Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 261 Teraniaya


__ADS_3

Chapter 261 Teraniaya.


Di taman istana raja ashura, Excel berdiri setelah duduk cukup lama dipinggir kolam, lalu dia berjalan menuju dimana ketiga leluhur suci dan kedua muridnya yang sedang duduk bersila untuk berkultivasi.


Excel melihat semua orang sangat serius dalam berkultivasi dan tidak tega untuk mengganggu mereka untuk berpamitan, lalu Excel mengeluarkan batu giok pesan. Setelah mengisi pesan didalam batu giok itu, dia meletakkan di atas meja.


Dengan mengetarkan tubuhnya, Excel menghilang dan tidak dirasakan oleh siapapun yang berada disana, merasakan adanya sesuatu yang hilang, Yu Guan membuka matanya dan melihat kearah dimana gurunya tadi berada, tetapi dia melihat kolam itu sudah tidak ada guru agung, Yu Guan berdiri dan memeriksa disekitarnya.


"Apa ini pesan dari guru...!" Yu Guan membatin dan mengambil batu giok pesan itu, segera Yu Guan menjauh dari mereka yang sedang serius berkultivasi, setelah jarak antara mereka dirasa cukup jauh, Yu Guan memecahkan giok pesan itu dan seketika cahaya memasuki dahi Yu Guan.


("Aku pergi menuju wilayah ras suzaku, jika kalian ingin menyusul aku tidak keberatan. Oh, iya. Harap waspada dengan tujuan dari leluhur kelelawar hitam, dia adalah salah satu mata-mata yang dikirim nine heaven palace untuk mengawasi ketiga leluhur suci dalam mengawasi alam semesta aurora ini, sebelum kedatangan utusan mereka, tujuan mereka sudah jelas hanya untuk mengeksploitasi sumberdaya alam ini")


"Hah... Keserakahan selalu menimbulkan banyak korban." desah Yu Guan setelah mendengarkan pesan dari gurunya, dia sangat kecewa dengan tindakan masa lalu dari ketiga leluhur suci, seandainya waktu itu menolak tawaran dari nine heaven palace, sudah pasti istana surgawi lebih cepat berkembang.


Semalam ketiga leluhur suci sudah meminta maaf dan bersumpah akan menjadi pengikut guru agung. Mereka bercerita jika pada saat itu, mereka juga tidak punya pilihan lainnya karena kekuatan utusan dari nine heaven palace lebih kuat, seandainya lebih rendah sudah dipastikan Ratu alam semesta aurora akan mengetahui kedatangan mereka.


Sengaja nine heaven palace tidak segera memanen alam semesta aurora dengan alasan, jika alam ini sedang dalam masa pertumbuhan saat masa transisi alam.


Ketiga leluhur suci juga di iming-imingi akan diberikan teknik kultivasi yang mampu memberikan kekuatan hingga tingkat tanpa batas, tetapi setelah jutaan tahun janji itu sekedar janji hingga saat ini. Leluhur suci juga menyesali telah membocorkan informasi alam semesta aurora ini, terutama benua biru yang kaya akan sumberdaya-nya.


"Untung saja ada guru agung, jika tidak...! hah.... nasib mengerikan apa yang akan dialam kehidupan di alam semesta aurora ini...!" Yu Guan berguman pada diri sendiri, sambil berjalan menuju tempat duduknya, dia menghembuskan nafas berat saat membayangkan kengerian yang dialami banyak kehidupan saat dieksploitasi nine heaven palace.


Excel sudah berada diwilayah ras suzaku, sebelum berjalan Excel memalingkan wajahnya kearah wilayah suku nimfa berada. Excel memeriksa wilayah dimana suku nimfa dan menghitung jumlah mereka semua.


"Benar-benar hampir punah, lebih sedikit dari suku Echidna. Bukan hanya Meng Ho saja yang memburu mereka tetapi raja kelelawar pemangsa darah lebih sering memburu mereka...hmm. Aku harus menyelamatkan mereka." Excel membalikan badannya dan mengurungkan niatnya untuk pergi kewilayah ras suzaku, sambil bergumam Excel berjalan.


Saat Excel menghitung jumlah mereka, mereka hanya tersisa 130 wanita, mereka berkumpul disuatu wilayah yang tidak bisa ditemukan oleh ras lainnya.


Excel menuju kearah mereka bersembunyi dan seakan-akan dirinya tersesat. Saat Excel berjalan, tubuhnya berkedip dan muncul lagi dengan jarak puluhan kilo, padahal Excel hanya berjalan dengan santai.


"Kekuatan macam apa itu? Terlihat sangat lemah, anehnya kecepatan dia berjalan sangat cepat...!" salah satu wanita nimfa yang merasakan keberadaan Excel, dia terkejut melihat gerakan halus tetapi memiliki kecepatan yang ekstrim.


