
Chapter 228 Mempermainkan Yuan Yao.
Colloseum semakin ramai dengan kehadiran jenius baru dibenua biru, banyak taruhan yang menjagokan Lingzi Mei, bahkan tidak tanggung-tanggung mereka mempertaruhkan semua uangnya untuk pertandingan kali ini.
"Senior Yuan Yao, lanjut apa mundur?" suara Xiao Yan membuyarkan lamunan Yuan Yao yang masih memikirkan kecantikan dan jenius Lingzi Mei, dia sudah banyak merencanakan semua trik akan Lingzi Mei kalah, tunduk dan menjadi isterinya.
Isteri Yuan Yao sebenarnya sudah banyak mencapai 100 wanita, tetapi karena sifat serakah saat melihat kecantikan dia akan selalu berusaha merebutnya, jika bukan teguran dari kakaknya dan dua leluhur suci dia sudah pasti akan memburu banyak wanita.
"Aku... Aku maju"
"Baiklah. Para hadirin sekalian yang berada di tempat ini maupun yang berada diluar, kali ini adalah pertandingan babak penentuan, siapa saja yang terakhir berdiri dialah pemenangnya...." kata Xiao Yan kepada semua orang, selanjutnya Xiao Yan berkata lagi.
"Jika kalian sudah siap...."
Colloseum menjadi semakin ramai disaat Xiao Yan mengatakan jika ini babak terakhir dari turnamen persahabatan antara benua biru dan istana surgawi, banyak orang yang buru-buru mempertaruhkan hartanya, sengaja Xiao Yan selalu menghentikan setiap perkataannya dengan tujuan agar semua orang bisa bertaruh.
"Mulai..."
"Cantik bagaimana jika kamu menjadi isteriku?" sekali lagi Yuan Yao bertanya karena sebelumnya pertanyaan belum dijawab, Lingzi Mei memdengus kesal dengan pertanyaan ini lagi.
"Apa untungnya dengan orang setua kamu...!"
"Hahaha... Apapun akan aku berikan dan biarpun usiaku sudah 30 juta tahun, aku masih terbilang muda" jawab Yuan Yao yang tanpa malu berkata dirinya masih muda.
"Berikan semua hartamu...mana ?" Lingzi Mei mengulurkan tangannya meminta semua harta yang dia miliki, Yuan Yao sedikit kaget dengan permintaan dari orang yang di sukai berlebihan dengan meminta semua hartanya.
"Hahaha... Sabar aku pasti akan memberikan semuanya padamu setelah kamu menjadi isteriku... Hahaha" Yuan Yao tidak segera memberikan hartanya, dia ingin menangkap dulu Lingzi Mei dipelukannya terlebih dahulu.
"Omongan basi, jika kamu miskin tidak usah banyak gaya, jadilah kaya baru berkoar-koar... Huuff...miskin." ejek Lingzi Mei yang tidak mau menerima perkataan omong kosong dan dia mendengus kesal dan semakin menghina Yuan Yao, Yuan Yao sendiri malu dibilang miskin, dengan segera dia melepaskan cincin dimensi dijari manis dari tangan kirinya, lalu melemparkan kepada Lingzi Mei.
Dengan santai Lingzi Mei menangkap cincin dimensi yang dilemparkan, lalu memeriksa isi didalam cincin tingkat langka, didalamnya terdapat banyak emas, batu roh, batu mistik, batu kuno, termasuk beberapa pil, teknik dan juga senjata tingkat ilahi kebawah.
"Cih... Apa hanya segini saja, kekayaanmu...? Masih jauh dibandingkan pria yang menjadi kekasih ku yang duduk disana...!" kata Lingzi Mei dengan menunjuk jarinya kearah Kaisar Agung yang tersenyum saja dirinya menjadi target lagi oleh isterinya, sambil menunjukkan kekasihnya, Lingzi Mei menyimpan cincin dimensi didalam cincin dimensinya sendiri disaat Yuan Yao mengikuti arah jari telunjuknya.
Yuan Yao sangat malu jika dibandingkan dengan wajah tampan dan kaya Kaisar Agung benua biru, dia mengeretakkan giginya menahan marah dan rasa malu.
"Ini terima... 30 juta tahun aku hidup, aku masih banyak menyimpan harta dikediaman ku, ini hanya sebagai bukti aku tidak kalah dengan orang itu." sekali lagi Yuan Yao melemparkan cincin dimensinya kepada Lingzi Mei karena dia tidak mau dibandingkan dengan pria lain.
