
Chapter 114 Inti Api.
Didalam Goa raksasa tempat dimana inti api benua Peri memang sangat panas tapi hanya didalam goa itu dan tidak bisa disuplai untuk kehidupan dipermukaan tanah.
Karena melemahnya inti api hingga memutuskan Vena atau saluran jaringan antara inti api dan kehidupan dipermukaan benua Peri.
Karena itu inti api membutuhkan energi tambahan agar jaringan Vena itu bisa terhubung lagi dikehidupan permukaan tanah dan juga inti api bisa menyerap panas dari matahari.
"Cawan, saatnya kita bekerja"
Lalu Excel mengengam ganggang cawan itu dan menyalurkan energi Qi-nya untuk mengontrol cawan suci dan setelah itu cawan suci mengeluarkan energinya dari hasil menyerap energi benua manapun yang ditinggali demon King atau Dewa iblis.
Energi yang keluar dari cawan itu kemudian memasuki inti panas, disaat inti panas yang melemah itu menerima energi alam, secara berlahan-lahan inti api menjadi terang yang awalnya redup kini semakin terlihat berwarna merah.
"Tubub Absolute, aktif. Tubuh semesta, aktif. Tubub Dewa kegelapan, aktif"
Disaat Excel yang menyalurkan energi Qi-nya terus-menerus selama 3 hari tanpa berhenti akhirnya mengaktifkan ketiga tubuhnya agar mendapatkan energi yang melimpah.
Dengan cepat energi Qi yang mengontrol cawan kembali mengalir dan kali ini lebih cepat mengisi inti panas itu, hingga membuat inti api semakin bersinar terang, dirasakan sudah cukup mengalir energi cawan suci Excel menghentikan setelah dua hari tanpa henti.
Selama lima hari ini dipermukaan sudah berangsur-angsur tenang kembali saat inti api mendapatkan energinya lagi, Vena yang tadinya terputus kini telah tersambung lagi, itu terlihat dipermukaan tanah dimana yang tadinya pohon layu dan rumput mengering menjadi segar lagi dan secara berlahan mulai menjadi hijau lagi.
"Suami kita apa tidak lelah mengalirkan energinya terus-menerus selama 5 hari ini?"
"Kakak, Yang Ruolan, apa kamu lupa disaat kita Berkultivasi ganda?"
"Hehehe... Suami kita tidak pernah kehabisan vitalitasnya, staminanya selalu bisa mengisi secara mandiri"
"Kakak, lihat wajahmu memerah"
Disaat semua orang didunia jiwa tenang dan tampak tidak panik berbeda didunia luar yang menunggu Tuan Muda yang tidak datang-datang.
"Raja Hu Bai, dimana Tuan muda kita sekarang?"
"Aku tidak tahu raja Huang, tapi dia berkata akan menyetabilkan benua ini."
"Kalian jangan kuatir, lihat sekeliling kalian, pepohonan dan rumput terlihat mulai segar kembali!!"
Disaat semua raja-raja mulai mempertanyakan kehadiran Excel dan terlihat mulai meragukan perkataan pemimpinnya, raja Gaibian angkat bicara.
Setelah raja Gaibian menunjukkan perubahan alam benua Peri, baru mereka menyadari jika Tuan muda yang ditunggu-tunggu sedang bekerja keras demi kelangsungan kehidupan benua Peri agar bisa bertahan.
"Bagaimana Tuan Muda melakukan semua ini?"
"Entahlah"
"Hehehe... Inilah yang sering dikatakan Kaisar Ginseng, tuannya selalu melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain"
Jawab raja Hu Bai dengan terkekeh saat melihat wajah mereka yang tadi sempat meragukan kemampuan pemimpinnya, hingga mereka bisa melihat keajaiban yang dilakukan pemimpinnya.
"Hahaha... Aku teringat kata Kaisar Ginseng yang dulu tuannya hampir dibunuh Dewa Absolute tapi bisa meloloskan diri, padahal Dewa Absolute itu menggunakan domainnya untuk mengurung tuannya."
Mendengar perkataan Raja Gaibian semua orang langsung menghirup udara dalam-dalam dan mengembuskannya lagi, mereka tidak berharap ingin mengalami apa yang dialami Tuan mudanya.
"Mengerikan, kita menghadapi aura demon King saja sudah sangat tertekan apalagi Dewa Absolute"
"Entahlah... Aku harus berkata apa"
Lagi-lagi raja Huang tidak bisa berkata-kata lagi mendengar perbuatan dermawannya.
