" tanya suara itu padanya lagi.


"Kamu hanya segumpalan atom dijagat raya ini, atom cosmic yang kamu ciptakan ada batasannya. Anggap saja itu sebuah bola yang kamu ciptakan, lalu kamu isi didalam bola itu dengan galaksi-galaksi yang sesuai dengan keinginanmu.


Tapi apakah kamu tahu diluar bola itu ada bola lain?" tanya alam bawah sadar Excel setelah menjelaskan sedikit informasi pada suara itu.


Setelah penjelasan alam bawah sadar Excel, suara itu terlihat sedang merenungkan pertanyaannya dan apa yang akan dia jawab.


"Apa ada alam semesta lain selain alam yang aku ciptakan?" tanya suara itu pada alam bawah sadar Excel.


"Bodoh, kenapa kamu harus bertanya, jelas kamu sudah tahu jawabannya!!" balasan yang sangat mengejutkan suara itu yang dibilang bodoh, selama triliunan tahun dia hanya sendiri tanpa ada intervensi dari alam semesta yang lain, hingga dia menciptakan semuanya tanpa gangguan alam Semesta lain.


"Kenapa kamu bilang aku bodoh, jelas-jelas aku bisa menciptakan, memelihara dan juga mampu memusnakan ciptaan ku sendiri, lalu kenapa kamu bilang aku bodoh...?" tanyanya yang sangat marah dibilang bodoh oleh alam bawah sadar Excel.


"Ha-ha-ha, idiot, jelas-jelas kamu bodoh. Coba kamu renungkan lagi perkataanku tadi?


Bola, lalu ada bola lain, yang lain juga menciptakan bola, jika bola lain tidak melahap bola lain, maka bola lain akan aman.


Seharusnya kamu tahukan black hole yang kamu ciptakan? Dan seharusnya kamu tahu juga cara kerjanya kan?"


"Jika kamu sudah tahu jawabannya bersuaralah lagi. Aku mau tidur dan jangan mengganggu, aku bisa dengan mudah memusnakan kekosongan atau kehampaan itu. Apalagi alam kecilmu ini?


dan sekali lagi, anak ini adalah aku dan aku adalah dia."


Setelah pembicaraan itu, alam bawah sadar Excel terdiam dan suara itu juga ikut terdiam, alam bawah sadar sudah tertidur lagi dan suara itu terlihat merenungkan perkataan dari alam bawah sadar Excel.

__ADS_1


Entah berapa lama Excel itu tertidur dan juga suara itu yang awalnya ingin mengoda Excel menjadi berpikiran dengan keras.


"Haaah, aku ternyata tetap tidak memahami hukum tata alam semesta, didalam bola diluar bola, lalu diluar bola ada bola lain, tapi kenapa aku yang selama ini ada, tidak menemukan bola yang lain?


Lalu katanya, bola lain mampu melahap bola yang lain, seperti cara kerja black hole yang aku ciptakan.


Hahaha...aku tahu jawabannya. Sebentar ada yang kurang...?" gumam suara itu saat berhenti tertawa karena merasa ada yang salah dari cara kerja pikirannya


"Hoaaammm, aahh segarnya." ucap Excel yang sudah terbangun dari tidur panjangnya, saat membuka mata dia masih berada dihamparan putih.


"Aahh aku masih ditempat yang sama" gumam Excel setelah membuka mata sekali lagi.


Namun, dia merasa aneh ada orang yang berbicara dengannya saat tertidur dan anehnya lagi orang itu bukan dia yang menjawab walau dia merasa jika dia yang menjawab.


"Aaaahh, kenapa mimpiku sangat aneh kali ini" teriak Excel sambil mengacak-acak rambutnya sendiri, dia benar-benar kebingungan dengan hal aneh saat tertidur.


"Coba aku ingat lagi apa maksudnya didalam mimpiku" sekali lagi Excel mencoba mengingat apa yang terjadi didalam mimpinya, dengan duduk bersila dan memejamkan matanya.


Suara itu hanya tersenyum melihat tingkah laku Excel yang seperti orang gila gara-gara kebingungan, sengaja dia tidak menyapa walau sedang duduk disebelah Excel, Excel sendiri juga tidak menyadari jika ada orang disebelah.


