Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 168 Melatih Alam bawah sadar.


__ADS_3

Chapter 168 Mengolah alam bawah sadar.


Didalam dunia jiwa semua orang sedang sibuk mengolah pikiran agar mengontrol suatu benda fisik agar mampu digerakkan, ini memang hampir sama dengan menggunakan kekuatan spiritual.


Bagi profesi alchemist dan smelting mengontrol pikiran spiritual atau mental sangatlah penting, tapi sayangnya area jangkuannya tidak lebih dari 3 meter.


Karena itu Excel ingin melatih keluarganya agar bisa menggunakan kekuatan pikiran hingga semaksimal mungkin, tingkat kesulitan memang lebih besar dan menguras banyak energi mental, tetapi keuntungan-nya juga besar, jika benar-benar bisa menggunakan energi pikiran dengan sempurna maka benda atau target yang diinginkan bisa dengan bebas kita gerakan sesuka hati untuk melukai maupun untuk yang lainnya.


"Bergerak... Ayo gerak...!! Ayah susah sekali, aku hanya bisa mengontrol api dengan pikiran, tapi untuk benda yang lebih berat sangat sulit" Jun Rong sangat frustasi tidak bisa menggerakkan benda yang lebih berat dari elemen api, Jun Rong sangat berbakat dalam bidang alchemist dan tingkat kontrol apinya sangat luar biasa, tetapi disaat melatih pikirannya diluar jangkauan dia masih belum mampu apalagi menggerakkan massa yang lebih berat dari massa api.


"Hehehe... Kamu harus bersabar sayang, mengontrol api dengan spiritual saja sudah cukup luar bagus... Berlatihlah dari jangkauan yang terdekat dulu, lalu setelah terbiasa luaskan jangkauannya setahap demi setahap, oke" Excel memuji putrinya Jun Rong yang berbakat dengan kontrol apinya.


"Baik, ayah"


Jun Rong memiliki karakter yang sangat dingin bahkan saat dipuji dia menanggapinya dengan sikap acuh tak acuh, berbeda dengan ibunya Xue Rong yang selalu ramah dengan siapa saja, untuk adik-adiknya yang kembar juga tidak jauh berbeda, sikap mereka sama dingin dan acuh tak acuh.


Kemudian Jun Rong melanjutkan berlatih lagi, dia ingin cepat segera bisa mengontrol alam bawah sadarnya, dia melihat sebuah ranting didepannya yang berjarak 5 meter, lalu Jun Rong memejamkan matanya dan menyegel semua inderanya, setelah menenangkan pikiran dan hatinya dia membayangkan ranting itu bergerak....


"Krak" suara ranting yang menjadi targetnya tiba-tiba patah, Excel yang sedari tadi melihatnya kaget dengan apa yang dia lihat didepan matanya, mampu mematahkan sebuah benda hanya dengan 2 kali percobaan itu sangat luar biasa


Setelah itu, ranting yang patah menjadi 2 mulai bergerak secara bersamaan dan melayang diudara, "tak tak" kemudian suara benturan dua ranting yang saling menangkis ibarat hantu sedang menggunakan ranting sebagai senjata pedang.


"Tak, tak, tak" secara perlahan gerakan ranting yang saling menangkis semakin cepat dan gerakkan nya juga makin halus, aksi Jun Rong mengganggu perhatian semua orang yang juga sedang mengolah alam bawah sadarnya.


"Luar biasa, cepat sekali putriku mampu mengolah pikirannya"


Xue Rong sebagai ibunya juga heran melihat perkembangan putrinya, kemudian Xue Rong menatap wajah suaminya dan ingin meminta penjelasan.


Namun, Excel hanya tersenyum saja dan masih menunggu Jun Rong hingga selesai, semua orang juga menyaksikan apa yang Jun Rong sedang perbuatan.


"Ayah, aku berhasil" Jun Rong sangat senang sekali dengan hasil kerja kerasnya, dengan ekspresi datar dia melaporkan kepada ayahnya.


"Luar biasa, putri-putriku memang hebat. Ceritakan proses kamu bisa melakukan telekenesis kepada semua orang, oke" jawab Excel dengan memuji putrinya dan memberikan apresiasi agar Jun Rong semakin bersemangat. Sengaja Excel tidak menjelaskan proses itu, dia ingin putrinya juga mampu memberikan pengalamannya kepada semua orang.


