
Chapter 293 Dragon Flame Ultimate.
Raja Demi Human menghela nafas lega saat kedua putrinya baik-baik saja, dia juga memeriksa pasukannya yang tersisa dan lagi-lagi menghela nafas, dia kehilangan banyak pasukan, jika Bu Wanmei terlambat datang, sudah pasti pihaknya sudah dikalahkan.
Demikian juga dengan Ratu Siluman Musang yang telah kehilangan banyak pasukannya, biarpun begitu dia tidak kecewa dan masih menatap wajah tampan Bu Wanmei yang bertarung dengan Sun Yao.
"Dia mundur, apa dia akan menyerah dan menerima tawaran pemimpin musuh...!" Ratu Siluman Musang terlihat kuatir jika tawaran Sun Yao diterima oleh Bu Wanmei.
"Jangan kuatir, suami kita tidak mungkin menerima tawaran musuh... Huff." jawab Lu Xinxin kepada Ratu Siluman Musang sambil meniup kedua pistolnya yang masih mengeluarkan asap.
"Xin'er, apa itu senjata pemberian suamimu? Apa dia juga seorang ahli smelting?" tanya Raja Demi Human kepada Lu Xinxin, dia penasaran dengan senjata aneh yang memiliki kemampuan daya serang yang hebat dan kuat.
"Tentu, suami kita adalah jenius super dialam semesta ini." jawab Lu Xinxin dengan bangga memamerkan kemampuan suaminya didepan ayah, jendral, Cang Juan, Cang Lien dan semua orang yang berada dekat dengannya.
"Hei, apa kalian sedang sibuk... Lihat aku berjuang sendiri mengamankan wilayahmu...!" Raja Iblis Merah terlihat kesal karena dirinya tidak dipedulikan saat membunuh pasukan Jendral kedua yang masih bertarung.
"Hahaha... Paman, aku akan membantumu..." Lu Xinxin membalikkan badannya dan melihat masih banyak musuh yang telah masuk didalam benteng pertahanan, dia tertawa gembira melihat musuh yang akan menjadi sasaran pistolnya.
"Ayo, kita ledakan mereka." Lu Xianglun langsung melesat kearah pasukan yang masih bertarung dengan pasukan Jendral kedua, dan Jendral kedua yang tadi sempat mencium tanah telah bertarung dengan Raja Iblis bersama bawahannya.
Dor.... Dor...
"Maaf, Raja Iblis aku masih terkejut dengan Manusia Rubah itu." Raja Demi Human merasa malu setelah disadarkan oleh Raja Iblis Merah, sedangkan kedua putrinya sudah menembak para prajurit Kerajaan Arcadia.
"Bantai mereka dan jangan ada yang lolos." perintah Ratu Siluman Musang kepada Cang Lien, 10 pengawalnya dan juga para Jendralnya.
Di sisi lain, Bu Wanmei telah mundur dan berjajar bersama Naga Api.
"Kamu mau melarikan diri? Jangan harap, setelah banyak membunuh pasukanku kamu ingin kabur..." kata Sun Yao yang melihat Bu Wanmei mundur dan mendekati Naga Api.
"Hahaha... Siapa yang mundur, aku hanya mengulur waktu untuk mereka yang sedang membantai pasukanmu yang terjebak... Hahaha." Bu Wanmei tertawa saat Komandan Yao mengira dirinya akan kabur, dia menyadarkan kebodohan Komandan Yao yang melupakan pasukannya yang berniat menyergap dari belakang pasukan kedua Ras.
"Bangsatttt... Pelontar serangan jantung pertahanan mereka dan kirim pasukan untuk menyelamatkan rekan-rekanmu." Komandan Yao dengan panik memerintahkan jendral ketiga dan jendral keempat untuk menyerang wilayah Ras Demi Human, dan menyelamatkan jendral kedua dan pasukannya yang terjebak.
"Huff... Bodoh..." Bu Wanmei mengendus dan mengejek kebodohan Sun Yao, dia akan bergerak menghalangi pasukan Arcadia yang sudah bergerak menuju benteng pertahanan, tetapi dia dicegat oleh Sun Yao.
