
Chapter 144 Sekte awan berkabut.
Kemudian Excel memakan hidangan diatas meja dengan lahap tanpa memerhatikan Qinlin yang selalu menatapnya dengan tersenyum.
"Apa kamu tidak pernah makan?"
"Uhuk..." Excel tersendat saat Qinglin bertanya secara tiba-tiba, Qinglin menepuk-nepuk punggungnya dan memberikannya air minum.
"Huuf, aku hanya belum makan kamu" balasan Excel yang membuat Qinglin menjadi malu dan tidak bisa menjawab perkataan Excel.
"Ayo, pergi"
Wuuuuussshh
Excel langsung memeluk pinggang Qinglin dan menghilang, setelah dia meletakkan 1 batu mistik dimeja tanpa menunggu ketiga pelayan wanita itu sadarkan diri.
"Hmm"
Ketiga wanita itu sadarkan diri dan melihat disekitarnya, dilantai 5 rumah makan sudah tidak ada siapa-siapa, lalu pelayan wanita itu melihat batu mistik diatas meja.
"Aahh, kemana pria tampan itu..."
Wilayah barat tidak berbeda dengan wilayah timur, setiap kota kecil yang bisa dijangkau Kekaisaran akan selalu diperhatikan, walaupun dikota kecil semua bangunan megah dan tidak kalah dengan kota besar, penduduknya juga bisa beraktivitas dengan tenang.
"Kemana tujuanmu? Bukannya besok isteri-isterimu bertanding!"
"Aku sebenarnya hanya jalan-jalan saja" Excel menjawab dengan santai seakan-akan dia tidak menyembunyikan sesuatu, Qinglin yang memeluk lengan kanannya tidak perduli tujuan Excel, dia hanya mencairkan suasana setelah meninggalkan rumah makan, Excel dari tadi hanya diam saja dan sepertinya sedang banyak pikiran.
Banyak tatapan birahi para pria disaat Qinglin dan Excel berjalan dengan mesra, tubuh indah Qinglin membuat pria ingin melahapnya, apalagi pakaiannya yang berwarna merah memperlihatkan lekuk tubuhnya, dengan belahan dada sedikit terbuka, dan pakaiannya yang memanjang hingga tumit dengan belahan samping memperlihatkan kaki ramping dan paha mulusnya, tiap mata pria tidak lepas dari belahan dada dan paha Qinglin yang sangat menggairahkan.
Banyak pria cemburu melihat Qinglin memeluk lengan pria bertudung yang sangat beruntung bisa memeluk keindahan yang sangat mengoda.
"Hai, kalian pasti bukan orang dari wilayah barat, apa tujuan kalian kesini"
Seorang pria muda berusia 37 tahun bertanya kepada Excel dan Qinglin, pria itu dari tadi melihat Qinglin dengan penuh ***** dan ingin merebut wanita dari pria bertudung itu, sayang sekali pria itu tidak dipedulikan oleh kedua orang itu dan terus berjalan dengan santai dan semakin mesra.
"Hoi, apa kamu bisu, jika kamu kesini mencari masalah, maka aku sebagai tuan muda Sekte awan berkabut akan mengintrogasi kalian"
Pria itu semakin cemburu dan marah karena tidak dipedulikan, dan menunjukkan identitasnya sebagai tuan muda Sekte, dia sengaja berteriak keras agar semua orang memperhatikannya dan tujuannya bisa memisahkan kedua pasangan itu.
Sekali lagi Excel dan Qinglin hanya diam dan berjalan menuju toko perhiasan tanpa peduli maupun takut dengan nama Sekte awan berkabut.
"Bajingan ini..."
Sebelum tangan kanan pria itu menyentuh bahu Qinglin, Excel membalikan badannya dan langsung menatap mata pria itu, seketika pria itu menjadi diam membeku dan mematung dengan tangan kanannya yang hampir menyentuh Qinglin.
Semua orang yang melihat kegaduhan yang dibuat Tuan Muda Sekte awan berkabut menjadi kaget saat Tuan muda itu menjadi membeku seperti patung es.
Qinglin yang selalu melihat gerakan kekasihnya juga kaget walau hanya sesaat saat pria itu menjadi beku, Qinglin tersenyum dan menjadi bangga dengan sikap protektif kekasihnya yang ingin selalu melindungi.
