
Chapter 302 Menyiksa Wei Yan.
Aura kekuatan tingkat half void level 10 segera meletus dari tubuh sistem God Void, seluruh kamar dan istana Raja Kelelawar seketika hancur berkeping-keping, hanya menyisakan 6 orang yang tidak terpengaruh dengan aura kekuatan sistem God Void.
"Bodoh. Sistem yang kamu manipulasi tidak berguna bagi kami." He Hua geleng-geleng kepala melihat kebodohan Wei Yan.
Wei Yan menjadi gelisah dan instingnya mengatakan untuk segera lari dari mereka bertiga.
"Kalian bertiga serang mereka" perintah Wei Yan yang sudah ketakutan, dia berniat menjadikan ketiga muridnya menjadi umpan meriam untuk dia kabur lagi. Dengan kemampuan dia dengan mudah berpindah dimensi, dia yakin bisa kabur lagi disaat situasi genting.
"Percuma...!" kata Qin Yang dengan menatap ketiga murid Wei Yan.
Boom... Boom... Boom
Seketika tubuh ketiga murid Wei Yan meledak, tanpa Wei Yan ketahui kejadian. Sontak Wei Yan tercengang dan buru-buru kabur dengan kemampuan dia.
"Jangan berharap bisa kabur didepan kami..." kata Qin Zhu yang tahu niat Wei Yan.
Zlaaapp
Plak...
Sebelum Wei Yan kabur, Qin Zhu menghilang dari tempatnya, dan muncul lagi dibelakang Wei Yan dengan menepuk pundaknya. Seketika Wei Yan kaget, dia tidak mampu menggerakkan tubuhnya.
"Ah... Uh..."
"Pembalasan lebih menyakitkan, kan? Hahaha." kata He Hua dengan mendekati Wei Yan, yang tidak mampu berbicara lagi saat Qin Yang hanya menepuk pundaknya.
"Aku sudah lama menantikan hal seperti ini. Apa kamu tidak ingat bagaimana membunuh setiap jiwa Inti Kehidupan?" kata Qin Yang sambil berjalan mendekati Wei Yan.
"Sialan, Dewaaa tolong aku." batin Wei Yan berharap ada pertolongan dari pihak lain, tubuhnya menjadi kaku, bahkan dia juga tidak mampu berbicara.
Kemudian, He Hua mengeluarkan pisau tajam, lalu dia menggores kulit wajah Wei Yan. Disusul Qin Yang yang juga mengeluarkan pisau yang sangat tajam, Qin Yang memotong lengan Wei Yan.
"Ah... Uh... Ah...!"
Wei Yan sangat kesakitan disaat tubuhnya di mutilasi, dia hanya bisa berteriak teredam dan hanya bisa meneteskan air matanya.
"Hahaha, bagaimana rasanya, Wei Yan? Apa kamu tidak merasakan apa yang kami rasakan waktu itu...!" Qin Zhu tertawa melihat wajah Wei Yan yang menyedihkan.
Qin Zhu terlihat menikmati kedua saudarinya yang sedang menyiksa Wei Yan, dengan memotong tubuhnya secara berlahan.
"Mengerikan..." gumam Excel yang sedari tadi melihat perbuatan ketiga isterinya dari dalam dunia jiwanya.
"Karena itu jangan macam-macam dengan wanita, pembalasan wanita yang tersakiti lebih kejam dari apa yang pria lakukan pada kaum wanita." jawab Yuna yang sengaja mengoda suaminya.
Excel menatap Yuna sambil menelan salivanya, terlihat wajah Yuna dan semua wanitanya menjadi seram. Secara naluri, Excel mulai menjauhi para binatang buas di dekatnya.
"Ayahhhh...! Mau kemana, kita sudah lama tidak bermain-main pijatan loh, apa ayah tidak ingin kita pijati bersama." tiba-tiba Jun Yu muncul dibelakang Excel dan memeluk punggungnya. Suara Jun Yu yang lembut bukannya membuat Excel bahagia, tetapi suara itu sangat menakutkan baginya.
"A-anu... Bisa tidak aku melakukan urusan penting terlebih dahulu. Ingat kita dalam situasi genting...!" jawab Excel yang sedikit kebingungan untuk beralasan kepada Jun Yu.
"Kekasihku yang tampannya sealam semesta, tidak perlu terburu-buru. Jika saatnya tiba kita bisa menyelesaikan semuanya. Sekarang hibur kita semua, oke." Jun Poppy yang juga segera memeluk lengan kanan Excel, dari nada bicaranya membuat Excel semakin merinding dan merasa ngeri.
"Hmm... Apa yang dikatakan kakak itu benar. Sayang, ayo hibur kita, sudah berapa lama kita tidak mendapatkan jatah...?" Jun Liqin juga ikut memeluk lengan kiri ayahnya dan menjilati telinganya.
