Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 291 Perang Besar (1)


__ADS_3

Chapter 291 Perang besar (1).


Raja Iblis dan kepala ahli topografi kabur saat melihat jendral utama dihantam oleh Manusia Rubah, mereka segera kembali untuk melaporkan kepada komandan Yao.


Bu Wanmei sengaja tidak mengejar Raja Iblis karena dia memiliki tujuan untuk menyelesaikan tugas dari Ratunya secepatnya.


Raja Iblis dan kepala ahli topografi yang berlari terbirit-birit mengundang perhatian pasukannya dan pasukan Arcadia, tetapi mereka tidak mencegah dan hanya memperhatikan kedua orang itu menuju tenda komandan Yao.


"Apa yang terjadi, kemana Jendral Utama?"


"Mungkin Jendral sedang melawan musuh diperbatasan, sedangkan mereka ingin melaporkan kepada komandan Yao."


Semua prajurit saling berbisik dan saling berspekulasi tentang Raja Iblis dan kepala ahli topografi yang terlihat panik dan ketakutan. Komandan Yao merasakan kedatangan Raja Iblis dan kepala ahli topografi berjalan dengan tergesa-gesa, dia melihat kedua orang itu tanpa melihat Jendral Utama.


"Komandan, Jendral Utama ditangkap oleh Manusia Rubah..." Raja segera mengabarkan berita buruk.


Booommm


Komandan Yao seketika berdiri dari tempat duduknya dan mengeluarkan basis kultivasi tingkat Half Alfa level 1, tenda miliknya juga menjadi berantakan, dan Raja Iblis dan kepala ahli topografi langsung berlutut karena tidak kuat menahan aura kekuatan Sun Yao.


"Aaaakkhh... Bajingannnn..." Komandan Yao berteriak keras dan membuat Qin Bo buru-buru keluar dari tendanya dan bergegas menuju tenda Komandan Yao.


"Apalagi kali ini..." gumam Qin Bo yang kesal karena telah menganggu tidurnya. Jendral kedua, ketiga dan keempat juga tergesa-gesa menuju ke tenda Komandan Yao.


"Ada apa?" tanya Qin Bo disaat di masuk ke tenda Komandan Yao, dia melihat dua orang sedang berusaha berdiri setelah komandan Yao menarik basis kultivasinya.


"Ceritakan apa yang terjadi sehingga Yong Sheng ditahan oleh mereka?" tanya komandan Yao kepada Raja Iblis tanpa menjawab pertanyaan Qin Bo.


"B-baik, Komandan Yao. Awalnya kita hanya mengamati...." Raja Iblis menceritakan semua yang diketahui bersama kepala ahli topografi, tanpa mengurangi maupun menambah kejadian itu.


Tubuh Komandan Yao gemetaran dan masih berusaha menahan amarah, demikian juga dengan para Jendralnya yang masih menahan amarahnya.


"Bagaimana bisa setan kecil itu masih hidup, padahal aku telah meledakan posisi dia waktu itu, pasti dia menggunakan Formasi Ilusi lagi...!" gumam Qin Bo setelah mendengarkan cerita Raja Iblis, dia tidak menyangkah Bu Wanmei masih hidup.


"Apa kamu sudah membuat gambaran pertahanan mereka?" tanya Komandan Yao kepada kepala ahli topografi, dia tidak peduli dengan gumaman ketua Qin.


"Sudah Komandan....!" jawab kepala ahli topografi dengan meletakkan peta dimeja, segera komandan Yao, Qin Bo dan ketiga jendral mendekati meja itu.


"Ini adalah dinding pertahanan mereka yang sangat tebal, tingginya mencapai 35 meter, kanan dan kiri pertahanan itu adalah perbukitan. Ini adalah jalur menuju wilayah Ras Siluman, jalur itu sangat sulit dilewati karena ada banyak pasir penghisap. Kami bertiga sudah melihat situasi jalur menuju Ras Siluman. Satu-satunya jalan termudah adalah mengalahkan Ras Demi Human terlebih dahulu..." kepala ahli topografi segera menjelaskan secara detail hasil pemetaan wilayah yang mereka bertiga pantau selama 1 hari ini.


"Pasir ya, sebenarnya mudah kita lewati, tetapi dengan Ras Siluman yang memiliki kemampuan merubah dirinya menjadi Element udara sangat menyulitkan kita...!" kata komandan Yao dengan memikirkan rencana mereka.


"Raja Demi Human pasti menahan Jendral Utama, lebih baik kita menyelamatkannya dulu dari Ras Demi Human sekaligus menghancurkan mereka." lanjutnya sebelum yang lain berbicara.


