Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 62 Bertemu Ratu


__ADS_3

Chapter 62 Sekte Naga Pembunuh Iblis


Setelah Excel meninggalkan kota Song dengan kedua istrinya yang selalu menempel seperti lem di lengan kanan dan kiri, walau Excel sempat menunda berberapa jam karena ingin memenuhi keinginan ayah Xiao untuk mengobrol dengan Excel, dan Excel bercerita semua hal yang terjadi di zona bebas.


"Meh'er, apa Ratu itu kakakmu?" tanya Excel yang tiba-tiba membuat isterinya terkejut.


"Aah, bagaimana kamu mengetahuinya, suami? Iya, Ratu Shu Peijing adalah kakak ku"


Mereka bertiga mengobrol sambil berjalan dijalan yang sudah disediakan Kekaisaran Zhou jalan penghubung menuju kota Song, jarak antara kota Song dan kota Kekaisaran hanya berjarak 4 km.


Saat dijalan mereka selalu bertemu orang yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, terlihat dua gerbong melaju kencang dari arah kota Kekaisaran Zhou menuju kota Song.


Excel yang mengetahui kereta itu melaju kencang tidak berusaha menghindarinya dan tetap berjalan dibahu jalan, tanpa perduli dengan urusan mereka.


Tap tap tap


"Kamu semua minggir" teriakan kusir istana yang mengusir mereka yang menghalangi jalannya, semua orang yang mengetahui kereta itu buru-buru minggir.


Tap tap tap


"Kamu tiga orang minggir, cepat" teriakan sang kusir yang sekali lagi mengusir tiga orang yang sudah berjalan dibahu jalan.


"Suami, ayo kita minggir dulu" pinta Xiao Chun yang menarik lengan kirinya, tapi Excel tidak bergeming dan tetap berjalan tanpa peduli kereta itu yang ingin menabraknya.


"Kenapa kita harus minggir? kita berjalan dijalan yang sudah tepat" balas Excel dengan menyeringai.


"Warga miskin minggir kalian" teriak kusir yang marah saat Excel dan kedua istrinya tidak berusaha minggir.


"Huuff, penganggu... Wuuuhh"


Baaanngg


Braaaakk


Braaaakk


Aaaahh


Dua Gerbong kereta seketika hancur setelah Excel meniup gerbong itu, yang mengejutkan kedua isterinya yang berada disebelah, hanya sekali tiupan dua gerbong langsung hancur membuat banyak orang yang melintas berhenti dan tertarik dengan suara keributan yang disebabkan Excel tanpa orang tahu.


"Suami, kamu terlalu berlebihan... Ha-ha-ha"


"Iya, sekali tiupan, coba dua kali tiupan... Ha-ha-ha"


"Itu layak bagi mereka yang terlalu arogan" jawab Excel yang acuk tak acuh saat melihat orang di dalam gerbong dalam keadaan terbaring tertimbun serpian kayu kereta.


Bruk


Bruk


"Bajingan, siapa yang melakukan kejahatan ini, apa kamu tidak tahu kami dari Sekte naga pembunuh iblis" teriakan marah dari seorang pria muda berumur 20 tahun, mencari pelakunya dengan melihat semua orang yang berkumpul disekitar gerbong kereta yang sudah hancur.


Kemudian, pria muda dari Sekte naga pembunuh iblis menatap pria dengan wajah tertutup topeng emas dan yang terlihat hanya bola mata berwarna biru muda, bibir dan dagunya saja, di kanan kirinya dua wanita yang cukup terkenal di Kekaisaran Zhou.


"Kamu, pasti kamu pelakunya?" dengan menujuk jarinya ke arah Excel dan menuduhnya, sejujurnya pria itu terlihat cemburu ketika melihat Xiao Chun memeluk lengan Excel.


"Jika iya aku pelakunya kamu mau apa?" Balas Excel yang menantangnya.


"Bajingan, kamu mencari masalah dengan Sekte naga pembunuh iblis, apa kamu tahu siapa aku?" bentaknya saat tahu siapa pelakunya.


"Aku tidak tahu, yang aku tahu ada idiot di depanku" jawab Excel dengan kedua bahunya diangkat tanda tidak perduli padanya, kedua istrinya hanya bisa tersenyum melihat suaminya yang sengaja membuat marah pria korban tiupan.


"Aaahh, pengawal bunuh pria itu" dengan teriakan marah Yimin memerintah pengawal dan murid dari Sektenya untuk membunuh Excel.


