Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 190 Menara Penempa Fisik.


__ADS_3

Chapter 190 Menara penempa fisik.


Setelah kejadian pasukan surgawi yang kalah secara tragis, benua dewa kembali tenang dan damai, tetapi itu tidak berselang lama karena kehadiran sebuah obyek baru yang menarik minat banyak orang yang ingin tahu.


Menara penempa fisik kini menjadi obyek kebanggaan banyak orang, dimana menara itu memiliki ketinggian mencapai 30 ribu meter hingga puncaknya tertutupi awan, menara penempa fisik memiliki banyak anak tangga, setiap selesai menaiki 999 anak tangga akan ada ruang besar yang bisa dihuni 100 orang, ruang itu berbentuk bulat seperti piring, tujuan ruang itu untuk beristirahat sebentar sebelum melanjutkan menaiki anak tangga berikutnya yang juga berjumlah 999 anak tangga, jika dihitung anak tangga itu berjumlah 20 ribu lebih dan ruangan berbentuk piring berjumlah 20 ruang.


Menara itu memiliki 2 pintu gerbang dan juga ada pintu khusus yang diperuntukkan bagi ketua penjaga ruang, menara ini berwarna keperakan dan dindingnya terbuat dari logam meteor.


Menara ini juga dilengkapi pencatat prestasi setiap orang yang berhasil naik setiap anak tangga, dan menara ini tidak bisa menggunakan energi Qi, setiap orang yang mengeluarkan energi Qi untuk melindungi tubuhnya akan segera dinetralisir oleh menara penempa fisik.


Patriack Xiao beserta para pemimpin alam puncak hingga alam bawah sedang berkumpul didepan pintu gerbang menara penempa fisik.


"Hari ini adalah hari peresmian menara penempa fisik, menara ini telah diciptakan oleh penguasa kita yaitu Tuan Muda Excel beserta Ratu Yuna dan Ratu yuke. Siapa saja yang ingin berlatih memperkuat fisiknya bisa memasuki menara ini, kalian cukup membawa sumberdaya berupa pil pemulih stamina dan bekal selama memasuki menara ini.


Setiap menaiki anak tangga tekanan gravitasi semakin besar itu bertujuan untuk melatih fisik, jika kalian tidak mampu naik semakin tinggi diharap jangan memaksakan diri.


Menara ini memiliki 2 gerbang, 1 khusus wanita dan satunya lagi untuk pria.


Aturannya dilarang saling bertengkar atau bertarung, kita semua adalah keluarga jadi kita harus saling menolong dan saling membantu.


Disetiap ruang itu kalian akan bertemu dengan ketua penjaga menara yang menyediakan kebutuhan kalian." kata Patriack Xiao yang menjelaskan prihal menara penempa fisik kepada semua orang.


"Menara penempa fisik sekarang aku resmikan dibuka..."


"Hore"


Banyak orang bersorak gembira disaat peresmian menara penempa fisik dibuka, kemudian Patriack Xiao masuk terlebih dahulu digerbang khusus pria dan disusul banyak pemimpin benua.


"Menara ini luar biasa, benar-benar harus mengandalkan fisik kita untuk berjalan" kata Patriack Xiao yang mencoba mengeluarkan energi Qi untuk meringankan tubuhnya dari tekanan gravitasi di menara penempa fisik.


"Benar, penguasa dan kedua istrinya sungguh jenius bisa memikirkan hal ini."


Diawal anak tangga yang berbentuk spiral masih tidak merasakan tekanan apapun karena basis kultivasi mereka sudah tinggi, tetapi setelah berjalan semakin tinggi tekanan gravitasi mulai terasa, hingga akhirnya tingkat dewa absolute level 10 hanya bisa berhenti diruang ke 2 dan beristirahat, mereka sudah tidak sanggup lagi melangkah naik lagi, tetapi kekuatan fisik mereka semakin kuat.


Sedangkan Patriack Xiao hanya mampu berhenti diruang pertama dengan keringat membasahi pakaiannya dan nafas terengah-engah karena kelelahan.


"Ini adalah tablet penguji pukulan, Tuan dewa" salah satu ketua penjaga ruang menjelaskan kepada mereka yang tengah beristirahat.


