Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 76 Pusat Kota


__ADS_3

Chapter 76 Pusat kota Kekaisaran Ling


Kota bunga memiliki segala macam jenis tanaman yang indah, sebagai identitas dikota pusat Kekaisaran Ling tiap warga menanam bunga di rumah maupun di tempat usahanya, disetiap jalan selalu bisa kita temui bermacam-macam jenis bunga yang harum dan berbagai warna.


Excel berjalan berlahan dengan santai setelah melewati pintu gerbang dengan membayar 1 koin emas, sebagai kota besar 1 koin emas tergolong sangat murah.


Banyak orang yang melihat Excel berjalan dengan gaya pakaian yang aneh namun sangat bagus, sayang sekali Excel menggunakan topeng agar tidak menjadi masalah jika berjalan-jalan di manapun.


Excel sudah sangat terkenal di benua venus dan mempunyai ciri khas yang bisa dengan mudah dikenal, karena itu Excel sengaja merubah ciri khasnya hanya rambutnya yang kini dia ikat bergaya kuncir kuda.


"Pelayan, aku pesan menu terbaik di tempat ini" Excel berkata kepada pelayan pria di sebuah rumah makan yang bergengsi dikota bunga.


"Maaf, Tuan muda. Jika menginginkan layanan terbaik dengan sajian terbaik Tuan muda harus memesan tempat dilantai 4 dengan biaya 100 koin emas" jawab pelayan pria itu dengan sopan.


"Baiklah aku pesan tempat dilantai 4" dengan segera Excel memberikan 100 koin emas kepada pelayan, dan si pelayan dengan senang hati menerima dan mengantarkan menuju lantai 4.


Dengan model fashion yang bagus dan mewah Excel dengan mudah masuk tanpa hambatan dan dengan mudah dipercaya siapapun termasuk si pelayan itu.


"Tuan muda silakan duduk, saya akan siapakan menu terbaik di restoran kami" pelayan berkata dengan sopan dan mempersilakan Excel duduk ditempat lantai 4 yang tersisa, semua lantai 4 sudah penuh dengan orang apalagi banyak wanita yang sedang makan dilantai 4.


Saat Excel memasuki restoran sudah menjadi pusat perhatian banyak orang yang berada di rumah makan terbaik di kota bunga, bahkan Excel juga melihat banyak isterinya yang sedang makan dan minum dilantai 4.


Excel sengaja tidak menyapa mereka semua dan hanya duduk santai didekat jendela yang bisa melihat pemandangan kota bunga, semua isterinya juga selalu memperhatikan Excel saat masuk dilantai 4 hingga duduk santai tanpa memerhatikan mereka.


"Kak, apa kamu tidak merasakan familiar terhadap pria bertopeng itu?" bisik salah satu isteri Excel yang melihatnya duduk dipojok lantai 4.


"Iya, aku juga merasakannya tapi dimana aku bertemu dengan dia?" Hu Ru Ming berpikir dan mengingat siapa pria bertopeng hitam itu.


"Model pakaiannya berbeda dan tidak ada di manapun, bahkan di pusat fashion juga tidak pernah aku melihatnya" Ji Yan membalas perkataan dari Hu Ru Ming dengan berbisik pada kelompoknya.


Selama tiga hari rencana berkunjung di Kekaisaran Ling, Kaisar Ling memberikan tempat tinggal khusus untuk semua isteri Excel dan dibebaskan keluar dan masuk di istana kekaisaran, dan sudah 1 hari mereka semua berpisah dengan suaminya yang berkata ingin menyelesaikan suatu urusan.


"Kak Zhou Xiu, apa kamu tidak curiga dengan pria itu, perasaan ku berdetak saat melihat orang itu?" kata Ai Hua pada Zhou Xiu jantungnya berdetak kencang seperti saat pertama kali bertemu Excel.


"Aku juga sama sepertimu, sudah biarkan saja, mungkin hanya perasaan kita saja" kata Zhou Xin yang menepis getaran dihatinya.


"Apa kalian menyukainya?" Zhou Mei berkata tiba-tiba kepada mereka semua.


"Huuff, siapa juga yang menyukainya, apa dia bisa lebih dari suami kita?"


"Tidak, aku tidak menyukainya, aku sudah cukup dengan suami kita saja"


Excel yang mendengar bisikan mereka hanya diam saja tanpa respon apapun, seolah-olah tidak mendengar pembicaraan mereka yang membicarakan dia.


"Tuan muda, maaf lantai 4 telah penuh" terdengar suara pelayan sedang berbicara dengan pelanggan di tempatnya.


"Kamu usir salah satu orang yang berada dilantai 4 dan aku akan beri kompensasi, cepat" bentak pria muda itu kepada pelayan dengan menerobos masuk dilantai 4.


