Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 105 Mini Starship


__ADS_3

Chapter 105 Mini Starship.


"Raja Hu Bai dan Raja Gaibian kalian juga ikut keluar bersama Putri-putriku"


Mendengarkan protes dari Putri-putrinya, Excel berbicara pada kedua raja yang berada didalam dunia jiwa, mereka juga dari tadi melihat aksi dari pasukan Phoniex yang ganas saat melawan pasukan iblis dan binatang buas.


Kemudian Excel turun dari langit dan membuka gerbang dimensinya didepan hadapan Raja Huang dan pasukan kerajaan Phoniex yang masih shock.


"Ibu, jangan dijinakkan sendiri"


"Aku juga bisa ibu"


"Ibu, jangan serakah"


Setelah semua Putri-putrinya keluar mereka langsung bergegas mendekati para binatang bersayap tanpa rasa takut dan langsung menungganginya, kemudian tangan kecil mereka menepuk kepala binatang dan mengikat kontrak jiwa kepada binatang itu.


"Hahaha...istriku kalian kalah dengan Putri-putriku"


"Kamu curang suami, aku hanya kamu ajarkan segel biasa, tapi kamu mengajarkan anakmu kontrak jiwa"


"Huuff, tidak adil"


"Lihat, tidak akan ada jatah malam ini"


"Tanganku rasanya ingin memijat saja..."


"Aiyoo, kalian nanti akan ajarkan, asal...hehehe"


"Mesum"


Semua isterinya pada protes kepada Excel yang merasa tidak adil kepada mereka, dan segala ancaman keluar dari mulut istrinya, sayang sekali keinginan Excel hanya ditanggapi dengan kata yang menyakitkan.


"Masukkan semua binatang kedalam..."


Merasa harga dirinya akan runtuh, Excel mengalihkan pembicaraan kepada Putri-putrinya dan pasukan Phoniex untuk memasukan semua binatang yang sudah dijinakkan didunia jiwa, dan gerbang dimensi dunia jiwanya sengaja tidak segera ditutup.


"Baik, Yayah"


"Oke"


Segera Excel menarik kekuatan auranya dan semua binatang yang dijinakkan mengikuti Tuan barunya memasuki gerbang dimensi.


Kini tinggal beberapa istrinya yang masih mendampingi Excel dan juga kedua raja yang Keluar dari dunia dimensi. Raja Huang dan Raja Gaibian juga bengong melihat aksi gadis cilik yang gesit dan lincah menjinakkan semua binatang dengan mudah.


"Bagaimana keadaan kalian Raja Huang?"


Ucapan Excel segera mengembalikan keterkejutannya mereka semua yang sedari tadi diam seperti kehilangan kata-kata dari mulut mereka.


"Ma-maaf, Tuan muda. Aku tidak tahu harus berkata apa dengan aksi semua istri anda dan juga semua Putri Tuan muda. Terima kasih sudah membantu kami."


"Hahaha, itu hal biasa saja Raja Huang. kenalkan saya Excel, dan semua wanita dan gadis kecil adalah benar istri dan Putriku."


Semua wanita ras Phoniex yang melihat wajah Excel yang ketampanannya melebihi pria ras Phoniex menjadi berdebar-debar didadanya, semua isteri Excel yang juga melihat tatapan semua gadis Phoniex segera menempelkan tubuhnya, Qiaofeng dan Poppy langsung mengandeng lengan kanan kiri suaminya.


"Lihat wajah semua wanita ras Phoniex...!!"


"Huuf, sangat menjengkelkan"


"Mana? Katanya pria ras Phoniex tampan-tampan, tapi masih kalah jauh dengan suami kita"


"Iya, lihat perbandingan sangat jauh"


"Begitu saja mereka sudah sombong dan merasa paling baik...hahaha"


"Cocok jika dibandingkan dengan Kaisar Ginseng... "


"Hahaha"


Semua pasukan Excel berbicara dengan telepati kepada semua saudari-saudarinya dan bergosip prihal sifat angkuh ras Phoniex.


"Tuan muda, kita berbicara didalam istana saja, tempat ini terlalu berantakan setelah serangan binatang buas dan iblis,"


"Mari"


Setelah ajakan dari Raja Huang, Excel dan 30 istrinya mengikutinya beserta dua raja dari ras macan putih dan Ras Rubah yang tidak dianggap oleh raja Huang sedari tadi.