"Penjahat, apa yang kalian lakukan pada Tuan muda kami... Cepat kembalikan keadaan Tuan muda kami!!"
"Siapa yang penjahat itu... Dia ingin menyentuh isteriku, apa salah jika aku melindungi isteriku dari penjahat seperti Tuan mudamu?" Jawab Excel kepada pengawal pria itu, pengawal itu menjadi mati kutu tidak bisa membalas perkataan pria bertudung itu, semua orang yang mendengar hanya mengangguk kepala dan membenarkan perkataan Excel.
"Aku tidak perduli, apapun yang diinginkan Tuan muda tidak bisa dilepaskan... Cepat kembalikan kondisinya seperti semula, jika tidak kamu akan berhadapan dengan Sekte awan berkabut."
Bentak pengawal itu yang sudah kehilangan pikiran warasnya karena sudah tidak menemukan jawaban yang tepat dia mengancam Excel.
"Berarti Tuan mudamu menginginkan kematian...huuu" Balas Excel kepada pengawal itu dan meniup Tuan muda Sekte berkabut.
Pyaaaarr
"Aaah..."
"Astaga..."
"M-mengerikan..."
Tuan muda Sekte berkabut yang membeku langsung hancur berkeping-keping saat Excel meniupnya seperti membuang asap dari mulutnya, semua orang yang melihat keributan itu kaget dan berteriak dan juga ketakutan dengan tindakan Excel, pengawal langsung syok dan diam tanpa bereaksi saat Tuan Mudanya mati didepan matanya.
Serpian patung es itu menjadi genangan darah membasahi jalan berbatu yang tertata rapi, sebagian orang sudah muntah-muntah dan ada juga anak-anak yang langsung pingsan.
Pyaaaarr
"Astaga, Tuan muda mati, Tuan muda mati"
"Cepat beri kabar leluhur, jika cucu kesayangannya telah mati"
Didalam kediaman Sekte berkabut dibagian pengawas batu kristal kehidupan menjadi gaduh dan kaget melihat batu kristal yang hancur dan hanya menyisakan rekaman kejadiannya.
Tok tok tok
"Leluhur, leluhur"
__ADS_1
Seorang penjaga atau pengawas berlari dengan cepat dan mengetuk pintu dimana leluhur Sekte awan berkabut beristirahat, merasakan gangguan yang paling dibenci leluhur itu membuatnya menjadi kesal dan membentak pengawas itu, karena disaat pengawas itu berteriak memanggil dia, dia sedang berhubungan intim dengan salah satu pelayannya.
"Sialan, ada apa kamu berteriak-teriak tidak jelas, menganggu saja..."
"M-maaf, leluhur, batu kristal kehidupan Tuan muda pecah..."
"Apa...."
Braaaakk
Wuuuuussshh
Leluhur itu langsung menerjang pintu dan pergi menuju tempat khusus dimana tersimpannya batu kristal kehidupan setiap anggota sekte awan berkabut. Lalu leluhur itu melihat rekaman kejadian disaat cucunya mati dengan tragisnya disaat dia tiba diruang khusus itu.
"Sial, sial... Hanya hal sepele saja dia membunuh cucuku... Panggil semua anggota dan ikuti aku menangkap pria dan wanita itu."
"Baik, leluhur"
Wuuuuussshh
Wuusssshhh
"Ayo kita masuk ke toko perhiasan, siapa tahu ada yang cocok untuk kamu, sayang"
Ajak Excel kepada Qinglin yang nada suara lembut penuh kasih sayang, nada suaranya berubah disaat dia marah dengan Tuan Muda itu dan juga pengawal yang masih syok dengan kematian Tuan mudanya.
Qinglin hanya menganggukan kepala dengan tetap mengandeng lengan Excel disaat mereka berdua berjalan memasuki toko perhiasan tanpa peduli dengan sekitarnya yang masih ketakutan.
"T-tuan, A-apa yang bisa saya bantu"
Pelayan toko itu ketakutan disaat Excel masuk ke toko tempat berkerjanya, wanita usia 19 tahun sudah gemetaran dan berkeringat dingin, dia juga menyaksikan semua kejadian didepan tokonya dari awal hingga Tuan muda Sekte berkabut mati.
"Jangan takut, aku hanya ingin membelikan hadiah untuk isteriku"
"B-baik, Tuan...silakan lihat-lihat dulu" jawab wanita pelayan toko perhiasan yang sedikit lega ketika Excel menjelaskan tujuannya.
