
Chapter 130 Roh Dewi bulan Dan Roh Ashura.
Didunia jiwa milik Excel terlihat ramai dan tawa semua orang yang bahagia dan tertawa melihat kelincahan gadis-gadis kecil yang telah membuat dunia luar heboh dan mencari keberadaan mereka.
"Ayah, apa ada lagi es krimnya?"
Jun Mei terlihat kurang puas setelah habis banyak memakan Es krim dan masih meminta lagi, padahal perutnya sudah terlihat buncit dan mulutnya masih terlihat belepotan dari sisa es krim itu.
"Hahaha, putriku sayang coba kamu berkaca, lihat wajah cantikmu penuh dengan es krim"
"Huuf, aku tidak peduli. Aku hanya ingin es krim"
"Yayah, aku juga masih mau es klim"
"Es krim, bukan es klim, adik"
"Iya ya es klim"
"Hahaha...baiklah ayah akan kasih sekali lagi, setelah itu kalian mandi dan istirahat, oke"
Excel ketawa ngakak melihat Jun Yu yang masih belum bisa berkata R yang akhirnya setiap perkataannya menjadi lucu, dia tidak kuatir jika Putri-putrinya akan sakit perut karena setiap makanan yang dikonsumsi mereka akan menjadi energi bagi tubuh mereka.
"Suamiku, kamu terlalu memanjangkan anak-anakmu"
Bai Chu ikut protes kepada suaminya yang selalu saja menurut kemauan semua Putrinya, tapi dia juga sangat bahagia dengan sifat adil yang selalu dilakukan suaminya.
"Demi keluargaku, aku akan melakukan apapun asal mereka bahagia dan aman. Jika ada yang berani mengores kulit mereka sedikit saja, maka jangan salahkan aku jika aku memusnakan mereka.
Aku tidak ingin kehilangan lagi orang-orang yang aku cintai seperti dikehidupan laluku...."
Tiba-tiba Excel terdiam tanpa melanjutkan perkataannya, dia menjadi teringat kejadian jutaan tahun yang lalu dengan menundukan kepalanya, tanpa terasa air mata menetes dari kedua matanya.
"Maafkan aku suami"
Bai Chu langsung memeluk Excel dengan erat dan perasaan sedih itu dirasakan semua orang yang telah memiliki segel keluarga besar, hingga semua orang langsung berkumpul dan mengelilingi Excel yang masih menunduk kepalanya dan meneteskan air mata.
"Kamu tidak salah, isteriku dan untuk apa kamu meminta maaf...! Saat itu karena aku masih terlalu lemah dan masih bodoh. Kini aku mampu melindungi kalian semua dan aku bersumpah tidak akan mengulangi kejadian waktu dulu, hingga membuat orang yang aku cintai pergi satu persatu."
Kata Excel yang kini bangkit dengan semangat yang lebih berkobar dan tersenyum lagi, senyuman itu yang mampu meruntuhkan hati tiap mahkluk hidup dialam semesta.
"Nak, jangan kamu ingat masa kelammu dulu, semua sudah berlalu jutaan tahun, lihat kamu sekarang dikelilingi orang-orang yang mencintai kamu... Sekarang kamu harus lebih bahagia bersama kami, untuk apa kamu membuat kami lebih kuat dan mampu melindungi diri? Ini semua kamu lakukan agar kejadian itu tidak terulang lagi, dan aku tidak ingin namamu sebagai dewa perang yang diakui alam semesta layu karena hatimu masih belum mampu melupakan masa itu"
Kata Kaisar Ling yang memberikan motivasi dan semangat buat menantu kesayangannya.
"Kamu benar, ayah. Terima kasih kalian masih selalu mendukung setiap langkah ku yang semakin hari semakin tidak mudah dijalani, bersama kalian aku tidak akan ragu lagi dan takut"
Balas Excel kepada Kaisar Ling dan memeluknya seperti ayah dan anak yang penuh kasih.
