Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 312 Konflik Jiwa (2).


__ADS_3

Chapter 312 Konflik Jiwa (2).


Lingzhi Mei Si artefak Cermin Ilusi yang berada didalam Excel, menjadi kuatir. Ia juga merasa jika Excel sedang bertarung dengan seseorang, tetapi disaat Lingzhi Mei ingin berbicara, mulutnya seakan-akan terkunci.


Di dalam dunia batin, dua orang yang serupa saling berhadapan, wajah mereka sama, semua tubuh juga sama. Mereka berdua seperti saudara kembar identik, yang membedakan hanya pakaiannya saja, putih dan hitam. Mereka berdua adalah Excel.


"Hahaha... Kamu terlalu lembut. Apa tidak belajar dari pengalaman...! Lihat dirimu yang dulu, selalu saja mengalah dan mengalah kepada kehidupan yang tidak tahu berterima kasih. Akibatnya, kamu sering menerima pengkhianatan, entah itu kekasihmu atau dari sahabatmu. Kini kamu telah dibohongi oleh isterimu, dan sekali lagi kamu terlalu berhati lembut dan memaafkannya." sosok misterius berpakaian hitam yang diam didalam tubuh Excel tertawa terbahak-bahak, ia terlihat mencemooh Excel, dia juga mengingatkan akan masa lalunya.


"Itu masa lalu. Iya, aku akui, aku terlalu memakai perasaan. Tetapi itulah diriku yang sebenarnya, aku juga ingin marah, benci dan ingin membalas dendam, tetapi itu semua apa gunanya...!" jawab Excel kepada kembarannya Si Hitam.


"Hahaha, Putih, Putih. Kamu masih saja seperti dulu, pandai berbicara tapi tidak bisa mempraktekkan-nya. Sampai kapan kebodohanmu berlanjut, apa perlu bereinkarnasi lagi agar kamu dewasa?" balas Si Hitam pada Excel.


Excel menggelengkan kepalanya, dia tahu apa maksud dari sisi gelapnya. Excel menghela nafas berat dan kembali sorot matanya menatap Si Hitam.


"Apa yang kamu inginkan terhadap ku? Apa kamu ingin aku kejam, brutal, sadis dan tidak berbelas kasihan terhadap kehidupan?" tanya Excel dengan nada datar dan terlihat menantang Si Hitam.


"Iya, aku ingin kamu seperti itu. ini sebenarnya terkait dengan Si Yuna itu. Kenapa kamu tidak mau membaca pikirannya dan juga ingatannya. Jika kamu tahu..." jawab Si Hitam kepada Excel, tetapi dia seperti tidak berniat memberitahukan perihal rahasia Yuna.


"Hahmmm..." Excel menghela nafas dan menghembuskan secara kasar. "Karena itu kedua orang tua kita menguji dirinya, aku harap saat itu tiba, dia tidak salah memilih. Jika dia salah memilih, aku sendiri yang akan membunuh keluarganya, sekaligus..." Excel berbicara dan menyakinkan Si Hitam. Namun, Excel juga terlihat ragu dan tidak melanjutkan perkataannya.


"Hahaha... Disaat itu tiba, biarkan aku yang melakukannya." Si Hitam tertawa dan tahu jika Excel tidak mampu melukai jika terkait dengan kekasihnya.


"Tidak perlu. Ini sudah konsekuensi dari tindakan ku, kamu tidak perlu ikut campur." tolak Excel dengan ekspresi wajah serius.


"Bodoh, aku tidak mau terus-menerus bereinkarnasi sebelum menikmati hasil kerja keras kita. Jika kamu gagal kali ini, orang tua kita akan menarik kita kedalam dunianya. Aku tidak mau kebebasan ku terkekang lagi. Jadi, biarkan aku yang mendominasi dirimu." Si Hitam juga tidak mau mengikuti pikiran Si Putih. Sepertinya Si Hitam sangat ketakutan disaat dirinya akan dibawa lagi oleh orang tua mereka berdua.


"Jangan harap, lagian tidak perlu kita saling bertarung. Orang tua kita tidak akan mampu lagi menggurung aku, karena aku lebih kuat." sekali lagi Excel menolak dan dia percaya diri akan kemampuannya yang sebenarnya.


"Hahaha, terlalu naif. Baiklah, jika seperti itu, kalahkan aku dulu, baru aku akan mempercayai dirimu..."


Wushhhh


Boom... Boom


Excel dan Si Hitam bertarung dengan tangan kosong, setiap benturan fisik bisa dirasakan oleh semua orang yang berada di luar tubuh Excel.


Yuna, Yuke dan semua wanita terlihat cemas dan khawatir, melihat wajah Excel yang pucat disaat energi Qi yang sangat kuat terus keluar dari tubuhnya.


