Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 308 Menghancurkan Armada Kapal Perang Kerajaan Arcadia (1).


__ADS_3

Chapter 308 Menghancurkan Armada Kapal Perang Kerajaan Arcadia (1).


Alex menatap Leon dengan prihatin, lagi-lagi temannya mengalami nasib yang buruk. Qin Sha mendesah pelan dan menatap ke langit yang biru.


"Lebih baik kita segera memperbaiki altar portal dimensi," kata Qin Sha kepada Alex.


"Baik, pemimpin."


Kedua orang itu dengan cepat kembali menuju altar portal dimensi.


Di luar angkasa, kapal perang BESD1 masih membuntuti kapal induk Kerajaan Arcadia. Kecepatan kapal perang itu sangat cepat, disaat kedua kapal angkasa melaju, hanya meninggalkan jejak sinar dan asap saja.


"Kak Zhou Mei, daripada langsung menghancurkan kapal kecil itu, bagaimana jika kita bermain-main dengan kapal mini star kita, sudah lama kita tidak menggunakan kapal perang itu." Poppy tiba-tiba memiliki ide, dan mengutarakan kepada Zhou Mei.


Mendengarkan ide Si Poppy, Zhou Mei langsung tersenyum, padahal tadi wajahnya tidak sedap dipandang.


"Ide yang bagus ... Hahaha! Ayo kabari saudari-saudari dan putri-putri kita! " Zhou Mei menjadi gembira bisa bermain dengan para penjajah.


Dengan suara telepati, Zhou Mei memberikan kabar gembira kepada seluruh pasukan wanita yang berada di dunia jiwa. Sontak semua pasukan wanita bersorak-sorai dan buru-buru keluar dari dunia jiwa.


Excel tiba-tiba muncul di kursi komando utama, kehadiran Excel menambah kegembiraan pasukan wanita. Yuna dan Yuke juga keluar dari dunia jiwa dan langsung memeluk suaminya.


"Maafkan aku, suami. Percayalah, aku akan selalu memilih kamu!" kata Yuna sambil memeluk suaminya.


"Iya aku percaya. Ayo kita lihat pasukan wanita kita menyerang kapal induk Kerajaan Arcadia!" jawab Excel dengan nada lembut dan penuh kasih sayang.


Tetapi bagi Yuna, perkataan Excel masih memendam rasa kecewa, terlihat dari sikapnya yang berbeda. Kali ini Excel bersikap dingin, cuek dan pendiam.


Yuke juga merasa perubahan sikap suaminya, demikian juga personil yang berada di kapal perang BESD1, semua wanita hanya mendesah dan kembali melanjutkan tugas masing-masing.


"Matikan pelindung kamuflase BESD1, buka gerbang hanggar pertama. Pancing musuh untuk mengeluarkan kapal perang mereka...." Yuke segera mengatur pasukan wanita, pintu gerbang pertama dibuka.


Wushhhh


Wushhhh


Dua unit kapal mini star ship segera keluar dan melesat kearah kapal induk Kerajaan Arcadia. Satu unit mini star ship itu di kendalikan oleh Qiaofeng dan putrinya Jun Qiaofeng, satunya lagi dikendalikan oleh Wei Yu dan Jun Yu.


"Gawat, komandan Sun Yao. Ada kapal raksasa dibelakang kita...!" lapor seorang personil bagian navigasi kapal induk, dia menerima notifikasi di layar monitor.


"Apa, sejak kapan...! Astaga i-itu kapal perang raksasa yang berada di Benua Permata Hitam pada waktu itu!!" Sun Yao sangat kaget dan buru-buru mengaktifkan layar monitor miliknya, dia ketakutan saat mengetahui kapal perang yang pernah muncul di Benua Permata Hitam.


Bhuzhhhh


"Sialan, kita tidak mudah bisa kembali lagi...!" Leluhur Sun juga keluar dari dunia jiwa, dan mengumpat kesal, ingin pulang saja harus mendapatkan rintangan.


"Sun Yao, kerahkan kapal perang kita!" perintah Leluhur Sun kepada cucunya, sambil duduk di kursi Komando Utama milik Sun Yao.


"Baik, Leluhur."


Sun Yao buru-buru menuju hanggar, sesampainya disana dia mengeluarkan pasukannya yang berada di dalam dunia jiwa, satu per satu prajurit segera keluar dan memenuhi hanggar kapal induk.


"Lakukanlah yang terbaik untuk menghancurkan kapal raksasa itu. Saat inilah pelatihan kalian selama ini akan berguna!" perintah Sun Yao kepada para prajurit tempur angkasa.


"Huu... Huu...!!"


