
Chapter 65 Batu Es misteri
Setelah berberapa hari tinggal di kapal tempur BESD1, Excel telah banyak melakukan tugas sebagai suami didalam dunia jiwanya dan melatih mereka dengan sabar.
"Emperor pertama, berapa banyak pasukan wanita yang kita miliki sekarang?" tanya Excel yang sambil duduk di kursi komando kapal BESD1.
"7500 prajurit wanita dan 12.500 prajurit pria, komandan" jawab Zhou Mei yang menjabat sebagai kapten Pertama
"Kamu terus rekrutmen prajurit sebanyak mungkin, sebarkan melalui giok perekam,
"Lapor komandan, ayah Xiao ingin bertemu di balai kota" kata Xiao Chun yang memberikan laporannya.
"Katakan, pada ayah Xiao aku akan tiba dalam 2 jam lagi, Tyrant Pertama" balas Excel pada Xiao Chun yang adalah putri ketiga dari pemimpin kota Song.
Sengaja Excel memberikan nama pasukan menurut tingkat Kultivasinya saat menjadi seorang prajuritnya, tujuannya agar mudah dihafal dan tidak membuat bingung dengan nama mereka satu persatu, jika sebagai isteri Excel akan memanggil sesuai nama aslinya.
"Holy Monarch kedua, berapa banyak persediaan kita saat ini?"
"Lapor, tersisa 35 persen, komandan" jawab Xue Rong yang Kultivasinya ditingkat Holy Monarch tahap dua dan itu nama jabatan saat menjadi prajurit.
"Aku akan pergi ke kota Song dan kalian semua bersiap menuju benua timur setelah aku menyelesaikan urusan di Kekaisaran Zhou" kata Excel kepada semua wanitanya.
Wuuuuussshh
"Sial, bocah kamu mengagetkan ku"
"Ha-ha-ha, ayah mertua apa kamu merindukanku?"
"Huuff...tidak. Ha-ha-ha. Nak, maaf aku menganggumu, leluhur Kekaisaran ingin bertemu denganmu" kata ayah Xiao Chun yang tadi sempat kaget saat menantunya muncul tiba-tiba.
"Oh, apa yang mereka inginkan? Dan ayah kamu terlihat sangat sibuk!" tanya Excel padanya walau sebenarnya sudah tahu niat mereka ingin bertemu dengannya.
"Haaah, sejak semua orang tahu kamu menjadi menantuku banyak orang yang ingin berkerja sama dengan ku." dengan menghela nafas ayah Xiao menjawabnya dan kembali berbicara.
"Leluhur Zhou ingin berdamai denganmu, mereka berberapa hari selalu saja menggangguku supaya aku menghubungimu, Nak."
"Oh, baiklah aku akan ke istana, apa ayah mau ikut?"
"Tidak, Nak. Lihat begitu banyak dokumen dimejaku gara-gara prestasimu sebagai Alchemist dan smelting dan mereka ingin membangun bisnis denganku!" balas ayah Xiao yang sibuk memeriksa proposal didepannya.
"He-he-he, bagus, jika mereka ingin barang bagus mereka bisa kekota Phoniex, disana akan ada lelang Pill suci puncak dan senjata tingkat Semesta." kata Excel dengan menaruh cincin dimensi didepan ayah mertuanya.
Dengan rasa ingin tahu segera ayah Xiao Chun mengambil cincin dimensi dan memeriksanya, dengan mata melebar mulut menganga setelah melihat isi didalam cincin yang begitu banyak pil dan senjata.
"Nak, I-ini untuk apa?"
"Itu untuk modal ayah berbisnis di kota Song, didalam ada pil tingkat Mortal dan senjata tingkat bumi puncak, ayah jual disini dan jika mereka ingin yang lebih baik mereka bisa membeli di kota Phoniex, ayah."
"Ha-ha-ha, Nak. Otakmu encer juga. Oke aku akan promosikan kotamu" jawab ayah mertuanya yang tahu niat menantunya.
"Baik ayah aku akan ke istana, mereka sudah gelisah terlalu lama...ha-ha-ha"
"Kamu jangan buat orang menjadi ketakutan...ha-ha-ha. Kamu harus hati-hati"
Wooossshh
Excel kini sudah berada di depan gerbang kota utama di Kekaisaran Zhou, dengan berjalan santai dan menikmati suasana kota yang warganya sibuk menawarkan barang dagangan miliknya.
"Pil tingkat fana telah tersedia, cepat beli sebelum keburu habis"
"Ayo, ayo datang ke toko kami, senjata terbaru telah ada"
Excel yang selalu ditawari barang dagangan milik mereka saat berjalan menuju istana kekaisaran, mereka tidak mengenali siapa Excel dengan menggunakan topeng emas miliknya.