"Baik, ayah. Aku hanya menyegel semua indera dengan menutup mata, lalu aku fokuskan pada target yang aku inginkan, aku hanya membayangkan ranting itu menjadi patah lalu bergerak..." jelas Jun Rong dengan singkat, tetapi itu mudah dipahami semua orang.


Xue Rong berlari dan memeluk putrinya, dia sangat bahagia prestasi yang dibuat anaknya.


"Putriku kamu sangat hebat, ayo kita berlatih lagi"


Segera semua orang berlatih kembali setelah Xue Rong memeluk anaknya dan mengajak berlatih lagi, Yuna dan Yuke mendekati suaminya dan berdiri berjajar.


"Putri-putri kita memiliki bakat yang hebat, bagaimana cara kamu bisa memotivasi mereka...?" tanya Yuna yang penasaran dengan suaminya yang mampu memaksimalkan potensi seseorang dengan cepat.


"Hehehe... Seperti yang kamu katakan, dia memiliki bakat, tanpa bakat seseorang akan membutuhkan waktu yang lama, tetapi tanpa tekad dan kemauan bakat tidak berarti apa-apa. Jun Rong memiliki keduanya yang mendukung bakatnya dalam mengolah alam bawah sadarnya. Sayang, seharusnya kamu juga tahu itu...!!"


Jawab Excel kepada Yuna, Excel tahu Yuna juga sering menguji pemahaman seseorang dan juga kecerdasan tiap orang, sebagai ratu alam semesta hal sepele seperti itu tidak membuatnya mudah merasa kagum atau terkejut.

__ADS_1


"Hehehe... Sekarang susah menguji dirimu, suami"


"Huuf, kamu...minta aku hukum berapa kali..hah"


"Berapapun aku sanggup...hehehe" jawab Yuna terkikik dengan berbisik, dia tidak takut dengan hukuman tongkat naga saktinya.


"Memangnya kamu mampu melawan kami berdua, suami" kata Yuke yang ingin memprovokasi Excel dengan menantangnya diranjang, Excel yang cemberut dan mengalihkan perhatian kepada semua orang yang sedang berlatih, mengolah alam bawah sadar tidak bisa dilakukan secara instan, membutuhkan waktu dan konsentrasi penuh, selain itu juga memerlukan tempat yang tenang agar tidak menganggu konsentrasi-nya.


Mereka berlatih secara bertahap dan tidak terburu-buru, untung saja saat ini didunia jiwa waktu semakin lambat dan bebas berlatih dengan sesuka hati.


Perkembangan setiap orang dalam kultivasi juga sangat bagus, selain berkultivasi Excel juga sering menjadi guru untuk membimbing mereka dalam memahami suatu teknik maupun pengetahuan yang lainnya.


Yuna, Yuke dan 25 dewi-dewi juga membantu Excel melatih banyak orang, Dewi Sri yang memiliki karakter sabar, penyayang dan kalem paling digemari putri-putrinya, karena itu Dewi Sri sering menjadi guru gadis-gadis kecil itu.


Seiring berjalannya waktu, perkembangan dalam mengolah alam bawah sadar berkembang pesat, sudah banyak orang yang mampu menggunakan energi pikirannya dan menggerakkan benda fisik secara halus dan lancar, terutama putri-putrinya yang masih memiliki pikiran bebas dan imajinasi liar dengan cepat mampu melakukan telekenesis, dan juga mereka sering bertarung bersama saudari-saudarinya dengan energi pikirannya.


Gadis-gadis kecil itu memberikan contoh kepada orang dewasa dan semakin memotivasi mereka agar tidak kalah dengan anak kecil.


Demi teknik memanipulasi ruang untuk menyerang, semua orang dengan rajin terus-menerus berlatih, yang tanpa mereka sadari kemampuan kontrol mereka terhadap energi Qi hampir mencapai titik sempurna.


"Gunakan kekuatan mental untuk menahan serangan, ingat jangan dipaksakan, lakukan secara pelan dan bertahap. Kekuatan alam bawah sadar bisa dijadikan serangan tiba-tiba tanpa lawan ketahui, dan juga sebagai kartu tersembunyi yang mampu mengejutkan lawan yang kalian hadapi..."


Suara Excel sekali lagi mengema untuk membimbing mereka yang sedang berlatih, kekuatan mental yang dikeluarkan secara berlebihan akan mengganggu jiwa, karena itu Excel tidak ingin mereka terlalu tergesa-gesa dalam mengolah pikiran.


"Putriku Jun Rong, sekarang targetkan burung yang terbang bergerak dilangit..."


