Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 317 Akhir yang mengharukan.


__ADS_3

Chapter 317 Akhir yang mengharukan.


Melihat begitu ganasnya dan brutal yang dilakukan oleh pasukan wanita, membuat ketiga Leluhur Suci geleng-geleng kepala. Mereka tidak membayangkan jika potensi setiap wanita sangat mengerikan.


"Seandainya dulu kita melawan Benua Biru, nasib kita tidak berbeda dengan para prajurit itu!" Yuan Shao bergidik ngeri melihat aksi semua wanita Guru Agung.


"Beruntung kita tidak memprovokasi Guru Agung saat itu!" Yang Wei masih mengingat dirinya yang ingin memiliki pedang Semesta yang diperoleh Excel dari Meng Ho.


Boom... Boom


"Sudah-sudah, itu sudah masa lalu, sekarang kita adalah salah satu murid Guru Agung!" Lu Bai meledakan tubuh para prajurit sambil berbicara kepada kedua sahabatnya


Boom... Boom


"Aaahhhh!!"


"Hahaha, kamu benar saudara!" Yang Wei tertawa sambil meledakan setiap tubuh prajurit yang menyerang.


Bamm... Bamm...


"Aku heran melihat para prajurit ini, sudah tahu kesenjangan kekuatan yang berbeda masih saja terus menyerang!!" ujar Yuan Shao yang juga terus menerus membunuh para prajurit yang tidak kenal lelah maupun takut mati.


Semua pasukan dari Alam Semesta Aurora, terus menerus membunuh banyak prajurit, tidak ada belas kasihan kepada setiap musuhnya.


"Katakan pada kami, berapa banyak besar kekuatan Galaxy Nebula?" tanya Qinglin yang sudah puas memukuli tubuh jendral pengecut didepannya itu.


Tubuh sang jendral sudah penuh lebam, wajahnya bengkak dan hidung, mata menggeluarkan darah. Giginya sudah rontok, meninggalkan 1 gigi depan yang akan terjun bebas, mulutnya menjadi jontor seperti tersengat lebah.


Ingin menangis tetapi malu, ingin berteriak mulutnya sakit, ingin berbicara tetapi bibirnya sulit digerakkan. Bisa dipastikan sang jenderal tidak mungkin berbicara, karena merasakan gigi tunggalnya akan terjun bebas.


Paman Kun Tianba, Kun Shen bahkan lebih tragis, sebagian anggota tubuhnya ada yang terpotong, tubuhnya gemetar menahan rasa sakit. Sorot matanya menatap tajam ke arah Dewi Sri, sambil melepaskan persepsinya untuk mencari rute melarikan dirinya.


"Kenapa diam saja, apa masih kurang menerima pukulan ku?" tanya Qinglin yang kesal saat pertanyaannya tidak di jawab.


"Saudara apa yang harus kita lakukan, saat ini kita sudah tidak bisa melarikan diri dari para wanita monster ini?" sang jenderal meminta saran untuk bisa melarikan diri kepada rekan-rekannya, ia berbicara menggunakan telepatinya.


"Kita gunakan token giok teleportasi saja, walau jaraknya tidak jauh, selama kita gunakan berkali-kali, kita masih bisa menghindari kematian!" Kun Shen segera menjawab solusinya.


"Kamu benar saudara Shen, aku punya 10 token teleportasi, kalian punya berapa?" tanya sang jendral kepada rekan-rekannya.


"Aku punya 7...."


"Aku hanya ada 5...."


"Tetapi bagaimana dengan pasukan kita?" tanya salah satu Jenderal yang memiliki kekuatan True Alfa level 55.


"Kita tinggalkan saja, lebih berharga nyawa kita daripada mereka, yang penting Putra Mahkota kita telah lolos, walau sedang dikejar bajingan itu, aku yakin Kaisar Hernandes Celosia mampu melarikan diri!" jawab Kun Shen kepada sang jendral, setelah semua rekannya memberitahukan jumlah token mereka.


Lalu sang jendral melihat pasukannya, dia terkejut melihat kejadian yang mengerikan terjadi pada pasukannya. Setelah berpikir sejenak, akhirnya dia putuskan untuk meninggalkan semua pasukannya.


"Baik, aku setuju! Nyawa kita lebih berharga daripada pasukan kita!" balas sang jendral kepada Kun Shen dan rekan-rekannya.


"Saudara, apa kita tidak lebih baik merobek kekosongan saja?" tanya Jenderal yang memiliki kekuatan level 55 itu kepada sang jenderal.


"Bodoh, itu memakan waktu dan tidak bisa digunakan saat dikepung seperti ini. Baiklah, ayo bersama-sama kita hancurkan token itu!" jawab sang jenderal yang kesal dengan kebodohan rekannya, dan mengajak untuk menggunakan token teleportasi.


