Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 232 Memasuki Akademi.


__ADS_3

Chapter 232 Memasuki Akademi.


Mereka berdua berjalan memasuki gerbang pertahanan tingkat pertama tanpa hambatan, semua prajurit ketakutan dengan sosok pria berwajah cantik yang memiliki kekuatan yang mengerikan.


Genji langsung di bawah oleh anak buah menuju Balai perawatan, saat diangkat oleh anak buahnya Genji masih belum sadarkan diri setelah terkena serangan, di dadanya terlihat telapak tangan tepat di jantungnya.


Cai Wenji dan Excel terus berjalan menuju akademi tingkat pertama, mereka melewati banyak rumah dan pertokoan, pertahanan tingkat pertama seperti sebuah kota yang seukuran dengan Kota Phoniex.


Didalam perjalanan Cai Wenji banyak memperkenalkan kota ini yang disebut kota Dòuzhēng, seperti namanya kota ini adalah gerbang pertama dimana sering terjadi pertempuran, entah itu sesama manusia atau ras lain, maupun dengan binatang buas yang ingin menguasai kota Dòuzhēng.


( Dòuzhēng \= perjuangan)


Cai Wenji sangat senang memperkenalkan Kota Dòuzhēng kepada Excel, tetapi bagi Excel suaranya seperti nyamuk yang selalu memutari telinga, tetapi Excel berusaha tetap tersenyum dan memperlihatkan wajah kagum.


Jika semua wanita Excel tidak sedang berkultivasi, mungkin mereka akan tertawa terbahak-bahak melihat Excel yang sangat tertekan saat bertemu dengan pedagang kaki lima.


Tidak butuh waktu lama mereka telah memasuki area luar akademi peringkat pertama, sesampainya mereka disana sudah terlihat antrian panjang untuk mengikuti ujian siswa baru.


"Hah! Akan membosankan jika seperti ini!" ujar Excel saat melihat antrian panjang seperti antrian sembako.


"Hehehe! Tenang saja ada aku, kamu tidak perlu khawatir harus ikut mengantri!" Cai Wenji menjamin Excel dengan bangga, tanpa mereka sadari, kehadirannya telah menjadi perhatian banyak orang yang ingin mendaftar menjadi murid akademi maupun para murid luar dan dalam, yang sedang melihat aktifitas rutin setiap 4 tahun sekali.


Cai Wenji sudah sangat terkenal di wilayah di kota Daozheng karena bakat dan kecantikannya, apalagi Cai Wenji adalah salah satu dari 20 goddess, Cai Wenji memilik tinggi 175 cm dengan wajah oval dan rambut hitam sepinggang, dengan warna kulit putih yang halus.


"Hei, lihat Cai Wenji mengandeng seorang pria muda ... Apa dia menyukai daun muda!"


"Sialan, bunga akademi akan dipetik seseorang!"


"Cih! Pria itu lemah, kenapa membuat Cai Wenji menjadi intim seperti itu!"


"Junior Cai Wenji kenapa dia tidak mengantri seperti yang lainnya jika ingin menjadi murid baru?" tiba-tiba Cai Wenji di tegur oleh ketua penanggung jawab ujian siswa baru, disaat Cai Wenji menggandeng lengan Excel dan melewati para calon siswa baru.


"Hehehe! Maaf ketua, dia tidak perlu mengikuti ujian karena basis kultivasinya sudah sangat tinggi, dia akan rekomendasikan untuk memasuki langsung murid dalam!" Cai Wenji tersenyum dan menjawab perkataan ketua penanggung jawab ujian siswa baru, dia bernama Gou Jian salah satu ketua pembimbing siswa luar.


Gou Jian mengerutkan keningnya saat melihat basis kultivasi Excel tidak bisa dia lihat, lalu dia melihat tulangnya dan masih berusia 17 tahun, Gou Jian menjadi curiga. "Apa benar dia memiliki kekuatan yang sangat tinggi, tetapi kenapa dia tampak lemah?" batin Gou Jian yang merasakan Excel lemah layaknya manusia bisa tanpa kultivasi.