"Benar-benar tampan, seumur hidup aku selama ini tidak pernah melihat wajah setampan ini."


"Eh... Kamu melihatnya juga...!"


"Huff, tentu saja melihatnya..."


Suku nimfa mampu mendeteksi kehadiran setiap kehidupan yang bergerak diwilayah mereka, suku nimfa sebagai suku yang terlahir dari kehendak energi roh alam, akan selalu terhubung dengan alam sekitarnya, apapun ada pergerakan yang mencurigakan di alam sekitarnya, tumbuhan maupun pepohonan akan memberikan getaran resonansi kepada mereka, sehingga mereka bisa selalu mewaspadai siapapun yang datang.


Kelemahan mereka yang mudah diburu, karena terlalu mudahnya mereka percaya kepada setiap ras tanpa rasa curiga sedikitpun. Sebab itu ras nimfa menjadi buruan setiap pria yang bernafsu tinggi.


Ras nimfa bisa dikata hidup abadi dan selalu terlihat awet muda, mereka tidak pernah malu memperlihatkan tubuh mereka dengan telanjang kepada siapapun, karena itu ras nimfa selalu menjadi berburuan para pria.


Excel terus berjalan dan menuju sebuah danau kecil yang dekat dengan tempat persembunyian ras nimfa, Excel kemudian membuka seluruh pakaiannya.


"Astaga, benar-benar tampan jika dilihat dekat... I-itunya...."


"Ya, dewa besar sekali..."


130 wanita suku nimfa terbelalak dan berseru saat melihat tubuh atletis dan besarnya tongkat naga sakit miliki Excel, mereka langsung merasakan desiran hawa panas pada celah kedua kaki mereka, mereka sudah terengah-engah hanya melihat Excel yang berendam didalam kolam tempat mereka mandi.


Excel lalu bersandar dipinggir danau kecil dengan menggunakan kedua sikunya sebagai penopang tubuhnya, dengan memejamkan matanya, Excel menikmati sensasi kesegaran air di danau ini.


Byurr


Secara tidak sadar para wanita suku nimfa satu persatu memasuki kolam dan menatap pria muda yang sangat tampan, Excel yang tahu tetap memejamkan matanya dan berpura-pura tidak tahu.


Para wanita nimfa ikut mandi, secara diam-diam mendekati Excel yang tampak lemah dan seakan-akan kehadiran mereka Excel tidak diketahui.


"Hai... Siapa nama kamu..."


"Aahhh... Kalian siapa... Jangan... Jangan sentuh aku..." mendengarkan suara yang lembut dan merdu, Excel membuka matanya dan kaget banyak wanita telanjang didepannya, Excel berteriak sedikit kencang dan berusaha menjauhi mereka. Para wanita ini memiliki wajah yang hampir sama, wajah runcing dengan telinga yang sedikit runcing juga, bibir tipis dan kulit kuning, mereka memiliki ekor rusa dan ada benjolan di dahinya, jika di dengan seksama maka terlihat seperti tanduk rusa, yang lebih menarik, tangannya sedikit berbulu halus dan lembut, juga terlihat kumis tipis yang menambah kecantikannya.

__ADS_1


"Jangan takut kami tidak akan menyakitimu..." salah satu wanita muda yang paling dekat dengan Excel, mencoba menenangkan-nya.


Excel seakan-akan tubuhnya gemetaran dan terlihat ketakutan, "Tolong, jangan sentuh aku, aku masih polos..." Excel berbicara kepada wanita itu dengan memegangi tongkatnya yang sudah berubah menjadi dragon berserk.


Semua wanita muda yang melihat tongkat besar Excel yang tidak mampu ditutupi telapak tangannya, menelan salivanya dengan nafas terengah-engah.


"Jangan takut adik tampan, kami hanya penasaran dengan ras lain yang mampu membuat kami birahi."


Excel merinding saat suara lain dibelakang terdengar ditelinganya, bibir wanita itu menyentuh daun telinganya, ternyata Excel sudah keliling banyak wanita muda.


"Tidak mungkin, bagaimana bisa aku buat kalian birahi... Lagian aku bukan makanan." kata Excel yang ketakutan dan mengeleng-gelengkan kepalanya.


Semua wanita muda tersenyum karena baru kali ini melihat pria tidak bernafsu kepada mereka, semua wanita semakin penasaran dan ingin segera memakan Excel, wanita dibelakang Excel melingkarkan tangannya di leher Excel dan menjulurkan lidahnya ditelinganya.


"Ampun kakak cantik, biarkan aku pergi, aku janji akan memberikan kalian kue..." Excel meminta ampun dengan wajah polos dan pucat, semua wanita ingin ketawa saat dijanjikan kue.