"Hahaha, kekuatan fisikku telah meningkat banyak, aku ingin tahu seberapa besar kekuatanku sekarang" kata Penatua agung yang merasakan perubahan pada kekuatan fisiknya, lalu dia menuju tablet penguji kekuatan tempur.


"Bang" penatua agung langsung mengerahkan kekuatan penuh dan memukul tablet tersebut, terlihat 1 bintang muncul sebagai pengukur kekuatannya dengan angka 1 juta kilo.


Setiap pukulan akan menunjukkan angka kekuatan pukulan fisik dari 1 kilo benturan fisik, ukuran kekuatan 1 kilo belum bisa menunjukkan kekuatan 1 bintang, jika ingin meningkatkan kekuatan pukulan fisik peserta harus terus berlatih di menara penempa fisik secara teratur.


"Hah, hanya segini saja kekuatan fisikku" desah penatua agung yang kecewa dengan hasil pukulannya, tetapi dia sangat bersemangat untuk terus berlatih.


"Hahaha, penatua agung kita harus rajin berlatih di menara ini, sekarang giliran ku" kata leluhur awan berkabut yang ingin menguji kekuatannya, dia berjalan menuju tablet pengukur kekuatan pukulan.


"Bang" kemudian muncul angka 803.000 di tablet tersebut angka yang lebih rendah dari penatua agung.


"Hahaha, aku masih unggul" penatua agung ketawa melihat pukulan leluhur awan berkabut selisih angka tersebut cukup besar, dia bahagia bisa unggul dari rekannya.


"Aiyoo, lemah sekali pukulanku" leluhur awan berkabut kecewa dengan hasilnya, kemudian dia membuat kuda-kuda dan bersiap menguji pukulan sekali lagi, dengan hembusan nafas panjang, "bang" sekali lagi suara benturan rendah terdengar di menara kedua, lalu muncul angka 900 ribu.


"Hahaha, saudara akui saja kekalahanmu" ejek panatua agung kepada leluhur awan berkabut, mereka berdua adalah teman lama dan sering bersaing dalam kekuatan.


"Hah, sial. Aku akan naik lagi" leluhur awan berkabut tidak terima diejek dan berjalan menuju anak tangga untuk melanjutkan naik keatas, tetapi saat memasuki anak tangga pertama dia langsung ambruk karena tekanan gravitasi sangat besar.

__ADS_1


"Hahaha" penatua agung tertawa terbahak-bahak melihat temannya langsung jatuh terlungkup dilantai.


Excel, Yuna, Yuke dan isteri-isterinya juga melihat aksi kedua orang itu, Excel sudah ketawa terbahak-bahak melihat leluhur awan berkabut kesakitan karena ditekan kekuatan gravitasi di menara itu.


"Menara penempa fisik sangat cocok untuk melatih mereka tanpa harus kebingungan lagi memikirkan sumberdaya."


"Hahaha, akhirnya mereka sadar jika fisiknya lemah" jawab Excel dengan ketawa yang masih melihat aksi leluhur awan berkabut yang kakinya ditarik oleh penatua agung agar keluar dari tekanan gravitasi.


"Suami, kenapa kita mencoba ciptaanmu ini" tantang Yuna kepada Excel.


"Hehehe, berani taruhan ?" Excel menyeringai lebar saat ditantang isterinya.


"Tidak, kamu curang" jawab Yuna yang menolak ide taruhan suaminya, dia takut jika suaminya mengatur ulang sistem didalam menara penempa fisik itu.


"Kenapa kamu berkata begitu, biarpun aku yang menciptakan menara itu bukan berarti aku bisa seenaknya merubah sistem didalam menara. Apa kata orang nanti !!" Excel cemberut dikatakan curang oleh Ratunya.


"Hehehe, biarpun tidak curang dengan kekuatan fisikmu sekarang itu tidak berguna sama sekali." kata Yuna dengan mencubit bibir suaminya yang cemberut.


"Suami, kita menyamar saja bagaimana?" kata Yuke kepada Excel, dia juga ingin menguji menara penempa fisik ciptaan suaminya.


"Ayo, suami, kita menyamar saja, selama ini kita hanya berlatih menempa fisik dari cairan stalaknit ini yang sudah tidak memberikan banyak efek lagi."


Semua isteri Excel akhirnya ikut bersuara dan ingin menguji batas kekuatan fisik mereka di menara penempa fisik, Excel diam sejenak dan berpikir untuk mengeluarkan sumberdaya penempa fisik untuk isteri dan anaknya.