"Apa seperti ini cara untuk memperkuat perlindungan Alam Semesta Aurora?" Jun Liqin sangat kuatir dengan kondisi kekasihnya, karena itu dia bertanya pada Yuna.


"Seharusnya tidak, aku merasa suami kita sedang mengalami sesuatu yang tidak kita ketahui...!" jawaban Yuna semakin mencemaskan semua wanita.


"Apa yang terjadi, Saudari?" kini Qinglin yang ikut khawatir.


"Aku tidak yakin...!" jawab Yuna semakin buat cemas dan kebingungan para wanita.


"Jangan-jangan sosok misterius itu yang telah menyatu dengan suami kita...!" Yuke akhirnya angkat bicara, dia masih mengingat jelas sosok pria misterius didalam tubuh suaminya.


"Apaaa.... Sosok misterius?" semua wanita berseru kaget, saat Yuke membuka rahasia suaminya. Sebelum Yuna berbicara...


Boom...


Sekali lagi ledakan energi yang kuat keluar dari tubuh Excel, kali ini energi itu berwarna hitam pekat. Auranya juga telah berubah, aura itu kini menjadi aura kegelapan bercampur aura kematian.


"Astagaaa.... Apa yang terjadi..."


"Kenapa bisa berubah, dan tekanan penindasan semakin kuat..."


"Personil segera mundur..." perintah Yuna kepada personil yang bertugas mengoperasikan kapal perang BESD1.


Wushhhh


Kapal perang BESD1 segera melesat dengan cepat. Kini kapal perang BESD1 sudah aman dari penindasan aura kekuatan Excel. Mereka juga semakin kuatir dan sangat cemas.


"Saudari apa yang terjadi, jangan sembunyikan apapun dari kami?" Zhou Mei yang sangat cemas dengan apa yang dialami suaminya, segera bertanya kepada Yuna. Dari nada bicaranya, Zhou Mei curiga jika ini terkait dengan kebohongan Yuna selama ini.


Semua wanita memandang wajah Yuna yang terlihat bersalah dan bermasalah. Semua wanita ingin penjelasan dari Yuna, mereka yakin jika Yuna mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui.

__ADS_1


"Hahmmm..." Yuna menarik nafas dan menghembuskan secara halus. "Suami kita memiliki sisi tergelap yang sangat menggerikan, jika suami kita tidak mampu mengendalikannya, itu akan membahayakan seluruh alam jagat raya ini.


Jika jiwa dan tubuhnya diambil ahli oleh sisi tergelapnya, maka...!" jelas Yuna kepada semua saudarinya, di akhir penjelasannya, Yuna tidak melanjutkan perkataannya.


"Dengan melukis saja, suami kita mampu memberikan bencana kutukan selama 100 ribu tahun untuk Alam Semesta Nebula, jika dia bergerak sudah dipastikan akan banyak kehidupan yang mati." Yuke melanjutkan ucapan Ratu Yuna.


Seketika semua wanita bergidik ketakutan, mereka tidak tahu jika suaminya memiliki kemampuan seperti itu. Kembali semua wanita menatap kearah Excel berada, yang masih mengeluarkan aura hitam pekat.


"Hahaha.... Lihat dirimu yang lemah, bagaimana bisa kamu mengalahkan kekuatan kedua orang tua kita. Lebih baik, kita musnahkan saja Galaxy Nebula dan Galaxy Celosia, agar wanita itu lulus ujian kedua orang tua kita." Si Hitam tertawa disaat dirinya berhasil membuat Excel kewalahan.


Excel terlihat terengah-engah dengan tubuhnya yang mulai terlihat transparan. Visi-visi nya menatap tajam kearah Si Hitam, yang sudah yakin akan kemenangannya.


"Lebih baik kita bergabung saja, seperti Yin dan Yang yang selalu seimbang." ajak Excel kepada Si Hitam.


"Tidak. Aku sudah memberikan kamu kekuatan kita yang dulu dan sudah kamu nikmati. Kini giliran diriku menggunakan tubuh dan jiwamu. Jadi jangan berharap kamu bisa mengendalikan diriku lagi." jawab Si Hitam yang tidak ingin dibujuk oleh Excel.


"Terserah jika itu maumu." balas Excel dengan tersenyum misterius.


Melihat ekspresi wajah Excel yang berubah membuat Si Hitam mendapatkan firasat buruk, kini wajah Excel tidak lagi pucat, fisiknya juga tidak lagi akan memudar.


Zlappp


Bammm... Bammm


Excel menghilang dari pandangan Si Hitam dan muncul di depannya, Excel langsung menyerang Si Hitam tanpa belas kasihan. Seluruh perut dan dada Si Hitam dihujani pukulan.


