Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 182 Petarungan Singkat.


__ADS_3

Chapter 182 Petarung singkat 3 Dewa Absolute.


Cahaya bulan kembar menerangi malam yang penuh bintang, benua dewa memiliki 2 bulan yang sangat indah dibanding bulan dibumi, suasana malam tampak dipenuhi cahaya terang dimana cahaya rembulan menjadi keindahan tersendiri dibenua dewa.


Tiap orang yang baru berada dibenua dewa sangat mengagumi keindahan 2 bulan itu, bulan itu mengeluarkan cahaya kebiruan dan menambah keindahannya.


"Malam yang indah... Ratuku, kamu memang penuh dengan imajinasi yang luar biasa." puji Excel kepada Yuna dan hanya dibalas dengan senyuman dengan melihat 2 bulan itu.


"Seindah-indahnya alam semesta lebih indah jika kita bisa hidup dengan orang yang kita sayangi." jawab Yuna dengan kelembutan seorang Ratu alam semesta, dia merasakan kesendirian selama waktu yang tidak terhitung lamanya.


"Hehehe... Ayo kita berolahraga, kita kedatangan tamu disekitar portal dimensi itu." ajak Excel kepada Yuna dan Yuke, mereka juga tahu ada orang yang tidak dikenal mendekati portal dimensi dengan tergesa-gesa, dengan segera Yuna dan Yuke memakai topengnya.


"Sialan, siapa yang telah memblokir portal ini..."


"Mungkin orang itu yang ditakuti dewa absolute."


"Huuf, hanya dewa absolute level 50 saja sudah ingin menguasai 2 alam sekaligus, apa kita dari istana surgawi hanya penjaga saja."


"Hahaha, sudah jangan marah-marah saja, ayo kita hancurkan formasi ini."


Booommm


"Sialan, kuat sekali ini..."


"Sekali lagi, aku tidak percaya ini tidak bisa hancur."


"Baik"


Booommm


Dua orang itu sangat jengkel dengan orang yang ditakuti oleh dewa absolute, jika bukan karena perintah dari istana surgawi mereka enggan menuju alam atas yang mereka anggap sampah, mereka diperintahkan untuk memeriksa portal dimensi yang didalamnya ada kehidupan ras iblis yang rencananya digunakan untuk membantai setiap orang yang berkumpul dibenua dewa.


Tetapi, disaat portal dimensi itu akan dibuka mereka kesulitan dan alat sebagai pemicu atau kunci pembuka portal selalu saja gagal difungsikan lagi, karena itu istana surgawi memberikan tugas kepada kedua orang itu, sebenarnya mereka sudah mengirim anggotanya yang sudah berada dibenua dewa tetapi mereka juga gagal menghancurkan formasi itu.


Booommm


Sekali lagi kedua orang itu menghancurkan formasi penghalang dengan kekuatan kasar, ledakan energi mereka menggoncang area portal itu berada dan kepulan asap menghalangi pandangan mata.


"Sialan, kita berada dilevel 60 sangat memalukan tidak mampu menghancurkan formasi ini..." teriakan amarah dari salah satu pria yang selalu emosi.


"Ini formasi array tingkat dewa absolute, sudah pasti tidak mudah dihancurkan. Kita gunakan saja artefak perusak formasi." kata temannya yang tidak terkejut dengan formasi yang dibuat oleh seseorang, setelah berkata pria itu mengeluarkan artefak yang berbentuk tongkat sihir, lalu ujung tongkat itu dia arahkan pada formasi penghalang portal dimensi.


Bhuuuzzzhh


Tiba-tiba ujung tongkat itu mengeluarkan cahaya dan seketika menyerap energi formasi yang menjadi penghalang portal dimensi itu, setelah menunggu berberapa lama formasi itu tidak bereaksi lagi dan formasi itu masih tidak bisa dihancurkan.


"Aneh, kenapa tongkat penghancur formasi tidak berhasil menghancurkan penghalang ini...!!" pria pembawa tongkat itu heran artefak yang bisanya dengan mudah menghancurkan formasi kini tidak bisa menghancurkan formasi didepan matanya.


