Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 54 Kapal Battleship Excel Star Destroyer 1


__ADS_3

Chapter 54 *Kapal BESD1*


Sebuah misteri akan selalu menjadi topik yang hangat dan akan selalu diburu siapapun, mereka akan selalu berlomba-lomba membuka tabir misteri yang sulit diakui keberadaannya, kebenarannya, kapan itu ada dan seterusnya.


Dari jaman primordial awal hingga akhir, jaman kuno awal hingga akhir, jaman akhir transisi alam, jaman baru awal hingga akhir, masa peradaban energi awal hingga akhir, jaman logam, jaman era awal teknologi dan seterusnya hingga hari ini, semua misteri akan menjadikan penelitian yang tidak mudah untuk diuraikan.


Kita pasti mendengar cerita yang namanya segitiga Bermuda, hingga kini siapa yang bisa membuka tabir misteri itu? Hanya bisa berfantasi dengan pemikiran-pemikiran liar yang tanpa bisa diketahui kebenarannya. Dan ada satu lagi Black Hole, aku menyebutnya Pelahap galaksi.


Setelah Excel mengeluarkan kapal dayungnya eh maksud saya kapal angkasnya, yang membuat semua orang kagum tanpa bisa berkata-kata, menunggu mereka selesai dari keterkejutannya, jika langsung memperkenalkan-nya mereka akan gagal fokus dan itu akan Excel hindari dengan penjelasan ulang.


"Baiklah, aku akan perkenalan armada tempurku. kapal perangku aku sebut BESD 1 atau Excel Battleship Star Destroyer, atau kapal tempur Excel penghancur bintang." Excel memperkenalkan kapal tempurnya kepada semua wanitanya dan semua penduduk baru, dengan tujuan supaya mereka tidak ragu terutama penduduk baru yang masih belum mengenal Excel, agar penduduk yakin dan selalu setia padanya.


Sebuah kesetiaan dan keyakinan tanpa bukti adalah omong kosong belaka, ibarat sebuah drum tanpa isi, jika dipukul nyaring bunyinya tapi tanpa ada isi.


Demikian juga dengan kesetiaan dan keyakinan perlu bukti untuk membuat mereka selalu bekerja keras dengan setia dan berjuang dengan keyakinan mutlak.


"Baiklah, saatnya kita menyelamatkan mereka yang tertindas. Ayo ikuti aku" setelah mengenalkan dan menjelaskan pada wanitanya, Excel melanjutkan rencana penyelamatan.


"Buka"


Dreeeeett


Swooosshh


Setelah Excel berkata 'buka' sebuah gerbang besar mulai terlihat celah kecil dari atas, dan berlahan-lahan melebar kebawah hingga menyentuh tanah.


Dhuuuuum


Debu berterbangan saat pintu itu menyentuh tanah, terlihat ratusan kapal angkasa didalamnya yang berukuran panjang 800 meter yang dilengkapi dengan 4 meriam besar dan kecil.


"Ayo masuk" Excel mengajak wanitanya memasuki hanggar kapal tempurnya, semua wanita sudah tidak mampu berkata-kata lagi termasuk gadis kecil energik, Qiaofeng hanya bisa terdiam saja karena pikirannya sebagai pemimpin harus tahu semuanya dan dia tidak ingin dibilang bodoh karena tidak mengerti.


Dengan gaya gadis kecil yang bangga sebagai pemimpin, berjalan mengikuti disebelahnya Excel, dengan kedua tangan terlipat dibelakang, dada membusung kedepan dan dagu terangkat sedikit, tapi matanya melirik kekiri dan kekanan dan telinganya selalu terbuka jika Excel berbicara.


Ya, siapapun orangnya akan gemas melihat gaya Qiaofeng yang ingin diakui sebagai pemimpin kapal perang raksasa miliknya walau sebenarnya bukan miliknya.


"Dheem...ini kapal penyelamatan yang akan kalian gunakan, total ada 600 unit, tiap kapal memiliki 4 meriam, 2 besar dan 2 kecil, semua dikontrol melalui pusat komando yaitu menara yang bisa kalian lihat diatas yang menjulang tinggi, tiap kapal ini mampu menampung 1500 orang, dan mampu bertahan dari gempuran tingkat prajurit dewa."