"M-maaf Tuan muda, saya tidak berani karena semua orang sudah memesannya terlebih dahulu" jawab pelayan itu yang ketakutan.


"Bodoh, minggir kamu" kata pria muda itu kepada pelayan dengan mendorongnya hingga terjatuh, dan melihat sekeliling lantai 4 yang penuh dengan wanita dan hanya ada 1 pria bertopeng yang sedang duduk sendirian.


Bruuukkk


"Hei, kamu segera pergi dari sini, Tuan muda Wen menginginkan tempat duduk mu" bentak seorang pengawal Tuan muda itu yang bernama Han Wen dengan menunjuk jarinya kepada Excel.


Tuan muda Han Wen yang melihat Excel tanpa perduli menjadi marah, sebenarnya tujuannya ingin memiliki kecantikan yang kedatangannya sudah tersebar kemarin dan itu adalah isterinya Excel. Mata Han Wen selalu berbinar-binar saat melihat banyak wanita cantik di lantai 4 dengan ***** birahi yang sudah tidak bisa dia tahan.


"Hei, bajingan apa kamu tidak dengar, cepat kamu pergi dari sini" bentak Han Wen kepada Excel, sekali lagi Excel diam dan hanya melihat pemandangan luar dari dalam jendela tempat makan dia berada.


"Bangsat, apa kamu tidak tahu siapa aku? Aku anak pemimpin kota ini dan dari keluarga besar Han, segera kamu pergi dari sini dan ambil 500 koin emas ini" kata Han Wen dengan melempar koin emas yang terbungkus kantong kecil dimeja makan Excel.


Lagi-lagi Excel tidak perduli dan tetap diam seakan-akan tidak mendengar Han Wen berbicara keras, yang membuat kesabaran Han Wen menjadi habis.


"Pengawal seret dia dan hajar diluar" perintah Han Wen kepada pengawalnya tapi sebelum pengawal bergerak Excel membuka mulutnya.


"Jika kamu tidak pergi dari sini seluruh keluargamu akan musnah" kata Excel dengan nada datar yang suaranya sedikit disamarkan tanpa melihat kelompok Han Wen.


Semua orang dilantai 1 hingga lantai 4 mendengar keributan yang dibuat Tuan muda Han Wen dilantai 4 dan suara Excel pun terdengar hingga lantai 4, segera semua orang memperhatikan keributan itu termasuk semua wanita Excel dilantai 4.


"Hahaha, bodoh benar-benar bodoh dan idiot, kamu belum tahu jika ayahku sudah didukung Kekaisaran Ling apa yang kamu katakan akan aku sebar luaskan...hahaha" Han Wen tertawa keras saat Excel memberikan peringatan kepadanya.

__ADS_1


"Pengawal beri tahu ayahku jika pria idiot ini ingin menghancurkan keluarga besar kita" Han Wen memberikan perintah kepada pengawalnya.


"Baik, Tuan Muda" dengan tergesa-gesa pengawal itu pergi untuk melaporkan kejadian ini.


"Tuan muda, lebih baik kamu jangan cari keributan disini" Zhou Mei berkata kepada Han Wen dan sedikit memperingatkannya.


"Hahaha, cantik jangan ikut campur setelah aku mengurusnya aku akan meminta ayahku untuk meminang kalian semua... Hahaha"


"Dan percayalah aku akan beri apapun yang kalian mau...hahaha" Han Wen berbicara dengan keras hingga semua orang bisa mendengarkannya.


"Maaf, Tuan muda. Kami sudah memiliki suami lebih baik kamu keluar dari sini" balas Zhou Shun kepada Han Wen, mata bernafsu Han Wen terlihat jelas dimata semua orang dengan memandang seluruh tubuh semua wanita dilantai 4 yang penuh diisi oleh isterinya Excel.


"Hahaha, siapa suamimu aku akan menggantinya dengan kompensasi besar...hahaha. Kalian lebih baik tinggalkan dia, oke" Han Wen berkata kepada semua wanita yang ada di lantai 4.


Semua wanita yang mendengar perkataan Han Wen menjadi marah karena terlalu direndahkan diri mereka.


"Nak, siapa yang mengancam keluarga besarku...hah" suara nada keras menghentikan kemarahan semua isteri Excel dan ternyata suara itu adalah pemilik kota bunga.


"Hahaha, ayah akhir kamu datang. Dia yang ingin menghancurkan keluarga kita" kata Han Wen dengan menunjukan jarinya kearah Excel.


Pemilik kota bunga juga membawa banyak prajurit dan berberapa pejabat saat mendengarkan laporan dari pengawal Han Wen jika ada ancaman serius.