"Tentu tidak bisa, bahkan 3 tikus itu juga tidak mampu menghancurkan formasi ini...hehehe." kedua orang itu langsung kaget dan segera berbalik dengan saat mendengar suara seorang itu, disaat mereka berbalik dengan sikap siap bertempur mereka tidak melihat siapapun dibelakangnya.


"Siapa kamu cepat keluar." bentak pria pemarah itu kepada pemilik suara itu, dia tidak lain adalah Excel yang sebenarnya sudah dari tadi memperhatikan kedua utusan dari istana surgawi.


"Yakin ingin aku menunjukan diri, jika aku keluar kalian hanya tinggal nama saja." jawab Excel dengan datar dan tetap ingin bermain-main dengan mereka berdua.


"Suami, mereka Penatua Lam dan penatua Ten tugas mereka biasanya menjaga benua biru untuk mencari jiwa-jiwa berbakat, misinya sama seperti kita." kata Kumala melalui telepatinya, semua keluarga Excel juga melihat mereka didalam dunia jiwa, Ratu Yuna, Yuke, Seng Qiao, Seng Huaran dan Shuwan sedang berdiri berjajar dengan Excel.


"Suami, biar aku yang bermain-main dengan mereka" kata Shuwan kepada Excel, Shuwan ingin menunjukkan dirinya kepada suaminya jika dia masih bisa diandalkan, kekuatan Shuwan sudah tidak diragukan lagi dia berada ditingkat dewa absolute level 75, untuk menghadapi dua orang itu yang berada di level 60 sangatlah mudah.


"Baik, tetap harus hati-hati, sayangku." kata Excel dengan tersenyum dan mencium bibir Shuwan dengan mesra, Shuwan tidak menolak dan menyambut ciuman itu, setelah 3 detik mereka melepaskan ciumannya.


"Baik"


"Bajingan cepat keluar, jangan jadi pengecut... Aku bisa dengan mudah menghancurkan tanah menjijikkan ini" bentak Penatua Lam yang marah karena tidak ada tanggapan dari suara yang menghina leluhurnya.


"Kamu tidak pantas melihat wajah suamiku."


Booommm


Shuwan langsung marah dan tiba-tiba muncul didepan Penatua Lam dan penatua Ten dengan aura kekuatannya, kedua orang itu langsung terpental jauh.


"Bajingan" kata Penatua Lam yang memiliki sifat pemarah dengan mengusap darah dibibirnya.

__ADS_1


"J-jendral Shu..." Penatua Ten kaget melihat wanita cantik yang dia kenali dia berbicara dengan gagap dengan mata terbelalak tidak percaya.


"Ka... Kenapa jendral Shu berada disini?" Penatua Lam hampir saja keceplosan memanggil kamu kepada Shuwan dan kini berbicara dengan hormat dan takut menyinggung wanita didepannya.


"Aku disini bukan urusanmu. Maju satu-satu atau berdua sekaligus." jawab Shuwan dengan ketus dan sekaligus menantang mereka bertarung.


"Jendral Shu, I-ini hanya... Kami tidak tahu jika pria yang berbicara tadi suami anda, maafkan ketidaktahuan kami." Penatua Lam tergagap saat berbicara dan berusaha ingin menjelaskan kesalahpahaman ini.


"Jika aku lemah apa kalian akan berkata seperti itu...hah" jawab Shuwan dengan ketus dan dingin semakin membuat kedua orang itu berkeringat dingin, kedua orang itu menghela nafas dan saling bertukar pandangan dengan temannya, dengan anggukan kepala mereka mengeluarkan senjata tombak berwarna perak dan saber berwarna merah.


Bhuuuzzzhh


"Baaanngg" Shuwan yang juga bersenjata tombak langsung menghunuskan mata tombaknya kepada 2 penatua itu setelah mengeluarkan senjata andalan mereka, mata tombak yang mengarah kepada dua orang itu mengeluarkan angin yang memiliki kekuatan dan segera kedua orang itu memblokir energi angin.


Aura kekuatan mereka bertiga seketika dirasakan seluruh orang yang berada dibenua dewa, dewa absolute yang berada dibenua dewa segera bergerak cepat menuju pusat 3 aura kekuatan yang mereka rasakan, segala kekuatan yang berada dibenua dewa juga buru-buru menuju wilayah tengah.


