Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 34 Organisasi Pembunuh


__ADS_3

Chapter 34 *keterkejutan*


Terlihat 10 Armada kapal angkasa saling ber-iringan dilangit, dengan jarak ketinggian 2000 meter dari atas tanah, kapal angkasa berwarna coklat kayu terlihat megah dan mengagumkan.


Dibelakangnya juga terdapat armada kapal angkasa yang terlihat sama komposisinya dari rombang didepannya, dengan kapal angkasa yang berwarna putih.


Di ujung depan kapal tampak terlihat berberapa orang sedang menatap arah desa Chang yang masih berjarak 20.000 meter, kapal tersebut melayang diatas hutan yang sangat lebat, dan banyak binatang buas mengaum saat kapal itu melintas, merasa terintimidasi dengan kehadiran Armada kapal angkasa dilangit.


Kaisar Ling dan Kaisar Li tampak berdiri berjajar bersama, sedangkan yang lain tampak mengobrol dan bercanda bersama keluarga Li dan Ling.


"Saudara Li, aku menerima informasi dari mata-mata ku jika Kaisar Wei dan Zhou mengerahkan pasukan besar mereka menuju desa Chang maksudku kota Phoniex, perkiraan mereka akan tiba besok."


"Haah, mereka selalu saja berambisi menguasai benua Venus, padahal mengurus satu Kekaisaran saja mereka tidak becus!!"


"Benar, banyak rakyatnya menjadi korban, bahkan tidak sedikit mata-mata ku bentrok dengan para penindas, haaheem" dengan helaan nafas Kaisar Ling tampak prihatin dengan nasib rakyat lain dibenua barat dan timur.


"Semoga saja bocah nakal ini bisa merubah benua Venus menjadi lebih baik" kata Kaisar Li yang berharap pada Excel bisa merubah keadaan yang terjadi di benua Venus.


"Anak itu baru saja memusnahkan Sekte Bukit Tulang, bagaimana caranya dia bisa melakukannya...?" kata Kaisar Ling sambil berpikir.


"Haaah, entahlah, aku sendiri tidak mengerti bagaimana anak itu melakukannya!! ini semua diluar akal pikiran kita. Seandainya kita bisa melihat kejadian itu" balas Kaisar Li dengan ******* kecewa tidak bisa melihat semua kejadian itu.


Swooosshh


"Maaf, Yang Mulia"


Tiba-tiba seorang pria berjubah hitam dengan kepala tertutup dan wajah terlihat hanya matanya saja, dengan muncul tiba-tiba dibelakang Kaisar Ling dan Li, dia adalah seorang mata-mata kepercayaan Kaisar Ling.


"Hahaha, bagaimana sudah dapat item itu" tanya Kaisar Ling yang tiba-tiba tertawa senang.


"Sudah, Yang mulia" dengan posisi berlutut dengan satu kaki menyentuh ubin kapal mata-mata memberikan item itu yang diinginkan Kaisar Ling.


"Hahaha, bagus, bagus. Kamu bisa istirahat dan ambil bonusmu ditempat biasanya" ucap Kaisar Ling yang terlihat sangat senang mendapatkan item itu.


"Terima kasih, Yang Mulia"


Swooosshh


Setelah mata-mata menghilang, segera mereka semua berkumpul didepan kaisar Ling, dengan rasa penasaran yang tinggi dipikiran semua orang.


"Nak, apa itu, cepat katakan...?" pinta ayah Kaisar Ling dan Kakek dari isteri Excel, Ling Xuan, yang penasaran. Tapi Kaisar Ling tidak langsung menjawabnya malahan mengajak mereka semua masuk kedalam kapal.


"Mari kita masuk kedalam, dan perlambat kapal ini, kapten." lalu Kaisar Ling melangkah ke dalam kapal di ruang pertemuan diikuti dari keluarganya dan keluarga Li.


Setelah diruang pertemuan, Kaisar Ling mengeluarkan kertas formasi, lalu membungkus item itu, setelah terbungkus Kaisar Ling mengalirkan Qi-nya kedalam kertas formasi tersebut.


Wuuuuussshh


Seketika layar seperti hologram terlihat didepan semua orang, mereka melihat seorang pria yang sedang dikepung ribuan orang dan tampak terlihat cukup tenang.


"Siapa dia?" sebelum rasa penasaran Kakek Ling Xuan terjawab, suara ledakan terdengar dari layar itu.