"Jika kalian melihat batu giok perekam kalian akan tahu sendiri. Dia juga pernah memusnahkan dua Sekte dibenua bawah seorang diri, membangun desa kumuh menjadi kota tingkat pertama dalam dua hari dan masih banyak lagi."
"Hahaha... Saudara Bai jangan bicarakan lagi keajaiban pemimpin kita, aku kuatir mereka akan mati berdiri"
"Hahaha... Kamu benar saudaraku"
Disaat Hu Bai dan Gaibian bercanda berbeda dengan keenam raja berbagai ras itu, mereka merasakan tekanan yang dibisa mereka mengerti penyebabnya.
"Akhirnya kita selesai juga teman-temanku, lihat semakin bersemangatnya inti api itu..."
Groowwwrrr
Setelah Excel selesai memberikan energi pada inti api, terlihat jika inti api itu berubah menjadi seekor naga api yang besar dan mengaum keras karena gembira mendapat vitalitasnya lagi.
Groowwwrrr
Naga api itu terbang dan mengelilingi goa raksasa itu dengan berteriak gembira dan penuh semangat, Excel dan semua orang didunia jiwa juga melihat naga api itu.
"Yayah, aku ingin naik naga itu"
"Wow ibu itu naga besar"
"Ibu apa itu Naga seperti yang pernah kita selamatkan... Kenapa bentuknya beda...!!"
Semua Putri-putrinya panik ingin menaiki naga api itu yang terbang memutari goa dan juga ayahnya.
"Bagaimana kabarmu inti api?"
Groowwwrrr
Inti api yang ditanya dermawan itu segera mendekati dan mendekatkan kepalanya di lengan Excel tanpa melukainya.
"Hahaha... Baguslah jika kamu sudah baikkan. Sekarang kamu bisa bermanfaat lagi demi kehidupan benua ini. Aku akan memberikan kamu token ini, gunakan ini disaat kamu dalam bahaya dan aku akan datang membantumu lagi."
Kata Excel dengan memberikan token bala bantuan kepada inti api.
Groowwwrrr
__ADS_1
Inti api sangat senang mendapatkan bantuan dari dermawannya, apalagi masih dilindungi olehnya.
Gooooorrr
"Hahaha... Kamu tidak perlu berterima kasih teman, kamu sudah banyak membantu benua ini dan hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikanmu yang sudah merawat benua ini"
Grooorrrr
"Hahaha...baiklah jika kamu memaksa untuk membalas kebaikanku... Apa kamu mau menghibur Putri-putriku"
Groowwwrrr
Excel yang bisa mengerti apa yang dibicarakan inti api yang ingin selalu membalas kebaikannya, berinisiatif untuk tidak membuat inti api kecewa, Excel ingin inti api itu untuk menghibur anak-anaknya dan inti api juga tidak menolaknya.
"Ayo, Putri-putriku kalian keluar"
Segera Excel mengeluarkan semua Putrinya dan diikuti ibu-ibunya yang sudah lima hari ini tidak bisa menggangu suaminya yang sedang bekerja.
"Hai, Paman apa aku boleh naik dipunggungmu?"
Groowwwrrr
Inti api yang berubah menjadi naga membalas perkataan Jun Mei yang ingin naik dipunggungnya dengan menurunkan tubuhnya didepan semua orang.
"Horeeee... Ayo naik adik-adikku"
"Hahaha.... Hore Paman naga kamu sangat lembut tubuhmu"
Groowwwrrr
Segera semua Putri-putri Excel melompat diatas punggung naga dan memeluknya dengan erat, walau tubuh naga itu berapi tidak menyakiti anak-anak dari dermawannya, malahan inti api sangat bangga bisa dipuji gadis-gadis cilik ini.
"Hahaha... Paman lebih cepat lagi"
Groowwwrrr
"Ya ya ya Paman naga terbang tinggi"
Groowwwrrr
Segera naga api itu terbang dan berputar mengelilingi goa raksasa yang sangat besar dan membuat anak-anak tertawa gembira karena bisa merasakan sensasinya naik naga api.
"Hehehe... Suami kamu sangat hebat"
"Bukan aku yang hebat, semua yang terlibat yang hebat... Aku hanya sarana untuk mendukung semua agar bisa saling bermanfaat."
"Hehehe... Kamu benar suami. Kita yang kuat hanyalah sarana untuk mendukung yang lemah agar semua bisa berguna."
