
Chapter 135 Kemarahan Lang Fen.
Excel yang sedang duduk diantara pemimpin benua dewa juga mengetahui perasaan putrinya yang satu ini, hingga dia meminta ijin kepada para pemimpin benua dewa.
"Para pemimpin, saya ijin sebentar untuk menemui putri-putri tercintaku terlebih dahulu"
"Hahaha, Tuan muda silakan, kami tahu kamu menguatirkan mereka"
Segera Excel menemui semua Putri-putrinya dibelakang tempat duduk para pemimpin benua dewa, melihat jika Excel berdiri dari tempat duduknya membuat dia menjadi perhatian banyak orang.
"Lihat pria tampan itu"
"Ya dewa, gagah sekali dia"
"Andai saja aku menjadi isterinya!!"
Segera suasana tribun penonton menjadi ramai saat Excel berjalan menuju ketempat keluarga besarnya berada, dan yang tidak dia duga semua Putri-putrinya sudah menyiapkan smartphone dan langsung memotret ayahnya.
Crek
Crek
Crek
"Aoww"
Mata Excel menjadi silau saat lampu pencahayaan itu mengenai matanya hingga tangan kanannya menghalau cahaya itu agar tidak mengganggu penglihatannya.
"Hahaha... Ayah gayamu sangat bagus"
"Ayah, coba kedua tangan menutupi mata, itu sangat bagus posenya"
Excel yang tahu jika dikerjain Putri-putrinya menjadi sedikit cemberut, bukannya terlihat takut Putri-putrinya malah menyukai pose itu.
"Ayah, tahan dulu, gaya cemberut itu bagus"
"Iya, iya... Yayah diam saja"
Crek
Crek
Crek
"Whahaha"
Penonton yang melihatnya ketawa terbahak-bahak jika pria tampan itu sedang dikerjain Putri-putrinya, tapi mereka juga penasaran dengan benda persegi yang dipegang gadis-gadis kecil yang bisa mengeluarkan cahaya dan mengeluarkan bunyi.
"Putriku, kalian akan ayah hukum"
Ancam Excel kepada semua Putri-putrinya, bukan takut atau menyimpan smartphone-nya mereka malah bersemangat dan semakin banyak memotret ayahnya.
Wuuuuussshh
Excel langsung menerjang Putrinya yang terdekat darinya dan langsung menggelitik putrinya hingga ketawa kegelian.
"Hahaha, ayah geli... Ampun ayah...hahaha"
"Ayo kita selamatkan adik kita"
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
"Hahaha, geli ayah"
"Whahaha, lepas tanganmu dulu putriku dari ketiak ayah...hahaha"
"Ampun tidak, ayah"
Penonton yang melihat 140 gadis kecil yang mengeroyok ayahnya dan mengelitiki-nya juga ikut ketawa, tidak hanya penonton saja yang ketawa keluarga Kekaisaran benua dewa juga ikut ketawa.
"Hahaha, baru kali ini aku melihat keluarga besar yang begitu harmonis"
"Benar, aku yang melihatnya ikut bahagia, andai saja aku dari awal mendidik keluargaku dengan benar seperti keluarga Tuan muda, mungkin juga akan merasakan rasa kebahagiaan itu"
Semua orang iri dengan keharmonisan keluarga Excel yang sangat bahagia, didunia kultivator semua orang hanya mengejar kekuatan dan kekuasaan hingga lupa bagaimana mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya.
Tidak hanya didunia kultivator tapi juga didunia Excel dulu berada, dimana kebahagiaan hanya diukur dari kekuatan finansial dan juga kekuasaan, mereka berpikiran jika bisa kaya atau memiliki title sebagai sarjana bisa menemukan bahagia, tetapi mereka lupa jika seorang petani ladang saja bisa dengan mudah bahagia tanpa memilik banyak uang atau title bergengsi.
Kebahagiaan diperoleh dari dalam hati, bukan dari mata yang melihat, telinga yang mendengarkan, itu akan mempengaruhi pikiran menjadi monyet liar yang menjadi buas saat lapar dan diam disaat kenyang tanpa peduli apapun saat lapar itu melandanya.
"Ayah kalah, ampun putriku"
"Horee kita akhirnya menang"
"Yayah, kamu kalah"
Excel sudah menyerah jika digelitiki itu adalah kelemahannya, rambut dan pakaian sudah berantakan akibat serangan tangan Putrinya yang menyerang ketiak dan juga pinggangnya.
