
Chapter 56 Membangun Bagian Selatan
Setelah misi penyelamatan sukses besar yang dilakukan oleh pasukan wanita, semua orang sangat gembira karena misi ini berhasil menyelamatkan 19 ribu orang diwilayah perbatasan.
Karena prestasi besar pasukan wanitanya, Excel memberikan hadiah artefak yang berbentuk kalung berlian berwarna biru yang berkilauan, semua wanitanya menerima hadiah yang sama termasuk gadis kecil yang paling menonjol.
Awalnya Qiaofeng tidak peduli apa hadiah yang akan dia dapatkan, tetapi saat melihat kalung indah dengan tiga batu berlian biru yang terikat dikalung, membuatnya langsung bersemangat dan sangat menyukai indahnya kalung itu.
"Paman ini sangat indah aku menyukainya" kata Qiaofeng saat Excel memakaikannya dileher dengan hati gembira.
"Ini bukan hanya sekedar kalung berlian biasa, ini juga kalung artefak penyelamatan nyawa, yang bisa digunakan berkali-kali dan mampu menahan serangan dari tingkat Jendral Dewa" kata Excel yang menjelaskan kegunaan kalung, dengan memakaikan kalung kesemua wanitanya tanpa terkecuali.
Semua wanita sangat bahagia menerima hadiah dari suaminya, mereka sudah tidak mau lagi terkejut keajaiban yang Excel perlihatkan pada mereka.
Mereka juga berpikir bagaimana suaminya memiliki sesuatu berharga begitu banyak, apalagi kalung berlian biru yang tidak ada dibenua ini dengan bentuk yang sama.
Semua penduduk yang diselamatkan kini sudah berada di barak prajurit, dengan pengaturan kepala desa Jiang yang lebih tua tanpa adanya keributan.
"Ayo kita kembali ke kota Phoniex" perkataan Excel yang hanya dianggukan semua wanitanya, saat ini semua wanita berada diruang kendali dan duduk pada posisi yang Excel instruksikan.
Total 2500 kursi personil kendali kapal BESD1, jumlah yang kurang untuk menangani kapal secara maksimal, tapi dengan bantuan asisten Veno bisa menutupi kekurangannya itu.
Sengaja Excel memberikan pelatihan pada semua wanitanya, walau mereka semua sudah mendapatkan informasi untuk mengendalikan kapal BESD1.
"Naikkan kapal pada ketinggalan 12.000 meter, lalu arahkan koordinat pada kota Phoniex, aktifkan mode Siluman, aktifkan mode siap tempur..." perintah Excel kepada semua wanitanya
"Baik, komandan" jawaban mereka serempak layaknya seorang asisten komandan kapal perang.
Excel sengaja memberikan perintah sebagai komandan bukan sebagai suami, Excel melakukan ini agar semua pasukan wanitanya bisa membedakan tugas dan kewajiban mereka, tegas sebagai komandan dan lembut sebagai suami.
Merubah kebiasaan tidaklah mudah, merubah karakter tidaklah mudah, tapi dengan adanya kompetisi sebagai istri dan prajurit akan membuat mereka secara berlahan menyesuaikan psikologis mereka menghadapi persaingan yang ketat.
"Paman, apa yang harus aku lakukan? Apa boleh menembak? Boleh ya ya, bolehkan...?" mendengar permintaan muridnya membuat sudut bibir Excel berkedut.
"Bocah ini, ini bukan mainan, jika kamu menembak dengan sembarangan benua ini jadi ampas" batin Excel yang masih berkedut disudut bibirnya, saat Qiaofeng menggoyang-goyangkan bajunya.
[Tuan, biarkan Qiaofeng berlatih diruang simulator kapal]
"Ha-ha-ha, kamu selalu pintar Yuke, hampir saja aku lupa" ucapan Excel pada Yuke tapi tidak diketahui semua orang, karena Excel berbicara dengan batinnya.
"Muridku, kamu bisa berlatih menembak diruang simulator kapal, kamu bebas menembak musuhmu, oke" jawab Excel pada Qiaofeng dan melepaskan baju pamamnya.
