
Chapter 263 Rencana Leluhur kelelawar.
Setelah puas memperkenalkan wilayah ras suzaku, raja suzaku mengajak Excel menuju pondok yang berada ditengah-tengah danau, pondok tengah danau adalah tempat pribadi raja suzaku dan hanya bisa diakses oleh ratu, putrinya dan beberapa pelayan pilihan.
Saat berjalan di jembatan yang terbuat dari kayu, Excel menikmati keindahan danau yang dipenuhi berbagai macam ikan hias, danaunya ini cukup luas, dipinggir danau banyak pepohonan yang rindang dan banyak juga pohon buah-buahan, selain itu danau ini juga banyak ikan yang cukup besar dan saat lezat jika dipanggang.
Disaat jenuh raja suzaku pasti akan memancing ikan di danau ini, sambil memancing raja suzaku juga berpikir tentang berbagai masalah yang dihadapi ras suzaku.
"Ini adalah danau ketenangan, sengaja aku beri nama begitu karena sesuai dengan suasana yang menenangkan. Banyak permasalahan yang sulit aku pecahkan dapat diselesaikan disini, guru agung." sambil berjalan pelan raja suzaku berbicara kepada Excel.
"Memang suasananya menenangkan. Aku juga begitu, saat aku melihat ikan berenang di air dengan bebas, aku merasakan pikiranku juga terbebaskan, ini juga disebut metode relaksasi jiwa." jawab Excel kepada raja suzaku, sebelum raja suzaku berbicara, Excel melanjutkan ucapannya.
"Saat pikiran kacau, hati kalut dan masih belum mampu menemukan solusi, satu-satunya jalan adalah menenangkan jiwa, karena jiwa adalah pusat penyimpanan segala pengalaman hidup."
"Hahaha... Kamu benar guru agung, aku tidak menyangkah diusia muda ini, wawasan dan pengetahuanmu sangat luas." dengan meletakkan pantatnya di tempat lesehan yang sudah tersedia bantal sebagai tempat duduknya, raja suzaku tertawa bahagia dan memuji pengetahuan dan wawasan guru agung.
"Hahaha... Kamu terlalu memujiku raja suzaku. Aku masih kurang dalam pengalaman, pengetahuan yang sedikit yang dipenuhi misteri dan wawasan yang masih secuil...." Excel juga mengikuti raja suzaku, duduk di sebelahnya dengan melepaskan sepatunya, kaki menggelantung dan menyentuh air di danau, lalu dia berbicara kembali.
"Aku selalu menenangkan jiwa sebelum melakukan tindakan apapun, setelah itu aku gunakan hati untuk merangkum sebuah rencana dan pikiran untuk membuat rencana itu berhasil.
Setiap perkataan terucap berasal dari buah pemikiran juga, jika pikiran kacau dan hati tidak mampu lagi menenangkan, maka ucapan itu menjadi pisau bermata dua..."
Excel berhenti berbicara, dia merasakan dingin dan segarnya air danau saat menyentuh kulit kedua kakinya, raja suzaku hanya diam dan mendengarkan perkataan guru agung, dia juga sedang memikirkan perkataan guru agung yang memilik makna yang dalam.
Raja suzaku yang mendengar ucapan Excel, merasakan jiwanya tenang, suasana disekitar menjadi hening, dirinya merasakan beban berat menjadi ringan.
"Jiwa kita adalah alat dimana alam bawah sadar kita memberikan semua pengetahuannya, kekuatan, pengontrolan diri dari 14 emosi. Jika alat itu rusak apa yang akan terjadi dengan hati, pikiran dan mulut..." Excel sekali lagi berhenti berbicara saat dia bermain-main air dengan kakinya.
"Hancur... Hanya ada kehancuran. contohnya adalah orang gila. Sebab itu, alat harus kita jaga, agar alam bawah sadar kita memberikan potensi yang luas tanpa batas dengan jiwa sebagai alat mengeluarkan potensi diri."
"Semua kehidupan memilik alam bawah sadarnya masing-masing, alam bawah sadar kita selalu memberikan kita yang terbaik dan maksimal.
Lihat ikan melompat keluar dari air dan terjatuh di air lagi, rasakan desiran angin yang menerpa wajah, dengarkan suara rumput bergoyang dan pepohonan menjatuhkan daunnya.
