Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 289 Keluar dari Jurang Samsara.


__ADS_3

Chapter 289 Keluar dari Jurang Samsara.


Lu Xinxin dan Lu Xianglun terus menerus menerobos hingga berhenti saat kekuatannya berada pada tingkat Dewa Tahta level 2 dan level 3.


Padahal mereka sebelumnya berada pada tingkat Dewa Matahari, kedua wanita dari Ras Siluman gemetaran melihat kedua putri Raja Demi Human.


"Bagaimana bisa..."


"I-ini... Apa ini ilusi..."


Cang Juan dan Cang Lien masih tidak mempercayai dengan apa yang mereka lihat, menerobos hingga 4 tingkat itu benar-benar mustahil dari tingkat Dewa Matahari naik tingkat ke Dewa Tahta.


Kedua wanita itu mengucek matanya dan melihat lagi kedua putri Raja Demi Human, dan kali ini mereka sudah mempercayainya, lalu kedua wanita itu melihat kearah Excel, yang kembali membaringkan tubuhnya di kursi bambu.


"Hah... Memalukan...!" gumam Ratu Siluman Musang sambil terduduk lemas, dia mengejek dirinya sendiri yang lagi-lagi salah menilai seseorang.


"Lalu apa yang kita lakukan sekarang?" tanya Cang Lien kepada Cang Juan yang terduduk lemas.


"Dia memang sengaja mempermalukan kita, aku akan kembali apa yang dia berikan...!" jawab Cang Juan yang tidak ingin semakin malu dan menjatuhkan harga dirinya sedemikian rupa dihadapan Excel, dan juga kedua putri Raja Demi Human, dia melepaskan cincin dimensi tingkat Mitos dari jarinya.


Dengan enggan, Cang Lien juga mengikuti apa yang Ratunya lakukan, dengan melepaskan cincin dimensi yang sudah diberikan oleh Excel.


"Tidak perlu, itu tidak bermanfaat untuk diriku, anggap saja itu kompensasi selama 2 hari ini kalian merawat aku. Dan sejak detik ini aku tidak lagi berhutang apapun dari kalian. Terima kasih sudah merawat diriku selama 2 hari ini." ucap Excel kepada kedua wanita dari Ras Siluman.


Kedua wanita itu diam dan merenungkan ucapan Excel, kedua wanita itu saling bertukar pandang, menurutnya ucapan Excel masih bisa mereka terima.


"Baiklah, aku tidak akan sopan. Lupakan apa yang sudah terjadi sesaat yang lalu." jawab Cang Juan kepada Excel, dia membalikan badannya dan pergi meninggalkan tempat mereka sekarang berada.


"Terima kasih, aku harap kita masih bisa terus saling berkomunikasi dilain waktu." Cang Lien berbicara kepada Excel, terlihat matanya memerah dan air mata akan mengalir dari sudut matanya.


"Tiap kehidupan memiliki jalan masing-masing dan tidak akan pernah sama satu dengan lainnya. Demikian dengan dirimu, kamu memiliki jalan kamu sendiri, takdir kamu sendiri. Jalan itu hanya kamu yang bisa membuatnya dan menandai setiap moment yang indah dan penting, jadilah dirimu sendiri bukan mengikuti jalan orang lain." jawab Excel dengan berdiri dan berjalan mendekati Cang Lien, lalu memeluknya secara tiba-tiba.


Entah kenapa Cang Lien tidak bisa menolak pelukan Excel, dan merasakan damai yang tidak pernah dia alami. Cang Lien juga memeluk erat tubuh Excel dan menangis di bahunya.


Cang Juan yang mendengar ucapan Excel, juga mengeluarkan air mata dan mengepalkan kedua tangannya. Dia baru sadar, jika selama ini bibinya dan 10 pengawal selalu menuruti dirinya, dan tidak pernah memperhatikan perasaan dan emosi Cang Lien.


"Bibi, apa yang dikatakannya itu benar, kamu bisa memilih jalanmu sendiri, aku tidak akan menyesali maupun kecewa dengan keputusan yang kamu ambil." ucap Cang Juan kepada Cang Lien, walau dia sebenarnya tidak ingin Cang Lien meninggalkan dirinya.


"Kamu bisa pikiran nanti, ikuti Ratumu sebagaimana mestinya." bisik Excel ditelinga kiri Cang Lien.


