Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 53 Shock


__ADS_3

Chapter 53 *Lagi-lagi Kejutan*


Setelah membantai semua bandit dan juga pemimpinnya yang mati karena serangan jantung, Excel segera berburu harta di goa markas bandit.


Terlihat tumpukan emas, perak, senjata dan pil yang menggunung, sudah wajar jika harta bandit melimpah, apalagi pedang darah sudah berkuasa puluhan tahun tanpa ada yang berani mengusik mereka.


Seandainya kota terdekat bisa menjangkau markas pedang darah tidak mungkin pedang darah masih ada dibenua Selatan yang notabene milik Kekaisaran Li, ayah mertua si cabul.


"He-he-he banyak juga harta bandit itu hampir sama dengan harta yang aku ambil dari Sekte tulang belulang itu" ucapan Excel yang terdengar semua isterinya yang berada didunia jiwa, yang dari awal selalu melihat tontonan menarik dengan camilan yang sudah disediakan.


"Suami itu bukan Sekte tulang belulang, tapi sekti bukti tulang..." jawab Hu Ru Ming pada suaminya yang konyol ingin rasanya memukulinya.


"Ha-ha-ha"


Setelah membersihkan goa dengan lembut, Excel melangkah menuju kapal angkasanya, dia melihat wajah mereka yang sudah cerah dan terlihat sudah tidak takut lagi padanya.


"Apa kalian tidak takut padaku?" tanya Excel pada mereka semua termasuk anak-anak, mereka tidak bersuara dan hanya menggelengkan kepala jika mereka tidak takut.


"Apa kalian masih memiliki keluarga" tanya Excel yang ingin mengetahui informasi dari mereka semua, terlihat anak kecil maju kedepan, dengan pakaiannya yang sobek-sobek, lusuh dan wajah kotor.


Melihat semua orang dan anak kecil didepannya membuat Excel merasakan sakit hati, entah kenapa dia menjadi sensitif sejak didunia ini.


"Paman, aku memilik ayah dan ibu didesa" jawab anak kecil itu dengan menundukkan kepalanya sedikit takut.


"Paman, ajak gadis itu biar dia menjadi adikku" teriak Qiaofeng yang matanya berkaca-kaca saat melihat kondisi anak kecil yang seumuran dengan dia, sejak menjadi murid Excel, Qiaofeng sudah melupakan kesedihannya saat berada didesa chang, karena itu dia merasakan perasaan yang dia alami dulu.


"Iya, Guru akan ajak mereka semua yang mau ikut kekota Phoniex" jawaban Excel membuat Qiaofeng senang dan menghapus air mata yang akan jatuh, dan Qiaofeng sudah dipeluk Niu Qinglin.


"Apakah kalian satu desa?"


"Iya, Tuan. Kami satu desa." jawab seorang pria muda yang berumur 30 tahun paling tua diantara mereka, pria itu juga ditangkap saat melawan bandit didesa, karena kalah jumlah dan ancaman pria itu hanya bisa menyerah bersama yang lain, yang kini sudah Excel selamatkan semua.


"Baiklah kita menuju desamu, dan jika kalian mau menetap di kota Phoniex, Akau berjanji akan melindungi kalian dan keluarga kalian. Aku akan latih kalian menjadi kuat. Apa kalian mau?" tanya Excel pada mereka semua, mendengar jika Excel akan melindungi dan melatih mereka semua sangat gembira.


"Ayo, tunjuk arahnya" kemudian mereka langsung menuju desa mereka sesuai petunjuk dari pria itu.


Jumlah mereka mencapai 700 orang termasuk mereka yang dibawa bandit, Excel melihat jika desa ini sangat miskin dan jauh dari jangkaun kota terdekat, karena itu bandit sering datang merampas harta benda mereka.


"Kepala desa perkenalkan saya Excel, saya ingin mengajak kalian menetap di kotaku, apa kalian mau"


"Kami dengan senang hati mengikut anda, Tuan Muda"


Mereka semua akhirnya bersedia mengikuti Excel, karena selama ini selalu dalam kesusahan dan hampir saja penduduk desa kelaparan, jika tidak di ganggu bandit pasti di ganggu binatang buas. Karena itu mereka sangat senang mengikuti Excel yang mampu melindungi mereka.