"Junior Cai Wenji, kamu jangan membuat lelucon, semua siswa baru menjadi tanggung jawab ku! Kamu berkata jika dia sangat kuat, tetapi kenapa aku tidak merasakan aura maupun basis kultivasi-nya, bahkan dia tampak sangat lemah!" tanya Gou Jian yang ingin memastikan kebenaran ucapan dari Cai Wenji, Gou Jian tidak melarang Cai Wenji membawa orang untuk menjadi salah satu murid akademi, karena itu Gou Jian ingin memastikan ucapan Cai Wenji benar atau tidak.


Memang ada aturan yang sudah dibuat oleh pimpinan istana surgawi, dimana murid dalam maupun murid inti bisa membawa orang lain menjadi murid akademi tanpa harus melewati ujian bakat dan kekuatan. Jika orang yang direkomendasikan itu memiliki potensi hebat, maka murid dalam maupun murid inti yang membawa siswa baru akan mendapatkan hadiah, dan sumberdaya sebagai kompensasi telah berhasil merekrut murid berbakat.


Tetapi jika murid itu membawa orang yang tidak memiliki potensi dan secara paksa berusaha memasukannya kedalam akademi, maka murid dalam maupun inti akan mendapatkan hukuman berubah pengurangan sumberdaya selama 2 bulan.


"Hehehe! Ketua Jian, jangan melihat sampulnya dari luar, anda bisa mengujinya sebentar lewat batu uji bakat!" jawab Cai Wenji dengan tersenyum, dia tidak kuatir jika Excel akan menipu dia maupun orang lain, sebab seorang Komandan saja bisa Excel kalahkan hanya dengan melewatinya saja.


"Baiklah jika itu mau mu, kamu juga tahu aturan yang sudah ditetapkan!"


"Aku mengerti, Ketua Jian."


"Anak muda, kamu letakkan telapak tangan kanan diatas batu uji ini!" perintah Gou Jian kepada Excel, dia menunjukkan batu uji yang berada di sampingnya.


Semua calon siswa baru maupun murid dalam dan inti mengerutkan kening karena mereka tidak senang dengan kehadiran Excel yang telah menjadikan Cai Wenji selalu perhatian.

__ADS_1


Excel melihat batu uji itu yang sama seperti milik Benua Biru, lalu Excel berjalan dengan santai maupun tekanan apapun, padahal Gou Jian mengeluarkan basis kultivasi tingkat Dewa Absolute level 6 untuk menekan Excel, Gou Jian sangat terkejut melihat wajah Excel yang tidak tampak tertekan maupun berkeringat, bahkan Excel mampu berjalan dengan baik dan normal.


Cai Wenji sangat yakin Excel itu sangat kuat walau tidak bisa mengetahui tingkat kekuatan yang sebenarnya, di punggungnya sendiri sudah basah keringat dingin, kuatir Excel akan gagal dalam batu ujian bakat.


Lalu Excel meletakkan telapak tangannya tanpa mengeluarkan energi Qi sedikitpun pada batu uji. "Craak ... Craak ...!" batu uji bakat seketika berbunyi dan retakan sangat jelas terlihat dan dengan cepat menyebar, tiba-tiba batu uji "Bang..." hancur berkeping-keping karena tekanan tak kasat mata.


Sontak Gou Jian dan semua murid kaget melihat hasil batu uji yang hancur berkeping-keping, padahal batu uji bakat sangat kuat dan terbuat dari logam berat.


"Mu--mustahil!!"


Gou Jian tergagap saat berbicara, karena batu uji itu hancur saat telapak tangan Excel menyentuhnya tanpa aliran energi Qi sedikitpun, Cai Wenji juga kaget melihat hasil batu uji bakat itu.


Segera Gou Jian memulihkan dirinya dari keterkejutannya dan menatap wajah Excel yang tanpa tidak bersalah, Excel yang ditatap oleh Gou Jian dan semua orang hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu apa-apa.


"Kamu coba lagi!" Gou Jian memerintahkan Excel untuk menguji lagi dengan mengeluarkan batu uji bakat. "Bang!!" suara benturan batu uji dengan ubin bisa di dengar, disaat batu uji itu diletakkan.