"Terima kasih, aku akan berada di sisimu setelah masalah ini selesai...!" jawab Cang Lien dengan melepaskan diri dari pelukan hangat Si Excel.


Excel hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, lalu Cang Lien mencium pipi Excel dan buru-buru menjauhi Excel dan berjalan disisi Ratunya, Excel menatap punggung mereka berdua dan mendesah pelan setelah mereka menghilang dari pandangannya.


"Setia memang benar, tapi mengorbankan kebahagiaan pribadi juga tidak baik bagi diri sendiri..." gumam Excel setelah mereka keluar dari goa Dewi Cahaya.


Di jurang samsara, komandan Yao beserta pasukan dan sekutunya sedang memasuki dunia ilusi yang tercipta dari formasi array. Qin Bo berteriak marah dan sangat membenci Manusia Rubah yang telah menjebak dia dan semua orang.


"Bajingannnn... Lihat saja, setelah keluar dari sini aku akan memusnahkan Benua ini dan menyiksamu setan kecil...!" Qin Bo selalu memaki-maki Bu Wanmei, dia sampai lupa jika Bu Wanmei telah mati ditangannya.


"Bodoh, jangan hanya bisa marah-marah, cari pusat formasi ilusi ini yang berada dibawah salju." Qin Bo sedikit kaget saat dia mendengar suara Pamannya yang berada didalam dunia jiwa.


"Kamu benar Paman, kenapa aku tidak berpikir sejak awal... Hahaha. Terima kasih...!" jawab Qin Bo kepada pamannya yang berada didunia jiwanya.


"Cari Batu Formasi yang berada dibawah salju, jika ketemu langsung hancurkan..." tiba-tiba Qin Bo memberi perintah kepada semua orang.


"Hahaha... Kamu benar ketua Qin, aku tidak pernah berpikir jika Batu Formasi dipendam dibawah salju." komandan Yao sangat senang sekali setelah Qin Bo mengingatkan dirinya, lalu komandan Yao mengeluarkan pasukannya yang berada didunia jiwa.

__ADS_1


"Semuanya menyebar dan cari Batu Formasi yang berada dibawah salju, segera lakukan." perintah komandan Yao kepada pasukannya beserta pasukan Iblis, segera semua prajurit menyebar dan mengali salju yang tebal.


Tidak butuh waktu lama, satu prajurit menemukan Batu Formasi yang berada dipinggiran, "Hahaha... Aku menemukannya komandan..." prajurit itu tertawa terbahak-bahak, saat berhasil menemukan Batu Formasi yang dipendam sedalam 3 meter dibawah salju, dia berlari menuju tempat komandan Yao bersama para pemimpin.


"Komandan, aku menemukannya..." prajurit itu memberikan Batu Formasi dan buru-buru diambil oleh komandan Yao.


"Hahaha... Bagus, bagus. Aku akan mengingat kerja kerasmu, perintahkan rekan-rekanmu untuk mencari disekitar Batu Formasi pertama ditemukan." perintah komandan Yao kepada prajurit yang menemukan Batu Formasi itu, Si prajurit sangat senang dan buru-buru kembali ditempat dia menemukan Batu Formasi itu.


"Lihat, formasi array akhirnya terlihat mulai memudar... Hahaha." Qin Bo melihat formasi yang telah kehilangan sebagian energi, dia tertawa dan menunjukkan keatas, terlihat ada fluktuasi energi formasi yang bisa dilihat.


"Batu Formasi yang sangat langka, dia menggunakan Batu Semesta sebagai sarana membuat formasi ilusi, benar-benar hebat setan kecil ini..." kata komandan Yao melihat Batu Semesta yang telah digambar dengan rune-rune yang aneh dan memiliki energi yang kuat.


Qin Bo juga buru-buru melihatnya dan terkejut saat mengetahui rune-rune jenis ini, "Benar, setan kecil berarti seorang ahli Formasi tingkat Ilahi, sayang sekali dia sudah aku bunuh... Hahaha" kata Qin Bo yang sudah memastikan tingkat profesi yang dimiliki Bu Wanmei.


"Jika dia berpihak pada kita, pasti masa depannya sangat cerah... Sayang sekali mati disaat muda." komandan Yao menyayangkan Bu Wanmei tidak berpihak kepada mereka, seandainya mereka memiliki ahli formasi yang tidak pernah dicapai oleh orang lain, dia lebih mudah menjalankan misinya memanen Alam Semesta ini.


