Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 294 Kekalahan Ketiga Ras.


__ADS_3

Chapter 294 Kekalahan Ketiga Ras.


Peperangan benar-benar kacau, dimana pasukan Raja Demi Human, Raja Iblis Merah dan Ratu Siluman Musang dengan mudah dibunuh pasukan Arcadia dengan dukungan 4 bawahan Qin Bo.


Zlaaapp


"Mati..." teriak Bu Wanmei yang tiba-tiba muncul didepan bawahan Qin Bo


Booommm....


Tubuh bawahan Qin Bo yang telah menyingkirkan Raja Demi Human lansung meledak, "Kalian cepat pergi menuju air terjun Dewi Cahaya...." teriak Bu Wanmei kepada keempat wanitanya dengan telepatinya.


"Baik..." jawab Cang Juan dengan menarik Lu Xinxin dan Lu Xianglun, sedangkan Cang Lien dan 10 pengawalnya membuat jalan bagi Ratu Siluman Musang.


"Sialan.... Kamu...."


Wuuuuussshh


Booommm


Qin Bo sangat marah melihat salah satu bawahannya mati dengan tubuh meledak menjadi ampas, dia langsung menyerang Bu Wanmei dari jarak jauh dengan kepalan tangannya.


Bang.... Bang....


Bu Wanmei terpental sangat jauh hingga tubuhnya menabrak banyak bangunan.


"Bunuh semuanya jangan ada yang masih hidup...! Kalian tangkap semua wanita itu..." perintah Qin Bo kepada pasukan Arcadia, dia sudah sangat marah telah kehilangan salah satu anak buahnya.


Wuuuuussshh


Booommm...


"Aaaaahhh..." Bu Wanmei langsung bangkit setelah terpental karena pukulan jarak jauh dari Qin Bo, dan menyerang mereka yang mengejar para wanitanya.


"Sialan, masih hidup kamu..." umpat Qin Bo dengan meninju lagi dari jarak jauh kearah Bu Wanmei, kecepatan serangannya sangat cepat...


Booommm....


Bang.... Bang... Bang...


Sekali lagi Bu Wanmei terpental lagi dan kali ini dia melesat dan menabrak banyak bangunan dan pepohonan.


"Uhuk... Uhuk..." Sun Yao batuk-batuk dan memuntahkan darah dan berusaha berdiri setelah terhempas akibat gelombang kejut kekuatan Bu Wanmei, dia melihat Qin Bo yang menyerang Bu Wanmei dengan mudah.


"Cepat lari... Apa yang kalian tunggu" Cang Lien yang sempat melihat Bu Wanmei terkena serangan lagi, menjadi linglung, dia kembali tersadar dan segera mengajak 10 pengawal wanita untuk lari, setelah mendengar suara Bu Wanmei.


"Kalian keluar dan hancurkan semua semut-semut ini..." perintah Qin Bo dengan membuka gerbang dunia jiwa, lalu keluar 6 orang.


Kedua orang memiliki kekuatan Sang Void level 70 dan level 75, keempat bawahannya berada pada tingkat Half Alfa level 4, level 5, level 10 dan level 12.


Barisan yang baru saja keluar sangat mengerikan, dan langsung bergerak dan menyerang setiap musuh yang mereka temui, Sun Yao terkejut saat melihat bawahannya Qin Bo yang sangat kuat.


Boom... Boom...


Ledakan menghancurkan wilayah Ras Demi Human dan banyak pasukannya telah mati ditangan pasukan Arcadia dan bawahan Qin Bo. Dengan anak buah Qin Bo bertindak, semuanya menjadi mudah.


Banyak pasukan Demi Human yang menyerah dan sebagian telah kabur menuju pedalaman hutan, sedangkan Ras Siluman berubah menjadi angin dan menghilang di kegelapan malam.


Keempat wanita itu dan 10 pengawal wanita telah berhasil kabur, dan Raja Demi Human diselamatkan oleh adiknya Lu Zhi, mereka berdua juga segera kabur dengan memanfaatkan kekacauan.


Raja Iblis Merah sudah terlebih dahulu kabur, saat mengetahui tembok pertahanan telah hancur, sedangkan Bu Wanmei masih terpendam dalam reruntuhan bangunan yang dia tabrak.

__ADS_1


"Apa kalian tidak segera keluar?" tanya Excel kepada isterinya, yaitu Ratu Alam Semesta Aurora, Yuna.