"Baik ayah"


Kemudian setelah menjawab ayahnya, Jun Rong menatap dengan seksama burung itu, dia sedang memperhitungkan arah gerakkan burung itu. Semua orang seketika berhenti berlatih dan ingin melihat aksi Jun Rong kali ini, mereka tidak ingin ketinggalan prosesnya.


"Bang" tiba-tiba 1 ekor burung seukuran kepalan tangan orang dewasa terhantam oleh energi kasat mata, bulu-bulunya berterbangan diudara dan burung itu seketika terjatuh dari langit.


"Hebat"


Semua orang kagum melihat Jun Rong mampu menargetkan burung yang berterbangan dengan lincah, walaupun burung itu hanya pingsan itu sudah merupakan pencapaian yang luar biasa.


"Hahaha, bagus putriku, beri nama teknik ini, terserah kamu memberikan nama apa..." Excel ketawa gembira, apa yang dilakukan jun Rong melebihi ekspektasinya.


"Oke"


Jawaban datar tanpa ekspresi membuat Excel berhenti tertawa dan tersenyum masam, Yuna dan Yuke yang melihat suaminya hanya tersenyum.


"Kekuatan ini jika dikelola hingga puncak hasilnya sangat mengerikan dari teknik apapun, tetapi juga mengharuskan seseorang memiliki kekuatan mental yang kuat, untung saja kamu melatih putrimu sejak balita..." Ana Patricia kaget dengan bakat-bakat dari anak-anak suaminya yang melebihi anak seusianya, dia juga kagum dengan suaminya yang sabar melatih putri-putrinya yang notabenenya masih ingin banyak bermain, tapi sejak dia menjadi keluarga besar Excel semua pengetahuan dan pengalamannya seakan-akan tidak berarti apa-apa selama ini.


"Kamu benar, isteriku. Alam bawah sadar kita seperti sebuah sistem yang memberikan kekuatan melebihi apapun, disaat kekuatan kamu ditingkat Alfa kamu akan menyadari jika alam bawah sadar kita yang lebih banyak bekerja, disaat itu kamu akan memahaminya, karena itu aku harus melatih semua keluargaku mulai saat ini, jika tidak mereka akan susah mencapai kekuatan tingkat Alfa dan seterusnya."


"Apa"

__ADS_1


Semua orang terkejut dengan perkataan Excel, informasi ini tidak pernah mereka ketahui, bahkan di istana surgawi hanya ada sedikit catatan tentang kekuatan Sang kekosongan apalagi ditingkat yang lebih tinggi, hanya Yuna dan Yuke tidak terkejut karena sudah mengetahui dari orang misterius yang sudah menyatu dengan suaminya.


"Suami, apa ada kekuatan lain selain Sang kekosongan?" Tanya Emma yang penuh dengan minat pengetahuan baru yang tidak pernah dia ketahui, tidak hanya dia tetapi semua orang.


"Hehehe... Kekuatan itu tidak terbatas sama dengan alam jagat raya ini, karena tidak mengetahui semua menjadi terbatas dan misterius. Selain kekuatan Sang Void masih ada 9 tingkat lagi, setiap tingkat kita harus menaikkan level 1 hingga 100 level, ditingkat Sang maha pencipta ada tahapannya, ditingkat Sang maha pencipta masih ada banyak kekuatan yang super hebat dan kuat.


Tetapi aku tidak akan berbicara terlebih dahulu, jika aku katakan itu akan membuat kalian frustasi, kalian pasti tahu... Ditingkat MahaDewa kita harus melewati level 1 hingga level 50 dan ditingkat mahadewa dari level 1 hingga 100, coba kalian bayangkan berapa banyak waktu untuk meningkatkan 1 level saja? Karena itu belum saatnya kalian mengetahuinya. Apa kalian mengerti...!!"


"Aku mengerti, suami"


Yuna dan Yuke kali ini tercengang dengan pengetahuan baru yang tidak mereka ketahui, dan semua orang hanya mengeleng-gelengkan kepalanya tanpa daya, apa yang dikatakan Excel benar semua orang sudah terlihat frustasi untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi.


"Hehehe... Kenapa kalian kecewa dan terlihat frustasi... Selama ada Aku yang awal dan yang Akhir itu akan mudah meningkatkan kekuatan kalian. Percayalah."


Mendengarkan Excel perkataan semua orang langsung diam dengan mulut ternganga dan mata terbuka lebar... Setelah Yuna menenangkan pikiran dan hatinya dia mendekati Excel dan memeluk lengannya dengan erat.


