
Chapter 313 Datang Lebih Cepat.
Excel melihat seluruh Alam Semesta Aurora, setelah mendapatkan ucapan selamat dari semua isterinya. Yuna juga demikian, ia melihat alamnya telah terlindungi dengan pelindung energi. Energi itu tidak akan bisa diterobos oleh musuh dari galaxy lain.
"Terima kasih sudah membantu melindungi alam ini, suami." kata Yuna sambil memeluk erat suaminya, Excel juga memeluknya dengan erat.
"Sekarang kamu tidak perlu lagi khawatir akan pihak lain yang memasuki alam ini lagi. Bahkan sistem terkuat maupun kultivator tingkat tinggi, tidak akan bisa membobol energi milik ku. Aku juga sudah memutuskan semua jalur lorong dimensi darimana pun. Orang tuamu juga tidak akan bisa lagi intervensi terhadap Alam Semesta Aurora." jawab Excel dengan nada lembut.
"Iya suami, sekali lagi terima kasih. Kita tinggal menunggu kedatangan mereka diluar perbatasan alam ini." Yuna sedikit lembab di matanya, saat berbicara perihal kedatangan orang tuanya. Excel terdiam tanpa membalas perkataan isterinya.
"Ayo kita kembali, beberapa hari kedepan kita akan memberikan pelajaran baru...!"
Kemudian Excel memasuk kedalam dunia jiwanya, disusul semua isterinya. Kapal perang BESD1 juga ikut masuk dan sudah waktunya untuk mengisi ulang bahan bakarnya.
Waktu 5 hari berlalu dengan cepat. Di Alam Keabadian sudah sangat ramai dengan kedatangan tamu dari Benua Biru. Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti oleh banyak kultivator, dari segala usia dan dari segala penjuru.
Ketiga Leluhur suci dan ketiga muridnya telah menyediakan tempat khusus. Sebuah tempat yang sangat besar, mampu menampung jutaan jiwa, bahkan istana surgawi tidak melarang tamu maupun penghuni Alam Keabadian menggunakan kapal angkasanya.
Pagi ini cuacanya sangat mendukung, tidak terlalu panas maupun dingin. Semua orang memiliki wajah yang ceria dan saling mengobrol satu dengan lainnya, sambil menunggu kedatangan Guru Agung dengan sabar.
Guru Agung telah dibuatkan tempat khusus, sebuah panggung yang besar dan sedikit menjulang tinggi, ketinggiannya mencapai 12 meter, dibelakangnya tersedia tempat duduk khusus untuk semua istri Guru Agung.
"Wow, kekuatan kamu sudah naik 2 level, apa ini berkat kristal energi pemberian Kaisar Agung?"
"Hehehe, benar bro. Dalam 4 hari aku mampu keluar dari kemacetan ku dalam kultivasi, aku kira setelah berkultivasi di dalam Formas pengumpulan energi, aku hanya bisa memperkuat fondasi ku, tidak kusangkah itu bisa membuat aku naik 2 level."
Kedua sahabat yang lama tidak berjumpa saling berbicara tentang manfaat berkultivasi, mereka berdua mendapatkan banyak manfaat dari energi Qi pemberian Kaisar Agung.
Di sebuah tempat yang khusus tamu penting, juga tidak lepas dari obrolan seputar Guru Agung dan pertempuran di luar angkasa. Selain itu, banyak obrolan seputar pasukan wanita yang membuat kagum banyak orang. Mereka kagum karena pasukan wanita yang masih muda, sudah memiliki kekuatan yang sangat menggerikan, apalagi Cai Wenji saat melawan 2 pemimpin dari Kerajaan Arcadia.
"Apa kamu bisa menggeluarkan skill secara beruntun?"
"Aku bisa menggeluarkan skill secara beruntun, tetapi membutuhkan proses waktu sekitar 20 nafas. Jika harus seperti Dewi Cai Wenji, jelas aku tidak bisa. Kamu pasti tahu, setiap kali kita menggeluarkan 1 skill, kita membutuhkan waktu untuk memusatkan energi lagi.
Setelah melepaskan skill pertama dan ingin menggeluarkan skill kedua, kita juga membutuhkan waktu lebih lama, setelah menggunakan energi untuk skill pertama"
Mereka berdua adalah murid inti dari Deity Palace, Zhou Tai dan Han Meng. Mereka juga ikut berperang melawan penjajah yang ingin kabur saat itu. Mereka juga melihat pertarungan Cai Wenji dengan Sun Yao dan kakeknya.