"Bocah, kamu masih terlalu lembut... Hahaha"
Kakek Xuan lagi-lagi mengejek musuh bebuyutannya dan ingin membalas kekalahan yang berkali-kali dia derita.
"Huuff, siap juga yang lembut, lembut itu seperti es krim lembut enak dan dingin...hahaha"
Semua orang menjadi ketawa melihat kedua orang itu selalu saling mengejek dan menjadi hiburan bagi semua orang, sudah tidak aneh melihat permusuhan Excel dengan Kakek Xuan diantara mereka tidak ada yang mau kalah.
"Huuff... Makan terlalu banyak juga membuat perutku jadi enek saja."
"Hahaha, siapa suruh makan banyak-banyak, itukan makanan khusus bocah...hahaha. Tapi itu juga cocok untukmu Kakek..."
"Apa...kamu menghina diriku, minta pemukulan"
"Siapa juga yang menghina, aku hanya bilang itu makanan untuk anak kecil..."
Akhirnya kedua mahkluk purba itu menjadi tontonan semua orang yang tidak bisa lagi menahan ketawa, melihat tingkah mereka membuat perut mereka kesakitan karena ketawa.
Untung saja mereka didunia jiwa dan tidak lagi mengkuatirkan masalah didunia luar karena perbedaan waktunya sangat jauh berbeda.
Setelah perang air liur mereka berdua reda, semua orang kembali berlatih dan berkultivasi dengan semangat yang tinggi, mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Excel.
Dengan cepat basis kultivasi mereka satu persatu meningkatkan dengan cepat dengan energi Qi primordial yang sangat tebal dan melimpah, jika diketahui orang luar maka akan menjadi pertumpahan darah bagi para dewa Absolute untuk mengekstrak jiwa Excel.
Itu masih dunia jiwa belum alam dantiannya yang memiliki jumlah 100 benua sebesar benua Dewa, Excel masih belum menjelajahi alam dantiannya, jika tahu maka dia akan shock, karena rasa rindu yang lama tidak bertemu dengan Putri-putrinya dan semua isterinya dia tidak memeriksa dengan jelas hanya sekilas saja.
Belum lagi dunia Rohnya yang kini telah berubah juga, bahkan Qin Yang dan Qin Zhu belum memasuki dunia roh suaminya, jika tahu mereka berdua juga akan shock.
Untung saja perubahan yang terjadi pada Excel tidak mempengaruhi alam semesta manapun, karena Sang Pencipta sebelumnya telah mengaturnya.
Setelah 6 bulan didunia jiwa atau tepatnya 6 jam didunia luar, Excel mengumpulkan semua orang termasuk Putri-putrinya yang akan bertanding 2 jam lagi didunia luar.
"Suami, ada apa kamu memanggil kita semua?"
"Ada perubahan aturan di turnament hari kedua, karena itu aku memanggil kalian semua. Hari kedua tim tidak lagi dipergunakan seperti aturan yang sudah diumumkan, tetapi akan menjadi 1 lawan 1 antar murid.
Mereka beranggapan jika akan melemahkan kekuatan tim Phoniex kita dengan perubahan aturan ini dengan melawan mereka lebih banyak murid, aturan ini juga berlaku untuk kategori master.
Tapi justru ini akan menguntungkan kita, akhirnya kalian bisa menunjukan kekuatan kalian semua...hehehe"
"Horeeee"
"Asik, akhirnya ini tidak membosankan"
__ADS_1
Semua tim Phoniex kegirangan dengan perubahan aturan yang menurut mereka membosankan tanpa bisa menunjukan keahlian mereka satu persatu dan mereka semua menjadi bersemangat.