"Benar, Komandan. Aku lihat Ratu Siluman Musang juga berada disana." kata Raja Iblis kepada.


Komandan Yao melihat Raja Iblis, dia sebenarnya ingin membunuh Raja Iblis jika tidak melindungi kepala ahli topografi, tapi niat itu dia urungkan karena Raja Iblis masih berguna.


"Kerahkan prajurit untuk merakit senjata pelontar untuk menghancurkan tembok pertahanan mereka. Jendral kedua, atur pasukan, besok kita akan mulai bergerak." perintah Komandan Yao kepada bawahannya.


"Baik, Komandan."


"Raja Iblis, kerahkan pasukanmu untuk menyerang disisi barat dari atas tebing."


"Baik." Raja Iblis keluar setelah mendapatkan tugasnya, dia menyeringai setelah keluar dari tenda.


"Jendral ketiga, serang dari sisi utara, hancurkan segala gedung penting mereka dengan meriam. Jendral keempat, kamu bersamaku."


"Siap, Komandan." jawab jendral keempat setelah dirinya menjadi pengganti sementara Jendral Utama.


"Apa tidak membutuhkan bantuanku...! terlalu lambat dengan strategi kecil seperti ini, menghadapi mereka tidak perlu mengerahkan banyak pasukan." Qin Bo ikut berbicara, dia terlalu malas menunggu penyerangan yang menguras tenaga dan menghabiskan banyak waktu.


"Tidak ada namanya makan siang gratis, apa yang kamu inginkan jika aku meminta bantuanmu?" tanya Komandan Yao.


"Hahaha, jangan kuatir, aku tidak meminta yang berlebihan, aku hanya membutuhkan tenaga pasukanmu untuk menyerang Benua Biru." Qin Bo tertawa melihat kekuatiran Sun Yao, dia menjawab seolah-olah permintaannya tidak terlalu penting.


"Tidak, sama saja kamu menjadikan pasukan ku umpan meriam." tolak Komandan Yao dengan tegas, dia tidak ingin kehilangan banyak pasukannya.


"Baiklah, jika kamu meminta bantuan ku nanti, hanya itu permintaan ku, jangan kuatir aku hanya ingin menggunakan tenaga pasukanmu untuk bekerja." balas Qin Bo sambil berjalan keluar dari tenda.


"Huff, mana mungkin aku tidak tahu niatmu...!" gerutu Sun Yao setelah Qin Bo keluar dari tenda.


"Menggunakan tenaga, apa bedanya dengan menggunakan sebagai umpan meriam." kata Jendral keempat dengan suara lirih.


"Jendral, bentuk pasukan bayangan untuk menyelamatkan Yong Sheng, disaat kita memborbardir tembok pertahanan mereka nanti, kamu dan pasukan bayangan segera bertindak." perintah Komandan Yao.


"Siap, Komandan." jawab Jendral keempat, dan dia keluar dari tenda bersama kepala ahli topografi.

__ADS_1


"Tidak ada yang mudah untuk mencapai tujuan. Bao Yaoyao...!" gumam Sun Yao setelah dia sendiri didalam tendanya, dia memanggil orang yang dia cintai.


Sun Yao mengingat wajah cantik Bao Yaoyao, tubuh ramping dengan gaun berwarna hijau sedang menari diatas air, tubuh berlenggak-lenggok dengan indah.


Waktu berlalu dengan cepat, daun berjatuhan, angin berdesir menyentuh kulit, wajah gelisah menatap terlihat disemua kehidupan, tanpa sinar matahari membuat Benua Permata Hitam seperti malam dengan mimpi buruk.


Terdengar samar-samar suara derap langkah kaki, pepohonan tumbang setelah ledakan, hutan yang lebat mulai menjadi dataran.


Niat membunuh sangat terasa menyesakkan dada, desir angin mengikuti irama nafas setiap kehidupan.


"Hahaha.... Ajal kalian telah tiba... Hahaha"


Suara tawa seorang Jendral yang dipasung diatas dinding pertahanan, membuat orang bergidik ngeri, tubuhnya terlihat banyak luka, dia hanya mengenakan ****** ***** saja.


"Lihat, Dewa Kematian menghampiri kalian... Hahaha."


Sekali lagi suara Jendral itu bergema dan membuat nafas semakin sesak, semua mata menatap kearah hutan, dimana suara pohon tumbang sangat jelas terdengar, sedikit demi sedikit musuh semakin dekat.


Boom... Boom


Crasaak... Bruukk


Ledakan terdengar terus-menerus dan disusul tumbangnya pepohonan. Mulai terlihat ujung senjata pelontar di kejauhan yang bergerak mengikuti pasukan pembersihan jalurnya.


