
Chapter 88 Racun Ganas
[Tuan, lebih baik Tuan menyimpan tubuh naga Hitam didunia jiwa, tiap bagian tubuh naga sangan bermanfaat]
"Kamu benar, Yuke. Hampir lupa aku...hehehe"
"Ayo kita keluar dari sini" Excel mengajak Qiaofeng dan Bi Liqin keluar dari dunia jiwanya.
Wuuuuussshh
"Waoow, Paman ini naga...hahaha" kata Qiaofeng yang kegirangan melihat tubuh naga yang sangat langka apalagi naga Hitam yang legendaris.
"Suami, apa ini yang membuat kamu kesakitan?" Bi Liqin bertanya saat melihat tubuh naga Hitam didepannya.
"Hehehe...iya, seperti yang sudah aku ceritakan tadi"
Swooosshh
"Kalian jelajahi goa ini, gunakan ini sebagai penerangan" kata Excel yang sudah menyimpan mayat naga Hitam didunia jiwanya dan memberikan senter kepada mereka berdua.
Clek
Suara senter dinyalakan dan terlihat dengan jelas keadaan goa yang penuh dengan emas dan batu roh, jika diketahui orang banyak goa ini akan menjadi rebutan.
"Hahaha, Paman kita bertambah kaya" kata Qiaofeng yang gembira saat melihat begitu banyak emas sebagai pelapis dinding goa dan batu roh sebagai pelapis jalan digoa.
"Hehehe, kita akan rahasiakan goa ini, ini merupakan pemasukan Kekaisaran kita nanti. Bi Liqin apa kamu sudah mengetahui goa ini?" tanya Excel kepada Bi Liqin karena dia sudah lama beranda disini.
"Aku tidak bisa memasuki goa ini suami, karena ada formasi penghalangnya" jawab Bi Liqin sambil mengamati dinding goa.
Excel juga menggunakan mata bintangnya untuk melihat ketebalan dinding goa yang dilapisi emas, saat melihat ketebalannya Excel terkejut yang ternyata bukan hanya emas yang memiliki ketebalan 25 meter, tapi juga batu alam yang bisa digunakan sebagai bahan pembuatan Formasi array.
Lalu Excel melihat kebawah lantai dan lagi-lagi terkejut karena dibawah lantai penuh dengan batu roh tingkat puncak. Batu roh dibagi menjadi 3 kelas, kelas bawah, menengah, dan puncak.
"Hahaha, kita kaya sayangku" Excel kegirangan dan tanpa sadar memeluk Bi Liqin yang berada disebelahnya, merasa dipeluk secara tiba-tiba Bi Liqin kaget tapi juga tidak berusaha menghindarinya.
"Paman, ada apa?"
"Iya, suami ada apa?"
"Benua tengah ini adalah gudangnya harta Karun, dinding selain emas ada juga batu alam sebagai bahan Formasi array, dan dibawah kita bukan hanya sebagai lapisan saja tapi memang tempatnya batu roh hingga kelas puncak, semakin kita gali kebawah akan banyak batu mistik yang langka...hahaha" jelas Excel dengan ketawa gembira.
"Ayo kita kabari semua wanitaku" kata Excel yang tidak sabar ingin menunjukkan kepada semua wanitanya apa yang telah dia ditemukan.
Swooosshh
Di tepi danau suasananya yang tadinya panik kini sedikit mereda karena segel sudah tidak menunjukkan reaksi menyakitkan yang dialami Excel.
"Kenapa reaksinya kini berubah! Tadi ada perasaan yang menyakitkan dan kini ada rasa kegembiraan?"
"Aku juga merasakannya"
"Sama aku juga saudari"
"Apa yang dialami suami kita?"
"Apa dia terlalu tertekan selama ini?"
Sekali lagi semua orang yang menerima segel keluarga besar Excel menjadi bertanya-tanya, bahkan pekerja dan semua orang juga ikut kebingungan dengan keadaan pemimpin mereka.
Wuuuuussshh
"Halo... semuanya apa kalian merindukanku?" kata Excel dengan sapa khasnya yang saat ini tiba-tiba muncul ditengah semua isterinya bersama Qiaofeng dan Bi Liqin.
Saat semua orang melihat wajah tampan Excel bukannya gembira tapi malah diam dan darah mulai mengalir dari hidung mereka terutama semua wanita yang melihatnya.
Bruk
Bruukk
Bruuk
Bruuukkk
Semua pria pun terdiam dan bengong melihat penampilan pemimpin mereka yang sudah berubah, kini semakin tampan dan otot-otot tubuh terlihat dengan jelas walau memakai pakaian.
