
Chapter 303 Rayuan Maut (1).
Wei Yan akhirnya meregang nyawa setelah mendapatkan penyiksaan yang melewati batas ketahanannya.
Qin Yang, segera menggeluarkan semua harta milik Wei Yan yang sangat melimpah. Ada banyak tanaman obat langka, banyak pil, senjata, emas, Batu Semesta dan sebagainya.
Semua wanita tercengang melihat harta Wei Yan yang menggunung, sehingga semua wanita yang tadinya masih marah menjadi bahagia.
14 wanita yang berasal dari Benua Permata Hitam ikut gembira dengan melihat harta Wei Yan yang sangat banyak, mereka tidak pernah melihat kekayaan seperti ini.
😁😁 (Author : sesadis-sadisnya wanita, akan tetap memilik sisi yang baik, asal...? Komentar yang tahu jawabannya 😀)
Di markas baru Nine Heaven Palace, Qin Bo beserta beberapa bawahannya sedang berdiri di sebuah altar portal dimensi. Mereka ingin melihat proses pengaktifan altar portal dimensi itu.
"Semoga saja bala bantuan bisa datang tanpa hambatan..." kata Qin Bo dengan membawa cawan yang berisi literan kubik darah para prajurit yang mati.
"Semoga saja, Ketua Qin" Alex juga berharap bantuan segera datang.
"Baiklah kita mulai..." kata Qin Bo dengan menuangkan cawan yang berisi darah.
Suara cairan tumpah di atas ubin lantai altar, terlihat darah para prajurit yang tewas mengalir memenuhi garis-garis rune yang terukir di lantai altar.
Setelah seluruh darah yang didalam cawan habis, altar portal dimensi bercahaya. Darah yang tadinya memenuhi celah-celah gadis ukiran rune, mulai menyusut, sedikit demi sedikit darah itu diserap oleh altar portal dimensi.
Bang...
Suara ledakan rendah menggoncang altar itu dan setelah itu cahaya yang memancar dari altar portal dimensi menghilang. Semua orang penuh antusias melihat altar itu mulai membentuk sebuah lingkaran hitam.
"Perkiraan aku, mereka akan tiba dalam waktu 7 hari paling lama, paling cepat 3 hari. Jika ada benturan dimensi, mungkin membutuhkan waktu lebih lama." jelas Qin Sha yang tiba-tiba muncul di samping keponakannya.
"Jika terjadi benturan dimensi, berapa lama bantuan datang, pemimpin?" tanya Alex yang tidak pernah mengalami hal semacam ini.
"Jika benturan dimensi terjadi dan tidak menggeser posisi jalurnya, maka paling cepat 1 bulan lebih 3 hari. Namun, jika benturan itu menggeser jalurnya...! Aku tidak tahu kemana mereka akan dikirim." Qin Sha menjawab pertanyaan Alex, dia juga terlihat wajahnya menjadi berubah suram, ketika menjelaskan jika altar portal dimensi berubah jalur.
"Pemimpin, bukannya setingkat True Alfa keatas mampu melintasi alam antar dimensi dengan bebas?" kali ini Leon yang bertanya.
"Siapa yang bisa melawan kekuatan alam jagat raya? Tidak ada yang mampu. Kita yang memiliki kekuatan True Alfa, hanya bisa meminjamnya kekuatan alam jagat raya itu, dan itu juga hanya terbatas." jawab Qin Sha dengan geleng-geleng kepala, walau dia memiliki kekuatan True Alfa, masih belum mampu memanfaatkan potensi dirinya.
"Yang dikatakan pemimpin benar, tidak ada yang bisa melawan kekuatan alam. Baiklah kita hanya tinggal menunggu mereka datang, semoga mereka bisa datang tanpa hambatan." Qin Bo segera berbicara sebelum para murid lebih banyak bertanya, dan kembali Qin Bo berbicara.
"Pemimpin, aku akan menemui Yang Wei, aku ingin tahu situasi Istana Surgawi."
"Bukannya sudah mengirim Ma Cho dan yang lain untuk menyelidiki situasi Istana Surgawi?" tanya Qin Sha yang tidak tahu tujuannya.
"Aku ingin melihat dengan mata kepala sendiri, sekalian menyelidiki di situasi mereka dari dalam. Ma Cho mungkin hanya bisa menyelidiki dari luar saja, itu tidak membuat aku puas. Lebih baik mengenali musuh sebelum mengalahkan mereka." jawab Qin Bo.