"Hahaha.... Apa hanya segini saja." Si Hitam yang dibombardir pukulan tertawa mengejek, walaupun tubuhnya terombang-ambing karena pukulan, dia tampak tidak kesakitan sama sekali.


"Hehehe... Ini baru pemanasan. Ayo kita serius." Excel terkekeh dengan bergerak mundur dan membalas ucapan Si Hitam.


"Hahaha, ini baru menyenangkan, sudah lama kita tidak mengalami pertarungan yang seimbang." Si Hitam terlihat senang dan menyambut tantangan Excel.


Wushhhh...


Boom... Boom


Ledakan benturan fisik juga mempengaruhi di dunia luar, setiap kali ledakan, tubuh Excel yang nyata juga mengeluarkan energi yang kuat.


Boom... Boom


"Ayo tingkatkan kecepatan kita." tantang Excel kepada Si Hitam setelah mereka bertukar pukulan.


"Hahaha, tentu."


Zlappp... Bam.... Bam


Kedua orang itu terlihat diam di tempat masing-masing, pertarungan itu adalah pertarungan dalam bentuk energi. Energi Hitam dan Putih saling berbenturan.


"Lihat, warna aura suami kita kini berubah lagi. Kini bercampur Hitam dan Putih." Xiao Mei Xing berseru heran dan juga penuh antisipasi.


"Semoga saja suami kita mampu melawan sisi tergelapnya." kata Yuna dengan raut wajah yang sedikit senang dengan perubahan yang dialami Excel.


"Apa ini tandanya suami kita telah berhasil mengimbangi kekuatan sisi tergelapnya?" tanya Lu Xinxin yang sedari tadi sudah kuatir sampai dia meneteskan air matanya.


"Benar. Itu seperti Yin dan Yang, Hitam dan Putih. Artinya, suami kita sedang berusaha mengontrol 14 emosinya. Jika suami kita mampu menyetabilkan 14 emosi itu, maka sudah dipastikan suami kita juga akan meningkatkan kekuatan hingga batas yang aku sendiri tidak tahu." jawab Yuna dengan lugas, terlihat kedua tangan mengepal erat.


Yuna berharap suaminya berhasil, dan mencapai ketinggian yang belum pernah dicapai kultivator manapun.


Energi yang keluar dari tubuh Excel terus menerus meletus tanpa henti, dan semakin memperkuat pelindung Alam Semesta Aurora.


Bam.... Bam... Bam...


Kedua orang itu memejamkan mata, dan yang bertarung adalah energi Qi mereka. Kecepatan mereka berdua bisa di katakan melebihi kecepatan kedipan mata, jika ada yang melihat pertarungan mereka berdua, sudah dipastikan tidak akan bisa mengikuti gerakan mereka.


Boommmmm....


Pukulan Excel menghantam telak dada Si Hitam dan membuat tubuh aslinya terhuyung-huyung kebelakang, pukulan itu menciptakan ledakan yang sangat memekakkan telinga.

__ADS_1


"Ha haa... Kamu hebat, aku tidak menyangka kamu menyembunyikan energinya yang begitu besar. Jangan-jangan..." Si Hitam terengah-engah dan membuka matanya, dia berbicara kepada Excel, dia juga mencurigai Excel yang memiliki kekuatan tersembunyi.


"Benar. Aku sudah naik level yang lebih tinggi, saat aku berada di kolam Api Ashura waktu itu. Aku sengaja tidak memeriksakannya, agar kamu tidak mengetahuinya." jawab Excel dengan jujur.


Sewaktu Excel berada di kolam Api Ashura, dia mendapatkan kekuatan dari Benih Api Ashura. Tetapi Excel diam saja dan seolah-olah tidak mendapatkan manfaat apapun.


"Hahaha. Bagus, bagus. Kamu benar-benar cerdas. Kita memang layak sebagai Putra Tunggal Sang Pencipta. Baiklah, aku menyetujui keinginanmu. Tetapi aku harap kamu tidak menjadi bodoh lagi.


Ingat, semua kehidupan itu selalu saling memanfaatkan, jika kamu lembut maka kamu akan selalu tidak dihargai oleh siapapun.


Baik boleh tetapi lihat dulu, apakah itu baik bagi diri sendiri." Si Hitam tertawa saat Excel mengakui telah mendapatkan kekuatan, dia akhirnya mengakui kehebatan Excel, dan mau menjadi satu tanpa ada lagi pergolakan batin diantara mereka berdua.


"Aku akan selalu mengingat ucapanmu, aku juga tidak ingin selalu mengulang reinkarnasi berkali-kali, cukup bagi kita selalu hidup dalam siklus Samsara." ucap Excel kepada Si Hitam.