"Lawanmu adalah aku..." kata Sun Yao yang geram karena diejek.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Pelontar segera melepaskan serangan dan menghujani jantung pertahanan, dan disusul pasukan Arcadia yang mulai mendekati pintu gerbang yang masih tertutup, segera Raja Demi Human dan Ratu Siluman Musang, membagi pasukannya untuk menjaga benteng pertahanan, kembali pertempuran sengit terjadi antara kedua belah pihak.
"Roarrrr...." Naga Api meraung lagi dan mengintimidasinya musuh-musuhnya.
"Sekali lagi, bergabung denganku atau mati..." ancam Komandan Yao kepada Bu Wanmei dan mengeluarkan senjata palu.
"Wow, senjata yang bagus...!" kata Bu Wanmei yang melihat senjata tingkat mahadewa tahap menengah, sambil senjata shotgun diarahkan ke wajah Sun Yao berjarak 20 meter, dia tidak perduli dengan ancaman Sun Yao.
Boom... Booommm
Sun Yao buru-buru melirik kearah pasukannya yang ingin membobol setiap pintu gerbang, dia melihat banyak pasukannya yang menjadi sasaran empuk pasukan musuhnya.
"Ketua Qin, bantu aku memimpin pasukanku dan menghancurkan pertahanan mereka." pinta Sun Yao kepada Qin Bo yang masih duduk di kereta besi dengan wajah muram setelah dihina oleh Bu Wanmei.
Mendengarkan permintaan Sun Yao, wajah Qin Bo menjadi ceria lagi dan menyeringai lebar, akhirnya apa yang dia tunggu-tunggu tiba.
"Sudah aku katakan, tidak ada yang namanya makan siang gratis." jawab Qin Bo yang masih menahan kegembiraannya.
"Baik, aku akan pinjamkan 1 miliar prajuritku, asal kamu musnahkan ketiga ras itu." Sun Yao sudah tahu keinginan Ketua Qin, dan menerima permintaannya.
"Tidak, aku memerlukan 4 miliar prajuritmu." tolak Qin Bo saat bantuannya hanya dihargai 1 miliar pasukan saja.
Bu Wanmei sengaja menunggu negoisasi mereka berdua, dan tidak segera menyerang Sun Yao yang masih menjaga jarak dan tetap waspada terhadap Bu Wanmei.
"Tidak bisa, aku juga memerlukan pasukanku. 1,5 miliar prajurit itu sudah batasku."
"Hahaha... Baiklah, 2 miliar prajurit. Jika tidak mau kamu yang rugi sendiri" Qin Bo tertawa dan menaikkan tawaran Sun Yao, dengan mengeretakkan giginya, Sun Yao memikirkan perkataan Qin Bo.
"Baiklah, 2 miliar." kata Sun Yao yang menyetujui permintaan Qin Bo.
Komandan Yao melirik sisa pasukannya yang masih belum bergerak, jumlahnya masih 5 miliar prajurit dan yang lainnya masih bertarung dengan musuhnya.
"Hahaha, sepakat...." dengan ketawa, Qin Bo membuka gerbang dunia jiwanya, dan keluar 4 orang dengan kekuatan tingkat Sang Void level 50, level 54 level 55 dan level 60. Barisan ini cukup mampu meratakan Benua Permata Hitam dengan mudah, walau benua ini menghalangi mereka dengan energi Qi iblis dan gelapnya benua ini.
"Kalian pimpin mereka yang menyerang dan musnahkan saja para semut itu." perintah Qin Bo kepada keempat bawahannya.
"Siap, Ketua."
"Roarrrr...."
Naga Api meraung lagi dan ingin bergerak melawan keempat bawahan Qin Bo. Tetapi, Sun Yao menghalangi Naga Api dan juga Bu Wanmei.
__ADS_1
"Sudah aku katakan, lawanmu adalah aku." ujar Sun Yao saat dirinya merasa diatas angin dan menantang Bu Wanmei dan Naga Api.
Bu Wanmei terlihat wajahnya kini menjadi serius melihat 4 orang bawahan Qin Bo yang sudah bergerak menuju pertahanan.