"Oke, Paman" dengan segera Qiaofeng berlari tanpa perduli dengan kursi barunya yang berjajar dengan kursi komandan kapal, Excel membeli kursi karena muridnya duduk ditempatnya dan tidak mau pindah.
Ya, maklumlah gadis kecil yang ingin menjadi komandan kapal perang, sebagai pemimpin dia akan selalu duduk di kursi utama dan memberikan instruksi pada anak buahnya, itu cita-cita Qiaofeng.
"Ha-ha-ha, kena kamu, kemari dan akan aku ledakan" teriakan gembira Qiaofeng saat berlatih di ruang simulator kapal, Excel yang menampilkan monitor berhologram didepannya karena ingin melihat aktifitas muridnya.
"Dia meniru gurunya...hahaha"
"Sudah pasti, kamu ingat saat Qiaofeng mengejar bandit...Qiaofeng minta Paman bandit untuk diam agar dia bisa memberikan bola...ha-ha-ha" obrolan Niu Qinglin dan semua wanita Excel dengan ketawa, Excel yang mendengar hanya bisa cemberut tapi juga bangga.
"Sudah jelas aku kan gurunya, ibarat pohon jatuh tidak jauh dari buahnya" kata Excel dengan bangga menepuk dadanya.
"Kebalik, suami" jawab mereka semua dengan kompak.
"Apanya yang kebalik? Tidak mungkin guru meniru muridnya..." jawab Excel yang mempertahankan argumennya.
"Kata katamu yang kebalik, suami"
"Kata yang mana, sudah pasti murid akan meniru gurunya..." jawab Excel yang sedikit kesal.
"Kata-katamu yang sebelumnya..?"
"Jelas, guru tidak mungkin meniru muridnya... Itukan sudah benar, tahu!"
"Minta pemukulan" jawab 1256 wanita secara bersamaan, seketika membuat Excel menelan salivanya.
"Apa salahku hingga kalian ingin menodai ku" karena ketakutan tanpa sadar Excel keceplosan. Tamat
Kota Phoniex yang dulunya sebuah desa kecil dan kumuh, walau dibilang cukup maju dalam hal bisnis, wilayah dimana banyak pembudidaya mencari sumberdaya di Lembah Binatang Buas, tempat yang banyak ditemukannya tanaman obat dan berburu inti binatang dan ada juga yang ingin mendapatkan roh beladirinya di Lembah Binatang Buas, karena itu Lembah Binatang Buas tempat favorit bagi banyak kultivator.
Terlihat penduduk sedang beraktivitas dengan bahagia, walau saat ini kota Phoniex sedang dikepung pasukan Kekaisaran Zhou, karena mereka yakin jika pertahanan kota Phoniex tidak mudah ditembus.
Dilangit kapal angkasa berukuran besar sedang melayang di atas kota Phoniex, dengan mode Siluman tidak ada orang yang bisa mengetahuinya.
Turun secara berlahan dari ketinggian 12 ribu meter di atas kota Phoniex, terlihat ada perisai pelindung yang dengan mudah dilewati kapal angkasa itu.
Sesaat setelah melewati perisai itu, mulai terlihat samar-samar bentuk kapal angkasa berwarna keperakan, semua penduduk yang sedang beraktivitas diluar ruang melihat bayangan dikaki mereka yang sangat besar dan hampir menutupi kota mereka.
Saat mereka mendongak kepala keatas, mereka semua yang berada diluar ruangan menjadi ketakutan, wajah memucat dan tubuh gemetaran.
Nguuuunngg
__ADS_1
Berdengung
Suara dengungan terdengar hampir diseluruh kota Phoniex, seketika semua orang keluar dan ingin melihat dari mana suara itu berasal.
Namun, saat mereka sudah berada diluar ruangan, diluar sudah menjadi gelap dan banyak orang yang diluar tadi sedang mendongakkan kepalanya keatas, karena ingin tahu mereka yang baru keluar juga ikut melihat keatas, dan sama seperti orang yang diluar, wajah menjadi pucat dan tubuhnya juga gemetaran.
"Astaga naga...kapal siapa ini..?" ucapan Kaisar Ling yang saat itu sedang bersenang-senang di tempat hiburan dikota Phoniex.