Wajah runcing dengan kulit sehalus kulit bayi, tingginya menjadi 190 cm, mata biru muda yang ditengah terlihat seperti alam semesta bisa terlihat dengan jelas, bibir semakin merah seperti memakai perona bibir.
Dan yang Excel tidak sadari dari tadi, dia kini memiliki sayap transparan berwarna-warni dipunggungnya, di dahinya terlihat mata dengan warna merah, telinganya menjadi runcing mirip dengan ras Elf.
"A-apa k-kamu Excel...?" tanya Shu Peijing yang terbatah-batah dengan darah masih mengalir dihidupkannya, jika kekuatan mentalnya lemah sudah dipastikan pingsan seperti wanita yang lain yang sudah pingsan saat pertama kali melihat Excel.
"Hehehe...bibi, ini benar Pamanku dan juga suamiku, semakin tampan-kan sekarang... Hahaha" kata Qiaofeng yang dengan bangga, langsung melompat meminta digendong Excel didepan, dengan kedua kaki melingkar pinggangnya dan dua tangan melingkar dilehernya.
"Muridku, kamu belum umur 17 tahun, oke" kata Excel yang sedikit kewalahan dengan reaksi Qiaofeng yang berlebihan hingga membuat tongkat yang bergerak-gerak.
"Tidak, aku sudah dewasa, Paman" jawab Qiaofeng yang protes tidak mau menunggu lebih lama lagi.
__ADS_1
"Suamikuu...!!"
"Yaa Dewaaa...tampaaaannya"
"Suami..."
"Ya Dewa pemimpin kita semakin tampan dari sebelumnya"
"Benar, sebelumnya saja sudah tidak ada yang menandinginya dan sekarang... Sudahlah dia sangat beruntung" salah satu pekerja yang terdengar iri.
"Aiyoo, kalian kenapa?" kata Excel yang tidak sadar dengan perubahan pada dirinya.
"Su-suami, kamu punya sayap dan wajahmu lebih tampan" kata Zhou Mei pada suaminya.
"Haa, sayap? Aku punya sayap?" kata Excel yang heran saat diberitahui Zhou Mei jika dirinya memiliki sayap, karena ingin tahu Excel melihat kebelakang dan melihat dengan mata kepalanya sendiri.
"Hahaha, aku punya sayap hahaha"
Wuuuuussshh
Setelah memastikan Memiliki sayap Excel langsung terbang dengan mengendong Qiaofeng dengan lincah dan tertawa gembira, sayap transparan begitu indah saat terkena cahaya bintang seperti pelangi disiang hari.
"Suami kita sangat luar biasa"
"Iya saudari aku semakin cinta padanya"
"Aku juga semakin cinta padanya"
"Hahaha, Paman ayo berputar-putar lagi"
Melihat Excel yang terbang dengan sayap dan berputar-putar dilangit membuat semua orang iri dan kagum, apalagi Qiaofeng yang gembira bisa terbang dengan lincah, walau dia sendiri bisa terbang tapi tidak secepat saat terbang bersama pamannya.
Wuuuuussshh
"Maaf, maaf, aku terlalu gembira" kata Excel yang sudah turun dari langit dan langsung dikerumuni semua wanitanya yang ingin seperti Qiaofeng bisa terbang dengan suaminya.
"Baiklah, sejujurnya aku ingin menunjukkan sesuatu pada kalian. Semua istri ku, ayah Xue, Paman Tong dan Ceng Fu kalian ikuti aku" Excel segera berjalan menuju goa dimana naga Hitam berada.
"Suami kemana kita?"
"Kamu akan tahu saat sampai disana!" jawab Excel dengan senyum misterius yang membuat semua orang yang ikut menjadi penasaran.
Setelah sampai didepan Formasi penghalang, Excel membagi senter kepada semua orang yang ikut dan menjelaskan cara menggunakannya.
Kemudian Excel meletakkan tangannya pada Formasi penghalang dan membuat pintu masuk semua orang, saat semua masuk Excel memimpin semua orang dengan lampu senter sebagai penerang jalan.
"Goa ini sangat besar, sebesar goa di benua binatang monster waktu itu"
"Kalian lihat dinding dan tanah yang kalian injak!" pinta Excel kepada mereka saat mereka sudah melangkah 30 meter dari bibir goa.
"Ya, Dewa...i-ini dinding emas..."
"Astaga kita berjalan diatas batu roh..."
"Hahaha, kalian lihat Kekaisaran kita akan kaya raya" Excel tertawa gembira saat semua orang berkomentar tentang apa yang dia temukan.
"Suami, apa tidak berbahaya, biasanya akan ada banyak jebakan" kata Shu Peijing yang berpengalaman, dia dulu pernah memasuki dungeon di hutan kematian dan penuh dengan bahaya.
