
Chapter 110 Api Surgawi vs Artefak alami.
Dua juta tahun yang lalu benua Peri sangat makmur, banyak Ras berkembang dengan baik yang didukung dengan sumberdaya yang melimpah.
Namun, semua berubah sejak kehadiran salah satu Ras yang brutal dan memangsa apapun yang memiliki sumber kehidupan.
Ras iblis salah satu ras yang baru hadir dibenua peri, mereka datang dari portal dimensi yang dipimpin oleh Raja Iblis yang dijuluki Demon King.
Sejak kehadirannya, banyak sekali peperangan yang terjadi bahkan dengan banyak ras beraliansi untuk melawan ras iblis, tetapi tetap saja aliansi itu masih kuwalahan.
Benua Peri dulu dihuni puluhan juta dengan berbagai ras, tapi sedikit demi sedikit mereka mati ditangan ras iblis dan dijadikan makanan untuk menambah kekuatan Ras Iblis.
Dengan bergabungnya dua ras, yaitu ras binatang buas dan ras serigala membuat kekuatan ras iblis semakin sulit dibendung lagi, untung saja penderita itu tidak sampai memusnahkan berbagai ras karena datangnya pahlawan wanita yang mampu melawan ketiga ras itu.
"Isteriku, kalian tunggu aku menghentikan bencana ini dan kalian jangan kuatir"
"Suami kamu harus berhati-hati, istri dan Putri-putrimu menunggumu disini"
"Iya sayang. katakan pada semua isteriku dan Putri-putri kesayanganku aku akan segera kembali"
Komunikasi telepati antara dua orang yang saling mencintai terhenti setelah suaminya memutuskan komunikasi itu, ada sesuatu hal penting yang harus dilakukannya tanpa bisa diganggu.
Sosok seorang pria tampan berdiri diatas sebuah benda aneh yang menyerap inti energi benua Peri, terlihat wajah serius yang sangat berbeda dari wajah ceria yang selama ini dikenal.
"Isteriku, benda apa ini? Aku kira tadi sebuah artefak pedang atau sejenis yang lainnya, tapi yang aku lihat seperti portal dimensi berbentuk bulat dan berwarna hitam?"
[Maaf, Tuan. Dari memori Ratu alam Semesta tidak tercatat. Benda didepan Tuan seperti lubang hitam di angkasa yang sengaja diciptakan oleh Ratu alam semesta.]
"Apa ini berbahaya jika aku mendekatinya?"
[Menurut data statistik sistem tingkat bahaya tidak ditemukan dari benda itu, Tuan]
"Tidak ditemukan? Jika tidak berbahaya kenapa dia menciptakan bencana bagi benua Peri?"
[Tuan, itu karena dia tidak mengeluarkan ancaman apapun, dia hanya secara alami menyerap energi untuk pertumbuhannya, dan kebetulan energi kehidupan dibenua peri telah hampir habis karena kebrutalan ras iblis yang dipimpin oleh Demon King.
Dan dari ingatannya aku menemukan sebuah artefak yang mampu menyerap energi kehidupan, mungkin Tuan bisa menggunakan artefaknya untuk mengganti energi benua ini untuk pertumbuhan benda didepanmu, Tuan]
"Disaat sistemmu menyerap jiwanya apa kamu tahu dimana letak artefak itu? Karena sewaktu dia aku bunuh aku tidak menemukan apapun ditubuh Dewa iblis"
[Demon King menyembunyikan artefak itu dilembah es tepatnya di padang gurun es, Tuan.
Tapi sebelum Tuan menuju ke lembah es, lebih baik Tuan tingkatkan api surgawi untuk menyerap magma ini, magma ini mampu meningkatkan api surgawi menjadi api Ilahi, dan juga untuk memperlambat bencana alam dibenua peri.]
"Pantas saja kenapa jiwa api surgawi seakan-akan ingin keluar dari tubuhku... Hahaha. Sobat keluarlah"
Buuzzhh
Setelah pembicaraan antara Excel dan Yuke, segera api surgawi keluar dari tangan kirinya dan langsung melompat-lompat di telapak tangannya.
Excel yang melihatnya hanya tersenyum yang tahu jika api surgawi sangat gembira karena sudah lama Excel tidak memberikan makanan pada api surgawinya.
Api yang memiliki jiwa seperti layaknya mahkluk hidup yang membutuhkan makanan untuk pertumbuhannya, dan seperti seorang kultivator yang ingin meningkatkan kekuatannya membutuhkan sumberdaya yang sama dengan akar rohnya, jika kultivator memiliki elemen api maka dia harus menyerap sumberdaya yang berelemen api juga.