"Senior, kalian jangan ambil hati sikap raja Huang, hal ini sudah aku antisipasi dari awal karena itu aku sengaja meminta kalian keluar agar aku lebih mengenal sosok raja Huang."


"Tidak masalah, Tuan Muda, kami sudah biasa diperlakukan seperti ini oleh raja Huang"


"Iya, Tuan muda. Kita sering menerima sikap sombongnya, walaupun raja Huang begitu masih ada kebaikan dihatinya"


Excel dan kedua raja itu berbicara dengan telepati dan tidak diketahui semua orang, saat mereka semua berjalan dibelakang raja Huang menuju istana kerajaan Phoniex.


Disaat Excel dan 30 isterinya berjalan, banyak mata dan bisikan dari ras Phoniex yang membicarakan mereka tanpa henti dari awal masuk hingga mendekati istana kerajaan Phoniex.


"Tampannya"


"Kak, apa kamu mau jadi salah satu istrinya"


"Tidak, terlalu banyak wanita apa dia mampu mengurusnya"


"Semua wanitanya sangat cantik-cantik"


"Bagaimana pria itu mendapatkan semua kecantikan ini?"


"Mungkin menggunakan hartanya untuk mengikat wanita"


Excel dan istrinya sebenarnya mendengarkan ocehan mereka, tapi tidak memperdulikan karena mereka memang tidak mengenali siapa Excel sebenarnya.


"Huuf, jika bukan karena suamiku sudah aku pukul kepala mereka"


"Benar, aku juga geregetan melihat kesombongan mereka"


"Apa mereka sudah lupa jika kita baru menyelamatkan kerajaannya?"


"Hah, sudahlah jangan hiraukan mereka"

__ADS_1


"Iya, terlalu melelahkan semua indera ku"


"Hahaha"


Excel juga mendengarkan semua isterinya yang bergosip tentang ras Phoniex, tapi memilih untuk diam saja dan tetap berjalan menuju istana.


"Maaf Tuan muda, saya merasa tidak mengenali wajah anda dibenua peri, apa anda bukan dari benua ini?"


"Hehehe... Raja Huang, benar. Aku dari benua bawah dan secara tidak sengaja masuk benua ini"


"Ooh, pantas saja aku tidak mengenali wajah tuan muda. Lalu apa hubungannya anda dengan Raja Gaibian dan juga Raja Hu Bai hingga berkumpul bersama?"


Raja Huang bertanya kepada Excel seakan-akan dia dianggap seperti seorang yang akan membuat masalah, hingga nada bicaranya dan wajahnya menunjukan sikap menyelidiki.


"Raja Hu Bai dan Raja Gaibian, lebih baik kalian sendiri yang bercerita kepada Raja Huang"


Kemudian raja Hu Bai dan Raja Gaibian bercerita secara bergantian didalam istana kerajaan Phoniex, Excel berserta semua isterinya menjadi kesal dengan sikap Raja Huang dan kelompoknya yang memandang mereka rendah.


Excel kemudian mengeluarkan minuman bersoda dan membagikan kepada semua isterinya dan kepada kedua seniornya, Hu Bai dan Gaibian.


"Tidak sopan, minum-minum didepan raja Phoniex"


"Siapa dia sudah merasa sombong"


"Tidak tahu diri dimana mereka sekarang berada"


Bisikan tiap Ras Phoniex didengar oleh semua isteri Excel dan membuat mereka menjadi geram dan ingin memukuli semua ras Phoniex yang sombong.


"Suami, tahu begini kita tidak usah membantu mereka"


"Aku terlalu malas berada disini"


Qiaofeng dan Poppy bicara sedikit keras walau mereka berdua juga pura-pura berbisik hingga didengar seluruh ruang didalam istana saat Raja Gaibian bicara.


Mengetahui jika ras Phoniex membuat Excel dan istrinya mulai marah, Raja Huang segera angkat bicara agar situasi tidak menjadi permusuhan.


"Hahaha, maaf tuan muda dan nona muda. Kami tidak terbiasa didatangi orang luar, jadi mohon maklum sikap anggota saya."


"Hehehe, tidak masalah. Kalian lanjutkan lagi bicaranya"


Setelah raja Hu Bai dan Raja Gaibian selesai berbicara, raja Huang mencoba meyakinkan kedua temannya untuk berhati-hati dengan orang baru dikenal.