"Aku tidak ingin kue, aku ingin kamu." jawab wanita didepan Excel yang tiba-tiba memegang tongkat Excel dan membelai seperti barang berharga.


"Aahhh.... Jangan sentuh, i-itu akan meludah..." Excel benar-benar terkunci dan tidak bisa bergerak kemana-mana.


"Aaaahh... Tolong aku yang polos ini... Kepolosanku hancur .... Aaahh"


Tongkat Excel langsung ditunggangi oleh wanita didepannya yang sudah tidak mampu menahan birahi, Excel berteriak dan memohon ampun saat kepolosan-nya direnggut. Setiap erangan wanita muda suku nimfa terdengar setelah berkali-kali keluar. Setelah satu puas, disusul yang lainnya dan begitu seterusnya, Excel meronta-ronta seakan-akan ingin melepaskan dirinya dari pemerkosaan yang dilakukan ras nimfa.


"Kamu kuat sekali, bahkan tongkatmu tidak lemas dan terus tegak..." salah satu wanita muda yang lain terkejut saat Excel menjadi tunggangan banyak wanita masih mampu berdiri kokoh, dia langsung memasuk-kan tongkat itu didalam goanya.


"Hikkss... Kalian harus tanggung jawab telah menghancurkan keperawanan ku..." Excel menangis tersedu-sedu dan meminta pertanggungjawaban dari 130 wanita itu, mereka semua yang hampir pingsan menjadi tersenyum dan hanya mengangguk-kan kepalanya saja.


"Aku balas perbuatan kalian..."


"Aahhh..."


Excel sangat marah dan menghajar 130 wanita muda itu yang masih lemas setelah menunggangi Excel, suara erangan semakin membuat danau kecil itu ramai dan dipenuhi aroma cabul, satu persatu mereka pingsan dengan wajah bahagia dan tersenyum puas.


Disaat didunia jiwa Excel membuatkan tempat tinggal khusus sesuai dengan kebiasaan mereka hidup, lalu Excel juga memberikan segel pertama keluarga besarnya, saat diberi segel mereka masih pingsan dan membaringkan semua ditempat tidurnya.


Yuna dan Yuke yang selalu mengawasi suaminya hampir kehilangan fokusnya saat berkultivasi, gara-gara tindakan konyol suaminya hampir saja mengagalkan terobosan mereka berdua.


"Siapa makan siapa... Benar-benar konyol" Yuke membatin melihat aksi Excel yang berpura-pura diperkosa dan meronta-ronta, Yuke tersenyum dan menyetabilkan lagi konsentrasinya.


"Akhirnya bertambah lagi hasil buruannya...hah... Harus berapa juta lagi wanita yang akan dimakannya" Yuna mengeleng-gelengkan kepalanya sambil bergumam melihat tindakan suaminya.


"Itu akibatnya jika kalian menghancurkan kepolosan diri ini... Hahaha. Begitu saja sudah pingsan..." Excel berbicara dengan melihat 130 wanita yang sedang tertidur pulas, dia sangat bangga dengan kepolosan yang hilang, jika ada semua isterinya mungkin dia akan mendapatkan hadiah pijatan massal.


Setelah teraniaya oleh ras nimfa, Excel kembali keluar dari dunia jiwanya dan melanjutkan tujuannya ke wilayah ras suzaku, sesampainya disana Excel melihat sisa-sisa pertempuran, medan pertempuran didepan dinding pembatas masih mengeluarkan bau busuk dan bau darah, didepan pintu gerbang masih banyak penjaga yang waspada.


Excel juga melihat bangkai mayat worm chaos beast yang masih belum dibersihkan, lalu Excel berjalan kembali setelah selesai pengamatan.


"Hei, kamu berhenti bocah..."


Excel melihat sumber suara yang menghentikan-nya, terlihat seorang pria muda yang bibirnya masih terlihat paruh burung yang melengkung, dipunggungnya terlihat sayap berwarna hitam, dadanya masih terlihat bulu-bulu burung yang juga berwarna hitam.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Beberapa burung varmillion terbang dan mengelilinginya, tombak mereka diarahkan ke Excel dan terlihat tidak bersahabat, "Tunggu... Biarkan guru agung lewat." tiba-tiba ada seorang berpangkat lebih tinggi yang menghentikan pasukan burung varmellion yang belum mengenali sosok guru agung.


Wuuuuussshh


Tap


"Maafkan, mereka yang belum mengenali anda, guru agung" pria yang menghentikan pasukan burung varmellion segera terbang dan berhenti tepat didepan Excel, dia adalah salah satu komandan yang pernah ikut dalam rencana mengalahkan istana surgawi.