"Hahaha... Aku menemukannya."


"Hei, aku juga mendapatkan Batu Formasi... Hahaha."


Satu persatu para prajurit menemukan Batu Formasi yang dipendam Bu Wanmei dan buru-buru berlari menuju dimana tempat komandannya berada.


Pyaaaarr


Formasi ilusi seketika pecah dan menghilang tersapu badai salju dan akhirnya mereka melihat pepohonan yang diselimuti salju, dan juga melihat dinding jurang yang asli.


Hore...


Semua prajurit bersorak gembira saat Formasi Ilusi yang mengurung mereka selama 2 hari akhirnya menghilang, komandan Yao yang menerima Batu Formasi segera menyimpannya, karena itu masih bisa digunakan lagi.


"Aku yang akan berjalan didepan, aku kuatir masih ada Formasi lagi dirute kita." kata komandan Yao yang berjalan didepan dan diikuti Qin Bo, Raja Iblis dan para Jendralnya.


Semua orang berjalan menyusuri jurang samsara, jalan yang dibuat oleh Iblis raksasa mulai tertutupi badai salju. Biarpun begitu, dengan adanya Raja Iblis yang hafal jalan menuju wilayah Ras Demi Human tidak kesulitan, apalagi ada alat penunjuk arah yang berbentuk mangkok dan jarum sebagai panduannya.


Setelah berjalan sejauh 1 kilo meter, mereka tidak sadar telah memasuki Formasi pengurung, akibat badai salju, indera mereka terhalang dan tidak mengetahui telah terjebak lagi.


Namun, Qin Bo yang memiliki pengalaman lebih banyak, merasakan keanehan lagi dan memeriksa kondisi sekitarnya, dia melihat hutan yang sama tetapi yang anehnya dia dan semua orang merasakan suhu yang panas secara berlahan saat berjalan kedepan.


"Tunggu, ini kan pegunungan bersalju, kenapa aku merasakan suhu yang panas didepan kita...!" kata Qin Bo dengan berhenti berjalan dan diikuti semua orang.


"Benar, aku juga merasakan hal yang sama. Raja Iblis apa ini adalah gunung berapi yang masih aktif?" tanya komandan Yao kepada Raja Iblis.


"Benar, ini memang gunung berapi, tetapi belum pernah meletus selama ini, mungkin pengaruh cuaca yang bersalju." jawab Raja Iblis yang juga merasakan suhu yang panas, berhubungan dia memiliki jenis api neraka, dia tidak terlalu merasakan dampak panas yang tiba-tiba muncul.


"Bisa jadi, dengan ketinggian gunung mencapai 20 ribu meter, itu sudah wajar akan menciptakan salju abadi, sehingga menunda erupsi gunung berapi ini." kata komandan Yao dengan melihat puncak gunung Maha Dewi yang tertutupi salju abadi, sayang sekali jarak pandangnya terbatas, hanya mampu melihat sejauh 5 meter, padahal dia setingkat Half Alfa.


Craakk... Craak...


Tiba-tiba salju yang mereka pijak mulai muncul retakan dan es yang berada dibawah salju mulai terlihat, segera semua orang mulai panik dan menghindari retakan salju di bawah kaki mereka.


"Gawat... Apa kita terjebak Formasi Ilusi lagi?" komandan Yao juga mulai panik dan bertanya kepada Qin Bo yang tadi telah menemukan solusi.


"Mungkin saja. Cepat kalian menyebar dan membuat tanda sebelum retakan es beku dibawah semakin menyebar." perintah Qin Bo kepada seluruh pasukan Arcadia, segera semua pasukan Arcadia dan pasukan Iblis bergerak dan memberikan tanda setiap langkah yang mereka lewati.


Craakk... Craaakk...


Retakan es dibawah mereka mulai membentuk seperti jaring laba-laba, dan semakin membuat panik semua orang.

__ADS_1


"Cepat bergerak, setelah memberi tanda, kalian cari Batu Formasi seperti tadi..." perintah komandan Yao kepada semua pasukannya, dia juga mulai bergerak mundur menghindari retakan es.


"Aaaaahhh... Byuuuurrr"


Salah satu prajurit terjatuh di celah retakan dan berteriak kaget dan terdengar suara air, seketika prajurit itu mati membeku dan menjadi patung es.