"Biarkan dulu. Aku ingin pasukan Arcadia dan nine heaven palace membuat teror bagi Benua Permata Hitam. Saat mereka putus asa, baru kita muncul..." jawab Yuna saat berada didunia jiwa.


"Berarti, aku masih melanjutkan akting ku kalau begitu. Demi cintaku, apapun aku lakukan." kata Excel kepada Ratunya, dan mengoda Yuna disaat dirinya masih tertimbun reruntuhan.


"Huff... Rayuanmu terlalu umum, jika itu isteri kelincimu masih bisa termakan rayuanmu..." Yuna mendengus dan menjawab rayuan Excel.


"Uhuk... Uhuk... Aah... Aku muntah darah... Dewi, tidakkah kamu mengasihi diri ini..." Excel mencoba berakting dengan batuk darah.


"Kamu saja tidak bisa mati, bagaimana bisa muntah darah..." jawab Yuna yang tersenyum saat dirinya terus digoda suaminya.


Setelah berbicara dengan Yuna, Bu Wanmei tiba-tiba menghilang dari tempat dia tertimbun reruntuhan bangunan.


"Cari tubuh Manusia Rubah itu..." perintah Qin Bo kepada bawahannya, dia ingin memastikan pukulan merenggut nyawa Bu Wanmei.


"Baik, Ketua." segera bawahannya yang berjumlah 9 orang mencari Bu Wanmei dengan menyingkirkan setiap reruntuhan dengan mudah.


Kemudian, Qin Bo bersama Sun Yao menuju istana Demi Human yang masih utuh, dia sengaja tidak menghancurkan istana yang masih layak di tempati.


"Ketua Qin, jumlah pasukan musuh yang menyerah sekitar 2 miliar jiwa, sedangkan keluarga kerajaan beserta rakyat jelata tidak diketemukan." lapor jendral ketiga yang menggantikan tugas jendral kedua yang mati ditangan Raja Demi Human dan Lu Zhi saat terjebak.


"Atur mereka yang menyerah, dan cari informasi tentang Batu Semesta. Lalu kalian bereskan kekacauan ini, juga carikan aku informasi terkait wilayah Ras Siluman." perintah Qin Bo yang secara langsung mengganti posisi komandan Yao, dia tidak perduli dengan raut wajah Sun Yao yang suram.


Setelah menunggu di istana selama 4 waktu dupa, datang seorang bawahannya.


"Ketua Qin, ini data pasukan kerajaan Arcadia..." Jendral keempat juga menjadi hormat kepada Qin Bo, dan memberikan laporan.


"Hmm... 6 miliar lebih, perang tanpa hasil, tetapi sudah kehilangan 3 miliar lebih prajurit." Qin Bo menghela nafas seolah-olah dia mengalami kerugian besar, padahal dia mengejek Sun Yao yang tidak becus mengatur pasukannya.


"Sial, memang ini yang kamu inginkan." umpat komandan Yao dihatinya, saat dirinya sadar akan kesalahannya dalam mengatur strategi, dan terlalu lembut menghadapi musuh. Sun Yao mengepalkan kedua tangannya dan mengeretakkan giginya untuk menahan rasa sakit dihati.


"Maaf Ketua Qin, para wanita itu telah berhasil kabur saat kami mengejar mereka." seorang kapten juga ikut melapor dengan nafas terengah-engah.


"Terima kasih, Ketua Qin." jawab Si kapten yang merasa lega dirinya tidak mendapatkan hukuman.


Kini didalam istana milik Raja Demi Human tinggal Sun Yao dan Qin Bo. Terlihat Qin Bo sedang berpikir keras tentang kelanjutan mereka di Benua Permata Hitam.


"Benua terkutuk, jika tidak dilindungi energi aneh, buat apa aku susah-susah mencari mereka." umpat Qin Bo saat mata dan kesadarannya tidak mampu menyelidiki seluruh benua ini.


Tap tap tap


Terdengar suara langkah kaki memasuki istana, "Ketua, kami tidak bisa menemukan tubuh Manusia Rubah itu...!" lapor bawahan Qin Bo dengan berlutut dengan kaki kanan menyentuh lantai.


"Hah... Pasti dia masih hidup, susah sekali membunuh setan kecil itu. Besok kerahkan pasukan dengan membagi beberapa kelompok, cari keberadaan Manusia Rubah itu beserta penghuni benua ini yang bersembunyi." Qin Bo mendesah kesal, lalu memberikan perintah kepada bawahannya.


"Siap, Ketua."