"Baiklah terserah kamu. Ingat, kamu harus berhati-hati, aku merasakan perasaan yang buruk dengan keadaan Istana Surgawi." Qin Sha yang paham karakter keponakannya, hanya bisa mewanti-wanti dia.
"Hahaha, Paman jangan khawatir, aku bisa menjaga diri." Qin Bo tertawa melihat kekuatiran pamannya, setelah berbicara dia menghilang.
"Hah, dasar sudah tua tetap saja tidak peka terhadap situasi saat ini." desah Qin Sha yang heran dengan sikap keponakannya yang masih tidak berubah.
"Alex, Leon atur prajurit untuk menjaga altar ini, jangan sampai ada orang yang sembarangan memasukinya." perintah Qin Sha kepada juniornya.
"Baik, pemimpin"
Kemudian, Qin Sha berjalan menuju kapal angkasanya, sambil berjalan dia memeriksa sekelilingnya. Sedangkan kedua juniornya yang diberi perintah, segera bertindak. Mereka berdua memerintahkan 200 prajurit menjaga altar secara bergiliran.
Di wilayah Ras Suzaku, Ma Cho, Liu Guan dan kelima temannya telah tiba. Mereka bertujuh sangat terkejut melihat wilayah Ras Suzaku yang sudah kosong tanpa penghuni.
"Apa benar ini wilayah Ras Suzaku?" kata Liu Guan yang merasa ragu jika ini adalah wilayah milik Raja Suzaku.
__ADS_1
"Benar, lihat bendera itu dan juga patung burung vamerllion. Dan ini sudah sesuai peta yang diberikan Ketua Qin." jawab Ma Cho dengan menunjukkan peta kepada Liu Guan dan kelima rekannya.
"Kenapa keadaan wilayah Ras Suzaku tidak berbeda dengan wilayah Raja Kelelawar...! Kemana mereka semua?" Liu Guan kebingungan melihat situasi ini.
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Ayo kita segera kewilayah Raja Ashura, mungkin kita disana akan mendapatkan petunjuk." ajak Ma Cho sambil terbang kearah barat, segera Liu Guan dan kelima temannya menyusul.
Sesampainya mereka di wilayah Ras Ashura, lagi-lagi mereka bertujuh terkejut, karena wilayah Ras Ashura juga kosong tanpa penghuni, bahkan tidak ada siapapun di tempat ini.
"Ada apa ini sebenarnya...! Kenapa lagi-lagi keadaan yang sama seperti sebelumnya?" Ma Cho kini juga kebingungan dengan situasi wilayah ketiga Ras.
"Eh... Apa kalian dengar suara wanita tertawa?" tanya murid dalam nine heaven palace kepada rekan-rekannya, dia mendengar suara wanita yang cekikikan di kejauhan.
"Suara wanita? Aku tidak mendengarnya." jawab Ma Cho yang memang tidak mendengar apapun, selain suara angin dan dedaunan yang terbawa angin.
"Aku juga, mungkin kamu terlalu tegang... Hahaha." Liu Guan juga tidak mendengar apa-apa, dia tertawa melihat reaksi temannya itu yang terlihat cemas.
"Ke ke ke...."
"Sekarang kalian dengar kan suara wanita tertawa...!" kembali murid itu mendengar lagi suara wanita tertawa.
"Iya, kali ini aku baru mendengar, arahnya kesana. Ayo kita ke sana, kita tetap harus waspada." Ma Cho, Liu Guan dan keempat temannya akhirnya percaya, jika ada suara wanita sedang tertawa di kejauhan.
Mereka berjalan sedikit waspada dan menuju ke arah istana Raja Ashura. Mereka merasa merinding manakala memasuki istana itu, aroma dupa sangat pekat hingga menyesakkan dada.
"Ke ke ke.... Wah ada tamu tidak diundang datang."
Ketujuh orang itu kaget saat mendengar suara yang merdu, tetapi juga membuat bulu kuduk merinding. Ketujuh orang itu semakin waspada dan memeriksa istana, tetapi mereka tidak menemukan siapa-siapa.
Byurr...
Kali ini suara air terdengar dari belakang istana. Ketujuh orang itu saling tukar pandangan, setelah itu Ma Cho memimpin jalan menuju sumber suara air, disusul Liu Guan dan kelima temannya.