"Raja Hu Bai dan Raja Gaibian, apa kalian sudah benar-benar berpikir dengan baik bergabung dengan Tuan Muda Excel, kita tidak tahu apa yang diinginkan mereka?"


Mendengarkan Raja Phoniex berbicara secara terang-terangan dengan nada mencurigai tujuan Excel, membuat semua aura kekuatan pasukan Phoniex keluar secara tidak sadar hingga membuat semua orang di istana menjadi tertekan.


Raja Gaibian, Raja Hu Bai, Raja Huang dan semua orang yang memiliki basis Kultivasi diatas tingkat Dewa kuning masih mampu menahannya.


Raja Huang dan para bawahannya yang merasakan aura dari semua wanita itu, segera membalasnya dengan mengeluarkan auranya.


Raja Huang yang tingkat Kultivasinya pada tingkat Dewa merah segera memblokir dua aura yang saling berbenturan, sayang sekali Excel yang tidak ingin isteri terluka segera mengeluarkan kekuatannya yang ditekan hingga tingkat Jendral Perak.


Booommm


"Aku bisa saja menguasai benua peri ini dengan mudah, cukup memberikan kalian rasa takut dan putus asa sudah membuat kalian menyerahkan diri kepadaku...


Wuuuuussshh


Tanpa menunggu Raja Huang menjawab perkataannya, Excel dan semua anggotanya sudah menghilang dari depan mata mereka tanpa bisa mereka tahan.


"Bajingan tidak sopan langsung pergi saja"


"Kenapa Raja Hu Bai dan Raja Gaibian bisa menjadi patuh kepada bocah itu?"


"Tanpa mereka membantu kita, kita masih bisa melawan iblis dan binatang itu...huuff sombong sekali mereka"


"Sudah cukup, lebih baik kita fokuskan tindakan kita untuk serangan ras iblis dan binatang buas, dan kita kalian ini pasti sudah siap melawan mereka. Perbaiki gerbang pertama yang sudah rusak.


Jendral pertama beri kabar kepada Ras Dewa Dewi, Ras Peri dan Ras Naga tentang masalah serangan iblis dan binatang buas...."


Raja Huang segera mengatur bawahannya untuk bertindak dengan segera, dia yakin serangan dari iblis dan binatang buas tidak akan berhenti dengan kekalahan mereka.


Sedari tadi Excel dan semua orang yang berada didunia jiwa melihat dan mendengarkan pembicaraan mereka semua, Raja Huang dan Ras Phoniex tidak tahu jika sedang diperhatikan.


"Sekarang kalian tahu sendiri sikap mereka, itu kenapa aku sengaja tidak buru-buru membantu mereka"


Kata Excel kepada semua orang yang berada didunia jiwanya.


"Huuff, tahu gitu kita biarkan saja menjadi mangsa"


"Lain kali biarkan mereka putus asa dulu baru kita bertindak"


"Kamu benar"


"Tuan, sudah sejak dulu Ras Phoniex selalu begitu"


Tiba-tiba Angsa Surgawi yang selalu diam dibalik baju Excel ikut bicara setelah semua wanita yang geram dengan ras Phoniex.


"Hahaha, Mei Yin aku kira kamu selalu tertidur, kenapa kamu tidak mau keluar?"


"Lebih nyaman didalam baju, Tuan"


Mendengar obrolan suaminya dan Angsa Surgawi yang masih kecil membuat semua wanita menjadi cemberut karena bisa selalu dekat dengan suaminya.


"Mei Yin, lihat dulu dunia jiwa ku, kamu pasti betah tinggal disini, lihat merpati-merpati itu yang dengan gembira berkeliaran"


Mendengar tuannya berbicara segera angsa Surgawi menjulurkan kepalanya dan melihat disekelilingnya, merasakan energi semesta yang luar biasa membuat angsa Surgawi sangat senang dan langsung terbang dengan gembira.


"Suami, aku hampir lupa kamu masih memiliki angsa Surgawi"


{Komandan, ada pergerakan lagi dari ras iblis dan binatang buas, kali ini skalanya lebih besar}


Veno tiba-tiba memberikan kabar disaat semua wanitanya akan protes kepadanya dan didengar semua orang.


"Ayah, aku ikut"


"Aku juga"

__ADS_1


"Yayah, aku ingin meledakan binatang lagi, kemarin aku hanya dapat 1..."


Excel yang mendengar Putri-putrinya bicara menjadi bingung dengan suara yang banyak memasuki telinganya, dengan segera berbicara dengan Yuke.