Excel seperti biasa selalu diam setelah menjelaskan suatu obyek atau subyek, agar mereka tidak terlewatkan dari penjelasan, bahkan Qiaofeng pun dengan cermat mendengar penjelasan pamannya. Walau gaya pemimpinnya tetap tidak berubah.


"Apa semuanya bisa mengendalikan kapal ini?" Tanya Excel pada wanitanya saat membalikan badan dan menatap mereka semua termasuk bocah kecil disebelahnya yang juga ikut menatap bibi-bibinya seolah-olah ingin tahu jawabannya.


"Aku pernah mengendalikan kapal angkasa tapi tidak yang seperti ini!!" jawab Ling Xuan yang menggelengkan kepalanya, dan Excel hanya manggut-manggut saja mendengar Ling Xuan berbicara, termasuk semua wanita juga belum pernah mengendalikan kapal tempur jenis ini.


Sudah bisa ditebak Excel dari awal, karena kapal angkasanya sama pada umumnya tapi berbeda dalam spesifikasinya, dan Excel pun memaklumi-nya. Tidak ketinggalan Qiaofeng yang selalu meniru gaya pamannya, yang berwibawa dan Agung saat berbicara.


"Tidak masalah. Sekarang kalian membagi tim yang sesuai 600 unit kapal ini, tiap tim harus terdiri dari tingkat bawah dan atas pada Kultivasinya"


Mendengarkan permintaan Excel segera mereka mengatur susunan dari tingkat kultivasi rendah bersama tingkat yang lebih tinggi, tiap tim berisi 2 orang hingga 4 orang.


"Bagus, sekarang kalian semua akan aku kirim informasi dan feng'er kamu bergabung dengan bibi-bibimu" Qiaofeng dengan bangga berjalan dan berhenti disebelah Niu Qinglin layaknya aktor utama yang akan menjalankan misi rahasia.


Kemudian Excel mengangkat satu tangan kedepan dan membuat lingkaran rune, setelah membuat rune-rune yang berwarna biru, Excel menyentuh dahinya dengan jari telunjuk tangan kiri, lalu dengan jari telunjuk sebelah kiri-nya mengarahkan ke rune yang dibuat tangan kanannya.


Rune berbentuk lingkaran Excel arahkan kesemua wanitanya, seperti saat didinding kota Phoniex pada waktu melawan pasukan Kekaisaran Zhou.


Semua wanitanya langsung menerima informasi kapal BESD 1 dan kapal yang akan mereka gunakan untuk penyelamatan.

__ADS_1


Setelah mereka selesai mencerna informasi itu menjadi sangat bersemangat dan penuh dengan keinginan segera mengunakan kapal BESD 1 yang bagi mereka hal yang paling sensasional untuk dipraktekkan.


"Baiklah, kalian segera lakukan misi penyelamatan dengan berpencar, jika kapal sudah penuh segera kalian menuju BESD 1 untuk mengirim penduduk yang sudah kalian selamatkan. Kalian harus tetap utamakan keselamatan diri. Semoga sukses"


"Baik pemimpin"


"Paman aku ikut kakak Niu, oke"


"Hati-hati feng'er"


Segera mereka menaiki 600 unit kapal dan memasuki ruang kontrol kapal, berlahan-lahan 600 unit kapal mulai terangkat naik keatas dan mulai bergerak maju.


Penduduk yang sedari tadi hanya bisa bengong tanpa bicara sama sekali, hanya kagum dan kagum menyaksikan apa yang Excel lakukan bersama semua wanitanya.


Saat kapal itu bergerak maju secara berlahan, penduduk buru-buru minggir disudut ruang hanggar karena takut tertabrak kapal.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


600 unit kapal tingkat Semesta satu persatu langsung melesat ke langit saat melewati pintu gerbang kapal BESD 1 dengan kecepatan tinggi, hanya meninggalkan debu yang berterbangan didepan gerbang hanggar.


Qiaofeng yang berada dikapal tim Niu Qinglin yang mengendalikan kapalnya, tidak ingin dia melewati tugas rahasia penyelamatan yang diberikan pamannya. Dia tidak kuatir akan kapalnya yang bergerak kekiri dan kekanan akan jatuh.