"Rubah jelek, inilah kekuatan wanita, tidak ada dialam semesta yang mampu melawan wanita jika marah... Hahaha." Thunder Bird terlihat bahagia melihat Excel terintimidasi oleh semua wanitanya. Thunder Bird terbang diatas kepala Excel dan selalu tertawa Melihat raut wajah Excel yang ketakutan.
"Makanya, jika tidak ingin merasakan pembalasan wanita, jangan pernah menyakitinya... Hahaha. Memang kita daging pahit, karena itu rasakan rasa daging pahit ini..." Lu Xinxin ikut berbicara dengan mendekati Excel hingga berdiri didepannya.
"Yuna, ini gara-gara kamu memprovokasi mereka, lihat aku akan hukum kamu dan kalian..... Aduh.... Ampun... Aaaaahhh"
"Jangan beri ampun, pijati dia sampai puas..." perintah Yuna sambil menahan tawa melihat Excel kesakitan, ketika lutut Lu Xinxin menghantam tongkatnya.
Di luar dunia jiwa, He Hua, Qin Yang dan Qin Zhu terus-menerus menyiksa Wei Yan tanpa ampun. Sambil memutilasi tubuh Wei Yan, mereka bertiga selalu tertawa bahagia dan semakin ganas manakala Wei Yan selalu mengeluarkan air matanya.
"Ini telinga kelihatan mudah mendengar hal-hal yang buruk..." kata He Hua dengan menggiris telinga Wei Yan.
"Aaahh.... Ampun...." Wei Yan akhirnya mampu berteriak kesakitan dan meminta ampun kepada mereka bertiga, dia mampu berbicara setelah Qin Zhu mengurangi tekanan yang diberikan kepada Wei Yan.
"Hahaha... Kata-katamu juga keluar dari ibuku, saat kamu siksa setelah memperkosanya..." Qin Yang tertawa sadis dengan memotong jari telunjuk tangan kanan Wei Yan.
Qin Yang masih mengingat bagaimana Wei Yan menyiksa ibunya, setelah puas menikmati tubuh ibunya. Walau tertawa, Qin Yang meneteskan air matanya saat mengingat kejadian itu.
__ADS_1
"Aaaah... Cepat bunuh aku..." teriak Wei Yan sudah tidak mampu menahan rasa sakit saat di mutilasi. Dia tidak mampu lagi berbicara ketika Qin Zhu menekan tubuhnya dengan kekuatannya.
"Ini adalah pembayaran setelah membuat aku meratapi kematian suamiku...." kata He Hua dengan menusuk bola mata Wei Yan yang sebelah kanan.
"Ah.... Uh.... Aaah."
Wei Yan tidak mampu menahan rasa sakitnya dan pingsan ketika pisau He Hua menusuk matanya. Lalu He Hua mencabut pisaunya dengan bola mata masih menempel pada ujung pisau.
"Hahaha.... Tidak sesuai dengan tindakannya pada waktu itu, baru segini sudah pingsan..." Qin Yang tertawa melihat Wei Yan yang tertawa dan wajah sangat pucat karena terlalu banyak mengeluarkan darahnya.
"Kita periksa dunia jiwanya, siapa tahu kita menemukan sesuatu yang penting. Dengan hidupnya yang sangat lama, aku perkirakan dia sangat kaya dan juga memiliki banyak hal yang baik." kata He Hua kepada kedua saudarinya.
"Hal yang baik... Hahaha."
Setelah Qin Yang menjawab, ketiga wanita Excel memeriksa dunia jiwa milik Wei Yan dan mengeluarkan isinya secara bertahap. Mereka bertiga tidak kesusahan saat mengeledah dunia jiwa Wei Yan, karena Wei Yan sedang pingsan.
Seketika wajah Qin Yang dan Qin Zhu shock saat menemukan kotak besi yang dilindungi Formasi pelindung, mereka berdua merasa aura familiar didalam kotak besi.
"Semoga saja perasaanku tidak benar...?" kata Qin Yang dengan menatap Qin Zhu.
"Aku juga merasakan aura familiar. Ayo kita buka, Formasi ini tidak sulit untuk di hancurkan..."
Pyaaaarr
Setelah Qin Zhu berbicara, dia menghancurkan Formasi yang dibuat Wei Yan dengan mudah. He Hua menghentikan pencariannya didunia jiwa Wei Yan dan ikut melihat kotak besi itu.
Ceklak...
Bhuuuzzzhh
"Astaga...."
"Ibuuuuu...."
Sontak kedua wanita itu terkejut saat melihat bola Inti Kehidupan adalah ibu mereka.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
"Anakkuuu... Kalian masih hidup... Hikss..." seketika Inti Kehidupan itu mengetahui kedua putrinya yang masih hidup, dia terharu dengan menangis tersedu-sedu.