"Dan aturannya bisa menggunakan senjata pribadinya masing-masing... Hahaha"
Excel berbicara sampai ketawa mengetahui rencana mereka yang terlihat konyol ingin melawan Putri-putrinya dan isterinya, mereka tidak tahu jika selama didunia jiwa putrinya dan juga isterinya telah meningkatkan kekuatan hingga ditingkat yang lebih tinggi selama 6 bulan ini.
"Hehehe, bisa menggunakan senjata pribadi didalam pertandingan sama saja mereka meminta pemukulan"
"Horee, ayah aku akan cambuk mereka satu persatu hingga menangis... Hahaha"
"Aku juga akan pukuli mereka dengan tombakku hingga menangis"
Excel bangga melihat Putri-putrinya yang tidak takut pada musuhnya dan terlihat sangat bersemangat ingin segera bertarung dengan mereka di arena.
"Baiklah aku akan melatih kalian secara pribadi, gunakan semua kekuatan kalian yang sudah kalian latih selama ini dan jangan ragu-ragu untuk melawanku, ayah, ibu dan Kakek kalian juga harus ikut berlatih, oke"
"Nak, apa kamu yakin bisa melawan kami semua seorang diri?"
"Hahaha, bocah kamu akan kalah mengenaskan"
Ayah mertuanya sempat kuatir jika menantunya akan terluka saat melawan mereka semua, berbeda dengan Putri-putrinya dan isterinya yang sudah pernah berlatih dengannya dan tidak kuatir sama sekali jika Excel akan terluka.
"Clone body soul"
Bhuzzh
Bhuzzh
Dengan segera Excel membagi diri menjadi 261 orang yang persis dirinya setelah Excel mengucapkan skillnya, itu sangat mengejutkan ayah, ibu dan kakeknya yang belum pernah melihatnya.
"Ayo, serang aku...hahaha"
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Dhuuuuum
Dhuuuuum
Dhuuuuum
Tanpa menjawab suami dan ayahnya, segera mereka menyerang clone itu tanpa ragu sama sekali, clone itu hanya pasif tanpa menyerang balik, cukup mengelak dan menahan serangan itu.
"Ayah, ibu dan Kakek ayo maju, kalian jangan bengong saja...hahaha"
Bagaimana tidak bengong dan terkejut dengan clone yang mampu menahan serang setiap orang, bahkan clone itu terlihat santai dan seperti menari diudara, karena itu ayah, ibu dan kakeknya hanya bisa melihat dan shock.
Wuuuuussshh
Dhuuuuum
"Hahaha, sudah lama aku tidak bertarung"
Wuuuuussshh
Dhuuuuum
"Nak, ibu juga tidak akan sopan lagi...!"
Wuuuuussshh
Booommm
Dunia jiwa Excel segera mengema dengan suara dentuman dan ledakan energi saat Excel menahan serangan semua orang dengan clonenya, dia sendiri sedang santainya duduk agak jauh dari tempat bertarung mereka, sambil menikmati camilan dan minuman ringan.
Mereka tidak tahu jika Excel yang asli sedang melihat dan menganalisa setiap kekurangan dari teknik yang mereka gunakan saat bertarung.
"Jun Mei, kamu harus lebih kreatif saat melawan musuh, jangan selalu monoton sehingga mudah dibaca lawanmu, keluarkan teknik apapun yang kamu pelajaran selama ini"
"Baik, ayah"
Wuuuuussshh
Blaaaarrrr
"Putri kecilku, jangan takut saat memukul musuhmu, terlihat kamu ragu-ragu saat menggunakan kekuatanmu, keraguanmu adalah kelemahan yang bisa dimanfaatkan musuhmu dan itu sangat berbahaya, ayo serang dengan seluruh kekuatanmu"
"Baik, Yayah"
Booommm
Setelah mendengarkan arahan ayahnya, segera energi besar keluar dari tubuhnya, kekuatan roh beladiri muncul dengan sosok wanita dewasa yang cantik dibelakang Jun Yu dan lingkaran berwarna hitam muncul juga di belakang tubuhnya.