"Semuanya bersiap pada posisi, siapkan alat pelontar kita" perintah Jendral Lu Zhi kepada pasukannya, Kerajaan Demi Human juga memiliki pelontar yang telah disiapkan didalam dinding pertahanan.


Terlihat beberapa binatang jenis Mastodon yang sangat besar, binatang ini memiliki sepasang gading yang panjangnya mencapai 3 meter lebih dengan sedikit melengkung keatas, tingginya 6 meter, Mastodon juga memiliki belalai yang panjang, jenis ini masuk kategori keluarga gajah, jenis yang lebih tua dari gajah-gajah lainnya.


Binatang Mastodon bukan jenis binatang buas, binatang ini sangat jinak dan mudah bersahabat. Mastodon membawa batu yang besar dengan gadingnya dan ditunggangi seorang ahli penjinak binatang, lalu Mastodon meletakkan batu itu pada pelontar.


Pasukan Kerajaan Arcadia sedikit demi sedikit mulai terlihat setelah menumbangkan banyak pepohonan. Mereka berjajar didepan dengan jarak antara dinding pertahanan sejauh 500 meter, mereka membentuk blok-blok, setiap blok berjumlah 2 juta prajurit, setiap blok dipimpin oleh seorang kapten.


"Jumlah yang mengerikan." kata Raja Demi Human disaat dia melihat jumlah prajurit musuh.


Ratu siluman Musang, Cang Lien dan 10 pengawal wanita juga berdiri diatas tembok pertahanan, menatap kearah musuh yang begitu banyak.


Kwak... Kwak... Kwak


Banyak burung pemakan bangkai beterbangan dilangit, yang seakan-akan tahu akan ada banyak mayat bergelimpangan.


"Aktifkan Formasi pelindung" perintah Raja Demi Human.


Seketika Formasi pelindung berwarna biru muda menyelimuti wilayah Ras Demi Human dan juga tembok pertahanan.


"Sialan, mereka benar-benar biadap" umpat komandan Yao saat melihat jendral utama sedang dipasung dikayu berbentuk salib, tubuhnya penuh luka dan seperti bukan seorang Jendral yang terkenal dan berwibawa.


Semua Jendral beserta pasukannya sangat marah melihat Jendral Utama diperlakukan sedemikian rupa, hingga terlihat mengerikan.


"Lepaskan Jendral Utama ku, maka aku akan ampuni keturunanmu dan rakyatmu." perintah komandan Yao kepada musuhnya.


"Aku akan lepaskan, asal kalian berjanji pergi dari benua ini." jawab Raja Demi Human dengan nada tegas.


"Hahaha, setelah menyiksa dan mempermalukan kami, kamu mau kami pergi...! Dalam mimpimu. Aku katakan sekali lagi, lepaskan Jendral ku, maka aku akan mengampuni keturunanmu beserta rakyatmu." Komandan Yao tertawa saat mendengar permintaan Raja Demi Human, sekali lagi dia memberikan perintah untuk melepaskan Yong Sheng.


"Apa aku bodoh mempercayai penjajah seperti kalian. Lalu apa tujuan kalian kesini, jika bukan untuk memperbudak kami dan menjarah sumberdaya alam Benua Permata Hitam. Setelah kalian puas dan menghabiskan sumberdaya disini, kalian pasti akan membunuh kami." jawab Raja Demi Human kepada Komandan Yao.


"Kalian akan mati sia-sia jika begitu. Jika kalian ingin selamat, maka serahkan Batu Semesta dan juga berbagai tanaman obat dan tumbuhan roh. Setelah kami menerima semua yang aku minta, aku jamin kalian akan baik-baik saja, dan kami juga akan pergi meninggalkan Benua terkutuk ini." komandan Yao tidak menutupi tujuannya yang sebenarnya dan meminta langsung secara terang-terangan.


"Hahaha, apa kamu bercanda, Batu Semesta sangat langka, tanaman dan tumbuhan obat juga demikian, apa kamu ingin kami mati secara berlahan. Jika kami menuruti kemauan kalian, sama saja kami memancing maut memasuki rumah kita." kata Raja Demi Human yang tidak mau diperas dan dimanfaatkan oleh penjajah, lalu dia melihat kearah Jendral Utama dan berbicara.


"Penggal dia." perintah Raja Demi Human kepada algojonya yang memakai penutup wajah.


Mengetahui jika Jendral Utama akan dieksekusi, segera dia berteriak, "Hentikan..."


"Sliinng... Bluuk.." tetapi Komandan Yao terlambat dan kepala Jendral Utama telah terpenggal, kepalanya jatuh dan menggelinding.