Setelah cukup lama Excel bermeditasi, dan masih belum menemukan maksud dari mimpinya, Excel kembali membuka matanya, kemudian dia tengok ke kiri dan hanya ada hamparan putih, lalu dia tengok ke kanan, saat melihat ke kanan ada seorang wanita yang terlihat familiar di ingatannya.


"Aaaaahhh, hant...ee-eh kamu Yuna, kamu benar-benar Yuna kan, aku sedang tidak bermimpi aneh lagi, kan ? Apa kamu nyata, kalau nyata coba tampar aku, kalau kamu nyata coba cium aku, halloo kenapa kamu diam, apa aku perlu tamp...aahh tidak, tidak maksudku apa perlu aku cium kamu?" Tanya Excel seperti gudang petasan yang tersulut api.


Plaaakk


"Bagimana sakit?" tanya wanita itu pada Excel, Excel yang merasakan sakit hanya memegang pipinya dengan menatap wanita itu dengan tatapan kosong.


"Hallo, kenapa kamu diam, apa kamu perlu aku tampar lagi?" tanya wanita itu pada Excel yang masih diam saat ditanya.


"Iya ini sakit" jawaban Excel dengan jujur.


"Berarti kamu sedang bermimpi" balas wanita itu sedikit mengoda Excel.


"Kenapa sakit jika sedang bermimpi?" tanya Excel yang juga merasa aneh mimpi bisa merasakan sakit.


"Itu karena kamu sedang tertidur "


Pletaakk


"Aduuuh, kenapa kamu jitak kepalaku"


"Agar kamu sadar"


"Aahh kamu benar lagi, aku belum sadar, maka aku harus tidur lagi agar kesadaran ku pulih" di saat mau terbaring tidur lagi-lagi Excel kena pukulan.


Plaaakk


"Aduuuh, kenapa kamu selalu suka tampar wajah tampan di semest.."


Pletaakk


"Aduuuh, ampun, kenapa banyak orang suka memukul ku saat aku hidup bahkan saat ini...aaah mimpi yang sangat aneh, tunggu, tunggu ada yang aneh, kenapa aku merasa dibodohi?" ucap Excel sambil melihat kebawah dan mengelus pipinya yang terasa sakit.


"Kamu memang bodoh" setelah mendengar suara wanita itu, Excel melihat lagi wanita yang menamparnya.


"Aaaahh, Yu-Yuna, kamu Yuna kan, kamu benar-benar Yu..."


Pletaakk


"Aduuuh..."


"Benar aku Yuna, bodoh" ucap Yuna sebelum Excel berkata.


"Ha-ha-ha, Yuna aku merindukanmu" teriak Excel dengan tawa yang bahagia, dan tiba-tiba Excel menerjang Yuna yang ada disampingnya, tapi seolah-olah tubuh Yuna menghilang dan tidak bisa dia sentuh.


"Aaah, Yuna kenapa ka-kamu tidak memiliki tubuh, apa yang terjadi denganmu?" tanya Excel yang kaget karena saat dipeluk Yuna berubah menjadi seperti asap.


"Bukannya aku tidak memiliki tubuh, aku hanyalah segumpal kesadaran saja untuk bisa bertemu kamu" jawab Yuna yang membuat Excel baru tersadar.

__ADS_1


"Lalu apa yang terjadi padaku, apa aku sudah mati lagi?" tanya Excel dengan menatap mata indah Ratu alam Semesta.


"Aku sengaja membawamu kesini dan kamu tidak mati" jawab Yuna pada Excel.


"Apa maksud semua ini dan apa tujuanmu membawaku kesini, Yuna?"


"Bersabarlah akan aku jelaskan. Clone Absolute ada target pertamamu, dia dulu terkenal dengan sebutan the gamer. Namun, semua kekuatannya telah aku ambil kembali dan sistem yang berada didalam jiwanya telah aku non-aktifkan, kamu harus segera mengekstrak jiwanya agar sistem itu tidak lagi menjadi aktif.


" jika sistemnya aktif maka akan lebih sulit mencarinya, dan kamu tidak perlu kuatir lagi akan kekuatannya. Apa kamu sudah jelas dengan misi rahasia ini?" tanya Yuna setelah menjelaskan pada Excel.


"Aku mengerti, Yuna. Apa yan...." jawab Excel pada Yuna, tapi disaat ingin bertanya lagi...


"Kamu akan aku kirim lagi diduniamu, dan belum saatnya kamu bertanya."