"Hehehe, sayangku baru tahu rasa sekarang, putri-putrimu tidak akan lagi bisa kamu tindas"
"Hahaha, suamiku begitu mengenaskan dirimu"
Excel hanya cemberut dengan bibirnya yang mengerucut saat diejek isteri-isterinya, dan isterinya juga menata rambutnya dan juga pakaiannya.
"Putriku Lang Fen, apa kamu takut?"
Excel bertanya setelah isterinya selesai merapikan rambut dan juga pakaiannya, lalu dia mendekati Lang Fen yang masih terlihat gugup saat akan bertanding.
"Iya, ayah"
"Jujur saja ayah juga takut, takut kehilangan kalian, takut terluka, takut merasakan rasa sakit dan ayah juga takut akan kematian.
Tetapi ayah berusaha tidak takut dengan apapun yang ayah hadapi, ketakutan itu berasal dari pikiran kita padahal sesuatu itu belum terjadi pada kita.
Putriku tidak hanya kamu saja yang takut, kita semua yang berada disini juga merasakan ketakutan, apa kamu tahu bagaimana caranya menghilangkan ketakutan itu?"
"Tidak, aku tidak tahu ayah"
Jawab Lang Fen yang meneteskan air mata, kemudian Excel memeluknya dengan kasih sayang dan berkata.
__ADS_1
"Hadapi rasa takut itu, karena itu belum terjadi pada dirimu. Putriku sayang apa kamu mengerti?"
"Aku mengerti ayah"
Kata Lang Fen dengan memeluk ayahnya dan terlihat dia mulai tersenyum lagi dan bersemangat.
"Kakak, jangan takut ada ayah kita disini, oke"
"Kakak, aku saja tidak takut, kamu juga halus tidak takut"
"Harus, adik, bukan halus"
"Iya halus, kakak"
"Ha-rus"
"Ha-lus"
"Whahaha"
Lang Fen juga dipeluk saudara-saudaranya dan juga ikut ketawa mendengar Jun Yu digoda Jun Mei, tidak hanya Lang Fen saja yang menangis Lang Nuan juga menangis bahagia, saudarinya begitu dicintai suaminya tanpa pilih kasih, dia merasa beruntung menemukan suami yang penuh kasih sayang sejak mengenal seorang pria.
"Baiklah, hajar lawanmu hingga menangis, oke"
"Oke, ayah"
Segera keempat putrinya berjalan menuju arena tanding, dan penonton memberikan tepuk tangan meriah untuk memberikan semangat pada Lang Fen dan juga ketiga saudarinya.
"Semangat tim Phoniex"
"Kamu jagoanku"
"Kakak, biarkan aku dulu yang bertarung, oke"
Kata Lang Fen yang kini tidak takut lagi dan bersemangat untuk menghajar musuhnya seperti saudari-saudarinya yang lain, dan ketiga saudarinya hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
"Junior Lang Fen apa kamu ingin yang pertama bertanding?"
Tanya wasit saat Lang Fen sudah diatas arena mendahului Jun Xue Rong.
"Iya, Kakek"
"Baiklah kalau begitu, apa kalian sudah siap?"
"Siap senior"
"Siap Kakek"
"Mulai"
Murid akademi dewa api merasa senang bisa menghadapi gadis kecil yang takut ini terlebih dahulu, dia tadi juga melihat lawannya ketakutan dan dihibur ayahnya.
"Bocah, kena pukul dan senjata itu menyakitkan, jika kamu takut lebih baik menyerah saja sebelum senjataku melukaimu"
Kata murid itu setelah wasit mengijinkan mereka berdua untuk mulai bertarung, dia sengaja menakuti Lang Fen hingga membuatnya menyerah tanpa bertarung.
"Aku tahu, maju"
Jawab Lang Fen yang sudah mengeluarkan senjata pedang ganda yang panjangnya 90 cm berwarna merah, mengetahui jika lawannya tidak takut lagi, murid itu berkata lagi.
"Ayahku bukan pengecut, dia bisa saja memusnahkan benua ini dengan mudah"
Balas Lang Fen yang membuat murid itu tertawa terbahak-bahak dan makin melecehkan ayah Lang Fen seakan-akan itu hanya bualan saja.
"Hahaha, bodoh. Disini lindungi Dewa Absolute, mana mungkin ayahmu berani, paling-paling bersembunyi dibalik punggung anak kecil...hahaha"
"Kamu jangan menjelek-jelekkan ayahku...mati"
Wuuuuussshh
Claaanng
Traangg
Claaanng
Traangg
Lang Fen sangat marah pada musuhnya yang menghina ayahnya, dia langsung menyerang murid itu dengan pedang gandanya, si murid juga melawan dengan pedang juga dan pertarungan pun terjadi di arena dengan sengit.