Dengan berdiri pada kursi diruang kontrol kapal dan memegang bola sebagai alat kemudi kapal, Qiaofeng yang sangat senang bermain dengan kapalnya.


"Baiklah, kalian semua ikut aku ketempat barak pasukan untuk membersihkan diri dan beristirahat. Kepala desa Jiang bagikan pakaian, makan dan minum didalam cincin ini kepada mereka semua!"


"Baik, Tuan Muda dan terima kasih" bersama-sama mereka berkata dan mengikuti Excel ketempat tinggal prajuritnya yang masih kosong.


Ceeezzz


Pintu terbuka saat Excel melangkah dan diikuti semua penduduk, tiap lorong dilewati terlihat banyak sinar bergaris-garis dan tombol yang bagi mereka aneh dan tidak pernah mereka lihat.


"Kepala desa Jiang, kamu atur semua orang dan bagi secara merata dan adil"


"Baik, Tuan Muda"


Setelah memberi instruksi kepada kepala desa Jiang, Excel berjalan menuju tempat komando pusat kapal BESD 1, lalu dia menekan tombol map pada layar didepannya dan melihat 600 unit kapal penyelamatan yang sudah berpencar di benua Selatan.


"Paman Ling Ba, tolong sampaikan pada ayah Li dan ayah Ling, jika aku akan terlambat pergi menuju Kekaisaran, karena aku melakukan sesuatu yang penting terlebih dahulu." pinta Excel kepada Paman Ling Ba, karena Excel sudah berjanji hari ini akan pergi bersama mereka menuju Kekaisaran Ling dan dilanjutkan menuju ke Kekaisaran Li.


"Baik, Guru. Guru sekarang berada dimana?" tanya Paman Ling Ba yang heran jika Excel tidak berada di kota Phoniex, sudah berjam-jam dia mencarinya, untung saja dia bertemu ayah Xue.


"Aku sekarang berada ada dibenua Selatan wilayah perbatasan, tepatnya saat ini masih didesa Jiang, Paman" balas Excel melalui giok komunikasinya.


"Baik, Guru. Saya akan sampaikan pesanan guru"


"Paman Xue, berapa banyak rumah penduduk yang masih kosong?" tanya Excel pada Paman Xue Tong, karena Excel tidak pernah memeriksa jumlah penduduk yang sekarang sudah menempati kota Phoniex, setelah berberapa saat giok komunikasi bergetar...


"Sekitar 1000 rumah, Guru"


"Baiklah, kalau begitu persiapan tenda pengungsian dilahan yang masih kosong, karena aku akan membawa penduduk baru sekitar 18 ribu orang, dan setelah aku tiba, aku akan bangun lagi pemukiman penduduk yang lebih banyak, Paman"

__ADS_1


"Baik, guru. Segera saya lakukan" balas Paman Xue Tong pada Excel, Paman Xue Tong sudah tahu jika Excel berada dibenua Selatan untuk membawa penduduk yang tidak terjangkau dari kota kecil untuk melindungi desa, karena jarak yang terlalu jauh dan medan lapangan yang penuh resiko, entah itu bandit atau binatang buas yang sangat banyak.


"BESD1 clone" muncul sebuah robot kecil yang transparan yang tingginya hanya 30 cm saat suara Excel memanggil, robot itu adalah asisten yang akan menangani semua BESD1 sesuai instruksi yang Excel perintahkan.


"Clone mulai sekarang namamu Veno" Excel sengaja mengganti nama BESD1 clone agar tidak membingungkan dia dan pasukannya.


{Baik komandan}


Jawaban Veno dengan suara yang kaku dan terasa aneh di telinga Excel, yang jauh berbeda dengan suara Yuke, saat pertama kali sistem berbicara.


"Veno, kamu jaga semua wanitaku yang sedang melakukan misi penyelamatan, jika mereka dalam kesulitan segera beritahu saya. Dan segera lepas landas dengan ketinggian 7000 meter" perintahnya kepada Veno.


{Segera komandan}


Dhuuuuum


Dengan suara dentuman kecil BESD1 secara berlahan mulai terangkat keatas, debu berterbangan saat kapal tempur naik, kemudian dengan ketinggian 7000 meter dari permukaan tanah, kapal mulai berhenti bergerak dan melayang.