Suara Yel-yel semangat prajurit menggema di hanggar kapal induk. Selama ini Sun Yao selalu menyimpan energi kapal perangnya, dengan tujuan menghindar dimanfaatkan oleh Qin Bo sebagai utusan Nine Heaven Palace.


Seandainya Qin Bo tahu, sudah pasti akan sangat marah. Sun Yao juga tidak bodoh, sebagai Komandan Armada kapal perang, dia memiliki banyak pengalaman.


Energi bahan bakar armada kapal perang hanya digunakan saat-saat tertentu, seperti saat ini. Sun Yao tidak pernah berbicara perihal rahasia ini kepada siapapun, kecuali semua prajurit yang telah setia.


Jika Qin Bo tahu, dia pasti sudah memanfaatkan Armada kapal perang untuk menguasai Alam Semesta Aurora. Ini semua adalah pengaturan yang sudah dibicarakan dengan Kaisar Sun Quan, sebelum Armada kapal perang memasuki Alam Semesta Aurora.


"Jenderal ketiga, pimpinan mereka. Jenderal keempat, kamu persiapan diri untuk memberikan dukungan penuh!" Sun Yao memberikan pengaturan kepada kedua Jenderalnya yang masih tersisa.


"Baik, pemimpin."


Segera kedua Jenderal itu keluar dari hanggar kapal induk. Sun Yao juga kembali menuju di ruang kendali utama.


Di luar angkasa, kapal perang Kerajaan Arcadia satu persatu bermunculan, sebelum mini star ship mendekati kapal induk. Melihat itu, Yuke segera memberikan perintah.


"Segera, perintahkan pasukan wanita di hanggar pertama untuk menghancurkan armada kapal perang mereka!" perintah Yuke kepada personilnya, Excel, Yuna dan Yuke terus menatap musuhnya di depan kapal perang BESD1.


"Siap, Komandan ketiga."


Bip... Bip


"Segera lepas landas, berikan serangan kejutan pada target!" personil kapal perang BESD1 memberikan perintah pasukan wanita hanggar pertama.


Wushhhh

__ADS_1


Wushhhh


Satu per satu mini star ship keluar dari hanggar pertama, total yang keluar 19.998 unit. Kecepatan mereka sangat mencengangkan, kecil tapi gesit.


Dibandingkan dengan kapal perang Kerajaan Arcadia, 10 banding 1 untuk ukurannya. Melihat banyaknya kapal kecil yang berbentuk aneh, membuat kapten kapal perang sedikit meremehkan.


Qiaofeng dan Wei Yu segera melancarkan serangan. Demikian juga dengan kapal perang musuh yang melancarkan serangan.


Boom... Boom...


Kapal perang Kerajaan Arcadia langsung mengalami sedikit kerusakan, saat senjata laser mini star ship mengenai badan kapalnya.


"Hancurkan mereka semua, sebelum menghancurkan kapal induk kita!" perintah jendral ketiga kepada pasukan kapal perang.


Wushhhh


100 ribu kapal perang Kerajaan Arcadia segera bergerak melawan mini star ship. Bala bantuan Qiaofeng dan Wei Yu segera datang, mereka langsung menyerang kapal perang musuh.


Zretttt


Boom... Boom


Pertempuran luar angkasa langsung meletus, pasukan Kerajaan Arcadia melawan Pasukan wanita. Pertempuran sangat sengit, 20 ribu mini star ship melawan 100 ribu kapal perang musuh.


"Buka hanggar kedua untuk mendukung gelombang pertama!" Yuke segera memberikan perintah kepada personilnya.


Dhumm...


Wushhhh... Wushhhh


Gerbang hanggar kedua terbuka, dan sekali lagi mini star ship keluar satu per satu. Jumlah unit di hanggar kedua sama, yaitu 20 ribu unit mini star ship.


Para pemimpin Benua Biru segera berdatangan di kapal perang BESD1, mereka ingin melihat aksi pasukan wanita, setiap ruang di kapal perang BESD1 terisi penuh, semua mata menatap layar monitor yang besar.


"Satu juta kapal perang ... Banyak sekali!" gumam Kaisar Ling saat melihat jumlah kapal perang musuh.


"Hahaha! Aku ingin rasanya ikut berolah raga...!" Kakek Xuan tertawa bahagia, dia ingin ikut dalam menghancurkan penjajah.


"Aku juga. Kita bisa gunakan kapal perang milik kekaisaran Agung!" Kaisar Li juga ingin ikut berperang.


"Kita tanya dulu dengan komandan, jika di ijinkan." Kata Kaisar Dongbu yang juga tidak sabar ikut berperang.