Selama didunia jiwa, Lang Fen juga berkultivasi dengan rajin dan dibantu Pill kultivasi buatan ayahnya, terakhir dia pada tingkat Half God dan selama 6 bulan didunia jiwa dia juga telah meningkat dengan drastis berkat energi spiritual tingkat primordial yang padat.
Lang dan murid pada tingkat yang sama yaitu tingkat prajurit dewa putih tahap 4, tapi banyak orang yang tidak bisa melihat tingkat kekuatan berkat armor baru yang diberikan oleh ayahnya, perlengkapan perang armor, sarung tangan, sepatu perang dan juga pelindung kepala terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas, perlengkapan perang itu pada tingkat Mahadewa.
Jika orang-orang mengetahui perlengkapan perang itu maka akan membuat banyak orang serakah dan akan merebutkannya, untung saja perlengkapan itu dibuat mirip dengan artefak biasa agar tidak menarik perhatian banyak orang, dan hanya warnanya yang dibuat berbeda dari yang lainnya sebagai ciri khasnya.
Selain perlengkapan perang itu mampu menahan serangan Dewa Absolute, perlengkapan perang tingkat mahadewa juga bisa menyembunyikan kekuatan si pengguna dan juga seperti jubah tingkat mahadewa yang dimiliki Excel, yang mampu berubah sesuai keinginan pikiran, kelebihan lainnya perlengkapan perang itu mampu menetralisir kekuatan energi Qi lawannya dan juga mampu menyerap energi Qi itu.
Claaanng
Traangg
"Hahaha, bocah. Lihat ayahmu tidak kuatir jika kamu terluka, betapa pengecutnya dia"
Kata murid akademi Dewa Api yang sengaja memprovokasi Lang Fen, semua penonton juga ikut mendengar perkataan murid itu dan semua orang tidak suka hinaan yang ditujukan pada orang tua yang tidak ikut dalam turnament.
"Kurang ajar dia"
"Kakak, hancurkan kepalanya"
"Bajingan ini benar-benar keterlaluan"
Semua keluarga besar Excel tidak terima dengan hina itu dan menghujat murid akademi, Excel juga mulai terpancing emosinya dan terlihat wajahnya yang sudah berubah.
"Putriku buat dia cacat"
Bruuukkk
Bruuukkk
"Aaaakkhh"
"T-tuan muda... Ta-tarik aura kemarahan-mu...!!"
__ADS_1
"Ya Dewa, keluarga yang mengerikan"
"Sialan, murid itu yang membangkitkan kemarahan monster"
Tiba-tiba suara Excel mengema diseluruh arena pertandingan, aura kuat menekan semua orang diseluruh penjuru wilayah Kekaisaran timur, kecuali keluarga besarnya yang tidak terintimidasi aura kemarahan Excel, jika Excel mengeluarkan aura kekuatannya sudah dipastikan semua orang langsung meledak menjadi bubur.
Semua orang juga marah dengan sikap dan perkataan murid akademi dewa api yang terlalu kurang ajar, awalnya semua orang tidak mempermasalahkan jika didalam pertandingan sengaja memprovokasi lawan, tapi jika melibatkan orang tua yang tidak ikut berpartisipasi maka sama saja itu memancing emosi semua orang.
Booommm
Booommm
Booommm
Tim Phoniex dan seluruh keluarga besar Excel juga mengeluarkan aura tingkat kekuatan mereka yang sangat mengerikan, hingga membuat banyak orang sudah pingsan yang memiliki basis kultivasi rendah dan yang lainnya sampai mengeluarkan darah dari 7 lubang ditubuhnya.
Keluarga Kekaisaran benua dewa juga ketakutan dengan kekuatan Excel dan seluruh keluarga besarnya yang kini telah berubah total, dari riang dan ramah menjadi buas dan mengintimidasi.
Kemudian Excel mengangkat tangan kanannya guna keluarga besarnya menarik aura kekuatan mereka yang membuat semua orang ketakutan, seketika semua merasa lega dan kembali duduk setelah ambruk ditanah, kembali mata semua orang mefokuskan perhatiannya kepada Lang Fen dan murid akademi dewa api dengan mengusap keringat dan darah yang tadinya mengalir.