"Berikan seluruh cincin dimensimu, aku yakin kamu pria tampan memiliki harta banyak..." kata Lingzi yang sedikit merayu Yuan Yao, Yuan Yao merasa senang dirinya dipuji tampan oleh kecantikan yang tiada tara, segera dia mengeluarkan semua cincin dimensi dan melemparkan kepada Lingzi Mei, tanpa malu Lingzi menerima semua cincin dimensi yang Yuan Yao berikan.
"Hah... Bocah itu... Masih saja dengan mudah dibodohi wanita." Yuan Shao kakak dari Yuan Yao mendesah kesal melihat kebodohan adiknya yang selalu saja menghabiskan banyak harta demi wanita lagi.
Lingzi Mei sekali lagi menerima cincin dimensi itu, dan melihat isi didalamnya, kali ini hartanya dua kali lebih banyak dari sebelumnya, didalam batin Lingzi Mei sangat senang mendapatkan rejeki nomplok setelah keluar dari dunia Roh.
"Kalahkan aku dulu jika kamu memiliki kemampuan, tanpa kekuatan kamu tidak akan mampu menjaga hartamu...!"
"Hahaha... Baiklah aku akan kalahkan kamu... Wanita liar sepertimu sangat membuatku bersemangat."
Tanpa menjawab Lingzi Mei berjalan dengan anggun mendekati Yuan Yao, Yuan Yao yang melihat wanita yang dicintainya mendekatinya merasa bahagia.
"Hati-hati, wanita itu terlihat aneh" tiba-tiba transmisi suara Yuan Shao memperingatkan dirinya dan langsung tersadar, dia terkejut saat melihat dirinya seperti lepas dari ilusi, lalu dia merasa telah diperdaya oleh wanita didepannya yang sedang mendekatinya.
"Sialan... Wanita aku akan menaklukkan dirimu..."
Wuuuuussshh
"Eh... Palsu..." Yuan Yao yang marah langsung menyerang Lingzi dengan kepalan tangannya, tetapi disaat pukulan itu mengenai Lingzi Mei berubah menjadi asap, dia kaget dirinya masih terkena ilusi lagi, dengan segera Yuan Yao menyebarkan kesadarannya dan mencari keberadaan Lingzi Mei.
"Hai tampan aku disini... Katamu ingin menikahi ku, mana mas kawinnya?." tiba-tiba Lingzi Mei muncul dibelakang Yuan Yao, mendengarkan suara merdu dan indah membuat jantung Yuan Yao berdetak kencang dan dia membalikkan badannya.
__ADS_1
"Astaga cantik sekali dan dia juga tersenyum padaku...hahaha." batin Yuan Yao yang melihat kecantikan tersenyum padanya.
"Hahaha... Tenang saja cantik ku... Ini terima semua hartaku, milikku juga milikmu... Hahaha." Yuan Yao segera mengeluarkan semua harta dari dunia jiwanya dan menyimpannya didalam cincin dimensi lalu melemparkan cincin itu kepada Lingzi Mei.
"Ayo, kejar aku tampan... Hehehe" setelah menerima cincin dimensi dari Yuan Yao, Lingzi Mei berlari dan berkata pada Yuan Yao.
"Hahaha... Wanita liar aku akan menaklukkanmu..." Yuan Yao tertawa dan mengejar Lingzi Mei dia sangat bahagia bisa bersama wanita cantik.
Semua penonton merasa melihat drama percintaan di arena utama dan hanya diam saja saat melihat Yuan Yao mengejar Lingzi Mei seperti orang gila dengan tertawa kencang.
"Apa yang dilakukan Yuan Yao..."
"Entahlah dia sepertinya sangat bahagia..."
Semua penonton akhirnya mulai saling berkomentar saat mereka pulih dari perasaan aneh seperti terhipnotis, ketiga leluhur suci juga bengong sesaat dan kembali tersadar.
"Sialan, apa yang sudah terjadi... Eh, dimana cincin dimensi milikiku?"
"Bajingan siapa yang mencuri cincin dimensi ku..."
Segera keributan terjadi di tribun khusus tamu penting dimana istana surgawi sedang marah, mereka kehilangan cincin dimensinya tanpa mereka ketahui, bahkan leluhur suci juga kehilangan cincin dimensi yang berada di jarinya.
Excel hanya tersenyum melihat isteri kecilnya sedang mempermainkan Yuan Yao termasuk semua orang dari istana surgawi, untung saja Excel segera memblokir ilusi yang dibuat oleh Lingzi Mei agar semua keluarganya tidak terpengaruh oleh ilusi itu.