"Bocah nakal, aku ingin berpartisipasi dengan cucu dan cicit ku, aku kuatir mereka akan terluka jika aku tidak membantunya..." Kakek Xuan berlari sambil berbicara dengan keras kepada Excel, alasan Kakek Xuan membuat Excel mengedutkan sudut bibirnya.


Mendengarkan musuh bebuyutan Excel datang, Yuna, Yuke dan 2.500 personil menjadi tersenyum, mereka yakin akan ada perang dunia ketiga akan terjadi.


"Hei! Bocah tua nakal, jangan meremehkan hasil kerja keras ku. Apa kamu tidak takut jika krisan mu di tembak musuh... Hah!!" jawab Excel sambil berdiri dari kursi komandonya.


Tap... Tap...


Kakek Xuan sudah tiba di ruang pusat kendali dengan berlari dan langsung berhadapan dengan Excel.


"Hahaha! Siapa yang takut, bocah!" jawab Kakek Xuan tertawa karena dia merasa diremehkan si Excel, "kamu tidak tahu rasa kekuatiran terhadap anak, cucu dan cicit, apalagi kamu sudah mencuri cicit kesayangan ku. Sekarang biarkan kita membantu mereka, kamu diam saja disini." lanjut Kakek Xuan.


"Terserah, terserah, lakukan apa yang kamu mau. Ingat, jaga krisan mu baik-baik!" jawab Excel sambil berjalan ketempat duduknya.


"Hahaha! Kamu tidak perlu kuatir...!" Kakek Xuan langsung kembali ketempat semula, dia mengabarkan kepada para pemimpin yang sedang menunggu Kakek Xuan.


"Ayo kita ledakan semua musuh, kita sudah mendapatkan ijin ... Hahaha! " Kakek Xuan segera memberikan kabar gembira kepada rekan-rekannya.


"Hahaha! Kamu hebat Kakek Xuan...!"


Serempak para pemimpin menuju ruang hanggar pertama, disana pasukan wanita juga sudah bersiap menunggu perintah dari pusat komando. Melihat banyaknya para pemimpin berdatangan, membuat pasukan wanita heran, mereka hanya melihat saja tanpa bertanya.


Wushhhh


Wushhhh


"Cucu, cicit ku, aku datang...!!" teriak Kakek Xuan saat berada di kapal angkasanya, dia membawa beberapa pasukan Naga.


Semua pemimpin juga mengeluarkan kapal angkasanya dan menyusul Kakek Xuan yang sudah melaju dengan cepat.


Pasukan wanita hanya geleng-geleng kepala melihat ayah, kakek, ibu dan saudara-saudara kegirangan.


Boom... Boom


Mini staf ship terus-menerus menembakkan senjatanya, demikian juga dengan kapal perang musuh yang selalu membalas serangan pasukan wanita.


Kecepatan mini star ship membuat serangan balasan selalu gagal, justru kapal perang mereka mengalami kerusakan sedikit demi sedikit.


Kapal induk terus melaju dengan cepat agar tidak menjadi target mini star ship. Melihat kapal induk tidak berhenti, Yuke segera memberikan perintah lagi.

__ADS_1


"Perintahkan hanggar ketiga dan keempat untuk menyerang kapal induk musuh!"


"Siap, komandan ketiga."


Segera hanggar ketiga dan keempat mendapatkan perintah dari pusat komando, mereka kegirangan dan langsung lepas landas.


Boom... Boom...


40 ribu mini star ship mendapatkan dukungan dari para pemimpin dan pasukan Naga, mereka semakin gencar melakukan serangan.


"Jenderal keempat, segera kerahkan 500 ribu pasukan kapal perang untuk amankan jalur kapal induk, sisanya untuk mendukung Jendral ketiga!" perintah Sun Yao saat tahu musuh mendapatkan dukungan.


"Segera, komandan."


Boom... Boom


Ledakan senjata menggema di luar angkasa, pertempuran itu menarik perhatian Alam Keabadian, mereka melihat banyaknya percikan api saat menatap kearah lokasi pertempuran.


"Apa guru Agung sudah bertempur dengan para penjajah itu?" tanya Yang Wei saat berada di pusat pemantauan Alam Semesta Aurora.


"Seperti Leluhur benar, ayo kita segera mendukung beliau," kata Yu Guan yang telah kembali ke istana surgawi dengan selamat setelah dikejar Alex dan Leon.


"Zhuting, kabarkan pada pemimpin dan pasukan surgawi untuk mendukung guru Agung!" perintah Lu Bai kepada Zhuting.


"Mengerti, Leluhur."


Segera pasukan surgawi dimobilisasi, dengan dukungan Raja Asyura, Raja Suzaku, Raja Kirin dan banyak lagi pemimpin di Alam Keabadian.