Wooossshh


"Aaaaahhh"


Didunia nyata Excel masih terbaring ditempat tidur, seperti bayi yang tertidur pulas, Li Xia yang menjaganya sampai tertidur didada bidang Excel.


"Aahh, Yun...!! aku sudah kembali" gumam Excel yang saat membuka mata dengan awal desahannya, saat Excel merasa dadanya ada sesuatu yang menindihnya.


"Xia'er, maaf membuat kalian kuatir, maaf isteriku aku membuat kalian kuatir" ucap Excel yang melihat wanitanya didunia jiwa masih ada yang menangis dan ada yang sudah lebam dimatanya yang terlalu lama menangis.


"Suamiku kamu bangun akhirnya...hiiks" teriakan Zhou Mei dan Ling Xuan saat mendengar suara Excel meminta maaf.


Swooosshh


Excel langsung pergi didunia jiwanya dengan mengendong Li Xia yang masih tertidur dan tidak sadar jika sudah berpindah didunia jiwa, mendengar banyak suara wanita, Li Xia baru terbangun dan sadar sudah berada dalam gendongan Excel.


"Suamiku"


"Sayang"


Seketika suasana riuh senang karena Excel telah terbangun dan sudah menemui semua wanitanya yang berada didunia jiwa.


"Ha-ha-ha, maaf wanitaku aku buat kalian kuatir, ayo kita bersenang-senang, aku akan buat kalian cum hingga menyerah" ucapan Excel membuat mereka senang dan malu, dengan Excel dipeluk semua wanitanya secara bergiliran.


"Pamaaaan, aku merindukanmu, aku juga ingin makanan cum itu" teriak Qiaofeng yang telat memeluk saat Excel terbangun dan datang didunia jiwa, sambil berlari dari Mansion didunia jiwa Excel.


"Aaah aku lupa jika ada loli"


"Hahaha, suami kamu harus bertanggung jawab"


"Hahaha" tawa semua wanitanya yang sangat bahagia.


Saat Excel tidak sadarkan diri, semua wanitanya sangat kuatir akan kondisi suaminya, banyak yang menangis dan benar-benar takut akan terjadi sesuatu pada Excel. Mereka ingin keluar dari dunia jiwa tapi tidak bisa, hanya Excel yang bisa mengeluarkan mereka dan membawa mereka dari dunia jiwa.


"Paman Xue Tong, Xue Mu, Xue Cing dan Ceng Fu aku baik-baik saja. Aku akan keluar dua jam lagi"


"Dan tolong kabari semua orang di kota Phoniex jika aku sudah bangun" permintaan Excel pada bawahannya, Excel tahu jika semua penduduk sedang kuatir dengan kondisi Excel.


"Haah, syukurlah jika Tuan muda baik-baik saja, kami semua sungguh mengawatirkan Tuan muda" balasan Xue Tong melalui komunikasi telepati dengan Excel.


"Baiklah Qiaofeng kamu berlatih dulu dengan Niu Qinglin, setelah berlatih aku akan beri kamu hadiah, oke!" permintaan Excel pada Qiaofeng dan Niu Qinglin, karena Excel ingin menghukum semua wanitanya.


"Janji ya Paman, awas kalau lupa, panah kesayanganku sedang mencari mangsa" balasan Qiaofeng yang membuat Excel merinding.


"Ba-baik muridku, gurumu berjanji" entah kenapa Excel selalu takut pada wanitanya, apalagi pada muridnya yang sendiri.


"Ayo, siapa yang aku hukum dengan tongkat naga saktiku...ha-ha-ha" keinginan Excel membuat wanitanya mulai berfantasi di pikirannya.


"Biar aku yang duluan, aku yang bisa lebih lama melawannya" permintaan Zhou Mei dengan wajah yang malu dan senang.


"Kamu yakin...he-he-he. Kamu tidak mungkin bisa bertahan lama, baiklah lima wanita ayo lawan aku...ha-ha-ha


"Ayo kita serang bersama-sama... He-he-he"


"Iya, siapa takut"

__ADS_1


"Aahh...suami punyaku masih perih, kamu dengan yang la-lainnya saja" ucap Li Xia yang kaget saat suaminya tiba-tiba menyentuh bibir goa silumannya.


"Ha-ha-ha, sayang, kamu terlalu payah" jawaban Excel yang mengejek Li Xia.


__ADS_2