Kembali Excel meletakkan tangan kanannya dan melakukan hal yang sama. "Crack ... Crack ... Bang!!" sekali lagi batu uji itu hancur berkeping-keping seperti batu uji pertama tadi.


Lagi-lagi Gou Jian tercengang melihat hasil itu lagi. "Hah!!" lalu Gou Jian menarik nafas panjang untuk memulihkan kondisinya dari keterkejutannya. "Kamu bisa memasuki murid dalam dan serahkan token identitas ini untuk melaporkan diri di Balai Pekerjaan Umum. Junior Cai Wenji, kamu antar dia!" perintah Gou Jian kepada Excel, karena dia sudah tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk menguji kekuatan Excel.


"Terima kasih! " ujar Excel singkat dan sedikit membungkuk dan berjalan mendekati Cai Wenji yang masih bengong setelah peristiwa yang dibuat Excel.


"Cantik, kenapa kamu bengong! Senior Gou Jian meminta kamu untuk mengantarkan aku untuk melaporkan di Balai Pekerjaan Umum," kata Excel kepada Cai Wenji, dengan mencondongkan tubuhnya didepan wajah Cai Wenji, wajah mereka berdua hampir saling bersentuhan dan nafas keduanya bisa dirasakan.


"Ah! Baik, baik, aku, aku akan antar!!" Cai Wenji kaget dengan mundur dua langkah saat merasakan nafas Excel yang sangat harum dan terasa dingin.


"Bajingan ini!! Aku akan buat dia mengetahui letak dimana dia sekarang!" gumam salah satu pria berusia 25 tahun saat dia cemburu dengan ketampanan Excel dan dekatnya hubungan mereka berdua, sedari tadi murid inti sudah menahan cemburu dan amarah pada Excel yang selalu menjadi bahan perhatian banyak orang.


Karena penasaran, Gou Jian mencoba menyerang batu uji itu. "Boom... Boom..." area luar dari akademi tingkat pertama menjadi heboh setelah kepergian Cai Wenji bersama Excel, dimana Gou Jian ingin menghancurkan batu uji, hasilnya batu uji itu baik-baik saja tanpa goresan saat dihantam dengan sekuat tenaga oleh Gou Jian.


Di dalam area akademi sudah menjadi keributan dimana 2 batu uji dihancurkan oleh siswa baru yang dibawa oleh Cai Wenji, setiap mereka berdua berjalan menuju Balai Pekerjaan Umum, selalu menjadi bahan omong dan iri hati setiap murid pria maupun murid wanita.


Excel tidak perduli sama sekali dengan meletakkan kedua tangannya dibelakang kepalanya, Excel melihat kehidupan didalam akademi dan membandingkan akademi yang dia miliki di Benua Biru, pertandingan sangat jauh berbeda.


Excel melihat setiap permusuhan diantara murid satu dengan murid yang lain, terlihat banyak murid membuat kelompoknya masing-masing, Cai Wenji juga menceritakan tentang persaingan yang sangat intens diantara murid luar, murid dalam maupun murid inti.


Sudah banyak murid yang pulang ke rumahnya karena basis kultivasi-nya telah dihancurkan karena persaingan itu, di dalam akademi dilarang keras untuk saling membunuh dan sebagai gantinya banyak murid yang memiliki kekuatan dan kebencian menghancurkan dantian para musuh atau targetnya.


Pihak akademi tidak melarang persaingan itu, dan hanya diam saja saat mengetahui ada murid yang telah dihancurkan dantiannya, paling-paling mereka hanya di hukum oleh Divisi Penegak Hukum dalam ruang isolasi hukuman selama 7 hari.


Persaingan itu memang disengaja oleh pihak Pimpinan Istana, dengan tujuan agar potensi setiap murid bisa terasah dan menjadi kuat dengan adanya persaingan antar murid di dalam akademi.