Mendengar Shu Peijing berkata, seketika semua orang berhenti dan memeriksa disekitarnya, tapi tidak menemukan satupun jebakan atau sesuatu yang membahayakan mereka.
"Hehehe, memang banyak jebakan, tapi sudah aku netralisir dan sekarang aman kita lewati" kata Excel yang membuat semua orang lega, sambil berjalan menuju pusat goa Excel berbicara kepada semua orang apa yang dialami olehnya.
"Ceng Fu, kamu cari orang terpercaya untuk menjaga goa ini yang sudah menerima segelku" kata Excel yang mempercayakan dirinya lagi dan itu juga membuat Ceng Fu semakin bangga.
"Baik pemimpin"
"Paman Ling Ba, aku percayakan paman mencari pekerjaan tambang yang juga bisa dipercaya dan berikan mereka upah dan juga jamin keluarga mereka."
"Hahaha, tenang saja pemimpin aku akan cari pekerjaan yang bisa dipercaya" kata Paman Ling Ba dengan senang hati menerima tugas ini.
"Setelah Paman mendapatkan pekerja, pertemukan aku dengan mereka, dan aku akan beri segel"
"Dan untuk ayah Xue, aku percayakan sebagai pencatat hasil tambang dan juga sebagai pembendaharaan tambang ini, ini juga untuk perkembangan Kekaisaran agung kita" kata Excel yang memberikan tugas yang lebih berat lagi.
"Haaheem, Nak, kamu memberikan tugas berat lagi" ayah Xue mendesah karena pekerjaannya bertambah banyak.
"Hahaha...ayah mertua, siapa lagi yang bisa aku percaya lagi selain ayah, nanti aku juga akan beri ayah segel ketiga agar ayah bisa lebih tenang bekerja dengan memilik kekuatan.
Lihat Putri-putrimu sudah berada di Immortal Emperor, apa ayah tidak ingin segera menyusul mereka berdua, dan juga semua istriku Kultivasi mereka tidak kalah dengan kalian." kata Excel yang bangga memiliki istri yang kuat dan memamerkan pada seniornya.
"Baiklah aku terima pekerjaan ini...hahaha" balas ayah Xue yang senang bisa dengan cepat menjadi kuat, dia juga mengetahui tentang segel keluarga besar menantunya dari Putrinya.
"Suami, kenapa aku tidak bisa lagi melihat basis kultivasimu?"
"Iya, aku juga ingin tahu tingkat Kultivasimu, suami"
"Hehehe, hanya pada tingkat Kaisar Dewa Semesta tahap awal." Excel berkata dengan terkekeh dan sepertinya hal biasa baginya.
__ADS_1
"Apaaaa..."
"Nak, ka-kamu monster..."
"Mu-mustahil... Usia belum 19 tahun sudah tingkat...sudahlah, aku tak ingin cepat mati karena terkejut" kata Paman Ling Ba yang sudah tidak bisa berkata-kata lagi melihat perkembangan gurunya sekaligus pemimpinnya.
"Suami, kamu..." Shu Peijing tidak bisa berkata lagi dan hanya mengeleng-gelengkan kepala saja.
"Hehehe, suamiku pasti yang terbaik" kata Qiaofeng dengan bangga dan masih digendong tanpa mau turun lagi dari tubuh pamannya, bahkan sekarang minta digendong dibelakang punggung.
"Feng'er, kamu harus bersaing dari kami dan lagi kamu harus tunggu 8 tahun lagi...hehehe" balas Hu Ru Ming yang sebenarnya cemburu melihat Qiaofeng yang selalu lebih dekat dengan suaminya.
"Bibi, aku sudah dewasa tahu" jawab Excel dengan cemberut dan Excel yang mendengar hanya bisa tersenyum kecut.
Setelah semua orang mengetahui basis Kultivasi Excel sudah tidak bisa lagi berkata-kata, bahkan hanya diam karena hari ini sudah terlalu banyak hal yang membuat semua orang shock.
"Ini adalah tempat naga Hitam mati, dia bernama Seng Long, sayang sekali aku tidak bisa berbicara lebih banyak karena kesadarannya telah kehabisan waktu" Excel menceritakan kembali pertemuannya dengan leluhur naga Hitam.
"Kalian periksa sekelilingnya dan jika ada sesuatu yang aneh segera bilang padaku" pinta Excel kepada semua orang, sebenarnya Excel sendiri bisa memeriksa seluruh goa tapi Excel ingin mereka juga merasa bertanggung jawab melindungi harta ini.
"Baik"
"Suami, menurutmu berapa banyak harta yang ada disini?" tanya Xiao Mei Xing pada Excel, Excel hari ini masih didampingi Bai Chu dan Xiao Mei Xing.