"Suami, biarkan kami berdua saja yang menghadapi mereka" pinta Xiao Chun pada Excel.


"Benar suamiku, kamu diam saja, oke" kata Shu Eu-Meh yang tidak ingin hanya diam saja, mereka berdua ingin menunjukan kemampuannya didepan suaminya.


"Hajar saja, aku lelah" jawab Excel yang dengan menunjukan wajah yang kelelahan, kedua istrinya hanya tersenyum melihat tingkah suaminya


"Kalian berdua jangan ikut campur, jika tidak aku akan membuat kalian menyesal" ancam Yimin kepada Xiao Chun dan Shu Eu-Meh, Yimin tahu identitas kedua wanita itu, karena itu dia memeringatkan mereka.


"Tidak perlu suami kita turun tangan" jawab Xiao Chun tanpa rasa takut dengan jumlah mereka maupun darimana mereka.


"Jika suami kita bertindak itu lebih mengerikan...?" balas Shu Eu-Meh yang tahu prestasi Excel yang mampu memusnakan Sekte Bukit Tulang seorang diri.


"Ha-ha-ha, bodoh. Aku, anak dari Patriack Sekte naga pembunuh iblis baru kali ini dihina...hahaha. Baiklah aku tidak akan sungkan melukai kalian berdua, cepat bereskan mereka bertiga" perintah Yimin yang sudah tidak bisa lagi menahan amarah yang terus menerus dihina.


Claaanng


Baammm


Traangg


Bruuukkk


Setelah perintah Yimin pengawal dan murid Sekte segera maju dan melawan kedua wanita, dengan jumlah 34 orang yang melawan kedua wanita itu dengan mudah menangkis dan memukul, suara pedang beradu terdengar disusul ledakan pukulan Qi menghantam dada pengawal dan murid Sekte.


"Indah sekali gerakan Xiao Chun"


"Lihat Shu Eu-Meh dengan anggun menghindari pedang murid itu"


"Pria itu kenapa hanya menguap saja dan tidak membantu wanitanya?"


Booommm


Claang

__ADS_1


Buuukkk


Aaaahh


Traangg


Braaaakk


Baammm


"Seorang pria jangan berlindung dibelakang wanita, maju kamu bajingan" teriakan amarah Yimin yang melihat pengawalnya dan murid Sekte tumbang satu persatu dan mencoba memprovokasi Excel yang dari tadi hanya menonton dan menguap.


Claaanng


Baammm


Traangg


Booommm


"Jika aku bergerak musnah sektemu" jawab Excel dengan santai dan mencoba membuat Yimin semakin marah.


"Panggil bantuan, cepat" perintah Yimin yang masih sibuk menghindari serangan pedang Xiao Chun.


Ziuuuu


Blaaaarrrr


Siulan petasan tanda meminta pertolongan segera di meledak keatas, ledakan petasan terdengar hingga radius beberapa kilo meter, semua penonton terus menerus bermunculan dan setiap komentar tidak ada henti-hentinya melihat aksi Xiao Chun dan Shu Eu-Meh.


"Jangan buru-buru membunuh mereka, tunggu hingga ikan besar datang" komentar Excel pada kedua istrinya, layaknya seorang penonton yang tidak ingin petarungan segera berhenti.


Traang


Bruuukkk


"Baik suami, nikmati tarian kita...ha-ha-ha" kata Xiao Chun yang bersemangat menunjukan kemampuannya.


Claaanng


Baammm


"Meh'er, jangan ragu saat memukul wajahnya..." sekali lagi komentar Excel terdengar ditelinga semua orang dan juga telinga Shu Eu-Meh.


"Baik suami, tenang saja..." jawab Shu Eu-Meh yang semakin berani melawan banyak lawan.


"Iya, itu bagus hajar... Gunakan tangan kirimu Meh'er..."


Bruuukkk


Aaaahh


Baaak


Baaammnn


"Yaa, bagus, bagus... Awas si botak dari belakang..."


Booommm


"Sayang, hati-hati Kakek tua itu mau menjamahmu..."


Terus menerus komentar Excel lebih seru dari pada pertarungan yang ditonton banyak orang, tiap gerakan selalu ada komentar, tiap serangan tidak luput dari komentarnya, semua penonton yang mendengar hanya mengedutkan sudut bibirnya.


"Kalian sungguh tidak adil, 2 wanita melawan 34 pria cabul...?"