"Aku, akan siapkan prajurit untuk mencari mereka." kata Sun Yao kepada Qin Bo yang sedang memijat keningnya.


"Lakukan yang menurutmu tepat." Qin Bo menjawab dengan singkat, seakan-akan dia tidak perduli dengan rencana Sun Yao. Sun Yao segera meninggalkan istana dan menuju ketempat pasukannya yang sedang berkumpul.


"Ketua, kami sudah mencari semua catatan sejarah yang dimiliki Raja Demi Human, tetapi kami tidak menemukan apapun, bahkan tidak ada lagi barang berharga diwilayah Ras Demi Human." lapor bawahan yang memiliki kekuatan Sang Void level 60.


"Benar-benar benua miskin, pantas saja benua ini tidak ada yang berminat untuk mendudukinya, bahkan istana surgawi tidak ingin mendekati benua ini." gerutu Qin Bo yang menggangap Benua Permata Hitam tidak berharga.


"Ketua, lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya bawahannya yang sudah tidak memiliki tugas lagi.


"Jika keluarga kerajaan Demi Human, Ras Iblis dan Ras Siluman tidak diketemukan, maka kita tinggal benua terkutuk ini, kita akan pergi menuju alam keabadian dan menuju Benua Biru." jawab Qin Bo kepada bawahannya, dia terlihat kesal terus-menerus menerima semua laporan silih berganti.


Qin Bo ingin segera menuju alam keabadian dan Benua Biru yang kata Yang Wei sangat subur dan makmur, karena itu dia ingin segera pergi.

__ADS_1


"Ekstrak apapun yang bermanfaat dibenua ini, dalam 4 hari kita harus meninggalkan benua terkutuk ini." lanjut Qin Bo dengan memberi tugas kepada bawahannya.


"Baik, Ketua"


Segera bawahannya keluar dari istana setelah mendapatkan tugas baru.


Di Lembah Suci, Raja Demi Human, Raja Iblis sedang berkumpul tanpa kehadiran Ratu Siluman Musang yang terpisah saat serbuan anak buah dari Qin Bo.


Di dalam Lembah Suci, banyak rakyat jelata dan semua keluarga dari ketiga Ras yang bersembunyi, terlihat mereka sangat resah dan gelisah saat mengetahui jika ketiga kerajaan telah dikalahkan oleh penjajah.


"Semoga saja Ratu Siluman Musang dan kedua putriku baik-baik saja" kata Raja Demi Human yang terlihat wajahnya pucat, dia menguatirkan kedua putrinya yang dikejar oleh penjajah.


"Jangan kuatir, aku lihat mereka sudah pergi jauh saat Bu Wanmei menghalangi bawahan Qin Bo yang sangat kuat itu." kata Lu Zhi yang masih melihat Bu Wanmei membunuh bawahan Qin Bo yang telah melukai kakaknya.


"Bagaimana keadaan Bu Wanmei saat terakhir kamu melihatnya?" tanya Raja Demi Human yang tidak mengetahui kejadian setelah dia pingsan.


"Hahmmm... Aku lihat dia diserang oleh Qin Bo dengan satu pukulan dan setelah itu dia terpental sangat jauh..." Lu Zhi mendesah panjang saat ditanya keadaan Bu Wanmei yang dikalahkan dengan mudah oleh Qin Bo.


"Kekuatan mereka sangat mengerikan, wajar jika kita kalah telak, jika benua ini tidak dilindungi Dewi Cahaya, mungkin kita sudah lama menjadi sejarah." Raja Iblis Merah ikut berbicara, walau dia adalah dari Ras Iblis yang terkenal brutal, dia masih menghormati Dewi Cahaya.


"Semoga saja ada keajaiban..." kata Raja Demi Human dengan menatap kelangit yang dipenuhi bintang.


"Lebih baik kita sekarang istirahat dulu, besok baru kita bicarakan permasalahan ini. Hari ini kita sudah terlalu banyak menerima beban mental yang berlebihan." ujar Raja Demi Human kepada semua pemimpin yang berhasil melarikan diri menuju Lembah Suci.


Di tempat paling ujung wilayah Ras Demi Human dan Ras Siluman, 14 wanita sedang mondar-mandir di balik air terjun Dewi Cahaya, mereka terlihat gelisah dan menunggu orang yang mereka inginkan.


"Jangan kuatir, mereka tidak mungkin bisa mengejar kita sejauh ini. Hanya penghuni asli yang mampu bertahan lama di benua ini." kata Cang Juan yang ingin meredakan ketegangan saat ini.