Demikian juga dengan api yang memiliki jiwa seperti api surgawi membutuhkan sumberdaya yang sangat besar, dan api magma ini adalah makanannya.
Setelah melompat-lompat ditelapak tangan Excel, api surgawi langsung menerjang kedepan dan sedikit menjauhi tuannya, disaat api surgawi itu diam dia segera menyerap magma yang mengelilinginya.
Api surgawi dengan rakus melahap seluruh magma digunung misterius, secara cepat dan bisa dilihat mata magma itu menjadi pusaran yang memasuki tubuh api surgawi.
Booommm
Booommm
Sedikit demi sedikit magma merah berpijar dan panas berubah menjadi air yang dingin, goncangan akibat letusan gunung misterius yang terus menerus akhirnya berhenti.
"Hahaha, sobat kamu sangat hebat bisa menghentikan letusan gunung ini"
Pujian Excel pada api surgawinya yang telah selesai menyerap magma digunung hingga letusan gunung berapi menjadi tenang kembali.
Api surgawi merasa masib belum kenyang setelah melahap magma gunung misterius, terlihat api surgawi kecewa dengan sedikitnya magma ini.
Tapi karena pujian tuannya, api surgawi segera melesat dan berhenti dibahu tuanya dan mengelus pipi Excel dengan kasih sayang seperti seorang kekasih.
"Hahaha, sobat warnamu semakin cerah dan cantik... Lihat kecantikanmu bisa membuat Dewa Absolute menjadi sangat serakah"
Kresss
Kresss
Entah apa yang dikatakan api surgawi saat tuannya memujinya terus, suara seperti kertas terbakar terdengar jelas ditelinga Excel, dan Excel hanya membelai dengan lembut api surgawi di bahunya.
"Sobat, apa kamu tahu yang berada didepan kita itu?"
Kresss
Seakan-akan mengerti pembicaraan tuannya api surgawi bersuara dan seperti itu anggukan dan mengetahui benda apa bulat dan hitam itu.
Tapi anehnya, api surgawi melihat benda bulat dan berwarna hitam itu menjadi semakin terang warna apinya, seakan-akan ingin melahapnya.
Karena Excel kebingungan dia bertanya pada isterinya yang selalu menemani dia kemanapun dan dimanapun selama hidupnya.
"Yuke, apa kamu tahu yang terjadi dengan api surgawiku?"
[Dia ingin melahap jiwa artefak itu Tuan, karena magma digunung misterius tidak cukup untuk meningkatkan dia menjadi api Ilahi, tingkat yang lebih tinggi dari api surgawi. Ini juga suatu keberuntungan yang Tuan miliki]
"Hahaha... Yuke, aku mengerti."
"Sobatku, jika kamu mau silakan lahap juga jiwa benda itu"
Kresss
Kresss
Sekali lagi api surgawi kegirangan setelah tuannya memberikan ijin dia untuk melahap benda didepannya, dengan suara yang lucu dan melompat-lompat dibahu Excel, dan sekali lagi dia menerjang kedepan dan langsung memasuki benda bulat berwarna hitam itu.
Aliran energi alam yang tadinya dilahap benda bulat hitam itu akhirnya berhenti saat api surgawi memasuki tubuh dibagian ditengahnya.
Excel yang melihat api surgawi itu masuk dan menghilang, dia tidak kuatir karena koneksinya masih terhubung dengan api surgawi, dengan sabar Excel menunggun api surgawi yang sedang melahap benda bulat hitam itu.
"Dewa iblis apa benar-benar miskin... Ditubuhnya tidak aku temukan apapun saat aku memeriksanya, tadi kenapa aku tidak membaca pikiran sebelum aku serap jiwanya."
[Tuan, aku mengetahuinya]
Booommm
__ADS_1
Booommm
[Tuan, lebih baik Tuan menjauh dari benda bulat hitam itu]
Wuuuuussshh
Tanpa bertanya segera menjauhi dan keluar dari dalam kawah gunung misterius, apalagi setelah ledakan besar didalam tubuh artefak alami itu.
Booommm
Booommm
Benua Peri kembali digoncang dan gempa terjadi lagi dan semakin kuat goncangannya, sekali lagi benua Peri menjadi panik padahal sesaat yang lalu sudah tenang.
Dhuuuuum
Dhuuuuum
Gunung misterius yang tadinya masih menjulang tinggi dan menantang langit menjadi runtuh, tanah longsor semakin bergemuruh dan mengulung pepohonan yang tinggi dan besar dibawahnya.
Booommm
Booommm
"Ya Dewa apa lagi yang terjadi, kenapa Ledakannya semakin dahsyat diwilayah timur hingga sangat terasa sampai sini"
"Apa yang dihadapi Tuan muda Excel saat ini..."