Kemudian Excel keluar dari kehampaan dan mengeluarkan kapal angkasa yang mampu menampung 100 ribu orang, segera Yuna, Yuke dan semua keluarganya muncul dikapal angkasa Excel dan melihat pertunjukan yang akan berguna bagi isteri, anak dan seluruh keluarganya.


Mengetahui jika Excel berada dikapal, segera para dewa absolute dan para pemimpin benua menghampirinya.


"Penguasa"


"Hahaha, ayo kita lihat pertunjukan yang jarang-jarang terjadi." balas Excel dengan tawa riang.


"Penguasa, tingkat berapa mereka"


"Diatas level 60. Pertarungan ini akan bermanfaat bagi kita semua..."


Klik


Bhuuuzzzhh


Setelah Excel menjawab pertanyaan pemimpin dari Sekte awan berkabut yang anggotanya pernah Excel kurung didalam kristal formasi sewaktu mereka ingin mengambil anak-anaknya, Excel menjentikkan jarinya dan membuat perisai pelindung antara wilayah tengah dan 3 orang itu yang akan bertarung.


Dalam sekejap banyak orang sudah berkumpul disekitar kapal angkasa Excel yang besar dan ikut melihat pertarungan Penatua lam, penatua Ten dan Shuwan, mata semua orang berbinar-binar melihat pertarungan yang bisa membuat mereka dalam pemahaman untuk menerobos.


Biarpun benua dewa sangat luas dan besar, setingkat dewa bisa mudah bergerak cepat apalagi tingkat dewa mampu merobek kekosongan untuk melintasi dimensi menuju ketempat tujuan mereka tetapi juga memiliki resiko yang tinggi saat melintas ruang kekosongan, kebanyakan memilih terbang dengan kecepatan tinggi.


"Ibu kamu pasti menang"


"Ibu semangat"


Anak-anak Excel kegirangan melihat pertarungan ibunya dengan dua pria tua yang memakai doupeng sebagai penutup kepala agar wajah mereka tidak dikenali.


"Maju dulu atau aku yang maju"


Suara Shuwan mengema dibenua dewa dan bisa didengar oleh semua orang, tiba-tiba batu prasasti menjadi aktif dan menampilkan 3 orang yang akan bertarung di wilayah tengah. Banyak anggota istana surgawi yang melihat senior mereka segera melesat kearah mereka bertiga dengan kecepatan tinggi.


Excel, Yuna, Yuke, Seng Qiao dan Seng Huaran juga mengetahui ada banyak dewa absolute dari istana surgawi menuju kearah mereka berada.


"Biar kami yang menangani mereka" kata Seng Huaran kepada Excel dan hanya dianggukan dengan tersenyum.


"Adik, kamu dikanan aku dikiri" kata Seng Qiao kepada Seng Huaran dan dianggukan saja tanda mengerti.


Zlaap


Tindakan Seng Huaran dan Seng Qiao tidak lepas dari persepsi dari para pemimpin benua dan terkejut saat mereka menghilang.


Booommm


Booommm


"Jika kalian ikut campur kalian tidak bisa kembali hidup-hidup" dua aura kekuatan meletus dari tubuh Seng Qiao dan Seng Huaran menghalangi anggota istana surgawi dan melarang mereka ikut campur, seketika wajah anggota istana surgawi menjadi pucat dan ketakutan, karena mereka tahu siapa dua wanita yang menghalanginya.


"Maaf menteri Huaran dan menteri Qiao" jawab anggota istana surgawi yang berlutut karena tekanan dari aura kekuatan dewa absolute level 90.


Semua orang langsung pucat melihat Seng Huaran dan Seng Qiao juga dewa absolute level 90, semua orang langsung melihat Excel yang dikelilingi banyak kekuatan besar disekitarnya.


"Siapa sebenarnya penguasa kita begitu banyak dikelilingi kekuatan besar disekitarnya, apalagi 2 orang wanita yang selalu memakai topeng." batin para dewa absolute saat melihat wajah Excel yang terlihat santai dan masih melihat kearah Shuwan setelah melirik sebentar kearah Seng Huaran dan Seng Qiao.


Penatua Ten dan penatua Lam kembali saling bertukar pandang dan menggangukan kepalanya, lalu dengan mencengkram senjatanya dengan erat...