"Tuan muda Yimin pilihannya tidak pernah meleset saat memilih batu es misteri"
"Iya, kamu benar, Minggu lalu dia berhasil mendapat tanaman langka"
"Untung saja dia mendapatkan tanaman itu, jika tidak..."
"Hei, jika tidak apa?"
"Berberapa hari yang lalu dia terluka parah saat di hutan Pinus, untung saja eldernya menemukannya dan menggunakan tanaman langka itu untuk menyembuhkannya"
"Apa yang terjadi dengannya hingga terluka parah?"
__ADS_1
"Entahlah, aku dengar dia dikeroyok binatang buas saat menyelamatkan dua kekasihnya"
"Haa, apa dia bodoh mau-maunya menyelamatkan kekasihnya..."
"Huusst, jangan bicara keras, mampus kamu jika Tuan muda Yimin mendengarnya"
Excel yang saat berjalan mendengar obrolan mereka berdua menjadi tertarik untuk melihat batu es misteri yang belum dia dengar selama ini.
"Tuan muda, apa anda ingin membeli batu es misteri" seorang pelayan wanita bertanya pada Excel saat dia memasuki toko.
"Iya, tapi aku ingin lihat-lihat dulu, apa boleh?"
"Boleh saja, Tuan Muda" jawab si pelayan dengan senyuman.
Lalu Excel berjalan pelan mengelilingi toko dilantai 1 dan melihat batu es misteri, Excel menggunakan mata bintang cosmos untuk melihat isi didalam batu tersebut.
Yimin yang merasakan kehadiran Excel ditoko dan hanya melihat saja mulai merasa terganggu, apalagi Excel terlihat seperti orang yang bodoh yang hanya melihat sekilas dan berjalan lagi tanpa ada niatan memilih batu tersebut.
"Hei, bodoh. Jika kamu tidak tahu apa-apa lebih baik pergi dari sini" kata Yimin pada Excel dengan nada sombongnya.
Pengunjung toko yang mendengar suara Yimin segera mengalihkan pandangan mereka yang tertuju pada sosok pria muda bertopeng emas dan memang terlihat tidak tahu apa-apa tentang batu es misteri.
Excel yang di tegur dengan nada sombong Yimin tidak perduli dan terus melakukan apa yang ingin dia lihat didalam batu tersebut dengan hal yang sama, melihat sekilas dan melangkah berjalan lagi.
Yimin yang merasa tidak dihiraukan menjadi semakin tidak suka dengan pria bertopeng emas dan menegurnya lagi dengan nada yang lebih keras.
"Hei, idiot. Apa kamu tuli atau bisu?" bentaknya pada Excel. Namun, sekali lagi Excel tidak menghiraukannya seperti tidak mendengar suaranya.
"Pengawal usir idiot ini, menganggu saja" perintah Yimin yang sudah tidak sabar melihat Excel.
"Baik, Tuan Muda"
"Hai, kamu cepat keluar dari sini" bentak pengawal Yimin pada Excel, tapi sekali lagi Excel diam dan terus melihat batu es yang menurut aneh didepan.
"Pelayan, aku ingin yang ini, berapa harganya?" tanya Excel pada pelayan dibelakangnya.
"Tuan muda, kalau batu es misteri ini paling murah, harganya hanya 100 koin emas saja" jawab pelan dengan nada ramah dan senang karena batu es itu tidak ada yang berminat membelinya.
"Baik, aku beli yang ini" kata Excel kepada gadis pelayan toko.
"Pengawal, segera usir dan seret dia, jika melawan hajar saja!"
"Baik, Tuan Muda."
"Hai, kamu pria bertopeng. Cepat pergi dan jangan buat pelanggan lain menjadi terganggu" bentak pengawal Yimin sekali lagi, tapi Excel tetap tidak peduli dan malah memberikan 110 koin emas kepada gadis pelayan toko.
"Ambil kembaliannya" kata Excel pada gadis pelayan toko itu, melihat Excel memberikan uang lebih membuatnya sangat senang karena gajinya tiap bulan hanya 100 perak saja.
"Tu-tuan, ini terlalu banyak" kata gadis pelayan toko dengan sedikit gemetaran melihat uang yang diterimanya. Namun, Excel sepertinya tidak mendengar suara pelayan itu dan terlihat akan naik ke lantai 2.
Pengawal yang melihat Excel memberikan harga lebih pada pelayan sedikit ragu untuk mengusir Excel, pasal Excel membeli barang ditoko dan terlihat seperti orang kaya yang menyamar.
"Bodoh, kenapa hanya diam saja, cepat usir idiot itu" bentak Yimin pada pengawal yang hanya diam saja dan tidak segera mengusir Excel.