"Cang Juan, Cang Lien, Lu Xinxin, Lu Xianglun kalian segera mundur...!" pinta Bu Wanmei kepada keempat wanita itu, dia berbicara dengan telepatinya.
Namun, keempat wanita itu sepertinya tidak mendengar karena sibuk melawan pasukan musuh yang berusaha menjebol pintu gerbang pertahanan.
"Haaa..." desah Bu Wanmei yang tahu suaranya tidak di dengar oleh keempat wanita itu.
"Ayo, kita bergabung." ajak Bu Wanmei.
"Hahaha, dengan senang hati Yang Mulia." jawab Naga Api yang senang bermain-main dengan Rajanya, sebenarnya Naga Api sudah tahu jika Bu Wanmei hanya berpura-pura lemah dan terlihat panik.
Bhuuuzzzhh
Naga Api melesat memasuki punggung Bu Wanmei, seketika cahaya terang benderang menyilaukan mata semua orang, hingga menghentikan pertempuran.
Sun Yao yang paling dekat sempat kaget dengan gerakan tiba-tiba Naga Api yang memasuki tubuh Manusia Rubah. Qin Bo dan keempat bawahan juga melihat kearah Bu Wanmei yang mengeluarkan cahaya yang sangat terang
Bu Wanmei memejamkan mata, dengan kedua tangannya merentang kesamping kanan dan kiri, dia mendongak kan wajahnya kelangit dan menikmati sensasi penggabungan dirinya dan Naga Api.
Tubuh Bu Wanmei secara berlahan mulai berubah, sisik Naga Api menjadi pelindung tubuhnya, lengan terlihat seperti sisik Naga, kepalanya mengeluarkan tanduk naga yang bercabang dua, dan ekor sembilan juga diselimuti cahaya kuning keemasan.
Qin Bo, Sun Yao dan semua orang menghalangi cahaya yang menyilaukan dengan menutup mata, dan sebagian menggunakan telapak tangan untuk menghalangi cahaya yang menyilaukan.
"Hahaha...."
Bu Wanmei tertawa bahagia disaat dirinya menikmati rasa puas, bangga diri, kesombongan dan keserakahan seperti sifat Naga Api yang sebenarnya.
"Sangat tampan dan gagahnya" Lu Xinxin melihat suaminya yang tubuhnya mengeluarkan cahaya kuning keemasan dan seperti seorang Kaisar sedang berdiri ditengah-tengah medan perang.
"Benar-benar gagah dan tampan" Lu Xianglun juga terpesona dengan perubahan suaminya setelah bergabung dengan Naga Api.
Cang Juan dan Cang Lien juga ikut terpesona dengan ketampanan Bu Wanmei, mereka berdua tidak menyangkah setiap kali Bu Wanmei beraksi selalu saja mengejutkan.
Booommm....
Ledakan energi basis kekuatan meletus dari tubuh Bu Wanmei dan dalam sekejap berada pada tingkat Half Alfa level 1, padahal Bu Wanmei masih menyembunyikan kekuatannya.
"Astaga... Kekuatan apa ini..." Raja Demi Human terkejut saat merasakan kekuatan Bu Wanmei bukan lagi berada di tingkat Sang Void lagi.
"Half Alfa level 1... Setelah Half Alfa, baru True Alfa, kekuatan Sang Void adalah baru awal tingkat kekuatan yang sebenarnya kata suamiku." jawab Lu Xianglun yang semakin bangga dengan prestasi suaminya yang sangat hebat dan juga sangat tampan.
"Apa... Seorang Kaisar Agung..."
Sontak Cang Juan, Cang Lien, Raja Iblis, Raja Demi Human, Lu Zhi dan para bawahannya terkejut mendengar perkataan Lu Xinxin
Buru-buru Lu Xinxin bersembunyi dipunggung kakaknya saat dirinya menjadi tatapan banyak kekuatan.
"Lihat, Bu Wanmei sedang bergerak." kata Lu Xianglun yang ingin mengahlikan perhatian mereka, dan kembali semua orang melihat Bu Wanmei.