Suasana menjadi haru melihat keluarga saling bertemu. Excel hanya tersenyum melihat kedua isterinya masih menemukan orang tuannya.
"Nenek..." Jun Yang dan Jun Zhu juga ikut memeluk neneknya.
Yuna ikut terharu, terlihat air mata mulai mengumpul di matanya, Excel segera memeluk Yuna dan membelai rambutnya.
"Qin Yang, Qin Zhu, bagaimana kalian bisa melewati kehidupan keras selama ini ?" tanya ibu Qin Yang setelah puas melepaskan kerinduan, dia melihat dua wanita cantik yang memanggilnya sebutan nenek.
"Apa mereka kedua putrimu?" sebelum Qin Yang menjawab, ibunya bertanya lagi.
"Ibu, kita bisa hidup lagi berkat suami kita, dan mereka berdua memang putri-putri kita, dia adalah suami kita...." Qin Yang segera berbicara dan memperkenalkan kedua putrinya kepada ibunya, ibu Qin Yang melihat wajah tampan Excel yang tersenyum kepadanya.
Qin Zhu juga berbicara banyak kepada ibunya, sampai Wei Yan tersadar dari pingsannya. Dengan segera Jun Liqin membuat Wei Yan pingsan lagi dengan pemukul keningnya.
"Menantu, terima kasih sudah menjaga kedua putriku dan juga memberikan cucu yang sangat cantik dan hebat." kata ibu Qin Yang kepada Excel.
"Ibu, tidak perlu sopan seperti ini. Sudah sewajarnya aku selalu merawat mereka." jawab Excel dengan penuh kasih sayang.
"Suami, apa kamu tidak bisa membuatkan tubuh baru kepada ibu kita?" tiba-tiba He Hua bertanya kepada Excel.
"Hehehe, itu hal mudah. Ayo kita kembali kedunia jiwa. Pihak Nine Heaven Palace sedang menuju kemari karena merasakan kekuatan sistem milik Wei Yan." Excel tersenyum dan menjawab pertanyaan He Hua.
Seketika semua orang menghilang, dan Wei Yan juga dibawa oleh Jun Liqin yang ingin ikut menyiksanya.
Tidak berselang lama, Ma Cho datang lagi ketempat istana Raja Kelelawar, dia terkejut melihat kondisi yang kini menjadi hancur berkeping-keping.
"Apa yang barusan terjadi, padahal kita tadi disini tidak menemukan apa-apa?" tanya Ma Cho kepada teman-temannya.
"Aku tidak tahu..."
"Lihat masih ada darah segar..."
__ADS_1
Melihat rekannya menujuk tempat Wei Yan yang tadi disiksa ketiga wanita, buru-buru mereka mendekati tempat itu.
"Ini baru saja terjadi. Kalian periksa tempat ini sekali lagi..." perintah Ma Cho kepada teman-temannya. Segera mereka berlima menyebar dan mencari orang yang terluka parah.
"Lengan ini...! Aku sepertinya pernah melihat tanda ini...! Tapi dimana?" kata Ma Cho yang melihat lengan kiri Wei Yan yang tergeletak di tanah
"Iya, aku juga pernah melihatnya, tetapi aku masih belum mengingatnya dengan jelas...." Liu Guan juga merasa pernah melihat tanda di lengan Wei Yan, tetapi dia juga belum mengingatnya.
"Sudahlah, kita simpan lengan ini, siapa tahu Ketua Qin atau Sun Yao mengenalinya." kata Ma Cho yang tidak ingin memikirkan sesuatu yang masih tidak bisa dia ingat.
Di dalam dunia jiwa, Wei Yan masih tergeletak pingsan di tanah. Semua wanita Excel mengelilinginya dan sengaja menunggu Wei Yan siuman.
"Aaah... Sakittt...." gumam Wei Yan yang mulai siuman, disaat dia terbangun, dia merasakan seluruh tubuhnya kesakitan dan perih karena bekas luka.
Lalu Wei Yan memeriksa sekelilingnya dan terkejut melihat banyak wanita cantik dengan tatapan niat membunuh, seketika Wei Yan mengingat lagi, jika dirinya sedang disiksa.
"Ampun..."
Wei Yan buru-buru bangkit dan langsung bersujud dihadapan semua wanita. Wei Yan berharap masih mendapatkan kesempatan untuk bertahan hidup dengan meminta ampun kepada semua wanita yang menatap penuh kebencian.
"Hahaha... Lagi-lagi kata itu keluar dari mulut busukmu. Dulu disaat keluarga besarku meminta ampun, apa yang kamu lakukan, hei Wei Yan?" Qin Yang tertawa saat melihat Wei Yan bersujud dan meminta ampun.