("Pedang penghancur")


(booommm)


("Tombak pembantaian")


(boommm)


("Skeleton attack" )


(baaammm)


("Blood Dual sword")


(boommm)


"Gila, mati anak itu"


"Sudah pasti, melihat jurus itu seperti dari Sekte Bukit Tulang...!! Jangan-jangan pria itu?"


"Iya, dia bocah itu si Excel" jawab Kaisar Ling yang masih melihat pertempuran di batu giok perekam tanpa mengedipkan mata.


"Apa dia mati, nak...hahaha" Kakek Ling Xuan merasa senang melihat Excel mati, karena takut jika cucu kesayangannya dicuri Excel.


("Sembilan")


"Apa.... dia belum mati...sial, bocah itu belum mati" terdengar suara Excel dari layar itu yang mengema di ruangan pertemuan, Kakek Xuan terkejut termasuk semua orang yang menonton aksi Excel, Kakek Xuan tidak percaya jika bocah itu masih hidup.


"Benar itu mustahil, jika aku ditempat anak itu sudah pasti jadi ampas" kata Kaisar Li yang dianggukan semua orang.


(Baaaamm)


(Booommm)


("Sampah. Tinju creation...")


"Mengerikan, anak itu seperti sudah terbiasa membantai, padahal usianya belum ada 17 tahun" ucap Kaisar Ling yang selalu menatap layar dan selalu dibuat jantungnya berdebar-debar.


"Teknik apa itu, tinjunya tidak bertenaga tapi mematikan...??" kata Ratu Kekaisaran Ling yang juga hadir diruang pertemuan didalam kapal angkasa.


"Aku juga tidak tahu, tapi tampaknya Patriack Sekte terluka, untungnya dia tepat waktu menghindarinya, jika tidak..." kata Kaisar Ling yang berkomentar. Mereka semua terlihat seperti komentator, hanya bisa berdecak kagum dan ngeri melihat aksi Excel.


(Ciiiaaaat)

__ADS_1


(booommm)


"Benar-benar pria tangguh, gagah dan juga Tampan" gumam seorang gadis yang terlihat sangat mengidolakan Excel.


"Iya, aku juga menyukainya" salah satu gadis dari kekaisaran Li berkomentar.


Mereka semua berkomentar tapi tak ada balasan dari semua orang yang berada diruang pertemuan, karena semua orang sedang terkejut dan jantungnya berdebar-debar, seakan-akan mereka semua berada diposisi Excel, ada yang merasa mereka sedang bertarung melawan Excel.


Dan anehnya lagi komentar satu dengan yang lain tidak pernah sinkron, seolah-olah mereka berbicara sendiri dan dijawab sendiri.


(Traangg)


(Blaaaaarrr)


("Ibliiiss mati kauuu")


(Traangg)


"Gerakannya tidak bisa kumengerti, teknik apa yang anak itu gunakan"


(Crazh)


(Aaaahh)


(Bruuukkk)


("Ha-ha-ha, ini sungguh menyenangkan, ayo kalian maju semua...! Apa hanya ini saja yang kalian bisa...? hahaha")


"Haaaa, gilaaa...!! kenapa dia malah menikmatinya, aku saja hampir muntah melihat banyak darah dan daging terkoyak"


"Aku juga ingin muntah, ayah" balas Putri Kaisar Ling


"Tidak lihat, tidak lihat... ini mengerikan, bocah itu iblis" teriak Kakek Xuan yang ngeri melihat aksi Excel, namun tetap saja melotot didepan layar didepannya.


(Baaaamm)


Energi besar keluar dari tubuh Excel, tanda jika Excel menerobos ke tingkat berikutnya saat bertarung dengan lawannya.


"Apaaa...apa dia menerobos" dengan kompak semua orang berteriak saat melihat Excel melakukan terobosan.


"Siaaall, di-dia tingkat True God, mana mungkin ada dibenua venus"


"Ayah, biasakah kamu menang melawan Excel" tanya Kaisar Ling pada ayahnya yang tidak lain Kakek dari Ling Xuan.


"Kamu ingin aku mati menyedihkan, haah" bentak Kakek Xuan saat Kaisar Ling menggodanya.


Umumnya, jika ingin naik tingkat, seorang kultivator harus mencari tempat yang tenang dan hati harus tenang juga, jika disaat akan menerobos terganggu maka si kultivator tersebut akan terluka parah bahkan mengancam nyawa dan tidak jarang munculnya iblis hati yang akhirnya menghentikan Kultivasinya.