Semua adalah energi halus dan lembut yang alam bawah sadar berikan, energi itu tidak bisa kita lihat tapi mampu kita rasakan.
Ikan melompat dari dalam air dan terjatuh lagi ke air, dia memilik tujuan agar kehidupan sekitarnya juga bahagia.
Angin menyentuh kulit kita agar pori-pori kita menghirup udara segar, rumput bergoyang karena dia menari dan bernyanyi bersama angin.
Pepohonan menjatuhkan daun karena sudah waktunya pohon itu menjadi bermanfaat dan daun yang jatuh juga bermanfaat bagi sekitar.
Tanpa sadar kita selalu diberikan kekuatan besar oleh alam bawah sadar kita yang ingin memberikan yang terbaik bagi kita."
Selain mereka berdua, ternyata ada Jing Qiao dan ibunya yang datang dengan membawa buah-buahan dan teh hangat, mereka berdua juga mendengarkan apa yang guru agung ucapankan.
Mereka berdua berhenti berjalan karena ikut memikirkan perkataan guru agung, entah kenapa mereka berdua juga merasakan jiwa mereka menjadi tenang dan damai, seakan-akan mereka berdua berada di tempat lain yang penuh kebahagiaan dan kedamaian.
"Hallo... Apa itu teh untuk ku..." disaat ketiga orang itu sedang menikmati suasana damai, Excel melihat kesamping dan berbicara kepada Jing Qiao dan ratu suzaku.
Seketika suara Excel menyadarkan mereka semua dan melihat wajah guru agung yang tersenyum kepada Jing Qiao dan ibunya, melihat wajah Excel tanpa sadar mereka berdua mengeluarkan cairan merah dari lubang hidungnya.
Mengingat rasa malu yang dirasakan tadi, Jing Qiao menjadi marah lagi dan membalas ucapan guru agung, "Tidak tahu malu... Monster jelek."
"Hehehe... Jelek-jelek begini isteriku jutaan" Excel terkekeh dan membalas perkataan Jing Qiao.
"Huff... Membual, mana ada yang mau dengan orang kanibal." Jing Qiao mendengus dan membalas ucapannya yang dirasa omongan guru agung itu penuh kebohongan.
"Siapa juga yang kanibal, tadi itu hanya sedikit khilaf."
__ADS_1
"Huff... Khilaf kok terus"
"Hehehe.... Biasa orang tampan jika khilaf berkali-kali itu wajar..." Excel terkekeh lagi saat mendengar Jing Qiao bertambah kesal.
"Hueek... Tolong aku muntah, tolong..." Jing Qiao memperagakan orang yang ingin muntah, saat melihat orang yang begitu narsis membanggakan ketampanan-nya.
"Wah... Kayaknya dia habis keselek kapal angkasa..." Excel terus menerus mengoda Jing Qiao saat berpura-pura ingin muntah di depannya.
Raja suzaku menahan tawanya saat melihat dua pemuda dan pemudi saling mengejek, sedang ratu suzaku menyajikan buah-buahan dan minuman teh hangat dengan tersenyum.
"Monster... Mana mungkin aku keselek kapal angkasa, otakmu benar-benar kacau..."
"Isshh... Mana ada monster tampan, aku selalu baik hati, ramah, dan diam saat tertidur, mandi setiap hari, makan teratur."
Kedua orang itu semakin lama semakin kacau setiap kali saling membalas omongan dan semakin lama semakin tidak menyambung, biarpun begitu kedua orang itu masih saling bertengkar terus.
Akhirnya raja suzaku sudah tidak mampu menahan tawanya dan tertawa terbahak-bahak, sedangkan ratu suzaku hanya menundukkan kepalanya menjaga sosok wibawanya sebagai seorang ratu, walau menunduk dia terlihat mengeluarkan air mata karena menahan tawa.
Karena kelelahan membalas setiap omongan Excel, Jing Qiao akhirnya diam dengan menutupi telinganya dengan kedua tangannya dan duduk disebelah ibunya, sedangkan Excel meminum teh dengan sekali teguk.
"Segarnya.... ternyata membual itu juga butuh tenaga."
"Whahaha"
Raja suzaku selalu tertawa semenjak kedatangan guru agung, sedangkan Jing Qiao semakin kesal disaat dirinya melihat guru agung yang menganggapnya tidak ada.