"Aku sudah katakan saat itu, saat kamu tiba di Alam Semesta Aurora, kamu akan menerima kematian yang menyedihkan, dan inilah hasil upahmu selama hidup kamu yang telah membunuh banyak jiwa yang tidak berdosa, bahkan bayi pun kamu bunuh." kali ini ibu Qin Yang yang berbicara.
Semua wanita menatap Wei Yan yang wajahnya menempel ditanah dengan niat membunuh, tubuh Wei Yan semakin gemetaran, dengan tekanan yang sangat kuat dari semua wanita yang mengepungnya.
"Ampun... Ampun Ratu Inti Kehidupan, aku akan berikan semua hartaku untuk mendapatkan kesempatan hidup."
"Bodoh...."
Bang.... Aaaaahhh
Jun Zhu tidak bisa menahan dirinya dan langsung menendang kepala Wei Yan.
Bang....
Bang...
Tubuh Wei Yan menjadi seperti bola, saat semua wanita menendang dengan brutal. Tidak ada kata ampun lagi bagi orang yang sangat kejam, setiap wanita melampiaskan kemarahan mereka.
Bang... Aaaahh
Excel hanya geleng-geleng kepalanya melihat nasib Wei Yan yang mengenaskan, dia benar-benar disiksa sedemikian rupa sehingga Wei Yan tidak seperti orang lagi.
Hanya Yuna, Yuke, Lu Xinxin, Lu Xianglun, Cang Juan, Cang Lien dan 10 pengawal Ratu Siluman Musang yang diam saja, mereka hanya melihat nasib tragis Wei Yan yang mengerikan.
"Apa yang dilakukan dia sudah berlebihan, melihat saudari kita menjadi marah sedemikian dalam...?" tanya Lu Xinxin yang tidak mampu melihat penyiksaan yang dialami Wei Yan.
"Adik, dia sudah melewati batas toleransi kemanusiaan. Dimasa hidupnya dulu, dia telah melakukan banyak kejahatan.
Ras Inti Kehidupan adalah salah satu korban kebiadaban yang Wei Yan lakukan. Ibu Qin Yang adalah saksi hidup yang mengalami betapa biadap yang Wei Yan lakukan." Yuke dengan lembut berbicara kepada Lu Xinxin dengan memeluk tubuhnya.
"Memang layak, walaupun dia hidup sampai 1.000 kali, dia masih pantas mendapatkan Kematian yang mengerikan." kata Lu Xianglun saat Yuke selesai menceritakan segala kejahatan Wei Yan, termasuk Excel yang menjadi korbannya saat menjadi Kaisar Api Ashura.
"Aku akn ikut menyiksanya, dia juga pernah membunuh suami kita..." Lu Xinxin tadinya ngeri melihat brutalnya saudari-saudarinya menyiksa Wei Yan, menjadi marah karena Wei Yan telah membunuh Excel ratusan juta tahun yang lalu.
"Bang.... Aaah..."
"Mati kamu Bajingannnn..."
Lu Xinxin menjadi brutal dengan lebih kejam saat menyiksa Wei Yan, dia menendang tongkat naga milik Wei Yan dengan sangat keras.
Excel yang melihatnya, seketika merapatkan kedua kakinya, dia juga merasa ngilu saat Wei Yan berteriak kesakitan. Excel juga sering mendapatkan hukuman dari semua wanitanya ketika marah, dan tongkatnya selalu menjadi sasarannya.
Excel yang tidak ingin terus melihat kejamnya semua isterinya, segera pergi menuju tempat favoritnya dan diikuti oleh Yuna dan Yuke yang selalu tersenyum melihat raut wajah suaminya.
"Suami, kenapa kamu tidak ikut membalas dendam seperti mereka?" tanya Yuna sambil duduk disebelah kanan Excel.
"Itu sudah masa lalu, aku juga sudah melupakannya." jawab Excel dengan memeluk Yuna.
"Kenapa kamu bisa dengan mudahnya melupakan perbuatan Wei Yan? Padahal dia waktu itu menjebakmu dan juga telah menyiksamu sedemikian rupa." Yuke yang bersandar di bahu kiri Excel ikut penasaran dengan sikap suaminya yang telah berubah.
"Masa lalu adalah pembelajaran, saat ini adalah menerapkan pengalaman yang sudah dialami. Aku sudah memilik kalian yang merupakan kebahagiaan ku yang lebih baik dari masa lalu. Lalu, buat apa aku harus terhanyut dengan masa lalu...! Itu tidak akan menguntungkan bagiku." jawab Excel kepada isterinya, Yuke.
__ADS_1
Yuna dan Yuke yang mendengarkan jawaban suaminya, terlihat terharu dan meneteskan air mata bahagia.
"Kalian adalah harta yang paling berharga. Dengan nyawa ini, aku akan selalu melindungi keluarga ku." Excel tersenyum dan berbicara kepada kedua isterinya dengan memeluk mereka berdua.