"Oooh, jadi kamu orangnya, tangkap dia sudah terlihat jelas menggunakan topeng pasti berniat buruk terhadap kota kita" perintah pemilik kota bunga kepada semua orang yang dibawa.


"Baik pemimpin"


"Nak, dengan patuh kamu ikut kami" salah satu komandan prajurit berkata kepada pria bertopeng itu.


"Jika aku tidak mau?" Excel menjawab dengan santai dan tetap melihat pemandangan diluar jendela.


"Bajingan ini, cepat seret dia" segera lima prajurit maju dan mendekat Excel, tapi tiba-tiba Excel mengerakan kepalanya dan menata kelima prajurit itu, seketika lima prajurit menjadi diam tidak bergerak.


Bluk


Bluk


Bluk


Bruuuk


Bruuk


Bruuk


"Siaaall, siapa yang telah membunuh prajurit ku" bentak pemimpin kota dengan melihat sekeliling lantai 4 mencari pelakunya.


"Pasti dia ayah, aku yakin dia orangnya" kata Han Wen menuduh Excel.


"Bangsat, apa itu kamu?" bentak pemimpin kota bunga setelah mendengarkan anaknya.


"Jika iya kenapa, aku disini hanya ingin makan dan sebelum sajianku datang, idiot ini datang dan mengusirku, apa begini semua bangsawan dikota besar. Jika iya...?" jawab Excel yang terhenti dengan sengaja agar pemimpin kota bunga bisa berpikir jernih.


"Hahaha, jadi kamu sudah mengakuinya, dan jika benar semua bangsawan seperti ini kamu bisa apa, semua yang memiliki kekuatan dan kekuasaan bisa mengatur apapun yang dia suka. Hahaha. Prajurit tangkap dia dan akan langsung diadili" perintah pemilik kota bunga kepada prajuritnya setelah dia menjawab perkataan Excel.


"Misi untuk pasukan Phoniex dan pasukan naga, segera musnahkan bangsawan diseluruh benua Venus yang bertindak semena-mena, dan sisakan anak-anak dan wanita. Waktu kalian 1 bulan untuk menyelesaikan misi ini" perintah Excel segera terucap saat mendengar perkataan pemimpin kota bunga.


Seketika semua orang terdiam dan suasana menjadi hening mendengar suara Excel mengema diseluruh kota Phoniex bahkan di istana kekaisaran juga mendengarnya, suara familiar yang selalu mereka dengar setiap hari.


"Siapa yang membuat menantuku marah" kata Ratu Ling yang berada di istana saat adanya pertemuan membahas tentang Sekte Racun hitam.


"Haaheem, menantuku akan merubah struktur kekuasaan di benua Venus, idiot sekali yang membuat masalah"


"Ayo kita kesana, dari pusat suaranya bocah itu berada di rumah makan bunga" Kakek Xuan sudah mengetahui lokasi Excel berada


"Iya, aku ingin tahu siap orang yang membuat menantuku marah" jawab Kaisar Ling dengan bergegas keluar dari istana dan diikuti semua orang yang ikut membahas masalah Sekte Racun hitam.


Didalam rumah makan bunga menjadi hening apalagi semua wanita mengenali suara suaminya yang mengema saat bertempur dengan musuh.


"Suami" serentak semua wanitanya memanggil Excel dan pemimpin kota bunga merasakan ketakutan, dia teringat rekaman dari batu giok perekam dimana pemimpin kota Phoniex menghancurkan jutaan pasukan Kekaisaran Zhou dan Kekaisaran Wei.


"Iya, ini aku" jawab Excel dengan melepaskan topengnya dan menyimpannya.

__ADS_1


"Suami" segera Excel diterjang semua isterinya yang sedang berada di rumah makan.


"Hahaha, apa kalian merindukanku" kata Excel yang tidak pernah berubah saat menyapa semua orang, dengan memeluk secara bergantian semua wanitanya tanpa peduli dengan Han Wen dan pemimpin kota bunga yang diikuti prajurit kota.


Bruuukkk


Bruuukkk


Bruuukkk


"Ma-mafkan kami pemimpin muda" tiba-tiba pemimpin kota dan semua bawahannya berlutut kecuali Han Wen yang masih diam karena shock, Han Wen tidak menyangkah telah menendang pelat besi kali ini, yang tadinya arogan dan penuh kekuasaan kini berubah menjadi seorang idiot tanpa otak.


"Apa hanya meminta maaf semua masalah akan selesai?" tanya Excel kepada pemimpin bunga yang masih berlutut di lantai.


"Suami, sabar. Tidak semua pemimpin seperti mereka, apa perintahmu tidak bisa dibatalkan?" Zhou Mei berkata kepada Excel saat melihat pemimpin bunga dan menjadi kasihan terhadap mereka.