"Kemana bocah nakal itu, apa tidak bisa menghormati orang yang lebih tua." Kakek Xuan kesal dengan musuh bebuyutannya yang tidak segera muncul.
"Hahaha...! Ayah, apa kamu merindukan dia?" goda Kaisar Ling kepada ayahnya yang selalu memusuhi menantunya.
"Apa kamu minta ditendang pantatmu... Hah. Dia sudah mencuri cucu dan cicitku tanpa memberikan kompensasi, sekarang tanpa rasa hormat membuat kita menunggu...! Dasar anak cabul." Kakek Xuan menjadi marah kepada putranya yang selalu saja membela Si Excel.
Honggg...
Tiba-tiba muncul sebuah pintu gerbang yang sangat besar dari langit, dan disusul anak tangga. Kemunculan itu diiringi bunga-bunga yang harum dan berwarna-warni, lalu disusul butiran salju yang lembut jatuh dari langit.
Semua orang mendongakkan kepalanya ke atas, dan terkejut dengan kemunculan pintu gerbang, anak tangga, bunga dan salju.
Kemudian, pasukan Kekosongan dan pasukan Naga keluar dari pintu gerbang, mereka mengamankan jalan dengan berbaris disisi pinggir anak tangga.
Lalu dari pintu gerbang itu keluar satu persatu wanita cantik, 100 peri, 10 pengawal Ratu Siluman Musang, wanita yang berasal dari Benua Peri, wanita dari Benua Dewa, dan wanita dari Benua Venus.
__ADS_1
Kemudian, keluar sosok yang ditunggu-tunggu banyak orang, dia adalah Guru Agung atau Kaisar Agung, di sisi kanan dan kirinya ada Ratu Yuna, Ratu Yuke, Ratu Api Ashura, Qinglin. Di belakangnya juga bermunculan para permaisuri.
Sedangkan Thunder Bird masih saja bertengger di bahu kanan Kaisar Agung, dengan sifat Agung yang dimiliki seorang Ratu, matanya selalu berkilau dengan kilatan petir, dada rata membusung ke depan.
(Author : rasanya ingin jitak itu dada rata...!")
"Salam, Guru Agung."
"Panjang umur, Kaisar Agung."
"Salam, Ratu Aurora."
"Panjang umur untuk seluruh keluarga kekaisaran Agung"
Semua orang segera berdiri dan meletakkan tangan kanan didada kiri, dengan sedikit membungkuk mereka mengucapkan salam hormat kepada Excel, Ratu dan seluruh permaisuri.
Kaisar Agung melambaikan tangannya, ia menerima ucapan salam dari semua orang. Si Thunder Bird juga ikut mengepakkan sayap kanannya, dan menyapa semua orang. Aksi Thunder Bird juga di ikuti putri-putri dan permaisuri.
"Aku terima salam kalian. Sejahtera dan bahagia untuk kalian semua. Silakan duduk." ucap Kaisar Agung setelah berdiri di tengah panggung, sedangkan Ratu dan permaisurinya sudah duduk ditempatnya.
Setelah semua orang duduk. Kaisar Agung mulai berbicara. Pelajaran awal tentang melatih alam bawah sadar. Jun Rong sebagai instruktur mempraktekkan cara melatih alam bawah sadar.
Di luar perbatasan Alam Semesta Aurora, tiba-tiba fluktuasi energi meningkat, dan membuat kehampaan menjadi terkoyak. Lalu, muncul banyak kekuatan dengan menggunakan kapal angkasa, ukuran setiap kapal angkasa tidak terlalu besar, panjang 250 meter dan lebar 120 meter. Jumlah mereka sangat banyak, sekitar 150 juta kapal angkasa, dan 30 miliar prajurit.
"Pantas saja kita tidak bisa lagi memasuki alam ini. Ternyata sekarang ada yang memberikan perlindungan...!" gumam seorang pria dewasa, walaupun wajahnya terlihat dewasa, usianya lebih mencapai miliaran tahun. Setelah berbicara pria itu tersenyum sinis, seakan-akan pelindung energi itu tidak ada artinya.
"Menantu ku, biarkan bawahanku yang menghancurkan energi ini." seorang pria paruh baya mencoba menawarkan bantuan kepada menantu, terlihat dia sangat menyayangi menantunya itu.