"Apa ini serangan musuh...?" gumam Ling Qiauhui yang juga berada di tempat hiburan.
"Tidak, jika ingin menyerang sudah pasti kapal itu tidak perlu turun...?" jawab Kaisar Li yang masih bisa bernalar dengan baik.
"Iya, benar. Perisai pelindung juga tidak menyerang kapal itu...berarti..?" analisa dari Ratu Li hanya dianggukan mereka semua.
"Jangan-jangan...! bocah itu yang sedang dicari musuhnya..." kata Kakek Xuan yang ingin melihat Excel teraniaya.
"Yaa, Dewa apa itu" ucap Paman Xue Cing yang juga melihat keatas
"Serangan ini serangan..."
"Awas semuanya bersembunyi, cepat lari..."
"Cepat ambil jemuaranmu dan lari..."
"Ayah, cepat ambil anakmu di rumah tetangga"
"Ibu, masakannya gosong..."
"Siaaal, ayam ku jadi lari..."
"Awaas semuanya minggir sapi ku kabur..."
Dengan datangnya kapal angkasa yang begitu besar, semua mengira-ngira apa itu serangan, apa itu kawan, apa itu lawan, semua orang pada kebingungan, ada juga ketakutan, semuanya menjadi panik.
Kapal angkasa itu kemudian berhenti dan berlahan turun dilahan kosong yang luas disebelah selatan kota yang masih belum dibangun, rencana bagian selatan akan dibangun pemukiman penduduk yang akan menetap dikota Phoniex.
Dhuuuuum
Terdengar dentuman saat ketujuh kaki kapal angkasa menyentuh daratan, debu berterbangan hampir menutupi badan kapal, semua orang berlari menuju kapal angkasa itu mendarat, bahkan Kaisar Ling dan Li beserta keluarganya yang diikuti pasukan kota juga menuju kapal itu mendarat.
Ceeezzz
Keluarga Kekaisaran Ling dan Li beserta pasukan yang melindungi telah berada di samping kapal saat pintu gerbang di lambung kapal terbuka, terlihat asap putih mengepul saat pintu terbuka dan berlahan pintu itu turun hingga menyentuh tanah.
Saat Asap yang menutupi gerbang itu menghilang, terlihat seorang pria yang tinggalnya 185 cm, di sebelah kanannya ada sosok gadis kecil dengan kedua tangan terlipat di dadanya, dibelakangnya banyak wanita cantik yang mengunakan pakaian perang berwarna keemasan.
Semua orang menatap kelompok pria tampan itu dengan mata terbelalak lebar dan mulut menganga, perasaan familiar di ingatannya semua orang terbangun.
"Halo, apa kalian merindukanku" tanya Excel dengan senyuman khasnya.
"Halo, ada yang mau aku ajarin menembak" terdengar suara gadis kecil yang familiar ditelinga semua orang, Excel yang berada disampingnya langsung bergedut disudut bibirnya.
"Bocah ini, selalu merusak momenku yang sudah aku rencanakan" gumam Excel yang terdengar semua orang, semua orang ingin ketawa tapi menahannya.
"Ha-ha-ha, bocah kamu masih hidup" perkataan Kakek Xuan dengan tawa saat melihat kapal angkasa yang ingin dia mainkan.
"Jelas aku masih hidup, kamu saja masih hidup!" balas Excel yang kesal saat Kakek Xuan mengira dia sudah mati.
Tidak ingin berdebat terus dengan bocah tua nakal ini, segera Excel mengatur lokasi untuk penduduk yang baru tiba di bagian Selatan kota Phoniex yang masih kosong.
"Paman Xue Tong, antar mereka ketenda sementara dan dan beri penjelasan tentang aturan kota Phoniex" pinta Excel pada Paman Tong yang sudah menunggunya.
"Baik, Tuan muda"
Setelah itu penduduk 19 ribu orang mengikuti Paman Tong menuju tenda sementara, mereka semua juga terkejut dan kagum dengan kota Phoniex, kota yang begitu megah dan indah, bahkan energi Qi nya sangat padat dan melimpah.