"Aku sebenarnya memiliki cairan penghancur tulang, fisik kalian akan lebih cepat meningkat tetapi rasa sakitnya terkena cairan ini lebih sakit 10 kali lipat, apa kalian mau ?"


"Tidak"


Semua isteri Excel langsung kompak berkata 'tidak', siapa yang mau menerima rasa sakit yang berlebihan, pertama kali menempa tubuh didalam cairan susu stalaknit saja sakitnya luar biasa.


"Teman, sudah berapa anak tangga yang kamu mampu naiki?"


"Hah, ini memalukan, aku hanya bisa naik tangga 200 saja, tetapi fisikku setelah keluar dari menara terasa ringan, aku merasakan kekuatan fisikku juga meningkat..." desah orang tersebut disaat ditanya.


"Hahaha, teman kamu masih hebat aku saja hanya bisa naik hingga 167 anak tangga, tetapi kamu juga benar tubuhku semakin ringan dan kekuatan fisikku juga telah meningkat"


Mendengarkan obrolan kedua pria muda itu membuat minat orang semakin bersemangat untuk segera memasuki menara penempa fisik.


"Ayo kita uji kekuatan pukulan kita di tablet itu..." ajak rekannya dan hanya dianggukan saja.


"Bang" terlihat angka 16.700 kilo setelah pukulan pria muda itu menghantam batu tablet pengukur kekuatan pukulan.


"Hah, masih lemah sekali" desahnya setelah muncul angka kekuatan pukulan.


"Hehehe, sekarang giliran ku..." kata temannya dan segera melakukan gerakan kuda-kuda untuk memaksimalkan pukulan, "Bang" setelah benturan itu muncul angka 19.670 kilo lebih tinggi dari temannya.


Aksi mereka berdua juga menarik banyak perhatian orang-orang yang ingin menuju menara penempa fisik dan semakin besar minat untuk meningkatkan kekuatan tulang, otot dan daging.


Kemudian muncul pria muda usia 30 tahun, wajahnya terlihat biasa saja dengan pakaian berwarna hitam, pria itu menuju penjaga menara dan mendaftar untuk memasuki menara penempa fisik.


Setelah mendapatkan token identitas untuk memasuki menara penempa fisik, pria itu berjalan menuju gerbang pintu menara, pria itu tidak banyak menarik perhatian semua orang yang silih berganti keluar masuk dari menara penempa fisik.


Langkah kakinya terasa mantap dan ringan saat berjalan menaiki anak tangga, setiap anak tangga itu mampu menampung 4 hingga 5 orang, di kanannya adalah dinding berwarna hitam yang terbuat dari batu meteorit, disebelah kirinya juga dinding tetapi terlihat banyak jendela kotak berukuran 50 cm kali 50 cm sebagai ventilasi udara.


Langkah pria itu semakin cepat dan tidak terlihat tertekan dan sudah banyak melewati orang-orang yang sedang duduk kelelahan.


"Siapa pria itu, kenapa dia tidak tertekan gaya gravitasi di menara ini ?"

__ADS_1


"Entahlah, kekuatan juga tidak bisa aku lihat"


Mereka berdua sedang beristirahat anak tangga 221 dan sudah sangat kelelahan, mereka berdua membicarakan Excel yang sedang menyamar untuk menguji menara penempa fisik, jika masih ada kekurangan di menara ini dia akan merubah sistem dan mengatur ulang.


Excel akhirnya tiba diruang pertama dan melihat Patriack Xiao tengah berbicara dengan ketua penjaga menara, tanpa menyapa mereka Excel langsung berjalan menuju anak tangga berikutnya.


"Anak muda yang luar biasa, ketua apa kamu mengenalnya ?" tanya Patriack Xiao yang sebenarnya terkejut melihat Excel yang sedang menyamar tidak tampak kelelahan maupun tertekan.


"Maaf, Patriack Xiao aku tidak pernah bertemu dengan pria itu, mungkin dia peserta baru atau pengunjung dari benua lain." jawab ketua itu yang memang tidak mengenali Excel sama sekali.