"Sialan, badai terkutuk, semuanya hati-hati dan jangan sampai terpeleset." komandan Yao mengutuk badai salju yang menghalangi pandangan matanya, dia hanya mendengar teriakan prajurit dan suara air, sehingga mem-peringatkan pasukannya untuk lebih berhati-hati.


"Craaakk... Craakk..."


Retakan semakin membesar dan juga semakin menyebar, kali ini para prajurit semakin panik dan buru-buru mencari Batu Formasi dengan segera.


"Aneh, benar-benar aneh, didepan terasa panas, apa efek panas ini sehingga es beku dibawah salju menjadi retak, lalu Formasi Ilusi apa ini..." Raja Iblis juga panik dan berbicara dengan bodohnya.


"Justru karena panas es mencair, ini hal yang umum, Raja Iblis. Formasi Ilusi yang dibuat tingkat Absolute sangat bervariasi, tergantung situasi lingkungannya." jawab Qin Bo dengan jijik melihat kebodohan Raja Iblis.


"Hehehe... Mungkin karena aku panik jadi berbicara ngelantur...!" Raja Iblis terkekeh dengan mengaruk kepalanya yang tidak memiliki rambut, hanya ada dua tanduk seperti tanduk binatang banteng.


"Horeeee... Aku menemukan 1 Batu Formasi... Hahaha." salah satu prajurit berteriak kegirangan saat menemukan Batu Formasi yang dia temukan secara tidak sengaja, buru-buru dia mengambil dan seketika retakan berhenti.


Roarrrr...


Terdengar raungan binatang buas suaranya membuat ciut nyali para prajurit, segera para prajurit menghentikan pencarian Batu Formasi dan melihat kearah sumber raungan binatang buas.


"Jangan takut, itu hanya binatang kecil, lanjutkan pencarian kalian." kata komandan Yao yang tidak takut dengan binatang buas itu, dia buru-buru mengeluarkan aura kekuatannya, agar binatang buas itu tidak menghambat semua orang.


"Roarrrr...."


"Astaga i-ini, kali ini raungan Naga..." semua orang kaget sekali lagi, raungan ini membuat mereka gemetaran, raungan Naga dan binatang buas sangat jelas berbeda dan setiap orang mengenali, apalagi Naga mampu mengetarkan jiwa seseorang yang memiliki kekuatan jiwa yang lemah.


"Roarrrr....


Craakk... Craaakk


"Sialan, apa-apa ini... Cepat cari Batu Formasi dan jangan terganggu dengan raungan cacing itu." bentak komandan Yao kepada pasukannya yang menghentikan aktivitasnya, retakan kembali bergerak dan membuka celah dibawah kaki mereka.


"Mungkin ini juga Formasi Ilusi..." gumam Raja Iblis yang mengetahui jika Benua Permata Hitam tidak pernah ada Naga selama ini, Raja Iblis juga menghindari retakan es yang tertutupi salju.


"Hahaha... Aku menemukannya..." sekali lagi salah satu prajurit yang lain menemukan Batu Formasi dan berteriak kegirangan, dia buru-buru berlari menuju tempat komandannya dengan melompat dan menghindari retakan.


"Dapat, aku dapat..."


Satu persatu prajurit menemukan Batu Formasi dan mengambil setelah mengali cukup dalam, semua prajurit yang menemukan juga menyerahkan kepada komandan Yao.


Pyaaaarr


Formasi ilusi pecah dan sekali lagi menghilang tersapu badai salju, keadaan kembali normal dan kembali seperti sediakala, semua orang menghela nafas lega. Komandan Yao melambaikan tangannya dan berjalan kedepan untuk memimpin pasukannya.


Seperti perkiraan Excel, mereka akhirnya berhasil keluar dari Formasi Ilusi dan berjalan menyusuri Jurang Samsara, dalam tiga hari perjalanan mereka tidak mengalami hambatan.


"Akhirnya kita bisa keluar dari Jurang Samsara..." kata Raja Iblis yang merasa tegang selama beberapa hari ini.


"Kita sekarang ada dimana, Raja Iblis?" tanya komandan Yao kepada Raja Iblis.


"Kita sudah memasuki perbukitan, tempat ini disebut Bukit Arwah." jawab Raja Iblis kepada komandan Yao.


Mendengar kata Bukit Arwah, seketika semua orang merasakan merinding disekujur tubuhnya, mereka memeriksa sekitarnya yang sunyi dan sudah melewati badai salju.

__ADS_1


__ADS_2