"Nak, kapal macam apa ini" tanya Kaisar Ling yang ingin tahu dengan kapal baru yang Excel miliki.
"Ini kapal perang jenis penghancur, ayah. Dan mampu meledakan benua ini dengan sekali tembak" jawab Excel dengan santai, namun bagi yang mendengarnya seakan-akan mereka-lah yang meledak, ada yang percaya ada juga yang ragu.
"Mana mungkin bisa meledakan benua ini dengan sekali tembak, bocah kamu membual!!" balas Kakek Xuan yang tidak percaya dengan perkataan Excel.
"He-he-he, aku tahu kalian pasti tidak percaya, bagaimana jika kalian ikut aku untuk melihat kekuatan kapal perang ini?" tantang Excel pada mereka semua. Semua wanitanya tampak sangat bersemangat yang akan melihat aksinya lagi.
"Tapi, nanti tidak sekarang. Jika kalian ingin tahu kalian bisa masuk dan dipandu semua isteriku, kalau sekarang aku ingin membuat pemukiman penduduk baru. Semua wanita ku kalian pandu keluarga kalian dan muridku ajak mereka bermain diruang simulator"
"Dengan senang hati, suami" jawab mereka semua dengan bangga, yang akan menujuk kapal istimewa milik suaminya.
"Oke, Paman. Serahkan pada Qiaofeng sang pemimpin kapal...hahaha" dengan ketawa bangga dan percaya diri sebagai pemimpin kapal perang ini.
"Kakek Xuan, jika kamu bisa menang melawan Qiaofeng di simulator perang, aku akan memberikan artefak tingkat semesta, bagaimana?" tantang Excel pada Kakek Xuan dengan senyum misterius.
Dalam percobaan pertama di simulator, Qiaofeng telah mencetak angka 1000 dengan meledakan kapal lawan, angka yang sudah dianggap cukup bagus untuk pemula.
__ADS_1
"Ha-ha-ha, bocah pegang kata-katamu, tidak mungkin aku kalah dalam strategi perang, apalagi dengan gadis kecil" dengan gembira menerima tantangan Excel, Kakek Xuan merasa mampu menang melawan anak kecil, apalagi hadiahnya sangat istimewa.
"Kakek, aku pemimpin kapal tidak mungkin kalah, hati-hati aku akan meledakanmu" Qiaofeng yang tidak terima diremehkan, segera menunjukkan dominasinya, dengan gaya kedua tangan yang dilipatkan didadanya.
"Ha-ha-ha, siapa takut, aku tidak mungkin kalah dari gadis kecil...ha-ha-ha" balas Kakek Xuan yang masih tidak percaya dengan Qiaofeng.
"Ayo ikuti aku, Kakek. Akan ku tunjukan cara meledakan kapalmu" ajak Qiaofeng yang dengan percaya diri, mana mungkin seorang pemimpin bisa kalah. Dengan segera Qiaofeng menarik tangan Kakek Xuan.
"Kalian silakan masuk dengan wanitaku" pinta Excel pada mereka semua yang ingin melihat isi kapal, Excel juga ingin segera membangun rumah bagi penduduk yang baru.
"Baiklah, aku sudah tidak sabar ingin melihat didalam kapalmu...hehehe"
"Hah, akhirnya aku bisa melanjutkan rencanaku" gumamnya saat semua orang sudah meninggalkannya sendirian.
"Lokasi ini sangat cocok, aku akan buat sungai sebagai sumber penghasilan bagi nelayan!"
Kemudian Excel melayang ke langit dan terbang mendekati laut yang mengelilingi benua tengah, dengan kedua tangan Excel membuat celah seluas 1500 meter yang membagi kota Phoniex menjadi dua bagian, celah itu atau yang disebut sungai akan menjadi sumber penghasilan nelayan.
Air laut itu segera dengan cepat memenuhi sungai, demi keamanan kota antara laut dan sungai Excel membuat bendungan diluar tembok kota, bendungan itu menggunakan logam yang kuat agar mampu menahan ganasnya binatang air, dan di bawah bendungan diberi jaring Formasi array agar hanya ikan kecil bisa memasuki sungai.