Di wilayah ras suzaku, perbuatan Excel yang memanggang 6 ras suzaku membuat banyak rakyat yang marah dan berbondong-bondong menuju istana raja suzaku, tetapi ada satu orang kepercayaan raja suzaku berbicara kepada mereka semua.
"Kalian semua tenang...!" mendengarkan suara orang kepercayaan raja suzaku berbicara, semua orang langsung berhenti berteriak.
"Kenapa raja tidak menghentikan tindakan guru agung? Itu bertujuan agar kalian semua tidak memandang ras lain itu rendah dan lemah. Guru agung sengaja memberikan kalian pelajaran agar tidak selalu mendiskriminasi ras lain, lihat kesombongan kalianlah yang membawa bencana bagi kalian sendiri. Jika mau, guru agung bisa dengan mudah memusnahkan ras kita, dia sudah berbelas kasih kepada kalian.
Setelah menegur rasnya sendiri, orang kepercayaan raja suzaku kembali menuju ke istana, sedangkan rakyat ras suzaku tertunduk malu dan kembali ketempat masing-masing.
Suasana kembali tenang dan hanya ada pembicaraan seputar guru agung, ada yang masih membenci adapula yang memuji tindak guru agung.
Di tempat lain, leluhur kelelawar pemangsa darah yang berada di istana menerima laporan dari mata-matanya, setelah mata-mata pergi leluhur kelelawar pemangsa darah memanggil bawahannya.
"Berikan pesan ini kepada ratu semut merah, ratu lebah dan raja mayat hidup untuk menyerbu istana surgawi.
Raja mayat hidup harus bergerak terlebih dahulu untuk melemahkan pasukan surgawi, kemudian ratu semut merah dan ratu lebah menyerang secara bersamaan.
Berikan ini juga kepada mereka, setelah selesai menghancurkan istana surgawi aku akan berikan sisanya. Besok pagi dimulai serangan-nya." perintah leluhur kelelawar pemangsa darah kepada ketiga bawahannya, lalu dia melemparkan tiga cincin dimensi dan batu giok perekam kepada mereka.
"Baik, leluhur"
Wuuuuussshh
Setelah menerima perintah, ketiga bawahannya pergi dan menjalankan perintahnya sesuai instruksi, sedangkan cucunya diam saja melihat pengaturan kakeknya.
"Kakek, raja worm chaos beast telah mati, apa tujuan kakek menjadikan mereka umpan meriam?"
"Hmm... Isabel, jika aku tidak mengetahui kekuatan lawan bagaimana aku bisa mempertahankan ras kita hingga saat ini...!" jawab Kakek Isabel kepada cucu perempuannya.
"Apakah tujuan kakek tidak sekedar mengetahui kekuatan lawan?" tanya Isabel sambil menopang pipinya dengan tangan kanannya.
"Cerdas, aku sengaja melakukan itu, agar pemiliknya keluar dan membalas dendam pada ras suzaku." dengan tersenyum yang memperlihatkan gigi taringnya kakek Isabel berbicara.
Isabel terdiam dan memikirkan perkataan kakeknya, "Kakek, raja suzaku sudah pasti tahu siapa yang mengirim mereka menyerang wilayahnya, apa kakek tidak malah membuat musuh baru?" dengan melipatkan kedua tangannya dan bermain-main dengan ibu jarinya, Isabel berbicara kepada kakeknya, dia kuatir akan menambah musuh baru bagi ras kelelawar.
__ADS_1
"Hehehe... Jelas mereka tahu, jika mereka ingin membalaskan dendam, sudah pasti saat ini mereka menyerang kita...!" jawaban leluhur kelelawar membuat Isabel penasaran.
"Kenapa mereka tidak segera menyerang, apa yang mereka takutkan dengan kekuatan mereka saat ini?"
"Hahaha... Karena aku memiliki ini...!" Kakek Isabel tertawa dan mengeluarkan sebuah kristal, Isabel yang melihatnya buru-buru mendekati kakeknya dan mengamati kristal itu.
Didalam ada 1 orang pria tua yang sedang duduk bersila, dibelakangnya ada sepasang sayap, Isabel yang melihatnya langsung terkejut, tetapi setelah itu dia tersenyum jahat dan mengeluarkan taringnya.