"B-baik, Tuan muda" karena tidak bisa melawan majikannya, dengan segera pengawal akan menarik tangan kanan Excel, tiba-tiba Excel menoleh kebelakang dan menatap pengawal itu sebelum tangan pengawal menyentuh tangannya, pengawal yang ditatap Excel seketika membeku dan tidak bisa bergerak sama sekali.
Merasa ada keanehan pada pengawalnya yang diam dan tidak bergerak, segera Yimin menepuk punggung pengawal yang dia perintahkan untuk mengusir Excel.
Plaaak
Pyaaaarr
"Aaaahh" teriak suara wanita yang tidak lain gadis pelayan toko yang kaget dan berteriak, karena pelayan itu tepat berada disebelah pengawal yang kini tubuhnya pecah seperti kaca saat ditepuk Yimin.
"Astagaa..."
"Ke-kenapa dia...?"
"A-apa ya-yang terjadi?" kata Yimin yang tergagap karena pengawalnya mati dan tubuhnya hancur seperti kaca saat dia menepuk punggung pengawalnya, dia masih tidak tahu apa yang sudah terjadi, seketika semua orang yang berada di toko juga kaget dan saling berseru ketakutan yang melihat semua kejadiannya.
Dengan menenangkan pikirannya dan berusaha mengingat proses kejadian, Yimin jadi teringat saat Excel hanya menatap pengawalnya dan menjadi diam saat tangan pengawalnya akan menyentuh tangan orang yang dia ingin usir.
"D-dia, pasti dia" kata Yimin yang sudah mengerti siapa pelakunya, sayangnya Excel sudah berada dilantai 2 dan lagi-lagi tidak peduli dengan mereka semua yang masih terkejut dan ketakutan dilantai 1.
"A-apa benar pria bertopeng itu yang membuat tubuh pengawal itu hancur" kata pelanggan yang juga melihat semua kejadiannya, dia tidak percaya jika pria bertopeng melakukannya, karena pria itu hanya melihat sekilas tanpa melakukan gerakan apapun pada pengawal Tuan muda Yimin.
__ADS_1
"A-aku juga tidak mengerti" tanya teman pelanggan itu yang juga melihat semua kejadiannya.
"Aaah, Tuan muda. Tunggu aku" teriak gadis pelayan yang masih ketakutan dan berteriak memanggil Excel dan berlari mengejarnya ke lantai atas.
"Cepat panggil prajurit keamanan kota Kekaisaran" perintah Yimin kepada salah satu pengawalnya yang masih terkejut dan ketakutan.
"B-baik, Tuan muda" dengan segera pengawal itu keluar dari toko dan mencari prajurit keamanan kota Kekaisaran.
"T-tuan muda" panggil pelayan itu pada Excel.
"Ada apa gadis cantik, apa kamu merindukanku?" tanya Excel yang malah mengoda gadis pelayan toko yang awalnya ingin bertanya pada Excel apa yang terjadi pada pengawal yang dia tatap, saat pelayan toko akan menjawab...
"Pelayan, apa yang sudah terjadi? Kenapa semua orang pada ribut dilantai bawah?" tanya seorang wanita dewasa yang keluar dari ruang kerjanya, dia mendengarkan keributan yang terjadi dilantai bawah.
"Ma-maaf, nyonya. Ini karena..." jawab pelayan yang ketakutan saat ditanya majikannya dan mulai menceritakan semua awal kejadian hingga pengawal itu mati.
"Apaaa...! bagaimana bisa hanya dengan melihat sekilas membuat tubuhnya hancur?" tanya pemilik toko yang kaget setelah mendengar cerita pelayannya.
"A-aku juga tidak tahu nyonya!" jawab gadis pelayan itu dengan nada ketakutan.
"Pelayan, kalau ini berapa harganya?" tanya seorang pria yang tak lain adalah Excel.
Saat mendengar ada yang memanggilnya, pelayan melihat majikannya dan menunggu persetujuan dari majikannya, dengan menganggukan kepala tanda memberi ijin dengan cepat gadis pelayan itu berlari mendekati Excel.
"Maaf, Tuan muda. Apa yang bisa saya bantu?" tanya pelayan yang tadi tidak mendengar apa yang ditanyakan Excel.
"Oh, ini berapa harganya?" tanya Excel dengan menujuk batu es misteri yang berukuran kepala manusia.
"K-kalau yang itu 17 ribu koin emas, Tuan muda" jawab gadis pelayan yang terlihat gugup saat dia didekati majikannya.
"Oh, baiklah aku beli yang ini dan ambil kembaliannya" balas Excel dengan melemparkan 2 platinum kepada gadis pelayan dan mengambil batu es misteri yang dia beri dan menyimpannya di inventory.
Gadis pelayan dan majikannya bengong saat Excel melemparkan 2 platinum seperti mata uang platinum tidak berharga sama sekali, bahkan tidak peduli dengan kelebihan uang 3000 koin emas, pasalnya harga batu es misteri itu tidaklah murah.