"Yuke, apa ada kapal perang mini yang bisa dipakai untuk Putri-putriku dengan aman, bahkan tidak bisa dihancurkan dengan kekuatan Dewa Absolute sekalipun?"


[Ada, Tuan.]


Mengetahui jika ada kapal perang yang cocok untuk Putri-putrinya, seketika membuat Excel kegirangan dan segera berbicara kepada mereka.


"Hahaha...Putri-putriku jangan kuatir, ayah akan buatkan kapal perang mini yang bisa kalian gunakan bersama ibu"


"Horeeee"


"Ayah yang terhebat"


"Yayah, aku sayang Yayah"


"Suamiku, kamu tahu bagaimana menyenangkan Putri-putrimu...hahaha"


"Huuff, apalagi yang akan dibuat suami kita"


"Pasti hal yang mengejutkan lagi"


Semua anak-anak kegirangan melompat-lompat dan menari dengan ketawa, demikian dengan ibu-ibunya juga gembira karena suaminya selalu buat kejutan yang menyenangkan.


"Isteriku, tolong kalian jelaskan prihal segel keluarga kita kepada seluruh ras rubah dan Ras Macan Putih, dan juga rekrut siapa saja yang mau menjadi pasukan kita. Dan aku akan persiapan kapal perang mini buat kalian."


"Baik, suami"


Wuuuuussshh


"Aku tidak sabar melihat apa yang akan diperbuat suami kita kali ini!"


"Aku sudah mempersiapkan diri agar tidak terkejut lagi"


"Hahaha"


"Ibu, ayah akan buat apa?"


"Yayah, pasti buat yang bagus dan indah"


"Aku kemarin diberi ayah baju perang...lihat bagus tidak"


"Aku juga, ini lihat"


"Ayo kita selesai tugas dari suami kita"


Setelah Excel pergi dari dunia jiwanya dan menuju hanggar keempat yang masih kosong, sengaja Excel kosongkan Hangga keempat ini untuk sesuatu yang baru.


"Yuke, kira-kira hanggar ini cukup untuk berapa unit kapal perang mini untuk menampungnya?"


[5.000 unit, Tuan]


"Seperti aku kosongkan salah satu Hanggar agar bisa menampung 10.000 unit kapal perang mini. Untuk kedua hanggar lainnya aku gunakan untuk misi penyelamatan saja."


"Yuke, belikan 10.000 unit kapal perang mini yang terbaik untuk Putriku dan isteriku, atur semuanya agar pas dengan mereka dan juga letakkan langsung didalam hanggar 3 dan 4. Untuk bonusmu ambil point tukar 10 juta."


[Baik, Tuan]


[Ding! Membeli Mini Starship. Harga per unit 10 miliar point tukar. Ya atau tidak.]


"Astaga, mahal sekali. Sudahlah, ini semua demi misi rahasiaku dan juga demi Putri-putriku dan isteriku. Jelaskan dulu dan beli, Yuke"


Excel terkejut melihat harga yang sangat mahal setiap unit kapal perang mini yang akan dibelinya, tanpa pikir panjang Excel segera membelinya.


[Baik, Tuan]


[Mini Starship artefak tingkat MahaDewa.


Spesifikasi ;


Tipe : Kapal Penyergap.


Kapasitas : 2 orang.


Panjang : 12 meter.


Lebar : 10 meter.


Tinggi : 8 meter


Senjata : 4 Laser High Power.


Perisai : Proyektor Tingkat MahaDewa.


Speed : C 458 m/s (kecepatan cahaya)


Daya tahan bahan bakar : 5 jam, 30 menit (menggunakan bahan bakar Batu Mistik).


Kelebihan :


-Mampu digunakan didalam perairan sedalam 2 kilometer dengan menutup sayap kapalnya.


-Kamuflase.


-Kontrol mudah digunakan.


-Tahan terhadap panas dan dingin.]


[Membeli 10.000 unit. Pembelian Sukses.]


Nguuuunngg


Berdengung


Setelah Yuke selesai memberikan penjelasan dan juga membeli Mini Starship, cahaya keluar dari mata ketiganya dan menyelimuti seluruh hanggar ketiga dan Hanggar keempat.

__ADS_1


Setelah berberapa saat seluruh hanggar terisi penuh dengan Mini Starship yang berwarna putih keperakan dan dipadu dengan warna hitam elegan.


__ADS_2