"Hei!?" bentak Qinglin yang di abaikan oleh sang jendral.


Kaget dengan suara keras Qinglin, Sang jendral segera mengeluarkan token teleportasi dan di ikuti oleh Kun Shen dan rekan-rekannya.


Pyarrrr... Pyarrrr


Bhuzhhhh... Bhuzhhhh


Seketika Kun Shen, 5 jendral dan 5 pengawal menghilang setelah memecahkan token teleportasi-nya.


"Sialan, mereka melarikan diri dengan token teleportasi. Ayo kita kejar!?"


"Tunggu, biarkan saja. Lebih baik kita bantu pasukan kita memusnahkan para prajurit musuh ini!" cegah Ratu Api Ashura ketika Qinglin yang kesal berniat mengejar 11 orang pengecut itu.


"Benar, kita pasti akan bertemu lagi dengan mereka. Setelah kita membereskan masalah disini, kita akan menyusul suami kita dengan kapal perang BESD1," kata Shuwan yang telah memikirkan rencananya.


"Baik, ayo kita habisi mereka!" ujar Qinglin dengan membalikkan badannya dan melihat pasukan musuh yang masih banyak tersisa dari pembantaian.


"Hahaha!! Saatnya kita beraksi!" Dewi Kumala tertawa gembira karena sudah lama dia tidak bertarung lagi.

__ADS_1


"Telapak bencana!!" teriak Qinglin dengan mengangkat tangan kanannya dan memfokuskan pada pasukan musuh.


Wushhhh....


Muncul telapak tangan raksasa di atas kepala prajurit musuh, dan melesat turun dengan kecepatan tinggi. Targetnya segera merasakan tekanan dari atas, dan mendongakkan kepalanya.


"Astaga!! Awasss!!"


Boommmm....


"Mata pembantai!!"


Boom... Boom... Boom


"Fist Flame Ashura..."


Boommm


Rentetan ledakan menghancurkan semua prajurit yang menjadi targetnya, segala teknik mereka keluar dengan kekuatan penuh.


Sontak para pasukan Alam Semesta Aurora segera mundur melihat ganasnya Qinglin dan rekan-rekannya yang ikut campur tangan.


Melihat saudari-saudarinya ikut berperang, membuat pasukan wanita semakin bersemangat dan semakin gila-gilaan membantai musuh-musuhnya.


"Hahaha!! Ibu kita sangat hebat!" Jun Yu tertawa kegirangan saat Qinglin membantai banyak musuhnya.


"Tarian kematian!" Jun Yu juga menggeluarkan tekniknya dengan pedang andalannya.


Boom... Boom


"Aaahhhh!!"


"Semuanya mundur ... Cepat mundur ... Selamatkan diri kalian masing-masing!" teriak wakil jendral kepada pasukannya, dia sudah tidak mungkin lagi melawan pasukan dari Alam Semesta Aurora.


Wakil itu kecewa dengan sikap pengecut para jenderal yang melarikan diri, wakil itu hanya bisa mengikuti para pemimpin yang sudah kabur tanpa peduli dengan dirinya dan pasukan mereka.


"Jangan harap bisa kabur! Kepung mereka semua!" Ling Xuan segera memberikan perintah saat mendengar teriakan wakil jendral itu.


Segera pasukan Alam Semesta Aurora bergerak cepat dan mengepung pasukan yang belum menyerah.


Dari 30 miliar prajurit, kini tersisa tidak lebih dari setengahnya. Mereka yang terkepung gemetaran ketakutan saat wakil jendral berteriak marah dengan kelakuan para pemimpin.


"Lebih baik kalian menyerah dan bersumpah setia kepada Ratu Alam Semesta Aurora dan Kaisar Agung. Jika tidak kami tidak akan segan-segan membunuh kalian semua!" teriak Zhou Mei kepada pasukan musuh yang telah terkepung.


Zhou Mei berharap pihak musuh mau mengabdikan dirinya kepada penguasa Alam Semesta Aurora. Itu juga bagus untuk menambal pasukan yang sebagian telah gugur.


"Lihat pemimpin mu yang tidak perduli dengan kehidupan kalian, apa layak seorang penguasa seperti itu? Lihat dengan Penguasa kami, dia selalu membela kami dan juga membimbing kami hingga memiliki kekuatan yang hebat!" Ratu Api Ashura juga ikut berbicara disaat semua pasukan dan wakil di pihak musuh masih diam.