"Oke, segera kalian naik kekapal dan jangan membawa barang yang tidak perlu, aku akan menyediakan semua untuk kalian"


"Baik, Tuan muda. Terima kasih banyak"


Kemudian mereka menuju ke desa Jiang, sudah 2 jam lebih Excel meninggalkan Ai Hua di desanya, karena itu dengan kecepatan tinggi, Excel segera tiba didesa Jiang.


"Tuan muda" sapa Ai Hua saat tahu Excel telah tiba dengan kapalnya dan juga sudah banyak orang diatas kapal itu, dengan wajah merah dan malu karena dicium Excel, Ai Hua mendekati Excel.


"Kami sudah siap, Tuan muda"


"Bagus, ada berapa orang yang ada" tanya Excel pada Ai Hua dengan melihat tubuh berisinya, melihat wajah tampan menatapnya Ai Hua semakin malu yang membuatnya menjadi salah tingkah.

__ADS_1


"A-ada 650 orang, sudah termasuk orang tua dan anak-anak, Tuan muda" jawab Ai Hua yang sedikit goyah imannya dan ingin rasanya melahap Excel.


"Oke, ayo semuanya kita berangkat. Disini apa ada lagi desa yang jauh dari jangkauan kota seperti desa kalian.?" tanya Excel pada Ai Hua karena sekalian Excel berada di benua Selatan.


"Banyak Tuan muda. Ada sekitar tiga ratusan desa yang tidak terjangkau kota terdekat, tiap desa memiliki penduduk antara 500 orang hingga 1500 orang terbanyak. Dan rata-rata mereka semua juga sama seperti kita kondisinya, Tuan Muda" jawaban Ai Hua membuat Excel terkejut, karena begitu banyak desa yang sangat memprihatinkan dan Excel tidak akan membiarkan ini semua terjadi pada mereka.


"Haaheem, baiklah. Kalian tunggu dikapal, Ai Hua ikuti aku" pinta Excel untuk semua orang setelah mengelah nafas, kemudian semua orang masuk kekapal dan Ai Hua mengikuti Excel kekamar.


Mengetahui jika dia ajak kekamar seketika wajah Ai Hua menjadi malu dan jantungnya berdetak kencang, banyak pikiran-pikiran melintas liar.


"Kamu tutup pintu dan duduk disebelahku ada yang ingin aku bicarakan" pinta Excel padanya, dengan menutup pintu Ai Hua mendekati Excel dengan gugup dan duduk disebelahnya, aroma wangi tercium di hidungnya yang membuat perasaan aneh tiba-tiba datang tidak terkendali.


"Apa kamu pernah mendengar tentang segel keluarga besarku Ai Hua" suara Excel yang begitu lembut membuat Ai Hua menjadi semakin birahi, jus cintanya sudah mulai membasahi goa silumannya, jantung sudah tidak lagi bisa dia kendalikan, walau pekerjaan mengajari cara mengontrol emosi.


"A-aku men-mengetahui, tu-tuan muda." jawaban Ai Hua yang tergagap-gagap, dia tidak tahu harus berkata apalagi, karena jantungnya membuatnya dia salah tingkah dan goa nya tidak henti-hentinya berair, kaki kanan dan kiri selalu dia rapatkan agar tidak menetes.


"Kamu kenapa, santai saja. Jika kamu sudah tahu, apa mau kamu menerima segel ku?" pertanyaan Excel seketika membekukan tulang, pikirannya kosong dan hanya dianggukan kepala saja karena tubuhnya tidak mampu merespon dengan baik.


"Apa yang kamu pilih?"


Dengan mengangkat tangannya dan mengangkat jari telunjuknya, tanda jika yang dipilih segel pertama, entah kenapa tubuhnya hanya merespon dan menuruti setiap perkataan Excel.


"Baiklah jika itu yang kamu pilih, sekali lagi aku katakan, sekali menerima segelku kamu tidak bisa menghianatiku bahkan jika kamu ingin. Apa kamu mengerti?" Tanya Excel yang ingin tahu isi hatinya, dengan hanya dianggukan kepala saja oleh Ai Hua.