Berbeda dengan akademi milik Excel, setiap murid dilarang saling membenci maupun bersaing karena semua adalah keluarga, jika ada perselisihan maka akan dilakukan di dalam arena maupun di dalam turnamen, jika ada tindakan yang merugikan mereka akan dimasukan didalam formasi array pendeteksi kebohongan, karena itu semuanya rukun dan saling bersaing dalam hal yang lain yaitu berlomba-lomba meningkatkan basis kultivasi, profesi maupun misi dari Balai Keadilan.


"Di Akademi Istana Surgawi, juga ada batu prasasti pencatat prestasi setiap murid dari tingkat pertama hingga tingkat ketujuh, jika kamu ingin namamu dicatat di batu prasasti maka kamu harus mengalah setiap murid dalam dan murid inti dari akademi tingkat pertama hingga tingkat ketujuh!" Cai Wenji selalu menceritakan semua hal yang berkaitan dengan murid akademi tanpa henti, sebenarnya Excel tanpa diberitahukan sudah mengerti dari awal.


"Siap murid berprestasi di Akademi Istana Surgawi?" tanya Excel yang tidak ingin dianggap cuek oleh Cai Wenji, karena itu dia mencoba bertanya untuk pertama kalinya.


"Hahaha! Tentu saja Zhou Tai, dia berada di peringkat 1 di seluruh Akademi Istana Surgawi, usianya sudah 3.000 tahun pada tingkat Dewa Absolute level 1!" jawab Cai Wenji yang membanggakan prestasi dari Zhou Tai kepada Excel, Excel segera mengingat nama itu dan hanya tersenyum saja tanpa berbicara lagi saat mereka berdua berjalan menuju Balai Pekerjaan Umum.


Di saat mereka berjalan beriringan, terlihat di kejauhan sekelompok orang sedang berjalan untuk menghalangi jalan Cai Wenji dan Excel, Excel hanya mendesah pelan melihat murid begitu berlebihan dalam persaingan di akademi.

__ADS_1


"Cai Wenji, kamu pergi menjauhinya, semua orang tahu kamu adalah kekasihku!" ternyata sekelompok orang itu memang berniat buruk terhadap Excel yang terlihat intim terhadap Cai Wenji, pria yang berkata itu adalah orang yang melihat Excel menghancurkan batu uji.


"Huuf!! Kamu lagi, siapa juga yang mau menjadi kekasihmu, dia adalah kekasihku mulai sekarang dan seterusnya!" jawab Cai Wenji kepada pria itu, pria itu sangat marah dan semakin membenci Excel yang wajahnya tampak tersenyum, saat Cai Wenji mengatakan Excel sebagai kekasihnya.


"Hahaha! Aku adalah Mu Sha, apapun yang aku inginkan pasti aku dapatkan!" ujar Mu Sha dengan sombongnya saat berbicara pada Cai Wenji.


"Sombong! Pergi dari hadapanku, aku tidak ada waktu berurusan denganmu! Ayo sayang kita pergi!" balas Cai Wenji kepada Mu Sha dan menarik lengan Excel dengan berbicara mesra kepada Excel.


Excel hanya menggeleng-gelengkan kepala jika dirinya dijadikan tameng oleh Cai Wenji. "Kecantikan selalu membawa masalah di manapun dia berada! " batin Excel yang mengikuti tarikan Cai Wenji.


"Bajingan! Serang bocah itu!?" perintah Mu Sha kepada anak buahnya yang juga seorang murid dalam.


"Hahaha! Tenang saja bos, aku pasti beri pelajaran pada dia!"


Swosh... Swosh


Lima orang langsung menyerang Excel tanpa basi-basi lagi, tetapi segera Cai Wenji memblokir kelima orang itu dengan berdiri di depan Excel, Excel sekali lagi mendesah dimana dia selalu dilindungi wanita yang baru dikenalinya.


Excel sedikit menyempitkan matanya saat melihat kelima orang itu sebelum mendekat Cai Wenji, tiba-tiba kelima orang itu menjadi diam seketika dengan jarak 2 meter dari Cai Wenji.


Crash... Crash


Kelima orang itu langsung menjadi patung es, dan hanya matanya saja yang berkedip-kedip tanpa bisa bergerak lagi, Cai Wenji sontak terkejut dengan kejadian yang tiba-tiba di alami pada kelima anak buah Mu Sha yang menjadi patung es.