"Tuan eh sayang kamu dimana dan aku dimana ini" suara lembut terdengar saat Excel sedang mengotak-atik kontrol pada kapalnya.


Wuuuuussshh


Dengan segera Excel menarik Ai Hua yang kebingungan saat sudah berada disebelah Excel, apalagi saat dia memperhatikan ruang pusat komando yang terlihat aneh dengan banyak cahaya berkelap-kelip dan berbeda warna.


"Jangan bingung, kamu tadi berada didunia jiwaku saat beristirahat dan sekarang kamu dikapal tempur ku, lebih tepatnya di pusat komando." kata Excel pada Ai Hua yang masih diam karena keterkejutannya


"Aaah... sayang, i-ini... ! aaah...! sudahlah, aku sudah tidak sanggup selalu terkejut, awal di kota Phoniex dan sekarang disini" jawab Ai Hua yang sedikit cemberut karena tidak tahan lagi dengan perbuatan Excel yang membuatnya tidak bisa berkata-kata.


"Ha-ha-ha, tidak apa. Santai saja, nanti juga kamu akan terbiasa" balas Excel yang ketawa melihat wanita cantik didepannya yang bersikap lucu.


"Bagaimana? Apa kamu masih sakit disitu?" ucapan Excel membuat Ai Hua menjadi malu dengan wajah merah merona, dia jadi teringat bagaimana naga saktinya yang besar menghajar dia.


Kemudian Excel menarik pinggang Ai Hua hingga dia terduduk dipangkuan Excel yang sudah duduk di kursi komandan, seketika Ai Hua yang malu hanya menyembunyikan wajahnya didada bidang Excel.


"Kamu terlalu ganas, apa tidak bisa lebih lembut terhadap wanita" protes Ai Hua yang masih menyembunyikan wajahnya.


"Ha-ha-ha, siapa juga yang menantangku?" dengan ketawa kecil Excel mengejek isterinya yang sekarang berada dipangkuannya.


"A-aku tidak menantang t-tapi kamunya yang merusak ku sampai aku tidak sadar meminta lagi" ucap Ai Hua yang terbatah-batah sangat malu dia berbicara begitu.


"Mau lagi?" goda Excel dengan tangannya yang mulai meraba tubuh Ai Hua, yang membuat Ai Hua gemetaran dengan rangsangan yang aneh tapi membuat nafasnya memburu.


"T-tidak, ituku masih perih" jawab Ai Hua yang takut dihajar lagi, goa silumannya memang masih terasa perih walau sekarang mulai berair lagi.


"Ya sudah jika kamu tidak tahan...ha-ha-ha" tawa Excel yang mengejek Ai Hua agar terprovokasi.


"Bu-bukan begitu maksudku, tapi kamu harus le-lebih lembut" jawab Ai Hua yang semakin malu namun dihatinya sudah sangat berharap Excel segera menghajarnya lagi


"Ha-ha-ha, baiklah jika itu yang kamu mau, sayang" segera Excel berdiri dari tempat duduknya dengan mengendong Ai Hua layaknya Putri raja, Ai Hua yang malu hanya bersembunyi didada bidang Excel, dia juga sangat bahagia bisa bersama orang yang dia cintai.


Excel pergi menuju kamar mewah yang hanya dimiliki oleh komandan kapalnya, ranjang yang besar berukuran 6 meter, dengan luas ruang 20 meter kali 40 meter, seperti sebuah rumah pada umumnya.


Didalam kamar Excel sudah bertarung lagi dengan Ai Hua, suara bergairah memenuhi kamar pribadinya, tamparan demi tamparan di kulit mereka menambah gairah mereka berdua.


Pasukan wanitanya sedang menjelajahi perbatasan benua Selatan dengan benua timur dan barat, tiap ada desa yang mereka temui selalu sama kondisinya dengan desa Jiang.


Tiap bandit yang terlihat selalu diledakkan tanpa ampun oleh pasukan wanita, Qiaofeng gadis kecil begitu semangat saat melihat bandit berlari ketakutan melihat tim Niu Qinglin.

__ADS_1


__ADS_2