"Apa kamu sudah siap?"


"I-iya siap Tuan muda" masih dengan kebingungannya segera Excel memeluk Ai Hua yang berada disampingnya kemudian mendekati bibir merah muda Ai Hua, tanpa penolakannya segera melawan ular kecil Excel yang masuk dimulutnya, Ai Hua dengan nalurinya melingkar tangannya dileher Excel.


Dengan sifat alami mereka berdua disaat hati sudah menyatu, membuat tangan dan suara kenikmatan tanpa terkendali, Excel segera membuat formasi kedap suara dengan lambaian Qi-nya.


"Apa bisa itu....?"


"Tenang saja, itu bisa asal kamu jangan kuatir, oke" dengan hanya dianggukan kepala Ai Hua, segera Excel memasuki goa silumannua secara berlahan, ini adalah pertama kali untuk Ai Hua, karena itu Excel tidak terburu-buru.


"Aku menyerah sayang" pinta Ai Hua yang sudah menyerah saat mereka baru bertarung selama 40 menit.


"Masa baru segitu sudah menyerah...hehehe" ucap Excel yang mengejek.


"Kamu terlalu kuat dan itumu tidak normal besarnya, suami" jawab Ai Hua yang ngeri melihat ruang dalam goa terisi penuh dan air meluber keluar goa silumannya.


Kemudian Excel memberikan segel pertama pada Ai Hua dan mengirimnya didunia jiwa dikamar kosong.


Terlihat jika Ai Hua sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk bergerak lagi.


"Yuke, belikan aku kapal angkasa tingkat Semesta 598 unit seperti milik kota Phoniex dan kirim di hanggar kapal penghancur. Dan aku minta maaf karena melupakan janji ku, mulai hari ini kamu bisa ambil 10.000 point tukar setiap hari." pinta Excel kepada Yuke.


[Terima kasih, Tuan Felix.]


[Ding! Membeli 598 unit kapal angkasa tingkat Semesta. Pembelian sukses. Kapal pesanan sudah terparkir di hanggar. Ding! Selesai]


"Semua wanitaku. ayo, kita lakukan misi penyelamatan penduduk yang tidak terjangkau dibenua Selatan. Apa kalian bisa?" suara Excel mengema di dunia jiwa yang tadinya komunikasi dengan Excel sempat terputus, sebab Excel sedang menghukum Ai Hua dan juga masih ada Qiaofeng, karena itu Excel sengaja menutup dunia jiwa agar tidak bisa melihat dunia luar.


"Kami siap suami"


"Aku juga siap Paman"

__ADS_1


"Aku juga siap"


"Baiklah kalian persiapan diri" balas Excel kepada semua wanitanya.


Kemudian Excel membersihkan diri dan setelah selesai keluar dari kamarnya. Disaat semua penduduk yang berada dek kapal saling berbicara dan berkenalan mereka semua melihat Excel keluar seorang diri dari dalam kapal, berjalan dengan santai dan mendekati mereka.


"Tuan muda' serentak semua orang memberi salam kepada Excel.


"Kalian tunggu disini, ada yang perlu aku lakukan" tanpa mereka menjawab Excel telah melangkah turun dari kapal angkasanya.


"Wanitaku, ayo keluar" dengan lambaian tangan kanan segera Excel membuat gerbang teleportasi dunia jiwa, kemudian keluar 1265 wanita yang kecantikannya semua mampu meruntuhkan langit dan 1 gadis kecil energik yang kecantikannya juga tidak kalah dengan mereka, mereka semua berjalan dengan anggun dan memancarkan pesona yang membuat semua mata memandang tanpa berkedip.


Penduduk yang melihatnya hanya mampu membuka mulut lebar dan menelan salivanya, bahkan wanita muda yang bersama penduduk baru iri dan ingin memiliki kecantikan seperti mereka.


"Perkenalkan mereka semua adalah isteriku dan gadis kecil ini adalah muridku." ucapan Excel yang memperkenalkan wanitanya kepada penduduk baru.