Kemudian Excel menaburkan bibit ikan dan pakan yang bisa menarik ikan berukuran sedang memasuki sungai yang Excel buat melalui jaring Formasi.
Setelah selesai membuat sungai yang membelah kota Phoniex, Excel melanjutkan dengan membangun pemukiman penduduk kota Phoniex diseberang Selatan sungai.
Excel kali ini membeli pemukiman berlantai 5 yang mampu menampung 2500 orang, Excel juga memfasilitasi dengan berbagai standar kota tingkat 2.
Sebelum membangun kota Excel membuat formasi penghalang pengelihatan, agar penduduk tidak bisa melihatnya saat bekerja.
Kini lahan yang masih kosong seluas 2700 meter persegi sudah bisa menampung 500 ribu orang, dan juga berbagai tempat usaha bagi penduduk yang menetap dikota Phoniex.
Bagian selatan sungai dikhususkan untuk pemukiman penduduk, dan bagian barat untuk sentral bisnis penting dikota Phoniex.
"Hah, akhirnya selesai juga membangun kota bagian Selatan, kini kotaku yang seluas 5400 meter persegi sudah penuh bangunan mewah dan megah...ha-ha-ha"
Yang Excel tanpa sadari selama membangun kota, membuat banyak warga kota selalu kebingungan dengan apa yang sedang dikerjakan pemimpin mereka.
Suara berisik yang ditimbulkan saat Excel saat bekerja membuat orang penasaran dan mendekati area yang sudah Excel pasangi Formasi penghalang pengelihatan.
Baammm
"Apa yang terjadi lokasi hutan?"
"Lihat ada Formasi penghalang, aku tidak bisa melihat lokasi hutan lagi"
"Apa yang suami kita lakukan?"
Baaammnn
"Xuan'er, apa yang sedang dikerjakan suamimu?" tanya Kaisar Ling pada putrinya, karena hampir satu hari lebih suara ledakan dan getaran didalam Formasi membuat banyak orang terganggu dengan suara berisik.
Baaamm
"Aku tidak tahu, ayah. Dia bilang ingin membangun pemukiman untuk penduduk baru!" jawab Ling Xuan pada ayahnya, Ling Xuan sendiri pun kebingungan apa yang dilakukan Excel.
"Hah, anak ini bikin kita selalu penasaran!" balas Kaisar Ling yang mendesah tanda rasa penasaran tidak terjawab.
Baaammn
"Ha-ha-ha, menantu pasti akan membuat kejutan lagi!" kaisar Li sudah terbiasa dengan kejutan-kejutan dan keajaiban yang dilakukan Excel, dia bahkan menantikan prestasi apalagi yang akan membuat Kaisar Li bangga.
Baaammnn
Nguuuunngg
Berdengung
Dengan ledakan dan suara dengungan Formasi penghalang pengelihatan tiba-tiba menghilang, dan debu yang berterbangan terlihat sangat mengganggu mata, segera semua orang mengibas-ibaskan tangan agar tidak melukai matanya.
"Halo gaes apa kalian merindukanku" tanya Excel yang merasa tidak berdosa dan wajah polosnya yang membuat orang ingin memukul, siapa yang merindukanmu, kamu sudah membuat tidurku tidak nyenyak, gara-gara kamu ayam ku tidak jadi bertelur, kamu tiba-tiba muncul dibalik debu dan berkata apa kami merindukanmu? Dan apa itu gaes?
Namun, disaat sejuta umpatan yang akan dilontarkan pada Excel...
"A-apa ini...sangat mu-mustahil?"
"Pemimpin kita buat kita takjub"
"Bagaimana dia melakukan ini semua?"
"Bocaaah, jika kamu ingin buat kami mati dengan cepat, lebih baik katakan dulu" komentar Kakek Xuan yang terkesima apa yang dilihat setelah debu menghilang di belakangnya.
"Keren sekali...Paman kamu sangat hebat, aku mencintaimu" kata Qiaofeng yang sangat bangga melihat calon suaminya membuat sesuatu yang buat orang kaget.
"Feng'er, kamu harus bersaing dengan kami dan lihat suami kita memang hebat... hahaha"
__ADS_1