"Transformasi ini benar-benar sangat hebat, ini aku sebut Dargon Flame Ultimate." ucap Bu Wanmei yang masih memejamkan matanya dan menyebutkan nama transformasi dirinya.
Secara tidak sadar, Sun Yao bergerak mundur saat merasakan penindasan aura kekuatan Bu Wanmei, dia merasa jika kekuatan Bu Wanmei kali ini lebih kuat dari sebelumnya.
Bhuuuzzzhh
"Sialan...."
Bang... Bang... Bang
Saat membuka mata, cahaya keemasan melesat kearah Sun Yao. Sun Yao dengan cepat melindungi dirinya dengan senjata palu sebagai perisai, dia memaki Bu Wanmei yang menyerang secara mendadak hanya dengan tatapannya.
Qin Bo sampai berdiri saat mengetahui Sun Yao diserang oleh Bu Wanmei hanya dengan tatapannya, dia tidak mengira kekuatan Bu Wanmei menjadi hebat setelah bergabung dengan Naga Api.
"Hehehe..." Bu Wanmei terkekeh dan menggerakkan lehernya untuk melihat bawahan Qin Bo.
Zlaaapp
Mengetahui niat Bu Wanmei, Qin Bo segera bereaksi dan menghilang dari kereta besinya, dan muncul didepan anak buahnya guna melindungi mereka.
Bang... Bang... Bang...
"Sialan, hebat juga kamu." umpat Qin Bo saat membuat perisai pelindung, dia sudah menduga jika Bu Wanmei akan membunuh bawahannya dengan tatapannya, karena itu dia buru-buru melindungi bawahannya.
Untung saja cahaya yang keluar dari bola mata Bu Wanmei dia bisa blokir dengan segera.
"Hehehe... Kenapa orang didalam dunia jiwamu seperti tikus yang ketakutan, hanya bisa bersembunyi." Bu Wanmei terkekeh dan berbicara perihal rahasianya.
Qin Bo jelas terkejut saat Bu Wanmei mengungkapkan rahasianya yang tidak diketahui oleh Sun Yao. Tubuh Qin Bo bergetar, dan merentangkan tangan kanannya kearah tembok pertahanan.
Booommm...
__ADS_1
Tembok pertahanan hancur berkeping-keping saat energi Qi yang keluar dari telapak tangan Qin Bo, terlihat Qin Bo sangat marah terhadap Bu Wanmei.
Sontak Raja Demi Human, Ratu Siluman Musang, Lu Xinxin, Lu Xianglun, Cang Lien dan yang lainnya kaget dengan serangan tiba-tiba Qin Bo, beruntung mereka jauh dari serangan Qin Bo, jika tidak, sudah pasti seperti prajurit yang mati tanpa tubuh dimakamkan, setelah terkena kekuatan Qin Bo.
"Bunuh mereka semua..." perintah Qin Bo kepada keempat anak buahnya, Qin Bo tidak menjawab perkataan Bu Wanmei, dia berusaha menahan dirinya.
Wuuuuussshh
Boom... Boom...
"Lu Xinxin, Lu Xianglun, Cang Juan, Cang Lien segera mundur sejauh mungkin, cepat..." kali ini Bu Wanmei memberikan perintah dengan keras dan tegas melalui telepatinya.
"Su-suami... Aku ingin bertarung denganmu" Lu Xinxin yang mendengar perintah Bu Wanmei untuk lari, ingin menolak perintahnya, tetapi Lu Xianglun yang lebih paham situasinya segera menarik adiknya.
"Suami, kamu harus hati-hati, kami selalu menunggumu..." kata Lu Xianglun kepada Bu Wanmei dengan telepatinya juga.
"Semua mundur...." perintah Ratu Siluman Musang dan segera mundur saat pasukan Arcadia mulai menyembur masuk kedalam benteng pertahanan.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
"Jangan harap bisa menyelamatkan mereka, lebih baik kamu memikirkan dirimu sendiri" kata Sun Yao yang menghalangi Bu Wanmei yang ingin menyelamatkan keempat wanitanya.
"Jika itu maumu..."
Zlaaapp
Bang.... Bang...