"Putri-putriku, ayo berhenti, Paman naga mau istirahat dulu setelah tadi habis sakit, oke"
Excel sengaja menghentikan kesenangan semua Putrinya yang sedang menunggangi inti api yang berubah menjadi naga, dan semua Putrinya juga mengerti.
Groowwwrrr
Groowwwrrr
"Paman, kapan-kapan kita bersenang-senang lagi, oke"
"Paman sayang Paman"
Groowwwrrr
Semua Putri-putri Excel memeluk naga api dan mengelus-elus tubuhnya yang lembut sebagai ucapan perpisahan, dan naga api merasa sedih tidak bisa lagi bertemu dengan mereka.
"Teman, jaga dirimu baik-baik"
Gooooorrr
Wuuuuussshh
Setelah Excel berpamitan naga itu menjadi kesepian sudah tidak ada lagi suara riang, dan naga api kembali menjadi wujudnya yang sebenarnya.
"Setelah aku pulih dari lukaku aku akan menemanimu"
Bhuuuzzzhh
"Yuke, apa kamu tidak merasakan perasaan yang familiar saat aku pergi dari goa?"
[Tidak, Tuan]
"Mungkin hanya perasaanku saja. Tinggal satu langkah lagi dibenua ini"
Wuuuuussshh
Excel yang sesaat lalu telah keluar dari goa inti api merasakan aura yang familiar yang muncul tiba-tiba dan dengan cepat menghilang lagi dari deteksi kesadarannya, merasakan tidak menemukan jawabannya Excel menghilang dan menuju wilayah Ras Naga.
"Apa kalian dengar raungan naga itu?"
"Raja Loong, apa salah satu rasmu ada yang terlewatkan?"
"Tidak, saudara Bai, semua sudah aku kumpulkan"
"Mungkin hanya pendengaranku yang salah"
"Hahaha... Saudaraku kamu semakin bertambah tua itu wajar saja jika salah dengar"
"Hahaha"
__ADS_1
Bhuuuzzzhh
Disaat raja-raja ras sedang mengoda raja Hu Bai, mereka dikejutkan dengan kehadiran Excel yang tiba-tiba muncul di kekosongan.
"Hahaha, pemimpin kamu mengagetkanku"
"Tuan muda"
"Hehehe, maaf jika kalian aku buat kaget. Semua sudah kembali normal, hanya energi alamnya yang butuh waktu untuk memulihkan dirinya.
Sekarang seperti yang kalian lihat benua ini telah pulih walau tidak sebaik yang lalu, sekarang apa pilihan kalian ?"
Excel bertanya kepada semua orang setelah dia selesai menunjukkan hasil kerja kerasnya.
"Tuan muda, aku raja Huang masih ingin menetap dibenua ini, tapi sebagian keturunanku ingin mengikuti Tuan muda, apa boleh?"
"Hahaha, raja Huang kamu tidak perlu sopan, aku menerima siapapun yang ingin berpetualang denganku dan aku jamin mereka tidak akan kesusahan atau merasa dikecewakan."
"Terima kasih, Tuan muda. Mereka berdua yang akan mengikuti Tuan muda, mereka berdua adalah Putriku yang ketiga dan keempat, Huang Jiao dan Huang Guang."
"Tuan muda, aku Huang Jiao"
Terlihat gadis muda berusia 20 tahun, dengan pakaian berwarna kuning serasi dengan warna kulitnya putih kekuningan, tubuh tinggi semampai dengan tinggi 178 cm, mata berwarna hitam dan bibir tipis berwarna merah, dan rambut pirang sepanjang pinggangnya.
"A-aku, Huang Guang"
Huang Guang terlihat gugup saat memperkenalkan dirinya kepada tuan muda yang ketampanannya melebihi ketampanan pria di rasnya, Huang Guang adik dari Huang Jiao yang cantik imut dengan usia 18 tahun terlihat sangat pemalu, tingginya hampir menyamai tinggi kakaknya 176 cm, rambutnya yang hitam dengan kontras dengan warna kulit putih yang halus, bibir seksi dan memancing gairah pria, bulu mata lentik dan bola mata coklat memancarkan pesona keunikannya.
"Aku Excel Felix, panggil saja Excel. Selamat datang dikeluarga besarku"
Kata Excel dengan mengibaskan tangannya dan terbuka gerbang dimensi, lalu keluar semua keluarga besarnya yang mencapai ribuan.
"Perkenalkan mereka semua adalah isteri-isteriku dan juga Putri-putriku"
"Salam"
"Halo, Paman"
"Hai, Paman"
"Hallo, Kakek dan bibi"
Semua keluarga Excel menyapa semua orang saat diperkenalkan oleh kepala keluarga Jun atau Excel, sampai kapanpun Excel tidak akan menghilangkan nama keluarga ayahnya yaitu Jun.