"Bibi, apa kamu tidak tahu kondisi Bu Wanmei saat terakhir kamu melihatnya?" tanya Lu Xinxin yang ikut memanggil Cang Lien dengan sebutan Bibi.


"Aku tidak tahu, terakhir dia memerintahkan kita untuk segera kabur dari kejaran mereka, setelah itu aku tidak tahu kondisinya." jawab Cang Lien yang merasa dirinya sangat lemah dan menjadi beban Bu Wanmei, dia sengaja tidak memberitahukan kedua putri Raja Demi Human saat Bu Wanmei terkena pukulan Qin Bo yang sangat kuat.


"Aku yakin dia baik-baik saja, aku merasa dia sengaja menjauhkan musuh dari kita." kata Lu Xianglun yang masih percaya jika Bu Wanmei baik-baik saja.


"Ayo, kita masuk, jika kita menunggu disini, aku kuatir kita akan ditemukan oleh musuh." ajak Cang Juan kepada semua wanita, sambil berjalan menuju goa tempat Dewi Cahaya berkultivasi tertutup.


Lu Xinxin melihat kearah luar air terjun berharap Bu Wanmei datang, saat tidak melihat siapapun, dia segera menyusul mereka menuju goa.


"Besok aku akan kembali menuju wilayah ku, kalian berdua tetap disini bersama kelima pengawal ku." kata Cang Juan saat berada di dalam goa.


"Untuk apa kesana, kan rakyat jelata sudah dievakuasi menuju Lembah Suci?" tanya Lu Xinxin yang ingin tahu rencana Ratu Siluman Musang.


"Aku hanya ingin mengatur lagi pasukan ku, setelah selesai kita akan kembali kesini." jawab Cang Juan kepada Lu Xinxin.


"Lebih baik kita istirahat, hari ini benar-benar melelahkan." kata Lu Xianglun mengajak adiknya menuju rumah yang sudah ada di dalam goa.


Di bangunan bekas toko senjata, Sun Yao bersama kedua jendralnya juga sedang berkumpul, mereka bertiga terlihat suram. Hanya ada ******* nafas berat, mereka terlihat sedih setelah kehilangan banyak Jendral, terutama matinya Yong Sheng sebagai Jendral Utama.


"Kita masuk dalam perangkap Wei Yan, dan Wei Yan seperti tertelan bumi, kemana dia? Gara-gara dia, kita mengalami kerugian yang sangat besar." kata Jendral keempat dengan tertunduk lesu.


"Kita juga tidak bisa berkomunikasi dengan Kaisar Sun Quan, seandainya bisa, kita bisa mengatur strategi dengan lebih baik." Jendral ketiga juga ikut berbicara dengan bersandar di kursi dengan mata terpejam.


"Tetap saja ini salahku. Seandainya kita memiliki banyak Batu Semesta, kita akan lebih mudah menghancurkan benua ini dengan armada kapal angkasa kita, tanpa harus kehilangan 1 prajurit." Sun Yao memijat pelipisnya dengan siku bertumpu pada sandaran kursi.


Kembali ruangan menjadi hening, saat ketiga orang itu terlalu malas untuk berbicara, mental mereka jatuh pada titik bawah setelah kematian beberapa Jendralnya.


"Besok, kita fokuskan mencari Batu Semesta dengan bantuan prajurit yang menyerah, dan juga pilih pasukan yang benar-benar setia kepada Kerajaan Arcadia." pinta Sun Yao dengan suara lirih dan menyandarkan punggungnya di kursi.


"Benar, kita harus mendapatkan Batu Semesta, dan lebih baik kita kembali ke Alam Semesta Arcadia. Alam semesta ini penuh misteri. Seorang Manusia Rubah saja mudah mengalahkan kita, buat apa kita harus tetap disini...!" Jendral ketiga terlihat sudah putus asa berada di alam semesta Aurora.


"Tidak, kita tidak bisa kembali dengan kekalahan, apalagi aku sudah berjanji meminjamkan 2 miliar pasukan kepada Qin Bo." jawab Sun Yao dengan geleng-geleng kepala, dia merasa telah menjadi boneka yang bisa digunakan dengan bebas oleh Qin Bo.

__ADS_1


"Nine Heaven Palace.... Benar-benar licik....!" Jendral keempat geram dengan utusan dari nine heaven palace yang memanfaatkan pasukan Kerajaan Arcadia.


__ADS_2