Sebelah pria paruh baya, berdiri seorang wanita dewasa. Wajah wanita itu mirip dengan Ratu Alam Semesta Aurora. Namun, wajahnya terlihat sangat sombong saat melirik energi yang melindungi Alam Semesta Aurora, dia merasa dirinya mampu menghancurkan-nya dengan mudah.
"Ya, ayah. Segera lakukan, aku sudah tidak sabar membawa isteri ku kembali. Sudah lama dia menghindari saat akan dinikahi oleh ku, padahal aku sangat tampan dan juga jenius.
Kekuatan aku sekarang saja sudah mencapai True Alfa level 39, dan sebentar lagi akan menerobos ke level 40. Setiap wanita akan selalu menyembah diriku hanya untuk menjadi seorang pelayan, tetapi selalu aku tolak demi anak perempuanmu itu, Si Yuna Aurora." jawaban pria itu sangat sombong dan membicarakan tentang kemampuan dirinya.
Mereka berdua adalah orang tua Yuna, dan pria dewasa itu adalah calon suami Si Yuna. Ibu Yuna menggelengkan kepalanya, terlihat dia kecewa dengan anak perempuannya yang selalu menghindari pernikahan antara Yuna dan putra pertama dari penguasa Galaxy Nebula. Jika pernikahan mereka bisa segera dilakukan, maka secara otomatis hubungan antar Galaxy Nebula dan Galaxy Celosia akan menjadi lebih baik.
"Hahaha, aku tahu kamu jenius. Sebab itu, kamu adalah pria yang cocok untuk putriku yang tidak berbakti itu." jawab ayah Si Yuna yang bernama Hernandes Celosia, dia bangga dengan menantu dengan penepuk pundaknya.
"Ini juga salahku, jika waktu itu aku tidak memberikan artefak Black Hole, dia tidak mungkin kabur dari rumahnya." ibu Si Yuna ikut berbicara, terlihat dia menyalahkan dirinya telah memanjakan putrinya.
"Ibu, kamu tidak salah. Ibu melakukan itu karena kasih sayang seorang ibu terhadap putrinya. Hanya saja, isteriku yang tidak tahu cara menghormati orang tuanya. Aku pasti akan mendisiplinkan putrimu itu dengan benar." calon suami Yuna mencoba menghibur ibu mertuanya yang bernama Azalea Aurora, dan menantunya bernama Kun Tianba.
"Nak Tianba, aku serahkan putriku padamu, didik dia dengan benar." balas Azalea Aurora kepada Kun Tianba, dia tersenyum kepada menantunya dan kembali melihat Galaxy Aurora.
Azalea Aurora mengerutkan keningnya, saat melihat Galaxy Aurora lebih jeli, dia terkejut saat melihat perubahan di Alam Semesta Aurora. Setelah terkejut dia tersenyum penuh arti.
"Sepertinya Alam Semesta Aurora ini telah menjadi lebih baik setelah terakhir kita kesini. Apa energi pelindung ini efek dari perubahan Galaxy Aurora?" ayah Yuna juga memperhatikan Alam Semesta Aurora yang telah mengalami perubahan secara signifikan, dia bertanya pada isteri karena merupakan pemilik aslinya, walau saat itu masih kosong dan hanya berisi Black Hole.
"Iya, sepertinya putri kita telah merawat alam ini dengan baik. Perkiraan aku, kekuatan dia pasti naik secara drastis, mungkin dia berlatih secara gila-gilaan agar kita tidak membawanya kembali." jawab Azalea Aurora kepada suaminya.
"Mungkin, tetapi energi pelindung ini bukan energi milik putri kita, ini sangat aneh...! Apa putrimu telah berhubungan dengan pria lain selama ini?" sekali lagi Hernandes Celosia bertanya dan mencurigai jika putrinya telah berhubungan dengan orang lain, hingga memberikan perlindungan sedemikian rupa untuk melindungi Galaxy Aurora.
"Kamu benar suami. Biar sistem kita yang menganalisa Alam Semesta Aurora saat ini. Aku juga curiga akan adanya ikut campur orang lain yang mendukung putri kita...." jawab Azalea Aurora kepada suaminya, lalu dia memerintahkan kepada sistemnya "Sistem, segera periksa statistik Galaxy Aurora ini secara terperinci."
__ADS_1
[Baik, Tuan. Harap tunggu sebentar. Proses di mulai... 1%... 2%... 3%...]
Disaat Azalea Aurora memerintahkan sistemnya, kedua matanya mengeluarkan sinar dan melesat kearah energi pelindung Alam Semesta Aurora.