"Aku disini hanya ingin makan, aku datang tanpa mengundang keributan. Tapi aku diusir tanpa tahu apa salahku, aku dibentak dan aku dicaci maki apalagi idiot itu telah menghina harga diriku, hanya satu jawabannya Pemusnahan, perintah tidak bisa dibatalkan. Jika kamu semua wanitaku tidak mematuhiku hanya satu jawabanku mulai sekarang..."


"Suami jangan teruskan, aku tidak ingin kamu meninggalkan ku" jawab Zhou Mei yang tidak ingin Excel meneruskan perkataanya dia tahu akibatnya.


"Bunuh dia" jawab Excel dengan menunjuk Han Wen dan pemimpin kota.


Swiiingg


Aaaahh


Aaaahh


Bruuukkk


Bruuukkk


Han Wen dan pemimpin kota bunga termasuk bawahannya langsung mati terpenggal kepalanya tanpa bisa bereaksi dengan cepat saat Excel memerintahkan Zhou Mei untuk membunuh mereka.


"Aku akan menunggu kalian dua hari lagi di tempat yang sama, setelah itu kalian jalankan misi yang aku berikan" kata Excel tanpa memuji tindakan Zhou Mei yang telah mematuhi perintahnya dan langsung menghilang dari hadapan mereka.


Wuuuuussshh


"Suami..." Zhou Mei ingin menghentikan Excel tapi terlambat.


"Haaah, gara-gara bajingan ini suami kita menjadi marah" teriak Wei Na yang terlihat marah dengan menendang tubuh Han Wen yang sudah tidak bernyawa lagi.


Buuuk


"Apa yang terjadi?" Kaisar Ling sudah datang dirumah makan bunga dengan diikuti banyak orang dan sudah melihat banyak mayat tanpa kepala tergeletak dilantai.


"Ayah, itu gara-gara mereka membuat suami kita marah" jawab Zhou Mei yang kini memanggil Kaisar Ling dengan sebutan ayah seperti Excel.


"Baik kalian ceritakan dulu" kata Kaisar Ling yang ingin tahu kejelasannya kejadian ini.


"Iya, ayah. Jadi begini ceritanya.....!"


"Apa tidak bisa hidup tenang, makan saja selalu diganggu" Excel bergumam pada diri sendiri saat berjalan di hutan yang sudah tersedia jalan berbatu dan berniat pergi ke akademi seribu bunga dan menyembuhkan pemimpin akademi.


"Itu sudah biasa terjadi, sayang. Di semua wilayah akan ada seperti itu, bahkan di alam MahaDewa juga tidak terkecuali" kata Qin Yang yang menjawab perkataan Excel yang dia dengar.


"Haaheem, apa seorang pemimpin tidak mengikuti ujian kepemimpinan?"


"Hahaha, mana ada yang seperti itu, hanya dengan kekuatan seseorang bisa menjadi pemimpin" jawab Qin Yang yang ketawa saat mendengar Excel mendesah kecewa dengan aturan didunia kultivator.


"Hanya mengandalkan kekuatan saja tanpa memiliki moral dan kebijaksanaan, maka suatu kota tidak akan bertahan lama dan lihat banyak rakyat kecil yang menderita, tanpa rakyat seorang pemimpin tidak akan berguna dan tanpa memimpin rakyat masih bisa hidup makmur.


Dan kamu juga bisa melihat pemimpin yang bijaksana dimana dia tinggal selalu makmur, dan kamu juga tahu jika pemimpin yang tanpa moral dan kebijaksanaan akan selalu dibenci dan muncul lah pemberontakan dan Pengkhianatan." Excel yang mengeluarkan semua keluhannya dengan nada lembut saat berkata kepada Qin Yang.


"Kamu benar, sayang. Tapi inilah yang terjadi disemua tempat, aku juga sebenarnya membenci sikap para penguasa yang hanya bisa menindas yang lemah tapi takut pada yang kuat, aku juga tidak tahu harus berbuat apa.


Dulu sewaktu aku masih memiliki wujud manusia hanya bisa menolong mereka yang membutuhkan bantuan, tapi itu juga menjadikan aku musuh mereka hingga banyak plot yang ingin menghancurkan aku."


"Tapi aku akan merubah semuanya sedikit demi sedikit didalam semesta ini dan Setelah aku membangun Kekaisaran Agung dan memastikan benua ini stabil dan aman, aku akan melangkah kedunia atas dan melakukan hal yang sama seperti dibenua ini" kata Excel yang berkeinginan merubah aturan dialam semesta.


(Author : untuk cerita berikutnya bisa dilewatkan karena hanya obrolan bisa. Salam)

__ADS_1


__ADS_2