Semua orang yang awalnya bertarung dengan serius menjadi terkejut dan berhenti untuk melihat perubahan Jun Yu yang kini berubah menjadi sosok gadis kecil berusia 16 tahun yang sangat cantik, apalagi dibelakang muncul wanita dewasa yang dilindungi selendang sebagai senjatanya.
"Astaga, apa dia putriku, cantik sekali"
"Ya Dewa, Putri kesayanganku telah berubah menjadi besar dan lebih cantik dariku"
__ADS_1
"Hahaha, cucuku menjadi lebih sempurna"
Semua orang shock melihat perubahan Jun Yu yang drastis, aura anggun dan Mulia menekan semua orang, Excel sendiri juga terkejut karena belum melihat roh beladiri putrinya setelah menyerap telur yang dia dapatkan waktu itu.
"Ayah, bersiaplah"
Jun Yu berbicara dengan lancar dan bisa menggunakan kata R dengan fasih dan tidak seperti yang lalu sebelum dia berubah menjadi yang sekarang.
"Hehehe, maju Putri kecilku"
Wuuuuussshh
Dhuuuuum
Zlaaapp
Dhuuuuum
Kecepatan dan kekuatan Jun Yu juga berubah dengan drastis dan menghilang dimata semua orang, dan muncul lagi didepan ayahnya dengan kepalan tangan kanannya, suara dentuman dari benturan kedua kepalan tangan sangat mengema didunia jiwa Excel.
Semua orang kagum dengan hadirnya Dewi bulan sebagai roh beladiri Jun Yu, apalagi mereka berdua bergabung melawan ayahnya.
Booommm
Booommm
Booommm
Selendang itu berubah menjadi ribuan tombak dan melesat menghantam tubuh Excel tanpa ampun diri segala arah, Excel hanya melawan dengan fisiknya saja dan tidak berusaha melawan balik.
Jika Excel memeriksa basis kekuatannya sekarang dia mungkin juga akan sangat shock, karena dia bukan lagi berada di tingkat Mahadewa atau Dewa Absolute, tapi tingkat yang lebih tinggi dari Ratu alam semesta, itu terjadi saat dia telah menyatu dengan pencipta alam semesta.
Zlaaapp
Dhuuuuum
"Hahaha, bagus putriku, itu baru namanya serangan tanpa rasa takut dan keraguan, dan kalian jangan hanya menjadi penonton saja..."
Excel kegirangan bisa sedikit bisa bersenang-senang dengan putri Jun Yu, dan juga menegur mereka yang masih melihat aksi Jun Yu yang begitu mempesona semua orang.
"Baik, ayah. Aku juga akan gunakan roh beladiriku...lihat"
Bhuuuzzzhh
Booommm
Sosok wanita cantik lagi-lagi dihadapan semua orang saat Jun Mei mengeluarkan roh beladiri Ashura, salah satu ras roh yang memiliki api hitam peringkat 6 dari api jiwa dialam semesta.
Api itu menyelimuti tubuh Jun Mei dan sosok wanita cantik nan imut ada disampingnya dan juga lingkaran hitam yang sama seperti milik Jun Yu.
"Jadi kamu orang yang tampan itu, akhirnya aku tidak lagi marah saat kamu membawaku dan menjadi satu dengan Putrimu, baiklah aku akan melindungi putrimu, asal kamu menjadi pasanganku"
Excel dan semua orang langsung terkejut saat roh beladiri itu berbicara pada Excel, tidak pernah berpikir jika roh beladiri bisa memiliki perasaan yang sama seperti mahkluk hidup walau dia sudah bergabung dengan pemiliknya.
"Kamu... Tapi kamu putriku... Bagaimana mungkin kamu menjadi pasanganku!!"