__ADS_1


Zlaaapp


Zlaaapp


Baaanngg


Baaanngg


Dua penatua itu langsung menghilang dan juga Shuwan ikut menghilang, mereka bertarung dilangit, energi senjata ketiga orang itu saling berbenturan dan seperti kilatan kecil saat dilihat.


Senjata ketiga orang itu tidak pernah bersentuhan hanya benturan energi senjata saja mampu menciptakan petir, "bang" sekali lagi benturan ketiga senjata terdengar, semua orang mendongakkan kepalanya keatas dan hanya melihat kilatan saja tanpa bisa melihat tubuh ketiga orang itu, hanya setingkat dewa absolute yang bisa melihat mereka bertiga yang bertarung dengan sengit.


Shuwan sengaja tidak menyelesaikan bertarung ini karena suaminya meminta dia untuk memberikan petunjuk kepada semua keluarganya agar mampu memahami kekuatan setingkat dewa absolute.


"Apa hanya ini kekuatan istana surgawi" ejek Shuwan kepada anggota istana surgawi agar mereka segera menampilkan kekuatan yang sebenarnya, semua orang yang tidak tahu tentang perkataan wanita itu kebingungan.


Tidak banyak orang yang tahu tentang istana surgawi, kebanyakan mereka hanya tahu cerita tentang surga maupun neraka sebagai tempat terakhir mereka mati, tetapi setingkat dewa absolute mengetahui kekuatan istana surgawi yang mereka hormati.


"Jangan sombong, biarpun kami hanya anggota saja kami tidak ingin dihina. Tombak Dewa penghancur"


Wuuuuussshh


"Hehehe, terlalu lambat."


Zlaaapp


"Bang" Shuwan langsung menghilang dan muncul dibelakang penatuan Lam, memukul pinggang Penatua lam dengan tombaknya hingga terlempar kesamping, setelah itu Shuwan menghilang lagi "bang" ledakan senjata tombak menghantam punggung penatua Ten dengan sangat keras hingga berguling-guling diudara.


Kecepatan Shuwan tidak mampu diimbangi oleh 2 orang utusan istana surgawi, level 60 melawan level 75 antara dewa absolute jelas sangat jauh jarak kekuatannya.


"Hugh" kedua orang itu memuntahkan seteguk darah dari mulutnya setelah terkena hantam tombak, dengan sedikit sempoyongan kedua orang itu menyetabilkan tubuhnya dan 2 orang itu kembali merapat agar lebih mudah menahan serangan Shuwan yang ganas.


"Hebat" putri-putri Excel kagum dengan ibunya yang mampu menghajar musuhnya dengan mudah, sebelum kedua orang itu terpukul mereka hanya bisa melihat cahaya berkelap-kelip saat mereka bertiga beradu senjata dengan dukungan kecepatan hingga akhirnya melihat dua pria tua itu memuntahkan darah, fanatisme terlihat dimata banyak orang yang melihat aksi Shuwan melawan 2 dewa absolute dengan tombak hitam miliknya yang diikat kain merah antara mata tombak.


"Bagimana masih ingin bermain lagi?" tanya Shuwan dengan suara yang meremehkan lawan dengan meletakkan tombaknya dibahu kanan, rambut yang diikat tersapu angin dengan punggung membelakangi semua orang yang melihat pertarungan itu.


"J-jendral Shu, maafkan kami...uhuk...uhuk...kami hanya diutus oleh pimpinan." kata penatua Ten dengan terbatuk-batuk, rasa sakit dipunggungnya menembus paru-parunya dia tidak menyangkah hantaman tombak Shuwan mampu membuat organ dalamnya berantakan, mereka berdua dari awal tahu jika tidak mungkin mengalahkan jendral utama Ratu alam semesta aurora yang ditakuti istana surgawi, mereka tidak berharap 3 sosok penting pengawal Ratu alam semesta berada dibenua dewa, jika tahu tidak mungkin istana surgawi berani ikut campur urusan dibenua dewa.


"Kali ini aku akan melepaskan kalian semua, dan katakan pada pemimpinanmu jangan menyentuh suami dan keluargaku, jika tidak aku sendiri yang akan memporak-porandakan istana surgawi. Pergi bawa seluruh anggotamu." bentak Shuwan yang menahan amarahnya, dia memberikan ancaman yang membuat kedua orang itu dan anggotanya berkeringat deras dengan menelan salivanya.