"Kekuatannya sangat mengerikan sekali"
Semua orang menjadi panik lagi dan kelima Raja memandang kearah wilayah timur yang penuh ledakan energi dahsyat yang terlihat cahaya dan gelombang menyapu seperti gelombang tsunami.
Dhuuuuum
Dhuuuuum
"Ibu, apakah ayah baik-baik saja?"
"Jun Mei, ayahmu baik-baik saja, rasakan segel diperutmu!"
"Hehehe, ayah sangat hebat"
"Kakak, Yayah pasti melawan mosten jahat"
"Hahaha, adik bukan mosten tapi monster"
"Iya kakak mosten...mosten jahat dipukuli Yayah"
"Hahaha, Putriku kamu mengemaskan.. Iihhkk"
Disaat Putri-putrinya ketawa dan becanda membuat semua isteri Excel menjadi sedikit tenang, walau masih terlihat wajah kuatir dan masih terus melihat kearah wilayah timur.
"Saudari, apa masih bisa dilihat dimonitor kapal BESD1?"
"Hamm, masih belum bisa dilihat saudari, karena awan terlalu tebal dan juga gelombang kejut energinya mengganggu sistem kapal perang kita"
Salah satu personil kapal perang BESD1 mendesah kesal tidak bisa memantau aktivitas suaminya yang sedang berusaha menyelamatkan benua peri.
Booommm
Booommm
Dhuuuuum
Gumam Excel yang sudah menjauh diketinggian yang cukup aman, pertempuran api surgawi dan artefak alami sangat mengerikan, dia menjadi teringat dengan gurunya.
Booommm
"Guru, aku akan selalu menjaga tubuhmu dengan baik, didunia jiwaku tubuh naga hitammu akan selalu abadi"
Excel yang menjadi melankolis saat mengenang kebersamaannya waktu dulu didalam goa, goa gurunya dibenua tengah sangat dijaga ketat oleh pasukan Naga yang ditinggalkannya dibenua Venus.
Goa Naga Hitam akan menjadi monumen penting bagi Dewa Perang, dan khusus goa bagian tengah Excel beri Formasi penghalang yang sangat kuat.
Setelah pertarungan selama 3 jam itu telah terhenti benua Peri kembali menjadi tenang, melihat situasi dibawah sudah tidak berbahaya Excel turun dari langit dan mendekati titik dimana pertarungan api surgawi dan artefak alami berlangsung.
"Sobat apa kamu baik-baik saja?"
Booommm
Bruuukkk
Baaanngg
"Aaah"
Excel yang sesaat lalu memanggil api surgawinya tiba-tiba dihantam sinar hitam didadanya hingga membuatnya terpental dan berguling-guling ditanah.
Untung saja saat sinar hitam itu akan menghantam dadanya, Excel segera merentangkan tangan kanan dan menangkapnya walau dia masih terpental.
"Aaaakkhh... Tanganku sakit"
Wuuuuussshh
Kresss
Kresss
Disaat Excel mengerang kesakitan dengan memegang tangan kanannya, api surgawi langsung menyelimuti tubuh tuannya seakan-akan ingin melindungi dari artefak yang memasuki tubuh tuannya melalui telapak tangan.
"Aaaakkhh"
"Tanganku"
Suara teriakan kesakitan mengema diseluruh wilayah timur, suaranya sangat memilukan hingga akan membuat siapa saja menjadi menangis.
Api surgawi menjadi gelisah yang mengetahui tuannya kesakitan, karena kesalahannya yang lengah saat dia pikir artefak itu sudah mati sesaat lalu, ternyata disisa akhir jiwanya yang masih tersisa artefak itu ingin memiliki tubuh tuannya.
[Tuan, tenangkan dirimu. Tahan rasa sakitnya dan lepaskan energi Spiritualmu untuk menguasai artefak itu]
Mendengar suara isterinya segera Excel mengeretakkan giginya karena menahan rasa sakitnya, lalu Excel duduk bersila dan menutup matanya dan melepaskan energi spiritualnya.
Disaat energi spiritualnya menyentuh telapak tangan yang kesakitan itu Excel merasakan ikatan pada artefak bulat itu, dan Excel menambah energinya.
"Kakak, kenapa kamu ingin membunuhku dengan api surgawimu?"
__ADS_1
Terdengar suara anak kecil mengema dibenak Excel, dan Excel menjadi terkejut saat tahu jika benda itu bisa berbicara.
"Apa kamu yang berbentuk bulat berwarna hitam?"
"Iya itu aku. Apa salahku hingga kakak ingin membunuhku?"