Semua orang menunggu dan tahu jika sistem Azalea Aurora sedang bekerja.
[Proses gagal... Indentifikasi gagal... Gagal... Ga... Ga... Sistem mengalami kekacauan... Ga... Gagal...]
Bammm....
"Aaahhhh...." Azalea Aurora berteriak kesakitan dengan memegangi kepalanya. Darah keluar dari mata, hidung, telinga dan mulutnya, kesakitan itu efek sistemnya yang telah gagal, dan tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik sesuai perintah. Azalea Aurora berguling-guling di ubin dek kapal angkasa, dan terus berteriak kesakitan sambil memegangi kepalanya.
"Aza..." Hernandes Celosia kaget dan panik saat melihat isterinya mengalami kerusakan mental.
"Ibu mertua..."
"Ratu..."
Semua orang menjadi panik melihat kondisi Azalea Aurora yang wajahnya mengeluarkan darah, tubuhnya kejang-kejang, dari mulutnya mengeluarkan busa. Hernandes Celosia segera memberikan energinya ke tubuh isterinya, agar menenangkan jiwa isterinya yang mengalami gangguan.
"Bagaimana ini bisa terjadi...! Energi apa itu sampai mampu membuat kekacauan pada sistem isteri ku." ujar Hernandes Celosia yang telah menyetabilkan kondisi Azalea Aurora.
Dia melihat dinding energi pelindung, dan ingin mencobanya.
"Jangan lakukan, energi ini bukan energi biasa. Sistem ku saja mengalami kerusakan parah hanya dengan menyentuh energi itu." cegah Azalea Aurora kepada suaminya, walau wajahnya masih pucat dan fisiknya masih lemah, Azalea Aurora masih berusaha berdiri dengan dibantu pelayanannya.
"Jenderal, hancurkan energi pelindung itu." perintah Hernandes Celosia kepada Jenderalnya, dia sangat mempercayai ucapan isterinya.
Segera 4 Jenderalnya maju didepan dinding energi pelindung, dengan jarak 100 meter. Mereka mengeluarkan energi Qi di kepalan tangannya dan langsung menyerang dinding energi pelindung itu.
Boom.... Boom... Boom... Boom
Empat kali rentetan suara ledakan itu membuat dinding hanya sedikit berfluktuasi, dan terlihat serangan mereka tidak berpengaruh sama sekali.
"Kuat sekali..."
"Iya, kuat sekali pelindung ini, kekuatan kita tingkat True Alfa tidak berpengaruh."
Keempat Jenderal itu tercengang karena serangan terkuat mereka tidak membuat kerusakan pada dinding energi pelindung.
"Serang terus sampai dinding itu rusak." Hernandes Celosia sekali lagi memerintahkan 4 Jenderalnya untuk menyerang lagi.
"Paman, bantu mereka." Kun Tianba memerintahkan pamannya untuk membantu menghancurkan dinding itu.
Paman Kun Tianba memiliki kekuatan yang sama dengan keempat jendral, dia berada pada tingkat True Alfa level 78, sedangkan keempat Jenderal pada level 55 hingga level 75.
"Tenang saja keponakanku. Kita pasti bisa menghancurkan pelindung ini." Paman Kun Tianba sangat percaya diri dan meyakinkan keponakannya agar bersantai saja. Nama Paman itu adalah Kun Shen usianya sudah tidak bisa dihitung, dia juga salah satu orang kepercayaan Kaisar Kun, ayah dari Kun Tianba.
Di Alam Keabadian, Guru Agung yang sedang memberi pengetahuan kepada semua orang, tiba-tiba berhenti berbicara dan menatap ke luar angkasa.
Semua orang juga mengikuti tatapan Guru Agung, dan melihat ke arah luar angkasa. Semua orang kebingungan karena tidak melihat apa-apa, tetapi melihat ekspresi wajah Guru Agung yang serius, pasti akan terjadi sesuai yang membahayakan.
"Suami ada apa?" tanya Ratu Api Ashura dengan mendekati suaminya dengan segera, Guru Agung memalingkan pandangannya dan melihat wajah cantik isterinya.
__ADS_1
"Hahmmm...." Guru Agung menghela nafas kasar dan kembali melihat wajah-wajah semua orang.
"Semakin tinggi kekuatan, semakin besar tanggung jawabnya. Kita kedatangan musuh lagi dari 2 Galaxy. Jumlah mereka sangat menggerikan..." Guru Agung memberi tahukan kepada semua orang tanpa menutupi apapun.