"Suamiku sayang ditingkat apa kamu sekarang" tanya Yuna dengan suara lembut dan mengoda, matanya berkedip-kedip dan senyuman yang mampu membuat orang jantungan.


"Rahasia, kamu berada di tingkat Sang Void level 98 dan tidak butuh waktu lama ketingkat Half Alfa awal..." perkataan Excel seketika membuat Yuna cemberut karena tidak bisa mengkorek informasi tingkat kekuatan Excel yang sebenarnya.


Semua orang sekali lagi shock mendengarkan percakapan Excel dan Yuna, bolak balik kedua mata mereka menatap Excel dan Yuna.


"Apa perlu aku kerahkan semua wanita tidak memberikanmu jatah...hah" ancam Yuna yang sangat mengerikan bagi Excel, dengan menelan salivanya Excel wajahnya menjadi memelas dan seperti anak kecil.


"Baiklah, tapi hanya kamu saja..." kata Excel dengan menggunakan komunikasi telepatinya agar semua orang tidak terkejut lagi dan frustasi, setelah mendengarkan Excel berbisik, tubuh Yuna langsung bergetar dengan intens, ada rasa takut, gelisah dan tekanan yang sangat besar didalam jiwa, hati dan pikirannya...


Dengan segera Excel menepuk bahu Yuna dan memberikan energi agar jiwanya tidak tergoncang. Semua orang tahu jika Yuna adalah ratu alam semesta yang menciptakan alam semesta aurora, tetapi disaat Excel membisikan sesuatu mereka terkejut dan heran, mereka ingin tahu tapi juga kuatir akan seperti Yuna.


"Hehehe... Santai saja, itu akibatnya kamu memaksa..." Excel terkekeh melihat reaksi Yuna hingga sedemikian rupa.


Setelah Yuna menyetabilkan jiwanya kembali dia menatap wajah suaminya penuh dengan kekaguman dan terlihat dimatanya resolusi yang besar, dia tidak ingin kalah dari suaminya apalagi jika dilihat dari usia dan pengalaman, Excel sangat jauh dibandingkan dengannya.


"Ayah, kamu sangat kuat, aku juga ingin seperti ayah." kata Jun Mei dengan memeluk pinggang ayahnya, dia juga memiliki tekad dan kemauan yang kuat untuk bisa seperti ayahnya.


Tinggi tubuh anak-anak Excel juga abnormal walau masih balita, Jun Mei yang paling tua diantara anak Excel memiliki tinggi 110 cm padahal usianya baru 4 tahun kurang, Excel pernah berpikir apa jaman primordial akan terjadi lagi...? Hingga saat ini Excel belum menemukan jawabannya.


"Harus, dengan ayahmu disini kalian semua akan lebih cepat naik tingkat. Apa Jun Mei percaya dengan perkataan ayah?"


"Aku sangat percaya dengan ayah, lihat semua dewa absolute saja ketakutan dengan ayah... Tentu aku akan selalu percaya walau aku tidak melihat ayah bertarung dengan dewa absolute." jawab Jun Mei yang ucapan begitu fasih dan lancar, Excel sangat senang apa yang dikatakan anaknya.


"Yayah, aku juga akan kuat, oke"


"Hahaha, harus itu...anak harus melampaui orang tuanya, dan aku yakin jaman primordial akan segera ada, mungkin di jaman anak-anak kita nanti."


Semua orang tidak bisa berkata-kata lagi, kekuatan melebihi Sang Void, kini akan hadirnya jaman primordial, rasa syok masih belum menghilang kini mendapatkan informasi baru lagi....mereka semua hanya mengeleng-gelengkan kepalanya dan menenangkan jiwa, lalu mereka melanjutkan lagi pelatihannya.


"Cukup, suami, jangan beri informasi yang sulit diterima mereka, itu hanya akan menghambat kultivasi mereka." tegur Yuna kepada suaminya, memang Excel terlalu berlebihan dalam memberikan informasi yang belum saatnya mereka terima dengan akal pikirannya dan mengakibatkan goncangan jiwa.

__ADS_1


"Hah... Maaf, aku memang salah. Tetapi dengan begini mereka juga akan selalu mempersiapkan diri dengan kejutan yang lebih hebat dan itu bukan dari aku..." kata Excel yang mengakui kesalahannya, tetapi dia juga tidak melanjutkan perkataannya kepada Yuna, itu membuat rasa penasaran Yuna semakin besar.


__ADS_2