"Perkiraanku tambang ini bisa mencukupi semua kebutuhan benua Venus secara boros, tapi aku tidak ingin merusak alam secara berlebihan, jadi rencanaku kedepan goa ini akan ditambang secara berkala menurut kebutuhan Kekaisaran dalam pengembangan." jawab Excel pada kedua istrinya yang berada disebelahnya.
"Suami, ada penghalang disini" panggil Xiao Chun pada suaminya, mendengar panggilannya Excel dan yang lainnya bergegas mendekati arah suara dari Xiao Chun.
"Waoow...itu...!!" ucap Excel terhenti saat melihat didalam Formasi penghalang yang berada pada titik ujung dari tempat naga Hitam yang sudah mati, melihat reaksi Excel semua segera mengikuti apa yang dilihat Excel, tapi mereka tidak bisa melihat karena ada penghalang pengelihatan.
"Apa yang kamu lihat suami? Aku tidak bisa menembusnya" tanya Hualing yang kebingungan tidak mampu melihat kedalam Formasi.
Plaaakk
Pyaaaarr
Bhuuuzzzhh
Dengan mengangkat tangan kanannya Excel menghancurkan Formasi penghalang yang melindungi sesuatu yang penting bagi pemiliknya dulu, akhirnya semua orang bisa melihat kedepan tapi sekali lagi masih terhalang Formasi.
"Kalian tunggu disini, didepan banyak Formasi pembantaian, feng'er kamu turun dulu!" kata Excel kepada semua orang dan menurunkan Qiaofeng meski tidak mau.
"Nanti aku minta gendong lagi" kata Qiaofeng dengan cemberut dan meletakkan kedua tangan dipinggangnya.
"Hehehe, oke." balas Excel dengan berjalan kedepan.
Plaaak
Pyaaaarr
Setiap kali berjalan sepanjang 10 meter Excel selalu menghancurkan Formasi pembantaian dan berjalan lurus ketempat dimana dia menemukan hal yang menarik.
Saat Excel berkata jika didalam ada formasi pembantaian semua orang sempat terkejut tetapi keterkejutannya terganti menjadi kekaguman disaat Excel dengan mudah menghancurkan Formasi pembantaian tanpa kesulitan.
Plaaak
Pyaaaarr
"Suamiku sangat hebat"
"Itu juga suamiku tahu"
"Aku juga isterinya"
"Hehehe, Excel adalah suami kita" kata Yang Ruolan yang tidak ingin mereka merebutkan Excel yang notabenenya Excel memiliki banyak isteri..
"Yuke, itu istana milik siapa?"
[Istana itu memiliki Dewa Perang, Tuan]
"Hehehe, semoga aku bisa bertemu dengan dia" kata Excel setelah Yuke memberitahui-nya pemilik istana yang indah ini dan berharap bertemu penyelamatan Qiaofeng dan Bi Liqin.
[Dia sudah mati terkena racun, Tuan]
"Apaa...haah...sayang sekali, jika aku bertemu aku ingin mengucapkan terima kasih yang telah menolong isteriku." sesal Excel yang mendengar jika Dewa Perang telah tewas karena racun.
"Sayang, menurutmu racun apa yang bisa membunuh Dewa Perang dan melumpuhkan Dewi samudera?"
[Banyak racun ganas di semesta ini Tuan, tapi menurut cerita Bi Liqin aku perkirakan itu racun Tetradotoxin dan Batrachotoxin. Kedua gabungan racun itu mampu mematikan sistem saraf diantara otak dan tubuh dengan memblokir saluran Meridian, dantian dan sodium, butuh 6 jam baru bereaksi untuk manusia biasa dan 24 jam untuk Kultivator, kemudian orang itu akan mati secara berlahan]
"Astaga, sungguh kejam mereka yang meracuni Dewa Perang dan Dewi samudera, satu racun saja bisa membunuh secara berlahan apa lagi Dua racun digabungkan, aku akan bunuh mereka yang menggunakan racun untuk membunuh orang" kata Excel yang marah setelah mengetahui jenis racun yang sangat berbahaya dan bisa dikatakan tanpa ada penawarannya.
"Yuke, apa kamu memiliki penawarnya?"
[Tentu ada, Tuan. Racun dilawan dengan racun.]
"Hahaha, Yuke kamu memang pintar dan aku tidak lagi kuatir dengan keselamatan orang terdekatku lagi" Excel merasa lega mengetahui jika ada penawarannya padahal Yuke hanya mengingatkan tuannya, jika tuannya memiliki darah sebagai penawar segala racun, sayangnya si pelahap lolicon tidak mengerti.
__ADS_1