Kedua orang itu langsung bertarung setelah Bu Wanmei menjawab perkataan Sun Yao. Bu Wanmei menyerang Sun Yao dengan ganas, setiap gerakannya makin cepat dan cepat, Bu Wanmei terus membuat Sun Yao mundur dan secara berlahan mendekati pasukan Arcadia.
"Sialan...! Bagaimana dia bisa menjadi lebih kuat setiap kali bertukar pukulan..." batin Sun Yao yang dirinya terus terdesak, dia terus mengayunkan palunya, tetapi dengan mudah dihindari Bu Wanmei.
Boom... Boom
Ledakan benturan tangan dan kaki Bu Wanmei dan Sun Yao membuat gelombang kejut yang hebat, sehingga sekitarnya menjadi hancur dan banyak prajurit yang terkena imbasnya.
"Sun Yao, jangan berbelit-belit mengalahkan dia, cepat selesaikan. Dia sudah tidak mungkin mau bergabung denganmu..." bentak Qin Bo yang merasa Sun Yao menahan kekuatannya, dia pikir Sun Yao masih mengharapkan Bu Wanmei untuk menjadi bawahannya, padahal Sun Yao sudah menggunakan seluruh kekuatannya.
Bang... Bang.... Booommm
Bu Wanmei semakin brutal saat kepalan, kaki, sikut dan lututnya terus-menerus menyerang Sun Yao, terlihat dengan jelas jika Sun Yao kalah dalam teknik bertarung tangan kosong, seluruh tubuh Bu Wanmei adalah senjata.
"Bangsat mati kamu..." teriak Sun Yao dengan mengayunkan senjata palu terhadap Bu Wanmei.
Booommm...
"Tombak Naga Hitam..." Bu Wanmei memanggil senjatanya dan tombak Naga Hitam tiba-tiba muncul ditangan kanannya, Bu Wanmei memegang dengan erat senjatanya.
Kembali Bu Wanmei dan Sun Yao bertarung lagi, kali ini Bu Wanmei menggunakan tombak Naga Hitam.
Boom.... Boom...
Ledakan demi ledakan disaat kedua senjata saling berbenturan, tidak sedikit pasukan Arcadia menjadi korbannya. Bu Wanmei sengaja selalu mendekati pasukan Arcadia dengan tujuan supaya keempat wanitanya bisa berlari sejauh mungkin.
Dor... Dor...
"Dibelakangmu, kak...!" teriakan Lu Xinxin kepada kakaknya sambil menembak setiap prajurit yang berada didekatnya.
Dor... Dor...
"Kita jangan menjauh, terus tetap dekat..." Lu Xianglun memberikan peringatan kepada adiknya yang selalu suka bergerak sendiri tanpa memperhatikan sekitarnya.
"Tangkap keempat wanita itu...." perintah bawahan Qin Bo yang memiliki kekuatan Sang Void level 60.
"Cepat kalian lari, aku akan tahan mereka." Raja Demi Human segera berteriak keras kepada kedua putrinya dan Ratu Siluman Musang, Cang Lien dan 10 pengawal yang selalu melindungi Ratunya.
"Huff... Semut..." dengus bawahan Qin Bo yang memiliki kekuatan Sang Void level 50, dengan melambai tangannya terhadap Raja Demi Human yang menghalanginya.
Booommm....
"Aaaaahhh...." Raja Demi Human berteriak kesakitan saat dirinya terkena pukulan yang sangat kuat.
Mengetahui jika keempat wanitanya menjadi target bawahan Qin Bo, membuat Bu Wanmei menjadi marah.
Booommm...
"Aaaahh...."
"Jangan pernah menyentuh wanitaku..." kata Bu Wanmei yang mengeluarkan basis kultivasi Half Alfa level 12, ledakan energi yang tiba-tiba membuat Sun Yao terpental dan berguling-guling ditanah.
"Zlaaapp..." Bu Wanmei langsung bergerak cepat untuk menyelamatkan keempat wanitanya yang sedang dikejar
__ADS_1
"Sialan, dia menyembunyikan kekuatannya..." umpat Qin Bo yang terkejut saat mengetahui kekuatan Bu Wanmei yang sengaja disembunyikan.