"Mengerikan..." Yuke terkejut saat melihat teknik yang dibuat Lingzi Mei yang hampir saja dirinya terpengaruh jika Excel tidak memblokir ilusi yang dibuat Lingzi Mei.
"Luar biasa, Ilusinya mampu mempengaruhi setingkat Sang Void." kata Yuna yang memuji ilusi yang digunakan oleh Lingzi Mei.
"Saudari Lingzi Mei memang hebat, aku juga hampir saja terhanyut didalam ilusinya."
"Hah... Aku harus belajar ilusi itu dari Kakak Mei."
Semua keluarga Excel memuji ilusi yang dibuat Lingzi Mei, apalagi putri-putri Excel sudah membayangkan jika bisa mempelajari ilusi itu mereka akan gunakan untuk membuat ayahnya jatuh cinta kepada mereka.
"Apa kamu mencuri cincinku... Hah"
Anggota istana surgawi marah cincin dimensinya hilang dan saling menuduh satu sama lainnya dan hampir saja saling baku hantam karena tidak ada yang mau mengakui.
"Sudah, sudah hentikan. Tidak ada gunanya mencarinya, tidak mungkin bisa ada orang yang mencuri disaat kita ada disini, nanti kita selidiki siapa pelaku pencuri itu" kata Yu Guan yang melerai anggotanya yang hampir saja saling pukul sesama rekannya.
"Bodoh, kalah dia dulu baru bersenang-senang dengannya..." Yuan Shao kembali mengirim transmisi suara kepada adiknya yang masih mengejar Lingzi Mei dengan ketawa bahagia, seketika tubuh Yuan Yao bergetar disaat dia berhenti berlari, dia langsung menyadari telah dipermainkan oleh musuhnya.
"******, aku akan membunuhmu... Tinju penghancur galaksi..."
Wuuuuussshh
Booommm
Panggung gemetar hebat saat pukulan yang sangat kuat menghantam Lingzi Mei tanpa bisa dia hindari, seluruh penonton juga merasakan ledakan yang penuh energi itu, asap tebal menutupi area dimana Lingzi Mei menjadi target pukulan dari Yuan Yao.
"Aakkhhh..." Lingzi Mei berteriak kesakitan saat dirinya terkena pukulan tinju dari Yuan Yao.
"Saudari..."
"Kakak..."
Semua keluarga Excel berdiri dan berteriak histeris saat Lingzi Mei terkena pukulan yang sangat kuat dari Yuan Yao, mereka tidak menyangkah Lingzi Mei tidak berusaha menghindarinya.
"Jangan kuatir dan santai saja." kata Excel menenangkan semua isteri dan putrinya.
__ADS_1
Lingzi Mei masih berdiri dengan keadaan yang baik saja padahal dirinya tadi berteriak kesakitan, dia tersenyum saat melihat Yuan Yao yang tercengang, ketiga leluhur suci dan juga para pemimpin akademi juga terkejut melihat Lingzi Mei baik-baik saja bahkan pakaiannya saja tidak sobek dan kulitnya juga tanpa goresan.
"Kamu tega menyakiti wanita cantik seperti diriku... Aku sangat kesakitan dan luka dalam, kamu harus memberikan kompensasi." kata Lingzi Mei dengan tersenyum, semua orang yang mendengarnya mengedutkan bibirnya, apanya yang luka dalam tergores saja tidak nampak di kulitnya.
"Kamu... Benar-benar... Sialan... Tinju penghancur galaksi..."
Wuuuuussshh
Booommm
"Hahaha... Kamu sangat kejam." Lingzi Mei hanya tertawa saat pukulan mengenai dirinya ledakan dahsyat menggoncang arena utama, tubuh Lingzi menjadi buram dan muncul lagi ditempat lain dengan keadaan yang baik-baik saja.
"Sial... Sial... Iblis macam apa kamu... Tinju penghancur galaksi...." Yuan Yao sangat marah pukulannya tidak berpengaruh pada Lingzi Mei.
Wuuuuussshh
Booommm
Booommm
Yuan Yao yang marah terus-menerus mengeluarkan tekniknya, ledakan energi Qi mengema di dalam colloseum, sedangkan Lingzi Mei selalu tertawa saat pukulan itu selalu mengenainya, saat terkena serangan dari Yuan Yao tubuhnya selalu menjadi buram dan menghilang, muncul lagi ditempat yang lain.