"Salam, Nona Muda" sapa penduduk baru untuk semua isteri Excel, yang hanya dianggukan mereka, dan Qiaofeng merasa bangga dengan melipat tangannya di dada sambil memegang panah kesayangannya.


Kemudian Excel berpura-pura mengangkat tangannya dan mengeluarkannya sebuah lubang hitam besar dihadapan mereka semua, didalam lubang keluar sebuah logam berwarna keperakan berbentuk Baji atau seperti kapal yang memiliki sayap pendek di kanan dan kirinya, ditengahnya terlihat seperti menara yang menjulang tinggi keatas.


Di lambung kapal terlihat banyak meriam yang berjumlah 5000 unit, diatas kapal terlihat meriam yang bermoncong enam dengan jumlah 5 unit, di lambung kapal juga ada beberapa pintu besar, tiap sayapnya juga terdapat ratusan meriam yang lebih kecil, di ujung depan kapal terlihat senjata yang bermoncong 2.


Dibelakangnya terlihat 3 lubang berbentuk gorong-gorong yang sangat besar, dibelakang menara terlihat 3 moncong bersusun tiap susun memiliki 2 cerobong, di dek depan yang luas mampu menampung 10 kapal angkasa berukuran 500 meter.


Semua mata memandang tanpa berkedip melihat kapal berbentuk aneh tapi sangat kuat dan megah, dengan ukuran Panjang 70.000 meter, Lebar 35.000 meter, Tinggi 17.500 meter.


Tidak ada seorang pun yang berkomentar, mereka mengagumi benda aneh ini yang mirip sebuah kapal angkasa tetapi memiliki ukuran super besar.


"Ini adalah armada perang utamaku, mampu meledakan benua ini hanya dengan satu tembakan tanpa sisa." semua orang yang tadinya kagum sampai tidak bisa berkata-kata lagi, kini semakin kencang detak jantung mereka semua saat Excel memperkenalkan armada perang super mengerikan didepan mereka.


Deg deg deg


"Satu tembakan mampu meledakan benua ini tanpa sisa, jika itu aku ditembak apa yang tersisa?" batin mereka semua setelah mendengar Excel berbicara.


"Paman, biarkan aku yang meledak musuh-musuh Paman, dan biar aku yang pemimpin kapal raksasa ini" ucapan Qiaofeng yang akhir membuat mereka kembali ke akal sehatnya lagi.


"Nanti jika kamu sudah dewasa, oke" jawab Excel yang sangat menyayangi muridnya.


"Ha-ha-ha, Paman aku mencintaimu, aku akan jadi pemimpin, aku akan jadi pemimpin... Horeeee aku jadi pemimpin kapal Monster ini" teriakan Qiaofeng yang senang sekali dengan melompat-lompat kegirangan.


"Ha-ha-ha" semua ketawa melihat tingkah gadis kecil kegirangan.


"Suamiku kamu selalu mengejutkan kami lagi dan lagi" kata Zhou Mei yang semakin mencintai Excel, yang tidak ada habis-habisnya meledakan hatinya menjadi kasih sayang yang tak terukur, demikian juga dengan semua wanita Excel yang semakin mencintai Excel.


"Jangan lagi kamu kejutkan kami, bisa-bisa kita mati seperti bandit itu...ha-ha-ha"


"Aku tidak ingin seperti bandit itu..."


"Sayangku, aku Sekarang akan melakukan apapun untukmu, bahkan jika aku harus menyerahkan nyawaku"


"Sayang, apa hanya ini saja yang kamu punya, dengan sikap misterius-mu aku yakin kamu memiliki lebih dari ini atau bahkan tidak hanya 1 tapi lebih" kata Ling Xuan yang tahu keajaiban Excel yang tidak ada habis-habisnya.


"He-he-he. Iya, aku masih memiliki tapi Ra-ha-sia" jawab Excel dengan tertawa kecil sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, dengan sikap misterius yang semakin penasaran semua wanitanya.


Salah satu ciri wanita, jika mengetahui seorang pria yang penuh dengan misteri, maka akan semakin dia kejar sampai menemukan apa misteri itu. Dan Ciri utama wanita adalah Maniak Shoping.

__ADS_1


__ADS_2