"Maaf, adik. Aku tidak berniat membunuhmu, aku tidak tahu jika kamu bisa bicara, seandainya tahu aku pasti melarang api surgawiku untuk melahapmu. Sebagai permintaan maafku apa yang kamu inginkan akan aku berikan asal aku bisa memenuhinya."
"Kakak, sebagian jiwaku sudah dilahap apimu dan tubuhku juga sudah hancur, jika kakak mau aku ingin menyatu dengan tubuh kakak, agar aku bisa hidup dengan energi Qi milikmu dan kakak jangan kuatir"
"Jika kamu tidak membahayakan orang-orang disekitarku dan merugikan diriku aku tidak akan mempersalahkan-nya, adik"
"Tidak, aku tidak akan membahayakan-mu, akan akan hidup ditelapak tanganmu kakak. Dan kakak akan mengetahui kelebihanku setelah kita menyatu."
"Baiklah, kamu bisa menyatu dengan tubuhku, adik"
"Baik kakak, terima kasih. Kakak tahan rasa sakitnya dan tidak akan lama"
Setelah pembicaraan antara Excel dengan artefak alami Excel langsung merasakan rasa sakit yang luar biasa, seperti telapak tangannya disayat-sayat benda tajam, dengan mengeretakkan giginya Excel menahan rasa sakit itu.
"Cepat, kita menyelamatkan suami kita"
"Iya, aku juga merasakan suami kita kesakitan"
"Veno, dengan kecepatan tinggi menuju wilayah timur tepatnya di gunung misterius"
"Tunggu aku juga ikut"
"Raja Loong, kalian tunggu kami, kami akan melihat keadaan suami kita"
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
"Ibu, kenapa dengan ayah...hikkss"
"Yayah kenapa dengan Yayah, ibu?"
"Veno, segera berangkat"
Dhuuuuum
Bhuuuzzzhh
Suara dentuman saat kapal BESD1 melaju dengan kecepatan cahaya dan disusul hembusan angin yang menghempaskan disekitarnya hingga membuat kelima Raja dan para pengungsi menjadi terkejut dan hampir terjatuh.
"Ya Dewa apa-apaan itu"
"Mengerikan kecepatannya"
"Benda apa itu, aku hanya melihat cahaya saja"
"Dan kemana tadi semua wanita itu menghilang?"
"Entahlah... Tuan muda itu dan semua wanitanya sangat misterius dan menakutkan"
"Apa yang terjadi dengan Tuan Muda hingga membuat semua isterinya menjadi panik"
"Haah, ini sangat membingungkan. Semua kejadian ini tidak ada yang mengetahui jawabannya!!!"
Raja Golem menjadi bingung dengan kekacauan yang terjadi dibenua peri hingga membuatnya bingung, apalagi dia baru mengenal semua pasukan wanita dan belum mengetahui sosok Tuan muda yang dibicarakan oleh raja-raja dari berbagai Ras itu.
Setelah pertempuran hebat antara api surgawi dan artefak alami berhenti kembali benua Peri menjadi tenang, tapi energi alam kini semakin menipis dan sudah banyak pepohonan dan tumbuhan yang mulai layu.
Bhuuuzzzhh
Dhuuuuum
"Dimana suami kita?"
"Veno, lacak keberadaan komandan kita"
{Baik, Kapten}
{Posisi komandan tepat di titik koordinat...}
"Ayo kita susul suami kita"
"Ibu aku ikut"
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Setelah menemukan titik keberadaan suaminya segera semua wanita mencarinya, disekitar bekas gunung misterius, wilayahnya kini sudah menjadi dataran tandus akibat pertempuran api surgawi dan artefak alami.
"Siapa lawan suami kita hingga membuat separuh benua peri menjadi daratan tandus seperti ini?"
"Andai saja kita tahu..."
"Lihat cahaya putih itu...?"
"Ayo kita dekati, ini sesuai dengan titik koordinat dari suami kita"
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
"Suami, ada apa dengan kamu?"
"Yayah, hikkss"
"Ayah"
Terlihat tubuh Excel diselimuti cahaya putih dan cahaya itu berkedip-kedip, dan seakan-akan tubuh Excel akan menghilang dan muncul lagi.
Semua Putri-putrinya yang melihat ayahnya terbaring tanpa bergerak saat dipanggil menjadi panik dan menangis, termasuk semua isterinya.
"Ayah apa yang terjadi dengan ayah"
Jun Mei Putri dari Zhou Mei segera berlari dan memeluk ayahnya yang terbaring lemah dan pingsan, nafasnya berdetak pelan.
__ADS_1
Api surgawi yang mengetahui jika itu istri dan Putri-putri tuannya, segera kembali masuk ke tubuh tuannya karena dia tidak perlu lagi melindungi tuannya karena kehadiran mereka.