"Hahaha... Tampan kamu harus beri kompensasi. Jika kamu tidak memberikan kompensasi kamu akan merasakan sesuatu yang lebih mengerikan... Hahaha" kata Lingzi Mei yang kembali tubuhnya menjadi buram dan menghilang lagi saat serangan Yuan Yao mendekatinya.
Booommm
Booommm
Yuan Yao terus-menerus menyerang dengan sekuat tenaga, tetapi Lingzi Mei seperti asap saat terkena pukulan berenergi itu, Yuan Yao semakin marah dan membenci Lingzi Mei yang telah mempermainkan dirinya.
"Aaaahh... ****** aku akan membunuhmu... 1.000 tinju penghancur galaksi" Yuan Yao berteriak marah dan mengumpat Lingzi Mei yang terusan tertawa, skill keduanya akhirnya dia kerahkan, terlihat kepalan berjumlah 1.000 muncul dari langit dan menerjang tubuh Lingzi Mei.
Booommm... Booommm
Booommm... Booommm
Sekali pukulan yang sangat kuat meledak di arena utama colloseum, seribu ledakan sangat memekikkan telinga semua orang, jika tidak adanya formasi array pelindung di arena sudah pasti banyak orang akan mati, bahkan telinga setiap orang mengeluarkan darah segar.
"Hahaha... Apa hanya ini saja kemampuanmu... Hahaha" sekali lagi Lingzi Mei tertawa dan mengejek Yuan Yao, seribu kepalan tangan api tidak berarti apapun baginya, tubuh Lingzi Mei selalu buram dan menghilang, entah dimana muncul selalu tertawa.
"Hah... Hah...! Bajingan jangan hanya sembunyi saja... Cepat keluar kamu dan bertarung seperti sikap seorang ksatria." Yuan Yao terengah-engah setelah mengeluarkan skill 1.000 tinju penghancur galaksi, staminanya hanya tersisa 30 % jika dia mengeluarkan skill itu lagi sudah pasti dia akan kehabisan energi dan bisa berakibat fatal bagi dirinya, karena itu Yuan Yao berusaha memancing Lingzi Mei untuk bertarung secara nyata.
"Ckckck... Baru segitu saja sudah lemah, kamu itu perempuan apa laki-laki... Hahaha." Lingzi Mei berdecak lidah saat mengejek dan muncul di hadapan Yuan Yao dengan jarak 10 meter darinya, melihat Lingzi Mei di depannya Yuan Yao merasa senang, tetapi sebelum menyerang lagi Yuan Yao mengkonsumsi pil pemulih energi, Lingzi Mei yang melihat tindakannya hanya diam saja.
"Obat kuat ya... Hahaha... Benar-benar lemah" ejek Lingzi Mei kepada Yuan Yao yang secara berlahan mulai pulih staminanya hingga 80 %.
"Hahaha... Tidak masalah asal aku bisa menundukkan dirimu." jawab Yuan Yao kepada Lingzi Mei, kemudian dia membuat gerakan aneh dengan kedua tangannya, "segel Budha menaklukkan iblis...!!" gumam Yuan Yao mengeluarkan teknik penyegelan yang ditujukan pada Lingzi Mei sebagai tergetnya.
Bhuuzzhh
Muncul sebuah segel berbentuk kotak yang melayang diudara dan ukurannya sebesar arena utama, Lingzi Mei juga melihat keatas, saat melihat dia hanya tersenyum saja.
"Trik murahan... Apa tidak ada yang lebih hebat lagi." sekali lagi Lingzi Mei mengejeknya.
"Hahaha... Kamu akan tahu setelah merasakan-nya.... Turun..!"
Wuuuuussshh
Setelah Yuan Yao bergumam turun. Sangkar kotak segera jatuh kebawah dan "Boomm..." sangkar itu mengurung Lingzi Mei yang tidak berusaha untuk menghindarinya, terlihat Lingzi Mei hanya tersenyum walau dirinya sudah disegel di dalam sangkar.
__ADS_1
"Hahaha... Akhirnya aku menangkap dirimu iblis cantik...hahaha." Yuan Yao tertawa bahagia mampu menangkap wanita yang sudah membuatnya jatuh hati, demikian juga dengan pihak istana surgawi yang juga ikut merasakan bahagia, berbeda dengan keluarga besar Excel sudah merasakan putus asa melihat situasi Lingzi Mei yang sudah disegel di dalam sangkar.
"Apa hanya segini saja kekuatan segel Budha penakluk iblis milikmu ?" tanya Lingzi Mei dengan kedua tangannya dibelakang panggung, saat tersenyum mampu membuat pria terhipnotis.