__ADS_1


Komandan itu berlutut dan meminta maaf kepada guru agung yang sangat kuat, dia masih mengalami trauma saat banyaknya pasukan yang dipindahkan ditempat yang aneh nan gelap.


"Kamu masih mengenaliku... Hehehe. Cepat berdiri." Excel terkekeh saat melihat komandan didepannya mengigil karena ketakutan, dia memerintahkan komandan itu untuk berdiri.


"Terima kasih, guru agung." segera komandan itu berdiri dan mengucapkan rasa terima kasihnya.


Pria yang menghentikan Excel dan pasukan yang mengancungkan tombak, merasa heran melihat sikap komandannya yang ketakutan.


"Kabarkan pada raja, jika guru agung telah tiba." perintah komandan itu kepada wakilnya yang menghentikan Excel.


"Baik..."


Wuuuuussshh


Setelah wakilnya pergi, "Guru agung, mari ikuti aku." undang komandan itu kepada Excel dan mengikutinya dari belakang.


Setelah Excel dan komandan itu berjalan melewati pintu gerbang, banyak obrolan seputar guru agung, mereka terlihat menghina Excel yang memiliki julukan guru agung karena Excel terlihat lemah dan tanpa kultivasi.


Ras suzaku tidak jauh berbeda dengan ras ashura cara pemetaan potensi setiap rakyatnya, di ras suzaku tidak ada status sosial yang bergantung pada atribut elemen tetapi hanya dipetakan menurut garis darahnya dan juga tingkat kekuatannya, semakin tinggi tingkat garis darahnya semakin tinggi status sosialnya apalagi memiliki kekuatan.


Wilayah ras suzaku ada 4 keluarga besar yang dominan selain keluarga kerajaan. Keluarga kerajaan adalah pusat segala pemerintahan, 4 keluarga besar itu adalah pendukung kekuatan kerajaan, selain 4 keluarga besar ada berapa keluarga kecil.


Excel berjalan dibelakang komandan, setiap langkahnya selalu Excel hitung, sudah kebiasaan Excel setiap kali berjalan selalu menghitungnya. Tiap langkah selalu sama berjarak 1 meter.


Banyak penduduk yang menghentikan kesibukan dan memperhatikan kehadiran ras yang paling mereka benci karena perkara sederhana, yaitu ras paling rendah dan lemah, bagi mereka ras rendah harus berlutut pada ras yang istimewa seperti ras suzaku.


"Tampan, sayang manusia rendah"


"Hahaha... Pasti dia kesini menjadi kasim raja karena ketampanan-nya."


"Diam kalian, dia adalah guru agung dari istana surgawi." komandan itu yang selalu diam membentak penduduk yang menghina guru agung, dia sudah menahan emosi dan malu karena orang yang mampu memusnakan ras suzaku dihina terus-menerus.


"Hahaha... Komandan Lie, sejak kapan kamu menjadi budaknya..."


"Cih, guru agung... Manusia rendah kamu tidak layak memakai gelar sebagai guru agung... Menjijikan."


Hinaan yang Excel dengar semakin lama semakin berlebihan, bahkan meludah didepan Excel. Excel tetap diam dan sedang memikirkan bumbu masakan khusus apa untuk burung varmillion.


Dalam bayangan Excel, dia sudah memanggang banyak burung dan dibumbui dengan rempah-rempah alami yang membuat rasa semakin lezat.


"Bodoh..."


Wuuuuussshh


"Bang..." komandan itu langsung memukul wajah penduduk yang meludah depan guru agung, "aakk.. Brukk" penduduk itu langsung terpental dan berguling-guling ditanah setelah dipukul wajahnya.


"Komandan Lie, kamu benar-benar budak manusia rendahan, kamu sudah menjadi pengkhianat ras suzaku..."


"Benar-benar menjijik-kan kamu Lie..."


Segala umpatan menghujat komandan Lie yang telah membela ras rendahan. Excel melirik salah satu orang yang menujuk jarinya kedepan wajahnya.


"Bang... Aaaakkkhhh"


Seketika orang yang menunjuk jarinya ke wajah Excel berteriak kesakitan saat dantiannya tiba-tiba hancur, setelah teriakan orang yang masih setengah burung itu, tubuhnya berubah dan menjadi wujud penuh burung varmillion.


"Sialan, kamu pasti yang melakukan-nya, bunuh dia..."


"Serang...."


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh

__ADS_1


"Hah... Maaf komandan Lie... Aku rasa hari ini akan ada pesta barbeque... Hehehe" melihat banyaknya penduduk yang menyerang dirinya, Excel mendesah dan meminta maaf kepada komandan Lie, tetapi diakhiri ucapan-nya membuat komandan Lie bergidik ngeri.


__ADS_2