Keenam raja dan juga semua orang terkejut dengan begitu banyak istri dan juga putri yang bakatnya sangat istimewa, baru kali ini mereka melihat Putri-putri dari Tuan Muda yang diceritakan oleh raja Hu Bai, raja Gaibian dan Raja Huang.
"Tuan muda, Putri-putrimu sangat luar biasa berbakatnya"
"Hehehe... Masih ada 311 isteriku yang hamil muda dan aku yakin anak-anak ku nanti juga tidak kalah dengan kakak-kakaknya."
"Yayah, kapan adikku datang"
"Hahaha... Tunggu 8 bulan lagi paling cepat paling lama 2 tahun."
"Suamiku, apa tidak salah sampai 2 tahun?"
"Hehehe... Mungkin banyak orang tidak tahu dibenua bawah dan menengah. Seorang suami atau istri yang memiliki basis Kultivasi yang tinggi dan istrinya berhasil hamil, maka proses kelahirannya semakin lama, dan semakin tinggi Kultivasinya semakin rendah rasio angka kehamilannya.
Dan wanita itu adalah Poppy"
"Apa"
"Sayang, apa aku hamil?"
"Iya, dengarkan detak jantung yang sangat lemah, tidak hanya kamu tapi juga Qin Zhu, Qin Yang, Qiaofeng, Bi Liqin, Ai Hua, Hualing, Lanfen, Yueyin, Zhou Shilin. Dan total isteriku yang hamil sekarang 321 orang. Dan kelahiran yang paling lama yaitu Qin Zhu dan Qin Yang"
"Hah..."
"Suami..."
Isteri-isterinya sangat terkejut dengan lamanya kelahiran ketiga saudarinya yang tidak pernah dialami mereka semua.
"Hahaha... Maaf-maaf, saya terlalu bahagia. Nanti aku jelaskan setelah aku berbicara dengan para raja. Huang Jiao, Huang Guang kalian bisa bergabung dengan saudari-saudarimu...
Raja Loong, bagaimana denganmu dan yang lainnya"
"Tuan muda, hampir seluruh wanita ras naga, ras Elf, ras manusia dan Ras Dewa Dewi terutama pada wanita mudanya ingin menjadi bagian dari keluargamu, total ada 11.568 gadis muda dari usia 15 tahun hingga 45 tahun. Khusus raja Golem seluruh rasnya akan selalu menetap dibenua ini sesuai sumpahnya, Tuan Muda"
"Hehehe, baguslah dan bagaimana dengan para prianya?"
"Haaheem, Tuan muda. Banyak para prianya tewas saat peperangan kemarin. Dan yang tersisa ingin selalu berada disini untuk menjaga tanah kelahirannya"
Raja Loong mendesah dengan banyaknya pria yang tewas karena peperangan.
"Sudahlah ini sudah terjadi, saat ini kita harus menjaga kedamaian yang susah kita dapatkan. Dan ini untuk kalian keenam Raja dan ini juga bagikan kepada keluarga mereka yang mengikuti aku."
Excel segera memberikan sumberdayanya kepada keenam raja, dan tanpa menunggu mereka melihat cincin dimensi, Excel kembali berbicara.
"Karena hari ini hari dimana benua Peri telah kembali pulih dan hari dimana isteriku hamil, dan bergabungnya keluarga baru maka kita adakan pesta selama 2 hari, dan aku yang akan menanggungnya"
"Horeee... Ayah, aku mau minuman kaleng"
"Yayah, aku juga"
Dan akhirnya benua Peri bisa diselamatkan dari kehancuran akibat melemahnya inti api akibat perbuatan demon king yang menyerap energi, apalagi artefak alami Jingzi Mei juga menyerap energi alam dengan ganas walau dia sendiri tidak ingin menghancurkan benua ini, itu hanya naluri untuk pertumbuhannya.
Pesta diadakan selama dua hari dua malam bersama para pengungsi, dan banyak patung-patung pasukan Phoniex dibuat oleh para pengungsi yang telah diselamatkan oleh mereka, dan tidak ketinggalan Putri-putrinya juga dibuatkan patung yang indah.
__ADS_1
Hanya Excel yang tidak dibuatkan patung karena banyak orang yang tidak tahu, jika dibalik sosok heroik pasukan Phoniex ada pendukung yang mengerakkan pasukan wanita dan para gadis kecil itu.