Dan baru kali ini mereka melihat seseorang menerobos disaat bertarung, dan lebih gila lagi membunuh dan menerobos disaat bersamaan, apa kultivasinya tidak menjadi mengamuk...?.


"Domain Barrier"


Ngiiiinnngg


Berdengung


"Apa itu yang keluar dari dahinya" tanya Putra pertama Kaisar Ling.


"Jika aku tahu! Aku tak akan bingung"


"Itu domain, teknik yang bisa kita capai saat berada pada tingkat Half God. Tapi yang aneh kenapa keluar dari dahinya ?" jawab Kakek Ling Xuan yang juga kebingungan.


"Seandainya ada yang bisa menjelaskan ini semua!!" balas Kaisar Li yang hanya bisa mendesah, kagum dan berdebar-debar saat melihat aksi Excel.


("Senior, kenapa tidak kita tenangkan pikiran dan diskusikan ini? mungkin ada kesalahpahaman antara Anda dan Sekte kita?")


"Itu leluhur dari Sekte Bukit Tulang, leluhur ketiga, bagaimana dia bisa masih hidup?"


"Semua membingungkan!!"


"Nanti jika kita ketemu Excel kita tanya bersama!! Dia buat aku penasaran!!"


"Dia harus menjadi suamiku" kata Putri Ling Zhi Shu


"Tidak, dia harus menjadi suamiku" balas Putri dari Kaisar Li, Li Yenny.


"Kamu tidak cocok, dia cocok untukku" ucap Putri Li Jia Li yang tidak mau kalah.


"Dia telah memenuhi karateria sebagai suamiku!" jawab Putri ketiga dari Kaisar Ling, Ling Jingyi


Perdebatkan terus terjadi di antara Putri dari Kaisar Ling dan Putri dari Kaisar Li, tak ada yang mau mengalah dan semua Putri Kekaisaran merasa paling baik dan menonjol.


"Haaah, kalian belum tahu, jika adik bungsu kalian sudah menjadi isterinya" gumam Kaisar Ling yang terdengar jelas di ruangan.


"Apaaaa...!!!" serempak semua wanita berteriak termasuk Kakek Ling Xuan, yang hampir saja jantungnya melompat terjun bebas.


"Hahaha, kalian kalah cepat...hahaha adik iparku sungguh luar biasa" ucap Putra mahkota Ling Qiauhui, putra pertama dari Kaisar Ling.


"Tidak, tidak bisa, dia harus ijin dulu dariku dan harus melewati ujian" teriak Kakek Ling Xuan yang sangat tertekan dan putus asa, telah kehilangan permatanya.


"Ayah menyerahlah...hahahaha" balas Kaisar Ling yang tertawa gembira melihat kekalahan ayahnya.


"Bagaimana seorang pria bisa tenang jika isterinya dipaksa menikah??" ucap Kaisar Li yang masih melihat aksi Excel


"Permintaan konyol"

__ADS_1


("Menenangkan pikiran...? Mengetahui istriku di paksa menikahi dengan orang lain? apanya yang bisa tenang? Haaa...lalu apakah masih bisa di diskusikan? Haaa... Lalu didepan mataku sendiri istriku di tampar, apa itu namanya kesalahpahaman...? Haaaa")


"Layak menjadi menantuku!!" gumam Kaisar Li yang bangga akan Putrinya Li Que yang bisa merebut hati Excel.


"Apa maksudmu...! Jangan-jangan Putrimu Li Que sudah..."


"Benar, dia sudah menjadi isterinya Excel" balas Kaisar Li sebelum kaisar Ling menyelesaikan ucapanya yang terlihat bangga dan bahagia. Sebelum membalas ucapan Kaisar Ling, suara Excel terdengar lagi...


("Huuufff, jika hanya meminta maaf bisa menghapus kesalahan, dimana letak keadilan....haaa!! Akan banyak kejahatan semakin merajalela, dan kau pun tahu itu")


"Sungguh kesialan memiliki cucu dan cicit yang merugikan Keluarga"


"Aku setuju dengan jawaban dan perkataan Excel"


("L-lalu, dengan kematianku sebagai gantinya, tolong, Tuan muda, jangan musnahkan keturunanku")


("Jika semua semudah itu, apa yang akan terjadi pada dunia ini!! Pelaku dan yang terlibat harus tetap diadili")


"Benar-benar seorang yang Agung, yang diramalkan"


(Boooooooommmmm)


"Yaaa, Dewa..."


"Musnah sudah...."