"Aaaahh.... Aku akan membunuh kalian semua..." Komandan Yao berteriak histeris melihat Jendral Yong Sheng mati didepan matanya.


"Bunuh... Bunuh semua penghuni benua terkutuk ini"


"Musnahkan mereka semua"


Semua pasukan sangat marah dan menuntut untuk memusnahkan Benua Permata Hitam, mereka sudah tidak sabar bergerak maju dan membantai siapapun yang hidup.


"Jendral, serang dengan pelontar." perintah Komandan Yao yang berada di kereta berbentuk persegi, panjang 4 meter dan lebar 2 meter, kereta itu mirip kendaraan tempur yang memiliki 4 roda, dia berdiri bersama Qin Bo.


Druum

__ADS_1


Druum


Suara genderang perang berbunyi dan bendera hijau berkibar, segera para prajurit pelontar menyiapkan batu dan meletakkan pada tempatnya.


"Tembakan" perintah Jendral keempat kepada pasukan pelontar.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Ribuan armada pelontar melepaskan serangannya dan terlihat ribuan batu besar melesat kearah tembok pertahanan.


Boom... Boom... Boom


Formasi pelindung bergetar hebat saat dihujani bebatuan yang besar oleh pasukan pelontar Arcadia, terlihat formasi mulai memudar dan terlihat retakan kecil.


"Pelontar, serang." Jendral Lu Zhi juga tidak berdiam diri, segera membalas serangan mereka.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


"Halau serangan mereka" perintah jendral keempat pada pasukannya saat melihat musuh membalas.


Boom... Boom... Boom


Para kapten menghancurkan semua batu yang melesat kearah pelontar mereka, semua batu hancur berkeping-keping dan menyisakan debu yang berterbangan.


"Serang lagi..." perintah Jendral keempat kepada pasukannya yang telah mengisi ulang pelontarnya.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


"Pelontar serang..." jendral Lu Zhi memberikan perintah lagi dan secara bersamaan pelontar melepaskan tembakan.


Boom... Boom... Boom


Bebatuan saling bertabrakan diudara dan sebagian lolos mengenai formasi pelindung, sekali lagi formasi bergetar hebat, "Pyaar..." akhirnya formasi pelindung pecah dan menghilang.


"Pasukan infanteri, serang." perintah Jendral keempat sekali lagi.


Druum... Druum


"Huuu... Huuu..." suara yel-yel bersemangat mengema dan diiringi suara genderang perang, serentak pasukan kerajaan Arcadia barisan terdepan bergerak maju dan secara berlahan mulai berlari dengan cepat.


"Pelontar serang lagi. Pasukan darat serang setelah pelontar dilepaskan." perintah jendral Lu Zhi kepada pasukan ras Demi Human dan Ras Siluman yang telah berbaur melawan penjajah.


Boom... Boom... Boom


"Serbuuuu..."


Setelah bebatuan saling berbenturan lagi, serentak pasukan Raja Demi Human dan Ratu Siluman bergerak keluar dari pintu gerbang pertahanan.


"Bibi, sekarang...!" perintah Ratu Siluman Musang kepada Cang Lien.


"Baik."


Kemudian, Cang Lien mengangkat bendera berwarna hijau dan melambaikannya sebanyak tiga kali.


Tiba-tiba tanah bergetar dan banyak bebatuan mulai berkumpul, secara berlahan bebatuan kecil maupun besar mulai membentuk wujud, secara berlahan terlihat wujud Manusia Batu.


Jumlah mereka sangat banyak mencapai ratusan ribu Manusia Batu, lalu ribuan Musang Merah yang keluar dari dalam tanah, dan segera memasuki tubuh Manusia batu, Manusia Batu itu mulai bergerak, tingginya mencapai 12 meter dengan lengan yang kuat dan badan yang kokoh.


Sontak prajurit Kerajaan Arcadia kaget saat melihat mereka telah dikepung kanan dan kirinya oleh Manusia Batu.


Bang... Bang... Bang


Langkahnya mengetarkan tanah dan setiap langkah mencapai 7 meter, segera pasukan barisan kedua yang masih menunggu perintah, mulai menghadapi Manusia Batu.


"Hancurkan kerikil itu..." perintah jendral keempat yang meremehkan Manusia Batu.


"Serbuuuu...."


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh

__ADS_1


Booommm


Pertempuran sangat sengit dimana pasukan kedua belah pihak saling membunuh, mereka tidak perduli lawan kuat maupun lawan yang lemah, setiap kali berhadapan akan saling membunuh.


__ADS_2