"Astaga!"


"Apa yang terjadi?"


Semua murid yang melihat pertunjukan itu juga terkejut dengan kejadian manusia yang menjadi patung es secara mendadak tanpa bisa mereka ketahui penyebabnya.


Cai Wenji langsung menatap wajah tampan Excel yang hanya mengangkat bahunya tanda bukan perbuatannya, Cai Wenji kembali melihat kelima anak buah dari Mu Sha dengan rasa penasaran penyebab mereka menjadi patung es.


"B--bagaimana bisa!!" Mu Sha juga kaget melihat anak buahnya telah membeku, dia memeriksa sekeliling dan mencari siapa pelakunya, lalu dia melihat Cai Wenji yang masih melindungi Excel dibelakangnya, Mu Sha menjadi bingung dan merasakan tulang belakangnya juga sedikit demi sedikit menjadi kaku dan dingin.


"Ayo kita segera menuju Balai Pekerjaan Umum, sudah banyak waktu yang tertunda!" ajak Excel kepada Cai Wenji dan berbalik menuju ketempat tujuannya tanpa menunggu Cai Wenji berbicara maupun mengikuti.


"Tunggu!" Cai Wenji langsung mengejar Excel setelah dia tersadar.


Tidak butuh waktu lama mereka berdua sudah berada di depan gedung Balai Pekerjaan Umum, gedung itu sangat ramai dengan banyaknya murid, seperti yang dikatakan Cai Wenji, gedung Balai Pekerjaan Umum adalah tempat dimana setiap murid mengambil misi mereka untuk mendapatkan poin, poin yang didapatkan bisa ditukar dengan berbagai kebutuhan murid dan juga untuk semua ketua maupun pemimpinnya, poin tukar adalah alat pembayaran di dalam Akademi Istana Surgawi.


"Ayo kita masuk! " ajak Cai Wenji kepada Excel, kehadiran Excel dan Cai Wenji menjadi perhatian banyak siswa akademi karena wajah super tampan Excel dan juga wajah cantik Cai Wenji yang sudah terkenal di akademi.


Semua mata murid seketika memperhatikan Excel dan Cai Wenji yang menuju tempat laporan murid baru yang baru memasuki akademi, dan juga laporan dari hasil menyelesaikan misi.


Semua murid wanita menjadi terengah-engah saat melihat wajah tampan Excel, seperti halnya Cai Wenji saat bertemu untuk pertama kalinya, terlihat di lubang hidung mereka mengeluarkan darah segar tanda ketahanan mental mereka masih rendah.


"Hai, saudari. Aku mau melaporkan seorang siswa baru atas rekomendasi ku," kata Cai Wenji dengan memberikan token yang diberikan Gou Jian kepada Excel, petugas wanita itu diam saja saat melihat wajah super tampan Excel, dan juga dari hidungnya mengalir darah segar, Excel hanya menghela nafas lagi.


"Hahaha! Saudari ... Halo Saudari ... Tok tok!!" Cai Wenji ketawa dan terus memangil petugas wanita itu yang masih terpesona oleh wajah Excel, Cai Wenji sampai mengetuk meja resepsionis Balai Pekerjaan Umum, agar petugas wanita itu sadar, Cai Wenji menjadi bangga jika Excel yang sudah dia anggap sebagai kekasihnya menjadikan wanita terbius.


"Ah! Ma--maaf ... Siapa namamu? Apa kamu sudah punya kekasih? Apa kamu mau jadi kekasihku? Kamu jangan kuatir jika ada yang menindas mu, aku akan melindung mu, tampan!!" ujar petugas itu yang secara tidak sadar berbicara layaknya lokomotif uap kepada Excel, petugas itu sudah tidak bisa lagi berpikir rasional saat melihat pria muda yang sangat tampan, biasanya petugas wanita itu selalu bertugas secara profesional, walau harus menghadapi pria tampan dari manapun.

__ADS_1


(Revisi√)


__ADS_2