"Ti-tingkat Dewa ungu..." ucap Ratu Kekaisaran Li yang tahu tingkat Kultivasinya Excel


"Haaaa...."


"Ti-tidak mungkin...mustahil bagaimana mungkin ada energi Qi Dewa di benua ini"


"Hilang sudah Sekte Bukit Tulang..."


"Haaheem...lagi-lagi kebodohan yang mengakibatkan kehancuran" kata Kaisar Ling yang mendesah berat.


"Benar, kakak Ling. Anak muda ini seperti tidak se-sederhana itu, anak ini terlihat dewasa saat berkata, sifatnya dan tindakannya melebihi anak seumuran dengan dia !!" balas Kaisar Li yang juga ikut menganalisis semua kejadian di Sekte Bukit Tulang dan desa Chang.


"Saya juga tadi sempat berpikiran begitu, kakak Li, namun saat aku lihat lagi struktur tulangnya dia memang benar masih berusia 16 tahun, mungkin karena kebijaksanaan-nya yang melebihi usianya" balas Ratu kaisar Ling.


"Kamu benar, adik."


Booommm


Booommm


Booommm


"Ada apa ini, siapa yang bertempur" saat mereka sedang asik membahas aksi Excel terdengar suara ledakan dari luar, suara ledakan itu sangat mengagetkan mereka semua.


"Ayo kita keluar"


Dibenua Timur wilayah Kekaisaran Wei.


"Apa...!! bagaimana mungkin Sekte Bukit Tulang dengan mudah menghilang dari peta benua ini?" teriakan seorang pria paruh baya terdengar di dalam ruangan tertutup.


"Benar, Yang Mulia. Semua ini benar dan sudah terbukti" jawab dari seorang pria bertopeng saat melapor pada pimpinannya.


"Sudahlah ini nasib sial Sekte itu. Apa ada berita lain?" tanya pria itu pada orang yang bertopeng.


"Ada Yang Mulia. Racun mayat sudah disebar dibenua Selatan, dan sudah mulai bereaksi" balasan dari pria bertopeng yang membuat pimpinannya tersenyum seram.


"ha-ha-ha, kerja bagus. kamu bisa pergi dan lanjutkan tugasmu" perintah pimpinannya pada pria bertopeng.


"Baik, Yang Mulia"


wooossshh


Seketika pria bertopeng itu menghilang dari hadapannya pria yang juga sebagai pemimpinan sebuah organisasi di Kekaisaran Wei, sebuah organisasi yang di takuti banyak orang dibenua Venus.


"Hitam, segera kalian pergi menuju perbatasan, dan kendalikan bandit yang ada disana." perintah pimpinan organisasi kepada anggota khususnya yang bernama hitam.


"Laksanakan, Yang Mulia"


swooosshh


swooosshh


swooosshh


Terasa banyak hembusan angin didalam ruangan rahasia itu, menandakan tim hitam menghilang setelah menerima perintah dari pimpinannya, tim itu beranggotakan 5 orang.


"Haah, Kaisar Wei selalu saja membuat ku memiliki banyak pekerjaan, tapi semua sepadan dengan harganya... ha-ha-ha" gumam pimpinan organisasi yang awalnya mendesah tapi diakhiri ketawa.


Sudah lama dia mendambakan apa yang ditawarkan Kaisar Wei padanya, karena itu dia menerimanya walau dia sendiri memiliki banyak pekerjaan dari mereka yang membayarnya.


Iya, dia adalah pemilik sebuah organisasi pembunuh, dia akan menerima bayaran dari mereka yang menyewa jasanya, tidak perduli jika harus melawan Kekaisaran manapun.


Dengan kekuatannya ditingkat Monarch tahap 6 sudah sangat disegani banyak orang termasuk Kekaisaran manapun, organisasi pembunuh sudah lama dia dirikan saat dia masih berada pada tingkat Saint.


Sejak dia mendirikan organisasi banyak job yang dia terima, termasuk membunuh kakak dari Kaisar Zhou, yang akan menjadi Kaisar mengantikan ayahnya pada waktu itu.


Dengan prestasinya sebagai organisasi tersembunyi yang mampu membunuh Putra mahkota Kekaisaran Zhou, membuatnya dikenal banyak bangsawan.


Karena prestasinya itu kaisar Wei selalu memberikan banyak misi rahasia dan dia tidak berani menolaknya, sebab leluhur Wei yang terkenal dengan sebutan the gamer selalu mengintimidasinya.

__ADS_1


__ADS_2