Ketujuh murid Nine Heaven Palace seketika tubuhnya membeku, saat melihat pemandangan yang erotis dan mampu menggugah birahi. Mereka melihat 20 wanita bidadari surga yang sangat cantik. 20 wanita itu sedang bermain di air dan cekikikan melihat reaksi ketujuh murid Nine Heaven Palace.
Ketujuh murid itu sudah mengeluarkan darah dari hidungnya, mata mereka tidak bisa berhenti saat melihat seluruh lekuk tubuh dari 20 wanita cantik itu.
"Wah, sudah datang ternyata." salah satu wanita yang sedang bermain-main di air menyapa ketujuh murid itu.
"Mereka sangat cantik, aku harus memiliki mereka..." gumam Ma Cho dengan seringai mesum.
"Itu milikku yang berbaju merah, itu yang berbaju biru juga milikku..." Liu Guan juga bernafsu melihat 20 wanita yang sangat cantik.
"Aku pilih itu yang berbaju putih dan bertanduk... Hahaha. Cantik ku kemarilah...!" teman-teman Ma Cho pun tidak ketinggalan, mereka memilih satu persatu.
"Kalian tunggu aku puas bermain dengan mereka, setelah itu baru kalian... Hahaha." Ma Cho ingin memiliki 20 wanita itu, dia tidak ingin teman-temannya yang pertama mencicipi keindahan.
"Jangan serakah, 1 saja belum tentu bisa memuaskan apalagi semua. Aku akan pilih 5 wanita itu, demikian juga kamu, sisanya biar untuk teman kita." Liu Guan tidak terima jika Ma Cho ingin semua wanita itu, Liu Guan langsung membuat pengaturan agar adil.
"Hahaha, siapa yang kuat dia yang berhak mendapatkan apapun..." Ma Cho tertawa mendengar pengaturan Liu Guan, dia tidak mau diatur-atur mereka yang lebih lemah.
Disaat ketujuan murid Nine Heaven Palace sedang berdebat, 20 wanita itu menghilang tanpa mereka ketahui.
"Jika kalian ingin kami semua, kalian harus tunjukkan kekuatanmu. Kami hanya akan memilih 1 pria saja." 20 wanita itu muncul di pondok di tengah danau ketenangan, dan salah satu wanita berbicara kepada ketujuh murid Nine Heaven Palace.
Ketujuh murid itu menjadi bersemangat dan terlihat wajah mereka mulai terlihat seperti orang yang bernafsu, mereka saling berjauhan dan mulai melirik temannya, mereka mulai terlihat saling bermusuhan dan ingin menunjukkan siapa yang akan menjadi yang terkuat.
Suara itu seperti menghipnotis ketujuh murid Nine Heaven Palace, dan ketujuh murid itu ingin membuktikan kepada ke 20 wanita itu, bahwa mereka adalah yang terkuat dan terbaik.
"Jika kalian hanya diam saja, bagaimana kalian bisa menjadi pilihan kita...!" suara wanita yang lain ikut berbicara, suaranya juga sangat merdu dan penuh kelembutan.
"Hahaha, kekasihku, lihat aku. Aku akan tunjukkan siapa yang pantas untuk Kalian." Ma Cho tertawa gembira setelah mendengar suara wanita itu.
__ADS_1
"Aku yang pantas, dan kamu tidak pantas bagi mereka." Liu Guan tidak mau kalah, dia juga ingin menunjukkan kehebatannya kepada semua wanita.
"Hahaha, kamu pikir aku tidak pantas... Hah... Cuih... Mereka lebih pantas untuk ku." salah satu murid Nine Heaven Palace juga tidak terima, dia tertawa, lalu berbicara, setelah berbicara dia meludah.
"Hahaha... Banyak bacot..."
Wushhhh
Boom.... Aaahh
Ma Cho langsung menyerang dan menghantam rekannya yang meludahi dia, seketika temannya terpental jauh dan berguling-guling di tanah.
"Sialan kamu..." Liu Guan tidak terima temannya di pukul Ma Cho, dia juga langsung menyerang Ma Cho.
Bang... Bang...
Ma Cho dan Liu Guan saling bertarung, demikian juga dengan keempat rekannya yang ikut bertarung dengan sesama teman. Ke dua puluh wanita itu hanya tersenyum saat melihat mereka bertarung demi dia.