"Apa kalian tidak berpikir dengan baik. Walau jumlah kami lebih sedikit dari kalian, kami mampu membantai kalian dengan mudah. Lihat pemimpin kalian, mereka hanya menjadikan kalian umpan meriam!" Shu Eu-Meh juga ikut berbicara, Shu Eu-Meh adalah Ratu kekaisaran Zhou dari Benua Venus dan kini sudah menjadi isteri Excel, dari pernikahan mereka, Shu Eu-Meh memiliki putri yang sangat cantik yang bernama Jun Eu-Meh.


"Kami masih belum mengeluarkan 100 persen kekuatan! Jika kami tidak berbelas kasihan, sejak awal kalian sudah menjadi sejarah!" raung si Poppy yang berdiri di atas dek kapal perang BESD1. Sorot matanya sangat tajam saat melihat pasukan musuh yang terkepung.


"Apa yang kalian pilih? Lanjut berperang atau tunduk dengan sumpah setia kepada penguasa Alam Semesta Aurora!" Ratu Inti Kehidupan juga ikut berbicara, suara lembut dan merdu.


"Hahmmm! Memang kita selama ini hanya di jadikan tameng bagi penguasa Celosia, aku tidak menyangka kita akan dijadikan umpan meriam demi keegoisan Kaisar Hernandes Celosia!" sadar wakil Jenderal dengan menundukkan kepalanya, "aku menyerah, dan mau bersumpah setia kepada Penguasa Alam Semesta Aurora, asal kami diperlakukan layaknya seorang prajurit dan manusia!" lanjut wakil itu dengan berlutut.


"Aku juga menyerah dan bersumpah setia kepada Penguasa Alam Semesta Aurora."


Satu persatu semua prajurit menyerah dan berlutut dihadapan pasukan mengepung mereka, semua isteri-isteri Excel sangat senang dengan keputusan mereka, juga para pemimpin dari Alam Semesta Aurora menjadi senang.


"Kami selaku wakil dari penguasa Alam Semesta Aurora, akan memperlakukan kalian seperti keluarga besar kami. Tanyakan kepada pasukan mereka, apa penguasa kami itu buruk atau baik? Nanti kalian akan tahu jawabannya.


Kaisar Agung dan Ratu Yuna Aurora mereka sangat menyayangi kami semua, dan menganggap kami semua adalah keluarga besarnya. Beliau selalu memberlakukan kita secara adil dan merata. Sekarang kalian adalah bagian dari keluarga besar Alam Semesta Aurora. Selamat datang di keluarga besar kita!" Xiao Mei Xing menyambut keluarga baru yang baru bergabung.


Saat berbicara, Xiao Mei Xing membuat semua pasukan yang baru menyerah meneteskan air mata, mereka tidak pernah di berlakukan seperti keluarga. Selama ini mereka hanya dianggap prajurit saja, yang harus mematuhi semua perintah dan kehendak penguasa.


"Terima kasih, Dewi."


Serentak semua prajurit mengucapkan terima kasih kepada pasukan wanita.


"Ceng Fu, Hu Bai, Gaibian dan para pemimpin, kalian rawat mereka dengan baik. Kalian tidak perlu lagi kuatir akan musuh yang ingin mengekploitasi Alam Semesta Aurora lagi. Seperti yang kalian ketahui, Kaisar Agung telah memberikan perlindungan kuat terhadap Alam Semesta Aurora. Kami dan semua pasukan wanita akan menyusul Kaisar Agung dan Ratu Yuna Aurora, kalian harap saling bekerja sama dalam melindungi Alam Semesta Aurora ini dan selalu menjaga perdamaian!" Qinglin menyerahkan keluarga baru kepada para jendral pasukan Naga dan para pemimpin di seluruh Alam Semesta Aurora.


"Pasukan Kekosongan, kalian akan menjaga stabilitas perdamaian Alam Semesta Aurora selama kami tinggal!" perintah Shuwan sebagai Jendral Utama pasukan Kekosongan.


"Laksanakan, Jendral." serentak semua pasukan menjawab Jendral Shuwan.

__ADS_1


"Ayo, kita segera kita susul suami kita, dia pasti membutuhkan bantuan kita!" ajak Jun Liqin yang sudah merindukan ayahnya dan kekasihnya.


"Putri, kami juga ikut!" pinta Fung Si burung gajah kepada Jun Liqin. Dengan menganggukkan kepala, Jun Liqin melambaikan tangannya dan memasukan Kaisar Ginseng, Raja Fung beserta semua binatang buas kedalam dunia jiwanya.


Setelah itu semua pasukan wanita kembali kedalam kapal perang BESD1.


"Lacak keberadaan suami kita dan kakak Yuna!" perintah Qiaofeng kepada para personil.


"Segera komandan."


Segera personil melacak keberadaan Excel dan Yuna. Tidak berselang lama titik lokasi si Excel dan Yuna diketemukan.