Plaaak


Bruuukkk


"Ayo wanitaku jangan takut, aku dibelakangmu..."


"Hentikan semua" suara keras mengema saat komentar Excel dan pertarungan masih berlangsung seru.


Seketika semua orang yang bertarung berhenti dan melihat seorang pria paruh baya yang sedang melayang diudara dengan banyak orang yang mengikutinya, pria dengan baju panjang berwarna biru tua.


"Isteriku, apa kalian tidak apa-apa?" tanya Excel yang melihat kedua isterinya yang sudah berada disampingnya saat suara menghentikan mereka.


"He-he-he, aku tidak apa-apa, sayang. Ini sungguh menyenangkan" kata Xiao Chun yang masih dengan semangat ingin bertarung lagi.


"Aku juga baik-baik saja, hanya saja mereka terlalu lamban jadi kurang seru...ha-ha-ha" balas Shu Eu-Meh pada suaminya dengan ketawa riang.


"Ha-ha-ha... tenang saja, masih ada kesempatan lagi lain waktu" dengan ketawa bangga dan mengusap rambut kedua istrinya, yang membuat hati kedua istrinya sangat bahagia.


"Kalian bertiga, kenapa kalian menyerang anakku dan anggotaku?" tanya pria paruh baya itu saat masih melayang diudara saat bertanya pada Excel dan kedua isterinya.


"Tidak sopan bertanya sambil melayang! Turun semua...!" balas Excel yang tidak suka dengan sikap pria tua itu.


Swooosshh


Booommm


Booommm


Booommm


Seketika pria paruh baya dan anggotanya yang melayang diudara jatuh ketanah dengan keras, ketika Excel memerintahkan untuk turun dengan memberikan tekanan satu persen kekuatan auranya.

__ADS_1


Semua orang yang menonton terkejut dengan mudahnya Excel menjatuhkan Patriack Sekte naga pembunuh iblis dan semua anggotanya hanya dengan kata-katanya.


"Kurang ajar kamu, menjatuhkan kami dengan auramu. Siapa kamu..hah?" bentak Patriack yang sudah bangun dengan wajah buruk dan tubuh penuh debu dan tanah basah.


"Kamu sangat tidak sopan menghina kami, bocah" penatua Sekte juga sudah bangun dengan semua anggotanya yang terjatuh tadi.


"Kamu yakin ingin tahu siapa aku?" tanya Excel dengan senyum misterius.


"Ha-ha-ha, aku tidak peduli siapa kamu, yang pasti kamu bertiga akan mati hari ini. Semuanya bunu...."


"Cukup, hentikan" tiba-tiba suara orang lain menghentikan Patriack Naga Pembunuh iblis untuk menyerang Excel dan kedua isterinya.


"Siapa yang ingin menghen..! Menteri pertahanan Zhou Zheng, maaf aku tidak tahu jika Anda yang berbicara" jawab Patriack yang ingin marah, tapi saat melihat wajah yang dia kenal menjadi hormat dan takut.


"Tidak masalah, aku hanya ingin menyelamatkanmu" alasan Zhou Zheng yang menghentikan Patriack, kuatir jika Excel akan memusnahkan Sektenya dan lebih kuatir lagi akan keselamatan Kekaisaran Zhou.


"A-apa maksudmu senior Zhou Zheng?" tanya Patriack yang merasa kuatir akan ucapan dari menteri pertahanan Kekaisaran.


"Apa kamu tidak kenal dengan pria muda yang akan kamu lawan?" tanya Zhou Zheng dengan menggelengkan kepalanya, belum lama sudah melupakan nasib tragis di zona bebas.


Dengan mengamati dari atas hingga bawah, Patriack Sekte Naga Pembunuh iblis merasakan perasaan ngeri dan rasa trauma yang masih melekat dipikirannya saat mulai mengenali Excel walau depan wajah memakai topeng.


Bruuuk


"Maafkan saya pemimpin zona bebas, yang terlalu ceroboh tanpa bisa mengenali Anda" ucapan Patriack Sekte dengan tiba-tiba berlutut dihadapan Excel dan kedua istrinya.


"Pemimpin muda, tolong ampuni kami karena tidak menyambut Anda yang mengunjungi Kekaisaran Zhou" perkataan menteri pertahanan Zhou Zheng pada Excel yang dari tadi masih diam, dengan kepala menunduk dan dua kepalan tangan menyatu memberikan hormat pada Excel.