"Silakan isteriku yang cantik, kamu bisa beli semua yang kamu mau"
"Hehehe, benarkah..."
"Tentu... jika kamu menginginkan bintang aku juga akan mengambilnya untukmu"
"Huuf, gombal"
"Huuff"
Tanpa membalas perkataan Excel, Qinglin melihat lihat pajangan perhiasan didalam lemari kaca, lemari itu bukan lemari kaca melainkan lemari yang dibuat oleh ahli formasi dan terlihat seperti kaca, fungsinya sebagai alat pendeteksi pencurian jika ada pelanggan yang ingin mencuri barang-barang yang dipajang toko.
"Yang ini berapa harganya?"
Qinglin menunjuk sebuah perhiasan kalung, kalung berbentuk rantai dan liontinnya berwarna biru berbentuk prisma, setiap wanita akan menyukainya, pelayan toko melihat kearah Excel dan hanya dianggukan saja.
"Ini harganya 12 batu mistik, nyonya"
Excel melihat yang diinginkan Qinglin dan memang itu bagus sesuai dengan harganya yang mahal bagi rakyat jelata, bagi Excel itu sangat murah apalagi Excel memiliki banyak batu mistik.
"Aku beli kalung itu"
Excel langsung memberikan 12 batu mistik tanpa tawar menawar kepada pelayan toko, segera pelayan mengambil dan akan membungkusnya, dia sangat senang dengan pelanggan ini, dia akan mendapatkan bonus besar jika berhasil menjual perhiasan yang paling mahal di tokonya.
"Pelayan, biar langsung dipakai saja" kata Excel yang ingin memakaikannya dileher Qinglin, Qinglin sangat senang dan bahagia bukan karena kalungnya tapi cara Excel yang memperlakukannya dengan kasih sayang.
"Terima kasih"
"Kamu sangat cantik" kata Excel saat membalas ucapan terima kasihnya dengan memuji kecantikannya, si pelayan toko sangat cemburu dengan Qinglin yang memiliki kekasih yang begitu perhatian, sayangnya wajah pria itu tidak terlihat, berbeda dengan Qinglin yang sangat bahagia dipuji kecantikannya.
"Ayo kita pergi, sebentar lagi aku akan sedikit berolahraga, ini untukmu..."
"Baik"
Excel melempar 1 batu mistik kepada pelayan dan langsung ditangkapnya, melihat jika yang diberikan itu batu mistik membuat pelayan gemetaran, 1 batu mistik sama saja gajinya selama 4 tahun yang bisa dipakai dengan boros.
Qinglin mengandeng lengan Excel dan berjalan layaknya pasangan yang dimabuk cinta tanpa peduli pandang setiap orang yang masih ketakutan.
"Berhenti, apa kamu yang membunuh tadi"
Seorang prajurit keamanan kota menghentikan Qinglin dan Excel yang sedang asik bercanda, Qinglin yang dihentikan menjadi kesal dimana moment kebahagiaannya selalu terganggu, kemudian Qinglin membalikkan badannya dan menatap tajam ke mata prajurit itu.
Bruuukkk
Bruuukkk
5 prajurit keamanan langsung ambruk gemetaran saat melihat mata Qinglin yang bercahaya dan menusuk mata mereka, mereka seakan-akan di incar binatang buas yang mengerikan, jiwa mereka sangat tergoncang saat memasuki kedalam mata Qinglin.
__ADS_1
"Itu lebih mengerikan...hahaha"
Kata Excel yang mengetahui apa yang dilakukan Qinglin kepada 5 prajurit itu.
"Huuf, ayo pergi... Mereka semut"
"Sebentar lagi akan ada banyak lagi...hahaha"
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Puluhan ribu orang tiba-tiba datang dengan cepat dan berhenti melayang diatas Excel dan Qinglin, semua penduduk yang berada disekitar sangat ketakutan melihat begitu banyaknya anggota sekte awan berkabut.
"I-itu Sekte awan berkabut"
"Cepat menghindar"
Penduduk langsung berhamburan dan tahu akan terjadi pertempuran hebat dikota kecil mereka, banyak toko langsung ditutup dan takut jika mereka terlibat, semua orang tahu Sekte awan berkabut adalah salah satu 3 kekuatan penting di wilayah barat, anggota keluarga mereka terkenal kejam dan tidak segan-segan membunuh orang yang telah menyinggungnya.