"Mereka sangat jauh, perkiraan membutuhkan waktu paling cepat 1 bulan dengan kecepatan penuh kapal perang BESD1, suami kita juga terus bergerak bersama Ratu Yuna dan Ratu Yuke. Kita juga akan melewati banyak badai kehampaan!" lapor personil kepada Komandannya.


"Segera meluncur dengan kecepatan penuh. Kapal perang BESD1 tidak berpengaruh terhadap badai itu!" perintah Qiaofeng kepada personilnya.


"Veno, pantau terus sinyal pemimpin kita."


{Laksanakan, komandan}


"Semua bersiap dan duduk ditempatnya masing-masing, kencangkan sabuk pengaman. Kita akan melaju dengan kecepatan penuh dengan hitungan mundur!" perintah personil kepada pasukan wanita melalui pengeras suara kapal perang BESD1.


Segera semua orang yang berada di kapal perang BESD1, duduk di tempatnya masing-masing dan mengunci sabuk pengamannya.


"Sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua...."


Dhummmm....


Wushhhh


"Astaga! Cepat sekali!"


"Ya Dewa! Luar biasa mereka!"


Semua orang yang tidak ikut kapal perang BESD1, sontak kagum dengan kecepatan kapal perang BESD1.


Suara dentuman sangat keras dan meninggalkan hembusan angin yang kencang.


"Hahaha! Guru Agung dan Ratu Alam Semesta Aurora memang pasangan yang sempurna!" Raja Api Ashura tertawa bangga kepada Guru Agung dan Ratu Ashura.


Semua orang yang di tinggal Kaisar Agung merasa kehilangan sosok yang paling membanggakan sepanjang sejarah peradaban kehidupan di Alam Semesta Aurora.


"Kisah mereka akan menjadi kisah epik dalam sejarah, 1 pria dengan jutaan pasukan wanita, melawan banyak musuh tanpa takut dan gentar!" ujar Kaisar Ling dengan meneteskan air mata. Ramalan dari leluhurnya telah terjadi dan sesuai ramalan.


"Semoga kita akan bertemu dengan beliau lagi!" ucap Kaisar Li yang juga meneteskan air matanya.


"Ayah, aku akan selalu menunggumu sampai Ayah kembali!" Xiang Ri Kui juga menangis tersedu-sedu telah di tinggal lagi oleh ayah dan ibunya.


"Ayo, kita kembali. Aku yakin Guru Agung akan kembali!" ajak Yu Guan yang menahan air matanya.


Segera semua orang kembali memasuki dinding energi pelindung, yang hanya bisa dimasuki oleh asli penduduk Alam Semesta Aurora. Sedangkan pasukan yang baru bergabung, mereka telah beri segel keluarga besar Kaisar Agung.


"Aku akan mencatat semua kisah-mu, Kaisar Agung, pemimpin ku dan sahabatku!"


Sebelum melewati dinding energi pelindung, Ceng Fu melihat kearah kapal perang BESD1 pergi. Dia juga menangis dengan perginya Guru Agung.


Ceng Fu selalu mengingat sejak aksi Excel di Benua Tengah di Lembah Binatang Buas. Dari masa muda sebagai orang biasa hingga di takuti seluruh Alam Semesta Aurora.


"Sahabatku Fung, ceritakan tentang kisah Dewa Binatang, Excel Shimo itu!" pinta Kaisar Ginseng kepada Fung si Raja Burung Gajah, saat berada di dunia jiwa milik Jun Liqin.


Mereka tidak ingin berpisah dengan Kaisar Agung, karena itu mereka selalu mengikuti Kaisar Agung kemana saja.


"Kisah itu terjadi sangat lama, kamu saja belum lahir. Kisah itu terjadi ratusan juta tahun yang lalu, tidak, mungkin 1 miliar tahun lebih. Namanya adalah Excel Shimo...!"


(End)


(Revisi√)


(Author : Terima kasih untuk semua pembaca setia novel Excel dan pasukan wanita. Akhirnya saya bisa menyelesaikan petualangan Excel di Alam Semesta Aurora ini.


Jujur saja, saya paling benci jika mengakhiri setiap novel, tetapi semua harus begini.


Untuk season kedua mungkin akan rilis di bulan Maret, dengan catatan jika popularitas novel ini mencapai 2 M dan like juga 2 M. Tetapi, tetap akan saya rilis di bulan Mei jika tidak mencapai target itu, dengan judul yang berbeda. Untuk mengisi waktu luang, saya akan buatkan novel God Of Beast 1 dan Kaisar Api Ashura, kedua novel itu berkaitan dengan novel Legenda Pasukan Wanita.


Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih kepada sobat pembaca. Semoga kita semua berbahagia dan sehat selalu. Salam)

__ADS_1


__ADS_2