Semua orang akhirnya mengetahui siapa identitas pria bertopeng emas yang selama ini selalu berkomentar saat kedua wanitanya bertarung tanpa bertindak sama sekali.


"Haaheem, baiklah tidak masalah, ini hanya masalah sepele. Kalian bisa bangkit" pinta Excel kepada Patriack yang masih berlutut didepan Excel.


"Kamu pasti sudah tahu tujuanku kemari, kan?" tanya Excel pada Zhou Zheng.


"Hamba, mengetahuinya pemimpin. Apa anda ingin menemui Ratu Shu Peijing?" balas Zhou Zheng dan juga ingin memastikan tujuan Excel.


"Ha-ha-ha, kamu benar. Aku hanya ingin berbicara bisnis saja, senior. Dan kamu tidak perlu kuatir" jawab Excel dengan membuka topeng emasnya diwajahnya, seketika keributan terjadi disekitar mereka.


Awalnya saat Patriack Sekte Naga Pembunuh iblis berlutut mereka masih ragu dengan identitas Excel,


lalu dengan pembicaraan menteri pertahanan Zhou Zheng dengan Excel mereka masih juga belum yakin,


dan setelah Excel membuka topengnya, mereka akhir tidak tahu siapa pria itu...


(Mc : thor minta pemukulan lagi)


(Author : maaf keyboard saya hilang)


"Haa, itu pahlawan muda hahaha"


"Akhirnya aku melihatnya ha-ha-ha"


"Waoow, sungguh beruntung bisa melihat idola saya"


"Astaga lebih tampan dari pada melihatnya di giok perekam"


Segera prajurit Kekaisaran bergerak melindungi Excel dan kedua isterinya berserta menteri pertahanan Zhou Zheng dan Patriack Sekte yang dekat dengan Excel, kerumunan orang semakin kacau ingin menjabat tangan Excel, ada pula yang ingin merekam momen yang langkah bisa bertemu idolanya.


"Pemimpin muda, mari segera kita ke istana" undang Menteri pertahanan Zhou Zheng pada Excel agar tidak semakin kacau situasinya.


"Mari" dengan setuju Excel memasuki kereta khusus Kekaisaran Zhou dengan kedua istrinya yang tidak mau melepaskan lengan Excel sedikit pun, Xiao Chun dan Shu Eu-Meh sangat bangga dengan prestasi suaminya.


Biarpun Excel dan menteri pertahanan Zhou Zheng sudah bergerak menuju istana kekaisaran, kerumunan masih saja mengikuti dari belakang prajurit dan Patriack sekte beserta anggotanya yang mengawal Excel menuju istana.


"Idolaku ayo kita merekam momen"


"Pahlawan muda, apa kamu tidak suka kucingku yang hamil"


"Pahlawan muda, kapan kamu beraksi lagi?'


"Minggir aku ingin mendekati idol ku"


"Pemimpin muda, bagaimana keadaan Kaisar Zhou?" tanya Zhou Zheng saat mereka berada didalam kereta Kekaisaran.


"Dia baik-baik saja dan masih hidup" jawab Excel yang membuat Zhou Zheng masih penasaran.


"Apakah kaisar Zhou dan Kaisar Wei berada di kota anda, pemimpin muda?"


"Tidak, mereka berdua berada di pagoda penyiksaan milikku" ucap Excel yang acuh-tak-acuh dengan kondisi kedua Kaisar yang pantas dihukum.


"Semoga saja beliau baik-baik... Haaheem" balas Zhou Zheng dengan mendesah panjang.


"Kedua Kaisar idiot itu belum pantas hanya menerima siksaan, seharusnya jiwanya aku lenyapkan jika aku tidak melihat isteri-isteriku!" kata Excel yang tidak suka dengan dua Kaisar itu, apalagi Kaisar Wei yang leluhurnya menjadi target utama dalam misinya.


Tanpa terasa saat mereka mengobrol didalam kereta, mereka telah sampai di depan istana kekaisaran yang disambut banyak orang termasuk Ratu yang ternyata sudah menunggu Excel datang.


"Pemimpin zona bebas telah tiba"


Suara kasim terdengar saat kereta memasuki halaman depan istana kekaisaran, yang memberitahukan kehadiran Excel yang sudah merubah roda kekuasaan dibenua Venus.


(Mc : Thor kamu ngajak bertengkar?)


(Author : Malas)


(Mc : lalu kenapa kau selalu merusak momen ku)


(Author : lagi keadaan khilaf)

__ADS_1


__ADS_2