"Baik, ayah. Akan aku lumpuhkan orang kurang ajar ini"
Booommm
Balas Lang Fen yang juga sangat marah dan mengeluarkan aura kekuatannya yang murni dan juga sangat kuat, murid itu sangat kaget melihat semua orang marah padanya, dia menyesal telah berprilaku sangat keterlaluan.
Booommm
Booommm
Booommm
Sekali lagi basis kultivasi Lang Fen naik ketahap lima, enam dan berhenti di tingkat Prajurit dewa putih tahap 7, dan itu belum kekuatan roh beladiri yang Lang Fen keluarkan dan juga kekuatan alam dunia dantian, Lang Fen hanya mengeluarkan kekuatan basis kultivasinya dan mengaktifkan garis keturunan ras serigala.
Perlengkapan perang milik Lang Fen langsung bersinar dan pelindung kepala juga segera menutupi wajahnya, senjatanya juga telah berubah yang awalnya pedang ganda kini pedang ditangan kirinya telah menjadi perisai sebagai tamengnya.
Wuuuuussshh
Booommm
"Aakkhhh"
Lang Fen langsung melesat dengan sangat cepat dan lutut kaki kirinya menghantam dada musuhnya, murid akademi dewa api sudah tidak bisa lagi mengikuti pergerakan cepat dari lawannya hingga dia bisa dengan mudah dihantam dadanya dengan lutut Lang Fen.
Zlaaapp
Craazzhh
"Aaaakkkhhh"
Tidak berhenti sampai disitu, Lang Fen langsung menghilang disaat lawan masih terpental kelangit dan tiba-tiba muncul dibelakangnya, kemudian Lang Fen menebas punggung lawannya hingga tergores dalam sepanjang lebar punggung murid itu.
Wuuuuussshh
Booommm
Si murid yang ditebas dari atas kembali meluncur kebawah, tapi sebelum menyentuh tanah, lagi-lagi Lang Fen mendahuluinya dan sudah berada dibawah murid itu, dengan tendangan yang kuat Lang Fen murid itu meluncur keatas.
"Tebasan pelangi"
Swiiingg
Swiiingg
"Bahaya...!!"
Wuuuuussshh
Lang Fen langsung mengeluarkan tekniknya dan tebasan pelangi seperti namanya muncul 7 warna pelangi yang berbentuk bulan sabit dan langsung mengarah pada kedua kaki, kedua tangan dan yang terakhir tebasan itu mengenai perut murid akademi dewa api, anggota tubuh murid itu terpotong-potong hingga menjadi 6 bagian saat tebasan teknik pelangi mengenai kaki tangan murid itu.
Sang wasit yang mengetahui jika itu berbahaya langsung melesat keatas guna menolong murid itu dari serangan ganas Lang Fen yang sangat marah.
Craazzhh
"Aaaaahhh"
Craazzhh
"Akkhhhh"
Craazzhh
"Aakkkhh"
Booommm
Sayang sekali wasit terlambat menyelamatkan murid itu agar tidak terluka parah, tebasan pedang terakhir yang mengenai dibawah perut langsung menghancurkan dantian murid itu tanpa dia bisa menghindarinya.
Wuuuuussshh
Tap
"Siapa lagi yang ingin menghina ayahku maju kesini!!!"
Tanya Lang Fen dengan melotot kepada semua peserta turnamen beladiri saat dia kembali ketengah arena pertandingan.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Tap tap tap tap
Tim Phoniex junior langsung ikut berkumpul dengan Lang Fen dan sudah bersiap melawan semua murid yang berpartisipasi dalam turnament beladiri di arena tanding.
"Maju yang menghina yayah ku"
"Kalian semua maju tidak perlu menunggu babak berikutnya"
Jun Yu, Jun Mei dan Putri-putri Excel juga sangat marah dan menantang semua peserta turnamen kategori murid yang belum bertanding.
__ADS_1
Wasit yang sudah membopong murid akademi dewa api yang pingsan dengan terluka parah dan sudah dipastikan murid itu akan cacat seumur hidup tanpa bisa berkultivasi lagi seperti sebelumnya.
Dia bisa berkultivasi lagi asal ada Pill pemulih dantian, dimana hanya para ahli Alchemist tingkat kaisar tahap puncak yang bisa meramunya, tetapi tanaman obat dan tanaman roh untuk membuat pill pemulih dantian tidaklah mudah ditemukan, dengan 100 macam jenis tanaman untuk membuat pill pemulih dantian dan itu juga banyak tanaman yang langkah dan sulit ditemukan di benua Dewa.