Memang ada yang lebih mahal didalam toko dengan harga 100 ribu koin emas, karena harga batu es misteri yang tidak diminati banyak orang walau sering menjadi bahan pembicaraan banyak orang.
"Tu-tuan, i-ini ter-terlalu banyak" kata gadis pelayan yang tidak bisa berbicara dengan lancar saat Excel memberikan uang kelebihan sekali lagi, bahkan uang kembaliannya lebih besar ratusan kali lipat dari barang pertama yang dia beli.
"Ambil saja, aku tidak membutuhkannya" jawab Excel dengan santai dan masih melihat batu es misteri lagi.
"T-tapi.."
"Kalau yang ini berapa?" tanya Excel sekali lagi dan tidak peduli dengan reaksi pelayan itu dan ingin berbicara tapi terpotong saat Excel kembali bertanya harga barang di toko.
Pemilik toko dan pelayan hanya saling memandang dan melihat Excel, mereka seakan-akan seperti mimpi melihat Dewa harta didepan mata mereka.
"Halo, dua wanita cantik kenapa tidak menjawab" tanya Excel sekali lagi yang melihat dua wanita itu masih bengong karena barang yang diminati pria bertopeng itu adalah harga termahal di toko mereka, dan sudah lama berada di toko karena tidak ada yang berani membeli dengan harga yang sangat mahal, apalagi tidak tahu apa yang ada didalamnya, walau master pemecah batu es misteri seorang ahli batu mengatakan jika didalamnya ada artefak yang istimewa.
Karena tidak adanya bukti jika didalamnya terdapat artefak banyak orang yang hanya melihat dan berkomentar dengan hasil penyelidikan mereka saja tanpa membeli batu es misteri yang termahal.
"Ma-maaf, Tuan muda. I-itu sangat mahal" jawab pemilik majikan yang seorang wanita dewasa berusia 37 tahun, dengan tubuh berisi yang membuat tongkat segera berdiri, wajah cantik berbentuk oval dengan kulit putih mulus, rambut pirang panjang menyentuh pinggang, warna mata hitam yang indah dengan alis tebalnya, bibir tipisnya membuat orang ingin selalu menciumnya.
"Tidak masalah, berapa harganya?" tanya Excel dengan senyum tipis, melihat senyumnya kedua wanita itu kenapa tiba-tiba mendekatkan kedua tangan menyentuh dada mereka dengan nafas memburu.
Excel yang melihat tingkah aneh kedua wanita yang dia lihat hanya menggaruk-garuk kepala walau tidak gatal, karena tidak mengerti apa yang terjadi pada kedua wanita ini.
Batu es misteri yang memiliki harga termahal memang berisi artefak tingkat Semesta yang mana akan jadi rebutan banyak orang jika mereka mengetahuinya.
Batu es misteri hanya bisa ditemukan di Lembah es abadi diwilayah benua perbatasan Kekaisaran Zhou dan Kekaisaran Li.
"Itu batu es misteri ini harganya 100 ribu koin emas, Tuan muda" jawab pemilik toko dengan lancar setelah menenangkan hati dan pikirannya, karena dalam pikirannya jika batu es itu terjual dia akan untung 15 ribu koin emas.
"Aku beli kalau begitu, ambil kembaliannya dan bagi dengan pelayanmu" kata Excel dengan melemparkan batu roh kelas menengah kepada pemilik toko dan menyimpan batu es misteri kedalam inventorynya.
Dengan tergesa-gesa pemilik toko menangkap batu roh kelas menengah berwarna merah dengan sigap takut jika terjatuh, dengan tangan gemetaran pemilik toko memegangnya sangat erat.
Dia masih shock yang melihat batu roh kelas menengah dilempar seperti tidak ada artinya, dia tidak menyangkah jika pria bertopeng itu sangat kaya, bahkan batu roh kelas menengah yang sangat langka bisa dia keluar dengan mudah tanpa ragu sedikitpun.
"T-tuan, tunggu dulu" kata pemilik toko yang menghentikan Excel berjalan menuju lantai 1 sebab ingin mengenal Excel lebih banyak, karena pria bertopeng sangat misterius baginya dan membuatnya penasaran.
"Ada apa cantik, kalian ingin berkencan?" tanya Excel yang dengan sengaja mengoda pemilik toko dan pelayannya.
Tap tap tap
"Siapa yang telah membunuh orang diwilayah Kekaisaran?" tanya seorang prajurit yang bergegas menuju toko batu Es misteri dengan suara langkah kaki yang berada didalam toko, seketika suara bising dilantai 1 menjadi hening dan juga menghentikan obrolan Excel dan pemilik toko.
__ADS_1