"Bagus. Segera serap diriku, semua wanitamu sudah mengkuatirkan dirimu. Hahaha."


Segera Excel merentangkan tangannya ke depan, dari telapak tangannya terlihat sebuah mata terpenjam, yang membuka matanya secara berlahan. Lalu Si Hitam melesat dan memasuki mata yang muncul dari telapak tangan Excel.


Boom.... Boom


Seketika basis kultivasinya meningkatkan dengan dratis, hingga membuat seluruh Alam Semesta Aurora merasakannya. Kekuatan Excel kini sudah melampaui batas-batas yang tidak pernah ada yang mencapainya.


"Sukses... Suami kita sukses..." Yuna segera berteriak kegirangan dan tanpa sadar dirinya melompat-lompat seperti gadis kecil.


"Berhasil.... Suami kita berhasil..." Yuke juga kegirangan dan saling memeluk Yuna dan semua wanita


"Horeeee... Luar biasa suamiku..." Lu Xinxin yang tadinya sempat menangis kini bersorak-sorai gembira.


"Rubah jelek kamu harus mentraktir ku..." Thunder Bird terbang dengan gembira dan melayang sambil meneriakkan namanya.


Di Alam Keabadian, Benua Biru dan seluruh tempat di Alam Semesta Aurora juga ikut merasakan kegembiraan, walau mereka tahu apa yang terjadi, mereka hanya merasa bahagia.


"Mustahil, bagaimana caranya Guru Agung bisa menerobos, padahal sesaat yang lalu dia mengeluarkan aura kegelapan dan kematian." Lu Bai melihatnya tercengang, sesaat yang lalu dia sudah ketakutan, tetapi situasinya seketika berubah dengan cepat.


"Entahlah, yang pasti Guru kita tidak bisa dipikirkan dengan akal logika kita." jawab Zhuting pada Lu Bai.


"Hahaha, ayah selalu saja begitu. Setiap saat sulit untuk diprediksi, terkadang membuat orang kuatir, tetapi dalam sekejap membuat orang kagum." Xiang Ri Kui tertawa melihat reaksi semua orang yang tidak mengenali sifat Kaisar Api Ashura.


Excel secara berlahan menurunkan kedua tangannya yang sedari tadi terangkat ke atas, lalu dia duduk dengan posisi lotus. Secara berlahan Excel menarik kekuatannya yang masih meluap-luap. Kini Alam Semesta Aurora menjadi tenang lagi.


"Personil, arahkan kapal perang BESD1 mendekati suami kita. Kita lindungi disaat suami kita sedang menyetabilkan fondasinya." perintah Yuna kepada personil kapal perang BESD1.


Wushhhh


Dengan kecepatan penuh, kapal perang BESD1 segera melaju dan hanya beberapa detik sudah tiba dibelakang panggung Excel.


"Kita jaga suami kita."


Segera semua wanita menjaga suaminya yang masih duduk bersila. Mereka benar-benar waspada, entah kuatir atau bahagia, mereka hanya ingin suaminya baik-baik saja.


Thunder Bird terus terbang diatas kepala Excel dan sorot mata yang tajam memeriksa sekitarnya, kali ini dia terlihat serius seperti semua wanita.


Setelah menunggu 5 waktu dupa, Excel membuka matanya secara berlahan. Disaat matanya terbuka, mata itu mengeluarkan cahaya hitam dan putih. Dalam sekejap mata Excel kembali seperti semula.


"Terima kasih sudah menjagaku." ucap Excel sambil berdiri, ia mengucapkan terima kasih untuk menghargai perbuatan semua isterinya yang melindungi dirinya, walau Excel tidak perlu dilindungi.


"Suami..." Yuna segera memeluk Excel dengan erat.


"Rubah jelek, kamu harus mengganti waktu ku yang kamu sita..." kata Thunder Bird sambil hinggap dibahu Excel.


"Suami, selamat sudah menerobos."


Suasana menjadi lebih bahagia dan saling berpelukan, Excel juga bahagia memilik isteri-isteri yang cantik dan juga perhatian. Hanya Ratu laba-laba 7 warna yang diam, terlihat dia cemburu dengan begitu bahagianya semua wanita disisi Guru Agung. Yuke yang memperhatikan Ratu laba-laba, mendekatinya dan berbisik.


"Kamu bisa menjadi bagian dari keluarga besar kita, suami kita selalu memperlakukan kita secara adil, merata dan penuh kasih sayang."


Ratu laba-laba tersipu malu dengan menundukkan kepalanya, ucapan Yuke yang tidak terduga membuat mimpinya menjadi kenyataan, padahal dia tidak mengharapkan ini terwujud.

__ADS_1


__ADS_2