"Hah, banyak anak-anak muda yang berbakat dari segala penjuru alam semesta aurora ini"


Excel sudah berjalan menuju ruang kedua, dia sudah melangkah 450 anak tangga, semakin naik Excel sudah tidak menemui orang lagi, orang terakhir yang dia temui hanya Patriack Xiao dan ketua penjaga menara diruang pertama.


"Hah, suami kita sudah dekat dengan ruang kedua" kata Yuna yang sedang beristirahat diruang pertama bersama saudari-saudarinya.


"Apa, cepat sekali"


"Ayah terlalu cepat...ha ha"


Anak-anak Excel dan semua isterinya terengah-engah dan sedang beristirahat diruang pertama dan ingin melangkah menuju ruang kedua.


"Pulihkan stamina kalian dulu jangan terlalu terburu-buru." kata Yuke yang tidak tampak kelelahan sama sekali.


Setingkat Alfa sejati sudah memilik fisik yang kuat apalagi Yuna dan Yuke masih berada diruang pertama, mereka berdua dengan sabar menunggu Putri-putrinya beserta saudari-saudarinya yang sedang duduk bersila untuk memulihkan stamina setelah mengkonsumsi pil pemulih stamina.


Diruang kedua Excel bertemu dengan penatua agung, leluhur awan berkabut dan ketua penjaga ruang kedua menara penempa fisik, Excel yang menyamar sedikit membungkuk memberikan hormat kepada mereka bertiga.


Lalu tanpa berbicara Excel langsung berjalan lagi menuju ruang ketiga, ketiga orang itu terkejut melihat Excel yang dengan santai naik ke anak tangga berikutnya tanpa tertekan sama sekali bahkan keringat saja tidak nampak terlihat diwajahnya.


Mereka bertiga saling berpandangan dengan rasa ingin tahu siapa pria itu, tetapi mereka bertiga hanya mengeleng-gelengkan kepala saja.


Diluar menara penempa fisik sudah menjadi keributan karena sebuah panel nama tiba-tiba muncul di dinding menara penempa fisik, namanya sangat aneh dan membuat orang tersenyum.


"Bu Wanmei, usia 28 tahun, ruang kedua anak tangga 351..." gumam seorang peserta yang telah memasuki menara penempa fisik, dia membaca nama yang unik dan juga terkejut melihat angka anak tangga yang sudah dilewati Bu Wanmei.


"jenius yang hebat"


Panel juga keluar dari gerbang pintu wanita yang menunjukan prestasi setiap orang yang menaiki tangga, banyak orang sudah tahu siapa wanita yang namanya keluar dari dinding menara ini, hanya Yuna dan Yuke yang menyamar menjadi wanita biasa.


Banyak komentar memuji prestasi para wanita itu dan juga malu karena gadis-gadis kecil itu melampaui banyak orang yang memasuki menara penempa fisik.


Yuna hanya tersenyum setelah membaca nama 'Bu Wanmei' dia menjadi teringat ketika dia dan suaminya sedang bertengkar pada waktu itu.


"Bu Wanmei, kamu selalu membuatku tertawa saja" batin Yuna yang saat itu memang benar-benar ketawa disaat Bu Wanmei yang polos berbicara. Yuna masih menyimpan lukisan indah didalam kamar pribadinya dan hanya dia dan Excel yang tahu.


"Apa kalian sudah siap jalan lagi ?" tanya Yuke yang melihat anak-anaknya dan saudarinya telah selesai beristirahat.


"Ibu, ayo kita naik lagi, aku tidak mau kalah dengan orang yang namanya Bu Wanmei, nama yang jelek." kata Jun Chun kepada Yuke, Yuna hanya tersenyum saja, sebenarnya dia ingin ketawa tetapi dia menahannya agar tidak menjadi banyak pertanyaan.


"Iya, nama yang jelek"


"Bu, Bu apaan"


"Hahaha, sudah, sudah jangan menghina nama seseorang, setiap nama ada artinya." kata Yuna yang tidak bisa menahan tawa lagi saat anak-anaknya memprotes nama Bu Wanmei, jika mereka tahu itu ayahnya pasti akan menjadi bahan tertawaan.


Mereka langsung berjalan menuju ruang kedua dan secara berlahan melangkah, setiap langkah mereka menyetabilkan fisiknya dan berjalan selangkah demi selangkah, Yuke selalu membimbing anak-anaknya dan juga saudari-saudarinya agar tidak terburu-buru menuju anak tangga berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2