"Terima kasih jendral Shu, kami akan sampaikan pesan anda pada pimpinan istana surgawi. Semuanya kita pergi." setelah penatua Ten mengucapkan terima kasih dengan menangkupkan kedua tangannya dia mengajak seluruh anggotanya, sebelum kedua penatua berbalik mereka sempat melirik suami Shuwan melambaikan tangannya mengajak anggotanya meninggalkan benua dewa.


"Tunggu..."


Disaat mereka akan bergerak pergi tiba-tiba suara pria menghentikan penatua Ten dan anggotanya, "glug" mereka menelan saliva disaat punggungnya merasakan tekanan berat.


"Kalian boleh pergi, asal memberikan aku kompensasi, kalian tahu aku lelah menunggu kamu menari-nari saja." kata Excel sebelum mereka membalikkan badan dan membuat sudut bibir anggota istana surgawi berkedut


"Sialan, aku tidak menari bocah, apa kamu tidak lihat aku muntah darah..." batin Penatua Ten dan penatua Lam yang ingin marah tetapi takut, semua anggota istana surgawi membalikkan badannya dan Penatua Ten menghentikan penatua Lam agar tidak berbicara, tetapi sebelum penatua Ten berbicara...


"Tidak perlu memberikan kompensasi banyak-banyak, cukup serahkan cincin dimensi kalian semua." kata Excel kepada seluruh anggota istana surgawi, kata-kata Excel membuat semua orang ingin ketawa tetapi mereka berusaha menahannya.


"Tidak perlu memberikan kompensasi berlebihan tetapi meminta cincin dimensi, bocah bilang saja kamu merampok kami." batin semua anggota istana surgawi yang semakin jengkel dengan perkataan Excel.


"Ayah tidak baik meminta cincin dimensi..." kata Jun Yu dengan wajah imut dan seakan-akan berkata dengan wajah memelas, tatapan semua orang langsung tertuju pada gadis imut disebelah pria yang meminta kompensasi, anggota istana surgawi merasa lega masih ada belas kasihan dari seorang gadis cilik Itu, semua anggota istana surgawi menatap wajah cantik dan imut dengan mata berkaca-kaca ingin meneteskan air mata karena terharu.


"Lalu..." tanya Excel yang ingin tahu apa maksud putrinya ini dan semua orang juga ingin tahu alasannya.


"Tidak baik meminta cincin dimensi, ayah juga harus meminta pakaiannya senjata dan semuanya." jawab Jun Yu dengan mata berkedip-kedip genit dan tangannya kecilnya seperti menghitung, yang membuat orang tidak lagi mampu menahan tawa lagi, bahkan ratu Yuna dan Yuke menunduk menahan tawa.


Excel yang mendengar jawaban putrinya mengedutkan bibirnya dia tidak menyangkah putrinya lebih kejam darinya, Excel ingin ketawa dia menahannya dan mengusap lembut rambut Jun Yu yang menempel di dahinya.


"Anakku tidak baik merampas seluruh pakaian mereka, bagimana jika mereka masuk angin... Tetapi. Oke, ide itu bagus."


"Whahaha"


Semua anggota istana surgawi memberikan semua cincin dimensinya dan juga menanggalkan pakaiannya, tubuh yang telanjang mereka tutupi dengan energi Qi agar tidak terlihat.


Setelah itu semua anggota istana surgawi buru-buru pergi dari benua dewa dan amarah yang amat besar, selama hidup mereka tidak pernah dipermalukan seperti ini, mereka berjanji akan membalas dendam sampai kapanpun.


Semua orang yang tadinya tegang dengan pertarungan 3 dewa absolute, kini menjadi sedikit santai melihat ayah dan anak membuat lelucon.

__ADS_1


(Author : di bab berikutnya saya akan menceritakan sedikit tentang alam keabadian dimana istana surgawi berada agar tidak adanya kebingungan pembaca sekalian.


Sekali lagi dukungan kecil kalian dalam, like, koment, vote dan share, sangat membantu bagi para penulis untuk berkembang dan sebagai bahan bakar pemicu semangat. Salam) 🙏🙏🙏


__ADS_2