"Bodoh, setingkat Half Alfa tetapi memiliki jiwa yang lemah"
"Kakak, bukan jiwanya yang lemah, tetapi tingkat mental mereka yang rendah... Ke ke ke"
"Hehehe, itu belum Si gadis ilusi yang berbicara, dan ada gadis bencana. Lalu mereka akan menjadi apa jika kedua saudari kita berbicara."
Ya, ternyata mereka adalah 20 Goddess, mereka semua adalah isteri-isteri Excel. Sengaja mereka mencegat mereka di wilayah Ras Ashura, dengan tujuan membunuh mereka.
"Biar aku yang bicara...!" kata Bao Yu kepada 19 saudarinya, dia berdiri dan berjalan hingga membelakangi 19 saudarinya. Bao Yu memiliki julukan Si Gadis Perayu. Sudah banyak pria muda di istana surgawi menjadi korbannya tanpa bisa menyentuh kulitnya.
"Sayang, apa hanya segitu saja kekuatan kalian? Jika hanya segitu saja, bagaimana kalian ingin kami terpesona dan tunduk pada kalian...!" kata Bao Yu kepada keenam murid yang masih bertarung.
Bao Yu tersenyum dan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seksi. Keenam murid Nine Heaven Palace yang melihat Bao Yu, seketika terdiam dan mengeluarkan darah dari hidungnya.
"Cantiknya...! Ya Dewaaaa, aku pasti memiliki mereka semua... Hahaha." Ma Cho yang sudah kehilangan kewarasannya, dia tertawa keras dan memuji kecantikan Bao Yu.
"Kenapa kalian diam saja? Ingat, kami hanya akan menerima 1 pria." sekali lagi Bao Yu berbicara sambil duduk di pegangan kayu pembatas pondok.
Pakaian bawahnya sengaja dibuka sedikit dan memperlihatkan paha putih nan halus. Ke-enam murid Nine Heaven Palace yang melihatnya, menjadi gemetaran karena tidak mampu menahan birahinya.
"Ya, ya, ya Dewi ku, aku akan menjadi satu-satunya untukmu dan kalian... Hahaha" Liu Guan kini juga semakin tergila-gila pada Bao Yu, dia berjalan mendekati Bao Yu tanpa peduli dengan Ma Cho dan keempat temannya.
"Tidak, hanya aku yang menjadi kekasihnya. Kamu hanyalah pecundang saja." Ma Cho segera menghalangi jalan Liu Guan dan menghina Liu Guan.
"Hahaha, aku pecundang? Lihat dirimu, tanpa sogokan ayahmu kepada pemimpin akademik, kamu pasti bukan siapa-siapa. Kamu bahkan merelakan adik perempuanmu menjadi selir pemimpin akademi....Hahaha." Liu Guan tertawa dirinya disebut pecundang oleh Ma Cho, dia membuka rahasia Ma Cho untuk membalas hinaan-nya.
"Bajingan...! Aku tidak perduli. Lihat dirimu lebih hina, kamu sampai tega membiarkan ibumu tidur dengan pemimpin akademi... Hahaha. Sungguh tidak tahu malu." Ma Cho juga membuka rahasia Liu Guan, dia juga tidak terima rahasianya di bongkar.
"Sialan kamu...." Liu Guan sangat marah hingga tubuhnya gemetaran.
Wushhhh
Bang... Bang
Kedua orang itu kembali bertarung dan niat membunuhnya membuat keempat rekannya segera menjauhinya. Keempat murid itu saling bertukar pandangan, saat mengetahui rahasia senior mereka.
Setelah keempat murid itu bertukar pandangan, mereka kembali bertarung untuk menunjukkan siapa yang terbaik untuk 20 Goddess.
"Benar-benar memalukan, menjual adik dan ibunya demi sebuah pengakuan, tahta dan harta kata Piaoliang yang jijik melihat rahasia Ma Cho dan Liu Guan.
"Ke ke ke... Harta, tahta dan wanita adalah suatu bencana bagi pria. Sudah wajar jika mereka melakukan tindakan memalukan demi ambisi." Fairy Shu Si Gadis Lembut terkikik melihat keenam murid Nine Heaven Palace saling bertarung demi 3 hal yang dia sebutkan.
"Hehehe, kita sebagai kaum wanita bukan alat perdagangan." Xu Jiao Si Gadis Surga juga ikut berkomentar.
__ADS_1