"Hahaha, jadi ini andalan kakek, pantas saja mereka tidak berani menyerang wilayah kita dan juga menuruti perintah suamiku... Hahaha" Isabel tertawa terbahak-bahak saat mengetahui siapa didalam kristal itu.
"Aku akan lihat persiapan pasukan kita.." leluhur kelelawar pemangsa darah berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ketempat pasukannya bersembunyi, Isabel juga mengikutinya.
Mereka berdua muncul di goa yang berada ditengah-tengah bukit yang sangat tinggi, disekitar bukti dikelilingi kabut tebal, di depan goa tampak sepi dan seakan-akan tidak berpenghuni.
Mereka berdua memasuki goa, tidak jauh dari pintu masuk goa, sudah terlihat banyak tulang-tulang yang berserakan dimana-mana, bau darah, bau bangkai yang sudah membusuk sangat menyengat hidung, mereka berdua terlihat tidak terganggu dengan bau busuk dan darah yang masih segar.
Semakin masuk kedalam, goa semakin lebar, dan terlihat banyak kelelawar yang menggelantung diatas dinding goa. Mereka berdua terus berjalan hingga sampai pada tujuannya.
Mereka berdua melihat jutaan kelelawar yang bergelantungan, dan dibawahnya banyak peti mati. Di dalam goa yang sangat luas itu banyak sisa daging dan juga masih ada orang yang hidup dengan tubuh yang mengerikan.
Ada yang disalib, ada yang dipasung, adapula gantung dengan kepala dibawah, jika ada yang melihat mereka sudah dipastikan akan pingsan.
Teriakan kesakitan yang menyayat hati tidak menganggu para kelelawar yang tertidur. Disudut goa banyak penjara besi yang dihuni banyak anak-anak kecil, anak-anak itu meringkuk ketakutan.
"Ini darah yang sangat lezat... Hahaha."
"Hei, sekarang giliran ku..."
"Hehehe... Tapi sisakan sedikit untuk aku, ya..."
Leluhur kelelawar pemangsa darah dan Isabel hanya tersenyum dan tidak berusaha menghentikan bawahannya yang ingin menggigit leher buruannya.
"Pergi kalian iblis.... Pergi, pergi kalian semua..."
Pria muda yang digantung kakinya dan kepalanya dibawah berteriak ketakutan dan mengusir 2 manusia kelelawar, dia dari ras manusia, dia ditangkap saat sedang berburu binatang.
Pria muda itu meronta-ronta, sayangnya tangannya juga terikat dan tidak bisa melawan 2 manusia kelelawar itu. Satu manusia kelelawar segera memegang kepala pria muda itu dengan tangan kirinya, tangan kanannya memegang bahu kiri pria muda itu, lalu dia merenggang-kan leher pria itu.
"Aaaaahhh...."
Pria itu berteriak kesakitan saat manusia kelelawar mengigit lehernya. Manusia kelelawar itu menyedot habis darah pria itu hingga kulitnya memucat, tubuhnya menggejang tetapi masih belum mati, lehernya masih mengeluarkan darah dari bekas lubang gigitan manusia kelelawar, pria itu langsung pingsan karena kekurangan darah pada tubuhnya.
"Aah... Lezatnya..." manusia kelelawar itu sangat puas setelah meminum darah pria itu, dia menyeringai saat melihat temannya yang iri kepadanya.
"Kamu sangat rakus, habis sudah darahnya..."
"Hahaha... Kamu masih bisa memakan tubuhnya.."
"Baiklah, kamu jangan ikut-ikutan memakannya... Huff." temannya mengeluarkan pisau tajam dan mendengus marah, lalu dia mengelus kuping pria muda itu yang pingsan dan setelah itu dia menjilati telinganya.
Manusia kelelawar yang memegang pisau, segera menempelkan pisaunya...
"Creeezzz... Aaaaahhh"
Pria muda itu yang pingsan terbangun saat merasakan rasa sakit yang sangat teramat sakit, dia berteriak keras dan meronta-ronta saat kuping kanannya terpotong.
"Aaaaaaaaahh.... Ibliiiiisss..."
Suara teriakan pria muda itu mengema didalam goa dan sangat memilukan suara kesakitan-nya.
__ADS_1