Excel kebingungan harus menjawab apa kepada roh Ashura itu, dan tidak hanya dia saja yang bingung semua orang juga kebingungan, hanya Jun Mei yang malah tersenyum bahagia bisa menjadi ayahnya sebagai pasangannya, karena dialam semesta ini tidak ada pria yang setampan dan sekuat ayahnya.
"Hahaha, jangan bingung sayang. Didunia roh Ashura anak menjadi pasangan orang tuanya itu sudah hal biasa, kenapa harus seperti itu? Karena kita tidak mau mencampur garis keturunan kita dengan garis keturunan yang rendah."
Jelas roh Ashura itu kepada Excel dengan wajah yang mengemaskan dan cantik.
"Lalu kenapa kamu memilih aku sebagai ras terendah dialam semesta ini?"
"Hahaha, kamu jangan pura-pura tidak tahu, garis darahmu bukan lagi High Human melainkan milik Sang Pencipta yang memiliki garis darah bening seperti embun pagi.
Garis darah High Human saja sudah tidak ada lagi apalagi garis darah milikmu ini, jika garis darahmu diketahui semua orang dialam semesta, kamu akan menjadi rebutan seluruh ras, bahkan ras ku sendiri akan mengemis untuk menjadikanmu sebagai suami"
Jelas roh Ashura yang lagi-lagi mengejutkan semua orang setelah mendengarkan-nya berbicara.
"Itu benar, apa yang dikatakan saudari roh Ashura, garis darahmu tidak ada dialam semesta dan kamu hanya satu-satunya"
Roh Dewi bulan tiba-tiba ikut berbicara dan membenarkan apa yang dikatakan roh Ashura milik Jun Mei.
Excel menjadi teringat dengan cerita semasa dia hidup dibumi, dimana setiap keturunan garis darah biru selalu melarang menikah dengan orang luar dan hanya bisa menikah dengan sesama keluarganya, agar garis darah itu tidak tercampur dan menjadi rusak.
"Bagaimana kalian bisa mengetahui garis darahku ditingkat yang lebih tinggi dari garis darah High Human?"
"Hehehe, lihat jaringan venamu sudah tidak berwarna hitam lagi, tetapi menjadi sebening air embun pagi. Dan aku juga mau menjadi pasanganmu dan bisa selalu melindungi putrimu juga"
Balas roh Dewi bulan dengan senyuman mautnya yang mengoda, dan Jun Yu juga terlihat bahagia mengetahui jika bisa menjadi pasangan ayah yang paling dia sayangi.
Mata semua orang langsung mengarahkan pandangannya kepada Excel dan melihat dengan mata dewa mereka yang menembus kulit, dan ternyata memang benar darah ayah, suami dan menantu telah menjadi sebening embun pagi.
[Tuan, apa yang dikatakan mereka itu benar, Tuan jangan kuatir, sudah jutaan tahun banyak ras ingin meningkatkan garis darah rasnya agar menjadi murni dan naik ketingkat yang lebih tinggi.
Tuan juga tidak perlu kuatir darah Tuan diambil pihak lain, Ratu alam semesta sudah aku beritahui, dia juga berkata dengan sangat gembira, darah Tuan mampu meledakan 1 benua hanya dengan 1 tetes darah saja, karena itu jika ada pihak lain yang ingin merebutnya maka sama saja dengan kematiannya.
Karena itu dua roh itu ingin memiliki keturunan dari Tuan jika mereka mampu menerima benih dari Tuan]
Kata Yuke yang juga ikut membenarkan dan menambah pengetahuan baru baginya.
__ADS_1
"Aku paham, isteriku. Aku akan meningkatkan kekuatan semua orang agar bisa menerima benihku dan tidak terbuang dengan sia-sia"
Balas Excel yang sudah mengerti setelah penjelasan dari Yuke, Yuke sendiri sudah berharap bisa memiliki anak dari suaminya, tapi demi rasa hormat kepada Ratu alam semesta dia lebih memilih untuk menunggu Ratunya bisa berkumpul dengan Excel terlebih dahulu.