Excel dan Qinglin tidak perduli dan kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan santai, dan berniat menikmati pemandangan kota.
"Siapa yang telah membunuh Tuan muda kami"
Teriakan salah satu ketua kepada semua orang yang menjauhi Excel dan Qinglin, semua orang tidak ada yang menjawab dan hanya menatap dua orang yang masih santai dengan berjalan lambat, tatapan itu sebagai tanda jika mereka adalah pelakunya.
"Berhenti, kamu yang membunuh Tuan Muda kami?"
"Ketua, benar kedua orang itu yang membunuh Tuan muda"
Pengawal yang menjaga Tuan muda Sekte awan berkabut langsung menyerobot kerumunan orang dan membenarkan tuduhan ketua pertama Sekte awan berkabut saat ketua itu bertanya pada Excel dan Qinglin.
"Oh, idiot tadi yang ingin menodai isteriku, memang dia layak menerima kematiannya"
"Siapa kamu berhak membunuh Tuan muda kami, kamu telah menjadi musuh besar wilayah barat"
"Hehehe, yakin ingin mengetahui diriku?"
Jawab Excel kepada ketua itu yang sudah sangat marah dengan pengakuannya, tetapi ketua itu juga selalu berhati-hati kepada pria yang selalu menyembunyikan wajahnya dibalik tudungnya.
"Kekuatan 2 orang ini tidak bisa aku lihat, kedua orang itu pasti bukan orang biasa!!" ketua Sekte awan berkabut membatin pada diri sendiri, dia menjadi takut yang tidak bisa melihat kekuatan Excel dan Qinglin.
Wuuuuussshh
Booommm
"Kenapa kalian diam saja, tangkap kedua orang itu" leluhur Sekte awan berkabut dengan cepat tiba dan segera mengeluarkan aura kekuatan pada tingkat kaisar dewa semesta tahap awal, dari fluktuasi energi yang dikeluarkan leluhur itu baru saja mengalami terobosan baru-baru ini.
Excel dan Qinglin yang mengetahui kekuatannya hanya tersenyum sinis, sudah tidak sabar ingin menyelesaikan semua ini dengan segera, semua orang yang berkerumunan berkeringat deras saat aura kekuatan leluhur Sekte awan berkabut meletus dari tubuhnya.
"Baik, leluhur"
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Qinglin segera mengangkat tangan kanannya yang putih dan halus keatas, dengan energinya dia membentuk telapak tangan raksasa, telapak tangan raksasa itu tiba-tiba muncul dari atas anggota sekte awan berkabut, dan langsung turun dengan cepat dan menghantam semua anggota sekte awan berkabut.
Booommm
"Aaaaahhh"
Booommm
Semua anggota sekte awan berkabut termasuk leluhur dan ketua itu langsung terluka parah saat tubuh mereka menghantam tanah dan menghancurkan bangunan kota, terlihat sebuah telapak tangan terbentuk ditanah dan bangunan yang terkena energi kekuatan Qinglin.
"Selesai"
"Hehehe... Ayo kita kembali, putri-putriku pasti mencariku" Excel terkekeh melihat tindakan isteri barunya ini, dan segera melingkari pinggang Qinglin.
Zlaaapp
Excel dan Qinglin langsung menghilang setelah membereskan semut pengganggu itu, mereka berdua tidak peduli dengan keadaan mereka mati atau masih hidup, penduduk kota maupun prajurit kota sangat ketakutan melihat keganasan duo pasangan itu.
"Mengerikan"
Semua orang bergumam ketika Excel dan Qinglin menghilang dan mereka masih terbayang dengan wajah cantik tetapi sangat menakutkan bagi mereka, keringat deras mengalir dari seluruh tubuh para pria hingga pakaiannya basah kuyup, mereka membayangkan kematian setelah bercinta dengan mengenaskan.
"Leluhur"
"Ketua"
__ADS_1
Segera pengawal Tuan Muda yang tidak terkena telapak tangan energi Qi berlari menuju kawah yang terbentuk telapak tangan, disaat pengawal dan Prajurit yang mengikutinya melihat kedasar kawah, mereka melihat semua orang bermandikan darah dan terbaring tanpa bisa bergerak lagi, segera pengawal dan prajurit itu memeriksa kondisi semua orang...