Qin Sha dan Alex yang sibuk memperbaiki altar portal dimensi, juga mendengar ledakan rendah dari tempat mereka berada, kedua orang itu mendongakkan kepalanya ke arah pertempuran hebat itu. Mereka melihat percikan api dari ledakan setiap senjata.


"Sepertinya rencana mereka untuk kembali tidak semudah itu!" kata Qin Sha sambil terus melihat keatas.


"Anda benar pemimpin," ujar Alex yang masih melihat percikan api yang terus-menerus terlihat dan disusul suara dentuman rendah.


"Apa kita tidak melihatnya dari dekat, pemimpin. Siapa tahu kita bisa ambil keuntungan dari pertempuran mereka!" pinta Alex yang sudah tidak sabar ingin melihat dari dekat pertempuran itu.


"Tidak, justru ini kesempatan kita untuk memperbaiki altar portal dimensi ini. Aku juga akan mengirim pesan agar mereka membawa lebih banyak pasukan!" jawab Qin Sha sambil kembali melanjutkan memperbaiki altar.


"Anda benar, pemimpin." Alex segera kembali melanjutkan tugasnya, dia mengeluarkan energi Qi untuk menambal retakan pada altar seperti yang dilakukan Qin Sha.


Kali ini Qin Sha dan Alex lebih cepat memperbaiki altar itu, disaat mereka berdua kehabisan energi, mereka selalu berganti untuk beristirahat.


"Ibu, lindungi aku!" pinta Jun Liqin kepada ibunya Bi Liqin. Jun Liqin ingin keluar dari mini star ship, karena baginya terlalu lama mengurus kapal perang musuh dengan mini star ship.


"Hah! Baiklah, kamu hati-hati, jangan lupa War Clock kamu harus aktif terus." desah Bi Liqin saat mengetahui keinginan putri satu-satunya Bi Liqin tersenyum melihat Jun Liqin yang keluar dari mini star ship.


"Beres, ibuku sayang!" jawab Jun Liqin sambil menjulurkan lidahnya.


Wushhhh


"War Clock aktif, weapon aktif!" suara lirih Jun Liqin saat mengaktifkan perlengkapan perangnya.


Segera tubuh seksi dan wajah cantiknya diselimuti perlengkapan perang, dikedua bahunya terlihat senjata roket, kedua tangan Jun Liqin juga memegang senjata pistol dan shotgun, kepalanya juga dilindungi dengan helm.


War Clock Jun Liqin berwarna ungu, dan War Clock itu juga semakin membuat Jun Liqin menjadi seksi. War Clock itu tidak kaku, tetapi sangat fleksibel, mampu mengikuti pergerakan Jun Liqin secara bebas.


Melihat aksi Jun Liqin, Lu Xinxin dan Lu Xianglun juga segera mengikuti, mereka berdua segera menyimpan mini star ship, dan mengganti dengan War Clock.


Kedua wanita dari Ras kelinci juga telah diberi sistem dan teknologi hebat oleh Yuna dan Yuke. Cang Juan dan Cang Lien juga mengikutinya, sedangkan 10 pengawalnya memberikan perlindungan kepada mereka berdua.


Wushhhh


"Hahaha!Rasakan ini...!!" Jun Liqin tertawa gembira saat dirinya melesat kearah target terdekat, dia segera mengarahkan senjatanya kepada kapal perang musuhnya.


Bang... Bang... Dorrr... Dorrrr


Rentetan senjata shotgun dan pistol memborbardir kapal perang dengan brutal. Pasukan Arcadia yang berada di kapal perang menjadi panik, saat muncul wanita yang berada di Benua Permata Hitam di depan kapal mereka.


"Hati-hati ... Aaahhhh! "


"Tembak dia dengan meriam, kamu panah dia...!!" kapten kapal juga panik saat Jun Liqin menembakkan senjatanya.


"Saudari, aku datang ... !!" Lu Xinxin berteriak keras saat berada di belakang Jun Liqin, Lu Xinxin juga segera mengarahkan senjatanya.


Bang.... Bang... Dorrrr... Dorrrr


"Hah!! Kacau jadinya...!!" gumam Excel melihat aksi Jun Liqin dan disusul sebagian wanitanya, mereka tidak melakukan sesuai prosedur perintah komandan ketiga.


"Hehehe! Mungkin lebih leluasa saat bergerak dengan fisik daripada menggunakan mini star ship. Yuke, beri tindakan perlindungan untuk mereka!" Yuna tersenyum melihat wajah Excel yang cemberut, Yuna juga memerintahkan Yuke untuk memberikan dukungan bagi pasukan wanita yang tidak menggunakan mini star ship.


(Revisi√)

__ADS_1


__ADS_2